English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 26 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 28, adalah sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua kali,...

Ibadah Doa Malang, 22 April 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan...

Ibadah Raya Malang, 09 Desember 2012 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 menunjuk tentang "Shekinah Glory"...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2010 (Jumat Malam)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 20 April 2010 (Selasa Pagi)
Pelajaran tentang Kaki Dian Emas/ Pelita Emas/ Kandil.

Keluaran 25:31-40...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Februari 2014 (Rabu Sore)
Pdm. Gideon Pakpahan

Selamat malam. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah kiranya kasih karunia dan damai sejahtera Tuhan, berkat dari...

Ibadah Doa Malang, 18 Mei 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 22-30 (kita baca ayat 23-24) => siapa yang...

Ibadah Doa Malang, 28 Februari 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 29 Juni 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:38-41 tentang Yesus menyembuhkan ibu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Maret 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:31, keadaan ketiga pada saat kedatangan Yesus kedua kali adalah

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 September 2016 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia dan...

Ibadah Doa Surabaya, 10 Agustus 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:43-52 adalah tentang Yesus ditangkap di taman Getsemani.
Ini adalah cerita yang bernubuat bagi gereja...

Ibadah Persekutuan Papua III, 03 Maret 2010 (Rabu Sore)
Ibrani 4: 12
1 Petrus 1: 24-25 = 2 makanan...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 September 2013 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu
Kitab Wahyu yang terdiri dari 22 pasal dan 405 ayat adalah kitab terakhir dari Alkitab dan dalam susunan Tabernakel, kitab Wahyu terkena pada tabut perjanjian (alat yang terakhir dari Tabernakel).

Tabut perjanjian terdiri dari 2 bagian:

  1. tutup pendamaian dari emas murni= Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga,
  2. petinya= terbuat dari kayu penaga yang disalut emas murni= gereja yang sempurna sebagai mempelai wanita Surga.

Jadi, tabut perjanjian menunjuk pada kabar mempelai.
Ada 2 macam pemberitaan Firman Allah:

  1. injil keselamatan= Firman penginjilan/kabar baik.
    Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Injil keselamatan= memberitakan kedatangan Yesus pertama kali kedalam dunia dan mati dikayu salib untuk menyelamatkan orang berdosa.
    Tandanya: percaya Yesus, bertobat, baptis air dan Roh Kudus, sehingga kita memiliki hidup baru (hidup Surga= hidup dalam kebenaran).


  2. cahaya injil kemuliaan Kristus= Firman pengajaran/kabar mempelai.
    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Firman pengajaran= injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan orang-orang yang sudah selamat menjadi mempelai wanita Tuhan.

ARAH TABUT PERJANJIAN
Yosua 3: 1-6
3:1. Yosua bangun pagi-pagi, lalu ia dan semua orang Israel berangkat dari Sitim, dan sampailah mereka ke sungai Yordan, maka bermalamlah mereka di sana, sebelum menyeberang.
3:2. Setelah lewat tiga hari, para pengatur pasukan menjalani seluruh perkemahan,
3:3. dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya--
3:4. hanya antara kamu dan tabut itu
harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."
3:5. Berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kuduskanlah dirimu, sebab besok TUHAN akan melakukan perbuatan yang ajaib di antara kamu."
3:6. Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.

Israel keluar dari Mesir sampai ke gunung Sinai dan sampai diperbatasan sungai Yordan. Setelah itu meewati sungai Yordan dan masuk Kanaan.
Disini, arah dari tabut perjanjiaan adalah MASUK KANAAN DENGAN MENYEBERANGI SUNGAI YORDAN.
Artinya sekarang: kegerakan Roh Kudus hujan akhir (kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna).

Bilangan 14: 44-45
14:44. Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian TUHAN dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan.
14:45. Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu
mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.

= kalau TANPA tabut, justru akan tercerai berai (tidak masuk kesatuan tubuh Kristus yang sempurna).
Artinya: ibadah pelayanan TANPA pembukaan rahasia Firman sama dengan nekat.
Akibatnya: kalah dan cerai-berai, tidak masuk kesatuan tubuh Kristus.
Tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah.
Nikah tanpa pembukaan Firman= nekat dan cerai berai. Begitu juga dengan penggembalaan dan ibadah persekutuan.

JARAK DENGAN TABUT
Yosua 3: 4
3:4. hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya, janganlah mendekatinya--maksudnya supaya kamu mengetahui jalan yang harus kamu tempuh, sebab jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu."

Kalau kita menjaga jarak dengan tabut, maka tabutlah yang mencari jalan bagi kita.
'2000 hasta'= ruangan suci (panjang 20, lebar 10, tinggi 10, sehingga volumenya= 2000).
Jadi, kita harus hidup dalam ruangan suci= ketekunan dalam kandang penggembalaan= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:

  • pelita emas= ketekunan dalam Ibadah Raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karuniaNya= pesta pentakosta,
  • meja roti sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah didalam Firman pengajaran dan Kurban Kristus= pesta paskah,
  • mezbah dupa emas= ketekunan dalam Ibadah Doa= persekutuan dengan Allah Bapa didalam kasihNya= pesta pondok daun.

Jadi, ketekunan dalam 3 macam ibadah sama dengan kita berpesta.
Ada 3 macam ibadah karena:

  • supaya ibadah kita tidak monoton,
  • kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Allah Tritunggal juga 3 Pribadi. Jadi, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal seperti carang melekat pada Pokok Anggur yang benar.

Kalau sudah melekat pada Pokok Anggur yang benar (tekun), cepat atau lambat, kita akan berbuah manis. Yang bekerja adalah Pokok Anggur dan carang hanya menerima.
Kesimpulan: kabar mempelai menuntun kita masuk dalam penggembalaan yang benar (menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik).
Seringkali, penggembalaan kita sudah benar, tapi hati kita yang tidak baik (seperti Yudas).

'jalan itu belum pernah kamu lalui dahulu'= dalam penggembalaan yang benar, kita akan menemukan jalan baru, yaitu:

  1. jalan tanpa Herodes (tanpa setan)= jalan tanpa sandungan. Kita tidak akan pernah tersandung dan terjatuh dalam:


    • dosa dan ajaran sesat, sehingga kita tidak terhilang dan tetap selamat.
    • dalam panggilan dan pilihan. Kita tetap beribadah melayani Tuhan dengan setia berkobar-kobar sampai garis akhir, sehingga kita menerima upah hidup kekal.

      2 Petrus 1: 10-11
      1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
      1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan
      hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.


  2. jalan dimana kita selalu mengalami pembaharuan hidup (mujizat rohani menjadi manusia baru).
    Dalam penggembalaan, kita mengalami pembaharuan hidup, mulai dengan:


    • tidak berdusta.
      Efesus 4: 24-25
      4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
      4:25. Karena itu
      buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

      Tidak berdusta= berkata benar dan baik.


    • Efesus 4: 26-27
      4:26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
      4:27. dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

      = tidak boleh marah tanpa kasih (marah dengan emosi meledak-ledak yang bisa menimbulkan kebencian).

      Kita boleh marah, tapi harus ada alasannya dan berguna untuk menolong orang tersebut.


    • Efesus 4: 28
      4:28. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

      = jangan mencuri (mencuri milik Tuhan, sesama dan sesama yang membutuhkan).
      Milik Tuhan= perpuluhan dan persembahan khusus.
      Kalau sudah menjadi manusia baru, kita bisa berkata 'lebih bahagia memberi daripada menerima'.
      Dengan demikian, kita tidak jatuh dalam keinginan akan uang.


    Manusia baru inilah yang menjadi penghuni Yerusalem Baru (kabar mempelai membawa kita ke Yerusalem Baru).


  3. jalan keluar dari segala masalah (mujizat jasmani terjadi), termasuk ada masa depan yang indah dan berhasil.

Diluar penggembalaan, hanyalah jalan penuh sandungan dan jalan buntu, bahkan jalan menuju kegerakan pembangunan babel (mempelai wanita setan= menjadi sama dengan '2000' bagi).
Kalau tidak mau '2000' ruangan suci, pasti masuk pada '2000' babi.
Banyak kali, hamba Tuhan justru memilih 2000 babi daripada 1 orang selamat (Yesus justru diusir setelah menyelamatkan 1 orang).

SIKAP TERHADAP TABUT PERJANJIAN
Yosua 3: 3, 6
3:3. dan memberi perintah kepada bangsa itu, katanya: "Segera sesudah kamu melihat tabut perjanjian TUHAN, Allahmu, yang diangkat para imam, yang memang suku Lewi, maka kamu harus juga berangkat dari tempatmu dan mengikutinya--
3:6. Dan kepada para imam itu Yosua berkata, demikian: "
Angkatlah tabut perjanjian dan menyeberanglah di depan bangsa itu." Maka mereka mengangkat tabut perjanjian dan berjalan di depan bangsa itu.

'Angkatlah'= memikul, sebab tabut perjanjian ini ada pikulannya.
Sikap terhadap tabut:

  1. melihat tabut,
  2. mengikuti tabut,
  3. memikul tabut.

Melihat dan Mengikuti Tabut
Melihat ini berguna untuk mencontoh seperti Musa melihat kerajaan Surga dan mencontohnya dengan membuat kemah suci sesuai kerajaan Surga yang dia lihat.
Artinya: setiap aspek kehidupan kita harus mencontoh atau sesuai dengan pembukaan Firman (sesuai dengan Surga).
Dan ini merupakan latihan bagi kita untuk hidup di Surga.

Hari-hari ini, biarlah kita sungguh-sungguh untuk melihat tabut. Istri Lot melihat kebelakang dan menjadi tiang garam. Musa menoleh-noleh dan malah menjadi pembunuh.
Kita harus perhatian pada tabut.

Memikul Tabut
= bertanggung jawab untuk mempraktikkan kabar mempelai dan memberitakan/menyaksikan kabar mempelai. Dan ini akan membuat kita memiliki tanda darah.
Untuk praktik kabar mempelai memang seperti kena pedang (berdarah, bahkan berdarah-darah).
Jadi, kalau Firman sudah kita praktikan dan kita beritakan, tidak ada yang bisa mengganggu gugat kita, sebab sudah ada cap darah Yesus pada kita, sehingga setanpun tidak bisa berbuat apa-apa.

2 Samuel 6: 2-3, 6-7
6:2. Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama TUHAN semesta alam yang bertakhta di atas kerubim.
6:3. Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu.
6:6. Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza
mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.
6:7. Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu
Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu.

= sikap yang salah terhadap tabut perjanjian:

  • 'menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta'= tidak mau memikul salib= seharusnya tabut dipikul bukan dinaikan kereta.
    Kalau dinaikan kereta, memang enak bagi daging, tetapi tergelincir.
    Kalau dipikul, memang sakit buat daging, tetapi tidak tergelincir.

    'diangkut dengan kereta baru'= kabar mempelai dicampur dengan cara-cara dunia tanpa salib (memilih yang enak bagi daging sampai cara yang tidak benar).

    Kalau sudah cari yang enak bagi daging, pasti tidak benar.

    Akibatnya: tergelincir. Tergelincir ini sudah tidak diketahui lagi arahnya (salah arah= tersesat), yaitu tidak mengarah pada pembangunan tubuh Kristus lagi, tetapi pembangunan babel (tidak mengarah ke Yerusalem baru, tetapi mengarah ke kota babel).

    KABAR MEMPELAI TIDAK BISA DIPISAHKAN DENGAN SALIB.


  • 'mengulurkan tangannya kepada tabut Allah'= camur tangan manusia, sehingga menambah dan mengurangi kabar mempelai seperti Hawa.
    Malah, yang lebih mengerikan adalah mempelajari kitab dari agama lain.

    Akibatnya: 'keteledorannya'= 'teledor'= lengah (mati rohani).
    Hati-hati! Dari muda sudah pegang Firman, jangan sampai kita teledor di masa tua seperti Salomo.

HASIL PEKERJAAN TABUT PERJANJIAN:

  1. Bilangan 10: 33
    10:33. Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari tempat perhentian bagi mereka.

    Hasil pertama: tabut perjanjian memberi perhentian damai sejahtera ditengah-tengah padang gurun dunia yang panas dan tandus, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

    Kalau sikap, jarak dan arah terhadap tabut benar, kita hanya tinggal menunggu hasilnya.
    Mungkin memang masih ada masalah, tetapi kalau ada perhentian, kita sudah berbahagia.


  2. Yosua 3: 14-16
    3:14. Ketika bangsa itu berangkat dari tempat perkemahan mereka untuk menyeberangi sungai Yordan, para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan bangsa itu.
    3:15. Segera sesudah para
    pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu--sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai--
    3:16. maka berhentilah air itu mengalir.
    Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

    Hasil kedua: kabar mempelai mengandung kuasa penyucian:


    • 'air yang dihilir masuk ke laut asin'= penyucian dosa masa lalu.
      Artinya: setiap mendengar kabar mempelai, kabar mempelai menunjuk dosa-dossa yang tersembunyi, sehingga kita sadar, menyesal dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.


    • 'Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan'= penyucian dosa didepan yang menjerat dan menyandung kita.

      Hati-hati! Istilah 'menjerat' artinya, dosa dipasang dimana kita sering beraktivitas.


    Efesus 5: 25-27
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya
    5:26. untuk
    menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat
    kudus dan tidak bercela.

    Kita disucikan sampai sempurna seperti Yesus (tidak ada gelap).

    Wahyu 11: 19
    11:19. Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

    Wahyu 12: 1, 14
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan
    kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa

    Mempelai wanita Tuhan akan dianugerahi 2 sayap burung nazar yang besar untuk menyingkirkan ke padang gurun selama 3,5 tahun. Kita dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci.


  3. Yosua 3: 16
    3:16. maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.

    2 Raja-raja 2: 4-5, 7-11
    2:4. Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho.
    2:5. Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"
    2:7. Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri
    di tepi sungai Yordan.
    2:8. Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.
    2:9. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
    2:10. Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
    2:11. Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu
    naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

    'di tepi sungai Yordan'= di tentangan Yerikho.

    Jadi, di tentangan Yerikho, Yosua menyeberang ke Kanaan dan Elia terangkat ke Surga.

    Hasil ketiga: kabar mempelai mengandung kuasa pengangkatan.

    Lukas 21: 25-28
    21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut
    21:26. Orang akan mati
    ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
    21:27. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    21:28. Apabila semuanya itu mulai terjadi,
    bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

    = yang terjadi menjelang kedatangan Tuhan.
    Jika kita ingin mengalami kuasa pengangkatan, kita harus banyak mengangkat muka untuk memandang Dia (menyembah dan menyerah sepenuh pada Tuhan).
    JANGAN PANDANG YANG LAIN!
    Apapun keadaan kita (tergoncang, dsb), kalau kita hanya memandang Tuhan, kita akan mengalami kuasa pengangkatan Tuhan:


    • diangkat dari kegagalan menjadi berhasil,
    • diangkat dari ketenggelaman untuk dipulihkan,
    • diubahkan terus menerus sampai sempurna seperti Tuhan (sama mulia seperti Yesus). Kita menjadi mempelai wanita yang siap terangkat di awan-awan yang permai. Kita memandang Dia muka dengan muka sampai masuk Yerusalem Baru.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top