English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 12 April 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tentang 7 kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Desember 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:1-3
10:1. Dan aku melihat seorang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Februari 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 6-7
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2009 (Kamis Malam)
Matius 24:43-44, pada saat kedatangan Yesus kedua kali, akan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alitab Surabaya, 27 September 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Februari 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7 bicara tentang buli-buli emas...

Ibadah Raya Malang, 16 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah penyucian terakhir yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 April 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN...

Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 06 Februari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:1
11:1 Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh,...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Januari 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 57-68
INI TENTANG SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan kesaksian, yaitu:
Saksi yang palsu/saksi dusta.
Saksi yang benar.
Malam ini kita masih...

Ibadah Doa Malang, 20 April 2010 (Selasa Sore)
digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Pelajaran...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay. 45-47=...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 28 Oktober 2012 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian. Artinya, sengsara yang dialami Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan kita.

Dalam Matius 27 ada 7 cerita yang menunjuk 7 percikan darah.
Kita mempelajari yang ke-7 yaitu kubur Yesus dijaga.

Matius 27:62-66
27:62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,
27:63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.
27:64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama."
27:65 Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya."
27:66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Imam kepala dan orang Farisi memeterai kubur Yesus dan menjaganya dengan penjaga-penjaga dari Pilatus, dengan tujuan untuk menghalangi kebangkitan Yesus.
Imam kepala dan orang Farisi ini adalah gambaran hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang menolak kuasa kebangkitan Yesus.

Ada 3 macam kuasa kebangkitan Yesus:
  1. Kuasa kebangkitan dalam firman pengajaran yang benar.
    Yohanes 5:24
    5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

    Firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri adalah firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Inilah firman pengajaran yang benar.

    Dalam Tabernakel, firman menunjuk pada 2 susun roti (masing-masing 6 tumpuk) di atas Meja Roti Sajian. Ini menunjuk 66 buku dalam Alkitab.
    Sekarang, Meja Roti Sajian juga menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

    Jadi, kita mengalami kuasa kebangkitan dalam firman pengajaran yang benar lewat ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

    Yohanes 6:60-61,65-66
    6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    6:65 Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."
    6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.


    Jika kita bisa menerima dan menikmati firman pengajaran yang benar, itu adalah semata-mata karena kasih karunia Tuhan.
    Jika kita tekun dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, itu juga hanya merupakan kasih karunia Tuhan.

    Matius 15:19-20
    15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
    15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

    Lewat ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, maka hati kita disucikan dari tujuh keinginan jahat dan najis, sehingga kita mengalami kuasa kebangkitan Tuhan yang memindahkan kita dari maut kepada hidup. Prakteknya adalah hidup benar dan suci, sampai suatu waktu sempurna tak bercacat cela seperti Yesus, untuk masuk hidup kekal selama-lamanya.

    Tetapi ada sikap penolakan terhadap kuasa kebangkitan Yesus, yaitu:
    • Bersungut-sungut atau berbantah-bantah saat mendengar firman pengajaran yang benar.
      Yohanes 6:61
      6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

    • Tidak mau mengerti dan tidak mau percaya pada firman pengajaran yang benar.
      Yohanes 6:64
      6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.

    • Mengundurkan diri dari firman pengajaran yang benar, tidak mau mengikut Yesus lagi tetapi mengikuti keinginan daging.
      Yohanes 6:66
      6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.


  2. Kuasa kebangkitan dalam Roh Kudus.
    Roma 8:11-13
    8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
    8:12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging.
    8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.


    Ini sudah dibuktikan saat Yesus mati, dan kemudian Roh Kudus yang membangkitkan.
    Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada Pelita Emas. Sekarang, Pelita Emas juga menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Raya.

    Jadi, kita mengalami kuasa kebangkitan dalam Roh Kudus lewat ketekunan dalam Ibadah Raya.

    Kuasa kebangkitan dalam Roh Kudus mematikan perbuatan-perbuatan daging yang membawa pada maut/ kebinasaan.

    Galatia 5:19-21
    5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu  --  seperti yang telah kubuat dahulu  --  bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


    Jika kuasa kebangkitan Roh Kudus mematikan perbuatan-perbuatan daging, maka kita akan mengalami pembaharuan/ keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kalau ada keubahan hidup, maka akan menghasilkan buah-buah Roh Kudus.

    Galatia 5:22-23
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.


    Sembilan buah Roh dibagi menjadi 3 kelompok:
    • Kasih, sukacita, damai --> tabiat Allah Bapa.
    • Kesabaran, kemurahan, kebaikan --> tabiat Anak Allah.
    • Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri --> tabiat Allah Roh Kudus. 
    Kalau menolak Roh Kudus dan mengikuti daging, maka yang ada adalah gambar setan. Tetapi kalau mau mematikan perbuatan daging, maka kita akan menerima gambar Allah Tritunggal.

    Sikap penolakan terhadap kuasa kebangkitan dalam Roh Kudus adalah tidak mau mengalami keubahan hidup, tetap mempertahankan tabiat daging, yang membawa pada kebinasaan kekal selamanya.


  3. Kuasa kebangkitan dalam kasih Allah.
    1 Yohanes 3:13-14
    3:13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
    3:14  Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

    Dalam Tabernakel, ini menunjuk pada Medzbah Dupa Emas. Sekarang, ini juga menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

    Jadi, kita mengalami kuasa kebangkitan dalam kasih Allah lewat ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

    Kuasa kebangkitan dalam kasih Allah sanggup memindahkan kita dari maut kepada hidup.

    Matius 5:43-45,48
    5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    5:45  Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
    5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."


    Kehangatan sinar matahari kasih Allah membuat kita bisa mengasihi sesama sampai bisa mengasihi musuh.
    Kalau kasih sudah menjadi sempurna, maka kita menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Sikap penolakan terhadap kuasa kebangkitan dalam kasih Allah adalah kebencian yang memuncak sampai kebencian tanpa alasan.

Sikap yang positif adalah selain berjuang di dunia, kita harus berjuang untuk mengalami kuasa kebangkitan dalam firman, Roh Kudus, dan kasih Allah, lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok dalam penggembalaan, supaya kita berpindah dari maut ke dalam hidup kekal. 

1 Korintus 15:50-52
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.


Kalau kita tekun dalam penggembalaan dan mengalami kuasa kebangkitan, maka sedikit demi sedikit kita diubahkan, sampai saat Yesus datang kembali kedua kali kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, untuk menerima hidup kekal selamanya.
Tetapi kehidupan yang menolak penggembalaan, akan tetap berada dalam maut untuk selama-lamanya.

Praktek sehari-hari hidup dalam kuasa kebangkitan:
  1. Kuat dan teguh hati.
    1 Korintus 15:53-58
    15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
    15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
    15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
    15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
    15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
    15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

    Artinya:
    • Berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.
    • Tidak bimbang, tidak kecewa, tidak putus asa saat menghadapi masalah, melainkan tetap berharap pada Yesus.
    • Tidak berbuat dosa apapun resikonya.

  2. Giat selalu dalam pekerjaan Tuhan, setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

Kalau kuat dan teguh hati dan setia, ini bagaikan mengulurkan dua tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan juga akan mengulurkan tangan kepada kita.
Hasilnya:
  1. Tangan Tuhan mampu menjadikan semua baik pada waktuNya dan memberikan kemenangan.
    1 Tawarikh 19:13
    19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

  2. Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Yosua 1:6
    1:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

  3. Jerih payah tidak sia-sia, artinya kita berhasil dan ada upah untuk hidup sekarang sampai upah hidup kekal selama-lamanya.
    1 Korintus 15:58
    15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

    Wahyu 22:3
    22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top