English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 6 tentang kebenaran Allah: ada pribadiNya,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Antanusa

Lukas 2:1-7 menunjukkan situasi menjelang kelahiran Yesus. Dalam ayat...

Ibadah Raya Malang, 15 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Salah satu arti dari "Abigail" adalah kegembiraan atau kebahagiaan Sorga.

Mazmur 32:1
32:1 Dari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2019 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Raya Malang, 22 Maret 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang sidang jemaat keempat di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Juli 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:3-4
6:3 Dan ketika...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Juli 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:10-13
9:10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada...

Ibadah Raya Malang, 10 Januari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51, berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali yang tidak terduga waktunya...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Agustus 2016 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Persekutuan Kartika Malang I, 30 Juni 2009 (Selasa Sore)
Lukas 23:43.
Tema kebaktian persekutuan tubuh Kristus kali ini adalah KEMBALI KE...

Ibadah Persekutuan Ambon III, 13 November 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata...

Ibadah Raya Surabaya, 23 November 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Maret 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus Menyangkal Yesus.

Jika kita tidak mau...

Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah penyucian terakhir yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Juni 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 3: 12-13
3:12. Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
3:13. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat Filadelfia yang menang--sekarang kepada kita--, yaitu kita akan DIJADIKAN SOKOGURU atau tiang penopang di Yerusalem baru dan tidak akan keluar lagi dari situ selama-lamanya.

Proses untuk bisa menjadi tiang penopang di Yerusalem baru--kerajaan Sorga yang kekal--, kita pelajari dari tiang-tiang pada Tabernakel/Kemah Suci.
Dulu, Musa naik ke gunung Sinai dan TUHAN memperlihatkan kerajaan Sorga kepada Musa dan ia diperintahkan TUHAN untuk membuat kerajaan Sorga di bumi, itulah Tabernakel. Jadi, belajar kerajaan Sorga sama dengan belajar Tabernakel.


3 macam tiang pada Tabernakel:

  1. Tiang-tiang di pelataran.
    Keluaran 27: 9-16
    27:9. "Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu.
    27:10. Tiang-tiangnya harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak.
    27:11. Demikian juga pada sebelah utara, pada panjangnya, harus ada layar yang seratus hasta panjangnya, tiang-tiangnya harus ada dua puluh dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak.
    27:12. Dan pada lebar pelataran itu pada sebelah
    barat harus ada layar yang lima puluh hasta, dengan sepuluh tiangnya dan sepuluh alas tiang itu.
    27:13. Lebar pelataran itu, yaitu
    bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta,
    27:14. yakni lima belas hasta layar untuk sisi yang satu di samping pintu gerbang itu, dengan
    tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu;
    27:15. dan juga untuk sisi yang kedua di samping pintu gerbang itu lima belas hasta layar, dengan
    tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu;
    27:16. tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya--tenunan yang berwarna-warna--dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu.



    Tiang di sebelah selatan ada 20, di sebelah utara ada 20, di sebelah barat ada 10, dan di bagian muka/timur ada 3+3+4 (ayat 13-16)= 10 tiang. Jadi, semuanya ada 60 tiang.

    60 tiang pelataran adalah orang-orang yang terpilih menjadi pahlawan iman atau tiang iman.

    Kalau mau menjadi tiang di Yerusalem baru, maka kita harus menjadi tiang iman.

    60 tiang terbagi menjadi 2 bagian:


    • 56 tiang (kecuali 4 tiang pada pintu gerbang tidak dihitung): dihitung mulai dari Abraham sampai dengan Yusuf, ayahnya Yesus (Lukas 3: 23-34).
      3:23. Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
      3:34. anak Yakub, anak Ishak,
      anak Abraham, anak Terah, anak Nahor,

      Ini semua adalah golongan orang bersunat, karena berasal dari keturunan Abraham; sejak dari Abraham sudah bersunat.


    • 4 tiang pintu gerbang: Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Lukas adalah bangsa kafir.


    Jadi, 60 tiang di pelataran--pahlawan iman--terdiri dari bangsa Israel dan bangsa kafir, artinya:


    • ini merupakan keadilan dan kemurahan TUHAN, sehingga bangsa kafir bisa menjadi tiang iman. Tidak ada alasan bagi kita, tinggal kita mau atau tidak. Kita bersyukur kepada TUHAN, karena kita juga bisa menjadi iman; bisa masuk Sorga dan jadi tiang penopang di Yerusalem baru.

      Jadi untuk bisa menjadi tiang penopang di Yerusalem baru, ditentukan mulai dari sekarang, bukan nanti.

      "Seperti kita sekolah, ditentukan bukan saat kenaikan kelas, tetapi saat ulangan harian dan sebagainya. Kalau nilai ulangan hariannya bagus, sudah pasti naik kelas. Tetapi kalau nilainya jelek, tidak akan pernah naik kelas. Itu kesalahan kami hamba TUHAN yang sering mengatakan, 'nanti..nanti...' Inilah pengajaran Tabernakel, yaitu praktis, sekarang ini penentuannya."

      Sebab itu kita bersyukur mendapat pengajaran Tabernakel ini, sebab kita tahu bahwa di bumi harus sama dengan di Sorga.


    • 1 Korintus 7: 19
      7:19. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

      'bersunat atau tidak bersunat tidak penting'= tidak penting bansa Israel atau kafir, semuanya boleh, tetapi yang penting di dalam arti kedua adalah TAAT DENGAR-DENGARAN pada firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara, apapun resikonya.

      Jadi, untuk jadi tiang iman bukan dilihat dari bersunat atau tidak bersunat, tetapi dari ketaatannya pada firman pengajaran yang benar.


    Salah satu contoh tiang iman adalah Abraham.
    Ibrani 11: 8
    11:8. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

    Karena iman, Abraham taat untuk meninggalkan negerinya dan menuju tempat yang tidak ia ketahui (hanya berkata: 'terserah Kau, TUHAN'). Ini adalah taat sampai daging tidak bersuara. Bahkan ia taat sampai mempersembahkn Ishak, anaknya yang tunggal.

    Hasilnya:


    • Kejadian 12: 1-2; 24:1
      12:1. Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
      12:2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
      24:1. Adapun Abraham telah
      tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.

      Hasil pertama: Abraham diberkati oleh TUHAN sampai masa tua dan menjadi berkat bagi orang lain. Kalau tidak taat, sama dengan kutukan. Adam dan Hawa tidak taat dan langsung masuk dalam kutukan. Tetapi begitu taat, kita akan langsung diberkati.

      Malam ini, apa yang TUHAN minta dan perintahkan untuk pekerjaan TUHAN, jangan ragu-ragu untuk taat! Tuhan sanggup memberkati kita sampai masa tua dan menjadi berkat bagi orang lain.

      Kejadian 14: 18-20
      14:18. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.
      14:19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
      14:20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

      Ada yang mengatakan: 'persepuluhan itu Taurat.' Salah! Sebelum Taurat, persepuluhan sudah ada.

      Rahasia berkat Abraham yang tidak pernah habis sampai masa tua adalah


      1. Abraham diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain dan
      2. Abraham mengembalikan persepuluhan milik Tuhan.

        Persepuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN dalam bentuk apapun, kita hidup dari TUHAN dan kita adalah milik TUHAN.

        Lewat persepuluhan, Abraham mengaku bahwa segala sesuatunya berasal dari TUHAN; pengakuan bahwa hidup kita dan segalanya adalah milik TUHAN.

        Kejadian 14: 21-23
        14:21. Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
        14:22. Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi:
        14:23. Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

        Hati-hati! Saat mau menjadi tiang iman, kita berhadapan langsung dengan Sodom, supaya kita gagal menjadi tiang iman, tetapi menjadi tiang garam seperti isteri Lot pada peristiwa Sodom-Gomora.

        Persepuluhan adalah cara TUHAN untuk memutus hubungan kita dengan Sodom dan Gomora, supaya kita tidak menoleh ke belakang--tidak terikat dengan Sodom-Gomora--dan menjadi tiang garam.

        Kalau persepuluhan saja tidak berani mengembalikan, tidak mungkin bisa menjadi tiang iman. Kalau hamba TUHAN seperti itu, bagaimana sidang jemaat? Padahal di dalam Alkitab, mamon adalah perkara terkecil. Kalau di rumah TUHAN, perpuluhan juga merupakan milik TUHAN yang terkecil. Kalau yang terkecil saja tidak berani, maka tiang akan goyah terus sampai menjadi tiang garam.

        Inilah hasil kalau kita taat dengar-dengaran pada perintah TUHAN. Kita diberkati TUHAN sampai ke anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain, ditambah dengan mengembalikan persepuluhan milik TUHAN. Jangan lupa pada yang di atas! Kita tidak akan pernah menjadi tiang garam, tetapi tetap menjadi tiang iman.

        Mulai sekarang ini, sekali kita menjadi tiang iman, jangan keluar lagi dan jangan pernah menileh ke belakang lagi! Pertahankan! Kita selamanya menjadi tiang iman sampai menjadi tiang penopang di Yerusalem baru.


    • Hasil kedua: Abraham masuk ke negeri perjanjian, yaitu Kanaan; Kanaan gambaran dari kegerakan.
      Artinya: kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--, yang dibutuhkan adalah tiang iman--orang yang taat. Kalau tidak taat, tidak bisa dipakai.

      Kita semua dibutuhkan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, sampai kita menjadi tiang penopang di Yeruslam baru dan tidak keluar dari sana selama-lamanya.


  2. Tiang pintu kemah.
    Keluaran 26: 36-37
    26:36. Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna.
    26:37. Haruslah kaubuat
    lima tiang dari kayu penaga untuk tirai itu dan kausalutlah itu dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, dan untuk itu haruslah kautuang lima alas dari tembaga."


    Tiang pintu kemah sama dengan tiang pengharapan; sesudah iman, ada pengharapan.

    Galatia 2: 9
    2:9. Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

    Pintu kemah terdiri dari 5 tiang dan di dalam Galatia 2, 5 tiang tersebut adalah Yakobus, Kefas--Petrus--, Yohanes, Paulus dan Barnabas.
    Salah satu contoh tiang pintu kemah adalah rasul Yohanes.

    Yohanes 13: 21-26
    13:21. Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
    13:22. Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
    13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu
    murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
    13:24. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
    13:25. Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
    13:26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

    'seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'= tiang yang roboh, yaitu Yudas Iskariot. Kita harus hati-hati. Tadi, ada tiang yang roboh, yaitu isteri Lot, sementara Abraham menjadi tiang iman yang tegak.

    'bersandar dekat kepada-Nya'= bersandar di dada TUHAN.
    'murid yang dikasihi-Nya'= rasul Yohanes adalah kehidupan yang dikasihi TUHAN dan mengasihi TUHAN lebih dari semua; posisinya bersandar di dada TUHAN.

    Praktik kehidupan yang dikasihi TUHAN dan mengasihi TUHAN--penuh dengan kasih: KUAT DAN TEGUH HATI.
    Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Kuat dan teguh hati, artinya tidak putus asa dan kecewa. Inilah yang disebut dengan tiang, yaitu kuat teguh hati; selalu berharap dan mengasihi TUHAN.

    Kehidupan inilah yang dibutuhkan oleh TUHAN, yaitu kehidupan yang taat dan kuat teguh hati.

    Praktik kuat teguh hati:


    • 2 Yohanes 1: 10-11
      1:10. Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
      1:11. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

      'tidak membawa ajaran ini'= tidak membawa pengajaran yang benar atau membawa ajaran lain.

      Praktik pertama: kuat teguh hati saat menghadapi ajaran palsu yang mendorong pada penyembahan palsu/penyembahan antikris. Kalau ajarannya palsu, penyembahannya pasti palsu.

      Sikap kita adalah tegas; jangankan mendengar atau bersekutu, memberi salampun tidak boleh.

      "Sekarang, kalau kita tidak bersekutu saja, sudah menjadi pergunjingan. Terserah. Kalau tahu ajarannya lain dan mengarah pada antikris, jangan diikuti. Sekarang sudah heboh. Kalau tidak datang, sudah saling menuduh. Padahal ini masih belum. Sebenarnya, kalau mengikuti ayat ini 100%, memberi salampun tidak boleh. Ini ajaran Alkitab, bukan ajaran Widjaja. Nanti satu waktu akan benar-benar sampai ke sana, yaitu tidak boleh memberi salam, benar-benar terpisah. Kalau mendengar ajaran lain, mungkin orang mengatakan: ia baik, tetapi ia sudah jauh dari dadanya TUHAN. Sebaliknya, kalau berpegang pada ajaran yang benar, mungkin orang mengatakan: ia sombong dan sebagainya , tetapi ia tetap di dada TUHAN. Pertahankan ini!"

      Tadi, posisi rasul Yohanes bersandar di dada TUHAN. Kalau ia mau menerima ajaran lain, berarti ia harus korbankan dadanya TUHAN.
      Begitu juga kita. Kalau kita mau mendengar ajaran lain, berarti kita mau keluar dari dadanya TUHAN, lepas dari dadanya TUHAN.

      Tegas menolak ajaran lain, artinya kita harus tegas untuk tidak memberi kesempatan satu kalipun untuk mendengar ajaran lain dan tegas untuk berpegang teguh pada ajaran yang benar.

      Jangan sampai goyah, bimbang atau mendua hati soal pengajaran! Itu sama dengan tiang yang goyah.
      Kalau tiang sudah goyah, maka kehidupan itu akan kosong, tidak tenang hidupnya, dan tidak mendapatkan apa-apa, benar-benar terlantar hidupnya sampai rubuh dan hebatlah kerusakannya--binasa (Yakobus 1: 6-8).
      Ini yang harus dijaga, sebab kuat teguh hati inilah yang bisa mencapai Yerusalem baru.

      Mari, hari-hari ini kita kuat teguh hati. Kalau sudah yakin dengan pengajaran yang kita terima, jangan memberi kesempatan untuk mendengar ajaran lain! Nanti seperti Hawa atau Salomo yang merasa kuat.

      Hawa mendengar suara ular, sekalipun ia sudah tahu yang benar dan sudah merasakan hasilnya. Kalau ditaati, ia sudah bahagia, ada dalam suasana Firdaus. Tetapi begitu ia tinggi hati--tinggi hati sama dengan rapuh, kalau rendah hati sama dengan kuat teguh hati, hanya mendengar suara TUHAN--, akhirnya yang benar ia tinggalkan.

      Ini pasti terjadi. Kalau sudah bimbang, yang benar pasti ditinggalkan dan yang salah diambil. Salomo juga demikian. Dia pegang pedang terus dan ia sudah makmur, sudah hebat, masalah nikah-buah nikahpun beres, sekalipun ia masih muda. Tetapi di masa tua--sudah berpengalaman--, ia mendengar ajaran isteri-isterinya dan ia kalah. Pedangnya yang diletakkan. Yang benar yang diletakkan. Yang sudah jadi pengalaman hidup dan memberkati dia, itulah yang dibuang.
      Hati-hati! Itu sebabnya tadi disebutkan: tidak tenang hidupnya, kosong, tidak mendapatkan apa-apa dan terlantar hidupnya sampai rubuh dan hebatlah kerusakannya.


    • Bilangan 13: 27-29, 32
      13:27. Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
      13:28. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
      13:29. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan."

      13:32. Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

      Ayat 27= 10 pengintai mengakui kuasa firman.
      Ayat 28= 'hanya.....'= suara daging yang membuat mereka kecewa.

      Paktik kedua: kuat teguh hati saat menghadapi masalah dan pencobaan sampai masalah yang mustahil sekalipun.

      Ayat 32= 10 pengintai ini membawa kabar busuk.
      Kabar busuk adalah pengajaran yang benar--mereka mengakui kuasa firman--, tetapi ditambah suara daging. Inilah yg menimbulkan sungut-sungut, kecewa dan putus asa, karena membesarkan pencobaan lebih dari pada janji/kuasa firman pengajaran yang benar.

      Sering kali, hamba TUHAN menyampaikan kabar busuk, sehingga membatasi kuasa firman dan janji TUHAN.

      Kalau kuat teguh hati, maka kita akan selalu mengucap syukur dan menyembah TUHAN saat menghadapi pencobaan apapun. Pegang firman dan janji TUHAN! TUHAN tidak pernah menipu kita! TUHAN tidak pernah ingkar janji dan janji firman-Nya akan digenapi. TUHAN tolong kita semua.


    • Praktik ketiga: kuat teguh hati saat menghadapi dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan---, artinya kita tetap hidup benar dan suci.

      Hari-hari ini, panah api si jahat memang sudah melanda siapapun, tetapi kita harus kuat teguh hati, supaya kita bisa tetap hidup benar dan suci. Mulai dari kaum muda sampai yang tua sekalipun, tidak ada yang terkecuali. Jangan lengah!


    Kalau sudah menjadi tiang pintu kemah--kuat teguh hati--, hasilnya:


    • Yohanes 13: 25-26
      13:25. Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
      13:26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

      'siapakah itu?'= siapa itu antikris atau orang yang menyerahkan TUHAN?

      Hasil pertama: kita dilindungi oleh TUHAN dari antikris.

      Dulu, dilindungi dari Yudas Iskariot. Sekarang, dilindungi dari antikris yang akan berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Jangan lepas dari dadanya TUHAN!


    • 1 Tawarikh 28: 20
      28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Hasil kedua: TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah kita dan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, artinya kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai selesai--sampai kita menjadi mempelai wanita TUHAN.


    Inilah tiang pintu kemah. Kita kuat teguh hati hari-hari ini untuk menghadapi ajaran palsu, pencobaan yang mustahil, dan dosa sampai puncaknya dosa.
    Semua ini saling berkaitan. Kalau kuat teguh hati saat menghadapi ajaran palsu, pasti kuat menghadapi pencobaan dan dosa-dosa.
    Sebaliknya, kalau tidak kuat saat menghadapi ajaran palsu, pasti tidak kuat menghadapi pencobaan dan dosa-dosa.


  3. Tiang pintu tirai.
    Keluaran 26: 31-32
    26:31. Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun.
    26:32. Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak.


    4 tiang pintu tirai terbuat dari kayu penaga--manusia daging--yang disalut dengan emas, sehingga tidak terlihat lagi kayunya.
    Ini menunjuk pada 4 pribadi yang sudah naik ke Sorga, yaitu Henokh, Musa, Elia dan Tuhan Yesus; 4 pribadi yang sudah sempurna.

    Ini merupakan harapan bagi kita bahwa kita juga bisa sempurna. Yesus memang manusia sempurna, tetapi yang lainnya adalah manusia biasa seperti kita, tetapi bisa disalut dengan emas/keilahian.

    Henokh dan Elia langsung diangkat hidup-hidup ke Sorga oleh TUHAN, tidak mati lebih dulu.
    Musa dan Yesus mati dulu, kemudian dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan diangkat ke Sorga.
    Prosesnya saja yang berbeda.

    Jadi, baik meninggal atau hidup sampai TUHAN datang, peluangnya sama untuk bisa masuk Sorga. Baik hidup atau mati lebih dulu, tidak ada artinya di hadapan TUHAN, semua hanya kemurahan TUHAN. Yang ada artinya adalah keubahan dari kayu menjadi emas; selama hidup harus berubah/mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Tadi, bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, yang penting adalah taat, kalau ingin menjadi tiang iman.

    Jadi, ayat ini tidak abstrak. Kalau dikatakan: nanti menjadi sokoguru, itu bukan abstrak, tetapi semua sudah ada di Tabernakel dan sudah terjadi. Mau jadi tiang iman, sudah ada Abraham.

    "Inilah firman pengajaran. Praktis, seperti yang dikatakan oleh Pdt In Juwono. Tidak muluk-muluk. Pengajaran Tabernakel ini supaya di bumi sama seperti di Sorga. Kalau tidak sama dengan Sorga, tidak akan pernah naik ke Sorga. Jangan dibalik-balik. Sekarang, kita belajar hidup di Sorga dengan sistem Tabernakel. Kita bersyukur sekali. Sudah langsung ada contoh-contohnya. Jadi tiang penopang, kita taat seperti Abraham. Jadi tiang pengharapan seperti rasul Yohanes, kita bersandar di dada TUHAN dan tidak tergoda dengan ajaran lain dan pencobaan sampai tinggalkan TUHAN. Dan Henokh juga sudah naik ke Sorga. Kita tinggal mengikuti saja."

    Kita belajar dari Henokh.
    Kejadian 5: 22-24
    5:22. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
    5:23. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.
    5:24. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

    Henokh diangkat oleh TUHAN karena ia bergaul erat dengan TUHAN. Inilah yang kita ikuti.

    Begitu juga dengan kita semua di akhir zaman, supaya terangkat ke Sorga, maka kita harus bergaul erat dengan TUHAN lewat kandang penggembalaan (ruangan suci)--ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya, termasuk ibadah kaum muda dan ibadah persekutuan= bergaul erat dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya,


    • meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci= bergaul erat dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran benar dan kurban Kristus,


    • mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa= bergaul erat dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Tekun= bergaul erat. Kalau tidak tekun, berarti hanya bergaul biasa dan satu waktu akan pergi.

    Lewat kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita bergaul erat dengan Allah Tritunggal, seperti Henokh.
    Kita tinggal praktik saja dalam hidup sehari-hati. Sudah ada contohnya dan tidak mungkin luput. TUHAN tidak akan ingkar janji.

    Kalau kita taat seperti Abraham, kita pasti akan diberkati sampai anak cucu dan jangan lupa untuk jadi berkat bagi orang lain dan memberi perpuluhan milik TUHAN sebagai pemberi berkat, supaya berkat yang kita terima bisa berkesinambungan dan kita tidak menjadi tiang garam.

    Kita juga menjadi tiang pengharapan seperti rasul Yohanes, yaitu kita bersandar di dada TUHAN.

    Dan yang terakhir, kita seperti Henokh yang bergaul erat dengan Allah Tritunggal sampai dia diangkat.

    Hasilnya: 3 macam ibadah pokok adalah firman, Roh Kudus dan kasih Allah--emas dari Sorga. Artinya, di dalam penggembalaan, kita sedang disalut dengan emas, sama dengan kita mengalami pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--kayu disalut dengan emas murni.
    Buktinya adalah JUJUR; terang-terangan; transparan.

    Amsal 3: 32
    3:32. karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.

    Kejujuran dimulai dari:


    • kejujuran soal pengajaran yang benar.
      Titus 2: 7
      2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Kita harus jujur soal TUHAN/pengajaran benar. TUHAN ada di mana-mana, sebab itu, kita harus jujur soal pengajaran yang benar. Kalau benar, katakan: benar, ya katakan: ya, tidak benar, katakan: tidak benar. Jangan katakan: ya..tetapi....

      "Seperti matematika. Kalau 2+2=4. kalau tidak jujur, lalu ditambah 0,1 dengan berbagai alasan, maka tidak akan pernah lulus. Ada juga yang mengajar: '2+2=3,9': 'Salah!': 'Tetapi kita harus menghargai. Dia itu guru, orang tua.' Tetap tidak lulus. Saya heran, menghargai orang lebih dari TUHAN. Yang mana yang kita hargai? Manusia atau TUHAN? Kita harus menghargai TUHAN lebih dari manusia. Kalau salah, tetapi kita ikuti, itu berarti menghargai manusia lebih dari TUHAN. Sudah tahu kalau itu salah, tetapi karena menghargai orang tua atau karena sungkan, itu artinya menghargai mansuia lebih dari TUHAN. Mana bisa jadi tiang? Pasti rubuh. Mari sungguh-sungguh. Bukan fanatik bodoh-bodoh, tetapi yang benar saja. Harus jujur, ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar."

      Kalau sudah jujur soal TUHAN, bisa jujur yang kedua.


    • Ibrani 13: 4
      13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

      Yang kedua: kejujuran soal nikah rumah tangga.
      Hati-hati terhadap nikah, mulai dari permulaan nikah.
      'penuh hormat'= jujur.

      'Jangan mencemarkan tempat tidur'= jaga kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah, mulai dari permulaan nikah, perjalanan nikah sampai akhir perjalanan nikah, yaitu perjamuan kawin Anak Domba.

      Apa yang tidak benar, harus kita perbaiki. Kalau ada yang mengganjal di hati atau rasa tidak suka di dalam nikah, selesaikan. Jangan ditumpuk-tumpuk, nanti akan terjadi ledakan. Semua ini dimulai dari permulaan nikah, perjalanan nikah sampai akhir nikah. Jaga kejujuran ini!


    • Ibrani 13: 5
      13:5. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

      Yang ketiga: kejujuran soal keuangan, mulai dengan keuangan di dalam nikah. Suami isteri harus jujur. Jangan sampai isteri dan suami punya uang sendiri-sendiri. Nikah itu tidak akan bisa menjadi satu.

      Kemudian jujur dalam keuangan milik TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus--dan sesama--jangan korupsi dan menipu.

      Dalam nikah, jangan tidak jujur. Ananias dan Safira sepakat untuk tidak jujur dan akhirnya mati kedua-duanya; mati rohani, kering nikahnya.


    Kalau sudah ada kejujuran--kita bergaul erat dengan TUHAN--, maka mata kita hanya tertuju kepada Yesus Imam Besar di sebelah kanan Allah Bapa. Dan Ibrani 13: 5, 'Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau....', artinya mata TUHAn juga sedang tertuju kepada kita; kita seperti bayi di dalam pelukann tangan ibu. Mata kita hanya memandang TUHAN dan mulut hanya menangis.

    Inilah orang jujur. Tidak berdaya apa-apa, mata hanya memandang TUHAN dan mulut hanya menyeru nama TUHAN dan mata TUHAN sebagai Imam Besar selalu tertuju kepada kita, artinya TUHAN memperhatikan, mempedulikan, mengerti, bahkan begumul bagi kita sampai di kayu salib Ia berteriak 'sudah selesai!'. Dia terus bergumul mulai dari Getsemani karena Ia ingat kita sampai terakhir Ia serukan 'sudah selesai!', tidak bisa diganggu gugat lagi. Kalau Dia menolong dan mengubahkan kita, maka Dia lakukan sampai selesai--sampai sempurna.

    Itulah yang TUHAN lakukan bagi kita. Mari, hari-hari ini, kita menjadi tiang.
    Kita taat dan kuat teguh hati sampai menjadi orang jujur. Mata kita hanya memandang TUHAN, mulut hanya menyeru nama-Nya, tidak memandang orang lain dan mata TUHAN tertuju pada kita. Dia menjadi penolong bagi kita (Ibrani 13: 6, 'Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"').

    Hasilnya:


    • Ibrani 4: 14-16
      4:14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
      4:15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
      4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Hasil pertama: Yesus sebagai Imam Besar turut merasakan apa yang kita rasakan--menyedot semua penderitaan kita--untuk memberikan kelegaan kepada kita, semua menjadi enak dan ringan. Dan Dia sanggup menyelesaikan semua masalah tepat pada waktunya.

      Kalau masih ada ganjalan atau masalah, biarlah kita kembali menjadi seperti bayi; kita hanya memandang wajah Yesus dan menangis. Sudah selesai, Dia yang menyedot dan menanggung semua. Kita pulang dengan ketenangan dan semua selesai pada waktunya.


    • Ibrani 10: 19-21
      10:19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
      10:20. karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
      10:21. dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

      Hasil kedua: Yesus sebagai Imam Besar memberikan jalan yang baru dan jalan yang hidup bagi kita. Begitu Yesus mati, tabir Bait Allah terobek dan ada jalan baru menuju ruangan maha suci; jalan masuk menuju Yerusalem baru dan kita menjadi tiang penopang selama-lamanya.

      'jalan yang baru dan yang hidup', artinya:


      1. Dia memberikan jalan yang hidup= sanggup memelihara hidup kita di tengah kesulitan dan kemustahilan dunia; seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego harus hidup di api yang dipanaskan 7 kali; seperti Daniel di dalam gua singa.


      2. Dia memberikan jalan yang baru= menuntun kita ke masa depan yang berhasil dan indah sampai ke Yerusalem baru. Kita dibaharui terus sampai sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kembali dan menjadi tiang penopang di Yerusalem baru selama-lamanya, tidak keluar lagi dari situ dan tidak ada setetespun air mata.

Jangan pikir TUHAN meninggalkan kita! Tidak pernah! Mari jadi tiang iman--taat dengar-dengaran--, tiang pengharapan--kuat teguh hati, kita tetap bersandar di dada TUHAN dan berharap TUHAN--, dan menjadi orang jujur. Maka, kita berada di dalam pelukan tangan TUHAN.

Ketaatan, kuat teguh hati dan kejujuran sebagai pengunci; mata hanya memandang Dia dan mulut berseru kepada Dia dan Dia juga akan memandang kita.

Jangan ragukan perhatian TUHAN! Serahkan hidup kepada Dia! Bayi-bayi yang tidak berdaya menghadapi segala sesuatu di dunia, hanya memandang ibunya.
Kita hanya menangis kepada TUHAN. Mungkin tidak ada yang mau tahu, itulah kesempatan, hanya TUHAN yang tahu. Kita sembah Dia, kita mengaku bahwa kita tidak mampu, dan serahkan semua kepada Dia.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top