English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kunjungan Jakarta III, 15 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Kunjungan di Palangkaraya.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

...

Ibadah Raya Surabaya, 03 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:28-32, adalah NUBUAT TENTANG POHON ARA.
Di sini pohon ara sudah melembut rantingnya, mulai...

Ibadah Raya Malang, 10 Februari 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada...

Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 01 Mei 2013 (Rabu Malam)
Malam ini kita berdoa menyembah kepada Tuhan.

Doa penyembahan, dalam tabernakel ini menunjuk alat Medzbah dupa emas.

Medzbah dupa emas ini...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Juni 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Desember 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6:12-14 adalah tentang Yesus memanggil...

Ibadah Raya Malang, 17 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan tentang 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya...

Ibadah Doa Malang, 15 Maret 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session 3

Doa penyembahan adalah proses perobekan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 Maret 2011 (Sabtu Sore)
ad. 6. Markus 15:37-41 = sengsara salib mengenai kematian-Nya.
Markus 15:37-38
15:37 Lalu...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Februari 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2011 (Kamis Sore)

Siaran tunda dari Ibadah Kunjungan di Pematang Siantar.

Tema: 25 dan 50

Secara umum, ulang tahun nikah ke-25 disebut ulang tahun nikah perak. Nikah perak ini ditandai pemberian /kado-kado yang mengarah pada perak jasmani. Tetapi sebagai hamba Tuhan, kita kaitkan dengan perak yang rohani.

1 Petrus 1:18-19
1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Bangsa Kafir adalah anjing dan babi, tetapi sudah ditebus oleh darah Yesus.

Rut 4:5-8
4:5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
4:6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian, aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."
4:7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara, maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
4:8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.

Malam ini, kita membahas penebusan dikaitkan dengan kasut.

Ada 3 kemungkinan tentang kasut penebusan, yaitu:
  1. [Rut 4:7-8] Menanggalkan sebelah kasut, artinya menolak penebusan oleh darah Yesus.
    Ulangan 25:8-9
    25:8 Kemudian para tua-tua kotanya haruslah memanggil orang itu dan berbicara dengan dia. Jika ia tetap berpendirian dengan mengatakan: Aku tidak suka mengambil dia sebagai isteri--
    25:9 maka haruslah isteri saudaranya itu datang kepadanya di hadapan para tua-tua, menanggalkan kasut orang itu dari kakinya, meludahi mukanya sambil menyatakan: Beginilah harus dilakukan kepada orang yang tidak mau membangun keturunan saudaranya.

    Jika menolak penebusan oleh darah Yesus, akibatnya adalah muka diludahi.
    Ludah menunjuk pada kotoran dosa.
    Muka diludahi artinya:
    • Kehidupan yang mempertahankan dosa, biasa berbuat dosa, sampai sengaja berbuat dosa, dan ini tidak terampunkan lagi.
    • Kehidupan yang dipermalukan.
    • Kehidupan yang tidak mengalami kemuliaan/ keubahan hidup sehingga tetap mempertahankan manusia darah daging yang akan ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali.

    Matius 26:67
    26:67 Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,

    Sebenarnya muka kita tidak perlu diludahi, sebab Yesus sudah rela mukaNya diludahi.
    Artinya darah Yesus sanggup menghapus segala kotoran dan noda dosa, sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai tidak bercacat cela seperti Yesus.

    1 Yohanes 2:28
    2:28. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

    Kalau kita mau menerima penebusan Tuhan, mau disucikan dan diubahkan, maka kita tidak perlu malu saat kedatangan Tuhan kedua kali. Kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali dan dipermuliakan bersama Dia.

  2. Memakai dua kasut.
    Yohanes 1:26-27
    1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
    1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."

    Yesus tidak mau mencopot kasutNya = Yesus memakai dua kasut, artinya Yesus siap untuk melakukan penebusan.

    Matius 11:11
    11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

    Baptisan air adalah perkara besar yang menentukan nasib kita di kemudian hari, masuk Sorga atau tidak. Sebab itu, Yesus mengirimkan manusia paling besar yang pernah dilahirkan perempuan, itulah Yohanes Pembaptis.
    Yohanes Pembaptis pun tidak bisa membuka kasut Yesus, artinya penebusan oleh Yesus tidak bisa dihalangi oleh siapapun, bahkan setan pun tidak bisa menghalagi. Yesus tetap setia dan teguh untuk menebus kita dari dosa-dosa.

    Untuk apa Yesus menebus kita?
    • Untuk melepaskan kita dari dosa, sekaligus mengangkat kita menjadi imam dan raja.
      Setelah kita memiliki jabatan pelayanan dari Tuhan, ini harus kita pertahankan sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali.
      Meninggalkan jabatan pelayanan = melepas kasut = kehilangan penebusan, kehilangan kemurahan dan anugerah Tuhan, dan ini berarti kebinasaan untuk selama-lamanya.

    • Untuk menebus kita sampai menjadi Mempelai Wanita, masuk Pesta Nikah Anak Domba, bertemu Yesus di awan-awan saat kedatanganNya kedua kali.
      Wahyu 19:9
      19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

  3. Menanggalkan dua kasut.
    Keluaran 3:2,4-5
    3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
    3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

    Musa menanggalkan/ mencopot dua kasut = mengalami penebusan.
    Saat itu, Musa berada di Midian yang menunjuk pada penggembalaan.
    Dalam penggembalaan kita mengalami penebusan sehingga menjadi seperti bayi yang baru lahir yang tidak memakai kasut, artinya tidak mengandalkan kekuatan/ kemampuan sendiri, tetapi hanya berharap belas kasihan Tuhan. Sistem penggembalaan adalah sistem yang paling ampuh untuk memangkas segala kesombongan/ kehebatan kita.

    Seumur hidup Musa, hanya berharap pada anugerah dan belas kasih Tuhan:
    1. Awal hidup Musa.
      Keluaran 2:6
      2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

      Seharusnya Musa ini mati dan tidak ada harapan, tetapi dia hanya menangis dan akhirnya sampai ke tangan putri Firaun.
      Menangis = menyembah Tuhan, maka tangan belas kasihan Tuhan akan diulurkan untuk:
      • Memelihara dan melindungi kehidupan kita secara ajaib.
      • Menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil sekalipun.
      • Memberikan masa depan yang indah tepat pada waktuNya.

    2. Perjalanan hidup Musa.
      Keluaran 3:5
      3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

      Dalam perjalanan hidupnya, Musa menanggalkan dua kasut, artinya mengalami penyucian lahir dan batin, dan Musa tampil seperti bayi yang hanya menangis. Musa dipakai untuk membebaskan Israel dari Mesir, artinya kita akan dipakai dalam kegerakan hujan akhir. Kalau tidak mau disucikan, mempertahankan kekuatan sendiri, maka justru akan menjadi pembunuh anak-anak Tuhan.

      Tuhan tidak memandang ijazah atau kekayaan, tetapi Tuhan memandang bayi-bayi yang mau dipakai Tuhan.

    3. Akhir hidup Musa.
      Bilangan 20:8,10-11
      20:8 "Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya."
      20:10 Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini?"
      20:11 Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan ternak mereka dapat minum.

      Akhir hidup Musa tidak menjadi bayi lagi, dia memukul bukit batu. Musa mengandalkan kekuatan dan emosinya sendiri, sehingga dia gagal total dan tidak masuk Kanaan.

      Tetapi puji syukur, Musa masih diberi kesempatan untuk menjadi bayi lagi. Musa bisa berada di atas gunung penyembahan.

      Matius 17:2-3
      17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
      17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.

      Doa penyembahan = menarik belas kasihan Tuhan untuk mengadakan mujizat-mujizat:
      • Mujizat jasmani adalah Musa menginjakkan kaki di Kanaan, yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang gagal total diubah menjadi berhasil, yang hancur menjadi baik.
      • Mujizat rohani adalah keubahan hidup sedikit demi sedikit dari manusia daging menjadi manusia rohani, sampai suatu saat menjadi sama mulia seperti Yesus, menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top