English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 29 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Persekutuan di Ambon I, 24 Agustus 2010 (Selasa Sore)
Markus 7: 37
7:37. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 26 Juli 2011 (Selasa Pagi)
Seorang hamba Tuhan harus memiliki :
Tahbisan yang benar, yaitu sesuai firman pengajaran yang...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Mei 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budi Tampubolon (Pengerja)

Matius 24: 31
= sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan/sidang...

Ibadah Doa Malang, 28 Juni 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Markus 11:2-7
11:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada...

Ibadah Doa Malang, 07 Februari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus

Wahyu 8:12
8:12 Lalu malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Desember 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Juli 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Februari 2015 (Minggu Sore)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Markus 10: 13-16
10:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi...

Ibadah Doa Surabaya, 30 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Februari 2020 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 30 November 2010 (Selasa Siang)
Keluaran 2:16-22
2:16. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan....

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan doa puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Februari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:9-10
11:9 Oleh karena itu Aku berkata...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 April 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 3-4
6:3. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
6:4. Dan majulah seekor kuda lain, seekor
kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Ini adalah kegerakan kuda merah=> pembukaan METERAI YANG KEDUA--penghukuman yang kedua dari Allah Roh Kudus--, yaitu DAMAI SEJAHTERA DIAMBIL DARI DUNIA (diterangkan mulai dari Ibadah Jumat Agung Surabaya, 14 April 2017).
Akibatnya: manusia di dunia termasuk hamba TUHAN/pelayan TUHAN/anak TUHAN hanya saling memaki, membenci dan membunuh sehingga mengalami penghukuman lewat pedang yang besar--pembantaian sampai binasa selamanya di neraka; tidak bisa masuk Yerusalem baru, kota damai sejahtera.

Ada dua saksi dari kegerakan kuda merah:
Wahyu 6: 3
6:3. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"

  1. Saksi yang pertama: Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih; sama dengan Yeuss sebagai korban pendamaian.
    1 Yohanes 4: 10
    4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.


  2. Saksi yang kedua: makhluk yang kedua, yang sama seperti anak lembu.
    Wahyu 4: 7
    4:7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

    Ini mengingatkan kita pada korban binatang di zmaan Taurat.
    Keluaran 29: 1
    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Ada tiga macam korban untuk pentahbisan imam besar dan imam-imam:


    • Seekor lembu jantan= korban pendamaian.
      Jadi orang mau melayani TUHAN/ditahbiskan, dosanya dibuang dulu; berdamai dulu. Kalau ada dosa, tidak bisa melayani TUHAN, tetapi dosa. Pilih salah satu: melayani TUHAN atau dosa.


    • Domba jantan I= korban penyerahan diri. Kalau dosa sudah diperdamaikan, baru bisa menyerah; kalau ada dosa, tidak bisa menyerah.
    • Domba jantan II= korban tahbisan.


    Yang sama dengan makhluk yang kedua, yang sama seperti anak lembu adalah seekor lembu jantan--korban pendamaian.

    Jadi makhluk yang kedua, yang sama seperti anak lembu juga menunjuk pada korban pendamaian.

Inilah dua saksi dari kegerakan kuda merah, di mana damai sejahtera akan diambil. Manusia termasuk anak TUHAN/pelayan TUHAN/hamba TUHAN hanya saling memaki, memfitnah, sampai saling membenci, membunuh, bahkan sampai dia sendiri dihukum TUHAN lewat pedang yang besar--pedang pembantaian--; harus binasa di neraka tidak boleh masuk Yerusalem baru, kota damai sejahtera--kalau tidak damai, tidak boleh masuk Yerusalem baru.

Alangkah celakanya kalau ini terjadi di rumah tangga. Suami isteri bersikeras tidak mau berdamai, rugi, dua-duanya tidak masuk Yerusalem baru. Begitu juga anak dengan orang tua. Kalau salah satu sudah minta ampun, yang satunya tidak mau, hanya satu saja yang tidak bisa masuk. Jangan! Jaga damai sekarang ini!

Dua saksi: Yesus sebagai Anak Domba yang tersembelih menunjuk pada korban pendamaian; kemudian makhluk yang kedua, yang sama seperti anak lembu juga menunjuk pada korban pendamaian.
Memang, damai ini mau diambil, tetapi TUHAN sudah berikan sarana untukbisa berdamai, yaitu korban pendamaian. Dua saksi sudah cukup!

Kemudian, ada suara dari makhluk yang kedua: Mari!
Wahyu 6: 3
6:3. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"

'Mari!'= 'Segera!' Artinya: kita harus memanfaatkan korban pendamaian untuk segera berdamai dengan TUHAN dan sesama, karena kalau sudah masuk kegerakan kuda merah, tidak ada kesempatan lagi untuk berdamai; berarti hanya masuk pedang penghukuman/pedang pembantaian--pedang yang besar--dan binasa selamanya. Tidak ada waktu lagi, kalau saat itu baru mau berdamai, sudah tidak bsia lagi. TUHAN tolong kita semua.

Dalam injil Matius, istilahnya: Segera! Jangan tunda-tunda! Kita tidak tahu apakah besok TUHAN sudah datang atau belum. Karena itu disebutkan: Mari!--segera berdamai!
Matius 5: 23-25
5:23. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24. tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
5:25. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

'pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu'= berdamai dengan sesama.
'Segeralah berdamai dengan lawanmu'= berdamai dengan TUHAN.
Segera bedamaid engan TUHAN dan sesama!

Jangan tunda waktu, karena akan terjadi kegerakan kuda merah; sudah idak bisa berdamai lagi, yang ada hanya pedang yang besar/pedang pembantaian--kebinasaan.

Keluaran 29: 13
29:13. Kemudian kauambillah segala lemak yang menutupi isi perut, umbai hati, kedua buah pinggang dan segala lemak yang melekat padanya, dan kaubakarlah di atas mezbah.

Korban lembu atau korban pendamaian disebut juga dengan korban bakaran yang berbau harum--orang yang diperdamaikan itu berbau harum; kalau ada dosa, berbau busuk.

Proeses pendamaian oleh darah Yesus:
Kolose 1: 21-22
1:21. Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22. sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

'yang memusuhi-Nya'= 'lawanmu di jalan', itulah TUHAN. Kalau orang berdosa, ia sedang memusuhi TUHAN/melawan TUHAN; mulai dari dosa di hati dan pikiran.

Proses pendamaian oleh darah Yesus:

  1. Oleh dorongan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua kita harus mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama, dengan sejujur-jujurnya, menyangkut dosa-dosa dalam hati, pikiran, angan-angan, perbuatan dan perkataan dosa. Harus diakui semua! Dan darah Yesus akan mengampuni dosa kita; menutupi dosa kita sampai tidak ada bekasnya lagi; seperti tadinya kita tidak pernah berbuat dosa itu.

    Seperti itulah darah Yesus menutupi dosa-dosa kita.
    Memang sudah mengaku sungguh-sungguh, tetapi ditambah: jangan berbuat dosa lagi. Itu yang penting!
    Tidak berbuat dosa lagi= bertobat.

    Kalau mengulangi dosa, pengampunannya akan batal dan penghukuman jalan terus.


  2. Oleh dorongan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, kita harus mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Ini penting!
    Kalau tidak mengampuni dosa orang lain, dosa kita juga tidak diampuni oleh TUHAN.

Celaka dua-duanya kalau tidak mau berdamai, rugi; kalau terjadi dalam nikah, penggembalaan, rugi dua-duanya; sama-sama kena pedang penghukuman/pedang pembantaian--pedang yang besar.

Yang paling baik adalah kita mendengar firman; kita berdoa supaya TUHAN membukakan firman yang bisa menunjukkan dosa. Itu yang nomor satu. Untuk apa kita datang ibadah kalau dosa tidak ditunjuk? Tidak ada gunanya. Pedang firman ini yang menunjuk dosa/mendorong kita untuk bisa saling mengaku dosa dan mengampuni.

Kalau tidak ada firman, orang tidak mau; berat untuk mengaku dosa. Tetapi kalau ada dorongan firman, bisa. Ini yang harus didoakan, supaya ada pedang firman yang mendorong kita untuk mengaku dan mengampuni. Mau mengampuni juga berat--'Enak saja, kamu sudah menyakiti hanya bilang maaf'--, tetapi kalau didorong pedang firman, bisa. Dorongan pedang firmannya yang penting.

"Saya sudah sering cerita, pada awal-awal kami menikah ada masalah, saya berkata: 'Kali ini aku tidak mau mengaku, aku tidak salah, jelas aku yang benar.' Dia juga berkeras: 'Aku juga tidak salah, aku juga benar.' TUHAN ingatkan lewat dorongan firman: Berapa jemaat di belakangmu? Kalau tetap berkeras, emaat mau dibawa ke mana? Harus mengaku. Jarak hanya beberapa meter, tetapi seperti naik gunung Golgota. Memang berat untuk berkata: Maafkan saya. Berat sekali. Kalau tidak didorong pedang firman, tidak kuat. Tetapi begitu mengaku: 'Saya yang salah tadi.' Dia menjawab: 'Saya yang salah.' Aneh sekali. Inilah korban pendamaian. Tadi waktu saya bilang: Saya benar, isteri saya juga berkata: Saya benar. Setelah saya bilang: Saya salah, isteri juga bilang: Saya salah. Ya sudah, selesai."

Pilih pedang yang besar atau pedang tajam bermata dua!
Kalau kita memilih untuk saling mengaku dan mengampuni oleh dorongan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua--pedang yang tajam--, darah Yesus akan menyelesaikan segala dosa-dosa kita. Tidak ada yang dihukum.
Tetapi kalau tidak mau pedang tajam,akan ditimpa pedang yang besar.

Itulah proses pendamaian oleh darah Yesus.

Hasil pendamaian oleh darah Yesus:

  1. Roma 3: 24-25
    3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
    3:25. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

    'Penebusan'= pendamaian.

    Hasil pertama pendamaian oleh darah Yesus: manusia berdosa dibenarkan oleh darah Yesus sehingga bisa hidup dalam kebenaran; hidup benar dalam segala aspek hidup kita.

    Ini harus menjadi cita-cita kita, yaitu menjadi orang benar; lebih tinggi dari menjadi dokter, pengusaha sukses dan lain-lain.
    Dibenarkan dulu baru bisa hidup dalam kebenaran.

    Secara pribadi benar, dan semua aspek harus benar; kerja benar, sekolah benar, semua benar, nikah benar, pelayanan benar.

    Yesaya 32: 17
    32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Kalau hidup benar, di situ ada damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan.

    Mazmur 5: 13
    5:13. Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

    Orang benar selalu dipagari dengan berkat TUHAN--tidak ada kutukan--, anugerah TUHAN yang besar--tidak ada dosa--dan damai sejahtera, sehingga keadaan dunia akhir zaman yaitu dosa-dosa dan puncaknya dosa, dan penghukuman tidak bisa menembusi kita.
    Dipagari=


    • Dipisahkan dari dunia akhir zaman yang kembali pada zaman Nuh, di mana manusia termasuk anak TUHAN makan minum dan kawin mengawinkan.
    • Bebas dari penghukuman TUHAN.


    Itu istilah dipagari, sehingga kita berpindah dari suasana dunia akhir zaman ke suasana Firdaus/kerajaan sorga.

    Mari, bertahan dalam hidup benar! Itu ada pagarnya, seperti Tabernakel ada pagarnya; kemudian ada pintu gerbangnya, bukan untuk keluar, tetapi menarik orang luar. Ini rumus kita.

    Berdamai ini mulai di rumah tangga. Misalnya suami tidak benar lalu isteri ikut-ikut tidak benar, itu sama seperti suami di luar pagar, lalu isteri ikut keluar juga; semua keluar. Jangan! Salah satu harus bertahan hidup benar kalau mau rumah tangga itu benar. Kalau suami yang nakal, isteri bertahan hidup benar untuk bisa menarik suami ke dalam lagi.

    Orang tua dengan anak, kalau anak nakal, jangan diikuti! Kalau anak salah diikuti, sama-sama keluar nanti. Jangan! Tetap bertahan hidup benar, biarpun kita kasihan, tetapi jangan kasihan secara daging!
    Kalau kasih dari TUHAN, anak salah tidak kita ikuti. Kalau anak salah kita ikuti, itu kasih dari daging--keluar dari pagar. Jangan! Tetap hidup benar untuk menarik/menyinari yang gelap.

    Mari, semua kembali pada pagar: hidup dalam kebenaran; menjadi orang benar dalam segala aspek kehidupan kita, sehingga kita dipagari dengan berkat, damai sejahtera TUHAN dan anugerah TUHAN yang besar. Kita dipisahkan dari dunia akhir zaman yang ditandai dengan dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan). Kita dilindungi oleh TUHAN. Penghukuman TUHAN tidak bisa menembusi; kita berpindah dari suasana dunia akhir zaman ke suasana sorga.

    Inilah hasil pendamaian oleh kurban Kristus. Dia harus mati di kayu salib untuk memagari--memindahkan--kita dari suasana dunia ke suasana sorga.

    Menjadi orang benar itu sudah seperti korban bakaran yang berbau harum--tadi, korban pendamaian sama dengan korban bakaran. Menjadi orang kaya belum tentu berbau harum; menjadi orang miskin belum tentu berbau harum. Tetapi kalau menjadi orang benar, pasti berbau harum di hadapan TUHAN sehingga kita dipagari. Kalau ada yang membusukkan, itu fitnah, terserah dia.


  2. Ibrani 10: 8-10
    10:8. Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--.
    10:9. Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
    10:10. Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

    Ayat 9= di perjanjian baru, hukum Taurat sudah tidak berlaku karena sudah digenapkan oleh kurban Kristus.
    'Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu'= Yesus datang sebagai Manusia untuk mati di kayu salib--melakukan kehendak Bapa.
    'dikuduskan'= menjadi orang suci.

    Hasil kedua pendamaian oleh darah Yesus: sudah hidup benar--dibenarkan, jadi orang benar, berbau harum, dipagari oleh TUHAN dan berpindah pada suasana sorga--, ditingkatkan menjadi orang suci.

    Ukuran kesucian adalah dari hati--pedang itu menusuk sampai kedalaman hati. Kalau hati tidak suci, tetapi dari luar kelihatan suci, itu namanya sok suci.
    Kalau hati disucikan, semua akan disucikan.

    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Kesucian dimulai dari hati dan pikiran yang suci.
    Hati dan pikiran disucikan dari:


    • Keinginan jahat= keinginan akan uang/cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah. Hati-hati! Ini berbau busuk, seperti Yudas Iskariot; perutnya pecah dan isi perutnya terburai keluar--berbau busuk.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain, terutama milik TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


    • Keinginan najis= dosa makan minum (merokok, mabuk dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah).
    • Kepahitan hati= iri hati, benci tanpa alasan, dendam dan lain-lain. Tidak boleh ada lagi!


    Kalau hati suci, maka perbuatan dan perkataan juga suci sehingga kita lebih berbau harum dari pada saat kita hidup benar; lebih indah di hadapan TUHAN.

    Menjadi orang benar, kita sudah berbau harum dan indah, kita dipagari oleh TUHAN dengan pagar berkat, damai sejahtera--semua enak dan ringan--dan anugerah TUHAN yang besar--kita bersuasana Firdaus--, semua yang dari dunia (dosa, kutukan dan hukuman) tidak bisa melewati pagar. Kalau hidup suci, lebih berbau harum dan lebih indah lagi.

    Praktik menjadi orang suci:


    • Praktik pertama menjadi orang suci: menjadi imam dan raja. Ini hasil pendamaian. Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan jadi pemain musik, tim doa dan lain-lain.

      Pelayanan pembangunan tubuh Kristus:


      • Dimulai dari dalam nikah; sebagai suami, isteri, anak dan orang tua. Layani nikah dulu sesuai dengan firman!


        1. Suami: mengasihi isteri seperti diri sendiri. Itu tugasnya, bagaimanapun sikap dari isteri. Tidak usah bingung. Namanya melayani kalau masih kotor, justru kita mandikan. Kalau disuruh mandi sendiri, ya tidak usah dilayani. Justru kalau kotor kita mandikan, itu namanya melayani.

          Jangan menuntut dulu!: Kamu tunduk dulu, baru aku mengasihi. Sebaliknya isteri: Kamu mengasihi dulu baru aku tunduk. Sampai kiamat tidak akan pernah melayani.
          Sudah tugas masing-masing dari TUHAN; karunia dan jabatannya apa dari TUHAN? Jabatannya suami, karunianya adalah mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar.


        2. Jabatannya isteri, karunianya adalah tunduk pada suami. Itu baru isteri.

          "Kalau saya terangkan dalam penataran nikah: Mungkin kamu pintar masak dan lain-lain, boleh, ttetapi belum tentu isteri. Koki lebih enak. Tetapi kalau kamu tunduk, sekalipun tidak bisa maask, itulah isteri. Suami juga. Kamu pintar cari uang, tetapi berlaku kasar pada isteri, belum tentu suami. Tetapi kalau kamu mengasihi isteri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar, itu lahsuami, biar kamu belum bisa cari uang. Mungkin karena keadaan, kemarin ada kesaksian: Suami saya tidak bisa kerja. Tidak ada masalah. Yang penting tahu tugas dan tanggung jawab masing-masing. Menjadi suami, tugas utamanya bukan mencari uang,, tetapi mencari isteri seperti diri sendiri. Setelah itu baru tugas-tugas yang lain."


        3. Anak-anak: taat dan hormat pada orang tua.


      • Penggembalaan.
      • Fellowship/antar penggembalaan.
      • Sampai tubuh yang sempurna--Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.


      Banyak kita terlalu muluk: Nanti kita melayani Israel. Di rumah saja tidak bisa, bagaimana mungkin bisa melayani Israel? Termasuk saya. Di rumah tangga dulu.
      Inilah firman pengajaran. Tidak terlalu tinggi tapi mulai dari yang kecil.

      "Ada anak muda bekerja: 'Om, gaji saya hanya sekian': 'Tidak apa-apa, tekuni! Pengangkatan itu dari TUHAN.' Lebih mudah TUHAN mengangkat kita dari pada membalikkan telapak tangan. Itu harus dipegang.
      Ada teman kakak saya mau menikah, dia hanya bekerja biasa. Dia kesulitan cari rumah dan lain-lain, tetapi dia tekun sungguh-sungguh; dia membesuk, mengajak kakak saya. Satu waktu omnya pindah luar negeri sekeluarga bilang pada teman kakak saya itu: Ini rumah saya, tempati beserta semua perabotnya. Bagaimana itu? Untuk cari kontrak saja dia susah, tetapi omnya memberikan rumah beserta seluruh perabotnya. Lebih mudah TUHAN menolong dari pada membalikkan telapak tangan. Harus yakin pada TUHAN!
      "

      Mari, layani TUHAN sungguh-sungguh hari-hari ini! Harus jadi imam!

      "Yang belum melayani, berdoa, ambil formulir, dicek syaratnya cocok atau tidak. Kalau belum cocok, dengar firman lagi, ikut penataran lagi, sampai cocok, boleh melayani.
      Kita melayani dari perkara kecil. Kami bersyukur dididik di dalam pengajaran. Mulai dari setelah lulus, orang berpikir: Dia dulu kerja, punya ijazah, pasti disuruh khotbah dan lain-lain. Tidak! Saya dirusuh menerima telepon. Coba bayangkan. Orang lain yang tidak terima. Saya ditanya seseorang:'Apa tugasmu sekarang?'--waktu itu di jalan Johor--: 'Saya menerima telepon.': 'Lho? Pulang saja, ini ada gereja, sudah ada semuanya, kamu jadi gembala!': 'Tidak, saya mau belajar.' Semua protes: Masak terima telepon? Percuma kamu tingalkan pekerjaan, ijazah dan gaji, sekarang hanya terima telepon. Tidak apa-apa, itu latihan kesabaran. Cari orang ke lantai tiga, lari-lari ke lantai tiga, tahu-tahu teleponya sudah mati. Sabar! Kalau nanti cari jemaat, sabar. Latihan! Saya kaget dipanggil Pdt Pong untuk bantu di jalan Johor, saya tanya: 'Apa tugas saya, Om?': 'Terima telepon.': 'Oiya, om terima kasih.' Itu tugas pertama saya. Tidak apa-apa, dari kecil dulu. Kaum muda, dari kecil dulu, jangna muluk-muluk! Tekuni! Kalau mau besar, bagi TUHAN lebih mudah dari pada membalikkan telapak tangan, yang penting kita sungguh-sungguh melayani TUHAN dalam kesucian. TUHAN tolong kita semua.
      "


    • Ibrani 13: 15
      13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

      Inilah korban yang berbau harum, yaitu korban pendamaian: hidup yang diperdamaikan--hidup benar--, kita berbau harum. Kemudian hidup suci, lebih berbau harum dan lebih indah di hadapan TUHAN, yaitu menjadi imam dan raja; dipakai oleh TUHAN dalam pembangunan tubuh Kristus.

      Praktik kedua menjadi orang suci: mempersembahkan korban syukur pada TUHAN, yaitu:


      • Yang pertama: ucapan bibir yang memuliakan TUHAN= tidak berdusta, berkata benar, bersaksi dan memuji TUHAN. Ini yang berbau harum--korban pendamaian sama dengan korban bakaran yang dibakar dan berbau harum.
        Jangan mengutuk sesama!

        Mulut ini digunakan untuk memuji TUHAN lalu mengutuk sesama. Jangan!


      • Ibrani 13: 16
        13:16. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

        Yang kedua: berbuat baik; perbuatan baik/perbuatan kebajikan yaitu memberi bantuan untuk pekerjaan TUHAN dan seasma yang membutuhkan, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Ini yang berbau harum; hidup dalam kesucian.

        Kalau tidak suci, orang belum berbuat jahat, kita berbuat jahat duluan.


      Tidak usah bicara: Saya suci. Dari ucapan bibirnya, kita bisa tahu orang itu suci--berbau harum--atau busuk di dalam--kuburan; hanya sok suci. Dari perbuatan juga. Bukan memberi bantuan--berbuat baik--, malah berbuat jahat, membalas kebaikan dengan kejahatan, itu setan, benar-benar busuk. Kelihatan dari sini!

      Tadi, praktik menjadi orang suci: yang pertama: menjadi imam dan raja, yang kedua: mempersembahkan korban syukur kepada TUHAN dalam bentuk ucapan dan perbuatan.


    • Mazmur 24: 3-4
      24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
      24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

      Praktik ketiga menjadi orang suci: bisa naik ke gunung penyembahan.

      Dari orang berdosa yang harusnya kena pedang yang besar--pedang pembantaian--, mari diperdamaikan oleh darah Yesus. Diberi kesempatan. Dua saksi korban pendamaian: Ayo! Mari! Segera! Sebelum kuda merah datang, dosa apa saja, masih ada korban pendamaian.

      Daud sudah berzinah dengan Batsyeba, membunuh suami Batsyeba juga. Daud raja yang hebat, dipilhi TUHAN, tetapi berbuat seperti itu. Tetapi dengan adanya korban pendamaian, masih bisa ditolong dan diangkat oleh TUHAN.

      Mari kita juga. Malam ini, apapun keadaan kita, masih ada korban pendamaian. Jangan tunda-tunda! Segera! Sehingga kita menjadi orang benar, mulai dipagari. Keadaan dunia akhir zaman: dosa-dosa dan puncaknya dosa, kutukan, hukuman TUHAN dan kiamat tidak bisa masuk. Kita dipagari dengan berkat, damai sejahtera dan anugerah TUHAN yang besar.

      Sekarang menjadi suci, lebih berbau harum lagi. kita beribadah melayani TUHAN--imam-imam dan raja-raja--, mempersembahkan korban ucapan syukur yaitu perkataan dan perbuatan yang baik, sampai bisa naik gunung; bernar-benar terpisah dari dunia.

      Mazmur 24: 3-4
      24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
      24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

      'murni hatinya'= kesucian sampai dalam hati; tidak ada kejahatan, kenajisan dan kepahitan.
      'bersih tangannya'= perbuatannya suci.
      'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu'= perkataannya suci.

      Inilah yang bisa naik ke gunung penyembahan; gunung Allah yang kudus.

      Doa penyembahan adalah


      • Yang pertama: doa penyembahan adalah puncak dari ibadah pelayanan kita kepada TUHAN.
        Sudah jauh dari dunia.

        Tadi hanya dipagari, tetapi setlelah menjadi orang suci, kita naik ke gunung, benar-benar terpisah dari dunia.
        Ingat! Ini sama dengan Matius 17: 1-2
        17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
        17:2. Lalu
        Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

        'menjadi putih bersinar seperti terang'= ada keubahan hidup.
        Di ayat selanjutnya, Petrus tidak mau turun--terpisah dari dunia--, tetapi ia mau mendirikan tiga kemah--menunjuk pada Tabernakel.
        Ke situ arahnya.

        Orang benar dipagari, kemudian menjadi orang suci, mari layani TUHAN--menjadi imam dan raja--dan persembahkan korban ucapan syukur--perkataan dan perbuatan yang benar--sampai menyembah TUHAN--naik ke gunung yang tinggi; doa penyembahan adalah puncak ibadah pelayanan kepada TUHAN.


      • Yang kedua: doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan, hawa nafsu dan tabiatnya.


    Kalau daging sudah dirobek, hasil doa penyembahan:


    • Mazmur 24: 5
      24:5. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

      Hasil pertama: hujan berkat dan anugerah TUHAN.

      Dekat gunung, dekat hujan. Karena itu naik gunung terus.
      Kita menghadapi padang gurun dunia yang kering; di padang gurun jarang turun hujan.

      "Waktu kami ke gunung Sinai, kami tanya pada pemandunya: Di sini bagaimana pak hujannya?: Satu tahun satu kali, paling banyak dua tiga kali: Wah, tandus sekali. Karena itu jangan mengoeml, di sini masih enak."

      Karena itu dekat dengan gunung--banyak berdoa--, supaya hujan berkat dan anugerah TUHAN dilimpahkan kepada kita, untuk memelihara kehidupan kita di tengah padang gurun dunia yang tandus amapi zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

      Tidak usah takut!
      Kalau sekarang pekerjaan sepi, mau apa lagi? Paling mudah adalah naik gunung saja dari pada mengomel, serahkan saja pada TUHAN, sampai hujan turun.

      Seperti Elia perintahkan bujangnya: Lihat: Tidak ada apa-apa, Pak--, sampai tujuh kali--ketekunan diuji oleh TUHAN. Ketekunan kita dalam doa diuji oleh TUHAN.

      "Jangan sampai baru puasa sekali sudah kecewa seperti saya dulu, sudah puasa yang datang tidak banyak. Anak saya tiru-tiru: Aku tiru-tiru papa, kecewa aku. Jangan! Itu contoh yang salah. Saya kasih tahu supaya yang lain tidak salah. Tetap dalam ketekunan!"

      Pada kali yang ketujuh, bujangnya Elia berkata: Ada awan setapak tangan. Apa artinya? Mau minta hujan lebat, tetapi awannya hanya setapak tangan. Tetapi bagi TUHAN, lebih mudah dari pada membalikkan telapak tangan.

      Awan setapak tangan adalah tangan anugerah TUHAN yang besar; hujan berkat dan anugerah TUHAN dilimpahkan. Mari, tekuni hari-hari! Yang ada masalah, tekun! Doa terus, mau apa lagi saat menghadapi kekeringan? Kita hanya minta hujan pada TUHAN. Naik gunung, minta hujan berkat dan anugerah TUHAN. Percayalah, satu waktu hujan lebat akan datang.


    • Matius 17: 2
      17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

      Hasil kedua: mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus; ini adalah mujizat terbesar.

      Kita harus mengalami keubahan hidup hari-hari ini.
      Kalau sakit jadi sembuh, belum tentu, miskin jadi kaya, belum tentu; terserah TUHAN. Tetapi kita harus mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

      Yang diubahkan adalah dari pikiran dan perasaan (hati dan pikiran) daging menjadi pikiran dan perasaan (hati dan pikiran) Yesus, yaitu:
      Filipi 2: 5-8
      2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
      2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
      2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
      2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


      • Menyerahkan diri kepada TUHAN. Hati dan pikiran Yesus itu hanya menyerahkan diri sepenuh kepada Allah.
      • Ayat 6= tidak mempertahankan sesuatu yang hebat di dalam diri-Nya. Dia rela dari Anak Allah jadi manusia, miskin.
      • Ayat 7= mengosongkan diri.
      • Ayat 7= mengambil rupa seorang hamba.
      • Ayat 7= menjadi sama dengan manusia. Dia Allah yang hebat, tetapi mau menjadi sama dengan manusia.
      • Ayat 8= merendahkan diri serendah-rendahnya.
      • Ayat 8= taat, bahkan taat sampai mati di kayu salib.


      Inilah tujuh pikiran dan perasaan Yesus. Ini yang harus ada pada kita, hingga taat sampai daging tidak bersuara lagi. Inilah pikiran dan perasaan Yesus yang ada di dalam hidup kita.

      Waktu Yesus taat sampai mati di kayu salib, Dia mendapatkan nama di atas segala nama--nama Yesus yang berkuasa.
      Filipi 2: 9
      2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

      Kita juga, kalau kita taat sampai daging tidak besuara, kita bisa menyeru nama Yesus yang berkuasa.
      Filipi 2: 11
      2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

      Kalau tidak taat, akan seperti tujuh anak Skewa; mereka mau mengusir setan dengan nama Yesus, malah digagahi, karena mereka tidak taat.
      Kalau kita tidak taat dengar-dengaran (melawan TUHAN) lalu menyeru nama TUHAN, itu sama seperti salah satu perintah pada dua loh batu: Jangan menyebut nama TUHAN Allahmu dengan sembarangan. Itu yang dilakukan oleh tujuh anak Skewa, sembarangan saja menyebut nama TUHAN padahal mereka tidak taat.

      Yesus taat sampai mati, baru mendapat nama yang berkuasa. Kita taat sampai daging tidak bersuara, baru bisa menyeru nama Yesus yang berkuasa sehingga kita bisa mengalahkan setan tritunggal.

      Filipi 2: 10
      2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

      Setan tritunggal adalah sumber segala sesuatu yang tidak baik:


      • Setan tritunggal sumber air mata dikalaehkan, kita bahagia.
      • Setan tritunggal sumber kegagalan dikalahkan, jadi berhasil dan indah.
      • Setan tritunggal sumber dosa dan punckanya dosa dikalahkan, bisa hidup benar dan suci--terlepas dari dosa-dosa. Sebut nama Yesus kalau belum terlepas!


      • Setan tritunggal sumber masalah dikalahkan, sebut nama Yesus dan semua masalah yang mustahil selesai tepat pada waktunya.


      Mari malam ini, semua berhasil dan indah, semua selesai, semua yang tidak baik diselesaikan. Sungguh-sungguh menggunakan nama Yesus!

      Sampai jika Yesus datang kembali kedua kali, kita disempurnakan seperti Dia; korban pendamaian akan menyempurnakan kita.

      Ibrani 10: 14
      10:14. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.

      Kita disempurnakan dengan satu tanda: tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2). Kita terangkat di awan-awan dengan sorak-sorai: Haleluya, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya. Tentu dengan keluarga tercinta.

      Suami isteri, anak dan orang tua, jangan sampai kita dicerai-beraikan oleh setan! Kita doakan semua, supaya semua jangan masuk pedang penghukuman, tetapi kita menerima pedang firman hari-hari ini untuk mendorong kita berdamai.

      Jadilah orang benar, orang suci, dipakai TUHAN, berbau harum di hadapan TUHAN, ada korban ucapan syukur--ucapan bibir yang baik dan perbuatan yang baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan. TUHAN tolong. Kalau yang jahat dibalas dengan kebaikan, nanti dia baik juga.

      "Saya ingat dulu satu guru saya, kalau saya beri salam, hanya dia tidak mau karena anti....... Saya cerita papa saya. Sudah berhadpaan, saya terus saja. Satu waktu papa saya bilang: Terus saja, tidak apa-apa, nanti dia akan membalas salammu juga. Benar, satu waktu saya kberi salam, dia membalas, entah sadar atau tidak."

      Apalagi hanya di dalam rumah tangga, mari berdamai semua. TUHAN tolong sampai kita bisa menyeru nama Yesus malam ini. Apapun keadaan kita, sebut nama Yesus, tidak ada yang mustahil. Dia beri pengharapan baru--yang tidak mungkin jadi mungkin--; Dia beri jaminan kepastian kepada kita; sampai kita sempurna dan menyambut kedatangan-Nya.

Kita menyeru nama Yesus malam ini sungguh-sungguh. Kita serahkan semuanya. Yang penting kita taat dengar-dengaran.
Jadi orang benar, kita dipagari; jadi orang suci, kita dinaikkan menjadi imam-imam, sampai ke gunung, bahkan sampai di awan-awan. Kita sempurna sampai di takhta sorga selama-lamanya.

Kaum muda, apa kesulitan dan kemustahilanmu? Sebut nama Yesus malam ini! Jangan ragu! Nama Yesus nama yang berbau harum, nama yang indah, nama yang berkuasa.
Mungkin tidak ada yang tahu, tetapi TUHAN tahu.

Karena Dia rela tubuh-Nya dipecah-pecahkan dan darah-Nya ditumpahkan di kayu salib, maka kita mendapatkan kuasa nama Yesus. Apapun keadaan kita, sebut nama Yesus! Sumber yang tidak baik dikalahkan semua; yang mau membawa kita pada kehancuran dikalahkan semua. Hidup kita berhasil dan indah; kita bahagia di dalam Dia. Ada kepastian dalam nama Yesus.
Sudah dipagari dan diangkat sampai ke gunung, tetapi belum cukup, tidak ada artinya jika Tuhan datang kita tidak berada di awan-awan. Kita berdoa menyembah Dia, jangan ada keluarga kita yang ketinggalan saat Dia datang kembali.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top