English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2012 (Senin Sore)
Ibadah Pendalaman Alkitab dialihkan pada hari Rabu.
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat malam. Selamat bersekutu dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...

Ibadah Raya Malang, 23 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Raya Malang, 22 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Februari 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 penglihatan Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1:9
1:9 Aku,...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Desember 2012 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 2:41-52 berjudul "Yesus pada umur...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 05 Mei 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada...

Ibadah Persekutuan di Ambon V, 26 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Markus 7:37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya...

Ibadah Doa Malang, 08 Januari 2016 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus.

Wahyu 3:14-22 tentang jemaat di Laodikia, sekarang menunjuk jemaat akhir...

Ibadah Doa Malang, 04 Oktober 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Januari 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Januari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 23 Desember 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Kami datang untuk menyembah Dia.
Matius 2: 2
2:2. dan...

Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juli 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-16
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Mei 2017 (Senin Sore)

Dari siaran tunda ibadah pendalaman alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kidung Agung 2: 10-13
2:10. Kekasihku mulai berbicara kepadaku: "Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!
2:11. Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.
2:12.
Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.
2:13. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!

Ini adalah suasana setelah musim dingin rohani; sama dengan suasana kebangunan rohani. Ditandai dengan: di ladang telah nampak bunga-bunga, dan bunyi tekukur terdengar di tanah kita.

Kita mempelajari 'bunyi tekukur terdengar di tanah kita'.
Imamat 5: 7
5:7. Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk menyediakan kambing atau domba, maka sebagai tebusan salah karena dosa yang telah diperbuatnya itu, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN dua ekor burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, yang seekor menjadi korban penghapus dosa dan yang seekor lagi menjadi korban bakaran.

Dalam perjanjian lama, burung tekukur dipakai sebagai korban penghapus dosa/korban pendamaian dan korban bakaran yang berbau harum di hadapan TUHAN.
Sebenarnya ada tiga macam korban penghapus dosa:

  1. Lembu= untuk yang kaya.
  2. Kambing domba= untuk yang menengah.
  3. Burung tekukur= untuk yang miskin.

Sekarang sudah tidak usah lagi membawa korban binatang karena sudah digenapkan oleh kurban Kristus di kayu salib, baik untuk orang kaya, menengah, miskin, dan bangsa atau suku manapun di dunia ini.

Jadi, pengertian burung tekukur secara rohani adalah kehidupan yang tidak berdaya--burung tekukur adalah korban yang paling kecil--, tetapi sudah diperdamaikan/dihapus dosa-dosanya oleh kurban Kristus sehingga berbau harum dan berharga di hadapan TUHAN.

Bagi TUHAN, seorang itu hina atau berharga bukan dilihat dari kekayaan atau kepandaiannya, tetapi sudah diampuni dosanya atau tidak. Kalau belum diampuni, sekalipun hebat, ia hina dan tidak berharga di hadapan TUHAN--berbau busuk di hadapan TUHAN. Sebaliknya, sekalipun hina di hadapan manusia--tidak hebat; kecil--, kalau dosanya sudah diampuni--sudah dipendamaikan dosanya; tidak berbuat dosa lagi--, ia berharga di hadapan TUHAN dan berbau harum.

Kita sudah pelajari proses pendamaian sampai hasil pendamaian.
Sekarang kita belajar ARAH PENDAMAIAN. Penting! Kehidupan itu harus berdamai.
Prosesnya: saling mengaku dan mengampuni. Ini menentukan arah pendamaian.

Efesus 2: 13-16
2:13. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15. sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16. dan
untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

'yang jauh'= bangsa kafir.
'yang dekat'= bangsa Israel.
'keduanya'= Israel dan kafir.
Arah pendamaian adalah pembangunan tubuh Kristus atau kesatuan tubuh Kristus. Mulai dari nikah rumah tangga, harus damai untuk menuju pembangunan tubuh Kristus. Kemudian lebih membesar: dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.

Inilah arah pendamaian. Prosesnya: saling mengaku dan mengampuni, dan hasilnya bisa kita nikmati sampai naik ke gunung; menyembah TUHAN.
Arahnya: pembangunan tubuh Kristus mulai dari nikah sampai tubuh yang sempurna; mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Syarat masuk pembangunan tubuh Kristus/kesatuan tubuh Kristus--mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan--:

  1. Syarat pertama masuk pembangunan tubuh Kristus: kita lihat tubuh ini, yaitu harus punya satu kepala= harus memiliki satu kepala.
    Siapa kepalanya? Pribadi Yesus sendiri (bukan ketua organisasi).

    Yohanes 1: 1, 14
    1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai
    Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    'firman'= logos= firman pengajaran.
    Anak tunggal Bapa= Yesus.
    'pada mulanya'= kepala.
    Kita harus memiliki satu kepala, itulah pribadi Yesus, yaitu firman pengajaran yang benar, yang lahir menjadi manusia.
    Jadi, pribadi Yesus sama dengan firman pengajaran yang benar; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Persekutuan atau kesatuan berdasarkan firman pengajaran yang benar, akan mencapai kesatuan yang kekal dan sempurna.
    Nikah rumah tangga kalau berdasarkan firman pengajaran yang benar, akan kekal, tidak ada kawin cerai. Penggembalaan kalau berdasarkan firman pengajaran yang benar, akan sampai pada hidup kekal. Fellowship kalau berdasarkan firman pengajaran yang benar, akan kekal.

    Semua ini memang banyak tantangan dan rintangan, baik dalam nikah, penggembalaan dan antar penggembalaan, tetapi kalau berdasarkan firman pengajaran yagn benar, semua akan mencapai kekekalan dan kesempurnaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.
    Karena itu mulai masuk nikah harus berdasarkan firman pengajaran yang benar, ini akan menuju kesempurnaan dan kekekalan selamanya.

    Kalau persekutuan tidak berdasarkan firman pengajaran yang benar--hanya berdasarkan kekayaan, kepandaian, sungkan dan lain-lain yang dari dunia--itu hanya bersifat sementara, paling maksimal hanya sampai liang kubur, setelah itu tercerai berai tidak tahu ke mana; binasa selamanya.
    Bahkan kesatuan/persekutuan yang tidak berdasarkan firman pengajaran yang benar, itu sebenarnya persekongkolan.

    "Kita berdoa untuk nikah rumah tangga, supaya satu pengajaran; satu kepala. Kalau kepalannya dua, susah; yang satu bilang: maju, satunya lagi bilang: mundur, akan terjatuh. Harus satu kepala! Kita berdoa supaya jadi satu kesatuan, kalau tidak, hanya akan bersekongkol."

    Markus 3: 6
    3:6. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

    Jadi persekutuan yang tidak berdasarkan firman pengajaran yang benar sama dengan persengkokolan untuk membunuh Yesus, artinya untuk menghancurkan yang benar; benar-benar dipakai oleh setan dalam pembangunan tubuh Babel/mempelai wanita setan; kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan.

    "Ini harus dicamkan baik-baik! Termasuk fellowship kita di Medan, didoakan. Kalau berdasarkan pengajaran yang benar, akan kekal dan sempurna. Tetapi kalau ada maksud lain--bukan karena pengajaran yang benar--, ini justru mau menghancurkan pembangunan tubuh Kristus yang benar--membunuh Yesus--dan dipakai setan untuk membangun tubuh Babel."

    Mari sungguh-sungguh, diperiksa dan didoakan, mulai dalam nikah, penggembalaan. Didoakan sungguh-sungguh di manapun kita tergembala, supaya di sana ditampilkan firman pengajaran yang benar, sehingga persekutuan kita menuju kekekalan dan kesempurnaan.
    Kalau sekedar saling memperhatikan, di dunia ini luar biasa, tetapi maksimal hanya sampai liang kubur, setelah itu tercerai berai.

    Jadi, syarat yang pertama masuk pembangunan tubuh Kristus adalah harus memiliki firman pengajaran yang benar. Harus satu kepala, jangan dua kepala--dua pengajaran!
    Di manapun kita berada harus mantap dalam satu pengajaran yang benar.

    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Yesus sebagai kepala sama dengan firman pengajaran yang benar; pedang firman; firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Sikap kita: harus pegang sebilah pedang firman. Dari mulut Yesus, keluar sebilah pedang tajam bermata dua. Sebilah; satu saja!

    Kita harus pegang sebilah pedang firman artinya: kita mendengar sampai praktik/taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, dan kita akan mengalami penyucian terus menerus.
    Memegang sebilah pedang adalah bukti kita memiliki Yesus sebagai kepala.

    "Kalau dua kepala bingung. Pengajaran A begini, pengajaran B begitu. Baru dua saja sudah bingung, tidak mantap. Saya mengatakan demikian bukan berarti hanya di sini yang paling benar. Dicocokkan dengan alkitab. Kalau tidak cocok, tidak benar dan bukan Yesus kepalanya. Kita harus yakin dan mantap hari-hari ini untuk memegang sebilah pedang tajam bermata dua!"

    Kita mengalami penyucian terus menerus dalam kehidupan yaitu:


    • Mulai dari hati dan pikiran kita.
      Hati dan pikiran ini berisi keinginan jahat dan najis--serigala dan burung.
      Keinginan jahat= keinginan akan uang; kikir dan serakah.
      Keinginan najis= mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

      Matius 15: 19
      15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

      'pembunuhan'= kebencian.

      Dalam hati terdapat tujuh keinginan jahat dan najis. Angka tujuh menunjuk pada pelita. Kalau hati dan pikiran dikuasai tujuh keinginan jahat dan najis, pelita akan padam; mata gelap= hidupnya membabi buta. Tergantung dari hati! Hati dan pikiran kita harus disucikan!


    • Kemudian perbuatan dosa/daging juga harus disucikan.
      Galatia 5: 19-21
      5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
      5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
      5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


    • Sampai terakhir, perkataan dosa/perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah dan lain-lain harus disucikan, sampai kita bisa berkata ya di atas ya, tidak di atas tidak.


    Ini penyucian oleh pedang. Kalau mau masuk pembangunan tubuh, kita harus dipendamaikan oleh darah Yesus. Sekalipun kita kecil, hina dan tidak berdaya--burung tekukur yang tidak ada harganya--, kalau sudah dipendamaikan, kita akan mengarah pada pembangunan tubuh Kristus.
    Syaratnya: harus punya satu kepala, satu pedang.

    "Saya paling tidak suka kata-kata: Sama saja, cuma beda sedikit. Ini pembodohan. Coba tanya guru bahasa Indonesia, mana ada seperti itu. Namanya sama, ya sama, beda ya beda. Hanya orang bimbang yang seperti ini: Tidak apa-apa, cuma beda ini saja. Kalau lihat Tabernakel; kerajaan sorga, beda sedikit, sudah beda pintunya. Tidak bisa! Mulai dari: Pintu gerbang--iman. Di sana diajarkan iman karena melihat, yang lainnya sama--hanya beda iman--, berarti sudah beda pintu gerbang. Kita tidak akan pernah ketemu. Jangan main-main! Belum lagi soal pertobatan. Ada yang ajarkan: Mari percaya Yesus, sekali percaya Yesus sudah selamat seterusnya. Sekalipun membunuh orang, selamat. Ini payah! Sudah menyimpang jauh sekali. Belum lagi soal baptisan."

    Tidak boleh bilang: Sama saja, cuma beda sedikit. Ini tidak bisa, kalau di dalam teropong pengajaran Tabernakel. Kalau tidak mengerti Tabernakel, dikatakan: bijaksana, tetapi dalam pengajaran Tabernakel sebenarnya ia sudah tersesat. Pegang sebilah pedang!

    Mendengar sampai taat dengar-dengaran dan kita akan mengalami penyucian mulai dari hati, perbuatan dan perkataan sampai bisa berseru ya katakan: ya, tidak katakan: tidak--jujur:


    • Kejujuran mulai dari soal pribadi TUHAN--pengajaran yang benar. Kalau benar, katakan: benar. Kalau salah, katakan: salah.
      Kalau salah, tetapi dibilang: Tidak apa-apa, berarti belum mengalami penyucian.


    • Setelah itu jujur dalam segala sesuatu; bisa membedakan ibadah, nikah dan pekerjaan yang benar dan tidak. Tidak usah bertanya-tanya, kita sudah mengerti mana yang benar dan tidak. Hati kita akan bertambah peka, karena disucikan terus.


    Sampai satu waktu tidak salah dalam perkataan. Yesus sebagai kepala kita. Bisa dilihat dari perkataan kita, siapakah kepala kita? Kalau Yesus--pengajaran yang benar--perkataannya: ya di atas ya, tidak di atas tidak, sampai satu waktu tidak salah dalam perkataan--sempurna; hanya menyeru Haleluya. Kita memiliki suara mempelai untuk menyambut kedatangan Yeuss kedua kali.
    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Satu kepala, satu hati dan satu suara.
    Kalau tidak satu kepala/satu pengajaran, suami isteri saja tidak bisa jadi satu suara. Kalau kepalanya satu, akan tercapai satu suara: Haleluya--SUARA MEMPELAI WANITA yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


  2. Syarat kedua masuk pembangunan tubuh Kristus: harus memiliki anggota tubuh yang melayani.
    Sudah punya kepala, tetapi tidak punya tangan dan kaki, susah. Harus punya anggota tubuh yang melayani, kalau tidak melayani juga bikin susah. Ini sama dengan harus memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= lima jabatan pokok bisa dijabarkan jadi pemain musik, tim besuk, tim doa, kolekte dan sebagainya.
    'memperlengkapi orang-orang kudus'= tadi pegang pedang dulu--suci dulu dari hati sampai mulut; jujur sampai tidak salah dalam perkataan.
    Kalau kita hidup dalam kesucian--memegang sebilah pedang firman--, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Kalau dilihat, ada tangan, kaki, perut, belum lagi bagian dalam--usus dan sebagainya--, ada banyak, tetapi bisa bekerja sama. Itu yang penting!
    Jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus berbeda-beda tetapi harus mempunyai satu kepala atau satu komando, supaya bisa bekerjasama. Misalnya: perintah kepala untuk mengambil bunga, maka kaki melangkah, mata memandang dan tangan yang memegang bunga. Ini karena komandonya satu. Kalau komandonya dua: ambil bunga, malah ambil kursi. Bingung.

    Bagaimana bisa bekerja sama? Kalau punya satu kepala; harus kembali pada satu kepala.
    Kalau komandonya dua, tidak bisa kerja sama.

    "Kita memang harus beda, kalau semua jadi gembala, siapa yang duduk di jemaat? Tetapi penjelasannya kurang. Memang harus beda, tetapi komandonya harus satu. Kami yang berkhotbah bingung kalau dengar dua suara, jemaat jadi tidak mengerti. Kalau satu, mantap."

    Penyucian mantap, diberi jabatan, bisa kerja sama.
    Jadi, pelayanan pembangunan tubuh Kristus harus dalam kesucian dan harus bekerja sama satu dengan lain. Tidak bisa sendirian.
    Mulai dari nikah, sama-sama suci, tetapi kalau tidak kerja sama, bingung. Tetapi kalau sudah suci, pasti bisa kerjasama. Yang susah kalau satu suci dan satu tidak suci.

    Jadi, kalau tidak bisa kerjasama, periksa dulu--suci dan tidak suci, terang dan gelap, benar dan tidak benar tidak bisa kerjasama. Tetapi kalau sama-sama suci, sama-sama pegang pedang--satu pengajaran--, pasti bisa kerja sama. Tidak akan bertengkar.
    Kalau bertengkar, itu berarti saling menjegal, bukan kerjasama, dan tubuhnya mati. Ini bukan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, melainkan tubuh yang mati.

    Mari, kita melayani tubuh Kristus dalam kesucian dan kebersamaan/kerjasama tetapi dikomando oleh firman pengajaran yang benar.

    Hasilnya: jabatan pelayanan adalah jubah yang indah.
    Jubah yang indah= hidup jadi indah dan bahagia; nikah-buah nikah jadi indah dan bahagia.
    Sekalipun kita sudah mencapai apapun di dunia, tetapi tetap belum indah sebelum kita beribadah melayani TUHAN; belum mendapatkan jubah indah. Bagi dunia mungkin indah--pandai, kaya dan sebagainya--, tetapi belum sampai pada keindahan dan kebahagiaan yang sejati; hanya kebahagiaan semu yang mengarah pada dosa.

    Tetapi kalau sudah menerima jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, hidup itu sungguh-sungguh indah, bahagia, sampai kekal. Nikah dan buah nikah bahagia, indah dan kekal.

    Tetapi jubah masih harus dicelup darah. Kita harus rela mengalami jubah yang indah dicelup dalam darah--seperti Yusuf.
    Artinya: kita harus rela sengsara daging, mungkin sengsara perasaan, lahir dan batin, karena ibadah pelayanan kepada TUHAN. Seperti Yesus yang datang untuk melayani kita: Aku datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Dia melayani kita sampai mati di kayu salib--mengalami sengsara daging, sengsara perasaan. Dia berbuat baik, tetapi diludahi, disalibkan. Sengsara. Kita saja yang jahat, kalau dimusuhi kita masih merasa sengsara, apalagi Dia yang sempurna--tidak bersalah--harus disalibkan, benar-benar sengsara lahir dan batin.

    Kalau jubah tidak dicelup darah, bahaya! Kita harus rela sengsara daging dan perasaan--sengsara lahir batin--untuk beribadah melayani TUHAN. Mungkin harus berkorban waktu, dan sebagainya.
    Mengapa demikian?


    • Supaya jubah yang indah tidak direbut/ditanggalkan oleh setan.
      Tujuan setan hanya menelanjangi kita. Setan tidak takut dengan kepandaian, kekayaan, atau kedudukan. Setan paling takut dengan darah Yesus, sehingga setan tidak bisa menelanjangi kita kalau jubah kita dicelup dalam darah Yesus.


    • Kalau jubah dicelup dalam darah, akan jadi jubah putih berkilau-kilauan--PAKAIAN MEMPELAI WANITA untuk siap menyambut kedatangan Yesus yang ke dua kali di awan-awan yang permai.
      Wahyu 19: 8
      19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

      Tadi suara mempelai wanita. Pegang sebilah pedang tajam bermata dua yang keluar dari mulut Yesus (Wahyu 1: melihat wajah Yesus, lihat mulut-Nya dulu yang mengeluarkan pedang), praktikkan, dan kita akan disucikan sampai tidak salah dalam perkataan. Perkataan mulai benar, sampai jujur.

      Kalau salah, tetapi bilang: benar, itu keras hati. Tidak bisa diperbaiki. Kalau benar berkata: benar, itu kuat teguh hati.
      Penjahat bisa berubah setelah mengaku dosa: Selama ini aku salah, Dia yang benar. Ia tahu yang benar dan salah. Kalau tidak tahu mana yang benar dan salah--menganggap sama saja--, tidak akan bisa mengaku dosa.

      Setelah itu, kita mendapatkan pakaian mempelai; pakaian putih berkilau-kilau untuk siap menantikan kedatangan Yesus kedua kali.


  3. Syarat ketiga masuk pembangunan tubuh Kristus: harus memiliki hati damai sejahtera--HATI MEMPELAI; hati merpati.
    Prosesnya: lewat baptisan air.

    "Tadi malam sudah dibaca, sekarang dibaca lagi. Diulang-ulang supaya mantap, ini berarti ada yang harus dimantapkan. Yang sudah baptisan, dicocokkan. Yang belum baptisan didengarkan."

    Punya kepala dan anggota tubuh, bagus, tetapi kalau tidak punya hati, itu adalah binatang buas.
    Matius 3: 13-16
    3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
    3:14. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
    3:15. Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita
    menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Ayat 13 ini sudah petunjukkan baptisan air yang benar, yaitu pergi ke sungai Yordan. Kalau butuh sedikit air, di kamar mandi saja sudah cukup. Kalau hati lembut--mau baca yang benar--, ini sudah jadi petunjuk.

    Baptisan yang benar adalah


    • Menurut kehendak Allah, sama dengan menurut firman Allah; alkitab. Kalau menurut pikiran, Yesus lebih tinggi dari nabi Yohanes, sehingga Yesuslah yang membaptis Yohanes.
      Karena itu baptisan harus menurut kehendak TUHAN, bukan logika, supaya tidak tersesat. Ikuti saja firman TUHAN!


    • Seperti Yesus dibaptis kita dibaptis.


    Syaratnya:


    • Percaya--iman--kepada Yesus lewat mendengar firman Kristus dan yakin. Kalau mau baptisan harus banyak dengar firman.
    • Bertobat. Hati percaya, mulut mengaku. Kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi; mati terhadap dosa; bertobat.
    • Dibaptis seperti Yesus. Istilah Yesus keluar dari air, berarti masuk air dulu--masuk kuburan air.
      Roma 6: 4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat--mati tarhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru. Tadi langit terbuka, dan Roh bagikan burung merpati turun.
      Hidup baru; hidup sorgawi= mengalami baptisan Roh Kudus; hidup dalam urapan Roh Kudus sehingga memiliki hati seperti merpati--hati yang tulus--, itulah hati damai sejahtera.


    Damai sejahtera= tidak ada kepahitan dan lain-lain; tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan: kepahitan, iri hati, dendam, kenajisan, kejahatan, permusuhan, kekuatiran, ketakutan dan sebagainya. Semua ini tidak ada lagi, ini diurapi Roh Kudus; dibaptis Roh Kudus. Mungkin hati merasa susah, sedih, serahkan pada kesempatan ini! Sampai tidak ada lagi kebenaran diri sendiri. Itu baru damai. Kalau benar sendiri, tidak akan pernah damai.

    Kebenaran sendiri, artinya:


    • Kebenaran di luar firman. Jangan dipertahankan! Firman bilang: tidak boleh, tetapi dibilang: tidak apa-apa. Tidak mungkin damai! Masalah apa saja: keuangan, nikah, kalau ada kebenaran di luar firman, seumur hidup tidak akan pernah damai. Harus diakui dan dicabut!

      Jangan main-main dengan kebenaran sendiri! Putih tetapi kusta. Kusta ini menjalar. Jangan main-main!
      Dari segi apa saja, jangan pernah benar sendiri! Akan terasing, tidak pernah damai. Suami lewat sana, isteri lewat lainnya, anak juga, tidak akan pernah damai sejahtera. Sungguh-sungguh!


    • Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan TUHAN--firman. Menyalahkan firman: Firman terlalu keras dan sebagainya. Tidak akan pernah damai seumur hidupnya.


    Pada kesempatan ini, apa gunanya punya pengajaran--kepala--dan jabatan--anggota tubuh--, kalau tidak punya hati? Hanya akan menghantam/menghancurkan orang--seperti Petrus, memakai pedang untuk memotong telinga. Tidak ada gunanya! Harus punya hati mempelai, yaitu damai sejahtera.

    Kalau hati damai, muka akan berseri. Kalau hati tidak damai, akan muram terus.

    "Tadi saya ada telepon dari jemaat. Saya baru-baru jadi gembala di Malang, goncangan besar sekali. Saya sering berfellowship dengan Pdt Pong di Surabaya, ada jemaat yang siap mengantar dengan mobilnya. Tidak punya mobil, tetapi seperti punya mobil. Ternyata ada orang (seorang hamba TUHAN) yang panggil dia, membicarakan saya: Dia hadapi masalah berat ya di Malang? Dijawab: Iya. Lalu hamba TUHAN itu berkata lagi: Tetapi yang saya heran satu, kok senyum terus pendeta muda itu--waktu itu masih pendeta muda. Mau pikir-pikir apa juga, dia tidak tahu juga, padahal waktu itu saya mau lari. Mari hati damai, wajah berseri."

    Mari, selesaikan semua mulai dari dalam nikah, pelayanan. Untuk apa punya pedang firman, bisa melayani semua, tetapi tidak punya hati? Tidak ada gunanya, dan hanya menyakiti hati orang; hanya memecah belah tubuh Kristus.
    Kalau belajar hati, kita belajar dari perjamuan suci. Sampai mau mati, Yesus berkata: Bapa, ampunilah mereka. Kalau hati tidak damai, Ia akan berdoa: Bapa, hancurkan mereka semuanya. Tetapi Yesus memiliki hati damai sejahtera, sampai mau mati dan sudah matipun Ia ingat bangsa kafir--hati-Nya ditusuk.

    Hati damai sejahtera adalah landasan yang kuat untuk menerima kuasa TUHAN. Sudah punya kepala, punya pakaian--tidak telanjang--, kalau punya hati, Dia sebagai kepala akan memberikan kuasa kepada kita.

    Hasil hati damai sejahtera:


    • Matius 11: 28-30
      11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
      11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
      11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu
      enak dan beban-Kupun ringan."

      Hasil pertama: semua menjadi enak dan ringan sekalipun kita berada di tengah lautan yang bergelombang.

      Nikah, pekerjaan, pelayanan enak ringan semua. Kita mengalami ketenangan dan semua jadi enak dan ringan dalam setiap langkah hidup kita sekalipun kita bagaikan berada di lautan yang bergelora--seperti Yesus yang tetap tidur.


    • Roma 16: 20
      16:20. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

      Hasil kedua: kuasa untuk menghancurkan iblis; mengalahkan setan tritunggal--setan sumbernya masalah. Berarti semua masalah yang mustahil diselesaikan. Namanya saja Allah damai sejahtera, Imam Besar itu pendamai.

      Kalau hati tidak damai--landasannya rapuh--, TUHAN tidak bisa turun. Harus damai, dan Allah damai sejahtera turun di situ untuk menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil.


    • 1 Tesalonika 5: 23-24
      5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      5:
      24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

      Hasil ketiga: kuasa untuk memelihara kita. Kalau hati damai, tidak usah bingung!
      Dia memelihara kehidupan kita di tengah kesulitan dunia, sampai zaman antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi.

      Tetapi juga kuasa penyucian/pembaharuan sampai sempurna seperti Dia.


    Inilah kuasa yang kita terima: menjadikan semua enak dan ringan sekalipun kita di tengah gelombang dunia, kuasa untuk menghancurkan musuh; menyelesaikan semua masalah--membuat berhasil dan indah; yang gagal jadi berhasil--, dan kuasa pemeliharaan secara tubuh di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris, dan kuasa penyucian/pembaharuan sampai sama mulia-sempurna seperti Dia; mempelai wanita yang tidak bercacat cela; dengan pakaian mempelai dan suara mempelai kita akan terangkat di awan-awan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Ini adalah bunyi tekukur.

    Suaranya siap, pakaiannya siap, hati juga harus siap.
    Tinggal memakai pakaian, naik ke atas dan berseru: 'Haleluya' Dalam Kidung Agung, dulu bunyi tekukur, nanti bunyi suara penyembahan; suara mempelai. Kita bersama dengan Dia selamanya.

Kuncinya
:

  1. Punya kepala; satu pengajaran. Kalau masih bimbang, berdoa untuk satu pedang, supaya terjadi penyucian sampai memiliki suara mempelai.
  2. Yang belum melayani, berdoa, supaya bisa melayani. Yang sudah, dicelup dalam darah. Kerjasama dan dalam kesucian. Mau kerjasama itu berkorban. Kalau tidak mau, payah. Harus korban perasaan--dicelup dalam darah--, supaya pakaian putih berkilau.


  3. Kunci terakhir: harus punya hati. Kalau tidak, akan jadi binatang buas.

    "Karena itu berbahaya, kalau buat manusia dengan cara cloning. Ini nanti bisa terjadi, tetapi bedanya yaitu tidak punya hati. Bahaya!"

    Minta hati damai! Yang susah, berwajah muram, jadi berseri.

Serahkan semua! Lewat perjamuan suci ada hati damai--hati mempelai.
Percaya, Dia setia dan menggenapi janji-Nya, Dia tidak pernah menipu; tidak pernah ingkar janji. Hubungan hati dengan hati; suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, semua tidak tahu; hanya TUHAN dan kita yang tahu hati kita.

Ada yang kesulitan dengan hati hari-hari ini? Hati kacau, takut, susah, sedih, jahat, najis, pahit dan lain-lain, malam ini minta hati damai; seperti Yesus yang tetap damai sekalipun dihantam gelombang dan musuh.
Kalau tidak ada yang mau menolong, tidak ada yang menghibur, bukan kebetulan, tetapi kesempatan hati dengan hati TUHAN--sampai yakin bahwa Dia Mempelai kita dan Dia yang memperhatikan kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top