English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 30 Mei 2018 (Rabu Pagi)
Bersamaan dengan pembukaan Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XL

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat...

Ibadah Doa Surabaya, 16 September 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budi Tampubolon Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan pohon ara yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 02 September 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30:22-25 tentang bahan-bahan untuk minyak...

Ibadah Raya Malang, 06 Januari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Raya Surabaya, 18 November 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Maret 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 20 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.
Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Gideon
Matius 26: 21-25
26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di...

Ibadah Raya Malang, 23 Juli 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Amos 8:3,11
8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Meja Roti Sajian menunjuk pada kehidupan...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Kunjungan Ciawi II, 28 Juli 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Desember 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:16-17
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2015 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. 

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian. Artinya adalah sengsara daging yang harus dialami oleh 7 sidang jemaat bangsa Kafir atau sidang jemaat akhir jaman, supaya sempurna dan tak bercacat cela, untuk layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. 

Wahyu 2:9-10
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu -- namun engkau kaya -- dan fitnah mereka, yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian: sebaliknya mereka adalah jemaah Iblis.
2:10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Sidang jemaat Smirna mengalami sengsara daging atau pengalaman kematian bersama Yesus.
Sikap dalam menghadapi sengsara daging bersama Yesus:
  1. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita. Dalam penderitaan, kita harus takut akan Tuhan. 
  2. Hendaklah engkau setia sampai mati, sama dengan setia sampai daging tidak bersuara lagi, sama dengan setia sampai garis akhir. 

Ada 3 macam kesetiaan sampai garis akhir:
  1. Pokok kesetiaan.
    2 Korintus 11:2-4
    11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
    11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
    11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

    Pokok kesetiaan adalah kesetiaan yang sejati kepada Kristus, kesetiaan yang sejati kepada firman pengajaran yang benar, sehingga kita bersuasana Firdaus. 
    Firman pengajaran yang benar adalah:
    • Firman pengajaran yang tertulis dalam Alkitab.
    • Firman yang diwahyukan, diilhamkan, dibukakan rahasianya lewat ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. 

    Di Firdaus, Hawa diperdaya, sama dengan dibimbangkan dan disesatkan oleh ular, sehingga kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus dan diusir dari Firdaus. Mereka mengalami suasana kutukan di dalam dunia. 

    Kejadian 2:16-17
    2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
    2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

    Kejadian 3:1-3
    3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
    3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
    3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

    Hawa mengurangi kata 'bebas' dan menambah kata 'raba'.
    Hawa menambah dan mengurangi firman, sama dengan kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus. 
    Hawa adalah ibu, gambaran seorang gembala. Hati-hati, banyak gembala yang menambah dan mengurangi firman. 

    Wahyu 22:18-19
    22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.
    22:19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini."

    Di jaman akhir, tragedi di Firdaus akan terjadi lagi. 
    Gereja Tuhan diperdaya, sama dengan dibimbangkan dan disesatkan oleh naga merah padam (bukan lagi ular). Ini menunjuk pada kekuatan penyesatan yang berlipat kali ganda. Hanya oleh kasih karunia Tuhan maka kita bisa bertahan. 

    Kata 'bebas' menunjuk pada Roh Kudus. Mengurangi kata 'bebas' berarti pemberitaan firman Allah tidak bergantung lagi pada Roh Kudus, tetapi bergantung pada kepandaian, dll. Pemberitaan firman tidak lagi bebas melainkan dibatasi oleh waktu, dan isi pemberitaan firman juga dibatasi. Akibatnya sidang jemaat terikat oleh waktu dan dosa-dosa sampai puncaknya dosa. 

    Menambah kata 'raba' berarti menambah firman Allah dengan suara daging, yaitu lawakan, ilmu pengetahuan, ilustrasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Akibatnya adalah sidang jemaat tidak pernah merasakan jamahan tangan Tuhan di hatinya. 

    Akibat menambah dan mengurangi firman adalah gereja akhir jaman juga hidup dalam suasana kutukan, susah payah, kepedihan, sampai kebinasaan selamanya di neraka.  

    Wahyu 22:20-21
    22:20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
    22:21 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.

    Hanya hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang mendapat kasih karunia dari Tuhan yang bisa mempertahankan kesetiaan yang sejati kepada Kristus, kesetiaan yang sejati pada satu firman pengajaran yang benar. Sehingga kita mengalami penyucian demi penyucian sampai sempurna dan tak bercacat cela seperti Yesus. 

    Yakobus 3:2
    3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Ukuran kesempurnaan adalah tidak berdusta sampai tidak salah dalam perkataan. Jika 'ya' katakan 'ya', jika 'tidak' katakan 'tidak'. Jika benar katakan benar, jika tidak benar katakan tidak benar. 

    Wahyu 19:6-7
    19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Kita tidak lagi salah dalam perkataan dan hanya menyeru "Haleluya" untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. 

    Jika gereja Tuhan disesatkan oleh naga sehingga tidak taat dengar-dengaran dan berbuat dosa sampai puncaknya dosa, maka mereka akan ketinggalan saat kedatangan Tuhan kedua kali dan akan terdengar suara erangan yang dahsyat di bumi. 

  2. Kesetiaan dalam ibadah pelayanan, termasuk kesetiaan dalam nikah. 
    Lukas 12:37,41-46
    12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
    12:41 Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
    12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
    12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
    12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
    12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
    12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

    Kita harus beribadah melayani Tuhan dengan setia dan bijaksana, setia dan benar, sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir. 
    Jika tidak setia, maka pasti tidak benar, sama dengan menjadi hamba yang malas dan jahat. Akibatnya adalah memukul hamba Tuhan yang lain. Kalau dibiarkan, akan jatuh dalam dosa makan-minun (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, sampai nikah yang salah). 

    Hanya hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang mendapat kasih karunia dari Tuhan yang bisa tetap bertahan untuk setia dan bijaksana, setia dan benar dalam beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir, juga beribadah melayani dalam nikah. 

    Lukas 12:42-44
    12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
    12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
    12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

    Gembala yang beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar serta setia dan bijaksana akan diangkat oleh Tuhan menjadi pengawas milik Tuhan di rumah Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus yang benar, penyembahan yang benar, sampai bisa membawa jemaat menjadi mempelai wanita Tuhan. 
    Demikian juga jika kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar serta setia dan bijaksana, maka kita akan diangkat menjadi pengawas milik Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus, penyembahan yang benar, sampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan.

    Yesaya 11:5
    11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Lukas 17:7-8
    17:7 "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Jika kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, sama dengan kita menjadi pelayan Tuhan dan hamba Tuhan yang selalu memakai ikat pinggang. Artinya kita selalu siap sedia untuk melayani Tuhan bagaikan memberi makan minum Tuhan, sama dengan pelayanan yang memuaskan Tuhan. Hasilnya:
    1. Tuhan juga akan memelihara kehidupan kita secara jasmani dan rohani. Urusan makan dan minum adalah urusan Tuhan. Kita juga mengalami kebahagiaan dan kepuasan Surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apa pun di dunia, sehingga kita tidak mencari kepuasan lain di dunia. 

    2. Ikat pinggang juga untuk merapikan, artinya Tuhan sanggup untuk merapikan hidup kita dan menjadikan semua indah pada waktuNya. 

    3. Tuhan sanggup memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, asalkan kita setia dan benar. 
      Wahyu 19:11
      19:11 Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

    4. Ikat pinggang adalah perhiasan mempelai, sampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan. 
      Yeremia 2:32
      2:32 Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

  3. Kesetiaan dalam penderitaan bersama Yesus sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang kedua kali. 
    Yakobus 1:12
    1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Hanya hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang mendapat kasih karunia dari Tuhan yang bisa bertahan dalam penderitaan bersama Yesus sampai garis akhir. 

    Mengapa kita diijinkan mengalami penderitaan bersama Yesus?
    Sebab di balik salib ada kemuliaan Tuhan.
    2 Korintus 4:16
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

    Yaitu kita mengalami pembaharuan dan keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dengan kuat dan teguh hati, artinya:
    • Tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan menghadapi apa pun juga, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan.
    • Tidak mau diombang-ambing oleh ajaran palsu, tetapi tetap berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. 

    Kuat dan teguh hati sama dengan mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengulurkan tangan kepada Tuhan, berserah kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan kasihNya kepada kita untuk memberikan mahkota mempelai. 

Matius 14:28-32
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

Petrus setia dalam ibadah pelayanan, setia dalam menghadapi penderitaan di lautan dunia. Tetapi sayang, saat menghadapi angin ajaran palsu, Petrus menjadi bimbang dan mulai tenggelam. Tenggelam berarti kehilangan semua kesetiaan yang selama ini dilakukan, sampai kehilangan keselamatan.
Untunglah Petrus masih mendapatkan kesempatan untuk mengulurkan tangan kepada Yesus dan menyerah sepenuh kepada Dia. Kita mengaku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Tuhan. Kita menyeru nama Tuhan. Maka Tuhan akan mengangkat dan memulihkan kehidupan kita. Sampai saat kedatangan Tuhan kedua kali, kita terangkat ke awan-awan yang permai untuk bertemu Dia selamanya dan masuk Yerusalem Baru. 



Tuhan memberkati. 

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top