English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 25 Mei 2017 (Kamis Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Juli 2013 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 4-5 dalam susunan Tabernakel terkena pada Mezbah...

Ibadah Raya Malang, 05 Januari 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:8-11
10:8 Dan suara yang telah kudengar...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Februari 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Doa Surabaya, 11 Februari 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada masa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Kita masih membahas ayat...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Agustus 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:66-72, menghadapi penderitaan dan kesulitan di akhir zaman, banyak anak Tuhan menyangkal...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 23 Desember 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Kami datang untuk menyembah Dia.
Matius 2: 2
2:2. dan...

Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 05 Februari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 03 November 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 28:7-15
28:7 Haruslah ada pada baju efod...

Ibadah Kaum Muda Malang, 02 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:3-6 adalah nubuat pertama tentang penyesatan.
Markus 13:7-8 adalah nubuat tentang...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 19 November 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 1 memuat dua rencana besar,...

Ibadah Doa Malang, 07 Desember 2017 (Kamis Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Maret 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 13-16= penampilan pribadi Yesus dalam 4 keadaan yang sebenarnya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014):

  1. Wahyu 1: 13 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar dengan tanda berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki dan dada-Nya berlilitkan ikat pinggang dari emas (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).


  2. Wahyu 1: 14 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja segala Raja, dengan tanda rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah dan mata-Nya bagaikan nyala api (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 23 Februari 2014).


  3. Wahyu 1: 15 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil, dengan tanda kaki-Nya bagaikan tembaga yang berkilau dan suara-Nya bagai desau air bah.


  4. Wahyu 1: 16 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, untuk menyatu dengan kita selamanya.

Kita masih berada pada bagian kedua (ayat 14)
YESUS TAMPIL DALAM KEMULIAAN SEBAGAI RAJA SEGALA RAJA

Wahyu 1: 14
1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

Tanda penampilan Yesus sebagai Raja segala raja:

  1. 'Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah' (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 Februari 2014),
    Daniel 7: 9
    7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    Apa yang dilihat Rasul Yohanes di Pulau Patmos, juga dilihat oleh Nabi Daniel lewat mimpi, yaitu Yesus yang rambut-Nya putih bersih seperti bulu domba. Ini menunjuk Yesus sebagai Raja di atas segala raja yang duduk di takhta Kerajaan Surga.
    Kita sudah mempelajari tentang arti "rambut putih", yaitu makhota keindahan/makhota kemuliaan.


  2. 'mata-Nya bagaikan nyala api'.

Malam ini, kita masih mempelajari tanda kedua: 'mata-Nya bagaikan nyala api' (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Maret 2013).

Mazmur 11: 4
11:4. TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

'Mata-Nya bagaikan nyala api', artinya Yesus sedang menyucikan ('mata-Nya mengamat-amati') hamba Tuhan/pelayan Tuhan dengan nyala api Firman Allah, Roh Kudus dan kasih Allah supaya menjadi pelayan Tuhan bagaikan nyala api.

Ibrani 1: 7
1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

Pelayan Tuhan bagaikan nyala api, yaitu hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang suci, setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Kemarin kita sudah mendengar tentang pelayan Tuhan bagaikan nyala api = biji mata Tuhan.
Malam ini, kita kaitkan dengan Daniel.

Daniel 7: 9
7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

Pelayan Tuhan yang suci, setia dan berkobar-kobar = nyala api.
Takhta Tuhan = nyala api.
Jadi, pelayan Tuhan yang suci, setia dan berkobar-kobar = menjadi takhta Tuhan = bersuasana takhta Surga, sampai satu-waktu bisa duduk di takhta Surga selama-lamanya.

Mengapa harus terjadi penyucian supaya kita bisa menjadi takhta Tuhan, bersuasana takhta Surga, sampai bisa kembali duduk di takhta Tuhan selama-lamanya?:

Kejadian 2: 8-15
2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Tuhan menciptakan manusia yang memiliki gambar dan teladan Tuhan, dan ditempatkan di Taman Eden.
Taman Eden= taman di dalam Eden.
Disini, ada 3 tempat yang harus kita mengerti, yaitu: bumi, Eden dan Taman Eden.
Dalam Tabernakel (Kemah Suci), terdiri dari 3 ruangan [mulai Keluaran 25]:

  • Halaman,
  • Ruangan Suci,
  • Ruangan Maha Suci.

HALAMAN= bumi.
RUANGAN SUCI = Eden.
RUANGAN MAHA SUCI = Taman Eden, dimana ada pohon kehidupan, itulah pribadi Yesus.

Jadi, Taman Eden (Ruangan Maha Suci, dimana Tabut Perjanjian berada) adalah Takhta Tuhan.

Sebenarnya, dulu manusia diciptakan serupa/segambar dengan Tuhan dan ditempatkan di Taman Eden = ditempatkan di takhta Tuhan, tetapi manusia berbuat dosa, sehingga diusir dari Taman Eden/Takhta Tuhan dan menuju bumi yang penuh suasana kutukan, letih lesu, beban berat, air mata bahkan kalau dibiarkan sampai binasa selamanya (dari debu kembali menjadi debu).
Iru sebabnya, Tuhan ingin mengembalikan kita.

Kejadian 3: 23
3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.

'tanah dari mana ia diambil' = bumi.

Ada 3 macam dosa yang mengakibatkan manusia diusir dari Taman Eden/Takhta Tuhan:

  1. Tidak taat/tidak dengar-dengaran = melanggar perintah Tuhan/Firman Allah (manusia memakan buah dari pohon yang dilarang oleh Tuhan).
    Sebenarnya, perintah yang diberikan Tuhan tidak berat (dari sekian banyak buah, HANYA satu yang dilarang oleh TUhan), tetapi dunia ini yang membuat berat karena menarik kita.

    Kejadian 3: 1
    3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

    Mengapa Hawa yang sudah sekian lama berpegang teguh pada Firman Allah/firman pengajaran benar, tetapi bisa berpaling dari pengajaran yang benar/tidak taat?
    Karena Hawa mendengar suara asing (pengajaran lain yang berbeda dari yang sudah di dengar).
    Akibatnya: Hawa menjadi bimbang. Kalau sudah bimbang, pasti berbalik dari ajaran yang benar/tidak berpegang teguh pada ajaran yang benar.
    Hawa mewakili perempuan, Salomo mewakili laki-laki, akhirnya memilih ajaran lain karena medengar suara isterinya.

    Kalau sudah memilih yang salah, sulit untuk kembali pada ajaran yang benar. Kalau bukan kemurahan Tuhan, tidak bisa kembali, sebab sudah merasa benar sendiri.

    Galatia 1: 6-8, 10
    1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
    1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
    1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
    1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.

    Firman yang sudah ditambah dengan pendapat manusia, bukan Firman lagi tetapi merupakan perkataan manusia/ajaran lain.
    Apa yang dialami Hawa di Taman Eden, juga dialami oleh jemaat di Galatia yang dengan cepat berbalik untuk mengikuti ajaran lain hanya untuk menyenangkan manusia (sudah tahu bahwa itu ajaran lain tetapi mau mendengar karena sungkan, atau sebaliknya, memberitakan Firman hanya untuk menyenangkan jemaat) bahkan menyenangkan diri sendiri => membuat pilu hati Tuhan dan mengecewakan Tuhan.

    Dimana ada ketidak-taatan, maka di situ ular bercokol.
    DIMANA ADA KETIDAK TAATAN, DISITU ADA SUASANA KUTUKAN.


  2. Salah dalam tahbisan/pelayanan.
    Kejadian 3: 6
    3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

    Kalau sudah tidak taat pada ajaran benar, pasti mengajak yang lain.
    Hawa memerintah Adam (suaminya) untuk makan buah yang dilarang oleh Tuhan = isteri mau jadi kepala. Artinya sekarang, wanita mengajar dan memerintah laki-laki baik di rumah tangga, maupun di rumah Tuhan (wanita mau jadi kepala atas laki-laki).

    1 Timotius 2: 11-14
    2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
    2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
    2:13
    Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
    2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.


    Wanita mengajar dan memerintah laki-laki dikaitkan dengan kejatuhan Hawa. Tuhan memerintahkan semua buah pohon dalam taman Eden boleh dimakan dengan bebas kecuali satu. Artinya, wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu yaitu tidak bleh mengajar dan memerintah laki-laki. Yang benar, wanita hanya boleh mengajar sesama wanita.
    Kalau wanita menjadi kepala atas laki-laki, maka Yesus tidak bisa menjadi Kepala dalam rumah tangga dan ibadah, tetapi yang menjadi kepala adalah ular.
    Susunan yang benar dalam 1 Korintus adalah laki-laki menjadi kepala atas wanita dan Kristus menjadi kepala atas laki-laki.

    Kalau wanita berdiam diri, wanita memberi kesempatan pada laki-laki untuk menjadi kepala atas wanita, dan menjadikan Yesus sebagai kepala dalam rumah tangga dan rumah Tuhan.

    Wahyu 2: 19-20
    2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
    2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

    Sidang jemaat Tiatira terlihat maju, tetapi karena ada wanita yang mengajar dan memerintah laki-laki, maka Tuhan mencela pelayanan jemaat Tiatira, artinya tetap berada dalam keadaan cacat-cela sehingga tidak bisa sempurna/tidak bisa kembali ke takhta dan binasa selamanya.


  3. Kebenaran diri sendiri.
    Kalau tidak taat pada ajaran benar, pasti salah dalam tahbisan/pelayanan baik dalam rumah tangga maupun dalam ibadah.
    Kalau sudah salah, tetapi malah mengaku benar = kebenaran diri sendiri dan membuat manusia diusir dari Taman Eden.

    Kejadian 3: 7, 11-12
    3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
    3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
    3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

    Kebenaran diri sendiri ('menyemat daun pohon ara')= menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan/menyalahkan ajaran yang benar dan menyalahkan setan. Kalau sudah menyalahkan setan, berarti tidak bisa bertobat.
    Jangan gampang-gampang menyalahkan orang lain, dan ajaran benar (Tuhan).
    Akibat kebenaran diri sendiri adalah tetap telanjang dan diusir dari Taman Eden/takhta Allah menuju bumi dengan suasana kutukan dan kebinasaan.

Setelah manusia berbuat 3 macam dosa ini, maka Taman Eden/suasana takhta diangkat oleh Tuhan, sehingga manusia hidup dalam arus dunia yang bersuasana kutukan. Yaitu:

  1. arus materialistis = arus sungai Pison.
    Kejadian 2: 10-12
    2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
    2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
    2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.


    Arus ini membuat manusia/hamba Tuhan/pelayan Tuhan sibuk mencari kekayaan dunia sampai lupa mencari Tuhan = tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan, bahkan sampai tinggalkan Tuhan/gugur dari iman untuk mendapatkan kekayaan, jodoh, dll.
    Atau sebaliknya, beribadah dan melayani Tuhan, tetapi hanya untuk mencari dan menonjolkan perkara-perkara jasmani, seperti jemaat Laodikia.

    Wahyu 3: 15-17
    3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    3:17 Karena engkau berkata:
    Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    Jika hanya mencari dan menonjolkan perkara jasmani dalam ibadah pelayanan tanpa kesucian, akibatnya: suam-suam rohani dan dimuntahkan oleh Tuhan = hidupnya menjadi najis/jijik.

    Amsal 30: 8-9 => mengejar kekayaan sampai menyangkal Tuhan/menyangkal iman = gugur dari iman dan binasa selamanya.
    30:8 Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
    30:9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.


  2. arus pemberontakan/kebrutalan = arus sungai Gihon.
    Kejadian 2: 13
    2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.

    Kejadian 9: 22, 25
    9:22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat aurat ayahnya, lalu diceritakannya kepada kedua saudaranya di luar.
    9:25 berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya."


    Sungai Gihon mengaliri tanah Kush/tanah Kanaan, tempat dimana Ham melihat dan membeberkan ketelanjangan ayahnya yang seharusnya dihormati.
    Pemberontakan dimulai dengan membeberkan ketelanjangan dari orang yang seharusnya kita hormati, yaitu orang tua di rumah, gembala, dan orang tua Surgawi/Tuhan = gosip-gosip yang tidak baik, sampai memuncak pada pembunuhan (kebencian, juga pembunuhan secara jasmani).

    PEMBERONTAKAN BERASAL DARI HATI YANG TIDAK DAMAI. Kalau dibiarkan, akan menjadi kebrutalan. Oleh sebab itu, harus segera diselesaikan. Sementara ada kesempatan untuk berdamai satu dengan yang lain, biarlah kita bisa menggunakan kesempatan untuk saling berdamai, yaitu saling mengaku (yang salah, mengaku dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi) dan saling mengampuni (yang benar, mengampuni dan melupakan dosa orang lain).
    Maka hati menjadi damai sejahtera = bisa saling mengasihi.

    Wahyu 6: 3-4
    6:3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
    6:4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

    Hati-hati! Kalau meterai ke-2 (penghukuman ke-2 dari Allah Roh Kudus menimpa bumi) sudah dibuka dalam wujud kegerakan kuda merah, maka tidak ada lagi damai sejahtera di bumi, yang ada hanya saling membenci, saling membunuh sampai pedang penghukuman/kebinasaan.


  3. arus peperangan = arus sungai Tigris dan Efrat.
    Kejadian 2: 14
    2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

    Wahyu 9: 14-16
    9:14 dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu."
    9:15 Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.
    9:16
    Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.

    'dua puluh ribu laksa' = 200.000.000 tentara = perang dunia.

    Wahyu 16: 12-14
    16:12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.
    16:13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.
    16:14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka
    guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.

    Nanti akan terjadi perang dunia dengan 3 senjata:


    • api = senjata api.
    • asap = bom.
    • belerang = senjata kimia.


    Dan masih ditambah dengan roh najis (katak) yang menghantam hamba Tuhan dan Anak Tuhan. Ini perang yang rohani.

Dengan adanya 3 macam arus dunia ini, maka manusia hidup di dunia ini bagaikan minum air anggur asam bercampur empedu = suasana kutukan, pahit getir, sampai binasa selamanya. Oleh sebab itu, Yesus tampil sebagai Raja segala raja dengan mata bagaikan nyala api untuk mengembalikan manusia dari suasana kutukan kepada suasana Taman Eden/suasana Takhta Surga.

2 pengertian mata Tuhan bagaikan nyala api, mengamat-amati kita di dunia:

  1. Tuhan sedang menyucikan kita dengan nyala api Firman, Roh Kudus dan kasih Allah, terhadap:


    • 3 macam dosa yang membuat kita kehilangan takhta dan berada dalam suasana kutukan.
    • 3 macam arus dunia.


  2. perhatian Tuhan yang besar kepada manusia/hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang berada dalam suasana kutukan/anggur asam bercampur empedu dengan cara meminum anggur asam bercampur empedu di kayu salib = menanggung semua kutukan kita, untuk mencurahkan air anggur baru kepada kita.

    Yohanes 19: 28-30
    19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"
    19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "
    Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Malam ini, lewat perjamuan suci (sumber Roh Kudus), Tuhan meminum semua anggur asam bercampur empedu kita (air mata, masalah, tidak damai, pahit getir, yang menakutkan) , sehingga semua diselesaikan oleh Tuhan ("Sudah selesai.") dan menggantinya dengan aliran sungai air kehidupan dari Takhta Tuhan = Roh Kudus dicurahkan kepada kita.

Wahyu 22: 1
22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.


Dengan demikian, kita menjadi takhta Tuhan, kita bersuasana takhta sampai kembali ke takhta Tuhan.

Praktek menerima sungai air kehidupan dari takhta Tuhan:

  1. Roh Kudus = aliran sungai air kehidupan, artinya Roh Kudus sanggup memberi kehidupan secara jasmani maupun rohani.
    Roma 8: 13
    8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Roh Kudus mematikan semua perbuatan daging/perbuatan dosa, sehingga rohani kita bisa hidup benar, suci sampai hidup kekal.
    Kalau rohani hidup, maka jasmani juga hidup.

    Roma 8: 11
    8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

    Roh Kudus mampu memelihara kehidupan kita secara jasmani.


  2. Roh Kudus = aliran kesucian, jernih seperti kristal.
    Wahyu 22: 1
    22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    'jernih bagaikan kristal' = kita bisa hidup suci, yaitu taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar, sehingga kita bisa hidup suci dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Suci dulu baru bisa saling mengasihi.
    Kalau tidak suci, tetapi bilang mengasihi, itu adalah emosi daging.

    1 Petrus 1: 22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.


  3. Roh Kudus adalah aliran kasih Allah.
    Roma 5: 5
    5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Artinya Roh Kudus/aliran kasih Allah membuat kita kuat dan teguh hati, artinya tidak kecewa, tidak putus asa dan tidak tinggalkan Tuhan menghadapi apapun juga, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan, tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan, dan tetap menyembah Tuhan.

    Kalau sudah kuat dan teguh hati, maka mujizat terjadi = aliran Kasih Allah adalah mujizat.

    Zefanya 3: 17
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

    Mujizat rohani
    = kasih Allah sanggup membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Tuhan, yaitu taat sampai daging tidak bersuara.

    Mujizat jasmani = yang tidak ada menjadi ada, gagal menjadi berhasil, buruk menjadi indah pada waktu-Nya, air mata dihapuskan oleh Tuhan, dan masalah yang mustahil menjadi tidak mustahil = semua masalah sudah selesai. Kita tinggal menunggu waktu Tuhan.

    Kalau taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara (pintu tirai terobek), maka kita berada di Ruangan Maha Suci dan disitulah kita mendapatkan ada takhta Tuhan.

Hari-hari ini biar kita mendekat ke tahta Tuhan.
Sampai satu waktu jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, kita terangkat ke awan-awan permai, masuk ke perjamuan kawin Anak Domba, kembali ke Firdaus sampai kita duduk di Takhta Surga bersama Tuhan selamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-27 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 18-19 Maret 2020
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • 31 Maret 2020 - 02 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top