English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Persekutuan di Ciawi V, 19 November 2009 (Kamis Siang)
Tema: Wahyu 21:5
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!"

Tuhan berusaha dengan menciptakan manusia baru yang sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan Ciawi II, 27 Februari 2013 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Doa Malang, 30 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa dari Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 14:32-38
14:32...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Agustus 2011 (Kamis Sore)
Bersamaan Penataran Imam-Imam & Calon Imam II

Ibadah Natal Persekutuan di Kartika Graha Malang, 25 Desember 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dua macam kegiatan di takhta Sorga:
Kegiatan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 September 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Oktober 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Salam damali sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, selamat malam dan selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 20 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8:19-21
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Juni 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 27 dalam susunan tabernakel terkena kepada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/ tutup...

Ibadah Raya Malang, 12 Maret 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Juli 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 November 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema Ibadah Persekutuan di Jakarta: Wahyu 21: 5: "Aku menjadikan segala sesuatu baru."

Wahyu 21: 5

21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Sebenarnya, di dalam kitab Kejadian, TUHAN sudah menciptakan langit bumi serta isinya termasuk manusia yang sempurna, sama mulia dengan TUHAN--satu gambar dengan TUHAN--dan manusia ditempatkan di Taman Eden. Semua baik dan semua bahagia pada waktu diciptakan. Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular dan berbuat dosa dan telanjang, sehingga diusir ke dalam dunia dan hidup dalam suasana kutukan.

Di dalam dunia, manusia--termasuk anak TUHAN, hamba TUHAN, pelayan TUHAN--tetap berbuat dosa, bahkan sampai puncaknya dosa (dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan), sehingga tampil seperti anjing dan babi, seperti binatang buas/antikris--dicap 666 (perempuan bungkuk 18 tahun di Bait Allah)--, sampai menjadi sama dengan iblis. Kepada Petrus, TUHAN katakan: 'Enyahlah iblis!'

TUHAN tidak rela kalau manusia ciptaan-Nya terlebih hamba TUHAN, pelayan TUHAN hanya menjadi binatang buas, iblis dan harus binasa selamanya. Oleh sebab itu di dalam kitab Wahyu TUHAN mau menciptakan manusia baru yang sama mulia dengan Dia dan ditempatkan di langit dan bumi baru, yaitu Yerusalem baru selama-lamanya.

Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN.
Jadi, jangan putus asa kalau kita banyak kehancuran-kehancuran seperti bejana yang hancur; seperti anjing dan babi. Tuhan masih beri kesempatan untuk dibaharui. Yang sudah dibaharui, jangan puas, tetapi terus hidup dalam pembaharuan sampai sempurna seperti Dia dan kita hidup dalam Yerusalem baru selamanya.

Dalam Wahyu 21, ada 4 macam pembaharuan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore):

  1. Wahyu 21: 1= pembaharuan langit dan bumi yang baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013-Kamis Pagi).


  2. Wahyu 21: 2-3= pembaharuan manusia baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi V, 28 Februari 2013-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013-Kamis Sore).


  3. Wahyu 21: 4-8= pembaharuan suasana baru (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014-Selasa Sore).
  4. Wahyu 21: 9-27= pembaharuan Yerusalem baru sampai kekal.

AD 3. PEMBAHARUAN SUASANA BARU


Wahyu 21: 4-8
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Pembaharuan suasana baru dibagi menjadi 4:

  1. Wahyu 21: 4= suasana tanpa maut (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015-Selasa Sore sampai Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015-Rabu Pagi).


  2. Wahyu 21: 5-6= suasana kepuasan/kebahagiaan sorga (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta III, 18 November 2015-Rabu Sore).
  3. Wahyu 21: 7= suasana kemenangan (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 19 November 2015-Kamis Pagi).
  4. Wahyu 21: 8= suasana kesucian dan kesempurnaan (diterangkan pada Ibadah Kunjungan Jakarta V, 19 November 2015-Kamis Sore).

AD. 3. Wahyu 21: 7= suasana kemenangan.

Ini yang harus terjadi dalam hidup kita.
Wahyu 21: 7
21:7 Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

Pembaharuan suasana baru sama dengan suasana kemenangan, tidak boleh kalah.

Wahyu 17: 14
17:14. Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."
Suasana kemenangan adalah kehidupan yang dipanggil, dipilih dan setia.
Dipanggil= diselamatkan, dilepaskan dari dosa (dibenarkan).
Dipilih= disucikan dan diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja (hamba TUHAN, pelayan TUHAN). Contoh: kalau mobil rusak tidak dibetulkan dulu, maka tidak bisa dipakai. Dibetulkan dulu baru bisa dipakai.

Jadi, suasana kemenangan adalah imam-imam dan raja-raja--pelayan TUHAN--yang BERIBADAH MELAYANI TUHAN, sesuai dengan jabatan pelayanan dari TUHAN, dengan setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai TUHAN datang kembali.
Kemarin, kita sudah mendengar kesetiaan ini adalah kesetiaan dalam pelayanan--setia dan baik (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 22 November 2015).

2 Korintus 11: 2-4
11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari
kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

'Injil yang lain' = pengajaran yang lain.

Malam ini, kita pelajari POKOK DARI KESETIAAN.
'masa pertunangan'= masa akhir, berarti sebentar lagi masuk pernikahan; menunjuk pada akhir zaman. Ada perkenalan, pacaran, pertunangan sampai dengan pernikahan.

Pada masa pertunangan--akhir zaman (menjelang kedatangan Yesus kedua kali)--yang harus dijaga adalah pokok kesetiaan, yaitu kesetiaan yang sejati kepada Kristus (satu laki-laki); sama dengan kesetiaan yang sejati kepada satu firman pengajaran yang benar. Jangan ada ajaran lain! Kalau ajaran lain, berarti yesus dan rohnya lain.

Firman pengajaran yang benar tandanya: tertulis dalam alkitab dan diwahyukan oleh TUHAN--dibukakan rahasianya oleh TUHAN--, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Ini yang harus kita jaga!
Kesetiaan yang sejati pada Kristus menentukan kesetiaan dalam hal yang lain--kesetiaan mempelai wanita terhadap Mempelai Pria--, yaitu kesetiaan dalam pelayanan, nikah, pekerjaan dan sebagainya.
Kita harus setia pada satu-satunya laki-laki ('Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki'); setia pada satu firman pengajaran yang benar ('Akulah pokok anggur yang benar'). Kalau tidak setia kepada firman pengajaran, tidak akan setia dalam nikah, pelayanan, pekerjaan dan sebagainya.

Waspada! Hawa sudah diperdaya oleh ular--digigit oleh ular--sehingga kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus.
Akibatnya: kehilangan kesetiaan dalam segala hal. Hati-hati dengan gigitan ular!

Ada 3 macam gigitan ular:

  1. Kejadian 3: 1
    3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

    'perempuan itu'= Hawa.
    'Ular itu berkata' = berarti Hawa mendengar perkataan ular. Kalau berani mendengar suara ular, berarti telinganya sudah digigit oleh ular.

    TUHAN katakan bahwa buah di taman boleh dimakan dengan bebas. Tetapi ular berkata yang lain dan itu artinya Hawa mendengar suara ular.

    Gigitan ular yang pertama: ular menggigit telinga.
    Artinya:


    • Hawa sabar saja--tanpa urapan Roh Kudus--sehingga tidak tegas untuk menolak suara ular (ajaran lain, gosip-gosip).
      2 Korintus 11: 4
      11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

      Kalau kita berani mendengar ajaran lain--sudah tahu berbeda tetapi tetap mau mendengar--, berarti telinga sudah digigit oleh ular, sehingga menganggap semua pengajaran sama.

      Banyak hamba TUHAN mengatakan: 'Sama saja, hanya beda sedikit.' Padahal, namanya beda, tetap beda. Tidak ada istilah 'beda, tetapi sama.' Seperti rel kereta api. Kalau kereta cepat berjalan di rel yang beda sedikit saja, sudah hancur keretanya.

      Kerajaan sorga itu dari pintu gerbang, sampai tabut perjanjian. Kalau di Tabernakel, beda pintu gerbangnnya saja, sudah salah masuk. Atau semua sama, tetapi hanya beda baptisannya, itu juga sudah menyeleweng dan tidak bisa mencapai tabut perjanjian. Harus urut semuanya dan tidak boleh berbeda sedikitpun.


    • Hawa menanggapi suara ular. Hawa membuka telinga--berani mendengar suara ular--, akhirnya Hawa menanggapi suara ular.
      Tandanya:


      1. hatinya bimbang.
        Ular berkata: 'Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?' Padahal TUHAN katakan: 'Semua buah pohon di taman boleh kau makan dengan bebas! kecuali satu'. Dari kalimat perintah, diganti menjadi pertanyaan oleh ular. Firman yang tegas, dijadikan pertanyaan, sehingga hatinya bimbang.

        Bimbang itu banyak pertanyaan: ini boleh tidak ... kalau begini boleh tidak ...
        Begitu juga dengan kita. Kalau pengajaran mengatakan: Boleh, berarti boleh; Tidak boleh, berarti tidak boleh. Jangan dipertanyakan lagi!

        Kalau masih banyak pertanyaan terhadap firman pengajaran yang benar--firman dijadikan pertanyaan--, itulah yang membuat banyak masalah dan air mata. Ini berarti sudah bimbang.

        Akibatnya:


        1. Hawa menambah dan mengurangi firman--merubah firman. Yang boleh menjadi tidak boleh, begitu juga sebaliknya.

          Kejadian 2: 16
          2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

          Kejadian 3: 2
          3:2. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

          = Hawa mengurangi kata 'bebas', ini berarti mengurangi firman pengajaran yang benar. Seringkali mengatakan: Jangan banyak-banyak, firmannya jangan lama-lama, jangan keras-keras.

          'bebas' ini menunjuk pada urapan Roh Kudus.

          Kejadian 2: 17
          2:17. tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

          TUHAN cuma bilang: 'Janganlah kaumakan buahnya'

          Kejadian 3: 3
          3:3. tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

          = Hawa menambah kata 'raba'.

          "Jangan berani-berani mendengar suara ular: 'Saya bisa karena ada filternya.' Kalau saya tidak akan mau. Salomo yang hebat bisa jatuh karena mendengarkan ajaran dari isterinya, apalagi saya."

          Jadi, mengurangi dan menambah firman = merubah firman firman pengajaran benar, sehingga arahnya juga berubah dari Firdaus yang penuh kebahagiaan menuju ke dunia yang penuh kutukan.
          Kita sungguh-sungguh!

          Kalau banyak pertanyaan, maka suasananya sudah berubah; bukan suasana Firdaus lagi, melainkan suasana banyak masalah dan air mata.


        2. setelah itu, melawan atau menolak firman pengajaran benar (tidak taat kepada firman pengajaran).
          Kejadian 3: 6-7
          3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
          3:7. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka
          telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

          'ia mengambil dari buahnya dan dimakannya' = melawan firman (tidak taat).

          Hawa membuka telinga untuk mendengar dan menanggapi suara ular. Tandanya: hatinya sudah bimbang. Kalau sudah bimbang, maka banyak pertanyaan dan banyak masalah. Kemudian, mulai menambah dan mengurangi firman--merubah firman--, sehingga arahnya juga berubah--menuju kutukan. Kemudian, bukan hanya merubah firman, tetapi juga melawan firman pengajaran yang benar. Ini bahayanya!

          Dulu mungkin berkata: 'Luar biasa, hebat!' Tetapi sekarang berkata: 'Tidak apa-apa, itu sudah umum, jangan fanatik.' Ini berarti sudah melawan firman.

          Hati-hati dengan telinga ini!
          Kalau tidak taat dan terang-terangan melawan --yang tidak boleh malah dilakukan--, akibatnya: telanjang; hidup dalam dosa, saling menyalahkan sampai menyalahkan TUHAN, dipermalukan (sekalipun orang sukses tapi kalau telanjang, ia akan semakin dipermalukan), sampai tertinggal saat Yesus datang kembali (tidak punya pakaian)--binasa selama-lamanya.

          Adam dan Hawa saling menyalahkan sampai menyalahkan TUHAN. Ini adalah kebenaran sendiri.
          Kita sungguh-sungguh!

          "Dulu saya naik kapal bersama rombongan di kelas ekonomi. Kadang-kadang disuruh khotbah. Dan biasanya paginya, dipanggil untuk makan di kelas satu, ada mejanya. Awalnya saya tidak tahu apa bedanya. Tetapi hamba TUHAN di belakang saya berkata: 'Luar biasa, karena pengajaran!' Sekarang bagaimana? Jangan-jangan dibalik, pengajarannya dibuang untuk mencari makan enak. Seperti Hawa mencari buah dan pengajarannya dibuang. Bukan berarti di sini yang benar. Kalau memang pengajarannya benar, silahkan. Kalau tidak benar, jangan. Kalau berani-berani, justru menjadi musuh dari pengajaran (melawan pengajaran)."

          Lalu, Hawa memberi makan buah terlarang kepada Adam.
          Artinya: ketidaktaatan dimulai dari dalam nikah.
          Hawa memberi buah kepada Adam= perempuan mengajar dan memerintah laki-laki di dalam nikah rumah tangga dan ibadah pelayanan.
          Semua buah di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu. Artinya: wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Tetapi justru ini yang banyak dilawan oleh hamba-hamba TUHAN di dalam pengajaran.

          Isteri harus hati-hati, karena digigit ular lebih dulu!
          Kalau wanita yang mengajar dan memerintah laki-laki--wanita menjadi kepala dari laki-laki--, maka Yesus tidak menjadi kepala dalam nikah rumah tangga dan ibadah pelayanan, tetapi ular yang menjadi kepala. Dan sungguh-sungguh, nikah itu bersuasana kutukan, telanjang dan seterusnya.

          Susunan dalam nikah yang benar adalah Yesus sebagai kepala dari suami (laki-laki) dan suami sebagai kepala dari isteri.


        Jangan berdebat! Kalau berdebat (berdiskusi) soal pengajaran, berarti telinganya sudah digigit ular.


      2. Hati menjadi muak terhadap firman.
        Tadi, tanda sebelumnya: hatinya bimbang, akhirnya memilih yang salah. Dari kitab Kejadian sampai Wahyu, kalau hati bimbang, pasti memilih yang salah dan pasti melawan yang benar.

        Contoh: Salomo dan Hawa. Oleh sebab itu harus ada ketegasan.
        Bilangan 21; 4-6
        21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
        21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini
        kami telah muak."
        21:6. Lalu TUHAN menyuruh
        ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

        'akan makanan hambar ini kami telah muak' = muak terhadap manna.

        Akibatnya: mati/kering rohani, yaitu mulai kritik, menjelek-jelekkan, menghina sampai menyalahkan firman pengajaran yang benar dan mendukung pengajaran yang tidak benar, sebab mengejar perkara jasmani.

        Yang dilihat hanya jasmaninya, bukan rohaninya. Atau mengorbankan TUHAN untuk mendapatkan perkara jasmani (menghalalkan segala cara)--uang, kedudukan di dunia atau di organisasi bagi hamba TUHAN.

        Sama seperti Esau yang mengorbankan hak kesulungan untuk mendapatkan perkara dunia.

        Akibatnya: mati rohani sampai masuk pada kematian kedua, itulah neraka untuk selama-lamanya.



    Firman adalah komando--kepala. Kalau firmannya salah, maka sudah salah semua geraknya--pelayanannya salah--, termasuk penyembahannya juga salah.
    Ini yang nomor satu, yaitu kesetiaan pada firman pengajaran yang benar. Ini yang menentukan semua. Dalam ibadah kemarin sudah dibahas kesetiaan dalam pelayanan; kita menjadi hamba TUHAN yang setia dan baik. Jangan malas dan jahat!


  2. Mazmur 140: 1-4
    140:1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.
    140:2. Luputkanlah aku, ya TUHAN, dari pada manusia jahat, jagalah aku terhadap orang yang melakukan kekerasan,
    140:3. yang merancang kejahatan di dalam hati, dan
    setiap hari menghasut-hasut perang!
    140:4. Mereka menajamkan lidahnya seperti ular,
    bisa ular senduk ada di bawah bibirnya. Sela

    Gigitan ular yang kedua: ular menggigit lidah/bibir.

    Tandanya:


    • bibirnya menghasilkan perkataan sia-sia, yaitu dusta, fitnah, perkataan kotor, hasutan dan sebagainya, sampai puncaknya tidak bisa lagi menyebut 'Yesus' dan 'Haleluya'.

      Kalau orang sudah dirasuk setan, ia tidak bisa menyebut 'Yesus' dan 'Haleluya'.

      "Dulu saya pernah cerita. Ada anak kuliah kerasukan setan, tidak bisa menyebut 'Yesus'. Kami doakan terus dan begitu bisa sebut 'Haleluya Yesus' baru sembuh. Baru-baru ini anak kecil 3 tahun. Mau peresmian rumah--rumahnya jauh di desa--, lalu anaknya saya lihat aneh (dia bercerita sendiri dan tangannya seperti guru). Dia tidak mau lihat mata saya. Saya suruh sebut 'Yesus' dan 'Haleluya' malah marah. Setelah bisa menyebut 'Haleluya Yesus', akhirnya sembuh. Biasanya anak kecil paling gampang. Kemarin saya doakan anak sakit muntaber. Saya suruh sebut 'Yesus', langsung bisa. Anak kecil senang. Tetapi ini tidak bisa sama sekali, sampai berontak dan marah. Dan terakhir, ia menyerah 'Yesus..Haleluya' Kasihan sekali suaranya, tetapi sudah sembuh. Kalau menyanyi, dia baik-baik, tetapi begitu saya sampaikan firman (setiap naik mimbar), dia sudah teriak-teriak dan orang terganggu sekali, sampai orang tuanya di luar terus. Ternyata ada sesuatu."

      Kalau tidak bisa menyebut 'Haleluya' berarti ketinggalan saat TUHAN datang kembali kedua kali. Dalam Wahyu 19: 6-7, nanti di awan-awan hanya ada satu suara (tidak ada yang lain) yaitu 'Haleluya'. Kalau tidak bisa menyeru 'Haleluya' berarti lidahnya digigit ular (dirasuk setan).


    • Orang yang bibirnya sudah digigit oleh ular juga tidak mau mengusir setan dalam nama Yesus. Padahal Yesus sudah memberikan teladan. Waktu Yesus menghadapi pencobaan, Dia berkata: 'Enyahlah iblis!' (setan diusir).


    Matius 12: 36
    12:36. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman

    Setiap perkataan sia-sia pasti dihakimi dan dihukum untuk selamanya. Oleh sebab itu, bibir atau lidah harus disucikan dengan pedang firman, sehingga menghasilkan:


    • perkataan benar: jujur; ya katakan: Ya, tidak katakan: Tidak,
    • perkataan baik: menjadi berkat bagi orang lain,
    • sampai puncaknya, bisa berseru 'Haleluya' saat TUHAN datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai.


    Harus ada kesetiaan yang sejati pada pengajaran yang benar, jangan sampai digigit oleh ular. Mulai dari telinganya; kita harus hati-hati-hati dalam mendengar firman! Berbeda sedikit saja, itu sudah jauh (tidak satu arah lagi). Hatinya mulai bimbang, setelah itu hatinya muak dan mulai mencaci maki yang benar, dan mendukung yang salah. Itu sudah kering rohani dan mati rohani.

    Kemudian lidah digigit ular. Hati-hati dengan perkataan sia-sia, sampai nanti tidak bisa menyembah TUHAN.



  3. Kisah Rasul 28: 2-8
    28:2. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
    28:3. Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api, keluarlah seekor
    ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.
    28:4. Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan."
    28:5. Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.
    28:6. Namun mereka menyangka, bahwa ia akan
    bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.
    28:7. Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari.
    28:8. Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit
    demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.

    Ayat 4= Paulus sudah selamat dari laut yang bergelora. Tetapi begitu tiba di darat tangan Paulus digigit oleh ular--orang lain berpikir Paulus adalah orang yang jahat, karena sudah digigit oleh ular.

    Waktu itu di Pulau Malta hawanya dingin. Kemudian mereka membuat api unggun, sehingga ular keluar karena kepanasan dan langsung menggigit tangan rasul Paulus.

    Gigitan ular yang ketiga: ular menggigit tangan; supaya gereja TUHAN masuk suasana dingin rohani--tanpa kasih Allah.

    Tanpa kasih, semua tidak berguna; semua sia-sia dan binasa selamanya.
    Inilah liciknya (cerdiknya) ular. Tangan dihantam yang terakhir, supaya masuk dalam dingin rohani.

    Tanda musim dingin--tanpa kasih--:


    • ayat 6: 'bengkak'=


      1. bengkak pikirannya; yaitu sombong saat dipuji, bangga akan sesuatu dan lain sebagainya.
      2. hatinya bengkak; yaitu putus asa karena belum diberkati, kecewa, marah, emosi saat dinasihati/ditegor.
      3. tangannya bengkak; yaitu tidak bisa bekerja bagi TUHAN--tidak bisa melayani TUHAN--dan tidak berguna bagi sesama, malah menjadi beban.
        Terutama rasul Paulus, ia menggunakan tangannya untuk menulis surat-surat ('surat-surat ini kutulis dengan tanganku sendiri').

        Tangannya digigit, supaya tidak bisa lagi menulis surat-surat--tidak bisa menyampaikan firman dalam bentuk tulisan--dan tidak bisa menjangkau tempat yang jauh. Kalau hanya khotbah, rasul Paulus harus naik kapal dan sebagainya, ini lebih sulit lagi, jadi rasul Paulus menulis surat-surat dan mengirimkannya.


      Hati-hati! Kalau kepala dan hati bengkak, nanti tangan juga bengkak, sehingga tidak berguna sama sekali dan menjadi beban bagi orang lain.

      Kalau kita rendah hati dan lemah lembut, kita bisa berguna bagi TUHAN dan sesama; menjadi berkat bagi sesama.


    • Ayat 8: 'sakit disentri'= perutnya penuh dengan racun ular; artinya:


      1. penuh dengan keinginan jahat: keinginan akan uang yang membuat :


        1. Kikir: tidak bisa memberi untuk pekerjaan TUHAN dan sesama yang membutuhkan.
        2. Serakah: merampas milik orang lain, terutama milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


      2. Penuh dengan keinginan najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

        Penyakit disentri dari Yudas tidak berhenti-henti, sehingga perutnya pecah.



      3. Disentri juga berarti perbuatan-perbuatan daging--keluar yang kotor-kotor--yang memilukan hati TUHAN, memalukan TUHAN, memedihkan hati orang tua (hati suami-isteri pedih) dan membuat hati gembala berkeluh kesah, sampai merugikan semua orang.

        Galatia 5: 19-21
        5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
        5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
        5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


      Akibatnya: perut Yudas Iskariot robek. Kita harus hati-hati!


    • Ayat 8: 'sakit demam' =


      1. suam-suam; tidak panas tidak dingin.
        Artinya: tidak setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan.

        Galatia 6: 11
        6:11. Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri.

        Kalau tidak setia berkobar-kobar, kita tidak bisa dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus, sehingga dipakai dalam pembangunan tubuh Babel.

        Contoh: rasul Paulus. Kalau tangan digigit ular dan bengkak, maka tidak bisa lagi menulis surat dan tidak bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

        Surat-surat rasul Paulus (firman TUHAN yang dituliskan oleh rasul Paulus) banyak menggairahkan kita dalam melayani pembangunan tubuh Kristus (banyak dituliskan soal nikah). Kalau ia tidak menulis, maka pembangunan tubuh Kristus akan macet.

        Begitu juga kita. Kalau kita tidak setia, maka kita akan dipakai oleh Babel (pelacur besar) dan binasa selamanya.


      2. Demam juga berarti: ada infeksi; ada sesuatu yang belum beres dan tersembunyi.
        Kehidupan seperti ini tidak bisa melayani TUHAN. Harus dibereskan--harus berdamai--satu dengan yang lain.

        Seperti mertua Petrus yang demam, ia tidak bisa melayani TUHAN. Tetapi begitu dijamah TUHAN dan sembuh, ia langsung melayani.

        Mungkin ada sesuatu yang belum beres dalam nikah (isteri, suami, anak, orang tua juga tidak tahu, tetapi TUHAN yang tahu). Malam ini, apa yang tidak beres harus dibereskan lewat mengaku dan mengampuni.

        Pemberesan sesuatu yang tersembunyi adalah lewat berdamai--saling mengaku dan mengampuni--, sehingga darah Yesus membasuh segala dosa-dosa kita (dosa diselesaikan). Kita merasa damai sejahtera dan bisa dipakai oleh TUHAN dalam pekerjaan TUHAN (melayani TUHAN) dan melayani sesama dalam pembangunan tubuh Kristus.
        Kalau yang rohani sudah beres, maka yang jasmani juga beres.


    • Ayat 6= 'mati rebah'= mati rohani; 2 tangan tidak bisa diangkat untuk menyembah TUHAN.

Inilah gigitan ular. Mulai dari telinga, lidah/bibir, sampai tangan digigit, sampai tidak bisa menyembah TUHAN; benar-benar loyo dan kering rohani.

Mazmur 141: 1-4 (tentang doa penyembahan)
141:1. Mazmur Daud. Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu aku berseru kepada-Mu!
141:2. Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan
tanganku yang terangkat seperti persembahan korban pada waktu petang.
141:3. Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu
bibirku!
141:4. Jangan condongkan
hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka.

Kita harus disucikan dengan pedang firman, supaya kita bisa menyembah TUHAN.
Kalau kita bisa menyembah TUHAN, maka telinga, hati, mulut dan tangan diisi dengan kasih Allah, sehingga semua racun ular keluar--tidak ada tempat bagi racun--dan kita menjadi sehat.
Tinggal pilih! Mau diisi kasih Allah atau racun ular.

Banyak menyembah TUHAN, sebab kita membutuhkan kasih Allah. Dalam penyembahan, kasih Allah dicurahkan. Tangan diangkat, hati diangkat, mulut menyeru nama TUHAN,dan telinga dengar-dengaran, supaya kita diisi kasih Allah. Kita membutuhkan kasih Allah. Jangan masuk musim dingin!

Dalam doa penyembahan, kasih Allah dicurahkan untuk:

  • menghadapi musim dingin rohani--kedurhakaan bertambah-tambah. Kalau sudah tidak ada kasih, pasti durhaka; melawan TUHAN, orang tua dan gembala.
  • menghadapi maut yang hanya selangkah jaraknya dari kita. Sehebat apapun kita, kita hanya domba-domba sembelihan, yang hanya satu langkah jaraknya--satu denyut jantung--dengan maut.

    Domba sembelihan sudah tidak berdaya--4 kakinya sudah dibelenggu (tidak bisa apa-apa lagi)--, yang kita butuhkan adalah kasih TUHAN. Maut tidak bisa dihadapi dengan kekayaan, kepandaian, tetapi hanya bisa dihadapi dengan kasih Allah.

Kalau telinga, hati, mulut dan tangan diisi kasih Allah, hasilnya:

  1. Roma 8: 35-37
    8:35. Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
    8:36. Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai
    domba-domba sembelihan."
    8:37. Tetapi dalam semuanya itu kita l
    ebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Hasil pertama: (ayat 35) tangan kasih TUHAN memberi kekuatan ekstra kepada kita, sehingga kita tahan uji; tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan TUHAN saat menghadapi apapun juga, tetapi tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir dan tetap hidup dalam damai sejahtera.

    Kalau ada kasih, maka ada damai sejahtera, seperti Yesus tidur di tengah gelombang. Semua enak dan ringan. Kita hidup di dunia akhir zaman, seperti hidup di padang pasir yang berat dan panas (seperti di lautan yang bergelora).

    Tetapi kalau ada kasih Allah, kita tetap setia berkobar-kobar dan damai dan tangan kasih TUHAN membuat semuanya enak dan ringan--suasana baru--dan arah kita kembali ke suasana Firdaus.


  2. Hasil kedua: (ayat 37) tangan kasih TUHAN membuat kita menjadi lebih dari pemenang.
    Artinya: kita tidak berdaya, tetapi menang menghadapi musuh yang kuat; seperti Daud menang saat melawan Goliat (musuh yang tidak sebanding), sebab tangan kasih TUHAN yang bekerja untuk membereskan segala sesuatu, menyelesaikan segala sesuatu sampai yang mustahil. Semua selesai dan beres. Ini suasana baru.


  3. Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Hasil ketiga: tangan kasih TUHAN menyatukan kita (tidak tercerai berai, dalam satu kesatuan tubuh Kristus) dan menyempurnakan kita--mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Kita diubahkan mulai dari mengasihi TUHAN lebih dari semuanya--taat dengar-dengaran--, mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita. Tidak ada kebencian lagi. Kebencian itu maut (tidak ada kasih berarti maut).

    Mari, berubah! Kita mengasihi TUHAN lebih dari semuanya --taat dengar-dengaran pada TUHAN sampai daging tidak bersuara. Seperti Abraham taat saat disuruh menyembelih Ishak anaknya.

    "Dalam ibadah di Jakarta di tanyakan: menyembelih Ishak itu susah atau gampang? Bisa susah, bisa gampang, bergantung hatinya. Kalau hatinya mengasihi TUHAN lebih dari semuanya, gampang. Kalau lebih mengasihi Ishak, susah (sebab Abraham menunggu selama 25 tahun untuk mendapatkan Ishak)."

    Kita juga mengasihi sesama sepereti diri sendiri, sampai bisa mengasihi musuh-- tidak ada sedikitpun kebencian lagi sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. Setiap mengalami keubahan, kita akan mengalami keindahan.

    Keubahan = keindahan. Kalau tidak berubah, akan bertambah buruk seperti binatang buas (anjing, babi), bahkan sampai menjadi seperti setan; dari ciptaan yang mulia di taman Eden, karena tidak berubah, akhirnya menjadi tambah buruk--menjadi anjing-babi, binatang buas, sampai menjadi seperti setan.

    Tetapi kalau diubahkan, kita bisa mengasihi TUHAN dan sesama, sehingga hidup kita akan bertambah indah. Kalau kita diubahkan, semuanya menjadi indah. Sampai satu waktu saat TUHAN Yesus datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, maka semuanya enak dan ringan, semuanya selesai, semua menjadi indah pada waktu-Nya, sempurna dan mulia pada waktu-Nya. Kita bersama dengan Dia untuk selama-lamanya dan ditempatkan di Yerusalem baru. Kita tidak akan pernah keluar dari situ selama-lamanya.

Mari, kita pulang dengan suasana baru. Yang berat, menjadi enak dan ringan. Kalau hidup kita berat (susah, letih lesu, beban berat), berarti ada racun ular.

  • Kalau ada di telinga, kita harus berhenti mendengar yang tidak benar,
  • Kalau ada di mulut, kita harus berhenti bergosip,
  • Kalau ada di hati (bimbang), kita harus tegas. Kalau sudah muak, mari mengasihi firman, kembali seperti dulu saat pertama kali mengenal firman pengajaran. Seperti perempuan Kanaan: 'Anjing hanya butuh remah-remah roti', sampai menjilat roti. Kita harus menghargai firman (membutuhkan firman lebih dari semua), bukan muak.


  • Tangan jangan digigit ular (harus keluar dari racun ular). Kita menyembah TUHAN: 'Terserah Engkau TUHAN.' Kita mengulurkan tangan kepada TUHAN dan tangan kasih-Nya diulurkan kepada kita semua, sehingga kita mengalami suasana baru.

    Semua enak dan ringan, semua masalah selesai-beres, (air mata selesai) dan semua indah pada waktu-Nya. Kita diubahkan menjadi semakin indah. Sampai saat TUHAN datang kembali, kita menjadi sempurna seperti Dia.

Semua yang buruk, tidak indah (seperti setan), berat dan belum selesai sudah ditanggung oleh Yesus di kayu salib. Di kayu salib Ia berteriak 'Sudah selesai!'. Kita pulang dengan suasana baru.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top