Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangNya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12
6:12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.

Pembukan meterai keenam yaitu hukuman Allah Roh Kudus yang keenam atas dunia ini, yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat baik secara jasmani terutama secara rohani, yang mengakibatkan :
  1. Kegelapan.
    Wahyu 6:12-13
    6:12 Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitambagaikan karung rambut dan bulan menjadi merahseluruhnya bagaikan darah.
    6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhanke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.

  2. Kegoncangan.
    Wahyu 6:14
    6:14 Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.

  3. Ketakutan.
    Wahyu 6:15-17
    6:15 Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
    6:16 Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
    6:17 Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?


ad. 3. Ketakutan.
Gempa bumi secara rohani adalah pengaruh dunia dengan segala kesibukan, kesukaan, kebencian, kejahatan, kenajisan, yang mengakibatkan ketakutan/ stres. Sampai puncaknya adalah ketakutan untuk memandang Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai. Takut memandang Yesus artinya ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, dan berarti mengalami kiamat/ musnah bersama dunia, sampai binasa selamanya.

Oleh sebab itu, mulai sekarang kita harus belajar memandang kemuliaan Tuhan.

Keluaran 33:18-23
33:18 Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku."
33:19 Tetapi firman-Nya: "Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."
33:20 Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup."
33:21 Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu;
33:22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.
33:23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan."


Tuhan menunjukkan 3 tempat untuk melihat kemuliaan Tuhan:
  1. Berdiri di atas gunung batu.
    Kejadian 49:24
    49:24 namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel,

    Gunung batu adalah pribadi Tuhan sebagai Gembala.
    Berdiri di atas gunung batu artinya mantap dalam penggembalaan yang benar dan menikmati penggembalaan yang benar.
    Kita harus menjadikan penggembalaan yang benar sebagai tempat yang paling menyenangkan. Seperti berada di kota Nain, yang artinya tempat yang paling menyenangkan.

    Jangan coba-coba keluar dari Nain, sementara rombongan Yesus masuk kota Nain, rombongan janda keluar dari Nain dan menuju ke kuburan.
    Lukas 7:11-16
    7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
    7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
    7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
    7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
    7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
    7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."


    Dalam penggembalaan yang benar, kita bisa melihat dan merasakan lawatan dan kemuliaan Tuhan.
    Sebaliknya, di luar penggembalaan yang benar maka akan menuju kuburan, yaitu kesusahan, penderitaan, hukuman Tuhan, sampai kebinasaan selamanya.

    Hanya hati nurani yang baik yang bisa tergembala.
    Baptisan air yang benar adalah kehidupan yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, untuk kemudian bangkit dari air bersama Yesus dan menerima hidup baru, yaitu memiliki hati nurani yang baik. Hati nurani yang baik adalah hati nurani yang jujur, tulus, polos, dan rela menderita.
    Jika hati nurani baik, maka tidak sulit bagi kita untuk memilih tempat penggembalaan yang benar, tidak sulit untuk mantap dalam penggembalaan yang benar.

    Bukti mantap dalam penggembalaan adalah selalu berada dalam kandang, yaitu bertekun dalam 3 macam ibadah dalam penggembalaan:
    • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia Roh Kudus.
      Kita diberi minum supaya rohani tetap segar, tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
      Kita diberi makan supaya kuat, tidak tersandung dan tidak jatuh oleh pencobaan atau ajaran palsu. Kita tetap bisa mengikut dan melayani Tuhan sampai garis akhir. Kita tidak tersandung dan tidak jatuh atau rebah.
      Kita diberi makan supaya bertumbuh ke arah kedewasaan rohani. Salah satu tanda dewasa rohani adalah banyak berdiam diri dan banyak menyerah.

    • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
      Kita bernafas dengan kasih Allah. Kasih Allah itu kekal, maka kita mendapat hidup kekal selamanya.

    Di dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal. Kita tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal.
    Tergembala memang berat bagi daging, tetapi enak dan ringan bagi jiwa kita, bagi nikah kita.

  2. Masuk dalam celah-celah batu karang/ lekuk gunung.
    Keluaran 33:22
    33:22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.

    2 Samuel 22:31-32
    22:31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.
    22:32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita?

    Allah = gunung batu.
    Allah = firman yang benar/ murni.
    Jadi, gunung batu sama dengan firman Allah yang benar/ murni, sama dengan Alkitab.
    Celah-celah gunung adalah ayat-ayat dalam Alkitab.

    Yohanes 3:16
    3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orangyang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Firman pengajaran yang benar adalah ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.
    Masuk dalam celah-celah gunung berarti masuk lebih mendalam dalam firman pengajaran yang benar, terutama dalam Ibadah Pendalaman Alkitab. Semakin masuk mendalam, maka hidup kita semakin dilindungi.

    Jika menerima firman pengajaran yang benar, berarti kita memiliki perisai terhadap panah api si jahat. Tetapi jika mendengar ajaran lain, maka akan terkenah panah api si jahat.

    Kesimpulan poin a dan b:
    Jadi, untuk bisa melihat kemuliaan Allah, maka kita harus tergembala pada firman pengajaran yang benar. Itulah pribadi Yesus sendiri. Kita tergembala seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar, seperti keledai tertambat pada pokok anggur yang benar.

    Tugas seorang gembala adalah:
    • Memberi makan sidang jemaat dengan firman penggembalaan yang benar.

    • Menaikkan doa penyahutan bagi sidang jemaat.
      Amsal 28:9
      28:9 Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian.

      Jika tidak menyampaikan firman (memberi makan sidang jemaat), maka doa gembala adalah kekejian.
      Harus ada firman pengajaran yang benar lebih dulu, baru bisa menaikkan doa kepada Tuhan.

    • Teladan bagi sidang jemaat.
      Yaitu teladan iman untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga kita bisa hidup benar. Teladan iman juga adalah tabah dalam pencobaan, tetap percaya dan hanya berharap Tuhan.

    Wahyu 1:20
    1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat."

    Gembala yang memberi makan sidang jemaat sama dengan malaikat dalam sidang jemaat, sehingga ada perlindungan.
    Gembala yang menjadi teladan iman sama dengan menjadi bintang, sehingga ada terang dalam sidang jemaat.
    Maka gembala dipegang oleh tangan kanan Tuhan Gembala Agung. Gembala tidak akan pernah berhenti/ gugur di tengah jalan, tetap menjadi gembala sampai akhir hidup.

    Tugas domba adalah makan, menikmati, mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan.
    Maka kita disucikan dan diubahkan, sehingga menjadi Kaki Dian Emas. Posisi kita adalah dalam tangan Tuhan Gembala Agung.

    Yohanes 10:27-28
    10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
    10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.


    Hasilnya adalah:
    • Cepat atau lambat pasti akan berbuat manis, ada kebahagiaan Sorga, ada kepuasan Sorga, ada kemanisan Sorga, sehingga kita selalu mengucap syukur dan bersaksi kepada Tuhan.
      Jika banyak bersaksi, maka hidup kita pasti manis. Tetapi jika masih bergosip, maka hidup pasti pahit.
      Dalam penggembalaan, hidup kita ditata rapi oleh Tuhan.
    • Tidak bisa direbut oleh setan. Kita tetap hidup benar dan suci, sehingga dipakai oleh Yesus dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    • Ada jaminan kepastian untuk hidup sekarang di dunia, sampai hidup kekal selamanya.

  3. Ditudungi oleh tangan Tuhan.
    Keluaran 33:22
    33:22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat.

    Artinya hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Imamat 21:12
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah (Ruangan Suci), maka kehidupan kita sedang disucikan secara intensif sehingga kita mengalami urapan Roh Kudus. Semakin suci, maka semakin diurapi, dan semakin setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

    Roma 12:11
    12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang suci, setia, dan berkobar adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang dikhususkan menjadi biji mata Tuhan sendiri.

    Wahyu 1:14
    1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Kita dilindungi dari segala celaka marabahaya dan dari hukuman Tuhan.
    Kita bisa melihat kemuliaan Tuhan sekarang, sampai saat Tuhan datang kedua kali, kita bisa melihat Dia muka dengan muka.

Kehidupan yang menjadi biji mata Tuhan sehingga bisa melihat kemuliaan Tuhan:
  1. Musa melihat kemuliaan Tuhan dari belakang, sehingga bisa menulis 5 kitab permulaan (Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan).

  2. Rasul Yohanes melihat kemuliaan Tuhan dari depan, sehingga bisa menulis 5 kitab terakhir (Injil Yohanes, 1,2,3, Yohanes, Wahyu).

  3. Kita melihat kemuliaan Tuhan secara keseluruhan, sampai ke dalam jantung hati Tuhan.
    Mazmur 136:1-4
    136:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:4 Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.


    Yesus seorang diri di kayu salib mati untuk mengulurkan tangan kebajikan dan kemurahanNya kepada kita. Yesus seorang diri sanggup melakukan keajaiban besar dalam hidup kita.
    Jangan berharap pada orang lain, sebab pasti akan kecewa. Seorang diri kita datang kepada Tuhan, dan Dia seorang diri sanggup menolong hidup kita.

    Hasilnya:
    • Kita mengalami kuasa penebusan dari dosa sampai puncaknya dosa.
      Yohanes 8:9-11
      8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
      8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
      8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."


      Asalkan kita mau mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
      Keadaan perempuan yang berzinah adalah takut, malu, menderita, sampai binasa. Jika mengaku dosa dan diampuni, maka ada kebahagiaan Sorga, wajah menjadi berseri dan hidup dalam kebenaran.

      Mazmur 37:25
      37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;

      Orang benar akan diberkati oleh Tuhan sampai ke anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain sampai hidup kekal.

    • Kuasa pertolongan dan pengangkatan oleh Tuhan dari perkara yang mustahil.
      Matius 14:22-23,28-32
      14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
      14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
      14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
      14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      Mengapa seringkali kita dihadapkan pada masalah yang mustahil? Ini karena bimbang terhadap firman pengajaran yang benar dan bimbang terhadap kuasa Tuhan. Orang bimbang akan tidak tenang hidupnya, letih lesu dan berbeban berat, gagal total sampai binasa selamanya.

      Tetapi Petrus seorang diri datang kepada Tuhan, berserah dan berseru kepada Tuhan. Dan Tuhan sanggup menolong.

    • Kuasa untuk mengubahkan hidup kita, mulai dari kuat dan teguh hati.
      Filipi 3:20-21
      3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
      3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.


      Jika Tuhan datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, untuk layak menyambut kedatanganNya di awan-awan yang permai.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 18 November 2014 (Selasa Siang)
    ... Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan supaya jika ia datang dan mengetok pintu segera dibuka pintu baginya. Daging itu lengah sama dengan tidak berjaga-jaga. Ini terutama dalam hal Pelayanan. Menanti kedatangan Yesus kedua kali. Tanda pelayan Tuhan yang berjaga-jaga dan tidak lengah Tetap memakai ...
  • Ibadah Doa Malang, 30 Mei 2017 (Selasa Sore)
    ... takut Tuhan ALLAH telah berfirman siapakah yang tidak bernubuat Auman singa suku Yehuda sama dengan pembukaan rahasia firman Allah sama dengan firman nubuat firman pengajaran yang benar Kabar Mempelai. Firman nubuat memberitakan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi. Terutama tentang dua hal Kedatangan Yesus kedua kali dalam ...
  • Ibadah Paskah Malang, 16 April 2017 (Minggu Pagi)
    ... kitab rahasia firman Allah Yesus sebagai singa dari suku Yehuda yaitu tunas Daud yang telah menang. Yesus sebagai Anak Domba Allah yang telah tersembelih. ad. . Yesus sebagai Anak Domba Allah yang telah tersembelih. Yohanes Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata Lihatlah Anak domba Allah yang menghapus dosa ...
  • Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2012 (Kamis Sore)
    ... karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah. Tetapi jawab mereka Apa urusan kami dengan itu Itu urusanmu sendiri . Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Ini sengsara pertama yang dialami oleh Yesus yaitu Yesus mengalami sengsara karena diserahkan dan ...
  • Ibadah Doa Malang, 28 Februari 2023 (Selasa Sore)
    ... Allah lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah. Amsal karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat. Praktik bergaul dengan Allah adalah jujur mulai jujur soal Tuhan firman pengajaran benar sampai jujur dalam segala hal. Musa. Ulangan - Lalu ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Juli 2018 (Minggu Pagi)
    ... setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel. Lalu penebus itu berkata kepada Boas Engkau saja yang membelinya. Dan ditanggalkannyalah kasutnya. Rut bangsa Kafir membutuhkan naungan sayap Tuhan sama dengan membutuhkan penebusan. Sebenarnya ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 11 Oktober 2015 (Minggu Sore)
    ... artinya TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK sesuai dengan sistem kerajaan sorga--bukan sistemnya dunia--yang dibina oleh kabar mempelai--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua pengajaran tabernakel dan mempelai. Praktik tergembala dengan benar dan baik kabar mempelai sanggup untuk mendorong kita selalu tekun dalam kandang penggembalaan--ruangan suci ketekunan dalam macam ibadah pokok ...
  • Ibadah Doa Malang, 15 April 2014 (Selasa Sore)
    ... kesetiaan seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Ikat pinggang sama dengan kebenaran dan kesetiaan. Dada sama dengan kasih. Jadi dada berlilitkan ikat pinggang dari emas sama dengan kebenaran dan kesetiaan di dalam kasih. Kita sebagai imam-imam harus melayani Tuhan dengan kebenaran dan kesetiaan di dalam kasih. Wahyu Lalu aku melihat ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Juli 2012 (Sabtu Sore)
    ... hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang. Hati yang bimbang mendua hati. Yakobus - Hendaklah ia memintanya dalam iman dan sama sekali jangan bimbang sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira bahwa ia akan menerima sesuatu ...
  • Ibadah Kunjungan di Palangkaraya III, 29 Juni 2016 (Rabu Sore)
    ... gas biologi yang membunuh secara diam-diam. Wahyu Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua lautan api. dan Iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya. Secara ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.