English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 21 Agustus 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:45-50 tentang waktu penyaliban Yesus. Mulai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Maret 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:4
4:4 Dan sekeliling takhta itu...

Ibadah Doa Malang, 11 Agustus 2009 (Selasa Sore)
digabung dengan doa puasa session IIIMarkus 2:18-22, waktu untuk berpuasa adalah...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Juli 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Doa Surabaya, 22 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta.
SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA
Matius 25: 19, 27
25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Januari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26:57-68
Yesus sudah mengalami sengsara daging tanpa dosa (suasana Getsemani). Di akhir jaman,...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juni 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan I, 26 Oktober 2010 (Selasa Pagi)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 November 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Oktober 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Raya Malang, 08 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah judul/ kata pengantar...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Juni 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 22-30 (kita baca ayat 22-28) => siapa yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Januari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 Yesus dimuliakan di atas...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juli 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Wahyu 11:15-19
11:15. Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

Sangkakala ketujuh menampilkan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja untuk mengangkat gereja Tuhan yang sempurna ke awan-awan yang permai dan masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah rohani/ nikah sempurna), kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan Sorga selama-lamanya.

Bukti bahwa Yesus pasti datang kembali kedua kali:
  1. Allah Bapa sudah datang ke dunia di atas gunung Sinai dengan suara guruh dan sangkakala--'Aku akan datang kepadamu'.
    Keluaran 19:9,16,20
    19:9. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu." Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.
    19:16. Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.
    19:20. Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.

    Ayat 9 = Allah Bapa berjanji untuk datang ke dunia.
    Ayat 20 = Allah Bapa menggenapi janji-Nya.

    Allah Bapa datang ke dunia bukan dengan tangan hampa tetapi membawa dua hal:
    • Keluaran 20-24 = dua loh batu = hukum Taurat yang berisi kasih Allah Bapa.
      1. Loh batu pertama (hukum I - IV): mengasihi Tuhan lebih dari semua, karena Dia adalah Allah yang cemburu yang cemburunya seperti nyala api neraka.
      2. Loh batu kedua (hukum V- X): kasih kepada sesama, yaitu mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita (membalas kejahatan dengan kebaikan).

    • Keluaran 25-40 = Tabernakel, supaya Allah Bapa diam di tengah-tengah umat-Nya, bangsa Israel asli.
      Keluaran 25:8
      25:8. Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

    Keluaran 32:19
    32:19. Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

    Dua loh batu harus dipecahkan untuk menyelamatkan bangsa Israel, umat Tuhan yang melanggar Taurat, supaya tidak dibinasakan.

    Dua loh batu yang dipecahkan menunjuk pada Yesus, Anak Allah sebagai perwujudan kasih Allah Bapa, yang datang ke dalam dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa. Dia tidak mengenal dosa tetapi hanya mengenal kasih. Dia harus mati di kayu salib untuk:
    • Menjadi korban pendamaian, sehingga bisa memperdamaian dosa-dosa dan menyelamatkan manusia berdosa supaya tidak dibinasakan tetapi mendapat hidup kekal.
      1 Yohanes 4:8-10
      4:8. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
      4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
      4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

    • Menggenapkan hukum Taurat, sehingga bisa merombak/ membaharui Bait Allah sistem Taurat menjadi Bait Allah rohani (tubuh Kristus), sehingga bangsa kafir bisa masuk di dalamnya.
      Yohanes 2:19-21
      2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
      2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
      2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

      46 tahun = 4 hukum pada loh batu pertama, dan 6 hukum pada loh batu kedua = hukum Taurat.

    Saat Allah Bapa mau datang ke dunia, Ia memberikan persiapan.
    Keluaran 19:10-15
    19:10. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.
    19:11. Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.
    19:12. Sebab itu haruslah engkau memasang batas bagi bangsa itu berkeliling sambil berkata: Jagalah baik-baik, jangan kamu mendaki gunung itu atau kena kepada kakinya, sebab siapapun yang kena kepada gunung itu, pastilah ia dihukum mati.
    19:13. Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."
    19:14. Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.
    19:15. Maka kata Musa kepada bangsa itu: "Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan."

    Bagi kita sekarang ini adalah persiapan untuk menyambut kedatangan Allah Bapa ke dunia dan kedatangan Anak Allah (Yesus) pertama kali ke dunia kali:
    • Ayat 10: 'mencuci pakaian' = membasuh pakaian dengan darah Yesus, artinya mengaku dosa yang sudah dilakukan, dikatakan, dan dipikirkan kepada Tuhan dan sesama.
      Hasilnya darah Yesus mengampuni dosa-dosa kita, dan jangan berbuat dosa lagi. Kita bertobat dan mengalami kelepasan dari dosa.

      1 Korintus 5:7-8
      5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

      Kalau bertobat dan terlepas dari dosa, kita akan hidup dalam kebenaran dan kemurnian.
      Kemurnian = berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan murni, suci sampai ke dalam hati.

    • Ayat 12-13: 'memasang batas' = tahu batas. Ini sama dengan orang bijaksana.
      Kita membatasi perbuatan, perkataan, pergaulan dengan kebenaran dan kemurnian.

      Keluaran 19:13
      19:13. Tangan seorangpun tidak boleh merabanya, sebab pastilah ia dilempari dengan batu atau dipanahi sampai mati; baik binatang baik manusia, ia tidak akan dibiarkan hidup. Hanya apabila sangkakala berbunyi panjang, barulah mereka boleh mendaki gunung itu."

      Kalau melanggar batas, tidak sesuai dengan pengajaran yang benar, akibatnya:
      1. Dilempar batu, artinya keras hati. Hati nuraninya mati, tidak pernah merasa salah, tetapi selalu merasa benar dan menyalahkan Tuhan dan orang lain, itulah kebenaran sendiri.
        Perhatikan baik-baik dalam ibadah pelayanan dan nikah.

      2. Dipanah sampai mati, artinya terkena panah api si jahat, yaitu pencobaan, masalah, dosa-dosa dan lain-lain.

    • 'janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan'
      Keluaran 19:14-15
      19:14. Lalu turunlah Musa dari gunung mendapatkan bangsa itu; disuruhnyalah bangsa itu menguduskan diri dan merekapun mencuci pakaiannya.
      19:15. Maka kata Musa kepada bangsa itu: "Bersiaplah menjelang hari yang ketiga, dan janganlah kamu bersetubuh dengan perempuan."

      Artinya:
      1. Menjaga kebenaran, kesucian, dan kesatuan nikah.
        Kebenaran nikah artinya sesuai dengan firman pengajaran yang benar.

      2. Jaga jangan sampai melakukan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

      3. Jaga agar jangan memberi kesempatan satu kali pun untuk mendengar ajaran sesat.
        Wahyu 14:4
        14:4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

        'perempuan-perempuan' = ajaran Izebel dan Babel.
        1. Ajaran Izebel = ajaran yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki. Wanita menjadi kepala dari laki-laki sehingga Kristus tidak menjadi kepala.

        2. Ajaran Babel = ajaran tentang kemakmuran dan hiburan daging tetapi tanpa penyucian. Ini sama dengan menempatkan serigala dan burung sebagai kepala.
          Ajaran Babel juga termasuk ajaran tentang ketidaksetiaan.

    Inilah persiapan untuk menyambut kedatangan Allah Bapa yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus pertama kali ke dalam dunia.

    Jika ada tiga persiapan di atas, kita bangsa kafir yang tadinya anjing dan babi (sarang penyamun) bisa masuk Bait Allah rohani (tubuh Kristus), di mana Allah diam bersama dengan kita. Kita menjadi rumah doa, bukan sarang penyamun, sehingga doa selalu dijawab Tuhan. Kita selalu merasa bahagia.

  1. Allah Roh Kudus sudah datang ke dunia di loteng Yerusalem disertai bunyi tiupan angin keras seperti Allah Bapa.
    Kisah Rasul 2:1-4
    2:1. Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
    2:2. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3. dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Di sini Allah Bapa menggenapi janji-Nya.
    Kisah Rasul 1:4-5
    1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
    1:5. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

    Ini adalah janji dari Allah Bapa untuk mencurahkan Roh Kudus.

    Bagi kita sekarang, persiapan untuk menyambut kedatangan Allah Roh Kudus:
    • Harus tinggal di Yerusalem, kota damai, artinya menjaga hati damai sejahtera, tidak ada iri hati, benci, ketakutan, dll, dan kita juga menjaga jangan sampai menyakiti atau menjadi sandungan bagi orang lain di dalam ibadah dan nikah sampai segala hal.
      Kisah Rasul 1:4
      1:4. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.

    • Bertekun dalam doa. Ini tidak bisa dipisahkan dari tiga macam ketekunan. Jaga hati untuk bertekun dalam kandang penggembalaan.
      Kisah Rasul 1:14
      1:14. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

      Ketetkunan dalam tiga macam ibadah pokok:
      1. Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
      3. Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

      Firman dan urapan Roh Kudus mendorong kita untuk menyembah Tuhan. Kita menjadi rumah doa.

    • 'bertekun dengan sehati dalam doa' = menjaga mulut, jangan bergosip, memfitnah atau berdusta, tetapi hanya berdoa dan memuliakan Tuhan. Ini sama dengan menjaga mulut yang suci. Ukuran kesucian adalah sampai mulut suci. Jika "ya" katakan "ya", jika "tidak" katakan "tidak".

      Kalau suci, kita akan diberi jabatan.
      Efesus 4:11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Bagi bangsa kafir, kalau bisa tergembala sampai dipercaya jabatan pelayanan, itu adalah kemurahan dan kepercayaan Tuhan.

    • Jaga agar jangan menjadi seperti Yudas Iskariot, artinya menjaga jabatan pelayanan, menjaga kepercayaan dan kemurahan Tuhan.
      Kisah Rasul 1:24-25
      1:24. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini,
      1:25. untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."

      Jangan sampai kepercayaan dan kemurahan Tuhan diambil orang lain dan setan. Kalau digantikan orang lain, tidak akan tempat lagi bagi kita di situ.

    Jika ada persiapan di atas, Roh Kudus akan dicurahkan kepada bangsa Israel, juga kepada bangsa kafir.

    Kisah Rasul 10:44-45

    10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
    10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

    'bangsa-bangsa lain' = bangsa kafir.

    Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus, artinya kemampuan ajaib, supaya kita bisa beribadah melayani sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan. Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, apapun keterbatasan dan kelemahan kita.
    Kita terus digerakkan Roh Kudus, dan gerakannya tidak pernah padam. Kita satu hati, satu suara, dan satu langkah, dan semua menjadi baik sampai masa depan.

    Yeremia 32:39
    32:39. Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian.

  1. Anak Allah pasti datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang perma
    Wahyu 11:15
    11:15. Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."

    Wahyu 19:6-7,9
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Yohanes 14:1-3
    14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
    14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
    14:3. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

    Yesus berjanji akan datang kembali kedua kali, dan diteguhkan oleh dua malaikat.

    Kisah Rasul 1:10-11

    1:10. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
    1:11. dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

    Wahyu 11:15 merupakan beritanya.
    Wahyu 19:9 merupakan jaminan kepastian bahwa Yesus akan datang kembali kedua kali.

    Suasana kedatangan Yesus kedua kali sama dengan kedatangan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus.

    Matius 24:27-32
    24:27. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
    24:28. Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."
    24:30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    24:31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
    24:32. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.


    Persiapan untuk menyambut kedatangan Anak Allah kedua kali:
    • Melihat kilat.
    • Melihat pohon ara.

    Kalau digabung, kita harus menjaga mata atau perhatian pada dua hal:
    • Kilat = cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang mampu menyucikan kita sampai pada kesempurnaan.
      2 Korintus 4:3-4
      4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Memperhatikan artinya kita mendengar dengan sungguh-sungguh sampai mempraktikkannya, kemudian menyaksikan/ mengundang orang lain.
      2 Tesalonika 2:15
      2:15. Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

      Kilat secara jasmani adalah internet.
      Kita mendengar firman secara lisan, tulisan, dan sekarang lewat internet dengan sungguh-sungguh sampai melakukannya.

    • Pohon ara. Ini sudah ada sejak taman Eden. Peristiwa taman Eden yaitu tidak jujur dan taat.
      Kita memperhatikan pohon ara artinya kita melembut, sama dengan jujur dan taat.
      Kita harus jujur dan taat karena kita akan menghadapi Getsemani yang hanya bisa dihadapi dengan jujur dan taat 'Ya Abba, ya Bapa'.

      Markus 14:36
      14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

      Suasana Getsemani = penderitaan bersama Yesus dalam bentuk pencobaan, masalah, dan yang terbesar adalah masalah nikah dan buah nikah, sampai pembunuhan besar-besaran pada zaman antikris berkuasa di bumi. Ini adalah proses pembakaran. Hadapi dengan jujur dan taat (mengasihi Tuhan lebih dari semua dan mengasihi sesama). Kita menyenangkan Tuhan, percaya sepenuh kepada Dia.

      Jujur dan taat sama dengan roti bundar kecil yang matang dan menyenangkan hati Tuhan.
      Goncangan yang kita hadapi untuk membuat kita menjadi roti bundar kecil yang matang.

      Hosea 7:8
      7:8. Efraim mencampurkan dirinya di antara bangsa-bangsa, Efraim telah menjadi roti bundar yang tidak dibalik.

      'roti bundar yang tidak dibalik' = tidak matang.
      Jangan lari dari proses pembakaran tetapi kita harus melembut.

      Proses pembakaran juga menghasilkan perobekan daging sepenuh. Tidak ada lagi keinginan dan kehendak daging. Kita kembali menjadi seperti bayi yang baru lahir.
      Jujur dan taat sama dengan mengulurkan tangan, dan mujizat akan terjadi. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

      Contoh:
      1. Janda Sarfat.
        1 Raja-raja 17:11-13,15,17
        17:11. Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
        17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
        17:13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
        17:15. Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
        17:17. Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.

        Janda Sarfat, bangsa kafir jujur dan taat, sehingga mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib di tengah kesulitan dunia, sampai saat antikris berkausa kita disingkirkan ke padang gurun. Kita dipelihara lewat firman dan perjamuan suci.

        Ayat 17 = anak yang mati dibangkitkan, artinya kuasa pertolongan Tuhan. Nikah yang hancur dipulihkan kembali, yang hancur jadi baik.

      2. Seorang ayah jujur dan taat, sehingga anaknya disembuhkan, pekerjaan ditolong, sampai keluarga juga ditolong.
        Yohanes 4:46-53
        4:46. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
        4:47. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
        4:48. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
        4:49. Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
        4:50. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
        4:51. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
        4:52. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
        4:53. Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.


      Jika Yesus datang kembali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia pada saat bunyi sangkakala terakhir, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru selamanya.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top