English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malam Surabaya, 05 Juni 2016 (Minggu Malam)
Selamat malam, kita masih mempelajari tentang empat makhluk yang berada di sekeliling takhta sorga. Ini sama dengan...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2009 (Kamis Malam)
Matius 24:43-44, pada saat kedatangan Yesus kedua kali, akan...

Ibadah Doa Surabaya, 19 Mei 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 November 2012 (Kamis Sore)
Dari Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Ambon III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Malang, 30 Maret 2010 (Selasa Sore)
Matius 25 dalam susunan Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang...

Ibadah Raya Malang, 21 Mei 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 23 Agustus 2016 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5...

Ibadah Natal di Mojoagung, 13 Desember 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Surabaya, 17 Desember 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12-17 terkena pada pintu...

Ibadah Raya Malang, 24 Juli 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 20 Januari 2009 (Selasa Tengah Malam)
Mazmur 27:7-14.
Raja Daud juga merindu untuk memandang wajah Tuhan dalam kemuliaan.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juni 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:29-32
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya,...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Juni 2014 (Senin Sore)

Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada kesempatan sore malam hari ini, kita akan belajar dari Injil Markus 2: 13-17.

Markus 2: 13-17
2: 13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2: 14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
2: 15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak
pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2: 16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2: 17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Perikop: "Lewi pemungut cukai mengikut Yesus".
Lewi tidak hanya mengikut Yesus tetapi sampai melayani Yesus dan termasuk salah satu dari dua belas rasul Tuhan.
Dulu, pada zaman Israel, pemungut cukai identik dengan orang berdosa.

Ada empat alasan mengapa pemungut cukai disebut sebagai orang berdosa:

  1. Lukas 3: 12-13
    3: 12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
    3: 13 Jawabnya: "
    Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."

    Alasan pertama: sebab pemungut cukai seringkali memungut lebih, sehingga merugikan sesama = mengambil milik sesama.
    Misalnya: pajak senilai seratus, tetapi dipungut seratus lima puluh, sehingga sangat merugikan sesama.
    Contoh: hutang tidak bayar, pinjam tetapi tidak dikembalikan, dan lain-lain.


  2. Matius 5: 46
    5: 46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

    Alasan kedua: pemungut cukai adalah kehidupan yang hanya mengasihi pada orang yang mengasihi.
    Hukumnya, kita harus mengasihi orang yang mengasihi kita. Tetapi pemungut cukai hanya mengasihi orang yang mengasihi, selain itu dia tidak mengasihi (kalau tidak memberi dia juga tidak mau memberi).

    Jadi, kalau kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, maka masih identik dengan orang berdosa.


  3. Matius 18: 17
    18: 17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

    Perikop: "Tentang Menasehati Sesama"
    Alasan ketiga: pemungut cukai adalah kehidupan yang tidak mau dan tidak bisa dinasehati.
    Kalau sudah menjadi kemauannya, sekalipun bertentangan dengan Firman Allah tetap dilakukan.
    Dalam Titus 3, orang yang tidak mau dinasehati disebut orang bidat.


  4. Matius 21: 31
    21: 31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

    Alasan keempat: pemungut cukai yang belum bertobat adalah kehidupan yang tidak melakukan kehendak Allah.

Inilah alasan mengapa pemungut cukai diidentikkan dengan orang berdosa.

Keadaan Lewi adalah sebagai pemungut cukai tetapi juga duduk di rumah cukai, artinya:

  • menikmati/enjoy di dalam dosa.
  • orang berdosa yang berada dalam lingkungan orang berdosa.
    Seperti Yesaya, yaitu seorang yang najis bibir dan tinggal di antara bangsa yang najis bibir.


  • dosa yang sudah mengakar dan menjadi tabiat.

Sekalipun Lewi adalah orang Israel, tetapi kalau dibiarkan berbuat dosa dan bertabiat dosa, maka upah dosa adalah maut.
Tuhan tidak rela kalau umat ciptaan-Nya tetap berkubang dalam dosa dan binasa. Oleh sebab itu Yesus datang untuk memanggil orang berdosa supaya disembuhkan, dibetulkan, dijadikan benar, dan memiliki jabatan pelayanan (bahkan Lewi sampai menjadi salah satu dari duabelas rasul).

Bagaimana proses orang berdosa memiliki jabatan pelayanan?:

  1. Efesus 4: 8-12
    4: 8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    4: 9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    4: 10
    Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
    4: 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4: 12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Dari pihak Tuhan:


    1. 'Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik' = menunjuk kematian dan kebangkitan Tuhan.
      Yesus mati dan bangkit untuk menebus, menyucikan dan memperlengkapi kita dengan jabatan-jabatan pelayanan.


    2. Yesus memanggil = pemberitaan Firman pengajaran benar.
      Jadi, saat-saat pemberitaan Firman adalah saat-saat panggilan Tuhan. Panggilan Tuhan saat Firman diberitakan merupakan panggilan secara pribadi, sehingga tiap-tiap orang tidak sama.
      Panggilan Tuhan/firman pengajaran benar isinya adalah:


      • menyatakan apa yang salah.
        Saat kita ditunjukkan apa yang salah dalam kehidupan kita lewat pemberitaan Firman Tuhan, itu adalah saat kita menerima panggilan Tuhan secara pribadi.


      • menegor.
        Tegoran dalam pemberitaan Firman juga masih merupakan panggilan Tuhan.


      • menasehati.


  2. dari pihak orang berdosa yang diwakili oleh Lewi:


    1. Lewi harus mendengar panggilan Tuhan = mendengar Firman pengajaran dengan sungguh-sungguh sampai mengerti, yakin/percaya dan menjadi iman.


    2. setelah menerima panggilan Tuhan, tindakan Lewi selanjutnya adalah segera meninggalkan rumah cukai = segera meninggalkan pekerjaan sebagai pemungut cukai, sehingga Lewi bisa melayani Tuhan/memiliki jabatan pelayanan.

      'segera' = kehidupan yang berkenan pada Tuhan.

      Jadi, sikap kita jika Firman pengajaran benar menyatakan apa kesalahan kita dan menegor kita adalah harus segera memperbaiki. Maka ada harapan bagi kita untuk memiliki jabatan pelayanan/dipakai oleh Tuhan.


    3. Lewi mengikut Yesus.

Praktik mengikut Yesus:
1 Petrus 2: 21-24
2: 21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2: 22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2: 23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
2: 24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.


  1. praktik pertama mengikut Yesus: Mengikuti jejak kematian dan jejak kebangkitan.
    Jejak kematian = mati terhadap dosa/bertobat.
    Jejak kebangkitan = hidup dalam kebenaran.

    Jadi, setelah mendengar Firman, harus segera mengambil keputusan mengikut Yesus = Lewi mengambil keputusan mengikut jejak kematian dan kebangkitan yaitu mati terhadap dosa dan hidup dalam kebenaran.
    Artinya, harus berhenti berbuat dosa (berhenti dari empat dosa Lewi) dan hidup dalam kebenaran.

    Apa dosa-dosa Lewi? (seperti diterangkan di bagian atas):


    • merugikan sesama/mengambil milik sesama.
      Lukas 19: 8
      19: 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

      Hidup benar adalah menjadi kehidupan yang bisa mengembalikan dan memberi, baik memberi pada sesama, memberi untuk pekerjaan Tuhan, dan lain-lain.


    • mengasihi kepada orang yang mengasihi.
      Bertobat yaitu bukan hanya mengasihi orang yang mengasihi tetapi sampai mengasihi orang yang memusuhi.

      Matius 5: 43-45
      5: 43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
      5: 44 Tetapi Aku berkata kepadamu:
      Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
      5: 45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

      Kalau berhenti dari mengasihi hanya pada orang yang mengasihi saja, maka bisa hidup benar yaitu bisa mengasihi musuh = sudah mengikut Yesus.
      Bukti bisa mengasihi musuh adalah bisa mendoakan, menyapa dengan ramah, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan lain-lain.

      Kalau mengasihi orang yang mengasihi, maka sama dengan orang berdosa (pemungut cukai). Tetapi kalau membenci orang yang mengasihi, maka sama dengan setan (di bawah pemungut cukai/orang berdosa).

      Perhatikan anak-anak! Orang tua yang sudah berbuat baik kepada kita sekian puluh tahun, tetapi hanya karena sesuatu maka kita benci. Jangan! Sebab itu adalah tabiat setan.


    • Tidak bisa/tidak mau dinasehati.
      Dengan apa kita harus menasehati kehidupan yang seperti Lewi?:
      2 Timotius 4: 2
      4: 2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

      Kalau ada orang yang berdosa, kita boleh menasehati tetapi yang harus dijaga adalah kita harus menasehati dengan Firman pengajaran benar. Kalau tidak sesuai Firman pengajaran benar, jangan dinasehatkan.
      Juga, kalau kita sendiri belum jelas/tidak tahu tentang pengajaran, jangan menasehati. Semua harus kembali kepada firman pengajaran benar.

      Kesaksian:
      "Saya pernah dibegitukan. Kalau saya boleh cerita sedikit, tentang haleluya. Saya bertemu dengan pendeta yang sudah lumayan senior. Saya katakan 'salah kalau tidak mau bilang haleluya'. Lalu dia menjawab "Itu namanya menghakimi". Lalu saya tanya "Kalau Om bagaimana? Menurut Om benar atau salah?" Tetapi dia tidak berani menjawab. Sebab kalau mengatakan yang tidak haleluya itu salah, maka sama dengan saya yang menghakimi, tetapi kalau bilang yang tidak haleluya itu yang benar, kenapa tidak diikuti. Dia mau menasehati tetapi tidak tahu pengajaran."

      Sikap kita, kalau sudah menasehati satu-dua kali tetapi masih tidak mau dinasehati, maka harus dijauhi. Kalau terus menasehati, maka lama-lama kita yang akan terbawa dalam dosa.

      Titus 3: 10
      3: 10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.


    • Tidak melakukan kehendak Bapa.
      Harus bertobat, sehingga bisa menjadi kehidupan yang melakukan kehendak Bapa dengan benar. Sebab, sesuatu yang kita lakukan tanpa melakukan kehendak Bapa adalah sia-sia. Sekalipun kita hebat dalam ibadah pelayanan, seolah-olah dipakai oleh Tuhan, ada mujizat dan lain-lain, tetapi satu waktu Tuhan akan berkata "Enyahlah kamu pembuat kejahatan!"

      Jadi, kita harus melakukan kehendak Bapa mulai dari dalam nikah supaya nikah kita tidak sia-sia, bukan menikah tetapi makin menjadi pembuat kejahatan.

      Melakukan kehendak Bapa dimulai dari dalam nikah, yaitu:
      Efesus 5: 22
      5: 22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,


      1. Isteri: tunduk pada suami seperti tunduk kepada Tuhan= tunduk pada suami dalam segala hal.
        Isteri boleh lebih pandai atau lebih kaya, tetapi yang mengambil keputusan adalah suami.

        1 Timotius 2: 11-12
        2: 11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
        2: 12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

        Seorang isteri yang melakukan kehendak Bapa dalam nikah adalah tunduk yaitu tidak mengajar dan tidak memerintah laki-laki.
        Kalau isteri sudah tunduk tetapi suami berani menginjak-injak isteri, maka suami berhadapan dengan Yesus sebagai Kepala.
        Isteri yang tunduk = melakukan kehendak Bapa, sekalipun menderita tetapi saat Yesus datang kedua kali akan diangkat.


      2. Suami: harus mengasihi isteri seperti diri sendiri apapun alasannya dan tidak berlaku kasar.
        Efesus 5: 28
        5: 28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.


      Biarlah nikah kita tidak seperti pemungut cukai yang tidak melakukan kehendak Bapa, tetapi nikah kita harus melakukan kehendak Bapa.

      Juga dalam ibadah pelayanan, kita harus melakukan kehendak Bapa (Tabernakel dibuat sesuai dengan kehendak Tuhan) = sesuai dengan Pengajaran Tabernakel.
      Mulai dari pertobatan. Berobat yang benar yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan.
      Percaya Yesus yang benar yaitu percaya lewat mendengar Firman. Baik soal baptisan air, kepenuhan Roh Kudus, penggembalaan, kesempurnaan, semuanya harus sesuai pola Tabernakel/Firman pengajaran benar, supaya tidak sia-sia.


    Kita harus bertobat dari dosa-dosa yang sering tidak disadari = hanya mengasihi orang yang mengasihi dan merugikan sesama tetapi tidak disadari.

    Kesaksian:
    "Dulu saya punya teman orang Kristen juga. Saat dia berhutang pada temannya, dia baik-baik. Tetapi saat ditagih, dia mengatakan "Ah, buat apa dikembalikan? Kan dia sudah kaya, tidak butuh uang." Kehidupan semacam ini adalah pemungut cukai."


  2. praktek kedua mengikut Yesus: tergembala = mengikut Yesus sebagai Gembala.
    Yohanes 10: 27
    10: 27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

    Syarat tergembala:


    • menjadi kehidupan yang benar.
      Amsal 12: 26
      12: 26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

      Kalau hidup benar, pasti tergembala dengan baik, tidak sulit untuk tergembala. Kalau menyimpan dosa/tidak benar, maka sulit untuk tergembala.


    • menjadi domba-domba-Nya Tuhan.
      Siapa domba-domba-Nya Tuhan?:
      Matius 15: 21-28
      15: 21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
      15: 22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
      15: 23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
      15: 24 Jawab Yesus: "
      Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
      15: 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
      15: 26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya
      kepada anjing."
      15: 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan,
      namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
      15: 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

      Sebenarnya, domba-domba Tuhan adalah umat Israel. Bangsa kafir adalah anjing. Tetapi jika anjing mau makan remah-remah = menggunakan lidah untuk menjilat remah-remah Firman pengajaran benar, maka bangsa kafir bisa menjadi domba-domba-Nya Tuhan yang bisa digembalakan.

      Jadi, penentu bangsa kafir tetap menjadi anjing atau menjadi domba adalah dari lidahnya. Lidah mau menjilat remah-remah Firman (= mau makan Firman) atau tidak mau makan Firman = menjilat muntah (sesuatu yang kotor/najis):


      1. menjilat borok (kekurangan/kesalahan orang lain),
      2. menjilat darah orang tidak berdosa (mengata-ngatai orang yang tidak salah).


    Tempat domba yang tergembala adalah dalam kandang penggembalaan = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya.
    • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
    • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.


    Kita tergembala pada apa?:
    Seringkali kita salah, kita tergembala pada anak, orang tua dan lain-lain (= tergembala pada manusia).
    Tergembala yang benar adalah tergembala pada Firman pengajaran yang benar, seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

    Tanda domba yang tergembala adalah hanya mendengar satu suara yaitu suara Gembala Agung = suara Firman Pengajaran yang benar.

    Kalau asal tergembala, orang berdosa akan tetap berdosa, tidak mengalami penyucian.


  3. praktek ketiga mengikut Yesus: tubuh mengikut kepala.
    Matius 8: 19-20
    8: 19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
    8: 20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

    Tempat kepala adalah di atas tubuh. Tubuh harus mengikut kepada kepala.
    Kepala = Yesus (Firman pengajaran benar).

    Mengikut Yesus sebagai Kepala = kita taat dan setia pada Firman pengajaran yang benar apapun resikonya.
    Seperti Lewi ketika dipanggil oleh Yesus, dia segera mengikut Yesus, tidak ada lagi pertanyaan.

    Jika kita mengikut Yesus sebagai Kepala/taat dan setia pada Firman pengajaran benar, maka Firman menyucikan kehidupan kita.
    Kalau kita suci, kita diberi jabatan pelayanan (Efesus 4: 11-12) = Lewi memiliki jabatan pelayanan.
    Sekalipun masa lalu Lewi berbuat dosa, tidak masalah, yang penting harus berhenti berbuat dosa, hidup benar, tergembala dan taat dengar-dengaran pada Firman apapun resikonya, maka Firman menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita terus-menerus dan Tuhan akan memberikan jabatan pelayanan..

    Biarlah malam hari ini, yang belum melayani Tuhan harus segera mengambil keputusan untuk melayani Tuhan, seperti Lewi. Begitu dipanggil oleh Tuhan, Lewi segera mengikut Tuhan.

    Mengapa harus segera? Sebab kita sedang dikejar oleh waktu kedatangan Tuhan yang tidak lama lagi. Kalau tidak segera, maka nanti akan tersusul dan saat Tuhan datang kedua kali, kita belum melayani.

    Jabatan pelayanan adalah tempat kita dalam Tubuh Kristus. Kita harus melakukan jabatan pelayanan kita dengan setia, tekun dan benar apapun jabatan pelayanan kita.

    Hasil kalau kita melayani Tuhan dengan setia dan benar:
    Matius 19: 27-29
    19: 27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
    19: 28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
    19: 29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya,
    akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.


    • hasil pertama: Tuhan memberikan jaminan kepastian secara jasmani.
      'akan menerima kembali seratus kali lipat' artinya jaminan kepastian untuk pemeliharaan dan perlindungan hidup kita secara jasmani.


    • hasil kedua: kita mendapat janji untuk duduk di Takhta Kemuliaan = jaminan hidup kekal selama-lamanya.


    Jadi, melayani Tuhan bukan membuang waktu, tetapi justru pelayanan membuat kita mendapat jaminan kepastian secara jasmani dan rohani. Ini hanya didapat dari pelayanan yang sungguh-sungguh.
    Mungkin ada yang sudah meninggalkan pelayanan, selagi masih ada waktu dan Yesus belum datang kedua kali, kita harus segera kembali melayani. Yang sudah melayani, harus makin sungguh-sungguh melayani.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top