English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Oktober 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:67-80 adalah tentang "Nyanyian Pujian Zakharia".

Nyanyian pujian Zakharia menubuatkan 2...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Januari 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Doa Surabaya, 23 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Jayapura II, 18 Oktober 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 22:20
22:20 Ia yang memberi kesaksian...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 April 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Doa Surabaya, 26 Agustus 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah....

Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Malang, 19 April 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 16:5-12
16:5 Pada waktu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Mei 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:13-16 merupakan 4 wujud penampilan pribadi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Juli 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing
bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Empat makhluk yang berada di takhta sorga menunjuk pada empat pribadi--masing-masing memiliki enam sayap--yang pernah hidup di bumi ini tetapi sudah terangkat ke sorga.

Ayat 8a: 'bersayap enam', ini menunjuk pada enam hari TUHAN bekerja, dan pada hari ketujuh TUHAN berhenti bekerja dan menyucikan hari itu sebagai hari Sabat.

2 Petrus 3: 8
3:8. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan TUHAN satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari

Satu hari sama dengan seribu tahun; berarti enam hari sama dengan enam ribu tahun. Ini adalah masa TUHAN bekerja. Ini bisa kita pelajari dari peta zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2016).

  1. 2000 tahun--zaman permulaan; zaman Allah Bapa--: dihitung dari Adam sampai Abraham.
  2. 2000 tahun--zaman pertengahan; zaman Anak Allah--: dihitung dari Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib.
  3. 2000 tahun--zaman akhir; zaman Allah Roh Kudus--: dihitung dari kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali.

Sesudah itu, hari ketujuh adalah hari Sabat--kerajaan Seribu Tahun Damai atau Firdaus yang akan datang. Setelah itu masuk kerajaan sorga yang kekal, tidak ada tahunnya lagi.

Setiap zaman--dari zaman permulaan sampai zaman akhir--selalu terjadi pengangkatan ke sorga:

  1. Zaman permulaan--Adam sampai Abraham--: empat makhluk diwakili oleh Henokh yang terangkat ke sorga (sudah diterangkan pada Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2016).


  2. Zaman pertengahan--Abraham sampai kedatangan Yesus pertama kali--: empat makhluk diwakili oleh Musa (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2016 sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2016) dan Elia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2016).


  3. Zaman akhir--kedatangan Yesus pertama kali sampai kedatangan Yesus kedua kali--: empat makhluk diwakili oleh Yesus dan nanti yang terakhir adalah kita semua gereja TUHAN. Sesudah itu masuk kerajaan 1000 Tahun Damai dan Yerusalem baru.

Kita pelajari masing-masing caranya terangkat ke sorga; kita ikuti jalannya, supaya kita juga bisa terangkat ke sorga saat kedatangan Yesus kembali kedua kali.
Mulai kemarin kita sudah belajar mengenai Elia yang terangkat ke sorga.

Malam ini kita masih belajar tentang ELIA
2 Raja-raja 2: 1-2, 4, 6, 8, 11
2:1. Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.
2:2. Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke
Betel." Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel
2:4. Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke
Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.
2:6. Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke
sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
2:8. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga
menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.
2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu
naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

Proses Elia naik ke sorga:

  1. Ayat 1= harus sampai ke Gilgal (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2016).
  2. Ayat 2= harus sampai ke Betel--Betel artinya rumah Allah.
  3. Ayat 4= harus sampai ke Yerikho.
  4. Ayat 6 dan 8 = harus menyeberangi sungai Yordan. Setelah itu, baru terangkat ke sorga (ayat 11).

Inilah proses Elia naik ke sorga. Kita sudah pelajari tahap pertama, yaitu harus sampai ke Gilgal. Di sini terjadi penyunatan untuk menghapuskan cacat cela. Sekarang menunjuk pada baptisan air dan dilanjutkan dengan penyucian oleh pedang firman (penyucian oleh air dan firman).

AD. 2: HARUS SAMPAI KE BETEL
Kejadian 28: 17-19
28:17. Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
28:18. Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
28:19. Ia menamai tempat itu
Betel; dahulu nama kota itu Lus.

Betel artinya rumah Allah--Bait Allah. Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada ruangan suci. Tabernakel dibagi menjadi tiga ruangan: halaman, ruangan suci, dan ruang maha suci.

Kemarin, pelajaran di Gilgal menunjuk pada halaman Tabernakel: masuk baptisan air yang benar. Jangan seperti Firaun yang ikut-ikut masuk laut Kolsom--ikut-ikut baptisan tanpa pertobatan--sehingga tidak terangkat, tetapi tenggelam sampai binasa selamanya.

Jangan main-main dengan baptisan! Ini merupakan dasar yang menentukan kita terangkat atau tenggelam.
Setelah dari halaman--baptisan air--, kita masuk ruangan suci (Betel).

"Yang belum baptisan mari dengarkan firman supaya bisa masuk dalam baptisan air yang benar. Kita semua yang sudah baptisan, harus masuk ke Betel (ruangan suci)."

Kisah Rasul 2: 41-42
2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42. Mereka
bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Ayat 41= sudah masuk baptisan, setelah itu mau ke mana?
Ayat 42= ruangan suci--ketekunan.
Setelah dari halaman--Gilgal--, kita harus masuk ruangan suci--Betel.
Artinya: kita MASUK KANDANG PENGGEMBALAAN; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

  • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya,
  • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci,
  • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

Dulu sampai ke Gilgal, artinya menyelam dalam baptisan air dan firman penyucian.
Sekarang--setelah baptisan--, kita harus masuk ketekunan dalam kandang penggembalaan, kalau mau terangkat ke sorga. Kita tinggal mengikuti.

Kita sudah pelajari mengenai Henokh yang naik ke sorga, yaitu pergaulan dengan TUHAN supaya terangkat. Sesudah itu kita juga sudah belajar dari Musa.
Musa hidup 3x40 tahun = 120 tahun (angka perobekan daging). Kita ikuti perobekan daging.
Sekarang, belajar dari Elia (mulai baptisan lalu masuk ruangan suci).

Dua saksi yang sudah terangkat ke sorga sudah sah, tiga saksi sudah sempurna. Nanti empat saksi diberikan oleh TUHAN Yesus. Sudah terlalu banyak saksinya, seharusnya semuanya harus bisa terangkat. Begitu murahnya TUHAN kepada kita. Tinggal kita ikuti.

Ibrani 10: 36-37
10:36. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
10:37. "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada,
tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

Ketekunan adalah sesuatu yang dilakukan terus menerus dan tidak bisa dihalangi oleh apapun juga.
'kamu memerlukan ketekunan'= ketekunan adalah kebutuhan mutlak kita.
'tanpa menangguhkan kedatangan-Nya'= kedatangan TUHAN sudah dekat--tidak lama lagi. Apa yang dibutuhkan? KETEKUNAN.

Banyak kebutuhan kita di dalam dunia akhir zaman in--butuh uang dan lain-lain--, bahkan semakin meningkat--sekolah, beras tambah mahal dan lain-lain--, tetapi semua sudah tercakup di dalam ketekunan di kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

Di dalam kandang penggembalaan, yang tanggung jawab adalah Gembala Agung. Kita tenang saja. Di dalam kandang, tidak bisa mencari makan sendiri, tetapi yang mencari makan gembalanya.
Gembala Agung sanggup memenuhi segala kebutuhan kita, yaitu:

  1. Kebutuhan secara jasmani di tengah kesulitan dunia yang bagaikan padang gurun. Mana bisa domba cari rumput sendiri di padang gurun--sedangkan di padang rumputpun, kalau rumput sudah habis atau musim kemarau, mau bagaimana domba-domba? Tetapi kalau ada Gembala Agung mau ada padang rumput atau tidak ada, Ia bisa memberikan semuanya, bahkan Ia bisa memelihara sampai zaman antikris--kemustahilan.


  2. Kebutuhan secara rohani: kita dipelihara untuk bisa menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali--diberikan firman, Roh Kudus dan kasih Allah sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran dan kesucian--, dan kita bisa terangkat ke sorga bersama Yesus. Kita tidak loyo, tetapi tetap kuat dalam menantikan dan menyambut kedatangan TUHAN.

Semua tercakup di dalam ketekunan, baik jasmani maupun rohani.
Apa artinya kalau tidak terangkat ke sorga? Habis semua dan binasa.

Tetapi kita harus waspada. Di Betel ini justru diletakkan dua lembu emas--ada penyembahan berhala--sementara TUHAN menghendaki kita tekun di Betel.
2 Raja-raja 10: 29
10:29. Hanya, Yehu tidak menjauh dari dosa-dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, yakni dosa penyembahan anak-anak lembu emas yang di Betel dan yang di Dan.

Waspada! Sementara TUHAN menghendaki kita di Betel--tekun dalam kandang penggembalaan--, tetapi setan sudah menaruh lembu emas. Lembu emas adalah berhala kekerasan hati.

"Pertama saya ke Malang, ada orang kaya yang habis semuanya. Lalu datang ke saya. Saya tidak punya uang juga, tetapi saya sarankan untuk tekuni tiga macam ibadah. Untung tidak melawan. Dan TUHAN buka jalan, semuanya bisa terjadi, yang mustahil jadi tidak mustahil. Tetapi hati-hati, di Betel ada lembu emas yang dipasang oleh setan."

Praktik kekerasan hati:

  1. Ibrani 10: 38
    10:38. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."

    Praktik kekerasan hati yang pertama: mengundurkan diri dari penggembalaan yang benar= tidak mau tergenbala--beredar-edar--, sehingga diterkam oleh singa dan tidak bisa menanti kedatangan TUHAN.

    Kita sudah diberkati, disucikan, dan bersaksi dalam penggembalaan, tetapi akhirnya tinggalkan penggembalaan yang benar, sehingga diterkam oleh singa.

    Mulai dari gembala-gembala, banyak yang mengundurkan diri. Ini sudah gejala kalau lembu emas sudah dipasang di Betel; tidak lagi berada di kandang penggembalaan.


  2. Ibrani 10: 25-27
    10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
    10:26. Sebab jika kita
    sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
    10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

    Praktik kekerasan hati yang kedua: menjauhkan diri dari pertemuan ibadah= tidak setia dalam ibadah pelayanan--sudah jadi dosa kebiasaan; tidak menyesal lagi saat tidak bisa beribadah--,dan tinggalkan ibadah pelayanan--sengaja tidak beribadah. Ini sama dengan durhaka dan binasa.

    Mulai dari gembala juga. Tidak setia dan tinggalkan ibadah, sampai sengaja tidak beribadah, tetapi biasa saja. Itu sebenarnya ia berada dalam kedurhakaan dan kebinasaan.

Kemarin kita sudah belajar di Gilgal, sekarang meningkat lagi, yaitu kita masuk ketekunan dalam kandang penggembalaan sampai terangkat bersama TUHAN ke sorga.

AD. 3: HARUS SAMPAI KE YERIKHO
2 Raja-raja 2: 4
2:4. Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.

Yerikho artinya lembah berbau harum. Ini menunjuk pada dunia dengan segala pengaruhnya. Hati-hati! Kita datang ke Yerikho bukan untuk dipengaruhi, tetapi harus menang--tidak boleh terikat dengan dunia dengan segala pengaruhnya. Kalau mau terangkat, jangan terikat dengan dunia, tetapi taklukkan Yerikho!

1 Yohanes 2: 15-17
2:15. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
2:16. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu
keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
2:17. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya

Isi atau ikatan dunia yang mengikat anak TUHAN sampai tidak bisa terangkat adalah:

  1. Keinginan mata= dosa makan-minum; seperti Hawa yang ingin makan buah yang dilarang. Hati-hati dengan merokok, mabuk dan narkoba. Kalau kita terikat, tidak akan bisa terangkat.


  2. Keinginan daging= dosa kawin-mengawinkan.
  3. Keangkuhan hidup--sombong--= lebih mengandalkan atau mengutamakan sesuatu di dunia lebih dari TUHAN--bisa berupa ijazah, uang, suami, isteri dan lain-lain. Boleh punya semua, tetapi tidak boleh terikat.

Tiga hal ini memikat--banyak orang lebih terpikat pada dunia dari pada TUHAN--dan mengikat. Memikat dulu, lalu diikat, supaya tidak bisa mengasihi TUHAN, tetapi dunia, sehingga tidak terangkat saat Yesus datang kedua kali--lenyap dan binasa bersama dunia.
Inilah bau harum dunia yang memikat dan mengikat hamba TUHAN/pelayan TUHAN, sehingga tidak bisa mengasihi TUHAN.

Bau harum dunia hanya bisa diredam atau dikalahkan oleh bau harum dupa--DOA PENYEMBAHAN. Banyak menyembah TUHAN hari-hari ini.

Ini jalannya untuk bisa terangkat ke sorga, yaitu masuk baptisan air (lepaskan dosa, cacat cela, dan mati terhadap dosa), lalu masuk ketekunan dalam kadang penggembalaan--semua sudah tercakup didalamnya. Hati-hati! Di Betel ada kekerasan hati yang membuat kita tidak setia, bahkan tingalkan ibadah pelayanan; tidak tergembala lagi dan nasibnya seperti Esau.

Esau dan Yakub sama-sama lahir di kemah, tetapi dalam pertumbuhannya, Esau mengundurkan diri (beredar-edar), Yakub tetap bertahan di kemah dan hasilnya jelas. Esau kehilangan semua dan ia mencucurkan air mata, tetapi yakub mendapatkan segala-galanya (semua kebutuhan tercakup di dalamnya).

Kemudian yang ketiga, taklukkan Yerikho lewat doa penyembahan.

TUHAN ajarkan doa satu jam, doa puasa, dan doa semalam suntuk. Kita gunakan waktu untuk menyembah TUHAN.
Lewat doa penyembahan kita mengalami perobekan-penyaliban daging, sehingga kita mengalami kasih Allah--bagaikan sinar matahari yang disinarkan--dan kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua.

Kita mengalami kebahagiaan sorga, sehingga tidak tertarik dengan bau harum dunia; terlepas dari dunia ini dan kita bisa terangkat ke sorga bersama TUHAN.

Hari-hari ini, banyak menyembah TUHAN--perobekan atau penghancuran daging--sehingga kasih Allah dicurahkan kepada kita. Semakin banyak menyembah, keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup semakin dirobek dan kita semakin menerima kasih Allah, sehingga kita mengalami kebahagiaan sorga sampai bisa terangkat ke sorga.

Tetapi hati-hati juga. Di Yerikho juga ada ikatan. Yosua masuk ke Kanaan harus mengalahkan Yerikho dulu. Setelah itu, ada Akhan. Waspada, di Yerikho terjadi ikatan dunia.

Yosua 7: 20-21
7:20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
7:21. aku
melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

'melihat'= keinginan mata.
'mengingininya'= keinginan daging.
'aku mengambilnya'= keangkuhan hidup--melawan perintah TUHAN; mengandalkan atau mengutamakan sesuatu di dunia lebih dari TUHAN.
Contohnya seperti Hawa. Hawa tidak boleh makan buah yang dilarang oleh TUHAN, tetapi dilihat: 'Ternyata dari semua buah pohon yang berapa banyaknya, ini paling bagus' (keinginan mata). Lalu diambilnya buah itu (keinginan daging) dan dimakan (melawan TUHAN--keangkuhan hidup).

Akhan melihat (keinginan mata), mengingini (keinginan daging), dan mencuri (keangkuhan hidup). Apa yang dicuri? Emas, perak, jubah indah.
Yosua 6: 24
6:24. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

Seharusnya emas dan perak ditaruh di perbendaharaan rumah TUHAN. Apa itu?
Maleakhi 3: 10
3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Jadi, kekerasan hati di Yerikho--dulu Akhan mencuri emas dan perak yang seharusnya ditaruh di rumah perbendaharaan--, sekarang artinya banyak hamba TUHAN, pelayan TUHAN mencuri persepuluhan dan persembahan khusus milik TUHAN. Ini sama dengan keangkuhan hidup, karena merasa hidup dari emas dan perak, bukan dari TUHAN. Kalau kita mengembalikan persepuluhan, kita mengaku bahwa kita hidup dari TUHAN.

Di tempat di mana kita bisa makan makanan rohani, di situlah kita tergembala. Mulai dari gembala terlebih dahulu.

"Bersyukur saya memiliki teladan dari guru dan gembala saya. Pdt Pong selalu ingatkan dua hal kepada saya, yaitu pertahankan persepuluhan dan Lempin-El."

Di sinilah TUHAN benar-benar menolong kita. Kalau kita mengaku hidup dari TUHAN, bagaimana mungkin skita sampai kekurangan? Sedangkan bos di dunia memperhatikan kita, apalagi kalau kita hidup dari TUHAN. Kita memang diuji, tetapi tidak seterusnya.

"Saya diizinkan, tidak bisa makan, tidak bisa minum, tidak bisa beli apa-apa. Tetapi tidak seterusnya, hanya diuji."

Jangan seperti Akhan! Kalau mencuri--sombong--, bukan naik, tetapi turun ke lembah Akhor (lembah kesukaran). Inilah akibatnya kalau merasa hidup dari dunia.
Yosua 7: 25-26
7:25. Berkatalah Yosua: "Seperti engkau mencelakakan kami, maka TUHAN pun mencelakakan engkau pada hari ini." Lalu seluruh Israel melontari dia dengan batu, semuanya itu dibakar dengan api dan dilempari dengan batu.
7:26. Sesudah itu didirikanlah di atasnya suatu timbunan batu yang besar, yang masih ada sampai sekarang. Lalu surutlah murka TUHAN yang bernyala-nyala itu. Oleh sebab itu nama tempat itu sampai sekarang disebutkan
lembah Akhor.

Lembah Akhor= lembah kesukaran. Benar-benar hidup dalam kesukaran; dalam kutukan. Letih lesu, beban berat, kepedihan, duri-duri sampai sukar untuk terangkat ke sorga, bahkan tidak bisa.

Mari, kita tapaki (teladani) jejak Elia. Mulai ke Gilgal. Jangan ragu-ragu masuk baptisan air, sampai lepas dari dosa dan kita hidup benar dan suci.
Setelah itu ke Betel, kita tergembala dan semua sudah tercakup di dalamnya. hati-hati ada lembus emas, artinya mengundurkan diri dari penggembalaan yang benar, tidak setia dalam ibadah pelayanan, sampai tinggalkan ibadah pelayanan. Ini keras hati, durhaka dan akibatnya hancur lebur.

Sesudah itu ke Yerikho (lembah dunia). Jangan ada di lembah, tetapi kalahkan Yerikho dengan banyak menyembah TUHAN, supaya kita tidak mencium bau harum dunia, tetapi kita mencium bau harum dupa. Tetap mengutamakan TUHAN lebih dari semuanya, tidak sombong, merasa tidak bisa apa-apa, semua dari TUHAN. Jangan keras hati seperti Akhan yang akhirnya hancur sampai masuk lembah kesukaran bahkan tidak bisa terangkat ke sorga.

AD. 4: HARUS MENYEBERANGI SUNGAI YORDAN
2 Raja-raja 2: 6-8
2:6. Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
2:7. Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.
2:8. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga
menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.

Elia memukulkan juubahnya dan air sungai Yordan tersibak, sehingga ia dan Elisa bisa berjalan di tanah yang kering. Elia membelah sungai Yordan dengan jubahnya. Jubah menunjuk pada pelayanan.

Kalau Yosua membelah sungai Yordan dengan tabut perjanjian--membawa tabut perjanjian. Saat para imam penangkat tabut menginjakkan kaki ke air, tersibaklah sungai Yordan. Jadi, dua kali sungai Yordan tersibak.

Yosua 3: 6, 15-16
3:6. Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.
3:15. Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu--
sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai--
3:16. maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

Kalau digabung, PELAYANAN--jubah--DENGAN MENGANGKAT TABUT PERJANJIAN--firman-- dapat membelah sungai Yordan. Sungai Yordan artinya sungai kematian.

Kalau di dalam Tabernakel ini sama dengan tirai terobek dan kita masuk ruangan maha suci. Jangan sembarang dalam melayani--harus melayani dengan mengangkat tabut. Harus ada rambu-rambunya--tabut perjanjian. Ikutilah tabut perjanjian, maka sungai Yordan akan terbelah--tirai terobek--, sehingga kita bisa masuk ruangan maha suci.

Pelayanan tanpa tabut perjanjian, akan tenggelam di sungai Yordan. Hati-hati! Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian:

  1. Tutupnya (tutup dengan percikan darah dan dua kerub):


    1. Kerub I: Allah Bapa; TUHAN.
    2. Tutup dengan percikan darah: Anak Allah; Yesus.
    3. Kerub II: Allah Roh Kudus; Kristus.


    Jadi, tutup pendamaian sama dengan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu di dalam nama TUHAN Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai mempelai pria sorga. Semua bahannya dari emas murni--zat ilahi.


  2. Petinya atau tabutnya terbuat dari kayu (kita sebagai manusia) tetapi disalut emas sampai tidak kelihatan lagi kayunya. Ini adalah gereja sempurna--mempelai wanita sorga.

Jadi, tabut perjanjian sama dengan kabar mempelai; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--memberitakan Yesus sebagai mempelai pria sorga untuk menyucikan kita sampai menjadi mempelai wanita yang sempurna.

Pelayanan dengan kabar mempelai adalah pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, yang dapat membelah sungai Yordan--merobek pintu tirai--, sehingga kita bisa masuk ruangan maha suci dan menjadi sempurna seperti Yesus; kita menjadi mempelai wanita sorga.

Mari, kita sungguh-sungguh pada malam ini. Kita ikuti proses yang dialami oleh Elia sampai bisa naik.
Ke Gilgal, artinya: baptisan.
Ke Betel, artinya: tergembala.
Ke Yerikho, artinya kalahkan dunia ini dengan banyak menyembah TUHAN.
Setelah itu menyeberangi sungai Yordan.

Jangan asal melayani, tetapi dengan memikul tabut perjanjian, dan pasti sungai Yordan terbelah--pintu tirai terobek--dan kita masuk ruangan maha suci. Kita menjadi sempurna seperti Yesus; kita jadi mempelai wanita yang sempurna, yang siap terangkat ke sorga bersama dengan Dia.

Tanda pelayanan dengan tabut perjanjian--kabar mempelai--:

  1. Tabut perjanjian harus dipikul, bukan dinaikkan dengan pedati seperti yang dilakukan oleh Uza. Dulu dinaikkan dengan pedati, kemudian lembunya tergelincir dan tabutnya dipegang oleh Uza, sehingga ia mati. Harus dipikul!

    Yosua 3: 6
    3:6. Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu

    'Angkatlah tabut perjanjian' = dipikul. Tabut perjanjian ini ada pikulannya (dalam Kitab Keluaran).
    Dipikul (dipikul dengan bahu)= pelayanan dengan tanggung jawab sepenuh. Tidak bisa main-main.

    "Karena itu ada daftar hadir imam-imam. Saya hanya membantu saja, bukan untuk mengintimidasi dan lain-lain, tetapi supaya bertanggungjawab. Kalau tidak masuk, izin. Jangan berani mengisi A. Kalau isi A di sekolah tidak bisa naik. Anak saya pelajarannya bisa, tetapi presensinya A. Tidak bisa naik. Untunglah TUHAN tolong, dirapatkan dua kali, sampai bisa naik. Saya sudah minta maaf, berdoa, tidak mau mendatangi gurunya, atau kirim-kirim. Tetapi kalau imam-imam berani isi A, malah saya yang takut. Lebih baik izin."

    Pelayanan dengan tanggung jawab sepenuh untuk:


    1. Menjaga kebenaran dan kemurnian kabar mempelai. Kita semua bertanggungjawab. Bagaimana menjaga kebenaran dan kemurnian kabar mempelai? Dengan baca alkitab! Jangan baca yang lain-lain! Baca ayat! Diterangkan apa, ayatnya harus ada--jelas. Jangan menurut katanya si A atau lainnya.

      "Saya katakan kepada Lempin-El, ada yang tanya: Kenapa begini, om? Memang dari dulu seperti itu. Bukan guru itu. Kalau guru, akan dterangkan ayatnya. Karena itu kalau ada orang tanya kepada saya, saya suruh tunggu, saya doa dulu dan dia juga saya suruh doa, siapa tahu nanti firman datang pada saat pembukaan firman, sehingga bisa lebih jelas. Jadi semua harus berdasarkan ayat."


    2. Meyakini dan mempraktikkan kabar mempelai. Jangan ragu! Jangan diombang-ambing dengan yang lain.
    3. Menyaksikan. Jangan sampai menyaksikan atau memberitakan, tetapi dia sendiri tidak mempraktikkannya. Tidak ada meterainya. Bisa diprotes nanti. Tetapi kalau sudah dipraktikkan, ada tanda darah dan tidak bisa diprotes. Setanpun tidak berani pada darah Yesus, apalagi orang pandai dan sebagainya.


  2. Tanda pelayanan dengan tabut perjanjian yang kedua: jubah Elia dipukulkan ke sungai Yordan--sungai Yordan artinya sungai kematian. Ini sama dengan jubah dicelup dalam darah; sama dengan mengalami percikan darah.

    Dua hal ini yang diperhatikan, yaitu memikul--tanggung jawab-- dan rela mengalami percikan darah. Ini pelayanan yang benar di akhir zaman. Harus ada tanggung jawab dan rela mengalami percikan darah--sengsara daging bersama Yesus; sengsara daging karena Yesus; ujian.

    "Untuk membawa kabar mempelai ini kita mengalami ujian. Saya beberapa kali mengalami. Mau khotbah, sepatu hilang. Pinjam kakak, dikasih sepatu orthopedi, malah saya kesakitan. Waktu itu yang khotbah Pdt Pong, saya yang terakhir khotbah di ibadah kaum muda. Sepatu hilang, karena TUHAN tunjukkan ayat, tetapi saya tidak mau. Akhirnya sepatu hilang dan saya sudah minta ampun. Tahu-tahu ada orang memberikan titipan amplop. Saya tidak punya uang sama sekali waktu itu (masih pengerja). Bisa beli sepatu. Sudah jam 9 di Ngawi. Minta cepat diantar. Ada toko kecil sudah mau tutup, saya buka lagi: Pak tolong, satu saja. Sepatunya pas dengan saya. Besok sepatunya kembali, jadi ada dua sepatu. Ujian ketaatan. Sudah diberikan ayat oleh TUHAN, tetapi saya tidak mau: 'Lebih bagus ayat ini.' Padahal harus sesuai kebutuhan sidang jemaat. Saya pikir untuk kaum muda lebih cocok firman ini, ngotot terus, akhirnya sepatu hilang."

Mengapa jubah harus dicelup dalam darah--mengalami sengsara, ujian--?

  1. 1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Yang pertama: kita mengalami percikan darah supaya kita mendapatkan Roh kemuliaan--shekina glory--yang memberikan hikmat kepada kita, sehingga kita bisa memberitakan kabar mempelai dengan jelas dan lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan kita dan orang lain.

    Kalau tidak ada Roh kemuliaan, pedangnya tumpu--tidak tajam lagi--, sakit semua dan orang tidak mau menerima; orang tidak akan bisa mengerti.

    Kabar mempelai ini terlalu besar. Kalau hanya dipikul dengan ijazah, tetapi tidak ada Roh kemuliaan, tidak akan bisa. Kabar mempelai tidak bisa dipikul oleh manusia daging siapapun juga. Harus ada Roh kemuliaan; harus ada urapan.

    Roh kemuliaan juga memberikan kemuliaan kepada kita, yaitu:


    1. Secara jasmani: sungai Yordan tersibak--terbelah menjadi dua--dan menjadi tanah kering.
      Artinya:


      1. Menyelesaikan semua masalah; yang mustahil jadi tidak mustahil.
        Contohnya: Kaum muda harus berkorban waktu. Besok ada ujian sekolah, tetapi sekarang harus beribadah melayani. Tetapi jangan konyol, tidak belajar, harus tetap belajar dan tidak tidur siang. Nanti pulang ibadah belajar lagi. Di situ ada Roh kemuliaan dan mujizat jasmani akan terjadi: yang mustahil jadi tidak mustahil. TUHAN tolong kita semua.

        "Saya banyak pengalaman. Saya dulu juga kaum muda. Seringkali besok ujian, tetapi masih harus melayani menempuh waktu tiga jam (di Sumberingin dekat kawah Ijen). Waktu itu om Pang yang khotbah. Lalu Beliau tanya ke saya: Kenapa baca-baca? Lalu pengerjanya jawab: Dia ujian besok pagi, om. Pulang sudah tengah malam, hampir pagi. Tetapi TUHAN tidak pernah menipu. Justru belajarnya ringan. Seperti TUHAN yang jadi dosennya: Ini yang keluar, kasih tanda. Ada kemuliaan secara jasmani."


      2. Apa yang gagal menjadi berhasil,
      3. Apa yang sudah hancur menjadi baik dan indah. Ini kalau kita bawa penyucian dengan kabar mempelai. Mari dipikul dan jubah dicelup dalam darah, jangan ragu! Memang ada percikan darah; pengorbanan, ujian. Di situ TUHAN berikan Roh kemuliaan kepada kita.


    2. Secara rohani--mujizat rohani--: keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      1 Petrus 4: 15-16
      4:15. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai
      pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
      4:16. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

      Ayat 15= pembaharuan/keubahan hidup:


      1. Pembunuh diubahkan menjadi mengasihi,
      2. pencuri--mencuri milik TUHAN dan milik sesama--diubahkan menjadi pemberi,
      3. penjahat diubahkan menjadi perbuatan baik,
      4. pengacau diubahkan menjadi pendamai.


      Ini sebabnya ada ujian, yaitu supaya mendapatkan Roh kemuliaan, sehingga kita menerima hikmat dan kita mengalami mujizat secara jasmani dan rohani.


  2. Wahyu 7: 14
    7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

    Yang kedua: kita mengalami percikan darah supaya mendapatkan jubah putih; pakaian putih yang berkilau-kilauan; PAKAIAN MEMPELAI.

    Yang pertama, Roh kemuliaan memberikan hikmat (lebih dari ijazah, lebih dari apapun). Lempin-El Kristus Ajaib perhatikan! Kabar mempelai ini terlalu besar, tidak akan bisa dipikul gelar di dunia atau kekayaan.

    Di dalam 2 Korintus 4: 3-4, kabar mempelai ini bagaikan cahaya injil tentang kemuliaan Kristus--kalau firman penginjilan = injil keselamatan. Kabar mempelai harus dipikul dengan Roh kemuliaan, sehingga ada hikmat--bisa menjelaskan dan bersaksi dengan baik--dan ada ketajaman pedang untuk menyucikan dan menolong orang lain.

    Tetapi di dalam Roh kemuliaan juga ada mujizat baik jasmani--semua selesai dan indah--maupun rohani--pembaharuan hidup sampai kita sempurna seperti Yesus; kita MENJADI MEMPELAI WANITA SORGA.


  3. Yakobus 1: 12
    1:12. Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

    Tadi, sudah ada mempelai wanitanya--sudah mengalami pembaharuan hidup sampai sempurna. Kemudian ada juga pakaian mempelai. Harus ada pakaiannya juga, tidak boleh telanjang dan harus memakai mahkota mempelai.

    Yang ketiga: kita mengalami percikan darah supaya kita mendapatkan MAHKOTA MEMPELAI ('mahkota kehidupan'). Setelah itu kita bisa terangkat ke sorga. Saat TUHAN datang kembali kedua kali, kita siap untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai dan terangkat ke sorga.

Kita bahagia belajar dari kitab Wahyu, ada ungkapan-ungkapan: bagaimana orang-orang terangkat naik ke sorga?
Ada jalannya; mulai dengan belajar dari Henokh, Musa, dan Elia. Sudah semakin jelas.

Ke Gilgal: masuk baptisan air yang benar.
Ke Betel: ketekunan dalam penggembalaan. Jangan keras hati, sebab ada lembu emas di Betel (mengundurkan diri dari penggembalaan yang benar, tidak setia, sampai tinggalkan ibadah pelayanan).

Ke Yerikho: jangan kena bau harum dunia (lembah bunga), tetapi banyak mencium bau harum dupa, supaya tidak terikat dengan dunia dan bisa terangkat.
Lalu, seberangi sungai Yordan: pelayanan dengan kabar mempelai. Jangan sembarangan tetapi harus dibina dengan kabar mempelai. Harus ada penyucian dalam pelayanan. Ditambah dengan ujian (jubah dicelup dalam darah). Tanggung jawab! Justru dari ujian, bisa diketahui apakah kita mengasihi TUHAn atau tidak.

Saat-saat ujian adalah saat yang menentukan; saat untuk membuktikan kita mengasihi TUHAN atau tidak. Kalau mengasihi TUHAN, kita tetap lanjut dan di situ ada Roh kemuliaan, hikmat-mujizat, pakaian mempelai, dan mahkota. Kita bisa terangkat bersama Dia selamanya.

Harus lewat sungai Yordan--harus lewat ujian. Kalau tidak diuji, tidak akan bisa terangkat. Kalau sekarang kita mengalami ujian, bukan TUHAN mau menghancurkan kita, tetapi kita ditingkatkan supaya bisa terangkat ke sorga bersama dengan Dia.

Dalam keadaan diuji (kesulitan) dan lain-lain, datang pada TUHAN dan kita akan dikuatkan oleh TUHAN. Tetap bertanggungjawab pada TUHAN dan tetap rela berkorban untuk TUHAN! Kita terus melayani Dia.

Jangan bersungut, berkecil hati, kecewa, putus asa dan bangga akan sesuatu, tetapi tetap menyembah TUHAN. Ada maksud TUHAN, yaitu untuk mengangkat hidup kita, supaya kita mengalami mujizat jasmani terlebih yang rohani. Dia akan membuat semua menjadi indah pada waktu-Nya. Serahkan semua pada TUHAN sampai ada shekina glory! Jangan ragu-ragu!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top