English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 07 Maret 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13 dalam susunan Tabernakel terkena pada dua loh batu, yaitu hukum Taurat...

Ibadah Doa Malang, 26 November 2019 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Jika diutus Tuhan, berarti...

Ibadah Kunjungan Jakarta V, 19 November 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juli 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7...

Ibadah Doa Malang, 19 Januari 2010 (Selasa Sore)
Matius 24:45-47
Berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya, yakni...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2016 (Kamis Sore)
Dari Rekaman Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Kidung Agung 2: 3
2:3. --Seperti...

Ibadah Doa Malang, 01 Maret 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas dalam Wahyu 7:1, mengenai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 14 September 2010 (Selasa Malam)
Kita mempelajari tentang PELITA EMAS
Keluaran 25: 37
25:37. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Oktober 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 April 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 tentang perintah untuk memberitakan injil, sama...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Maret 2013 (Rabu Sore)
disertai puasa dan penumpangan tangan calon imam-imam

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Mei 2012 (Rabu Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk kepada 7 percikan darah diatas tabut perjanjian, artinya sekarang yaitu sengsara yang dialami oleh...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 07 April 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran 17-18 dalam Tabernakel menunjuk pada Pelita Emas. Pengertian umum Pelita Emas adalah...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Paskah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 01 Juni 2017 (Kamis Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian..

Tema: angka Sepuluh; sekaligus memperingati ulang tahun penggembalaan GPT Kristus Kasih di WR Supratman 4 Surabaya.

Pada ibadah pertama, angka sepuluh dikaitkan dengan anak domba yang disembelih. Tanggal sepuluh anak domba ditangkap dan tanggal empat belas disembelih. Ini menunjuk pada kurban Kristus supaya kita manusia yang sudah mati dan busuk dalam dosa tidak sampai berulat, tetapi semua ditanggung oleh Yesus di kayu salib sehingga kita benar-benar menjadi kehidupan yang berharga dan harum di hadapan Tuhan, bahkan sempurna seperti Dia.

Tadi pagi, tema ini dikaitkan dengan dua loh batu. Musa menerima dua loh batu dan Tabernakel. Ini menunjuk pada kabar mempelai dalam terang Tabernakel; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini yang Tuhan wariskan kepada kita semua.

GPT Kristus Kasih WR Supratman 4 siap menerima, yang pertama: darah Kristus/salib Kristus sebagai kekuatan kita, yang kedua: kabar mempelai yang juga kekuatan kita.

Malam ini, angka sepuluh dikaitkan dengan KESUSAHAN SELAMA SEPULUH HARI.
Wahyu 2: 10
2:10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Tuhan sudah disalib tetapi kita juga harus memikul salib. Kekuatan kita adalah salib dan firman pengajaran--sudah Tuhan berikan--, sekarang kita harus menanggung salib itu.

Kesusahan selama sepuluh hari sama dengan PERCIKAN DARAH. Kita harus memikul salib bersama dengan Tuhan.

Pengertian kesusahan selama sepuluh hari/percikan darah:

  1. Daniel 1: 8, 11-12, 15-17
    1:8. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
    1:11. Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:
    1:12. "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;
    1:15. Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.
    1:16. Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.
    1:17. Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

    "Tidak usah takut menghadapi percikan darah! Sidang jemaat WR Supratman 4 Surabaya juga harus menerima percikan darah. Ini sidang jemaat istimewa, karena jemaatnya datang dari jauh-jauh tempatnya: dari Pamekasan, Tuban dan lain-lain; harus menempuh perjalanan selama empat jam dan lain-lain. Ini benar-benar percikan darah/salib. Tidak usah takut, karena percikan darah itu berada di ruangan maha suci. Kalau kita bisa mengalami percikan darah berarti kita ditingkatkan dalam ruangan maha suci/kesempurnaan bersama Yesus. Justru kalau ada salib kita naik kelas. Tadi Tuhan sudah menanggung dosa di atas kayu salib, sekarang kita juga harus memikul salib--naik kelas ke ruangan maha suci; mendekati kesempurnaan."

    Pengertian pertama kesusahan selama sepuluh hari: Daniel berketetapan untuk tidak makan santapan raja--makanan dan minuman raja--, artinya:


    • Yang pertama: sengsara daging--penyaliban daging--untuk terlepas dari KEINGINAN/HAWA NAFSU DAGING sehingga bisa hidup suci; tidak jatuh dalam dosa. Kalau makan makanan raja dan minuman raja, bisa mabuk dan lain-lain.

      Hidup suci= tidak jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa (dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--dan kawin mengawinkan--dosa percabulan, penyimpangan: laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, perselingkuhan, sampai kawin mengawinkan/seks bebas). Hati-hati, banyak kejatuhan di sana! Tuhan tolong.

      "Semua sudah direstui oleh gereja: kawin campur, kawin cerai. Laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan banyak yang sudah merestui dan memberkati. Tinggal kawin mengawinkan yang belum. Kalau ini sudah direstui di dalam gereja, itu sudah terakhir. Memang diakui, tetapi belum dibawa ke gereja; kalau yang lain sudah dibawa ke gereja. Hati-hati!"


    • Yang kedua: tidak disesatkan oleh ajaran-ajaran sesat dan tidak jatuh dalam penyembahan palsu (penyembahan kepada antikris)--soal makanan rohani. Hati-hati juga soal makanan rohani. Raja menyuruh Daniel menyembah dia; ini adalah ajaran palsu yang mendorong pada penyembahan palsu.


    Kalau bertahan dalam sengsara daging, hasilnya:


    • Hasil pertama: 'ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk', artinya:


      1. Mengalami pemeliharaan Tuhan yang berlimpah sehingga selalu mengucap syukur.
        Jaga kesucian, di situ ada pemeliharaan Tuhan yang berlimpah.

        Kaum muda, perhatikan!


      2. Masa depan yang baik.
      3. Solah tingkah laku yang baik, yang berkenan pada Tuhan dan sesama.


      Ini hasil pertama. Kalau mau mengalami salib/percikan darah/sengsara daging untuk menyalibkan keinginan atau hawa nafsu daging soal makanan jasmani dan rohani, dan soal nikah--hidup suci--, Tuhanlah yang menjamin. Dia yang membuat semua menjadi lebih baik: kita dipelihara, ada masa depan yang lebih baik, sampai solah tingkah laku yang berkenan pada Tuhan dan sesama--menyenangkan hati Tuhan dan Tuhan menyenangkan kita juga.


    • Hasil kedua: 'Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian'= mendapatkan hikmat dari Tuhan, bukan hikmat dunia.
      Kalau hikmat sorga kita dapatkan, hikmat dunia juga akan kita dapatkan.

      "Pelajar-pelajar, selain belajar, jaga kesucian! Hikmat sorga akan didapatkan, apalagi hanya fisika, matematika--hikmat dunia--gampang sekali. Tadi malam, hikmat sorga membuat yang busuk dan hancur bisa diurapi, harum dan masuk sorga. Apalagi hanya fisika, matematika, kimia, bisa Tuhan berikan."

      Kegunaan hikmat sorga:


      1. Daniel 12: 3
        12:3. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

        Kegunaan hikmat sorga yang pertama: menjadikan kita bintang-bintang bercahaya selamanya.
        Kita tetap menjadi bintang dan tidak gugur. Kita dipakai Tuhan untuk memuliakan Tuhan; menjadi saksi Tuhan; membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan--'menuntun banyak orang kepada kebenaran'--; dan untuk menjadi terang di dalam rumah tangga, di depan semua orang--lebih besar lagi--, sampai menjadi terang dunia (Wahyu 12: 1).

        Inilah kalau punya hikmat sorga, yaitu bukan gelap, tetapi menjadi terang. Bukan menyusahkan orang tua, suami, isteri, anak, tetapi menjadi terang di dalam rumah tangga.

        Di dalam hikmat sorga tidak ada kegelapan sedikitpun. Manusia gelap bisa menjadi terang dunia; itulah hikmat sorga. Apalagi hanya pelajaran di dunia, gampang; hikmat sorga Tuhan berikan kepada kita.

        Wahyu 12: 1
        12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

        Matahari, bulan dan bintang menjadi milik gereja Tuhan; jadi terang dunia. Kalau sudah menjadi terang dunia, dia masih dikejar oleh naga--antikris--; seperti Daniel dimasukkan ke gua singa. Tidak masalah. Yang penting sudah menjadi terang, tidak ada masalah.


      2. Wahyu 13: 16-18
        13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
        13:17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
        13:18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

        'Yang penting di sini ialah hikmat'= hikmat sorga, kalau hikmat dunia tidak bisa mengatasi antikris.

        Kegunaan hikmat sorga yang kedua: melepaskan kita dari antikris--seperti Daniel dilepaskan dari singa yang lapar. Orang yang memfitnah Daniel dimasukkan ke gua singa, tetapi belum sampai di dasar, mereka sudah habis.

        Melepaskan kita dari antikris artinya: tidak dianiaya dan dipancung oleh antikris; tidak dicap 666--tidak menyembah antikris.

        Bagaimana mengatasi antikris? Dengan dua sayap burung nasar yang besar.
        Wahyu 12: 14
        12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

        Hikmat Tuhan memberikan dua sayap burung nasar yang besar kepada gereja Tuhan yang menjadi terang dunia, untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antirkis yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Kita dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci; nanti setiap hari kita perjamuan suci. Sekarang latihan di ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat meja roti sajian: ada roti--menunjuk pada firman dan roti perjamuan suci--, dan ada korban curahan--darah.

        Ibadah pendalaman alkitab adalah latihan untuk menyingkir.
        Kalau antikris berkuasa di bumi, semua milik orang kristen akan diblokir--gaji, ijazah, perusahaan, deposito tidak berlaku lagi--kecuali mau menyembah antikris. Di situlah terjadi banyak penyangkalan; banyak yang tidak tahan lalu menyembah antikris. Sudah diblokir, masih disiksa, sampai dipancung. Mana kuat? Apalagi kalau sekarang kita beribadah untuk mencari perkara jasmani, saat itu akan jadi kehidupan yang paling tidak kuat melawan antikris.


    Mari kejar salib, berani memikul salib, supaya kita mendapat dua sayap burung nasar--hikmat Tuhan. Kita menjadi bintang--terang dunia--dan mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar; kita diterbangkan ke padang gurun, kita dipelihara secara langsung oleh Tuhan selama tiga setengah tahun.

    Inilah pengertian pertama dari kesusahan selama sepuluh hari; memikul salib/percikan darah bersama Tuhan. Daniel sudah mengalami, untuk melawan keinginan/hawa nafsu daging. Herodes tidak bisa. Ia ditegor oleh Yohanes Pembaptis: Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!, tetapi ia marah.

    Tetapi Daniel lain, ia tidak mau menajiskan diri dengan makanan raja; dia mau sengsara daging untuk merobek hawa nafsu daging, untuk terlepas dari keinginan/hawa nafsu daging. Sungguh-sungguh ia lebih baik/lebih gemuk--hidup suci itu lebih baik/lebih gemuk. Ia mengalami pemeliharaan Tuhan, ada masa depan yang baik, menyenangkan Tuhan, orang tua, gembala dan sesama, dan dia juga disenangkan oleh Tuhan. Kemudian mendapat hikmat Tuhan; jadi bintang bercahaya, bukan bintang yang gugur, sampai menjadi terang dunia--Tuhan berikan dua sayap burung nasar yang besar.


  2. Kejadian 24: 54-59, 62-63, 67
    24:54. Sesudah itu makan dan minumlah mereka, ia dan orang-orang yang bersama-sama dengan dia, dan mereka bermalam di situ. Paginya sesudah mereka bangun, berkatalah hamba itu: "Lepaslah aku pulang kepada tuanku."
    24:55. Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: "Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi."
    24:56. Tetapi jawabnya kepada mereka: "Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku."
    24:57. Kata mereka: "Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan kepadanya sendiri."
    24:58. Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawabnya: "Mau."
    24:59. Maka Ribka, saudara mereka itu, dan inang pengasuhnya beserta hamba Abraham dan orang-orangnya dibiarkan mereka pergi.
    24:62. Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb.
    24:63. Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang.
    24:67.
    Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.

    Di sini Ribka dipinang untuk Ishak.

    Pengertian kedua  kesusahan selama sepuluh hari: Ribka tidak mau tinggal sepuluh hari lagi bersama keluarganya. Keluarganya memberi kesempatan, tetapi ia tidak mau tinggal. Ribka mau cepat pergi untuk bertemu Ishak di sumur Lahai-Roi. 

    Sumur adalah tempat makan dan minum domba-domba; sumur ini di padang/penggembalaan, tetapi sumur juga merupakan tempat pertemuan mempelai--akhirnya Ishak dan Ribka menikah.

    Ribka tidak mau tinggal sepuluh hari di keluarganya, artinya: sengsara daging untuk terlepas dari KEPENTINGAN DIRI SENDIRI/KEEGOISAN sehingga bisa masuk kandang penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai.

    Banyak kesibukan dan kepentingan kita, tetapi apa berani seperti Ribka yang tinggalkan semua untuk berada dalam kandang penggembalaan yang dibina oleh kabar mempelai? Harus berani korbankan kepentingan daging/kepentingan diri sendiri. Bukan tidak boleh kerja atau kuliah, mari yang keras, tetapi jangan lupa untuk berada di kandang penggembalaan.

    Ini adalah percikan darah/sengsara daging karena Yesus. Mari, tinggalkan keegoisan: kepentingan daging, keluarga, pekerjaan dan diri sendiri, dan utamakan penggembalaan dan Tuhan!

    Mari, semua paduan suara, pemain musik dan seluruh imam-imam, kita harus ada di kandang penggembalaan. Seorang imam tidak boleh keluar dari kandang. Kalau keluar, ia akan kehilangan urapan, melanggar kekudusan dan mati (Imamat 21: 12).

    "Tadi saudara Moses dari Uganda bertanya--waktu itu kaum muda sedang latihan--: 'Bagaimana om bisa mengoleksi kaum muda itu?'--dia menggunakan istilah 'mengoleksi'. Saya bilang: 'Tidak ada caranya, saya hanya menyampaikan firman.' Saya tidak mau suruh-suruh melayani. Saya hanya mengikuti guru dan gembala saya. Hanya lewat mimbar, sampaikan firman, supaya mereka bisa bertobat, dibaptis air, masuk penggembalaan. Kalau sudah di kandang, dia bisa disucikan dan bisa menjadi imam. Hanya itu caranya, tidak ada cara lain. Mereka sibuk semua, sekolah di SMU sekarang jam tujuh berangkat jam empat petang baru pulang, jam lima seperempat petang ibadah, besok ada ulangan atau tugas. Kalau bukan pekerjaan firman, tidak mungkin mau masuk di kandang penggembalaan."

    Masuk di kandang penggembalaan hari-hari ini! Lepaskan kepentingan diri sendiri! Bukan berarti harus berhenti kuliah. Tidak! Tetap kuliah, tetapi berkorban.

    "Misalnya besok ada ulangan, siang biasanya tidur, jangan tidur, tetapi belajar. Kemudian masuk ibadah, pulang ibadah, belajar lagi. Berdoa pada Tuhan. Tuhan tolong."

    Ribka merobek kepentingan diri sendiri dan bisa masuk penggembalaan.
    Dulu Musa naik ke gunung Sinai dan melihat kerajaan sorga, lalu Tuhan perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, supaya di bumi sama seperti di sorga; apa yang kita lakukan di bumi sama seperti di sorga: ibadah pelayanan dan penyembahan di bumi sama seperti di sorga. Itu maksudnya Tuhan dengan Tabernakel.

    "Saya sangat bersyukur bisa dididik dalam pengajaran Tabernakel dan mempelai. Tadi kita sudah mendengar waktu pembukaan Lembaga Pendidikan Elkitab angkatan XXXIX, bagaimana Lempin-El ini bisa berlanjut, semua hanya kemurahan Tuhan. Saya tadi belum cerita, hamba-hamba Tuhan mengatakan: Lempin-El harus ada, supaya kalau mereka ditanya lulusan mana, mereka bisa menjawab. Pesan terakhir dari om Pong kepada saya hanya dua: soal persepuluhan dan Lempin-El. Beliau mengatakan: 'Kalau Lempin-El masih ada, Pak Wi sungguh-sungguh! Sini, saya tumpangi tangan, kamu adalah guru dan gembala.'--pelimpahan. Saya tidak menyangka juga kalau Malang yang ditunjuk. Banyak hamba Tuhan alumni Lempin-El yang datang waktu itu, saya katakan: 'Silahkan, runding sendiri.' Tetapi setelah saya yang ditunjuk, saya seperti orang stres, tiap hari di kotak surat: Mana yang kirim murid ini? Tidak ada. Bagaimana mau membuka? Ternyata Tuhan kirim, sampai hari ini. Doakan! Saya hanya menyerah kepada Tuhan. Tuhan tolong. 
    Waktu itu kelasnya belum ada, sekarang sudah diberkati Tuhan. Tanah di belakang sudah bisa dibeli karena doa-doa bapak/ibu sekalian, kita tinggal membangun. Tetapi dulu pakai plastik saja, tidak ada masalah.
    "

    Musa melihat sorga lalu membuat Tabernakel--kerajaan sorga di bumi.

    "Tujuan Lempin-El hanya satu yaitu menyebarkan kabar mempelai dalam terang Tabernakel. Ini saja, ke manapun kita diutus."

    Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:


    • Halaman= keselamatan: percaya--pintu gerbang--, bertobat--mezbah korban bakaran--, baptisan air--kolam pembasuhan--, dan baptisan Roh Kudus--pintu kemah.
    • Ruangan suci.
    • Ruangan maha suci= kesempurnaan.


    Kita sudah selamat; yang belum, mari, jangan ragu untuk percaya Yesus, bertobat dan baptis air--lahir baru dari air dan Roh--, sudah selamat (hidup dalam kebenaran). Kita belum sempurna. Jadi posisi kita ada di ruangan suci--sekarang menunjuk pada kandang penggembalaan.

    Dulu di dalam ruangan suci ada tiga macam alat yang harus dibuat--sudah hancur--, sekarang dalam pengertian rohani:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk fellowship; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya; domba diberi minum  supaya tidak dehidrasi tetapi selalu segar. Di padang gurun dunia ini perlu minum, tetapi kalau minum saja, tidak makan, akan mati juga.

      "Bukan cuma saudara yang bahagia. Saya bahagia kalau ada ibadah persekutuan semacam ini, karena karunia ditambahkan. Dulu setelah lulus Lempin-El angkatan XVIII, saya membantu Pdt. Pong (alm.), saya yang mempersiapkan gedungnya, juga bersih-bersih, dan membawa tasnya kalau om Donald tidak ikut. Akhirnya disuruh pembukaan--ditambahkan--, khotbah ibadah kaum muda, dan sampai sekarang. Karunia sebagai gembala ditambahkan."


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus; domba diberi makan supaya kuat, tidak jatuh, rebah dan tinggalkan pelayanan.

      Di atas meja roti sajian ada dua belas roti yang disusun menjadi dua susun masing-masing enam buah--66; menunjuk pada 66 kitab dalam alkitab, itulah pengajaran yang benar.
      Roti juga menunjuk pada tubuh Kristus (dalam surat Korintus). Di mana darahnya? Di meja roti sajian ada korban curahan dari anggur--satu-satunya alat yang ada korban curahan dari anggur--, yang menunjuk pada darah Yesus.

      "Jadi, ayat, gambar dan penjelasan harus sama. Tidak bisa kalau gambarnya lain tetapi penjelasannya sama. Itu bayi namanya, ada penggaris dan penghapus dibilang: sama. Kalau orang bisa berpikir akan berkata: bedalah, kalau gambarnya beda, artinya juga beda; tidak mungkin sama. Semoga kita tidak dibodohi atau ditipu. Tetapi pakai hikmat sorga, baca ayat! Bukan berarti di sini yang paling benar, tetapi baca ayat di dalam alkitab! Alkitab kita sama."

      Kalau tidak makan tetapi disuruh kerja, akan cepat pingsan. Ini alasannya. Mengapa penginjil-penginjil yang dipakai Tuhan, tahu-tahu menghilang, padahal seharusnya lebih hebat lagi? Karena tidak makan. Coba suruh kerja terus--hebat, kuat--, jangan diberi makan, malah tidak mau minum juga. Kalau sudah tidak tugas, tidak mau datang ibadah. Lebih celaka kalau pemain musik dan lain-lain hanya datang saat tugas, kalau tidak tugas, tidak datang. Gawat! Sudah tugaspun, datang, saat firman diberitakan, malah keluar. Gawat! Dia sebenarnya mati; hanya bersuasana seperti di alun-alun tetapi mati, bukan suasana sorga; sudah tidak ada urapan dan kekuatan dari sorga.

      Seorang imam harus makan dan minum, supaya kuat sampai Tuhan datang.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya; domba bernafas  dengan kasih Allah; bernafas dengan takut akan Tuhan; bernafas dengan urapan Roh Kudus/kasih Allah. 

      Di dunia ini selain ada oksigen, nitrogen dan lain-lain--itu hikmat dunia--, ada juga roh jahat dan najis--ini yang tidak diketahui oleh profesor di dunia. Ini yang bisa ditelusuri dalam alkitab. Ini kelebihan hikmat sorga dari hikmat dunia.

      Bernafas dengan takut akan Tuhan= menyembah Tuhan.
      Kasih Allah membuat kita bisa hidup kekal; semua yang kita lakukan kekal.


    Inilah kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, di dalamnya ada Allah Tritunggal.
    Tuhan bertanya pada Petrus tiga kali: Adakah engkau mengasihi Aku?: Gembalakanlah domba-domba-Ku! Tuhan bertanya tiga kali karena Petrus terdiri dari tubuh, jiwa dan roh, dan Allah juga Tritunggal. Petrus menyangkal Tuhan tiga kali; tubuh, jiwa dan rohnya menyangkal Allah Tritunggal.
    Tetapi kalau kita tergembala dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita akan melekat pada Allah Tritunggal--ada persekutuan--, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar (pribadi Yesus/pengajaran yang benar).

    Melekat pada pokok angur yang benar artinya:


    • Yang pertama: kita dibersihkkan; mengalami penyucian secara intensif dari dosa-dosa pelayan Tuhan yaitu:


      1. Dosa Yudas Iskariot: pencuri, terutama mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kalau hamba Tuhan mencuri lalu berkhotbah, bagaimana?
        Ini yang harus disucikan lebih dulu! Uang atau persepuluhan adalah masalah terkecil, kalau tidak mau disucikan, apalagi yang lain.

        "Saya tidak takut menyampaikan kalau dari Tuhan, tidak ada masalah. Para gembala, perhatikan! Kita disucikan dari dua sisi--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Yang pertama: saat kita menerima kepercayaan dari Tuhan; hanya dipercaya untuk menerima karena persepuluhan adalah milik Tuhan. Seringkali kita biarkan diserobot orang lain dengan alasan supaya bagus, tetapi kita tidak dpercaya lagi. Akibatnya: tidak ada makanan.
        Satu waktu saya dites. Dipanggil seseorang yang mempunyai wewenang di satu gereja yang sangat besar, lalu dia sampaikan: 'Sekarang kita persepuluhan mau dipegang tua-tua.' Saya langsung jawab: 'Jangan! Jangan sekali-kali seperti itu! Habis nanti, tidak ada makanan! Percayalah!' Saya sampai berkata begitu: 'Minta tolong, Om, jangan, jangan seperti itu.'

        Yang kedua: saat mengembalikan juga disucikan. Kalau gembala tidak mengembalikan persepuluhan, ia adalah seorang pencuri, dan itu artinya tidak ada pembukaan firman.

        Jadi sama, kalau tidak dipercaya persepuluhan atau mencuri persepuluhan, tidak akan ada pembukaan firman; tidak ada urapan. Lebih celaka lagi, mendidik orang menjadi pencuri juga. Saya lebih dulu yang diperiksa. Sungguh-sungguh!
        "

        Sidang jemaat juga, kalau mencuri milik Tuhan, tidak akan ada makanan; tidak bisa mengerti firman; tidak dipercaya juga untuk menerima makanan rohani. Kalau rohaninya sakit/mati, jasmani juga akan kering.


      2. Dosa Kain dan kakak-kakak Yusuf= dosa kepahitan; kebencian tanpa alasan, iri hati, dendam.
      3. Dosa Hofni dan Pinehas= dosa kenajisan.


      Hati-hati, ini semua pelayan Tuhan, sebab itu imam-imam harus digembalakan, supaya benar-benar disucikan--ranting melekat pada pokok anggur yang benar.


    • Yang kedua: kalau sudah disucikan dari dosa-dosa kejahatan, kenajisan dan kepahitan, melekat juga berarti setia.


    Orang suci pasti setia. Kalau tidak suci--(maaf) seperti pelacur--, tidak akan setia.

    Urusan kita sebagai ranting yang kecil adalah tergembala; berada di kandang penggembalaan; tekun dalam tiga macam ibadah sehingga kita hidup suci dan setia kepada Tuhan. Hasilnya, cepat atau lambat kita pasti berbuah lebat dan manis--ada kebahagiaan sorga sekalipun di tengah penderitaan. Itu kelebihan yang dari sorga. Kalau di dunia, pengertian bahagia adalah semuanya enak, tetapi kebahagiaan sorga kita berbahagia sekalipun di tengah penderitaan dunia ini.

    Mari, sungguh-sungguh tekuni tiga macam ibadah baik sebagai gembala maupun domba-domba.

    Kalau sudah berbuah, injil Yohanes 15: 1 menuliskan: 'Bapa-Kulah pengusahanya'. Urusan kita hanya melekat/tergembala--seperti Ribka yang tidak mau tinggal bersama keluarganya selama sepuluh hari lagi.

    "Saya bilang pada murid-murid, kalau sudah jadi gembala, jangan bilang ada kepentingan keluarga lalu pergi ke sana, ada kepentingan apa, kesana. Itu berarti meninggalkan jemaat terus. Jangan! Mohon maaflah, karena memang tugas kita sebagai gembala. sungguh-sungguh harus mendahulukan Tuhan. Ribka mendahulukan Tuhan, dia mau tergembala, suci, setia, dan berbuah manis; ada kebahagiaan sorga di tengah penderitaan dunia."

    Yohanes 15: 1
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.

    'Bapa-Kulah pengusahanya', artinya:


    • Ranting itu kecil, tetapi kalau melekat pada pokok anggur--suci, setia dan tergembala sungguh-sungguh--, maka Bapa di sorga yang mengusahakan semuanya; kita hanya melekat; Ia yang berusaha untuk memenuhi segala kebutuhan kita--kalau ranting kurang makan, bukan rantingnya yang ke bawah, tetapi pokoknya ini yang mencari.

      Kita hanya melekat saja. Kenapa harus sulit? Kenapa kita yang mau usaha sana sini, beredar sana sini, dan pokoknya yang diam? Biarlah Bapa yang berusaha, kita hanya melekat. Apa kekuatan kita sebagai ranting? Sehebat apapun manusia di dunia, ia tetap hanya ranting, tidak ada apa-apanya. Karena itu ranting harus melekat pada pokok anggur yang benar. Ia yang memenuhi segala kebutuhan kita.


    • Yang kedua: Bapa menyelesaikan masalah kita.
    • Yang ketiga: Bapa menyempurnakan kita; kita menjadi buah manis sampai menjadi buah mempelai. Luar biasa! Tuhan tolong kita malam ini.


    Mari, jangan takut menghadapi percikan darah--angka sepuluh--, kita ada di ruangan maha suci; dekat dengan kesempurnaan.
    Kemarin, mau busuk dan lain-lain, sudah ditanggung Tuhan.
    Tadi pagi, kabar mempelai menolong kita.

    Sekarang kita harus memikul salib--percikan darah. Ini berarti rohani kita ditingkatkan. Kemarin enak-enak karena semua yang busuk dipikul Tuhan, kemudian dapat pedang. Sekarang, mari meningkat: pikul salib Tuhan/percikan darah. Di situ ada hikmat dari Tuhan--Daniel gemuk--, ada buah manis--kebahagiaan--dan 'Bapa-Kulah pengusahanya'.


  3. Lukas 17: 11-17
    17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.
    17:12. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh
    17:13. dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!"
    17:14. Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.
    17:15.
    Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,
    17:16. lalu
    tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
    17:17. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?


    Orang Samaria= bangsa kafir. Yang sakit kusta ini sembilan orang Israel dan satu dari bangsa kafir.

    Pengertian ketiga kesusahan selama sepuluh hari: sepuluh orang kusta.

    Secara jasmani, penyakit kusta artinya: penderitaan lahir dan batin--orang kusta tidak boleh dekat-dekat, karena itu memanggil Yesus dari jauh; diasingkan, tidak boleh masuk di rumahnya. Secara rohani: putih--kebenaran--tetapi kusta, artnya: kebenaran diri sendiri.

    Tadi, hati-hati dengan keinginan daging yang menjerumuskan--Daniel. Lalu kepentingan daging--Ribka.

    "Kadang-kadang kalau mau ibadah: Tunggulah, papa capek. Isteri menjawab: Ya sudah, saya tidak pergi, saya pijat dulu. Inilah kepentingan-kepentingan diri/keegoisan."

    Buang semua, sampai kita bisa tergembala.

    Terakhir, kebenaran sendiri, yaitu


    • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain. Suami sudah ketahuan berselingkuhpun, masih menyalahkan isteri, bukan mengaku.
      Tadi pagi kita sudah mendengar Adam dan Hawa menyalahkan Tuhan/pengajaran benar dan setan.
      Kalau sudah menyalahkan setan, akan berbuat dosa terus, tidak bisa bertobat lagi. Kalau sudah menyalahkan setan, akan berbuat dosa terus, tidak bisa bertobat lagi.

      "Kalau gembala paling gampang, dari podium tinggal bilang: pemberontak-pemberontak. Beres, sudah menang dia. Padahal belum tentu, bisa juga gembalanya yang salah."


    • Tidak bisa mengucap syukur--sepuluh orang yang disembuhkan tetapi yang mengucap syukur hanya satu orang--, tetapi bersungut, berbantah--firman dijadikan perbantahan, diskusi--, bergosip dan lain-lain.

      "Mari, lulusan Lempin-El 'Kristus Ajaib', saya mohon maaf kalau dianggap sombong. Saya sudah ikut ibadah di mana-mana waktu remaja muda, mendengar hamba Tuhan berkhotbah, sampai anak kecil berkhotbah saya dengar, tetapi ketika saya satu kali mendengar kabar mempelai saya langsung tersentak, ayatnya sama tetapi kok bisa artinya begitu, dan tidak bisa dibantah. Waktu itu saya kejar. Saya menempuh jarak jauh, waktu itu bisnya empat jam, kurang enak, tahun delapan puluhan. Ada juga kesaksian dari Jerman, beliau pengurus persekutuan orang kristen di Eropa. Kalau natal mengundang hamba Tuhan dari mana saja. Tetapi hanya karena majalah manna, ia berhenti total, dia mendengar lewat siaran jarak jauh. Ini kesaksian, bukan saya menyanjung. Firman ini yang benar. Bukan Widjaja, tetapi kabar mempelainya. Alkitab yang benar. Jangan bilang: hanya Widjaja yang benar! Salah! Alkitab yang benar--kabar mempelai yang diwahyukan Tuhan kepada opa van Gessel, dilanjutkan oleh om Yo dan om Pong--, jangan dibalik! Itu yang benar karena sesuai dengan yang dilihat Musa di atas gunung Sinai. Mari sungguh-sungguh hari-hari ini. Lempin-El kita bersyukur, saya sangat bersyukur bisa dididik di Lempin-El 'Kristus Ajaib'. Baru pengalaman di Lempin-El saja: tidak ada jemaat, tidak ada kerja, hanya dengar firman tetapi bisa makan terus. Kalau bukan karena pengajaran mau dapat di mana? Bersyukur. Saya tidak malu pada murid-murid, bukan sombong, tetapi karena dulu saya juga mendapatkan dengan cuma-cuma. Kalau mau cari yang lain, bodoh, karena sudah pengalaman--saya dulu dididik selama tujuh bulan."


    Satu orang yang mengucap syukur sampai tersungkur di kaki Yesus adalah bangsa kafir.

    Jadi, pengertian angka sepuluh di sini adalah sengsara daging untuk terlepas dari KEBENARAN SENDIRI, sampai bisa tersungkur di bawah kaki Tuhan; hanya mengaku sebagai tanah liat. Ini bangsa kafir yang mau sengsara daging sampai tersungkur di kaki Tuhan. Tinggal kita mau atau tidak.

    Lalu bagaimana nasibnya bangsa Israel? Sembilan orang kusta tidak kembali, tetapi ada satu orang yang tersungkur juga yaitu Ayub. Ayub juga ada kebenaran sendiri sampai diizinkan menderita habis-habisan, sampai ia tersungkur; mengaku hanya tanah liat. Ia paling hebat jasmani dan rohani--kaya dan lain-lain--, tetapi ada kebenaran sendiri sampai menyalahkan Tuhan.

    Jangan sampai menyalahkan Tuhan/pengajaran yang benar! Bahaya! Nasibnya seperti Ayub yang habis-habisan. Biar hebat, akan habis, apalagi kalau hanya ranting. Yang kaya dan hebat, habis, apalagi kalau ranting, benar-benar habis.

    Ayub 32: 1-2
    32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
    32:2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

    'Menganggap lebih benar'= sudah berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku, malah menyalahkan orang lain.
    Kalau dia memang tidak bersalah, dia bukan menganggap dirinya benar, tetapi memang sesungguhnya ia benar. Jangan salah! Tetapi kalau orang melakukan dosa, lalu tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain, itulah kebenaran sendiri; kalau menyalahkan Tuhan/pengajaran yang benar, itulah orang yang merasa lebih benar dari Tuhan dan orang lain.

    Ayub hebat secara jasmani dan rohani, tetapi sayang ada kebenaran sendiri. Karena itu Tuhan izinkan ia mengalami ujian habis-habisan--penderitaan daging--, sampai ia bisa tersungkur di kaki Tuhan.

    Ayub 42: 5-6
    42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    42:6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

    'aku mencabut perkataanku'= kebenaran diri sendiri itu dari mulut. Tuhan heran, sepuluh yang sembuh, tetapi hanya satu yang mulutnya baik, mengucap syukur; yang lain mulutnya tetap bergosip. Mungkin tidak bergosip lewat mulut tetapi lewat media sosial. Apa yang didapatkan? Rugi sekali! Tidak usah ikut-ikut, yang penting Tuhan yang tahu. Kalau kita memang seperti Ayub--benar sendiri--, kita akan hancur. Tetapi kalau tidak, orang yang memfitnah yang akan hancur. Tenang saja. Kenapa harus takut?

    Kalau kita memang ada kebenaran sendiri, minta ampun, kalau tidak, biar kita kuat dan hebat, akan habis. Sebaliknya, kalau memang benar, sungguh-sungguh dari Tuhan, diam saja. Orang yang memfitnah, yang sebentar lagi akan hancur. Kebenaran tidak mungkin bisa dikalahkan oleh apapun.

    "Pdt. Pong selalu katakan pada saya: Tenang, kebenaran tidak bisa dikalahkan dengan politik/persekongkolan; kebenaran tetap akan ditegakkan oleh Tuhan. Ada satu berita, beliau panggil saya: 'Pak Wi saya dengar kamu begini, benar?': 'Tidak': 'Diam ya. Kebenaran tidak bisa dikalahkan oleh apapun.' Saya salah, pada awal-awal om Pong meninggal, saya diserang, saya marah karena saya tidak merasa bersalah. Akhirnya dibalik semua, sekarang harus menanggung, tetapi diam; masih diberi kesempatan untuk Tuhan tolong."

    Ayub mengalami ujian habis-habisan, untunglah ia akhirnya duduk di debu dan abu dan ia mencabut perkataannya.
    Orang kebenaran sendiri banyak salah dalam perkataan. Hati-hati hari-hari ini!

    "Banyak telpon dan lain-lain untuk menanggapi sesuatu dan lain-lain, itu sudah mengarah pada kusta. Jangan! Diam saja!"

    Ayub duduk di debu, tersungkur, mengaku tanah liat sampai tidak ada lagi yang dibanggakan. Jangankah hartanya, tubuhnyapun sampai habis; tidak ada kebanggaan. Itulah merendahkan diri, mengaku tanah liat sampai tidak ada yang dibanggakan lagi, tidak ada lagi yang diharapkan di dunia. Dia merasa tidak layak, tidak mampu, tidak bisa apa-apa, tetapi hanya memandang pada Tuhan.

    Tanah liat memang rendah--diinjak-injak--, tetapi tanah liat ada di tangan Tuhan--waktu penciptaan, tanah liat diambil Tuhan dan Ia menciptakan manusia. Kalau kita sebagai tanah liat, kita ada di dalam tangan Tuhan Sang Pencipta.

    Untuk apa kita ada di tangan Tuhan? Untuk dibentuk menjadi manusia yang sama dengan Tuhan dan dihembusi dengan Roh Kudus.
    Kejadian 2; 7
    2:7. ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

    Kalau malam ini ada tanda-tanda kita merasa sebagai tanah liat yang tidak layak--banyak salah--, tidak bisa apa-apa sekalipun punya ijazah, tidak berharga apa-apa, tidak ada yang dibanggakan dan diharapkan lagi di dunia tetapi hanya berharap Tuhan saja, kita akan diambil dan dijadikan sebagai manusia baru oleh Tuhan, dan dihembusi oleh Roh Kudus. Dulu hanya dihembusi, ternyata belum cukup, buktinya manusia banyak berbuat dosa mulai kitab Kejadian 3, Kejadian 6 lebih parah.

    Oleh sebab itu Tuhan baharui lagi pencurahan Roh Kudusnya, bukan hanya dihembusi, tetapi ditiupkan dengan keras, karena Tuhan tahu dosa itu lebih dahsyat dan memuncak; dosa yang ditiupkan oleh setan begitu memuncak, harus dilawan dengan Roh Kudus yang ditiupkan dengan keras.

    Kisah Rasul 2: 1-4
    2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu
    bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3. dan tampaklah kepada mereka
    lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4. Maka
    penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Di loteng Yerusalem, Roh Kudus bukan hanya dihembuskan untuk mengatasi dosa yang ditiupkan oleh setan, tetapi Roh Kudus juga merupakan tiupan angin keras untuk memenuhi setiap kehidupan kita semua (waktu itu bangsa Israel, tetapi di Kisah Rasul 10, untuk bangsa kafir juga)--Roh Kudus bagaikan lidah-lidah nyala api.

    Tanah liat ini butuh Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, kita akan habis; yang ada hanya keinginan sendiri, hawa nafsu sendiri--seperti Herodes--, hanya ada kepentingan sendiri--tidak mau tergembala--dan hanya ada kebenaran sendiri--menyalahkan orang, Tuhan dan setan.

    Mari, Roh Kudus dicurahkan; ditiupkan dengan keras di tengah-tengah kita bagaikan lidah-lidah nyala api.

    Salah satu tanda kepenuhan Roh Kudus adalah berbahasa Roh seperti yang diberikan oleh Roh itu kepadanya untuk mengatakan, bukan diajarkan manusia. Kalau diajarkan manusia, itu palsu.
    Roh Kudus mulai dari perut hati--perut hati dibersihkan--dan naik ke lidah. Ikuti saja apa yang diajarkan oleh Roh Kudus.

    Biar kita hanya tanah liat, tetapi kalau ditiupi dengan Roh Kudus, dahsyat hasilnya.
    Kegunaan Roh Kudus:


    • Roma 5: 5
      5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

      Kegunaan yang pertama; Roh Kudus mengaruniakan kasih Allah sehingga kita kuat teguh hati, artinya:


      1. Tidak kecewa, putus asa, bangga dan tinggalkan Tuhan, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--setia sampai mati; sampai meninggal atau sampai Tuhan datang; sampai mendapatkan mahkota.
        Jangan mundur sedikitpun! Jangan bangga akan sesuatu! Jangan kecewa dan tinggalkan Tuhan sampai garis akhir!


      2. Kita tetap percaya dan berharap Tuhan.
      3. Tetap menyembah Tuhan.


      Apapun yang kita alami malam ini, kita serukan pada Tuhan: Saya hanya debu tanah liat, tidak bisa apa-apa, biar tangan Roh Kudus yang bekerja.


    • 2 Raja-raja 6: 15-17
      6:15. Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?"
      6:16. Jawabnya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka."
      6:17. Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah
      gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.

      Kegunaan yang kedua: Roh Kudus bagaikan nyala api memagari kita semua.

      Jangan takut apapun yang kita hadapi di dunia! Ada pagar dari Roh Kudus; perlindungan dari celaka marabahaya, dosa, antikris dan hukuman Allah sehingga kita hidup aman tenteram, enak dan ringan, damai sejahtera.

      Musuh-musuh yang besar dikalahkan, artinya Roh Kudus memberi kemenangan atas musuh= menyelesaikan masalah. Tuhan tolong kita semua.


    • 2 Raja-raja 2: 11
      2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

      Kegunaan yang ketiga: Roh Kudus mengangkat kita ke sorga, artinya:


      1. Tuhan semakin memakai kita.
        Jadi bukti kita terangkat ke sorga adalah kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Naik ke sorga bukan urusan nanti, tetapi sekarang. Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus--kemampuan ajaib yang lebih dari apapun--supaya kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Tuhan memberikan jabatan dan Roh Kudus memberikan karunia.

        "Mungkin mustahil jadi gembala, khotbah terus. Apalagi hanya Lempin-El yang dididik tujuh bulan. Kami sudah jadi hamba Tuhan sudah berapa tahun? Saya saja angkatan XVIII sudah dua puluh tahun jadi gembala. Kalau hanya tujuh bulan belajar, mana bisa? Inilah karunia Roh Kudus."

        Mari, jangan lalai! Begitu lalai, akan turun semuanya; termasuk gembala kalau lalai berdoa, lalai menyampaikan firman. Kalau semangat, sungguh-sungguh naik semua.

        "Saya bersyukur, firman Tuhan tutup buka tahun adalah suasana takhta sorga--naik. Saya bilang jemaat: Mari kita naik. Ini janji Tuhan. Nikmati! Semua naik. Jangan ada yang merosot! Pelayanan naik, semua naik."


      2. Kemudian, yang gagal diangkat menjadi berhasil dan indah pada waktunya. Makin dekat sorga, bukan makin susah, tetapi makin berhasil dan indah. Itu bukti diangkat ke sorga, bukan sombong.


      3. Dan kita semakin diubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani; makin taat. Ketika Yesus taat sampai mati di kayu salib, Dia ditinggikan oleh Tuhan sampai di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

        Semakin diubahkan, kita semakin taat. Ini naik. Mari taati firman. Kaum muda, taati firman dan orang tua! Tidak mungkin turun, tetapi akan makin naik. Yang tidak boleh, jangan lakukan. Yang harus, lakukan. Taat saja!

        Di ayat selanjutnya Elisa ambil gulungan jubah dan dipukulkan ke sungai Yordan, mujizat jasmani terjadi: dari tidak ada menjadi ada; mustahil jadi tidak mustahil.

        Sampai satu waktu kalau Tuhan datang kembali, kita benar-benar diubahkan dalam sekejap mata--mujizat terakhir--, jadi sempurna seperti Dia. Kita terangkat di awan-awan yang permai, bersama Dia selamanya, sampai di takhta sorga.

Mari, kita harus mengalami sengsara. Kemarin Tuhan yang sengsara untuk menanggung kebusukan kita. Tadi pagi, Tuhan memberikan pedang tajam kepada kita (kabar mempelai; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua). Sekarang Tuhan berikan salib. Mari pikul salib, tetapi Roh Kudus menolong kita, ada kemuliaan di tengah kita.

Semua dikejar oleh Tuhan sampai tersungkur, tidak ada lagi kebanggaan. Mulut hanya berkata: Saya yang salah, saya tidak mampu, tidak ada yang bisa menolong kecuali Tuhan. Mulut hanya menyeru: Haleluya, Yesus. Biar Roh Kudus menolong kita malam ini. Roh Kudus menguatkan, memagari dan mengangkat kita--mengadakan mujizat di tengah kita.

Kuat teguh hati! Roh Kudus pasti memagari dan mengangkat kita. Biar Roh Kudus memenuhi kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top