Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Garis besar pembagian kitab Wahyu.
Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal, terbagi menjadi 2 bagian besar:
  1. Wahyu 1-12 menunjuk penampilan Yesus sebagai Mempelai Pria Surga dan penampilan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita Surga.
    Wahyu 19:9
    19:9Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

    Mempelai Pria Surga dan mempelai wanita Surga akan bertemu di awan-awan untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba, nikah yang rohani, nikah yang sempurna. Kemudian masuk kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai masuk Yerusalem Baru selamanya.

  2. Wahyu 13-22 menunjuk penampilan kristus palsu = antikris = binatang buas, dan gereja palsu.
    Kristus palsu dan gereja palsu akan masuk nikah yang palsu, nikah hujatan, untuk dibinasakan di neraka selama-lamanya.
Dari dua pembagian kitab Wahyu ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa kita harus menjaga nikah kita mulai dari permulaan nikah, perjalanan nikah supaya selalu berada dalam kebenaran dan kesucian serta kesatuan, sampai akhir nikah mencapai kesempurnaan dalam perjamuan kawin Anak Domba.

Wahyu 1-12 dibagi menjadi:
  1. Wahyu 1, Yesus tampil sebagai Mempelai Pria Surga dalam kemuliaan.
    Wahyu 1:12-16
    1:12Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.
    1:13Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
    1:14Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.
    1:15Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah.
    1:16Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

    Efesus 5:25-30
    5:25Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
    5:28Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
    5:29Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,
    5:30karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

    Yesus tampil sebagai Mempelai Pria Surga yang berkorban nyawa untuk merawat, mengasuh dan memberi makan, melindungi dengan hati-hati, memelihara dengan kehangatan kasih, membela dan menolong, menyelesaikan semua masalah, menyucikan sidang jemaat sampai tidak bercacat cela.

  2. Wahyu 2-12 penampilan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita Tuhan:
    1. Wahyu 2-3 menunjuk 7 percikan darah di depan tabut perjanjian.
      Ini menunjuk masa penyucian terakhir bagi sidang jemaat bangsa kafir lewat firman dan percikan darah, sampai sempurna, tidak bercacat cela.
    2. Wahyu 4-5 menunjuk peti dari tabut perjanjian.
    3. Wahyu 6 menunjuk tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah.
      Wahyu 6 ditandai kegerakan kuda putih, sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir, merupakan kesempatan terakhir bagi bangsa Israel untuk disucikan dan disempurnakan sampai tidak bercacat cela seperti Yesus.
    4. Wahyu 7 menunjuk buli-buli emas berisi manna, iman yang permanen.
    5. Wahyu 8-9 menunjuk dua loh batu, kasih yang sempurna.
    6. Wahyu 10 menunjuk tutupan pendamaian.
    7. Wahyu 11 menunjuk dua kerub pada tutupan pendamaian.
    8. Wahyu 12 menunjuk shekinah glory, sinar kemuliaan.

    Daniel 9:27
    9:27Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”

    Wahyu 12 merupakan pertengahan dari masa 7 tahun yang diungkapkan oleh Daniel.

Di pertengahan masa 7 tahun, ada 2 penampilan besar:
  1. Gereja Tuhan ditampilkan sebagai mempelai wanita Surga yang bersalut matahari, berdiri di atas bulan dan bermahkota 12 bintang, sama dengan terang dunia. Tidak ada kegelapan sedikit pun.
    Wahyu 12:1
    12:1Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

  2. Tampilnya naga merah di langit yang berdiri di depan mempelai wanita.
    Wahyu 12:3-4
    12:3Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Wahyu 12:7-8,13
    12:7Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
    12:8tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
    12:13Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

    Naga merah dikalahkan oleh Mikhael dan malaikatnya, dan dilemparkan ke bumi menjadi antikris.

    Wahyu 12:17
    12:17Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Antikris tampil dengan sayap kekejian untuk memburu gereja Tuhan dan memerangi keturunannya.
    Sasaran antikris adalah anak Tuhan dan hamba Tuhan yang memiliki kesaksian Yesus (pelita emas), memiliki hukum-hukum Allah (meja roti sajian) tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas. Artinya, tidak mau menyembah Tuhan, atau terpaksa menyembah Tuhan.  Atau penyembahannya tidak mencapai ukuran yaitu daging tidak bersuara.


Daniel 9:27
9:27Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu.”

Ada 2 hal yang berat yang terjadi di dunia yang sudah dikuasai antikris selama 3,5 tahun:
  1. Korban santapan/ korban sajian dihentikan.
    Artinya, makan firman Allah/ firman pengajaran yang benar sudah tidak ada lagi di dunia sebab sudah menjadi 2 sayap burung nasar yang dibawa oleh gereja Tuhan ke padang gurun.
    Akibatnya: terjadi kelaparan rohani di dunia. Tidak ada kepuasan sehingga manusia mengejar kepuasan semu di dunia sampai jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Manusia jatuh, rebah dan tidak bangkit lagi (sebab tidak ada makanan), binasa dalam dosa. Jika saat ini kita masih bisa mendengar firman pengajaran yang benar, maka apa pun keadaan kita, sudah rebah secara jasmani dan rohani, masih bisa ditolong dan dibangkitkan oleh Tuhan.

  2. Korban sembelihan dihentikan.
    Artinya, penebusan oleh darah Kristus (bulan) sudah tidak bekerja lagi, sebab bulan sudah menjadi pijakan kaki dari mempelai wanita dan sudah dibawa oleh gereja Tuhan ke penyingkiran.
    Jika anak Tuhan atau hamba Tuhan tertinggal di jaman antikris, maka akan menghadapi aniaya antikris sampai pemancungan, untuk:
    1. Menanggung hukuman dari dosa-dosa dengan darahnya sendiri.
      Saat ini yang menanggung hukuman dari dosa kita adalah darah Yesus, asalkan kita mengaku dosa.
    2. Untuk memenuhi ukuran penyembahan sampai daging tidak bersuara (tirai terobek).
    Jika Yesus datang kedua kali, kehidupan ini akan dibangkitkan dalam kemuliaan bersama Yesus.

    Namun pada masa aniaya antikris, hanya sedikit anak Tuhan dan hamba Tuhan yang bertahan untuk tetap menyembah Yesus. Banyak yang menyangkal Yesus dan menyembah antikris. Memang tidak mengalami aniaya antikris, tetapi akan dibinasakan bersama antkris.

Wahyu 12:1, 14
12:1Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
12:14Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Untuk menghadapi antikris dengan sayap kekejian, maka gereja Tuhan yang sempurna dianugerahi dua sayap burung nasar yang besar untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Gereja Tuhan akan dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci selama 3,5 tahun. Kebaktian pendalaman Alkitab merupakan latihan  penyingkiran ke padang gurun.

1 Timotius 6:6
6:6Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

Dua sayap burung nasar yang besar didapatkan dari ibadah dan pelayanan yang disertai dengan rasa puas.

Yohanes 4:34
4:34Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Ibadah yang disertai rasa puas adalah ibadah yang memuaskan Tuhan, ditandai dengan taat dan setia sampai garis akhir. Maka kita mendapat keuntungan besar yaitu dua sayap burung nasar yang besar.

Proses perkembangan 2 sayap burung nasar yang besar:
  1. Harus mengalami penyucian oleh firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus (Urim dan Tumim) yang semakin bertambah-tambah, sehingga tidak ada lagi keinginan jahat dan najis dalam hati, tidak ada lagi perbuatan jahat dan najis, tidak ada lagi perkataan jahat dan najis, dan tidak salah dalam perkataan, sempurna seperti Yesus. Prakteknya:
    1. Lebih bahagia memberi daripada menerima.
      Kisah Rasul 20:33,35

      20:33
      Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
      20:35
      Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

      Sampai bisa memberikan seluruh hidup kepada Tuhan.

    2. Mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di dunia.
      Mazmur 84:11
      84:11 Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

  2. Harus mengalami ujian.
    Ulangan 32:11-12
    32:11Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
    32:12demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

    Dalam menghadapi ujian, kita hanya berharap kepada Yesus, berharap kemurahan dan belas kasihan Tuhan, tidak berharap yang lain. Maka hidup kita menjadi enak dan ringan.

  3. Harus makan bangkai/ perjamuan suci.
    Matius 24:28
    24:28Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.”

    Supaya kuat dan teguh hati. Artinya:
    1. Tidak bimbang menghadapi ajaran palsu, tetap berpegang teguh pada ajaran benar. 
    2. Tidak bimbang menghadapi pencobaan dan masalah, tetap percaya dan berharap Tuhan.
    3. Tidak tergoda oleh dosa-dosa, tetap hidup benar
    4. Tetap menyembah Tuhan, apa pun yang terjadi.

    Kisah Rasul 27:22-25, 34-36
    27:22Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.
    27:23Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku,
    27:24dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau.
    27:25Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.
    27:34Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya.”
    27:35 Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
    27:36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga.


    Seperti Rasul Paulus saat menghadapi badai gelombang, karena makan perjamuan suci, bisa kuat dan teguh hati, hanya berharap karunia Tuhan. Hasilnya adalah kita tidak kehilangan sehelai rambut pun. Artinya, kita tidak berdaya seperti sehelai rambut, namun jika kuat dan teguh hati, kita dipelihara, dilindungi dan ditolong oleh Tuhan. Sampai sempurna seperti Tuhan, menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatanganNya kedua kali.

    Daniel 3:16-18,24-25
    3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
    3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja: “Benar, ya raja!”
    3:25 Katanya: “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!”

    Contoh dalam Perjanjian Lama adalah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang menghadapi pencobaan api yang dipanaskan 7 kali (pencobaan yang sudah mustahil), tetapi mereka tetap kuat dan teguh hati dan menyembah Tuhan. Dan Tuhan mengulurkan tanganNya untuk melindungi dan memelihara.

    2 Tesalonika 1:7
    1:7dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

    Sampai kita terangkat dalam kemuliaan saat Yesus datang kembali kedua kali.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 05 April 2020 (Minggu Pagi)
    ... gunung batu selain dari Allah kita Allah sama dengan gunung batu. Pada mulanya adalah firman. Firman pengajaran adalah pribadi Allah sendiri. Jadi firman pengajaran yang benar sama dengan gunung batu tidak boleh digeser diubah sedikitpun. Yesus Kristus sebagai batu penjuru kurban Kristus di kayu salib. Petrus - . Sebab ada tertulis dalam ...
  • Ibadah Doa Malang, 13 Desember 2016 (Selasa Sore)
    ... - Kegiatan penyembahan. Kita yang masih hidup di dunia bisa merasakan suasana takhta Sorga bahkan bisa masuk ke takhta Sorga jika kita mau mengalami penyucian dan bisa menyembah Tuhan. ad. . Kegiatan penyucian. Bagaimana manusia berdosa bisa disucikan sampai masuk takhta Sorga Efesus - Hai suami kasihilah isterimu sebagaimana Kristus ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Oktober 2009 (Kamis Sore)
    ... Tuhan menyatakan keputusanNya kepada Nuh dan sekaligus memberi jalan keluar dan tempat perlindungan yang saat itu adalah bahtera Nuh. Secara rohani bahtera Nuh ini sekarang menunjuk pada baptisan air itulah kasih karunia Tuhan. Kalau dalam satu nikah bisa masuk satu baptisan yang benar itu adalah kasih karunia Tuhan Petrus - ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 April 2011 (Kamis Sore)
    ... mati itu menjadi busuk karena melanggar hukum Allah. Jadi selama tahun ini manusia menjadi mati dan busuk dalam dosa. Kalau dibiarkan manusia akan berulat dan binasa di neraka seperti buli-buli tanah liat yang hancur lebur. Oleh sebab itu tepat tahun setelah Adam dan Hawa berbuat dosa maka Yesus datang ke dunia ...
  • Ibadah Raya Malang, 26 Juli 2020 (Minggu Pagi)
    ... bagi kita seperti yang telah dialami seorang penjahat yang disalibkan bersama Yesus. Penjahat menunjuk pada manusia berdosa bahkan sampai puncaknya dosa. Lukas - . Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia katanya Bukankah Engkau adalah Kristus Selamatkanlah diri-Mu dan kami . Tetapi yang seorang menegor dia katanya Tidakkah engkau takut ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 23 Maret 2014 (Minggu Sore)
    ... berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya para nabi. 'tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya' Firman Nubuat. Ini merupakan KEADILAN Tuhan dimana Tuhan tidak berbuat sesuatu sebelum Tuhan menyampaikan Firman nubuat. Demikian juga sekarang sebelum menghukum dunia ini Tuhan sebagai Hakim yang adil lebih dahulu menyatakan keputusannya lewat Firman nubuat ...
  • Ibadah Raya Malang, 30 September 2018 (Minggu Pagi)
    ... kita bisa mengikut Yesus beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir yaitu sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Praktek sehari-hari pengalaman salib bersama Yesus Sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan bertobat mati terhadap dosa. Petrus - Sebab untuk itulah kamu dipanggil karena Kristuspun ...
  • Ibadah Raya Malang, 21 Agustus 2016 (Minggu Pagi)
    ... firman penginjilan Kabar Baik yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai manusia tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa memanggil orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan. Prosesnya adalah percaya Yesus bertobat mati terhadap dosa baptisan air dan baptisan Roh ...
  • Ibadah Doa Malang, 31 Maret 2015 (Selasa Sore)
    ... sampai yang terakhir adalah anak sulung Mesir mati. nbsp Korintus - Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa yaitu orang-orang yang tidak percaya yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 April 2019 (Sabtu Sore)
    ... itu karena ia adalah keturunan Abraham . Dan waktu Ia berkata demikian semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya. Ayat penolakan terhadap pengajaran yang benar oleh kepala rumah ibadat akibatnya ada yang bungkuk delapan belas tahun--dicap . Malam ini kita lanjutkan pada ayat ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.