English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 24 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Raya Malang, 25 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Mei 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 21 Januari 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Mei 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan di Ciawi V, 19 November 2009 (Kamis Siang)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

Tuhan berusaha dengan menciptakan manusia baru yang sama...

Ibadah Doa Malang, 06 Mei 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih...

Ibadah Natal di Hotel Tychi Malang, 24 Desember 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:8-11
10:8 Dan suara yang telah kudengar...

Ibadah Raya Surabaya, 20 November 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah Kunjungan di Ambon: Yohanes 10: 10b
Yohanes 10:10b

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 18 Juni 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30:17-21 tentang Bejana Pembasuhan,...

Ibadah Doa Malang, 14 September 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Surabaya, 13 Oktober 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 26-31= Kita masih berada pada ayat 29-31= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2019 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:10-11
8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
8:11 Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

Peniupan bunyi sangkakala yang ketiga = hukuman Anak Allah yang ketiga atas kehidupan yang sekarang menolak bunyi sangkakala/ firman penggembalaan.

Ini ditandai dengan jatuhnya bintang besar dari langit.
Bintang = imam-imam, hamba Tuhan, pelayan Tuhan.
Bintang besar = imam-imam, hamba Tuhan, pelayan Tuhan, yang dipakai Tuhan secara khusus dan diurapi oleh Roh Kudus.
Bintang besar jatuh ke dalam air sehingga sepertiga dari semua air menjadi apsintus/ pahit.
Apsintus menunjuk pada kepahitan hati, iri hati, dendam, kebencian tanpa alasan.

Banyak hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang dipakai secara khusus oleh Tuhan, tetapi jatuh dan hancur karena kepahitan hati, iri hati, kebencian tanpa alasan kepada yang lain. Sehingga mati rohani sampai kematian kedua di neraka selamanya.

Apsintus/ kepahitan hati terjadi dari jaman ke jaman/ generasi ke generasi:
  1. Jaman Allah Bapa/ jaman permulaan (dari Adam sampai Abraham), diwakili oleh Kain.
    Kejadian 4:1
    4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."

    Kain anak sulung dan dipakai Tuhan, tetapi iri hati, benci tanpa alasan, bahkan membunuh Babel.

    Mengapa terjadi demikian?
    1. Sebab ibadah pelayanan Habel ditandai kesulungan/ mengutamakan Tuhan, setia dan baik, sehingga diterima oleh Tuhan. Sedangkan ibadah pelayanan Kain ditandai "sebagian", artinya tidak ada tanda kesulungan, tidak sungguh-sungguh, tidak setia dan malas, sehingga ditolak oleh Tuhan.

      Kejadian 4:3-5
      4:3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;
      4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
      4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.


    2. Sebab perbuatan Habel benar, sedang perbuatan Kain jahat.
      1 Yohanes 3:12
      3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.

      Lukas 12:45-46
      12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
      12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.


      Kalau sudah tidak setia, maka pasti tidak benar dan jahat, pasti lanjut ke arah kenajisan.

    Kain adalah gambaran pelayan Tuhan yang malas, jahat dan najis, sehingga ibadah pelayanannya ditolak oleh Tuhan. Akibatnya hatinya panas, yaitu benci tanpa alasan kepada Habel. Mukanya menjadi muram, tidak berseri, bahkan sering membuang muka. Ini berarti kehilangan urapan Roh Kudus, sehingga mulai memukul dan membunuh Habel. Ini berarti sudah mati dalam dosa, sampai kematian kedua di neraka selamanya.

    Kejadian 4:4
    4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

    Habel adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang sulung, setia, baik dan benar. Maka Tuhan menerima ibadah pelayanan Habel. Tuhan mengindahkan artinya Tuhan sanggup membuat semua indah pada waktuNya.

  2. Jaman Anak Allah/ jaman pertengahan (dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali), diwakili oleh kakak-kakak Yusuf (termasuk Ruben, anak sulung).
    Ruben mendapat hak kesulungan, dipakai secara khusus dan diurapi oleh Tuhan.

    Kejadian 37:4
    37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.

    Kakak-kakak Yusuf benci tanpa alasan kepada Yusuf. Prakteknya:
    1. Iri hati, kebencian dalam nikah rumah tangga.
      Ini terjadi karena Yakub lebih mengasihi Yusuf daripada saudara-saudaranya, karena kedudukan Yusuf sebagai anak paling kecil. Kakak-kakak Yusuf tidak mengerti kedudukan dalam nikah, sehingga membenci Yusuf.

      Jika kita mengerti kedudukan dalam nikah, maka kita akan bisa saling mengasihi, dan bisa menempatkan diri sesuai kedudukan masing-masing.
      Suami bisa mengasihi istri dan tidak berlaku kasar pada istri. Suami bertanggung-jawab atas nikah.
      Istri bisa tunduk kepada suami. Istri (tulang rusuk) bisa menopang bagian yang lemah dalam nikah, mendoakan kelemahan suami supaya Tuhan menolong.
      Maka suami-istri bisa saling mengaku dan saling mengampuni, bisa saling melayani.

      1 Timotius 5:5-6
      5:5 Sedangkan seorang janda yang benar-benar janda, yang ditinggalkan seorang diri, menaruh harapannya kepada Allah dan bertekun dalam permohonan dan doa siang malam.
      5:6 Tetapi seorang janda yang hidup mewah dan berlebih-lebihan, ia sudah mati selagi hidup.

      Ibu janda harus banyak bertekun dalam doa.

      Apsintus (kepahitan, kebencian, iri hati) bisa melanda hubungan suami-istri, anak dan orang tua, kakak dan adik, menantu dan mertua, sesama ipar.
      Jika masing-masing tidak mau mengerti kedudukan, itu berarti egois dan tanpa kasih.

      Kebencian dimulai dari rasa tidak suka, tidak ramah.

    2. Iri hati, kebencian dalam ibadah pelayanan.
      Ini terjadi karena Yusuf menerima jubah maha indah, yaitu karunia Roh Kudus, terutama karunia pembukaan rahasia firman.

      Kejadian 37:3,5
      37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
      37:5 Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.


    Ruben yang adalah bintang besar, membenci bahkan mau membunuh Yusuf. Kalau sudah jahat, maka pasti najis.

    1 Tawarikh 5:1
    5:1 Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung.

    Akibatnya Ruben bagaikan bintang besar yang jatuh, kehilangan hak kesulungan. Sehingga diganti Yusuf yang menjadi bintang besar dan menerima hak kesulungan.

    Kejadian 37:2
    37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun--jadi masih muda--biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.

    Syarat Yusuf bisa menjadi bintang besar adalah harus tergembala dengan benar dan baik, yaitu:
    1. Tergembala pada firman pengajaran yang benar.

    2. Selalu berada di kandang penggembalaan, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:
      • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah raya.
      • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
      • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa.

      Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah.
      Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita selalu disucikan. Dalam kandang penggembalaan, ada jaminan hidup dalam kesucian.
      Dalam kandang penggembalaan, kita tidak kompromi dengan dosa apa pun resikonya. Kita bisa jujur dan tulus apa pun resikonya.

      Kejadian 37:12-13
      37:12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
      37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka." Sahut Yusuf: "Ya bapa."


      Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita dibaharui dan diubahkan menjadi seperti karakter Yesus yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

      Kejadian 41:41-43
      41:41 Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir."
      41:42 Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.
      41:43 Lalu Firaun menyuruh menaikkan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.

      Yusuf dipakai khusus oleh Tuhan sebagai bintang besar. Yusuf diurapi oleh Tuhan untuk menolong manusia yang dalam kelaparan akan firman.

  3. Jaman Allah Roh Kudus/ jaman akhir (dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali), diwakili oleh antikris.
    Sebenarnya antikris adalah bintang besar di Sorga yang jatuh menjadi setan/ antikris.
    Antikris adalah pembenci/ penganiaya/ pembunuh anak-anak Tuhan secara besar-besaran di bumi selama 3.5 tahun.

    Wahyu 12:17
    12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Sasaran antikris adalah kehidupan yang tidak mau menyembah Tuhan atau terpaksa menyembah Tuhan atau menyembah Tuhan tetapi penyembahannya belum mencapai ukuran sampai daging tidak bersuara. Oleh sebab itu, hari-hari ini kita harus banyak menyembah Tuhan.

    Siapa antikris?
    1 Yohanes 2:18-19
    2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
    2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.


    Antikris berasal dari antara kita yang tidak sungguh-sungguh, tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan. Atau kehidupan yang sudah beribadah tetapi tidak berubah hidupnya.

    2 Timotius 3:1-5
    3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2 Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang. Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
    3:3 (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
    3:4 (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


    Mereka mempertahankan 18 sifat tabiat daging, sehingga dicap 666 dan menjadi sama dengan antikris.
    Hati-hati dengan titik 6 pertama yaitu berontak terhadap orang tua, titik 6 kedua yaitu tidak dapat mengekang diri, dan titik 6 ketiga yaitu lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.

    1 Yohanes 2:22
    2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    Antikris juga adalah kehidupan yang menyangkal Tuhan.
    Petrus adalah bintang besar tetapi menyangkal Yesus tiga kali. Sehingga tubuh jiwa roh nya dicap 666, kehilangan urapan Roh Kudus.

    Lukas 22:60-62
    22:60 Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
    22:61 Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
    22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

    Kokok ayam/ firman penggembalaan yang diulang-ulang sanggup memberi kesempatan kepada Petrus untuk kembali memandang Tuhan.
    Firman penggembalaan menyucikan tubuh jiwa roh kita, sama dengan menghapus 666, dan menulis 777.

    Imamat 23:5-6,15,34
    23:5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi TUHAN.
    23:6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi TUHAN; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi.
    23:15 Kemudian kamu harus menghitung, mulai dari hari sesudah sabat itu, yaitu waktu kamu membawa berkas persembahan unjukan, harus ada genap tujuh minggu;
    23:34 "Katakanlah kepada orang Israel, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu ada hari raya Pondok Daun bagi TUHAN tujuh hari lamanya.

    Lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah (3 macam pesta), Tuhan sedang menuliskan angka 777.
    Buktinya adalah Petrus menjadi sedih hati. Petrus mengakui segala kegagalan, sehingga mengalami pengampunan dosa.

    Firman pengajaran adalah lebih tajam dari pedang bermata dua, harus terkena pada hamba Tuhan yang menyampaikan dulu, baru bisa terkena pada sidang jemaat.
    Kisah Rasul 2:36-38
    2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.


    Bagi kita, bukti hati terharu adalah percaya Yesus, lanjut bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. Lanjut masuk dalam baptisan air.

    Roma 6:4
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah kehidupan yang sudah bertobat harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, untuk bangkit bersama Yesus dalam hidup baru, hidup dalam kebenaran. Lanjut kita menerima baptisan Roh Kudus.

    Baptisan Roh Kudus mulai dialami Petrus di loteng Yerusalem.
    Setelah kepenuhan Roh Kudus, Petrus bisa melakukan 3 hal:
    1. Menjadi saksi Tuhan, memuliakan Tuhan.
      Kisah Rasul 2:14,22
      2:14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
      2:22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

    2. Berseru nama Yesus untuk menolong orang lumpuh sejak lahir.
      Kisah Rasul 3:5-8
      3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
      3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
      3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
      3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

      Lumpuh artinya tidak setia, bisa ditolong menjadi setia.
      Lumpuh juga menunjuk pada kehancuran nikah dan buah nikah, bisa dipulihkan oleh Tuhan.
      Lumpuh sejak lahir menunjuk kemustahilan, bisa ditolong menjadi tidak mustahil.

    3. Berseru dan berserah, menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan.
      Yohanes 21:18-19
      21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."


      Maka Tuhan akan menyelesaikan semua tepat pada waktuNya. Kita dipakai secara khusus dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Sampai kita layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top