Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14:1-5 adalah tentang pengikutan kita kepada Yesus sebagai Anak Domba Allah, sampai mencapai kualitas sempurna sebagai mempelai wanita Sorga (Bukit Sion). Pada ayat 2-5, terdapat 7 fakta pengikutan gereja Tuhan yang ditandai dengan percikan darah (salib) hingga mencapai kesempurnaan.
  1. Ayat 2a: bagaikan desau air bah.
  2. Ayat 2b: bagaikan deru guruh yang dahsyat.
  3. Ayat 2c: bagaikan bunyi kecapi.
  4. Ayat 3: bagaikan bunyi nyanyian baru.
  5. Ayat 4a: murni bagaikan perawan.
  6. Ayat 4b: korban-korban sulung bagi Allah.
  7. Ayat 5: tidak berdusta = tidak bercela.

Ad. 4. Pengikutan bagaikan bunyi nyanyian baru.
Nyanyian baru adalah nyanyian dari pengalaman kematian dan kebangkitan masing-masing secara pribadi bersama Yesus.
  • Pengalaman kematian dan kebangkitan (nyanyian baru) tidak bisa ditiru ataupun dihalangi oleh orang lain.
  • Tujuannya adalah supaya kita mengalami pembaharuan hidup, mati kemudian bangkit, sehingga tidak bosan, tidak kecewa, tidak putus asa, bahkan menjadi nyanyian pemujaan dari hati yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, nyanyian yang bisa menggetarkan hati Tuhan.
Nyanyian baru akan semakin membesar dan menjadi kuat sampai menjadi suara himpunan besar orang banyak dengan sorak-sorai di awan-awan permai, menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan.

Wahyu 19:6
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Pengikutan seperti bunyi nyanyian baru = pengikutan dengan pembaharuan dari manusia darah daging menjadi manusia rohani yang sempurna sama seperti Yesus.
Mengapa manusia harus mengalami pembaharuan? Tanpa pembaharuan, kita akan turun. Tetapi dengan pembaharuan, kita bisa terus naik sampai ke gunung Yerusalem baru.

1 Korintus 15:50-51
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

Rahasia tentang garis akhir kehidupan gereja Tuhan di dunia adalah 'kita tidak akan mati semuanya'. Artinya ada dua macam akhir hidup gereja Tuhan, yaitu:
  • meninggal dunia dalam Yesus, atau
  • hidup sampai Tuhan Yesus datang kedua kali.
Meninggal atau pun tetap hidup sampai Yesus datang, tidak penting bagi kita untuk hal mewarisi Sorga. Semuanya adalah kewenangan dan kemurahan Tuhan atas hidup kita. Tetapi, yang penting bagi kita adalah selama hidup harus mengalami pembaharuan sampai sempurna sama mulia seperti Yesus, untuk bisa mewarisi Kerajaan Sorga yang kekal (Yerusalem baru).

1 Korintus 15:52
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Saat Yesus datang kedua kali dengan suara nafiri terakhir, akan terjadi dua hal:
  • Mereka yang meninggal dalam Yesus, yang selama hidupnya mengalami pembaharuan, akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan.
  • Mereka yang tinggal hidup sampai Tuhan datang dan mengalami pembaharuan, akan diubahkan dalam sekejap mata untuk mendapat tubuh kemuliaan.
Keduanya akan disatukan sebagai satu tubuh Kristus yang sempurna. Oleh sebab itu, selama masih hidup, kita harus saling menasihati, saling bersaksi dan menguatkan, supaya kita semua mengalami keubahan hidup ke arah manusia rohani. Suatu waktu, kita bersama bisa menyambut kedatangan Yesus dalam sorak-sorai "Haleluya".

Amos 8:3
8:3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah firman Tuhan ALLAH. "Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam.

Kalau nyanyian kita memuji Tuhan hanya karena emosi, mengandalkan kepandaian dan pengalaman, tetapi tanpa keubahan hidup, maka suatu waktu akan menjadi ratapan dan keluh kesah yang dahsyat seperti saat Mesir ditinggalkan Israel.

Wahyu 19:21
19:21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Sebagai keadaan kontras, kelak saat Yesus datang kedua kali, akan ada sorak-sorai mereka yang mengalami keubahan dan kemuliaan. Sedangkan mereka yang tidak mengalami keubahan akan masuk pesta pembantaian.

Proses pembaharuan dengan pengalaman kematian dan kebangkitan bersama Yesus, ditinjau dari Tabernakel (Kerajaan Sorga):
  1. Pembaharuan lewat baptisan air (Kolam Pembasuhan).
    Lukas 3:3,7-14
    3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
    3:7 Lalu ia berkata kepada orang banyak yang datang kepadanya untuk dibaptis, katanya: "Hai kamu keturunan ular beludak! Siapakah yang mengatakan kepada kamu supaya melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
    3:9 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, akan ditebang dan dibuang ke dalam api."
    3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
    3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
    3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
    3:13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."
    3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."


    Yohanes pembaptis adalah manusia terbesar yang diutus Allah untuk membaptis Yesus. Baptisan air adalah perkara besar karena menentukan dasar pembaharuan, menentukan kita selamat atau tidak, masuk Sorga atau tidak. Oleh sebab itu, tidak heran jika setan berusaha mengacaukan baptisan air dalam gereja Tuhan, mengakibatkan ada banyak macam baptisan air yang tidak lagi sesuai dengan Alkitab, sehingga merusak kesatuan tubuh Kristus.

    Bagaimana baptisan air yang benar?
    Kita harus memperhatikan firman penginjilan yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali (Efesus 1:13), sehingga kita bisa percaya Yesus, bertobat, serta dibaptis dengan air dan Roh. Siapa yang harus dibaptis? Bangsa Israel dan bangsa Kafir sama-sama semua harus dibaptis, sehingga bisa disatukan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Syarat baptisan air yang benar adalah percaya Yesus dan bertobat (mati terhadap dosa).

    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah sesuai kehendak Tuhan (sesuai Alkitab). Orang yang sudah bertobat harus dikuburkan dalam air di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Sehingga saat keluar dari air, kita menerima hidup baru dalam urapan Roh Kudus, kehidupan yang cocok untuk hidup di Sorga.

    Matius 3:16
    3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari airdan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Roma 6:4
    6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkanbersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Hasil baptisan air adalah hidup sorgawi dengan buah-buah rohani.

    Lukas 3:10-14
    3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
    3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
    3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
    3:13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."
    3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."


    Efesus 5:8-9
    5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
    5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,


    Hidup sorgawi artinya menghasilkan buah terang, yaitu terang kebaikan (hanya berbuat baik kepada orang lain, membalas kejahatan dengan kebaikan), buah kebenaran, dan buah keadilan. Kita tidak hidup lagi dalam kegelapan, tetapi kita hidup dalam iman, sebagai keturunan Abraham yang berhak menerima janji Tuhan, yaitu berkat Abraham secara jasmani dan rohani sampai ke anak-cucu.

    Proses berbuah memang butuh waktu. Demikian juga kita harus sabar menunggu waktu untuk buah menjadi manis, berbuah pada waktunya. Seringkali kita tidak sabar menunggu waktu Tuhan. Kita harus memiliki syarat, pelaksanaan, dan hasil baptisan air yang benar. Jangan menjadi keturunan ular beludak, tetapi menjadi keturunan Abraham yang diberkati dan berbuah pada waktunya.

  2. Pembaruan lewat penyembahan (Mezbah Dupa Emas).
    Lukas 9:28-29
    9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
    9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubahdan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.


    Sebagaimana ada baptisan air yang benar dan tidak benar, ada juga penyembahan yang benar dan tidak benar. Penyembahan yang benar harus didorong oleh firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Mengapa harus ada pekerjaan pedang lebih dulu?

    Mazmur 24:3-4
    24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
    24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.


    Pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua sanggup menyucikan kita mulai dari hati, perkataan, perbuatan.
    Doa penyembahan adalah proses kematian dan kebangkitan bersama Yesus, proses penyaliban daging dengan segala keinginan, tabiat, dan hawa nafsunya, sehingga kita bisa mengalami keubahan/ pembaharuan.

    Apa yang perlu diubahkan? Wajah yang tidak berkenan harus diubahkan [Lukas 9:29], yaitu:
    • Wajah muram Kain dalam ibadah dan nikah karena iri, dendam, benci tanpa alasan, sehingga ibadah dan nikahnya ditolak Tuhan.
      Wajah muram harus diubah menjadi berseri, artinya hati damai sejahtera, saling mengasihi.

      Kejadian 4:4-5
      4:4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
      4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.


    • Wajah muram Ibu Hana karena stres, depresi [1 Samuel 1] menyangkut nikah dan buah nikah, termasuk dalam ibadah.
      Kita harus diubah supaya bisa selalu mengucap syukur kepada Tuhan apapun yang kita hadapi saat ini, tetap percaya dan berharap Tuhan.

    • Wajah dua murid dalam perjalanan ke Emaus yang dalam keadaan kecewa dan putus asa.
      Lukas 24:17-18,20-21
      24:17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.
      24:18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"
      24:20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.
      24:21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.


      Mereka sudah dalam firman pengajaran, tetapi tidak ada pengalaman salib (3 hari tidak terjadi apa-apa), sehingga mudah putus asa, mudah bangga, mudah kecewa, mudah meninggalkan Tuhan.

    • Wajah ketakutan (pucat) murid-murid juga harus diubahkan. Tidak boleh ada lagi ketakutan, kekuatiran, kegelisahan, termasuk takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan. Kita diubahkan menjadi takut kepada Tuhan, membenci dosa, tidak mau berbuat dosa, apa pun resikonya.

      Lukas 9:33-34
      9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
      9:34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.

    • Wajah buruk (berdusta, jahat, najis) harus diubah lewat korban Kristus yang sudah rela wajahNya dijadikan buruk di atas kayu salib.
      Kita perlu menyembah Tuhan, biarkan Tuhan yang bekerja untuk menolong kita dalam menghadapi apapun, sehingga wajah bisa berseri, damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan pada waktunya.

  3. Pembaharuan lewat percikan darah (Ruangan Maha Suci).
    2 Korintus 4:16-18
    4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
    4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.


    Percikan darah = sengsara tanpa dosa karena Yesus, bersama Yesus. Percikan darah merupakan penyucian dan pembaharuan terakhir bagi kita. Contoh: sengsara karena beribadah dan melayani Tuhan, sengsara karena mempertahankan firman pengajaran yang benar, sengsara dalam doa semalam suntuk, sengsara karena difitnah dan dijelekkan tanpa salah.

    Tuhan mengizinkan percikan darah (pengalaman kematian dan kebangkitan) supaya kita mengalami keubahan pandangan. Kita memiliki pandangan rohani yang hanya tertuju pada Yesus yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa. Artinya, kita menjadikan Yesus sebagai yang paling menarik, yang terutama, yang paling kita kasihi.

    Prakteknya adalah:
    • Mazmur 119:16
      119:16 Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

      Pribadi Yesus = firman pengajaran yang benar. Kita harus bergemar dalam firman Allah, menikmati firman Allah.
      Apa pun yang terjadi dalam ibadah, kita fokus makan firman dengan rasa lapar (membutuhkan), sehingga kita bisa kenyang/ puas (bisa mengucap syukur, tidak perlu mencari kepuasan di dunia), kuat (tetap mengikut Yesus sampai garis akhir, tidak tersandung, tidak jatuh), serta bisa bertumbuh ke arah kedewasaan rohani (hidup dalam kesucian).

    • Kolose 3:1-2
      3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
      3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.


      Kita mencari perkara Sorga lebih dari perkara apapun di dunia = kita bisa setia dan berkobar-kobar dalam ibadah dan pelayanan kepada Tuhan.

      Hamba Tuhan yang suci, setia, dan berkobar-kobar = biji mata Tuhan yang bagaikan nyala api, kita mengasihi dan dikasihi Tuhan.

    • Yesaya 57:15
      57:15 Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

      Kita menyembah Tuhan dengan hancur hati, mengasihi Tuhan, bersandar di dada Tuhan. Kita hanya merasakan degup jantung (kasih setia) Tuhan = menyembah Tuhan dengan tersungkur.

      Contoh 1: Rasul Yohanes tadinya juga ketakutan, lari dari Getsemani. Tetapi bisa bersandar pada Yesus dan hidup matinya di tangan Tuhan. Kita boleh berusaha segala sesuatu untuk hidup kita, tetapi semua ditentukan oleh tangan Tuhan. Kita hanya bisa menangis di bawah kaki Tuhan.

      Yohanes 21:20-22
      21:20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
      21:21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
      21:22 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

      Contoh 2: Raja Daud yang dikasihi Tuhan. Ada kejatuhan dan kegagalan, tetapi kalau kita mengaku dosa [Mazmur 51], Tuhan masih bisa mengangkat, memulihkan, menjadikan berhasil dan indah pada waktunya. Kita hanya mengandalkan belas kasih Tuhan.

      Mazmur 4:4
      4:4 Ketahuilah, bahwa TUHAN telah memilih bagi-Nya seorang yang dikasihi-Nya; TUHAN mendengarkan, apabila aku berseru kepada-Nya.

      Contoh 3: Maria yang sabar menunggu waktu Tuhan untuk menolong dan membangkitkan Lazarus. Apa yang menurut manusia sudah mustahil, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Kesedihan dan air mata bisa diselesaikan Tuhan pada waktunya. Lazarus dibangkitkan, yang busuk diubahkan menjadi harum pada waktunya.

      Yohanes 11:32
      11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

      Saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna. Kita tinggal menunggu waktu Tuhan untuk masuk Yerusalem baru kekal selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 25 Januari 2009 (Minggu Sore)
    ... Lot adalah gambaran gereja Tuhan yang sudah selamat tetapi tidak mencapai kesempurnaan sebab menoleh ke belakang dan akibatnya adalah menjadi tiang garam garam yang tawar. Sama seperti Israel yang diselamatkan tetapi tidak masuk Kanaan. Menoleh ke belakang artinya Ada ikatan Sodom dan Gomora. Mulai dengan ikatan kekayaan Sodom dan Gomora keinginan jahat ...
  • Ibadah Doa Malam Malang, 27 April 2017 (Kamis Malam)
    ... mau diutus oleh Tuhan maka pasti akan diutus oleh setan untuk pembangunan Babel. Ada dua macam bekal pengutusan Dua pedang yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Lukas - Lalu Ia berkata kepada mereka Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi bekal dan kasut adakah kamu ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 16 Juni 2019 (Minggu Siang)
    ... bahaya. Gembala palsu pemimpin palsu--orang upahan--yaitu gembala yang tidak mau memberi makanan rohani yang benar kepada sidang jemaat sehingga ia membiarkan makanan rohani yang palsu--ajaran palsu--di dalam sidang jemaat. Akibatnya dosa dan puncaknya dosa termasuk nikah yang salah berkembang dalam sidang jemaat tidak ada suasana taman Eden dan ketinggalan saat ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 April 2013 (Senin Sore)
    ... kembali dan bangun berdiri. Tulang berbicara tentang kuasa kebangkitan. Kesimpulan Tulang Yusuf kuasa kebangkitan dalam Kabar Mempelai. Dalam perjalanan menuju Kanaan Samawi Yerusalem Baru kehidupan kita harus membawa Kabar Mempelai. Firman Mempelai adalah Firman yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali untuk menyucikan mengubahkan dan menyempurnakan kita. Untuk menuju Yerusalem Baru kehidupan kita harus ...
  • Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 29 Desember 2009 (Selasa Sore)
    ... menang atas dosa adalah berdamai dengan Tuhan dan sesama. Berdamai dengan Tuhan adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada Tuhan maka darah Yesus akan menutupi dosa kita. Berdamai dengan sesama adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada sesama dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau ada sesama yang minta ampun juga harus bisa ...
  • Ibadah Jumat Agung Malang, 03 April 2015 (Jumat Sore)
    ... Kristus ialah Allah. Susunan yang benar adalah Kristus menjadi Kepala dari laki-laki laki-laki kepala dari wanita. Kalau wanita menjadi kepala dari laki-laki berarti Kristus tidak bisa menjadi Kepala dalam ibadah dan rumah tangga. Yang menjadi kepala ialah ular. Ini adalah suatu ketelanjangan dan kehancuran. Pengajaran yang benar yaitu pengajaran mempelai melarang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juli 2018 (Kamis Sore)
    ... Pencipta Nikah tidak rela nikah manusia hanya untuk dihancurkan. Oleh sebab itu Tuhan mengundang nikah yang hancur untuk menjadi nikah yang mulia seperti Yesus yang layak menyambut kedatanganNya kedua kali. Kita bisa kembali ke Firdaus sampai kembali ke takhta Sorga selamanya. Undangan Tuhan adalah lewat Kabar Mempelai. Pemberitaan firman Allah ...
  • Ibadah Raya Malang, 19 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
    ... yang jelas yaitu seperti burung nazar memiliki pandangan yang jauh ke depan pandangan rohani. Ada macam pandangan pandangan jasmani yaitu beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara-perkara jasmani bahkan mengorbankan yang rohani untuk mendapatkan yang jasmani. Lukas - dalam Alkitab digambarkan sebagai perempuan bungkuk tahun dicap antikris. pandangan rohani yaitu ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 02 Januari 2011 (Minggu Sore)
    ... minum . Lalu merekapun akan menjawab Dia katanya Tuhan bilamanakah kami melihat Engkau lapar atau haus atau sebagai orang asing atau telanjang atau sakit atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau . Maka Ia akan menjawab mereka Aku berkata kepadamu sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah ...
  • Ibadah Doa Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Sore)
    ... luar dan dalam lahir dan batin seluruh hidup kita sampai sempurna seperti Tuhan. Dimeterai dengan meterai artinya tidak dibukakan rahasianya tidak ada wahyu dari Tuhan. Amsal Bila tidak ada wahyu menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Jika firman ada wahyu dari Tuhan maka sidang jemaat menjadi liar artinya ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.