English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Juli 2013 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dialihkan pada hari Senin sebelumnya
Dari siaran langsung Ibadah Persekutuan di Medan

TEMA dalam Wahyu 19: 9

Wahyu 19: 9
19:9 Lalu ia berkata...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 25 Agustus 2012 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 2:8-20 adalah tentang gembala-gembala....

Ibadah Paskah Blitar, 17 April 2009 (Jumat Sore)
Tema: Yohanes 20: 19-29 "Kebangkitan Tuhan membawa damai sejahtera"

Damai sejahtera ini adalah sesuatu yang sangat...

Ibadah Raya Malang, 23 November 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 29-31 ->'KEADAAAN PADA MASA KEDATANGAN YESUS KE 2X'

...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 19 November 2013 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas tentang kecerdikan setan....

Ibadah Raya Malang, 25 November 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Doa Malang, 01 Juni 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:9
7:9 Kemudian dari...

Ibadah Persekutuan di Kartika Graha V Malang, 24 September 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 20 Januari 2009 (Selasa Tengah Malam)
Mazmur 27:7-14.
Raja Daud juga merindu untuk memandang wajah Tuhan dalam kemuliaan.

Ibadah Doa Malang, 17 November 2015 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Juni 2015.

Puji TUHAN, kita membaca di dalam Matius 25:...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2010 (Jumat Malam)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka...

Ibadah Doa Malang, 09 Juni 2009 (Selasa Sore)
Bersamaan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 24: 32-35.
Nubuat ke-6=

Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 November 2011 (Sabtu Sore)
Berita tentang kelahiran Yohanes Pembaptis.

Lukas 1:13-17

Ibadah Raya Malang, 27 Desember 2009 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK.
Mazmur 92:13, pohon aras adalah gambaran kekuatan,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 22 Oktober 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014).

AD. 2. SIDANG JEMAAT SMIRNA
Wahyu 2: 10
2: 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Keadaan sidang jemaat Smirna (sidang jemaat akhir zaman) mulai ayat 9 adalah dalam kesusahan, kemiskinan, difitnah, sampai puncaknya, dilemparkan ke dalam penjara dan dicobai, sehingga mengalami kesusahan selama sepuluh hari.

Kalau disimpulkan, sidang jemaat Smirna mengalami sengsara daging bersama Yesus/mengalami penderitaan bersama Yesus = mengalami PERCIKAN DARAH.

Di ayat 10, kita belajar sikap yang benar saat mengalami penderitaan bersama Yesus:
2: 10 Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

  1. 'Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita!' (mulai diterangkan dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Oktober 2014).
  2. 'Hendaklah engkau setia sampai mati'.

Kita masih membahas yang pertama, yaitu: 'JANGAN TAKUT TERHADAP APA YANG HARUS ENGKAU DERITA!'.
Jika kita takut menghadapi penderitaan bersama Yesus (takut secara daging), maka kita pasti menyangkal Tuhan seperti Petrus.
Petrus takut saat Yesus ditangkap dan dibawa ke rumah imam besar, dia berdiang api dan ketika ditanya apakah mengenal Yesus, Petrus langsung menyangkal, sebab Petrus takut mengalami penderitaan.
Jadi, sikap yang benar saat menghadapi penderitaan adalah kita harus takut akan Tuhan, bukan takut pada penderitaannya.

Praktik takut akan Tuhan:

  1. Amsal 8: 13
    8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik takut akan Tuhan yang pertama: membenci kejahatan/dosa sampai membenci dusta.
    Kalau berbuat dosa saat menghadapi penderitaan, itulah yang dikatakan menyangkal Tuhan.
    Contoh: tidak punya uang, kemudian korupsi.

    Saat menghadapi penderitaan bersama Yesus, jangan sampai berbuat dosa, tapi kita harus tetap hidup dalam kebenaran.
    Seperti Ayub, sekalipun dalam penderitaan, ia tidak mau menyimpang dari Tuhan.

    Ayub 23: 10-12
    23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
    23:11
    Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
    23:12
    Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.

    'Ia menguji aku'= dalam penderitaan.
    'Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya' = perjalanan hidup tetap benar.
    'perintah dari bibirNya tidak kulanggar' = tidak melanggar perintah Tuhan (benar).
    'dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya' = benar sampai ke dalam hati, yaitu menyimpan Firman, bukan lainnya.

    Kalau dalam penderitaan kita tetap hidup dalam kebenaran, hasilnya: kita mendapatkan emas murni ('aku akan timbul seperti emas') = mendapatkan iman yang teruji/iman yang permanen. Sekalipun menghadapi pencobaan, iman akan semakin murni (emas tidak akan hancur sekalipun terkena api).
    Kegunaan iman yang murni/teruji/sempurna: untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali dan kita dipermuliakan bersama dengan Dia.
    Sebab itu, iman ini harus kita pertahankan dan jaga.
    Jadi, DI BALIK PENDERITAAN, ADA EMAS MURNI (KEMULIAAN).

    Lukas 18: 8
    18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"


  2. Yosua 24: 14
    24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

    Praktik takut akan Tuhan yang kedua: beribadah dengan setia dan tulus ikhlas/tanpa pamrih, hanya beribadah kepada Tuhan, tidak lihat yang lain (hanya mencari Tuhan atau Firman Tuhan).

    Dalam injil Matius, diistilahkan beribadah melayani Tuhan dengan setia dan baik.
    'baik'= tidak berbuat jahat dan lain-lain.
    Kesimpulan:


    • kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan tulus ikhlas,
    • kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan baik.


    Di sinilah kita mendapatkan kebahagiaan bersama dengan tuan. Ini merupakan kebahagian perjamuan kawin Anak Domba saat Yesus datang kedua kali.

    Matius 25: 21
    25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Mulai sekarang, kalau kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan baik - setia dan tulus ikhlas, maka kita akan mengalami kebahagiaan Surga sampai puncaknya, jika Yesus datang kembali kdua kali, kita bisa masuk kebahagiaan perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai sampai masuk kebahagiaan kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang). Sesudah itu, kita benar-benar masuk kebahagiaan dalam kerajaan Surga selamanya.
    Tentukan dengan sikap setia dan tulus ikhlas.

    Melayani Tuhan bukan ditentukan dari hebatnya, tetapi setia dan tulus ikhlas, setia dan baik.
    Mulai di bumi ini, kita harus setia dan tulus ikhlas.

    Kalau tidak setia, kita akan susah, letih lesu dan berbeban berat.
    Biarlah kita mohon kepada Tuhan.

    Untuk bisa setia memang suatu penderitaan, tetapi Tuhan tidak menipu kita, Tuhan tidak menyengsarakan kita, sekalipun daging menderita, tetapi kita bisa merasakan kebahagiaan Surga yang tidak bisa dipengaruhi oleh semua perkara dunia.
    Jadi, DI BALIK PENDERITAAN DAGING UNTUK BISA SETIA DAN BAIK, ADA KEBAHAGIAAN SURGA.


  3. Wahyu 14: 7
    14:7 dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

    Praktik takut akan Tuhan yang ketiga: menyembah Tuhan sebagai Sang Pencipta yang menjadikan langit dan bumi ('yang telah menjadikan').
    Kita ingat penciptaan pada jaman dahulu, terutama penciptaan manusia di mana tanah liat diambil oleh Allah dan diciptakan manusia Adam dan Hawa.
    Jadi, menyembah Tuhan sebagai sang pencipta = menyerahkan hidup kita sebagai tanah liat di tangan Sang Pencipta.
    Mari! Dalam penderitaan, biar kita menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan.

    Tanah liat =


    • tidak layak,
    • banyak kekurangan/dosa-dosa, terutama dosa-dosa yang tidak disadari yaitu kebenaran diri sendiri (seperti Ayub).
      Kebenaran diri sendiri adalah


      1. kebenaran di luar Firman Allah.
        Sekalipun 1000 orang berkata benar, tetapi kalau tidak cocok dengan Firman, itulah kebenaran diri sendiri. Sebaliknya, sekalipun hanya 1 orang yang berkata benar, kalau cocok dengan Firman, itulah kebenaran Tuhan.
        Jangan melihat banyak sedikitnya orang yang berbicara, tetapi lihat Firman, jangan ambil perkataan secara umum!


      2. menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan Tuhan (pengajaran yang benar).
        Ciri orang yang memakai kebenaran diri sendiri adalah banyak kata-kata yang salah.


      Malam ini, biar kita menyembah Tuhan Sang Pencipta, kita mengakui hanya tanah liat dan kita serahkan hidup kita kepada Tuhan.


    • tidak mampu,
    • tidak bisa apa-apa,
    • tidak berharga apa-ap.


    Tetapi, tanah liat berada dalam tangan Sang Pencipta.
    Dalam penyembahan malam hari ini, dalam penderitaan atau mungkin dalam kebeharsilan, biarlah kita tetap takut akan Tuhan.

    Kita hidup benar supaya mendapatkan iman yang teruji sampai iman yang sempurna untuk layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.

    Dalam keberhasilan atau penderitaan, kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan baik supaya ada kebahagiaan Surga sampai puncaknya kita masuk kebagiaan di awan-awan dan masuk Surga.

    Dan yang ketiga, kita menyembah Tuhan Sang Pencipta. Kita menyerahkan hidup kita, 'hidup saya ini hanya tanah liat, tetapi berada dalam tangan Sang Pencipta. Saya tidak layak, banyak kekurangan, saya tidak mampu, tidak berdaya, tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak berharga apa-apa, tetapi saya serahkan ke dalam tangan Sang Pencipta. Saya kembali pada tangan Sang Pencipta'.

    Waktu Tuhan menciptakan manusia dari tanah liat, tanah liat memang tidak bisa apa-apa. Oleh sebab itu, kalau kita sudah mengaku sebagai tanah liat dalam tangan Tuhan, maka Tuhan segera menghembuskan nafas hidup (Roh Kudus) kepada kita malam ini supaya kita menjadi makhluk hidup.

    Kejadian 2: 7
    2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

    Sehebat apapun manusia, kalau tanpa Roh Kudus, ia tidak akan bisa apa-apa, hidupnya hanya seperti boneka tanah liat, tidak bisa berpikir dan sebagainya. Begitu lemahnya manusia tanpa Roh Kudus.
    Malam ini, kalau kita merendahkan diri, mengaku tanah liat, menunjukkan kekurangan dan ketidak mampuan kita, mungkin kita hina di hadapan Tuhan, najis dan sebagainya, mari kita tunjukkan supaya kita ada dalam tangan Sang Pencipta dan Dia akan menghembuskan Roh Kudus supaya kita menjadi makhluk hidup.
    Artinya:


    • hembusan Roh Kudus yang pertama: Roh Kudus sanggup memberikan KEHIDUPAN kepada kita, manusia daging dan tanah liat:


      1. secara rohani: kita bisa hidup benar dan suci (kita tidak berbuat dosa). Tanpa Roh Kudus, kita akan mati dalam dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).

        Apa yang sudah mati bisa dihidupkan kembali oleh Tuhan.
        nikah rumah tangga yang sudah mati bisa hidup kembali dan bahagia.


      2. secara jasmani: memberi kehidupan di tengah kemustahilan dunia. Sekalipun kita sudah tidak bisa apa-apa, tetapi kalau ada Roh Kudus, kita akan mendapatkan jalan keluar.


    • Yohanes 20: 21-22
      20: 21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
      20:22 d
      an sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

      Dalam Perjanjian Baru, Roh Kudus masih dihembukan lagi.
      Tadi, di Perjanjian Lama (hembusan yang pertama), Roh Kudus dihembuskan untuk memberikan hidup (hidup lebih dulu). Manusia tanah liat harus hidup dulu. Kalau mati, tidak ada gunanya ('daging tidak berguna').

      H
      embusan Roh Kudus yang kedua: Roh Kudus dihembuskan untuk pengutusan.
      Begitu Roh Kudus dihembuskan, Roh Kudus memberikan DAMAI SEJAHTERA kepada kita semua,.
      Tadi, Roh Kudus memberikan kehidupan. Sekarang, Roh Kudus memberikan damai sejahtera kepada kita.

      Damai sejahtera= tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan. Mungkin sekarang kita datang dengan kesedihan, kesakitan, kepahitan, putus asa, kecewa dan sebagainya. Tetapi kalau Roh Kudus dihembuskan, kita tidak merasakan itu semua, tetapi kita hanya merasakan kasih Tuhan, sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri.
      Inilah kehidupan yang bisa diutus (harus ada damai sejahtera lebih dulu).

      Roh Kudus mengutus kehidupan yang memiliki damai sejahtera untuk membawa damai sejahtera/kesejukan lewat


      1. Firman Penginjilan/kabar baik untuk membawa orang-orang berdosa percaya Yesus dan selamat,
      2. Kabar Mempelai/Firman pengajaran untuk membawa orang-orang yang sudah selamat untuk masuk dalam kesucian dan kesempurnaan (menjadi mempelai wanita Tuhan).

        Banyak orang yang tidak mengerti. Sudah percaya dan diberkati, tetapi tidak tahu harus ke mana. Di sinilah kita tunjukan dan kita bersaksi tentang Kabar Mempelai. Ini penting. Dalam ibadah-ibadah kunjungan, kita bersaksi tentang kabar mempelai.


      Waktu itu, murid-murid sudah dihembusi oleh Roh Kudus dan dipakai untuk melayani Tuhan. Tetapi, sesudah Yerus mati di kayu salib, murid-murid meninggalkan pelayanan karena lemah, putus asa, dan kecewa.

      Yohanes 21: 3
      21: 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

      = keadaan murid-murid yang lemah.
      Kalau hanya dihembusi, masih lemah, tidak bisa lagi
      menghadapi kesulitan/penderitaan dan kegagalan ('mereka tidak menangkap apa-apa'), malah meninggalkan pelayanan ('Aku pergi menangkap ikan'). Dari penjala manusia menjadi penjala ikan kembali.

      Sehebat apapun Petrus, sudah dihembusi Roh Kudus, masih tinggalkan pelayanan.
      Itu sebabnya di loteng Yerusalem, Roh Kudus bukan hanya dihembuskan, tetapi ditiupkan dengan keras.


    • Kisah Rasul 2: 1-4
      2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
      2:2 T
      iba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
      2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
      2:4 maka
      penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

      Yang ketiga: Roh Kudus ditiupkan bagaikan angin keras di loteng Yerusalem.
      ini menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan awal. Ini memenuhi Petrus dan kawan-kawan, sehingga Petrus dan kawan-kawan bisa dipakai oleh Tuhan sampai garis akhir, tidak pernah tinggalkan Tuhan lagi. Mereka sampai meninggal dunia. Kalau kita sampai Tuhan Yesus datang bahkan sampai selama-lamanya.

      Untuk kita di akhir jaman, Roh Kudus dicurahkan/ditiupkan dengan keras secara dobel, sehingga kita bisa dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/kesatuan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

      Mengapa di akhir jaman kita membutuhkan curahan Roh Kudus yang dobel? Sebab di akhir jaman, pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kita menghadapi tantangan dan rintangan yang hebat sampai seperti mustahil.

      Untuk membangkitkan Lazarus yang sudah mati empat hari, Yesus berdoa satu kali saja dan Lazarus bangkit.
      Tetapi, untuk pembangunan tubuh Kristus, Yesus harus berdoa sebanyak empat kali. Ini benar-benar seperti mustahil.

      Yohanes 17: 11,21-23
      17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, 1supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
      17:21
      2supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
      17:22 d
      an Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, 3supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
      17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku
      4supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

      Di rumah tangga saja susah jadi satu, di gereja juga susah menjadi satu, apalagi antar gereja, apalagi Israel dan kafir menjadi satu, bagaimana? Mustahil!
      Untuk Lazarus yang mati, Tuhan hanya berdoa satu kali. Tetapi, untuk kesatuan tubuh Kristus, Tuhan berdoa empat kali. Inilah gambaran bagaimana sulitnya. Sebab itu, butuh Roh Kudus secara dobel.
      Kepandaian dan kekayaan tidak bisa,. Hanya kuasa Roh Kudus yang sanggup menolong kita,.
      Malam ini, kita banyak kebutuhan, tetapi sudah tercakup dalam Roh Kudus. Roh Kudus memberi kehidupan bagi kita semua, memberikan damai sejahtera (pengutusan) kepada kita dan Roh Kudus di akhir jaman memberi kita kekuatan extra untuk menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, sehingga kita tetap bisa mengikuti dan melayani Dia sampai garis akhir (sampai tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita terbentuk untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali).

      Tantangan dan rintangan juga bagaikan menghadapai laut Kolsom.
      Dulu, waktu Musa keluar dari Mesir menghadapi laut Kolsom. Nanti, kita mau keluar dari dunia ini (pembangunan tubuh Kristus) untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan, kita juga seperti menghadapi laut Kolsom (mustahil).
      Tetapi, saat itu ada tiupan angin keras membelah laut Kolsom.

      Mungkin hari-hari ini kita menghadapi kemustahilan seperti laut Kolsom, tetapi ada mujizat terjadi.
      Mujizat rohani terjadi, yaitu kita masuk pembangunan tubuh Kristus.
      Mujizat jasmani juga terjadi.

      Secara jasmani: halangan rintangan bagai laut Kolsom (rintangan ekonomi dan sebagainya) bisa dibelah oleh tiupan angin keras.
      Secara rohani: halangan seperti menghadapi Lazarus yang sudah mati empat hari (busuk, najis dan lain-lain), tetapi Roh Kudus yang dobel bisa menolong, menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Tuhan.

Apapun keadaan kita malam ini, penderitaan dan sebagainya, biarlah kita tetap takut akan Tuhan:

  • tetap hidup dalam kebenaran, sehingga mendapat emas murni untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali,
  • tetap setia dan baik dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sehingga kita mendapat kebahagiaan,
  • menyembah Tuhan, 'saya hanya tanah liat, saya tidak layak, saya tidak bisa apa-apa, saya butuh Roh Kudus untuk memberi kehidupan, damai, pengutusan dan kekuatan extra di akhir jaman untuk menghadapi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (bagaikan menghadapi laut Kolsom dan Lazarus yang sudah mati empat hari'.
    Tetapi, Roh Kudus yang dobel bisa menolong kita semua. Sampai kita masuk tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top