Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atastabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan sidang jemaat.

7x percikan di atas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus dalam Matius 27:
  1. ay. 1-10= Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012).

  2. ay. 11-26= Yesus di hadapan Pilatus(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012).

  3. ay. 27-31= Yesus diolok-olok.
  4. ay. 32-50= Yesus disalibkan sampai mati.
  5. ay. 51-56= mujizat-mujizat pada kematian Yesus.
  6. ay. 57-61= Yesus dikuburkan.
  7. ay. 62-66=kubur Yesus dijaga.
Malam ini kita mempelajari sengsara Yesus yang ketiga: YESUS DIOLOK-OLOK.

Matius 27: 27-31
27:27. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus.
27:28. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya.
27:29. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan
mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!"
27:30. Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya.
27:31. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan.


Malam ini, kita pelajari arti secara umum dari Yesus di olok-olok.
Dulu, pada waktu Yesus datang pertama kalike dunia, Yesus mengalami olokanoleh serdadu-serdadu di gedung pengadilan.

2 Petrus 3: 3-6
3:3. Yang terutamaharus kamu ketahuiialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejekdengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
3:4. Kata mereka: "
Di manakah janji tentang kedatangan-Nyaitu?Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
3:5. Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air,
3:6. dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.


'Di manakah janji tentang kedatangan-Nyaitu?'= diakhir jaman, juga timbul pengolok-pengolok yang mengolok mengenai janji kedantangan Yesus kedua kali= mengejek kabar mempelai/Firman pengajaran yang benar.

Kabar mempelai adalah:
  • Firman yang mengungkapkan kedatangan Yesus kedua kalidalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikansidang jemaat sampai sempurna.

  • Firman Allah yang mengungkapkan tentang penghukumanTuhanatas dunia pada saat kedatangan Yesus kedua kali.
2 Petrus 3: 10-11
3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian,
betapa suci dan salehnya kamu harus hidup

= kalau kita hidup suci, kehidupan kita tidak akan dihancurkan.

ay. 10= bentuk penghukuman dari Tuhan. Pada jaman Nuh, dunia dihukum dengan air bah, sehingga hanya isi dunia habis. Tetapi di akhir jaman, dunia akan dihukum dengan api dari langit, sehingga dunia dan isinya musnah.

Pada jaman Nuh, dunia dihukum dengan air bah, karena dunia mengolok kebenaranyang disampaikan oleh Nuh.

2 Petrus 2: 5-6
2:5. dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;
2:6. dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,


Nuh adalah pemberita kebenaran. Artinya: sebelum air bah datang kedunia, Nuh sudah memberitakan kebenaran lebih dulu, tetapi manusia saat itu malah mengejek dan mengolok berita kebenaran. Akibatnya: jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan, sehingga dihukum dengan air bah.

Kejadian 19: 12-14
19:12. Lalu kedua orang itu berkata kepada Lot: "Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini,
19:13. sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan TUHAN; sebab itulah TUHAN
mengutus kami untuk memusnahkannya."
19:14. Keluarlah Lot, lalu berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal menantunya itu
sebagai orang yang berolok-oloksaja.

ay. 12-13= sebelum penghukuman datang, Tuhan juga sudah menyampaikan lebih dulu.
ay. 14= pada jaman Lot, manusia juga mengolok dan mengejek berita tentang kebenaran, sehingga jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan yang membuat kota Sodom Gomora di hukum dengan api belerang dari langit.

'calon menantu'= masih belum menikah. Artinya: kita harus hati-hati, sebab pada saat permulaan nikah, banyak yang menjadi pengolok kebenaran, sehingga tidak bisa di nasihati. Sebab itu, kita butuh kabar mempelaiuntuk meneropong kita mulai dari permulaan nikah sampai perjalanan nikah.

Demikianlah halnya di akhir jaman, banyakhamba Tuhan/anak Tuhan yang mengolok dan menolak pengajaran yang benar, sehingga jatuh dalam dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
Akibatnya: dibinasakan dengan api dari langit bersama dunia ini, sampai api neraka.

Mengapa hamba Tuhan/anak Tuhan mengolok dan menolak Firman pengajaran yang benarseperti jaman Nuh dan jaman Lot?

Kejadian 6: 2-6
6:2. maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:3. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
6:4. Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala
kecenderungan hatinyaselalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu
memilukan hati-Nya.

Jawabannya: sebab HATI anak Tuhan cenderung jahat, sehingga segala perbuatannya memilukan Tuhan dan memedihkan hati orang tua. Dan inilah yang menarik hukuman Tuhan.

Untuk bisa memiliki HATI NURANI YANG BAIK, kita harus masuk dalam baptisan air.

1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk
memohonkan hati nuraniyang baikkepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Baptisan air= pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat menjadi hati nurani yang baik.

Roma 6: 2, 4
6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4. Dengan demikian kita telah
dikuburkan bersama-sama dengan Diaoleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

ay. 2= syarat baptisan air yang benar, yaitu mati terhadap dosa (bertobat).
ay. 4= pelaksanaan baptisan air yang benar, yaitu: orang yang sudah mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus., yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Matius 28: 19
28:19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Kisah Rasul 2: 38
2:38. Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristusuntuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Rasul 19: 5
19:5. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

= hasil baptisan air, yaitu memperoleh hidup baru, artinya: memiliki hati nuraniyang baru/hati nurani yang baik (bagaikan tanah hati yang baik).

Kalau ada tanah hati yang baik, benih Firman bisa bertumbuh dan berbuah-buah.

Praktik memiliki tanah hati yang baik:
  1. Titus 2: 7-8
    2:7. dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
    2:8. sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.


    Praktik pertama: jujur dalam pengajaran yang benar= peka dalam membedakan antara pengajaran yang benar dan pengajaran yang tidak benar.

    Kalau pengajaran itu benar, harus kita akui dan harus kita terima, apapun resikonya.
    Kalau tidak benar, harus kita katakan salah dan harus kita tolak, apapun resikonya.

    Kalau tidak jujur dalam pengajaran, kehidupan ini sudah bisa mengejek dan mengolok pengajaran benar.

  2. 1 Timotius 1: 3
    1:3. Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain

    Praktik kedua: berpegang teguh pada SATUpengajaran yang benar, tidak boleh ada ajaran lain (tidak mengajar ajaran lain dan tidak mendengar ajaran lain).

    Firman yang benar adalah roti tidak beragi.
    Kalau roti ada raginya, pasti tidak bisa dipisahkan, sehingga raginya ikut masuk. Artinya: kalau mendengar ajaran asing, pasti ajaran asing itu juga ikut masuk dalam kehidupan kita.

  3. 1 Timotius 4: 15-16
    4:15. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyatakepada semua orang.
    4:16.
    Awasilah dirimu sendiridan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimudan semua orang yang mendengar engkau.

    Praktik ketiga: harus mengawasi ajaran, supaya tidak disusupi oleh ragi-ragi ajaran lain.

    Salomo adalah orang hebat. Tetapi kalau disusupi ajaran asing dari istri-istrinya, pada akhirnya, ia melepaskan ajaran yang benar di hari tuanya.

    Kalau Salomo saja tidak mampu melawan ajaran asing, apalagi kita!Sebab itu, kita harus sungguh-sungguh dan waspada.

    Selain mengawasi ajaran, kita juga harus mengawasi diri sendirisupaya tidak memakai kebenaran diri sendiri (kebenaran diluar Firman).

    Kalau bisa mengawasi diri sendiri dan mengawasi ajaran, kemajuan dalam pelayanan akan nyata dan menjadi berkat bagi orang lain, bahkan kita bisa mantap dalam keselamatan sampai sempurna. Dengan demikian, kita bisa membawa orang lain untuk diselamatkan dan disempurnakan juga.

    Kebenaran dari Tuhan= saling mengaku dan saling mengampuni.

  4. Roma 6: 17
    6:17. Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaranyang telah diteruskan kepadamu.

    Praktik keempat: mendengar Firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh sampai taat dengar-dengaran.

    Sikap kita dalam Firman pengajaran yang benar, menentukan nasib kita.

    Kalau daging, pasti tidak mampu melakukan Firman. Tetapi Tuhan mau memberikan kekuatan extra bagi kita, yaitu:

    • Yohanes 16: 12-13
      16:12. Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
      16:13. Tetapi apabila Ia datang, yaitu
      Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

      Kekuatan yang pertama: Roh Kudusyang memberi kekuatan untuk mampu menanggung bobot Firman Tuhan, sehingga kita bisa hidup benar dan suci.

    • Korban Kristus (perjamuan suci).
      Filipi 2: 8
      2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Titus 2: 9-10
    2:9. Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,
    2:10. jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

    Kalau kita praktik Firman, kita sedang menghiasi Firman pengajaran('memuliakan ajaran Allah')= memuliakan dan mengagungkan Tuhan, bukan memilukan Tuhan.

    Kalau taat dengar-dengaran, kita mengulurkan tangan pada Tuhan dan Tuhan mengulurkan Tangan kepada kita, sehingga kita hidup dalam Tangan Tuhan.

    Hasilnya:

    • Yesaya 49: 3-4
      49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
      49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun,
      hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

      Hasil pertama: hak dan upah kita ada dalam Tangan kasih Tuhan.
      Artinya: Tangan kasih Tuhan mampu memelihara kehidupan kita ditengah kesulitan akhir jaman sampai hidup kekal selama-lamanya.

    • Yesaya 48: 17-18
      48:17. Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.
      48:18. Sekiranya engkau
      memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramuakan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmuakan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,

      Hasil kedua: Tuhan akan memberikan damai sejahtera dan kebahagiaandari Surga yang tidak pernah berhenti, sehingga semuanya menjadi enak dan ringan. Bahkan Tuhan memberikan masa depan yang indah bagi kita.

    • 1 Petrus 1: 22
      1:22. Karena kamu telah menyucikandirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihidengan segenap hatimu.

      Hasil ketiga: kita hidup suci dan memiliki kasih yang tulus ikhlas.

      Kalau ada kesucian, pasti ada kasih yang tulus ikhlas, sampai bisa mengasihi musuh dan membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Kalau ada kesucian dan kasih, kita akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai menjadi mempelai wanita yang sempurna, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 01 Maret 2009 (Minggu Pagi)
    ... yang benar keras kuat yang dipercayakan pada seorang gembala untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat dan untuk menyucikan sidang jemaat sampai mencapai kemuliaan sebagai Mempelai Wanita Tuhan. Yesus Mempelai Pria Sorga manusia darah daging yang mati di kayu salib dan bangkit dalam tubuh kemuliaan. Mempelai Wanita Sorga manusia darah daging ...
  • Ibadah Doa Malang, 16 Juni 2018 (Sabtu Sore)
    ... malam juga adalah waktu menjelang kedatangan Tuhan kedua kali. Kita harus berjaga-jaga untuk menghadapi pelita yang hampir padam bahkam sudah padam. Kita harus berjaga-jaga supaya pelita tetap menyala. Ada pengertian pelita tetap menyala Selalu memperhatikan firman nubuat atau firman pengajaran sehingga kita bisa kuat dan teguh hati tidak bimbang oleh ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2013 (Minggu Sore)
    ... di tahta Surga selama-lamanya. 'bintang' pengertian khusus gembala yang bisa menjadi teladan iman didalam sidang jemaat. 'teladan iman' hidup dalam kebenaran hanya percaya dan berharap Tuhan saat menghadapi kesulitan tetap berpegang teguh dalam pengajaran benar. pengertian umum kehidupan yang dipakai Tuhan untuk memuliakan dan mengagungkan Nama Tuhan. Filipi - . Hai saudara-saudaraku ...
  • Ibadah Doa Malang, 16 Oktober 2018 (Selasa Sore)
    ... nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat dan tampaklah semak duri itu menyala tetapi tidak dimakan api. Musa berkata Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu Ketika dilihat TUHAN bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya berserulah Allah dari ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2012 (Minggu Sore)
    ... itu dan menjaganya. imam-imam kepala dan orang-orang Farisi menghadap Pilatus untuk memeterai kubur Yesus dan menjaga kubur Yesussecara ketat sehingga secara manusia tidak mugnkin melihat kebangkitan Yesus. Jadi percikan darah menyucikan PIKIRAN kita terhadap sesuatu yang mustahil supaya kita yakin bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kita sudah mendengarkan bahwa imam-imam ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 02 Mei 2010 (Minggu Sore)
    ... akan binasa yaitu orang-orang yang tidak percaya yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah. kabar mempelai yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan menyempurnakan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 27 Desember 2009 (Minggu Sore)
    ... ara. Ini terjadi setelah manusia berbuat dosa tidak taat dengar-dengaran . Akibatnya manusia kehilangan pakaian kemuliaan. Jadi yang membuat pakaian rohani telanjang adalah karena tidak taat dengar-dengaran. Supaya tidak telanjang kita berjaga-jaga supaya tetap taat dengar-dengaran. Kalau Tuhan belum datang itu adalah ujian ketaatan. Dan banyak orang yang tidak tahan. ...
  • Ibadah Kaum Muda Malang, 23 Mei 2009 (Sabtu Sore)
    ... di akhir zaman. Hanya orang yang memiliki kasih Tuhan yang bisa mengasihi Tuhan dan sesama yang bisa bertahan menghadapi kebencian dan pembunuhan di akhir zaman. Uang kedudukan kepandaian dll. tidak akan bisa melawan kebencian. Praktek mengasihi sesama Matius mengasihi sesama yang mengasihi kita. Prakteknya adalah membalas kebaikan dengan kebaikan membalas kasih dengan kasih. ...
  • Ibadah Jumat Agung Surabaya, 06 April 2012 (Jumat Pagi)
    ... Ibrani - . Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita seperti dibiasakan oleh beberapa orang tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. . Sebab jika kita sengaja berbuat dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa ...
  • Ibadah Persekutuan Kartika Malang V, 02 Juli 2009 (Kamis Sore)
    ... penggembalaan. Kalau digabung sangkakala yang dasyat bunyinya adalah Firman pengajaran yang keras yang dipercayakan oleh Tuhan kepada SEORANG gembala untuk menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat sampai jadi sama mulia dengan Tuhan Yesus. Inilah Firman pengajaran yang harus kita cari hari-hari ini. Kegunaan dari sangkakala yang dasyat bunyinya Bilangan - - dalam perjalanan Israel ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.