English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Retreat Family II Malang, 29 Desember 2012 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Korintus 3:16-17
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Maret 2009 (Minggu Sore)
Matius 24:29-31
Kita masih membahas ayat 31, yaitu terdengar sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja...

Ibadah Raya Malang, 13 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Februari 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Bp. Hardiono

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juli 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:17-20
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Agustus 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 November 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 tentang penglihatan Yohanes di...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:67-80 adalah tentang "Nyanyian Pujian Zakharia".

Nyanyian pujian Zakharia menubuatkan 2...

Ibadah Doa Malang, 13 Desember 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Baptisan Air dan Penataran Imam-imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih...

Ibadah Doa Malang, 13 Juni 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 11 Oktober 2011 (Selasa Malam)
Yakobus 5:16-18
5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh....

Ibadah Raya Malang, 17 Agustus 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia,...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)

Siaran Tunda Ibadah Kunjungan Mangkutana

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Penjala manusia adalah hamba Tuhan, pelayan Tuhan, imam-imam dan raja-raja. Tugas penjala manusia adalah menebarkan jala Injil/ firman Allah untuk menangkap manusia untuk dibawa kepada Tuhan supaya diselamatkan sampai disempurnakan.

Habakuk 1:14-15

1:14 Engkau menjadikan manusia itu seperti ikan di laut, seperti binatang-binatang melata yang tidak ada pemerintahnya?
1:15 Semuanya mereka ditariknya ke atas dengan kail, ditangkap dengan pukatnya dan dikumpulkan dengan payangnya; itulah sebabnya ia bersukaria dan bersorak-sorai.

Sehebat apa pun manusia di dunia hanya seperti ikan di laut yang berenang ke sana ke mari tanpa henti, artinya:
  1. Sibuk untuk berbuat dosa.
  2. Sibuk untuk mencari kebutuhan jasmani/ duniawi sehingga tidak ada kesempatan untuk mencari Tuhan.
Akibatnya:
  1. Tidak mengalami perhentian/ ketenangan/ damai sejahtera, selalu letih lesu, beban berat dan banyak air mata.
  2. Dicap 666 oleh antikris.
    Wahyu 13:1, 6, 16-18
    13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    13:6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.
    13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Angka 6 pertama menunjuk tubuhnya daging, angka 6 kedua menunjuk jiwanya daging, angka 6 ketiga menunjuk rohnya daging. Manusia yang dicap 666 sama dengan menjadi manusia darah daging yang hanya menuruti keinginan/ hawa nafsu daging sehingga diarahkan pada perempuan Babel, mempelai wanita setan, sempurna dalam kejahatan dan kenajisan.

    Wahyu 17:3-5

    17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
    17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

    Akibatnya adalah dibinasakan bersama Babel.

    Wahyu 18:2, 9-10

    18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
    18:9 Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya.
    18:10 Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"

Yesus mau menolong manusia yang seperti ikan di laut supaya tidak binasa, lewat penebaran jala Injil.
Ada 2 kali penebaran jala Injil:
  1. Penebaran jala Injil keselamatan/ firman penginjilan/ kabar baik [Efesus 1:13, Amsal 25:25].
    Lukas 5:4-7
    5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
    5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
    5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
    5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

    Jala Injil keselamatan memanggil banyak jiwa-jiwa, mengutamakan kuantitas/ jumlah dan tanda-tanda jasmani, berkat jasmani.
    Yang harus dijaga adalah sesudah diberkati, jangan tenggelam dalam berkat. Kita harus ingat orang lain yaitu:
    1. Ingat Tuhan yang memberi berkat, lewat mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus.
    2. Ingat sesama yang membutuhkan, lewat memberi dan mengunjungi.

    Lukas 5:8
    5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."

    Setelah diberkati, jangan sombong, tetapi kita harus selalu ingat diri sendiri yang banyak kekurangan dan kelemahan. Kita harus banyak tersungkur di depan Yesus, banyak mengaku dosa.
    Proses keselamatan adalah percaya, iman kepada Yesus lewat mendengar firman Kristus. Sesudah itu lanjut bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. Kemudian masuk baptisan air dan baptisan Roh Kudus, lahir baru dari air dan roh, sehingga menerima hidup baru yaitu hidup dalam kebenaran. Hidup benar sama dengan selamat.

    Yesaya 32:17

    32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Maka hidup kita mulai mengalami ketenangan dan damai sejahtera, tidak ada kekuatiran. Seperti ikan tidak lagi di lautan bebas, tetapi tenang dalam jala keselamatan. Setelah kita dijala, baru kita dipakai menjadi penjala manusia.

    Lukas 5:10

    5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

    Setelah kita diselamatkan, diberkati, dan dipakai oleh Tuhan menjadi penjala manusia, maka kerohanian kita harus meningkat. Jangan tinggal terus dalam jala keselamatan sebab jala bisa koyak sehingga bisa kembali ke lautan dunia, kembali pada hidup lama.

    Lukas 5:6

    5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

    Contohnya adalah Petrus, dari penjala manusia kembali menjadi penjala ikan, kembali ke lautan dunia.
    Yohanes 21:3, 7
    21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

    Akibatnya adalah gagal total, kembali seperti dulu sebelum mengenal Yesus. Bahkan menjadi telanjang, keadaannya lebih buruk dari semula. Hidup dalam dosa, kembali berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dan dipermalukan. Oleh sebab itu, harus meningkat ke jala yang kedua.


  2. Penebaran jala Injil kemuliaan/ firman pengajaran/ Kabar Mempelai [2 Korintus 4:3-4].
    Yohanes 21:6, 10-11
    21:6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
    21:10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."
    21:11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

    Sebelah kanan menunjuk posisi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar di sebelah kanan Allah Bapa.

    Matius 25:6

    25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Menangkap 153 ekor ikan artinya penebaran jala Kabar Mempelai membawa kita masuk dalam hitungan Tuhan, sama dengan digembalakan oleh Tuhan.

    Yehezkiel 20:37

    20:37 Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

    Jika tidak mau digembalakan, hidupnya tidak tenang, tidak ada perhentian, maka akan mengarah pada wanita Babel yang akan dibinasakan.

    Amsal 7:10-12

    7:10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;
    7:11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,
    7:12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.

    Semua harus tergembala, seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar. Kita harus tergembala pada firman pengajaran yang benar.       
    Kita digembalakan dalam kandang penggembalaan. Secara jasmani menunjuk organisasi gereja. Secara rohani menunjuk ruangan suci dalam tabernakel, ada 3 macam alat menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok yaitu:
    • pelita emas sama dengan ketekunan dalam ibadah raya (= domba minum),
    • meja roti sajian sama dengan ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci (= domba makan),
    • mezbah dupa emas sama dengan ketekunan dalam ibadah doa penyembahan (= domba bernafas).
    Maka domba-domba akan mengalami pertumbuhan ke arah kedewasaan rohani. Kalau rohani bertumbuh, maka jasmani pasti akan bertumbuh.

    Dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian dan pembaharuan secara intensif/ terus-menerus, yang dikaitkan dengan angka 153 (= 100 + 50 + 3).
    Angka 100 sama dengan panjang tabernakel. 100 = 10 x 10. Angka 10 yang pertama sama dengan mendengar firman, angka 10 yang kedua sama dengan dengar-dengaran.
    Angka 50 sama dengan pentakosta/ Roh Kudus, membuat kita setia dan berkobar-kobar.
    Angka 3 sama dengan pembaharuan tubuh, jiwa, roh.

    Efesus 4:22-25

    4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    Kehidupan yang tergembala dan dihitung oleh Tuhan adalah kehidupan yang taat, setia berkobar-kobar, dan jujur.
    Dihitung artinya diperhatikan, dipedulikan oleh Tuhan.    
    Hasilnya:
    1. Tuhan menghitung/ memperhatikan kesengsaraan yang kita alami.
      Keluaran 3:7-8
      3:7 Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.
      3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

    2. Tuhan menghitung/ memperhatikan setiap langkah (=denyut jantung), supaya tidak dikuasai maut.
      Ayub 31:4
      31:4 Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?

      Roma 10:15

      10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

      Kita bersaksi kepada orang lain tentang Kabar Baik dan Kabar Mempelai, maka hidup kita akan indah, ada masa depan yang indah.

    3. Sehelai rambut dihitung oleh Tuhan.
      Matius 10:30
      10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.

      Tuhan melindungi dan memelihara kita di jaman yang sulit, sekalipun kita tidak berdaya seperti sehelai rambut.
      Sampai kita sempurna menjadi satu tubuh Kristus, mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top