English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 21 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:

= 3 macam ibadah:
memberi...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Mei 2011 (Minggu Sore)
Tema ibadah di Pematang Siantar
Mazmur 31: 16a
31:16a. Masa hidupku ada dalam tangan-Mu

= pengakuan raja Daud yang hebat dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:23-25
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap...

Ibadah Raya Malang, 06 Juni 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita masih membahas ayat 30.
=...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Kunjungan di Palangkaraya.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

...

Ibadah Doa Malang, 24 Juli 2012 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III.
...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Februari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu:
Matius 26: 69-70 Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea (menyangkal panggilan pilihan...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Desember 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran iman dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Maret 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan pilihan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Juni 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 06 April 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Desember 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: Menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 18 Januari 2011 (Selasa Malam)
Keluaran 5 seluruhnya menunjuk pada kebenaran di dalam firman Tuhan.
Perempuan Kanani membenarkan firman sekalipun...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Juni 2012 (Kamis Sore)

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk tentang 7 percikan darah di atas tabut perjanjian (tutupan pendamaian).

Imamat 16:14

16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.

Sebenarnya ada 2 kali 7 percikan darah yaitu 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian dan 7 kali percikan darah di depan tabut perjanjian.
Dalam Injil Matius ada 2 kali 7 percikan darah:
  1. Matius 21 menunjuk 7 kali percikan darah di depan tabut perjanjian. Artinya adalah sengsara yang dialami oleh sidang jemaat.
  2. Matius 27 menunjuk 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian. Artinya adalah sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, dan menyempurnakan sidang jemaat.
Jadi gereja Tuhan harus mengalami sengsara bersama Yesus untuk mengalami keselamatan sampai kesempurnaan.
Yudas tidak mau mengalami percikan darah sehingga tidak selamat, bahkan hancur dan binasa untuk selamanya.

Matius 27:1-10 merupakan percikan darah yang pertama yaitu Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot.

Matius 27:6-10

27:6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah."
27:7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing.
27:8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.
27:9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel,
27:10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku."


Yesus mengalami percikan darah karena dikhianati oleh Yudas Iskariot, muridNya sendiri.
Yudas Iskariot menolak percikan darah, tidak mau sengsara daging bersama Yesus sehingga mengkhianati dan menjual Yesus seharga 30 keping perak.

30 keping perak untuk membeli:
  • tanah darah
  • tanah tempat pekuburan orang asing
  • tanah tukang periuk.

Sekarang kita membahas 30 keping perak untuk membeli tanah tukang periuk.

Yesus rela dijual 30 keping perak untuk membeli tanah tukang periuk artinya:
  1. Tuhan selalu ingat bahwa bangsa kafir adalah tanah liat yang lemah, banyak kekurangan dan kelemahan, gampang berbuat dosa; sehingga Tuhan masih menunggu, tidak menghukum, tetapi mengampuni bangsa kafir lewat korbanNya di kayu salib.

    Mazmur 103:10-14
    103:10 Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
    103:11 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
    103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
    103:13 Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
    103:14 Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

    Kalau malaikat yang berbuat dosa, maka akan langsung menjadi setan. Tetapi bangsa kafir adalah tanah liat yang lemah, sehingga Tuhan tidak menghukum tetapi mengampuni dengan korbanNya di kayu salib.

  2. Tuhan mau tanah liat berada di tanganNya untuk dibentuk menjadi bejana kemuliaan, sampai sempurna dan sama mulia dengan Dia saat kedatanganNya kedua kali.

    Yeremia 18:6
    18:6 "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!

    Apa pun keadaan kita, senajis dan sejahat apa pun, asal kita mau kembali ke tangan Tuhan, Tuhan pasti sanggup membentuk kembali menjadi bejana kemuliaan. Perempuan yang lima kali kawin-cerai, sudah najis dan kotor, masih ada harapan saat kembali ke tangan Tuhan. Bahkan dia dipakai menjadi saksi Tuhan.


Supaya kita bisa dibentuk menjadi bejana kemuliaan, maka kita harus ingat akan 3 hal:
  1. Bahwa bangsa kafir hanya debu tanah liat yang banyak kekurangan dan dosa-dosa, sehingga selalu ingat dan membutuhkan salib Tuhan/ korban Kristus/ kasih mula-mula, untuk menyelesaikan dosa-dosa kita supaya kita selamat.
    Prosesnya adalah:
    1. Percaya (iman) kepada Yesus lewat mendengar firman, sampai hati terharu.
      Hati terharu adalah:
      • Bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga kita mengalami pengampunan oleh darah Yesus.
      • Bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakan.
    2. Bertobat, yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
    3. Baptisan air dan baptisan Roh Kudus, lahir baru dari air dan roh.
      Lahir baru akan menghasilkan hidup baru, hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran sama dengan selamat.

    Wahyu 2:1-5

    2:1. "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
    2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
    2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
    2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
    2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

    Sidang jemaat bangsa kafir di akhir jaman tidak ingat lagi salib Tuhan/ kasih mula-mula, tidak mau lagi hidup benar, sehingga jatuh sampai tidak punya kaki dian (gelap). Ini sama dengan jatuh kedalam jurang maut yang tidak terduga dalamnya.

    Wahyu 9:1-3

    9:1. Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.
    9:2 Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.
    9:3 Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi.

    Sekarang artinya bergaul dengan roh jahat dan roh najis (belalang dan kalajengking), mempertahankan yang tidak benar, hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    Jika kita kembali bertobat, hidup benar, maka kita bisa kembali ke Firdaus.

    Wahyu 2:7

    2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

    Contohnya adalah penjahat di sebelah Yesus. Jika bisa bertobat, mengaku dosa dan hidup benar, maka bisa masuk ke Firdaus.

    Lukas 23:40-43

    23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

  2. Bangsa kafir harus selalu ingat panggilan dan pilihan Tuhan untuk menjadikan kita imam dan raja.
    1 Korintus 1:26-29
    1:26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
    1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
    1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
    1:29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

    Imam dan raja adalah seorang yang suci (kohen), seorang yang memangku jabatan pelayanan. Imam dan raja sama dengan bejana kemuliaan untuk memuliakan Tuhan, menjadi saksi Tuhan.

    Keluaran 19:6

    19:6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

    Sebenarnya yang berhak menjadi imam dan raja (pelayan Tuhan) adalah bangsa Israel asli, umat pilihan Tuhan dan keturunannya.
    Lewat jalur keturunan secara daging, bangsa kafir tidak boleh melayani Tuhan.

    1 Petrus 2:9-10

    2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10 kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    Tuhan membuka lewat jalur kemurahan (belas kasihan) seharga korban Kristus sehingga bangsa kafir bisa menjadi imam dan raja, bisa melayani Tuhan. Ini adalah kemurahan dan kepercayaan Tuhan. Jangan sampai kita menjadi kehidupan yang tidak bisa dipercaya seperti Yudas, yang meninggalkan jabatan pelayanan karena apa saja.

    Panggilan dan pilihan Tuhan (jabatan pelayanan) merupakan hak penuh untuk masuk Surga.

    2 Petrus 1:10-11

    1:10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
    1:11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

    Oleh karena itu, kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali).

    Bangsa kafir yang dipanggil dan dipilih untuk melayani Tuhan adalah bodoh, lemah, hina, tak berarti [1 Korintus 1:26-29]. Mengapa Tuhan pilih yang demikian?
    1. Untuk meniadakan segala sesuatu yang dibanggakan oleh dunia.
    2. Supaya tidak sombong, tidak bergantung pada sesuatu dari dunia, tetapi bergantung pada kasih karunia dan kemurahan Tuhan.
    3. Supaya kita bisa bekerja lebih keras, oleh kasih karunia Tuhan.

      1 Korintus 15:9-10
      15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
      15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

    Sampai kita mendapat hak penuh untuk masuk kerajaan Surga.

  3. Peringatan bahwa tidak semua kehidupan yang sudah selamat (sudah melayani Tuhan, dipakai Tuhan), bisa masuk Surga.
    Lukas 17:32
    17:32 Ingatlah akan isteri Lot!

    Istri Lot bukan berzinah, cuma menoleh ke belakang, namun menjadi tiang garam.
    Menoleh ke belakang sama dengan tidak taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan karena mendengar suara asing, yaitu:
    1. Suara dari dalam yaitu suara daging (tentang ijazah, kedudukan, keluarga, kekayaan, dll).
    2. Suara dari luar yaitu ajaran asing yang tidak senada dengan firman pengajaran yang benar, gosip.

    Jadi, 'ingat istri Lot' sama dengan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara lagi.
    Contohnya adalah Ester.

    Ester taat kepada orang tua jasmani.
    Ester 2:10
    2:10 Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai.

    Ester taat kepada orang tua rohani (Hegai menunjuk gembala).
    Ester 2:15
    2:15 Ketika Ester--anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak--mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apapun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.

    Ester taat sampai daging tidak bersuara. Banyak hal yang membuat daging tidak taat; cara untuk mengatasinya hanyalah lewat berpuasa.
    Ester 4:16
    4:16 "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

    Taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan akan mengulurkan tangan kemurahan dan belas kasihan, anugerah Tuhan (seperti Ester menerima uluran tongkat emas dari raja). Hasilnya:
    1. Tangan belas kasih dan kemurahan Tuhan mampu memelihara kehidupan kita secara jasmani dan rohani, di tengah kemustahilan.
      Secara jasmani, kita dipelihara oleh Tuhan.
      Secara rohani, kita bisa hidup benar dan suci di tengah dunia yang sudah gelap.

    2. Tangan belas kasih dan kemurahan Tuhan memberikan masa depan yang indah dan bahagia.

    3. Tangan belas kasih dan kemurahan Tuhan mampu mengubahkan kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, sampai sama mulia dengan Tuhan. Kita diangkat bersama Tuhan saat kedatangan Tuhan kedua kali, sampai tongkat emas membawa kita masuk Yerusalem Baru.

      Wahyu 21:15
      21:15 Dan ia, yang berkata-kata dengan aku, mempunyai suatu tongkat pengukur dari emas untuk mengukur kota itu serta pintu-pintu gerbangnya dan temboknya.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top