Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14 terkena pada tujuh percikan darah di depan Tabut Perjanjian. Ini menunjuk pada sengsara daging gereja Tuhan bersama dengan Yesus, yang merupakan penyucian terakhir bagi gereja Tuhan untuk mencapai kualitas tidak bercela, kesempurnaan.

Wahyu 14 terbagi menjadi tiga bagian:
  1. Ayat 1-5 = pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus sebagai Anak Domba Allah (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2021).
  2. Ayat 6-13 = penghakiman.
  3. Ayat 14-20 = penuaian di bumi.

ad. 1.
Wahyu 14:2-5
14:2.Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah(1)dan bagaikan deru guruh yang dahsyat(2). Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi(3)yang memetik kecapinya.
14:3.Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru(4)di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
14:4.Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan(5). Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung(6)bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
14:5.Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta(7); mereka tidak bercela.

Ada tujuh fakta pengikutan terhadap Yesus sampai ke bukit Sion:
  1. Bagaikan desau air bah= tidak bisa dibendung (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 31 Agustus 2021sampai Ibadah Doa Malang, 02 September 2021).

  2. Bagaikan deru guruh yang dahsyat= kekuatan firman pengajaran (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 05 September 2021).

  3. Bagaikan bunyi kecapi= damai sejahtera, persekutuan/kesatuan, dan memenuhi aturan (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 September 2021sampai Ibadah Doa Malang, 16 September 2021).

  4. Suatu nyanyian baru= pengalaman kematian dan kebangkitan; penebusan; dan kesalehan (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 19 September 2021sampai Ibadah Doa Malang, 23 September 2021).

  5. Murni sama seperti perawan (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 26 September 2021).

  6. Menjadi korban sulung bagi Allah= kualitas sulung.

  7. Tidak berdusta= tidak bercela.


ad. 5. Murni sama seperti perawan.
Wahyu 14:4
14:4.Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

Pengertian murni sama seperti perawan (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 26 September 2021):
  1. 'tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan'= menolak ajaran-ajaran palsu.
  2. Setia pada satu Laki-laki= setia pada satu pengajaran yang benar.
Kalau digabungkan artinya menempatkan Yesus sebagai kepala.

Jika gereja Tuhan berkualitas murni sama seperti perawan, gereja Tuhan akan mengikuti Yesus Anak Domba Allah ke mana saja Dia pergi. Ini sama dengan pengikutan tubuh terhadap Kepala.
Praktiknya adalah aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, yang ditampilkan di bukit Sion, diangkat ke awan-awan yang permai, masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru, pelabuhan damai sejahtera.

Maitus 8:18-19
8:18.Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19.Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."

Pengikutan tubuh terhadap Kepala bagaikan kapal yang bertolak ke lautan sampai tiba di pelabuhan damai sejahtera (Yerusalem baru).
Menyeberang, artinya:
  1. Memerlukan pengorbanan-pengorbanan (waktu, tenaga, pikiran, keuangan, perasaan dan lain-lain).
    Yesus berkorban nyawa, sehingga bangsa kafir bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Kita juga. Semua harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, kecuali firman pengajaran yang benar (pribadi Yesus).
    Tanpa firman pengajaran yang benar, semua akan hancur.

  2. Menghadapi tantangan dan rintangan yang hendak menenggelamkan kapal kehidupan kita, sehingga tidak mencapai pelabuhan damai sejahtera tetapi binasa selamanya.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna untuk mencapai Yerusalem baru:
  1. Kita harus mengalami penyucian oleh Yesus sebagai guru.
    Mengapa kita harus mengalami penyucian? Karena kita menghadapi tantangan dan rintangan, yaitu:
    • Serigala= roh jahat, menunjuk pada keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah, sehingga tidak bisa berkorban, padahal pembangunan tubuh Kristus yang sempurna butuh pengorbanan.
      Matius 8:20
      8:20. Yesus berkata kepadanya: "
      Serigalamempunyai liang dan burungmempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."
    • Burung= roh najis, yang mengarah pada dosa makan-minum (merokok, mabuk, dan narkoba), dan dosa kawin mengawinkan (nikah yang salah).

      Contoh kehidupan yang dikuasai roh jahat dan najis: Herodes mengambil Herodias, istri Filipus (roh najis), kemudian memasukan Yohanes Pembaptis ke dalam penjara bahkan membunuhnya (roh jahat).

      Wahyu 18:2
      18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahatdan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burungyang najis dan yang dibenci,

      Roh jahat dan najis akan mengarah pada pembangunan tubuh Babel.

      Jadi, serigala dan burung menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dan membawa pada pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan dalam satu jam.

    • Tubuh yang mati.
      Matius 8:21-22
      8:21. Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
      8:22. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan
      orang-orang matimereka."

      Roma 8:13
      8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

      Tubuh yang mati artinya dikuasai oleh daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya, sehingga tidak taat pada firman pengajaran yang benar.

      Galatia 5:19-21
      5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

      Salah satu tabiat daging adalah tidak setia karena perkara-perkara dunia.

      Tubuh yang mati juga berarti tidak berubah, tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiatnya, sama dengan dicap 666. Itulah Antikris yang akan dibinasakan selamanya.

    Kita harus mengalami penyucian dari roh jahat, roh najis, dan tubuh yang mati, supaya kita tidak tenggelam di lautan dunia tetapi bisa lanjut dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai tiba di Yerusalem baru, pelabuhan damai sejahtera.

    Bagaimana caranya mengalami penyucian? Lewat bertemu Yesus sebagai guru. Artinya kita harus menerima firman pengajaran yang benar.
    Matius 8:19
    8:19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."

    Sebenarnya firman Allah hanya untuk bangsa Israel, tetapi karena sebagian menolak, maka bangsa kafir bisa mendapatkan kemurahan dan kesempatan untuk mendengarkan firman sampai mencapai hidup kekal.
    Kisah Rasul 13:46
    13:46. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

    Hanya bangsa kafir yang sombong yang tidak mau sungguh-sungguh menerima firman.

    Sikap yang benar adalah merendahkan diri serendah-rendahnya untuk bisa mendengar firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh sampai taat dengar-dengaran oleh pertolongan Roh Kudus.

    1 Petrus 1:22
    1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    'ketaatan kepada kebenaran'= taat pada firman pengajaran yang benar.
    Kita disucikan dari serigala, burung, dan tubuh yang mati lewat mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, sehingga kita bisa hidup dalam kesucian dan saling mengasihi.

    Kalau sudah suci dan saling mengasihi, Tuhan akan mempercayakan jabatan pelayanan (jubah yang indah).

    Efesus 4:11-12

    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna menuju pelabuhan damai sejahtera. Kita tidak berhenti di tengah jalan apalagi tenggelam. Yang penting ada pedang firman. Semakin suci, semakin saling mengasihi, kita akan semakin dipakai Tuhan dan hidup semakin indah.

  1. Kita harus mengalami pelayanan pendamaian oleh Yesus sebagai Imam Besar.
    Matius 8:23-26
    8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
    8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
    8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
    8:26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

    Yesus bisa tidur sekalipun di tengah gelombang laut. Ini adalah tanda hati damai.

    Mengapa kita harus mengalami pelayanan pendamaian? Karena kita menghadapi angin ribut dan gelombang, yaitu kegoncangan dan krisis di segala bidang, masalah yang mustahil, ketakutan/ stres yang semakin meningkat di akhir zaman.

    Lukas 21:25-26
    21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26.
    Orang akan mati ketakutankarena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

    Bagi dunia, kegoncangan, kemustahilan, dan ketakutan adalah pembunuh utama. Ini tujuan setan. Tetapi tujuan Tuhan adalah dalam keadaan goncang kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, setia dalam ibadah pelayanan, ditambah percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan.

    Hagai 2:7-8
    2:7. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
    2:8. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka
    Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.

    Angin dan gelombang tidak bisa diprediksi, dan tenggelamnya perahu bukan bergantung pada besar kecilnya ombak, tetapi ada Yesus atau tidak. Kalau kita setia, berarti Yesus ada. Kalau belum ditolong, berarti Tuhan sedang menguji kesetiaan kita dan percaya kita kepada Dia.

    Matius 8:24

    8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.

    Bagaimana cara Yesus menolong? Ia tidur di tengah gelombang, artinya Ia rela mati di kayu salib.
    Yohanes 11:13
    11:13. Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.

    Ibrani 2:14-15
    2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
    2:15. dan supaya dengan jalan demikian
    Ia membebaskan merekayang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

    Yesus harus mati di kayu salib untuk menjadi korban pendamaian untuk:
    • Menghapus dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita.
    • Mengalahkan maut/ setan yang berkuasa atas angin dan gelombang.

    Yesus tidur juga berarti ketenangan di tengah gelombang. Ini bukti menang atas maut.

    Yesus bukan hanya mati, tetapi Ia juga bangkit, naik ke Sorga, dan menjadi Imam Besar untuk menolong kita tepat pada waktunya.

    Ibrani 2:16-18

    2:16. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
    2:17. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya
    Ia menjadi Imam Besaryang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.


    Bukti kita mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar sehingga kita tertolong adalah diam dan tenang.
    Markus 4:39
    4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

    • Diam= berdiam diri, banyak koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ditemukan dosa, kita harus mengaku kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita bertobat.
      Kalau tidak ditemukan dosa, kita tetap diam, tidak membela diri. Ini namanya percikan darah/ sengsara karena Yesus. Kalau ada tanda darah, berarti kita berada di dalam tangan Yesus yang memercikkan darah.

    • Tenang= menguasai diri sehingga bisa berdoa. Ini adalah dupa, berarti kita berada di tangan Imam Besar yang membawa dupa.

    Jadi, kalau kita mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar, maka kita bisa bertobat dan berdoa di tengah gelombang, sehingga kita berada di dalam tangan Imam Besar.

    Hasilnya adalah:
    • Roh kemuliaan sanggup menolong kita tepat pada waktunya, semua masalah yang mustahil selesai pada waktunya.
    • Semua enak dan ringan. Kita bisa lanjut dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, tidak berhenti di tengah jalan.

  2. Kita harus digembalakan dengan benar dan baik.
    Matius 8:28-34
    8:28. Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu.
    8:29. Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
    8:30. Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
    8:31. Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
    8:32. Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
    8:33. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
    8:34. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

    Perikop: dua orang yang kerasukan setan disembuhkan.

    Kesalahan kita adalah tidak mau tergembala setelah diberkati, ditolong, dan dipakai Tuhan.
    Hati-hati! Setiap jabatan pelayanan dan karunia harus digembalakan. Kalau tidak, pasti akan tersesat. Jangan sombong.

    Kalau bangsa kafir tidak digembalakan, akibatnya adalah:
    • Kerasukan setan seperti dua orang di Gadara.
      Kerasukan setan sama dengan digembalakan maut, dan suka di kuburan.

      Mazmur 49:15
      49:15. Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

      Bukti digembalakan maut adalah suka pada suasana kuburan/ perpanjangan tangan maut, yaitu diskotik, tontonan yang tidak baik, gedung bioskop, ibadah tanpa penyucian, nikah yang salah, dan sebagainya.

    • Kembali menjadi anjing dan babi.
      Anjing= perkataan sia-sia, dusta, fitnah.
      Babi= perbuatan-perbuatan dosa dan puncaknya dosa, perbuatan yang merugikan orang lain sampai membalas kebaikan dengan kejahatan.

    Matius 8:32-34
    8:32. Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
    8:33. Maka larilah
    penjaga-penjaga babiitu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
    8:34. Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, merekapun
    mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

    Hati-hati! Ada juga penggembalaan yang tidak benar, yaitu gembalanya menjaga babi, bukan domba.
    Artinya gembalanya tidak benar dan tidak suci, tetapi hanya mencari keuntungan jasmani. Domba-domba juga bisa begitu, yaitu masuk ibadah hanya untuk mencari keuntungan jasmani, lebih memilih babi dari pada keselamatan manusia.

    Yohanes 10:1
    10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;

    Domba harus tergembala dengan benar dan baik, yaitu:
    • Masuk pintu sempit untuk masuk kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa.

      Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan terhadap serangan serigala. Kita aman, dan bertumbuh ke arah kedewasaan rohani.

    • Memperhatikan suara gembala yang meniup bunyi sangkakala.
      Yohanes 10:3
      10:3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

      1 Korintus 15:51
      15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
      15:52. dalam sekejap mata, pada waktu
      bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

      Bunyi sangkakala= firman pengajaran yang keras dan diulang-ulang sehingga menjadi komando apa yang harus kita lakukan, supaya kita mengalami penyucian dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari jujur soal firman pengajaran.

      Kalau sudah ikuti komando, akan ada jaminan dari Tuhan kita akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan baik kita meninggal atau hidup sampai Dia datang. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali.

    • Memperhatikan korban Gembala.
      Yohanes 10:11
      10:11. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

      Artinya adalah:
      1. Menyatukan tubuh dengan Kepala.
      2. Kemurahan dan kebaikan Tuhan yang bisa melakukan apa saja bagi kita.

      Yesaya 52:13-14
      52:13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
      52:14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

      Yesus rela menjadi buruk bahkan seburuk setan untuk menolong kita. Inilah kemurahan dan kebaikan Tuhan.
      Dia menolong kita dalam kejatuhan, yang busuk jadi harum, kegagalan jadi berhasil dan indah, yang lemah dikuatkan, yang mustahil jadi tidak mustahil.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Firdaus dan Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Oktober 2015 (Kamis Sore)
    ... nikah yang salah . Akibatnya adalah banyak hamba Tuhan pelayan Tuhan yang menjadi tiang garam seperti istri Lot. Matius Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar dengan apakah ia diasinkan Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Tiang garam sama dengan garam yang tawar sama dengan kehidupan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2020 (Selasa Sore)
    ... Sorgawi memilih tempat di sebelah kiri. Pengkhotbah . Hati orang berhikmat menuju ke kanan tetapi hati orang bodoh ke kiri. Tempat di sebelah kiri adalah tempatnya kambing bukan domba Matius . Jadi lima gadis yang bodoh adalah gereja Tuhan yang tampil seperti kambing. Praktik sehari-hari tampil seperti kambing Tidak mantap dalam penggembalaan sampai dengan ...
  • Ibadah Raya Malang, 24 Juni 2012 (Minggu Pagi)
    ... memvonis menuntut Yesus Kristus dengan hukuman mati di kayu salib. Peranan bangsa Kafir diwakili oleh Pilatus adalah melaksanakan hukuman mati bagi Yesus Kristus di kayu salib. Jadi Israel dan Kafir sama-sama membutuhkan Yesus Kristus sebagai Raja Kebenaran yang mati di kayu salib. Matius Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 20 Juli 2010 (Selasa Siang)
    ... Tuhan. Jumlah korban juga dilipatgandakan berarti ada pesta ada kebahagiaan. Jadi dalam tahbisan Mempelai kita mengalami suasana pesta sampai mengarah pada Pesta Nikah Anak Domba Allah saat Yesus datang kedua kali. Korban pendamaian ini juga untuk Mezbah Korban Bakaran. hari ekor lembu. Angka menunjuk pada kesempurnaan. Jadi pada Mezbah Korban Bakaran kita tidak hanya ...
  • Ibadah Doa Malang, 18 November 2014 (Selasa Sore)
    ... kelebihan tanpa kasih mula-mula hanya akan menjadi suatu kebanggaan kesombongan sehingga sidang jemaat Efesus jatuh ke lubang yang dalam dan kaki diannya diambil masuk dalam kegelapan yang paling gelap. Jika kelebihan ditambah kasih mula-mula akan menjadi karunia-karunia dari Roh Kudus jabatan pelayanan dari Anak Allah perbuatan ajaib kasih dari Allah ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2013 (Minggu Sore)
    ... diambil dari padanya' . Keluaran - . Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka untuk menguduskan mereka supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela . roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi yang diolah dengan minyak dan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 22 Maret 2017 (Rabu Sore)
    ... dan masa depan. Akibatnya berlawanan dengan ayat Jangan kamu kuatir tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya artinya kalau kita kuatir akibatnya Kita tidak akan bisa mengutamakan perkara sorga--tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN. Tidak percaya dan tidak taat pada firman Allah sehingga tidak bisa hidup benar banyak pertanyaan tentang ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Maret 2018 (Sabtu Sore)
    ... hambanya perempuan atau lembunya atau keledainya atau apapun yang dipunyai sesamamu. Jadi keinginan itu dikendalikan oleh dua hal Roh jahat yaitu keinginan untuk memiliki harta warisan orang lain. Roh najis yaitu keinginan untuk memiliki isteri orang lain keinginan najis dosa percabulan . Keinginan jahat dan najis ini membawa manusia pada ...
  • Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 14 Mei 2015 (Kamis Sore)
    ... rohani maka kita akan melihat kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan kita akan terangkat bersama Dia selamanya. Bagaimana kita bisa berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang seperti pencuri Markus - Hati-hatilah dan berjaga-jagalah Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti ...
  • Ibadah Raya Malang, 29 November 2009 (Minggu Pagi)
    ... MARTA Gambaran kehidupan yang sibuk sekali melayani namun tidak mendengar dan tidak dengar-dengaran pada Firman Pengajaran yang benar tidak mau mendengar Firman yang penting melayani tanpa arah menuju Yesus sebagai Kepala Firman adalah komando dalam pelayanan kita. Kalau kita melayani tanpa Firman Tuhan tidak menjadi Kepala dalam pelayanan justru diri ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.