English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 05 Mei 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Raya Malang, 07 November 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 03 September 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat...

Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2009 (Selasa Sore)
Maleakhi 2:1-2, seorang imam mendapat prioritas utama untuk mendapat berkat-berkat dari Tuhan, tetapi...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Maret 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:14-30 adalah PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA.

Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal...

Ibadah Raya Malang, 11 April 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:1-13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Malang, 11 Juli 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:3-4
6:3 Dan ketika Anak...

Ibadah Doa Surabaya, 28 September 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 22 November 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di...

Ibadah Retreat Family III Malang, 29 Desember 2012 (Sabtu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1 Korintus 3:16
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Raya Malang, 09 November 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada penyucian terakhir...

Ibadah Raya Surabaya, 07 Juni 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Maret 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.
Kita berada dalam kitab Wahyu 3.

Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang Tuhan lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Kelebihan, kehebatan apapun yang kita miliki, kalau ada satu saja cacat cela, semuanya percuma, tidak bisa sempurna dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali/tertinggal saat Yesus datang kedua kali, maka itu berarti kebinasaan.
Perkataan ini bukan kesombongan, tetapi keharusan. Kita harus disucikan sampai tidak bercacat cela.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) yang mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita masih berada pada jemaat yang kelima, yaitu jemaat di SARDIS.
Malam ini, kita masih pelajari ayat 5-6.

Wahyu 3: 5-6
3:5. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
3:6. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat di Sardis yang menang/mau mengalami penyucian terakhir:

  1. 'dikenakan pakaian putih'= Tuhan mengenakan pakaian putih (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2015 sampai dengan Ibadah Raya Surabaya, 01 Maret 2015).
    Pakaian putih adalah pakaian kepercayaan Tuhan, yaitu:


    • pakaian pelayanan,
    • cahaya injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah wujud Allah = firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata 2/kabar mempelai.


    Jangan sampai lepas dari pelayanan dan pengajaran benar! Kalau lepas, kita bagaikan kehilangan pakaian putih, akibatnya telanjang di hadapan Allah dan binasa selamanya.


  2. 'Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan'= nama tertulis dalam kitab kehidupan.

AD. 2. NAMA TERTULIS DALAM KITAB KEHIDUPAN
Wahyu 20: 14-15
20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Sehebat apapun kita, jika nama tidak tetulis dalam kitab kehidupan, maka kita akan mengalami kematian kedua/lautan api dan belerang, yaitu neraka selama-lamanya.
Kita harus berjuang.
Banyak perjuangan di dunia ini, tetapi yang terpenting adalah kita harus berjuang dan berusaha sampai nama tertulis dalam kitab kehidupan. Kalau tidak, maka perjuangan yang lain akan menjadi sia-sia.
'Perjuangan di dunia' = perjuangan dalam hal ekonomi, kehidupan sehari-hari, masa depan dan lain-lain.

Proses supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan:

  1. Filipi 4: 3
    4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

    Proses yang pertama supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan: Berjuang dalam pekabaran injil. Artinya:


    • Memperjuangkan ibadah pelayanan kepada Tuhan, lebih dari segala perkara yang lain di dunia.
      Berjuang dalam ibadah pelayanan = berjuang supaya nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.


    • Kisah Para Rasul 20: 24
      20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

      Yang kedua: berjuang untuk menyelesaikan pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepada kita sampai garis akhir.
      Garis akhir yaitu: sampai meninggal dunia, atau sampai Tuhan Yesus datang kembali kedua kali.


    Yohanes 4: 34
    4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

    Waktu itu murid-murid mencari makanan di kota, kemudian datang dan memberikan makanan kepada Yesus. Tetapi, saat itu Yesus sudah bertemu dengan perempuan Samaria. Yesus berkata: 'Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya'.

    'melakukan kehendak Dia' = taat dengar-dengaran.
    'menyelesaikan pekerjaan-Nya' = setia.

    Jadi, dalam Yohanes 4: 34, tanda pelayanan yang benar yaitu:


    • 'melakukan kehendak Tuhan' = taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
      Artinya: Melayani sesuai dengan firman pengajaran yang benar.
      'kehendak Tuhan' = firman pengajaran yang benar.

      "Kalau berlomba tidak sesuai dengan aturan permainan, maka akan didiskualifikasi. Mungkin terlihat hebat, tetapi kalau tidak sesuai dengan aturan, maka akan didiskualifikasi, gugur."

      "Mungkin tidak sesuai dengan sesama, 'Oh, kok kelihatan seperti itu ya? Kok kelihatan kuno?' dan lain-lain. Tidak sesuai dengan manusia, tetapi kalau sesuai dengan firman pengajaran yang benar/kehendak Tuhan, itu yang dicari oleh Tuhan."


    • 'menyelesaikan pekerjaan-Nya' = setia dalam ibadah pelayanan.


    Inilah tanda pelayanan yang benar, yaitu taat dan setia.
    'Makanan-Ku ialah...'= makanan Tuhan adalah taat dan setia.
    Artinya: Jika kita melayani Tuhan dengan taat dan setia, kita bagaikan memberi makan Yesus; kita memuaskan hati Yesus, mengenyangkan/menyenangkan hati Yesus.
    Hasilnya:
    Yesus memuaskan kita dengan kepuasan/kebahagiaan yang sejati dari Sorga, sehingga kita tidak mencari kepuasan semu di dunia yang mengakibatkan jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.

    Kalau dalam ibadah pelayanan tidak mendapat kepuasan dari Sorga, maka pasti mencari kepuasan-kepuasan semu di dunia, yaitu menonton bioskop, ke diskotik, merokok, dan lain-lain. Akibatnya, jatuh dalam kepuasan dunia/jatuh dalam dosa sampai puncak dosa.

    Biarlah malam ini kita mohon kepada Tuhan, supaya Tuhan menolong kita untuk bisa melayani Tuhan dengan taat dan setia.

    Lukas 10: 17-20
    10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
    10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
    10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan
    kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
    10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi
    bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

    Jika kita melayani dengan taat dan setia, hasilnya:


    • Kita mendapatkan kuasa kemenangan dalam nama Yesus atas musuh-musuh.
      Ini jaminan dari Tuhan, ada perlindungan yang kuat dari Tuhan, yaitu:


      1. perlindungan secara jasmani = tidak ada yang membahayakan kita,
      2. perlindungan secara rohani, yaitu kita tetap hidup benar dan suci di tengah dunia yang bengkok, tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa.


    • Hasil kedua: 'bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga'= Kita mendapat kuasa kemenangan dalam nama Yesus, sampai nama kita tertulis dalam kitab kehidupan.

      Wahyu 3: 7-8
      3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
      3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

      'menuruti firman-Ku'= taat.
      'tidak menyangkal nama-Ku'= setia.

      Hasil ketiga: Kita mendapatkan kunci Daud untuk membuka pintu Sorga dan pintu-pintu di dunia bagi kita.

      Jika pintu Sorga terbuka, maka nama kita tertulis dalam kitab kehidupan dan kita bisa masuk dalam Kerajaan Sorga. Juga pintu-pintu di dunia terbuka, artinya ada jalan keluar dari segala masalah. Ada mujizat yang terjadi, asal kita taat dan setia.


  2. Wahyu 3: 5
    3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

    Kalau mempunyai pakaian putih, maka namanya tidak akan dihapus, tetapi kalau tidak mempunyai pakaian putih, maka namanya dihapus dari kitab kehidupan. Pakaian putih ini dengan Pengkhotbah 9: 8.

    Pengkhotbah 9: 8
    9:8 Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.

    Pakaian putih tidak bisa dipisahkan dengan minyak urapan di kepala.
    Pakaian putih = kesucian.
    Artinya, kesucian dan urapan tidak bisa dipisahkan.

    Proses yang kedua supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan: Harus memiliki pakaian putih (kesucian) dan minyak urapan di kepala.

    Di mana kita mendapat pakaian putih dan minyak urapan di kepala?
    Imamat 21: 12
    21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'janganlah ia keluar dari tempat kudus' = imam-imam jangan keluar dari Ruangan Suci, supaya tetap hidup kudus/suci.
    Jadi, tempat kita mendapat pakaian putih dan minyak urapan adalah di tempat kudus/Ruangan Suci = kandang penggembalaan = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.
    • Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.


    Di dalam Ruangan Suci/kandang penggembalaan/ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok ada jaminan kesucian dan minyak urapan. Di luar Ruangan Suci, tidak ada jaminan kesucian.
    Kita yang sudah berada di dalam Ruangan Suci, masih harus berjuang untuk bisa disucikan secara intensif, apalagi yang berada di luar Ruangan Suci, tidak mungkin ada kesucian dan minyak urapan.

    Kesimpulan:
    Kita harus tergembala dengan benar dan baik, supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan dan kita mendapat pakaian putih (kesucian) dan minyak urapan Roh Kudus di atas kepala.

    Tergembala dengan benar dan baik dimulai dari seorang gembala, yaitu harus tekun memberi makanan yang benar kepada domba-domba dalam 3 macam ibadah pokok di kandang penggembalaan.
    Makanan yang benar yaitu firman penggembalaan yang benar (suara gembala).

    Firman penggembalaan yang benar adalah firman pengajaran benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat/domba-domba dengan setia, teratur, berkesinambungan dan diulang-ulang, sehingga menjadi makanan rohani bagi domba-domba.

    "Tadi malam sudah diterangkan, kalau firman menjadi makanan, tidak akan bosan sekalipun diulang-ulang. Seperti hari ini, minimal kita sudah 2-3x makan nasi (pagi, siang, malam makan nasi), tapi tidak pernah bosan, karena menjadi makanan. Kalau camilan, kita akan bosan. Ini tugas seorang gembala, bukan hanya berkhotbah, tetapi sampai firman menjadi makanan rohani, sehingga jemaat tidak akan pernah bosan. Yang paling murni adalah firman penggembalaan, sebab tidak asal ambil ayat secara sembarangan.
    Kalau firman dengan ambil ayat secara sembarangan, bahaya. Seperti tadi malam sudah diterangkan, misalnya gembala sedang butuh uang untuk SPP anaknya, maka tinggal cari ayatnya di Maleakhi, tentang perpuluhan. Kalau firman dengan ambil ayat secara sembarangan, berarti bukan makanan, tetapi 'tembakan'. Saat tidak ada uang, ditembak soal perpuluhan. Kalau 'tembakan', maka jemaat tidak kuat. Tetapi kalau makanan/firman yang berkesinambungan, teratur, biarpun diulang-ulang beberapa kali, tetapi tidak bosan. Itu cirinya. Kalau makanan, itu seperti manna yang turun dari Sorga, tetapi kalau 'tembakan', itu dari manusia, sehingga jemaat dengar satu kali, langsung keluar gereja. Kalau firman hanya 'tembakan', itu bukan dari Tuhan dan hanya sesuai dengan kebutuhan gembala, bukan kebutuhan domba-domba. Sebaliknya, kalau firman menjadi makanan, itu untuk kebutuhan domba-domba.
    "

    Domba-domba harus makan firman penggembalaan yang benar, sehingga terpelihara secara jasmani dan rohani, bertumbuh ke arah kedewasaan rohani/ke arah kesempurnaan, sampai nama tertulis dalam kitab kehidupan. Inilah kegunaan dari firman penggembalaan yang berkesinambungan dan teratur.

    "Seperti nama saya: Widjaja Hendra. Menulisnya tidak langsung 'Widjaja Hendra' lalu selesai. Tidak. Mungkin malam ini baru ditulis huruf 'W' nya setengah, besok firman dilanjutkan, baru huruf 'W' nya utuh. Harus berkesinambungan. Kalau tidak, hari ini ditulis huruf 'W', besok sudah ganti lagi, tidak pernah selesai."

    Jadi, lewat makan firman penggembalan yang benar, maka nama kita sedang ditulis dalam kitab kehidupan.

    Langkah-langkah nama ditulis lewat makan firman penggembalaan benar:


    • Yohanes 10: 3
      10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.

      Langkah yang pertama supaya nama ditulis lewat makan firman penggembalaan benar: firman penggembalaan/suara gembala memanggil domba (kita) menurut namanya.

      "Sebelum nama kita ditulis,kita harus dipanggil dulu, dikenal dulu namanya. Kalau tidak tahu siapa namanya, tidak kenal, tapi mau ditulis namanya, apa yang mau ditulis? Misalnya, kita panggil seseorang ke depan untuk ditulis namanya, tapi tidak tahu namanya, apanya yang mau ditulis? Harus dipanggil dulu. Kalau tidak dipanggil, tidak kenal, apa yang mau ditulis? Yang ditulis nama sembarangan.
      Itulah firman penggembalaan. Saya katakan, 'kalau dombanya 100', kita masih bisa kenal, 'kalau dombanya 500', sudah mulai agak lupa, 'si siapa?', 'kalau dombanya 1000', maka lebih lupa lagi, 'kalau dombanya 10.000', bahkan sampai 1 juta seperti bangsa Israel dulu (603.000 laki-laki saja), bagaimana? Itulah kegunaan firman penggembalaan. Kalau gembala manusia memang tidak kenal, tetapi firman penggembalaan mengenal kita. Jadi, bukan diarahkan untuk kultus-individu. Ini yang Bapak Pendeta In Juwono (almarhum) selalu katakan, 'jangan mengkultus-individu-kan'. Bukan diarahkan pada kultus-individu, tetapi
      diarahkan kepada firman penggembalaan, itu yang menggembalakan kita dan mengenal kita dengan persis, sekalipun jumlah dombanya banyak."

      Firman penggembalaan memanggil kita, menurut nama kita masing-masing.
      Kapan nama kita dipanggil? Saat kita kena firman; artinya: saat firman penggembalaan menunjukkan dosa-dosa dan keadaan kita masing-masing.

      "Mungkin waktu firman menunjuk tentang dosa dusta, orang lain tidak merasa apa-apa. Tetapi ada satu orang yang memang berdusta, 'aduh, itu saya', saat itulah panggilan. Ada yang lain, mungkin menunjuk keadaan sedang sedih, 'aduh, saya memang sedang sedih', saat itulah kita dipanggil. Oleh karena itu, mendengar firman harus sabar. Jangan egois! Mungkin saat di bagian awal pemberitaan firman, baru baca ayat, sudah ada yang kena, sudah dipanggil - kalau berkata, 'berhenti Om', itu namanya egois, sebab yang lain belum dipanggil. Kita harus menunggu, mungkin sudah setengah jam, tapi belum, satu jam, satu setengah jam, akhirnya semua terkena firman, semua dipanggil oleh Tuhan. Orang lain mungkin tidak merasa apa-apa, tapi kita merasa. Sebaliknya, saya tidak merasa apa-apa tetapi orang lain merasa, 'aduh, kena firman'. Itu masing-masing. Coba lihat catatannya, mungkin alurnya sama, tetapi penekanan di hati berbeda-beda. Lain dengan pelajaran sejarah, catatannya pasti sama semua, persis. Tetapi kalau firman, penekanannya berbeda-beda."

      Sikap kita, yaitu mengaku segala dosa dan keadaan kita kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi (bertobat).
      Mengaku segala dosa = mengaku nama Yesus, sehingga kita diakui oleh Yesus.
      Dalam Wahyu 3: 5 disebutkan, 'Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya'.

      Jadi, kalau kita terkena firman/panggilan Tuhan kita jawab, 'oh Tuhan, ampuni saya' = mengaku segala dosa dan keadaan kita pada Tuhan dan sesama, dan jika diampuni tidak berbuat dosa lagi (bertobat), maka saat itu sama dengan kita mengaku nama Yesus dan kita diakui oleh Yesus, tidak disangkal oleh Yesus.

      Sebaliknya, jika kita tidak mau mengaku dosa, malah membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain, sementara firman sudah menunjuk dosa dan keadaan kita, maka sama dengan menyangkal Yesus dan kita disangkal oleh Yesus.


    • Langkah kedua supaya nama ditulis lewat makan firman penggembalaan benar: firman penggembalaan menuntun kita, yaitu:


      1. supaya tidak kembali berbuat dosa = hidup dalam kebenaran.
        Kalau kembali berbuat dosa, sama dengan menyangkal Tuhan.


      2. Supaya tidak tersesat oleh suara asing/pengajaran lain.

        "Mungkin ada yang berkata, 'semua sama Om, hanya satu yang berbeda sedikit'. Tidak bisa, itu sudah suara asing."

        Kita harus hati-hati!


      3. Menuntun kita untuk masuk ke kandang lain/masuk persekutuan tubuh Kristus.
        Yohanes 10: 16
        10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

        Firman penggembalaan menuntun domba-domba ke kandang domba yang lain, sehingga menjadi satu kawanan dengan satu gembala; menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna dengan satu Kepala.
        'tubuh Kristus yang sempurna' = mempelai wanita Sorga.
        'Kepala' = Yesus sebagai mempelai pria Sorga.


      Jadi, firman penggembalaan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita, sehingga kita bisa menjadi sempurna seperti Dia, menjadi tubuh Kristus yang sempurna. Kita terus dituntun. Kita dipanggil, lalu diakui oleh Tuhan, sampai mencapai kesempurnaan.
      Inilah istilah firman penggembalaan menuntun kehidupan kita.


    Saat disucikan dan diubahkan, saat itulah nama kita sedang ditulis dalam kitab kehidupan.

    Tadi, kita dipanggil, lalu mengaku dosa, sehingga kita diakui oleh Tuhan (sah), baru kemudian kita dituntun sampai sempurna seperti Dia.

    "Kita tidak bisa langsung sempurna, kalau sempurna kita sudah hilang, tidak ada lagi di sini. Oleh karena itu, malam ini kalau kita dipanggil, mungkin dosa apa, tapi kita mau mengaku, 'oh iya Tuhan, ampuni saya'. Maka kita disucikan dan nama kita ditulis sedikit demi sedikit setiap kali kita datang dalam ibadah, sampai nama kita selesai ditulis. Waktunya ada dalam tangan Tuhan. Karena itu, firman harus berkesinambungan, tidak boleh dengan mengambil ayat secara sembarangan. Kalau mengambil ayat secara sembarangan, pusing, bagaimana menulis namanya. Seperti membangun rumah, harus dari dasar, kemudian baru tiang-tiang, baru atap. Itulah Tabernakel. Masuk Sorga itu mulai dari Pintu Gerbang, ada Mezbah Korban Bakaran. Tidak bisa dari Pintu Gerbang mau loncat langsung. Tidak bisa. Harus selalu teratur. Kita bersyukur. Pesan Om Yo kepada Om Pong, 'harus jadi gembala'. Sudah berapa tahun menjadi gembala tetapi masih diberi pesan. Itulah firman penggembalaan, makanan yang berkesinambungan, harus disampaikan dengan setia, terus-menerus, dan diulang-ulang. Itulah spesialis dari jabatan gembala, yaitu karunia menimbang roh. Kalau bukan gembala, susah. Kalau bukan gembala, mau mengulangi firman yang mana? Satu ayat dibaca, tidak bisa diulang lagi. Tetapi kalau gembala, bisa diulang lagi besok, maju lagi, lalu diulang lagi. Itu karunia bagi seorang gembala. Jemaat juga tidak bosan, kalau bosan, tidak akan datang lagi. Jemaat tidak bosan, tetapi akan datang lagi, karena makanan, bukan 'tembakan'."

    Jika kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus, maka nama kita sudah selesai ditulis dalam kitab kehidupan.

    JANGAN PERNAH BERHENTI TERGEMBALA DENGAN BENAR DAN BAIK SAMPAI NAMA KITA SELESAI DITULIS DALAM KITAB KEHIDUPAN!, berarti semua selesai, setetespun air mata tidak ada lagi di Yerusalem baru (kandang penggembalaan terakhir).

    "Jadi penggembalaan bukan menambah masalah, tetapi menyelesaikan masalah. Coba kalau kita menemukan binatang di luar, saat dia kelaparan lalu kita temukan. Lalu kita masukkan kandang, sepertinya dia tidak bebas, tetapi dia terpelihara. Begitu juga kalau kita tergembala, bukan menambah masalah, tetapi menyelesaikan masalah. Masalah dosa diselesaikan, masalah yang jasmani juga diselesaikan, sampai kita sempurna, nama tertulis dalam kitab kehidupan. Semua masalah diselesaikan, sampai tidak ada lagi setetespun air mata. Memang berat secara daging, dari segi gembala maupun jemaat, tetapi enak dan ringan bagi jiwa dan roh kita. Kita datang dengan badan capek, tetapi kita pulang dengan tersenyum. Mau khotbah 3 macam ibadah, jemaat mau datang dalam 3 macam ibadah memang berat bagi daging. Doakan para gembala supaya sungguh-sungguh mempersiapkan makanan."


  3. Wahyu 13: 8
    13:8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

    Perikop:Binatang buas yang keluar dari dalam laut = antikris. Kalau menyembah antikris, maka nama tidak tertulis dalam kitab kehidupan.

    Proses yang ketiga supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan: menyembah Tuhan, tidak menyembah antikris.

    Kalau menyembah antikris, maka kehidupan hamba Tuhan/pelayan Tuhan menjadi sarang penyamun. Sebaliknya, kalau menyembah Tuhan, maka kehidupan itu menjadi rumah doa.

    Matius 21: 12-13
    21:12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
    21:13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

    Perikop: Yesus menyucikan bait Allah.

    Syarat menjadi rumah doa
    (kehidupan yang menyembah Tuhan): harus mengalami penyucian oleh firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua, ditambah perjamuan suci = kekuatan/penyucian dobel.

    Tuhan sudah menyucikan dengan kekuatan dobel, tetapi kalau tidak mau, maka harus disucikan lewat hajaran/cambuk.
    Jadi, firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan perjamuan suci adalah uluran tali kasih Tuhan untuk menyucikan kita, supaya kita tidak menjadi sarang penyamun. Kalau ditolak, tali masih diulurkan lagi, kita tolak lagi, masih ada tali diulurkan lagi. Begitu seterusnya, kalau terus ditolak, maka satu waktu tali yang sudah diulurkan akan dipintal menjadi cambuk dan kita dipukul oleh Tuhan.
    Hajaran tetap merupakan kasih Tuhan.
    Kalau hajaran datang, bukan supaya kita hancur, tetapi supaya kita kembali kepada kesucian.
    Kita tinggal pilih, mau disucikan lewat firman pengajaran benar dan perjamuan suci atau lewat hajaran.

    "Bukan seperti orang tua yang tidak benar, memukuli anaknya sampai mati. Tetapi sebenarnya, hajaran adalah supaya kita kembali kepada kesucian."

    Apa yang harus disucikan?:


    • 'orang yang berjual beli'= Disucikan dari roh antikris, yaitu roh jual beli = keinginan akan uang= keinginan jahat/roh jahat.
      Roh jual beli artinya:


      1. hanya mencari keuntungan jasmani/berkat jasmani dalam ibadah pelayanan.
        Kita tidak peduli apapun, yang penting mendapat keuntungan jasmani.


      2. Kikir dan serakah.
        Kikir = tidak bisa memberi.
        Serakah = merampas hak orang lain yaitu korupsi, hutang tidak bayar dan lain-lain. Terutama merampas haknya Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.


      Ini semua roh antikris yang membuat kita tidak bisa menjadi rumah doa, malah menjadi sarang penyamun. Ini harus dibasmi! Sebenarnya tidak perlu lewat hajaran, sudah cukup lewat pemberitaan firman pengajaran benar dan perjamuan suci. Kalau tidak cukup, berarti keras hati dan harus dipukul/dihajar oleh Tuhan untuk kembali pada kesucian. Tidak ada cara lain; daripada dibinasakan bersama antikris dan namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan, lebih baik dihajar.
      Kalau menjadi rumah doa, maka nama tertulis dalam kitab kehidupan.

      "Kaum muda, seharusnya tidak perlu dihajar. Sudah cukup lewat firman pengajaran benar dan perjamuan suci. Biar antikris mau apakan kita, tetapi kalau ada firman pengajaran benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua, ditambah dengan perjamuan suci, sudah cukup. Tetapi kalau hatinya terlalu keras, maka dicambuk/dihajar."


    • Matius 21: 13-14
      21:13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
      21:14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.

      Perkara kedua yang harus disucikan: 'buta' = hidup dalam kegelapan dosa, itulah roh najis yang mengarah pada dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.
      Ini harus disucikan. Kalau tidak disucikan, akan menjadi sarang penyamun, menyembah antikris dan nama tidak tertulis dalam kitab kehidupan.


    • Perkara ketiga yang harus disucikan: 'timpang' = roh bimbang/mendua hati, terutama mendua hati soal pengajaran. Kalau mendua hati soal pengajaran, maka mendua hati soal penyembahan. Ini tidak boleh. Harus memilih salah satu! Tidak dipaksa, tetapi harus disucikan.

      1 Raja-raja 18: 20-22
      18:20 Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel.
      18:21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.
      18:22 Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.


      Elia menghadapi 450 nabi-nabi baal.
      Waktu itu bangsa Israel timpang/bimbang, mau menyembah Tuhan atau baal. Mereka melihat orang yang menyembah baal bisa menang, enak, sehingga mereka tertarik. Sedangkan kalau menyembah Tuhan malah tambah sengsara. Bimbang sebab ukurannya hanya yang jasmani saja, seperti antikris hanya yang jasmani saja yang diukur.

      'bercabang hati' = bimbang/mendua hati.
      'Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia' = kita tidak dipaksa, tetapi harus memilih salah satu sesuai keyakinan kita. Tidak bisa pilih keduanya.

      "Tidak bisa timpang. Kita harus memilih salah satu. Tidak bisa kita mau berjalan di darat dan di air sekaligus. Kita harus pilih salah satu. Nasihat saya, pilih yang benar, sesuai alkitab, yaitu yang tertulis dalam alkitab dan diwahyukan Tuhan. Bukan didiskusikan, tetapi diwahyukan oleh Tuhan. Kalau sampai sekarang kita belum yakin, masih harus diskusi dan lain-lain, ini betul-betul celaka! Betul-betul dalam ketimpangan.
      Lempin-El "Kristus Ajaib" angkatan XXXVII, perhatikan! Sudah terbukti waktu di Lempin-El, kita dipelihara Tuhan, kita disucikan dan diubahkan. Pegang itu saja. Jangan timpang! Kalau timpang, menjadi sarang penyamun. Pasti menyembah antikris, tidak mungkin tidak. Nanti tidak akan kuat. Kalau sekarang baru dikucilkan/digosipkan saja sudah tidak kuat sehingga pilih keduanya, baal boleh, Tuhan boleh, supaya aman, apalagi nanti waktu menghadapi antikris. Saat diperhadapkan mau pilih Yesus atau disiksa. Tidak mungkin pilih Yesus, karena kalau memilih Yesus pasti disiksa.
      "

      Kita harus disucikan dari roh timpang. Jangan bimbang soal pengajaran benar dan penyembahan yang benar!
      Saat Israel disuruh memilih, dan mereka memilih Tuhan, maka 450 nabi-nabi baal langsung disembelih, baru menjadi rumah doa. Mari, tentukan malam ini sungguh-sungguh, untuk berada dalam pengajaran benar dan penyembahan yang benar.


    • Matius 21: 15
      21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,

      Perkara keempat yang harus disucikan: roh jengkel, termasuk iri hati, dendam, benci tanpa alasan dan lain-lain.
      Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat menjadi jengkel saat melihat orang lain disembuhkan dan anak-anak memuji Tuhan, padahal seharusnya mereka bahagia. Kita harus disucikan dari roh jengkel.


    Roh-roh ini semuanya berada di dalam hati.

    Matius 5: 8
    5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

    Kalau hati kita disucikan dari 4 wujud rohnya antikris, maka kita bisa melihat Tuhan/melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar bagaikan matahari, kita bisa menyembah Tuhan.
    Seperti tadi, sementara yang menyembah baal menoreh-noreh badannya sampai luka-luka, tetapi api tidak menyambar. Sebaliknya, Elia memperbaiki mezbah yang runtuh, lalu api Tuhan turun dari Sorga, sehingga bangsa Israel menyembah Tuhan dan nabi baal disembelih.

    Mari, malam ini kita kembali pada pengajaran benar dan penyembahan yang benar, sehingga bisa melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar bagaikan matahari.

    "Dalam kebaktian hari Minggu di Malang, diistilahkan seperti Rasul Paulus yang ditelentangkan. Telentang = melihat matahari. Sementara Yudas tertelungkup (melihat bumi). Terus memeluk bumi, itu antikris, hanya melihat bumi. Tetapi kita berani ditelentangkan untuk disesah/disiksa, hanya memandang Yesus. Kita bisa memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari."

    Apapun keadaan kita malam ini, kita harus menderita, dan lain-lain, mari memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari. Telentang saja, memandang wajah bagaikan matahari, apapun keadaan kita.

Inilah proses nama tertulis dalam kitab kehidupan:

  1. Yang pertama: berjuang dalam pekabaran injil = memperhatikan ibadah pelayanan, melayani dengan taat dan setia, sehingga memuaskan dan mengenyangkan/menyenangkan Tuhan, maka Tuhan juga memuaskan kita. Tuhan menjamin kehidupan kita sampai pintu terbuka bagi kita dan nama kita tertulis dalam Kerajaan Sorga.


  2. Yang kedua: tergembala dengan benar dan baik = menjaga pakaian putih dan minyak urapan di dalam Ruangan Suci.
    Kita disucikan dan diubahkan, berarti nama kita sedang ditulis dalam kitab kehidupan sampai selesai.


  3. Yang ketiga: hanya memandang wajah Yesus yang bagaikan matahari.
    Jangan menyembah antikris! Jangan seperti Yudas yang jatuh tertelungkup karena mengejar uang!
    Mari kita telentang, hanya memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari.

    Hasilnya:


    • Bilangan 6: 26
      6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

      Hasil pertama: sinar matahari dari wajah Yesus memberikan/memancarkan damai sejahtera.

      Damai sejahtera, artinya tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan, tetapi hanya mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu, sehingga semua menjadi enak dan ringan.

      "Malam ini kita datang dengan perasaan apa saja, mungkin perasaan najis, iri, benci, takut, kuatir, kecewa, putus asa, perasaan apa saja. Mari, pandang wajah Yesus, maka kita merasakan damai sejahtera. Kalau sudah damai sejahtera, maka semua menjadi enak dan ringan. Yakinkan malam ini, serahkan semua pada Tuhan."


    • Bilangan 6: 25
      6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

      Hasil kedua: sinar matahari dari wajah Yesus memberikan/memancarkan kasih karunia kepada kita.

      Ibrani 4: 16
      4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

      Untuk apa kasih karunia?


      1. 'untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya' = sanggup memberi pertolongan tepat pada waktunya dan sanggup menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil tepat pada waktunya.

        'tepat pada waktunya' = tidak terlambat, juga tidak terlalu cepat.
        Sekalipun seperti Lazarus yang sudah mati 4 hari dan sudah busuk, tetapi tepat waktunya Tuhan, tidak ada istilah terlambat bagi Tuhan.

        "Mungkin kita ukur-ukur, 'wah, sudah habis semua, sudah percuma'. Seperti Lazarus yang sudah mati 4 hari, bagi manusia sudah sangat terlambat. Coba ke dokter, 'tolong pak dokter, saudara saya sudah mati 4 hari'. Sudah terlambat sekali. Sedangkan yang baru mati 1 jam, sudah dikatakan terlambat. Tapi bagi Yesus, tidak ada yang terlambat, semua tepat pada waktunya kalau kita menyembah Dia. Mari, kita telentang, memandang wajah Yesus.
        Kalau tertelungkup, itu ular, tidak ada ular yang telentang, kecuali ular yang mati. Tapi ada juga ular yang jahat, di sawah dia telentang, tapi begitu diinjak langsung menyerang.
        "


      2. Pengkhotbah 3: 11
        3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

        'Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir' = manusia seringkali mau berusaha sendiri di luar jalan Tuhan.
        Di luar jalan Tuhan, itu hancur dan tidak indah. Dalam hal apapun, kalau kita di luar jalan Tuhan, maka akan hancur, jalan buntu dan binasa. Tetapi kalau di dalam jalan Tuhan, kita memandang wajah-Nya yang bersinar bagaikan matahari, maka semua menjadi indah pada waktunya.

        Kasih karunia dari Yesus sanggup membuat semua indah dan berhasil pada waktunya.

        Yang kita lakukan hanya menunggu waktu Tuhan.
        Jadi, menunggu waktu Tuhan adalah seperti 3 langkah ini, yaitu:


        1. berjuang untuk ibadah pelayanan, melayani dengan taat dan setia,
        2. tergembala dengan benar dan baik,
        3. memandang wajah Tuhan yang bersinar bagaikan matahari (telentang).


        Maka, ada kasih karunia Tuhan dan semua menjadi indah pada waktunya.


    • Pengajaran dan penyembahan tidak bisa dipisahkan. Kalau pengajarannya benar, maka penyembahannya benar, ada wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari.
      Kalau pengajarannya tidak benar, maka penyembahannya tidak benar = menyembah antikris, hanya menelungkup ke bumi. Yang digembar-gemborkan hanya perkara bumi terus. 'Oh, gereja kami besar, oh ini-oh itu, gaji kami besar', itu saja yang dibicarakan, tidak ada yang lain. Itu nanti bedanya.

      Lukas 9: 28-30
      9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
      9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
      9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

      'sesudah segala pengajaran itu' = pengajaran Yesus/pengajaran yang benar, maka penyembahannya juga benar.

      "Jadi sangat disayangkan kalau seorang hamba Tuhan mengatakan, 'Yang penting pengajarannya sama, biarpun penyembahan dan ibadahnya tidak sama'. Saya sangat prihatin kalau ini dikatakan oleh hamba Tuhan yang berada dalam kabar mempelai. Tidak ada. Kalau pengajaran/kepalanya lain, maka geraknya pasti lain, bicaranya juga pasti lain, tidak mungkin sama.
      Coba 2 orang memperagakan, tidak usah bicara satu sama lain, suruh mereka teriak. Yang satu mungkin teriak 'ooo', yang satu lagi teriak 'aaa'. Karena kepalanya beda, suaranya juga beda. Geraknya juga beda, kalau disuruh bergerak sembarang, yang satu bisa maju, yang satu lagi mundur. Tidak mungkin sama.
      "

      'rupa wajah-Nya berubah' = dalam Matius 17: 2: 'bersinar bagaikan matahari terik'.

      Hasil ketiga: sinar matahari dari wajah Yesus memancarkan kemuliaan Tuhan untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus = pembaharuan. Ini mujizat terbesar/mujizat yang rohani.

      Manusia daging diubahkan menjadi manusia rohani, yaitu mulai dari taat dengar-dengaran. Ini sama dengan kembali pada kemuliaan.
      Manusia diciptakan oleh Tuhan menurut gambar dan teladan Allah Tritunggal, kemuliaan Allah Tritunggal. Tetapi karena berbuat dosa, maka hilang kemuliaan, sehingga manusia berwajah seperti setan, anjing dan babi.
      Lewat firman pengajaran yang benar, kita didorong pada penyembahan yang benar, yaitu memandang wajah Yesus yang menyinarkan sinar matahari kemuliaan Tuhan, sehingga kita diubahkan untuk kembali menjadi sama mulia dengan Dia. Kembali pada gambar/wajah dan teladan Allah Tritunggal, mulai dari taat dengar-dengaran. Ini keubahan yang sungguh-sungguh dari Tuhan.

      Jaminannya ada pada pribadi Yesus. Yesus yang tadinya mulia, ada kemuliaan Allah Tritunggal, rela taat sampai mati di kayu salib, mati terkutuk. Yesus rela mati di kayu salib, menjadi lebih buruk dari manusia siapapun juga (menjadi seperti anjing, babi bahkan seperti setan) untuk mengubahkan wajah yang buruk seperti anjing, babi bahkan seperti setan, menjadi gambar Allah Tritunggal, wajah yang mulia seperti Dia.

      "Saya banyak ditentang, 'masa wajah Yesus yang mulia, menjadi buruk seperti anjing, babi bahkan seperti setan?' Kalau tidak seperti itu, kita tidak ada harapan untuk diubahkan. Makanya waktu peristiwa di Poso, sesudah kerusuhan, saya datang lagi ke sana. Banyak orang mengadu, 'Waduh Om, di gereja digantungi kepala babi'. Saya bilang, 'Bagus': 'Lho kok bagus Om?'. Itu peringatan, itulah isi dari manusia. Sekalipun manusia berwajah tampan atau cantik, juga kaya, tetapi kelakuannya seperti babi. Baru mereka tersentak. Itu hajaran dari Tuhan supaya kita kembali kepada wajah kemuliaan.
      Yesus sudah menanggung semua di kayu salib, Dia mati terkutuk dan menjadi buruk, seperti anjing, babi bahkan seperti setan, untuk memberi kesempatan kepada kita yang seperti anjing, babi bahkan seperti setan, supaya diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia.
      "

      Yesus taat sampai mati terkutuk di kayu salib untuk mendapat nama di atas segala nama, sehingga kalau kita menyembah Dia/memandang wajah-Nya yang memancarkan kemuliaan, kita diubahkan menjadi taat, maka saat itu nama Yesus dilekatkan pada nama kita = nama baru.
      NAMA BARU ADALAH NAMA YANG DITULIS DALAM KITAB KEHIDUPAN.


    Kita harus tetap menyembah Yesus apapun resikonya, jangan menyembah antikris.
    Pandang wajah Yesus yang menancarkan damai!
    Hari-hari ini harus ada damai. Segala macam iri hati, benci, dendam, apa saja harus dibuang. Maka, semua enak dan ringan.

    Dari sinar matahari ada kasih karunia, mari serahkan semua kepada Tuhan. Biar Dia yang menolong kita tepat pada waktunya. Dia membuat semua berhasil dan indah pada waktunya. Mari kita sungguh-sungguh yakin! Jangan menoleh ke kiri-kanan, apalagi menoleh ke belakang seperti isteri Lot. Mari terus pandang wajah Dia kalau semua belum indah.

    Sinar matahari dari wajah Yesus memancarkan kemuliaan untuk mengubahkan kita dari wajah buruk menjadi wajah seperti Yesus/seperti Allah Tritunggal, yaitu taat dengar-dengaran.

    Filipi 2: 8-9
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Kalau kita taat, maka nama Yesus dilekatkan/dimeteraikan pada nama kita, menjadi nama baru.

    "Seperti nama isteri saya. Nama gadisnya Milka Oserawa Dongalemba. Setelah menikah dengan saya, namanya menjadi nyonya Widjaja Hendra. Nama baru adalah nama mempelai wanita yang tertulis dalam kitab kehidupan."

    Mari, banyak menyembah Tuhan. Kita diubahkan sedikit demi sedikit, sehingga nama baru mulai ditulis, sampai nama baru ditulis lengkap dalam kitab kehidupan selama-lamanya.

Perjamuan suci sebagai bukti, bahwa Dia berwajah buruk untuk menyinarkan sinar matahari-Nya kepada kita semua. Apapun keadaan kita malam ini, mari kita pandang Dia. Tuhan akan menolong kita semua.
Selama masih ada matahari terbit, kita masih bisa mengalami pertolongan Tuhan dan mendapatkan segala-galanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top