English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2008 (Minggu Sore)
Matius 24: 29
= Keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan-kegoncangan dan...

Ibadah Persekutuan Medan I, 22 Juni 2010 (Selasa Pagi)
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Oktober 2012 (Rabu Sore)
Matius 28 secara keseluruhan dalam tabernakel itu menunjuk tentang SHEKINAH GLORY/Sinar kemuliaan.

Matius 28 ini terbagi 3 bagian, antara lain:

Matius 28: 1-10 tentang kebangkitan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Agustus 2013 (Sabtu Sore)

Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:1, 10-11
5:1 Pada suatu kali...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Mei 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Surabaya, 31 Oktober 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah tentang pengikutan kepada Yesus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juli 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-16
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia...

Ibadah Kunjungan Medan II, 29 Oktober 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 September 2014 (Kamis Sore)
Siaran tunda Ibadah Kunjungan di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 27 Oktober 2017 (Jumat Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang kitab Keluaran.
Kitab Keluaran merupakan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Mei 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 17 Agustus 2017 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Meja Roti Sajian menunjuk pada kehidupan...

Ibadah Doa Malang, 27 Januari 2009 (Selasa Sore)
Oleh : Pdt. Mikha Sandatoding

Matius 5:38-39 menunjuk pada hukum kemurahan.
Jika pipi...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Januari 2017 (Rabu Sore)
Pembicara Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN Yesus Kristus. Kiranya damai sejahtera, kasih karunia...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 November 2016 (Senin Sore)

Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus Kristus. Kiranya bahagia, sukacita, dan damai sejahtera dari TUHAN kita, Yesus Kristus, dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Markus 12: 18
12:18. Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:

Ajaran saduki adalah ajaran sesat yang mengajarkan tidak ada kebangkitan, sehingga memicu anak TUHAN, hamba TUHAN untuk:

  1. Hidup di dunia hanya untuk mencari perkara jasmani saja.
  2. Jatuh dalam dosa sampai puncaknya doas--dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

Matius 16: 6, 12

16:6. Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
16:12. Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap
ajaran orang Farisi dan Saduki.

Ajaran Saduki sama dengan ragi. Sifat dari ragi adalah sedikit ragi sudah megkhamirkan seluruh adonan.
Begitu juga ajaran sesat. Meskipun sedikit saja, tetapi kita dengar, yakini atau praktik, sudah cukup untuk menghancurkan seluruh hidup kita.
Begitu juga dosa-dosa, kalau dosa itu kita anggap kecil dan sebagainya tetapi kita pertahankan, maka dosa itu sudah cukup untuk menghancurkan hidup kita.

Ada dua kemungkinan tentang ragi:

  1. Keluaran 12: 15
    12:15. Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertamapun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.

    Kalau dulu, kalau bertahan pada ragi, akan dilenyapkan dari antara orang Israel.
    Sekarang juga, kalau bertahan pada ajaran palsu mulai mendengarkan, menyakini sampai mempraktikkan dan bertahan dalam dosa, akan berakhir pada kebinasaan selamanya.
    Ini kemungkinan pertama.


  2. Keluaran 12: 39
    12:39. Adonan yang dibawa mereka dari Mesir dibakarlah menjadi roti bundar yang tidak beragi, sebab adonan itu tidak diragi, karena mereka diusir dari Mesir dan tidak dapat berlambat-lambat, dan mereka tidak pula menyediakan bekal baginya.

    Yang kedua: begitu Israel tanpa ragi--membuang ragi--maka bangsa Israel keluar dari Mesir ke tanah Kanaan.
    Ini kegerakan besar. Dulu dari Mesir menuju ke tanah Kanaan, sekarang menunjuk dari dunia ini menuju ke Kanaan Samawi= Yerusalem Baru. Jadi, kalau kita membuang ragi, kita ikut dalam kegerakan menuju Yerusalem baru.

    Dari 603.550 orang yang keluar dari mesir, yang bisa masuk Kanaan hanya dua orang---hanya sedikit.
    Sekarang juga. Untuk bisa masuk Yerusalem Baru, benar-benar bukan perkara yang gampang, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Siapa yang boleh masuk Yerusalem baru? Kehidupan yang namanya tertulis dalam Kitab kehidupan Anak Domba.
Wahyu 21: 27
21:27. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

'Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya' = tidak masuk kota Yerusalem Baru.

Bagaimana supaya nama kita tertulis dalam kitab kehidupan?

  1. Kita harus mengalami penyucian dari dosa-dosa, terutama dosa-dosa yang membuat anak TUHAN, hamba TUHAN langsung masuk api neraka (Wahyu 21:27, Wahyu 21:8)
    Kalau disucikan dari dosa-dosa ini, nama kita akan tertulis dalam kitab kehidupan dan boleh masuk Yerusalem baru.

    Dosa apa saja yang harus dibuang?


    • Wahyu 22: 15
      22:15. Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

      'tinggal di luar' = tinggal di luar Yerusalem Baru.

      Pertama: disucikan dari sifat anjing-anjing secara rohani. Anjing-anjing tidak boleh masuk Yerusalem Baru. Dalam Matius 15 jelas dikatakan: roti untuk anak-anak tidak patut diberikan kepada anjing (perempuan Sirofenisia).
      Anjing menunjuk pada bangsa kafir dengan sifat kekafirannya:


      • 2 Petrus 2: 22
        2:22. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

        Yang pertama: mulai dari perkataan harus disucikan; 'Anjing kembali lagi ke muntahnya' = anjing menjilat muntahnya (dalam terjemahan lama)..

        'muntah'= sesuatu yang kotor. Ini lidahnya bangsa kafir, yaitu lidah yang sering kali berkata sia-sia, kotor, jijik, tidak berguna--mengomel, bersungut, mengatai orang, menyalahkan orang, sampai mengutuki orang lain.
        Kalau kata-kata ini masih ada, berarti masih tetap seperti anjing dan tidak boleh masuk Yerusalem Baru. Karena itu harus disucikan malam ini.


      • Lidah anjing ini suka menjilat borok.
        Lukas 16: 21
        16:21. dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

        Borok= luka-luka--kekurangan orang lain.
        Justru bangsa kafir suka membicarakan kekurangan orang lain. Ini bagaikan anjing yang menjilat borok.


      • Anjing menjilat darah Nabot.
        Nabot adalah kehidupan yang mempertahankan kebun anggur yang mau diganti dengan Ahab dan Izebel menjadi kebun sayur.
        Jadi, Nabot adalah kehidupan yang benar--bertahan kepada ibadah pelayanan yang dibina oleh kabar mempelai--, tetapi anjing menjilat darah Nabot. Artinya: justru orang benar, orang yang berpegang teguh pada pengajaran yang benar, itu yang digosipkan. Bahaya! Ini benar-benar lidahnya anjing.


      • Matius 7: 6
        7:6. "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."

        Yang keempat: menolak barang yang kudus; tidak menghargai barang yang kudus, itulah firman--tidak menghargai firman.


      Inilah sifat tabiat dari bangsa kafir. Perkataan kita kotor, membicarakan kesalahan orang, menggosipkan orang benar. Justru tidak mau dengar firman yang benar--tidak menghargai firman yang benar.

      Kalau tetap bertahan di situ, nama tidak akan tertulis dalam kitab kehidupan dan ia akan binasa selama-lamanya.

      Karena itu kita harus mengalami penyucian, sehingga lidah bukan lagi menjilat muntah, tetapi digunakan untuk menjilat remah-remah roti.
      Matius 15: 27
      15:27. Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

      Remah-remah roti= firman yang dibukakan rahasianya.
      Bagaimana anjing menjilat remah-remah? Bisa bersih. Kalau hidup itu disucikan, ia ada satu kerinduan atau kebutuhan untuk mendengar firman pengajaran yang benar--firman yang dibukakan rahasianya.

      Tanda kehidupan yang sudah mengalami penyucian: dari mulutnya yang keluar bukan kata-kata kotor dan sebagainya, tetapi kata-kata pengakuan--bisa mengakui segala kesalahan dan kekurangannya, dan bisa membenarkan firman. Tadinya tidak bisa, tetapi setelah mengalami penyucian, bisa berkata; Benar TUHAN--firman yang benar, aku yang salah.

      Kalau anjing sudah disucikan, ada harapan utnuk masuk Yerusalem Baru.


    • Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Kedua: disucikan dari orang-orang penakut.
      Penakut= takut pada sesuatu sampai tidak takut pada TUHAN.

      Apa yang biasa ditakutkan atau dikuatirkan terutama kita bangsa kafir?
      Matius 6: 31-34
      6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
      6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      Yang biasa dikuatirkan/ditakutkan adalah perkara makan-minum, pakaian, tempat tinggal, sampai masa depan.
      Tanda kalau kehidupan itu takut/kuatir:


      • Tidak benar hidupnya. Contohnya: korupsi di pekerjaan. Kalau tetap takut, tidak boleh masuk Yerusalem Baru.
      • Tidak mencari Kerajaan Allah; tidak bisa mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu.
        Saat-saat kita diperhadapkan antara ibadah dengan yang lain, bagaimana? Kalau masih memilih yang lain, berarti kita masih berada dalam ketakutan. Tetapi kalau kita memilih ibadah, itu berarti kita sudah disucikan dari ketakutan.

        Matius 6: 27
        6:27. Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

        Kalau kehidupan itu takut, maka nama tidak tertulis pada Kitab Kehidupan dan tidak bisa menambah satu hasta.
        Tidak bisa menambah satu hasta, artinya


        1. Satu hasta= satu langkah; satu denyut jantung.
          Raja Daud berkata: hanya satu langkah jaraknya aku dengan maut.
          Kalau tidak bisa menambah satu hasta, berarti dia dikuasai maut.

          Jadi, kehidupan yang takut dikuasai oleh maut.
          Ayat lain mengatakan: karena ketakutan atau kecemasan, maka orang akan mati. Ini nanti menjadi pembunuh nomor satu.


        2. Ukuran hasta dulu dipakai dalam Tabernakel.
          Kalau tidak bisa menambah satu hasta, berarti ukurannya kurang dan tidak bisa jadi Tabernakel. Artinya kalau kehidupan itu takut, maka tidak dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempruna.


        3. Hasta juga digunakan untuk ukuran tembok Yerusalem baru.
          Wahyu 21: 17
          21:17. Lalu ia mengukur temboknya: seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang adalah juga ukuran malaikat.

          Kalau tidak bisa menambah satu hasta, berarti tidak bisa masuk Yerusalem baru.


      Tabiat penakut harus disucikan, sehingga kehidupan itu benar dalam segala aspek dan bisa mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala sesuatu--mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.


    • Disucikan dari orang yang tidak percaya.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Orang tidak percaya ini bukan hanya orang di luar Yesus, tetapi juga:


      • Orang yang mengaku percaya Yesus, tetapi kepercayaannya hanya karena melihat tanda, seperti yang dialami oleh Tomas.
        Tomas percaya Yesus, tetapi mau melihat dulu. Tomas berkata: sebelum aku melihat, aku tidak percaya. TUHAN katakan: berbahagialah orang yang percaya sekalipun tidak melihat. Jadi imannya Tomas adalah iman yang tidak berbahagia, sama dengan tidak percaya. Jadi orang yang percaya karena melihat sama dengan tidak percaya.


      • Orang yang mengaku percaya Yesus, tetapi percaya karena mengalami mujizat.
        Yohanes 2: 23-24
        2:23. Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
        2:24. Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,

        Inilah iman yang rapuh. Mereka percaya Yesus, tetapi Yesus tidak mempercayakan dirinya. Ini sama dengan orang yang tidak percaya. Mengapa demikian? Sebab kehidupan ini percaya Yesus, hanya karena mujizat. Seandainya tidak terjadi mujizat, tidak akan percaya Yesus.

        Boleh saja percaya kalau mengalami mujizat dan pertolongan TUHAN, tetapi harus ditingkatkan--disucikan.
        Apa gunanya kita percaya Yesus, tetapi Dia tidak percaya pada kita? Tidak ada artinya.

        Sebab itu harus disucikan, sehingga menjadi percaya Yesus karena mendengar firman Kristus--firman dalam urapan Roh Kudus; firman yang merupakan perkataan Kristus sendiri, yaitu tertulis dalam alkitab dan ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.

        Kalau disucikan, dia justru mencari firman pengajaran yang benar, yang merupakan perkataan Kristus sekalipun isinya tetap menunjukkan kesalahan, menegor dan menasehati.

        Kehidupan seperti ini akan percaya Yesus--karena mendengar firman Kristus--, sampai bisa mempercayakan diri sepenuh pada Yesus--taat dengar-dengaran.


    • Disucikan dari orang-orang keji, supaya tidak menjadi orang yang keji.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Apa itu kekejian?


      • Keluaran 8: 26
        8:26. Tetapi Musa berkata: "Tidak mungkin kami berbuat demikian, sebab korban yang akan kami persembahkan kepada TUHAN, Allah kami, adalah kekejian bagi orang Mesir. Apabila kami mempersembahkan korban yang menjadi kekejian bagi orang Mesir itu, di depan mata mereka, tidakkah mereka akan melempari kami dengan batu?

        Dulu bangsa Israel mempersembahkan korban itu merupakan ibadah. Orang Mesir menganggap ibadah itu sebagai suatu kekejian.
        Sebab itu tidak mau beribadah.
        Jadi, orang yang keji adalah orang yang tidak mau beribadah. Mungkin tidak secara langsung, tetapi mulai dari tidak setia, lalu meninggalkan, dan tidak mau lagi beribadah.
        Orang keji itu tidak mau beribadah sekalipun ada kesempatan dan ada suatu kebutuhan.


      • Kejadian 46: 34
        46:34. maka jawablah: Hamba-hambamu ini pemelihara ternak, sejak dari kecil sampai sekarang, baik kami maupun nenek moyang kami--dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen." --Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir.

        Yang kedua: kehidupan yang tidak mau tergembala.
        Tadi tidak mau beribadah, sekarang mau beribadah tetapi tidak mau tergembala.
        Tergembala kepada siapa? Bukan tergembala pada orang atau organisasi, tetapi pada pokok yang benar, seperti ranting melekat pada pokok yang benar--tergembala pada firman pengajaran yang benar.

        Mesir tidak mau, justru penggembalaan suatu kekejian bagi mereka.


      • Kejadian 43: 32
        43:32. Lalu dihidangkanlah makanan, bagi Yusuf tersendiri, bagi saudara-saudaranya tersendiri dan bagi orang-orang Mesir yang bersama-sama makan dengan mereka itu tersendiri; sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu kekejian bagi orang Mesir.

        Yang ketiga: dulu bangsa Mesir tidak mau makan bersama orang ibrani--Yusuf dan saudaranya--, padahal Yusuf dan saudara-saudaranya makan bersama berdasarkan gandumnya Yusuf--pengajaran yang benar; kabar mempelai--, tetapi orang Mesir menganggap suatu kekejian.

        Jadi, praktik kekejian adalah orang yang tidak mau makan bersama--tidak mau bersekutu di dalam persekutuan yang berdasarkan pengajaran yang benar.

        Kalau di situ ada pengajaran yang benar, jangan sampai kita tidak mau datang. Jangan menggunakan alasan untuk menjauh, karena itu suatu kekejian di hadapan TUHAN.
        Tetapi kalau sudah tahu itu tidak benar, jangan bersekutu juga--jangan sekali-kali makan bersama--, itu juga kekejian.


      Kalau disucikan dari kekejian, maka:


      • Kehidupan itu akan setia beribadah.
        Ibrani 10: 25
        10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

        Memang ada orang-orang yang menjauhkan diri dari ibadah, tetapi kalau disucikan dari kekejian, ia akan semakin giat beribadah. Mungkin awalnya hanya satu macam ibadah, lalu ditambah dengan ibadah lainnya, sampai TUHAN datang kembali ke dua kali ('menjelang hari Tuhan yang mendekat'). Contohnya: awalnya hanya ibadah raya dan ibadah PA saja, ditambah lagi dengan doa. Sudah ikut ibadah doa, ditambah dengan doa malam, tambah lagi ibadah doa semalam suntuk, tambah lagi dengan ibadah doa puasa.


      • Kalau disucikan dari kekejian, ia akan tergembala dengan baik--tidak sulit untuk bertekun dalam tiga macam ibadah pokok.

        Mesir sebenarnya mengakui kalau Gosyen--tempat penggembalaan--adalah tempat yang terbaik, tetapi mereka tidak mau tergembala.
        Malam hari ini, mungkin sesuatu tidak baik atau belum baik--pelayanan, nikah, pekerjaan belum baik--, jangan ke mana-mana, tetapi ke penggembalaan, karena penggembalaan adalah tempat yang terbaik, dan sanggup menjadikan segala-galanya baik dalam hidup kita.


      • kalau disucikan dari kekejian,kehidupan itu akan bersekutu dengan benar.

        Dulu waktu kami masih menjadi siswa, seringkali ditanya: Boleh berfellowship. Kalau dijawab 'Boleh', masih salah jawabannya. Jawaban yang benar adalah 'Harus'. Harus berfellowship, tetapi kalau tidak benar, jangan! Harus yang benar, yaitu berdasarkan firman pengajaran yang benar--kabar mempelai; gandum Yusuf.

        Banyak persekutuan, apa dasarnya? Kalau bukan gandumnya Yusuf, jangan sekali-kali datang.

        Saya juga mengalami: Harus datang. Mengapa harus datang: bosnya ini orang kaya. Saya jawab: Oh, terima kasih.

        "Satu waktu saya mau pergi ke Malang, lalu ditanya: ke mana? Saya jawab: ke Malang. Dia berkata: ke Malang terus. Saya berkata: Siapa yang melarang saya ke Malang untuk berfellowship, karena saya tahu mana yang benar. Akhirnya dia tidak berani bertanya lagi. Kalau fellowship yang benar, selalu banyak yang mengatai, mengolok dan sebagainya."


    • Disucikan dari pembunuhan.
      Wahhyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Diakhir zaman bisa terjadi pembunuhan secara berulang-ulang, sebab itu harus disucikan dari pembunuhan. Apa itu pembunuh--pengertian membunuh--?


      • 1 Yohanes 3: 15
        3:15. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.

        Membenci saudara sama dengan pembunuh.
        Saudara bisa berarti saudara darah daging, tetapi bisa juga saudara dalam satu darah Kristus; saudara seiman. Berapa kali kita sudah membenci--membunuh--?
        Banyak yang tidak sadar kalau membenci sama dengan membunuh.


      • Matius 5: 21-22
        5:21. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
        5:22. Tetapi Aku berkata kepadamu:
        Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

        Yang kedua: membunuh sama dengan marah, apalagi marah yang meluap-luap--biasanya ditandai dengan kata-kata: Jahil! Kafir!, artinya marah dengan mengeluarkan kata-kata hujatan, kutukan, umpatan dan lain-lain.


      Matius 5: 44
      5:44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

      Harus disucikan dari kebencian dan amarah, sehingga bisa mengasihi saudara; bisa mengasihi orang yang mengasihi, bahkan mengasihi orang yang memusuhi.
      Kita periksa diri kita. Kalau sampai marah tanpa tahu alasannya, apalagi sampai keluar kata-kata yang tidak baik, berarti menjadi pembunuh dan nama kita tidak tertulis dalam kitab kehidupan.


    • Disucikan dari orang-orang sundal.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Orang sundal= dosa kenajisan, salah dalam nikah--tidak benar soal nikah.
      Harus disucikan.

      Ibrani 13: 4
      13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

      Tanda disucikan adalah benar dalam hal nikah, mulai dari permulaan nikah--jaga kesucian dan kebenaran--, perjalanan nikah--tidak ada PIL atau WIL, jaga kesatuan nikah, posisi dalam nikah: suami sebagai kepala, isteri sebagai tubuh.


    • Disucikan dari tukang sihir.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Tukang sihir ada kaitannya dengan kepalsuan.
      Yeremia 27: 9
      27:9. Mengenai kamu, janganlah kamu mendengarkan nabi-nabimu, juru-juru tenungmu, juru-juru mimpimu, tukang-tukang ramalmu dan tukang-tukang sihirmu yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel!

      Yeremia berkata: pergi ke Babel, disana aman (sesuai dengan firman TUHAN). Tetapi tukang sihir berkata: jangan mau takluk kepada raja Babel. Ini malah diputar balikkan; kepalsuan.

      Kisah Rasul 13: 6, 8
      13:6. Mereka mengelilingi seluruh pulau itu sampai ke Pafos. Di situ mereka bertemu dengan seorang Yahudi bernama Baryesus. Ia seorang tukang sihir dan nabi palsu.
      13:8. Tetapi Elimas--demikianlah namanya dalam bahasa Yunani--,tukang sihir itu, menghalang-halangi mereka dan berusaha membelokkan gubernur itu dari imannya.

      Tukang sihir adalah kepalsuan.

      Kalau masih suka dengar yang palsu-palsu, tidak sesuai dengan firman, yang berlawanan dengan firman, harus disucikan.

      Tanda disucikan: ia tidak percaya lagi pada yang palsu, tetapi berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar.


    • Disucikan dari peneymbahan berhala.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Berhala= segala sesuatu yang kita kasihi lebih dari pada TUHAN--bisa suami kita, isteri kita, anak kita, orang tua kita dan sebagainya.
      Kita boleh mengasihi, tetapi jangan sampai kasih kita melebihi dari kasih kita kepada TUHAN. Kalau melebihi kasih kita kepada TUHAN sama dengan jatuh dalam penyembahan berhala.

      Yohanes 14: 15
      14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

      Mengasihi TUHAN berarti kita taat dengar-dengaran.
      Kalau mengasihi yang lain lebih dari TUHAN, berarti kita mengasihi yang lain tetapi tidak taat kepada perintah TUHAN. Inilah terjatuh dalam penyembahan berhala.
      Harus disucikan dari penyembahan berhala, sehingga kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu--taat dengar-dengaran apapun resikonya.

      Contohnya Adam dan Hawa. Saat Hawa menawarkan buah yang dilarang, seharusnya Adam lebih mengasihi TUHAN--mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu. Tetapi Adam lebih mengasihi isteri dari pada TUHAN dan akhirnya jatuh berdua. Mungkin salah satu mengajak berbuat dosa, kita katakan: jangan.


    • Disucikan dari pendusta; semua pendusta dan orang yang mencintai dusta.
      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta (8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Cinta dusta= gemar berdusta.
      Kalau kita disucikan dari dusta, maka kita bisa berkata: ya di atas ya, tidak di atas tidak, sampai satu waktu kita tidak salah dalam berkata-kata.


    Dusta ini merupakan penutup dari dosa. Mengapa? Karena kalau masih ada dusta, semua dosa yang di atasnya masih ada.

    Yeremia 9: 5
    9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

    Malas bertobat= tidak ada kemampuan untuk bertobat.

    Kita harus mengalami penyucian dari dosa dusta supaya nama kita tertulis dalam Kitab Kehidupan.


  2. Ibrani 12: 23
    12:23. dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

    Yang kedua: supaya nama tertulis dalam Kitab Kehidupan, kita harus menjadi jemaat anak sulung.

    Bilangan 3: 12
    3:12. "Sesungguhnya, Aku mengambil orang Lewi dari antara orang Israel ganti semua anak sulung mereka, yang terdahulu lahir dari kandungan, supaya orang Lewi menjadi kepunyaan-Ku,

    Anak sulung dari Israel sudah diganti oleh suku Lewi.

    Ulangan 10: 8
    10:8. Pada waktu itu TUHAN menunjuk suku Lewi untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN, untuk bertugas melayani TUHAN dan untuk memberi berkat demi nama-Nya, sampai sekarang.

    'tabut perjanjian' = kabar mempelai.

    Lewi adalah pelayan TUHAN terutama mengangkut tabut perjanjian--kabar mempelai.
    Jadi, jemaat anak sulung adalah kehidupan yang beribadah melayani TUHAN, yang dibina oleh kabar mempelai.

    Yang belum melayani, segera melayani. Yang sudah melayani, jangan mundur. Tetap melayani TUHAN!

    Tidak semua pelayan menjadi jemaat anak sulung; tidak semua pelayan namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan. Ada syaratnya:


    • Wahyu 3: 5
      3:5. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.

      Yang pertama: sesudah melayani TUHAN yang dibina oleh kabar mempelai kita harus berpakaian putih:


      • Pakaian menunjuk pada solah tingkah laku kita sehari-hari yang bisa langsung dilihat. Sebagai imam-imam, solah tingkah laku dan perkataan kita harus senantiasa mengenakan pakaian putih; harus benar dan suci.

        Bagaimana tingkah laku kita sebagai imam-imam? Pakaian putih, atau pakaian kotor atau pakaian yang dicemarkan? Biarlah pakaian kita tetap berpakaian putih, itulah pakaian kebenaran dan pakaian kesucian. Dalam pergaulan jelas bahwa kita adalah orang yang melayani dengan dibina oleh kabar mempelai--bagaimana perkataannya, kesehariannya, nikah rumah tangganya. Orang lain melihat ada pakaian putih.


      • Pakaian putih menunjuk pada pakaian pembaharuan.
        Waktu TUHAN YESUS di atas gunung, wajah-Nya bercahaya dan pakaian-Nya putih--wajah dan pakaian-Nya berubah.

        Jadi, melayani TUHAN harus dibaharui. Memang kita bangsa kafir dengan sifat kekafiran, tetapi tidak boleh melayani TUHAN dengan sifat kekafiran. Kita harus mengalami pembaharuan.


      Ada satu contoh dalam Zakharia 3: 1-2
      3:1. Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia.
      3:2. Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: "TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini
      puntung yang telah ditarik dari api?"

      Imam Besar Yosua satu kali waktu berdiri di hadapan TUHAN dengan pakaian cemar--imam-imam, kehidupan yang melayani TUHAN tetapi pakaiannya cemar; tidak benar, tidak suci dan tidak mengalami pembaharuan, sehingga ada iblis yang mendakwa.
      Jadi, saat kita tidak berpakaian putih; tidak benar dan suci, setan siap mendakwa kita.

      Keadaan orang yang berpakaian cemar seperti puntung ditarik dari api--sudah hampir mati.

      Wahyu 3: 2
      3:2. Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku.

      Sekalipun ia melayani, tetapi kalau tidak benar dan mengalami pembaharuan, hanya tinggal waktu, ia sebentar lagi mati.

      Jangan sampai saya pemberita kabar mempelai hidupnya tidak benar dan tidak berubah hidupnya.

      Jalan keluarnya kalau pakaian kita cemar--pakaian kotor--: tanggalkan!
      Zakahira 3: 4
      3:4. yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta."

      Kalau kita sudah tahu itu tidak benar, tanggalkan; kalau tahu itu tabiat kita yagn lama, tanggalkan. Kalau tidak, akan didakwa terus oleh iblis.
      Malam ini, tanggalkan pakaian yang tidak benar dan tidak dibaharui. Baru setelah itu kita bisa mengenakan pakaian pesta--pakaian yang baru; pakaian putih.

      Seringkali kita berkata: saya maunya berkata benar dan baik, tetapi yang keluar sering tidak benar. Seringkali kita merasa tersiksa. Mengapa?
      2 Korintus 5: 2-4
      5:2. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,
      5:3. sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang.
      5:4. Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena
      kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup.

      Seringkali berat, sebab kita mau mengenakan pakaian yang baru, tetapi tidak mau menanggalkan yang lama. Dalam Surat Yakobus: satu mata air atau sumber bisa memancarkan, dua jenis air (air tawar dan air pahit). Tidak mungkin dan berat kehidupan semacam itu.
      Tanggalkan; akui semua pada TUHAN, sehingga kita bisa mengenakan pakaian baru--pakaian pesta.

      Pelayanan yang berpakaian putih, itulah pelayan yang benar dan pelayan yang mengalami pembaharuan.


    • Filipi 4: 3
      4:3. Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

      Yang kedua: melayani dengan setia.
      Kita sudah melayani TUHAN, jangan gampang terhalang.

      ". Saya juga pernah terhalang dalam pelayanan. Saya berdoa, akhirnya sampai sekarang TUHAN berikan kemenangan."

      Kita semua, jangan terhalang, mari setia beribadah dan melayani TUHAN, sampai garis akhir--sampai TUHAN Yesus datang kembali ke dua kali.

      Apa yang seringkali membuat jadi halangan, sehingga tidak setia melayani TUHAN?
      Wahyu 2: 10
      2:10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.


      • Mulai dari penderitaan--menderita sakit dan lain-lain.
        Malam ini, firman TUHAN berkata: Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Kita setia sampai akhir.


      • Juga seringkali pencobaan menjadi halangan. Dengan adanya pencobaan, bukan menjauhkan kita dari TUHAN--tidak setia melayani lagi--, tetapi justru kita semakin setia berkobar-kobar dalam melayani TUHAN.


      • Kesusahan juga sering jadi penghalang.

        Saya teringat dulu, masih family dengan saya. Karena kesusahan--ditinggal mati anaknya--, akhirnya ia tidak tidak lagi percaya Yesus--meninggalkan iman--, sampai ia menigngal. Kasihan.


      Biarlah kita menjadi kehidupan yang setia melayani TUHAN sampai garis akhir.

      Tuhan tahu kekuatan kita. Beberapa waktu yang lalu juga disampaikan bapak gembala: Kalau memang sudah waktunya TUHAN, Ia cukupkan. Seperti imam besar Harun, jika sudah cukup, ia diperintahkan naik ke gunung dan mati. Kalau kita masih diberi nafas--perpanjangan umur--, apapun keadaan kita, harus kita pergunakan untuk setia melayani TUHAN sampai garis akhir.

      Inilah kehidupan yang namanya tertulis dalam kita kehiudpan.


    • Yang ketiga: pelayan yang taat.
      Lukas 10: 20
      10:20. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."

      Ini tentang 70 murid yang diutus, kemudian kembali kepada TUHAN: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Namun jangan berbahagia sampai disitu, tetapi berbahagialah karena namamu tertulis dalam Kitab Kehidupan."

      Pelayanan mengusir setan mengingatkan kita pada Matius 7: 22-23
      7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Sudah melayani TUHAN--mengusir setan--, tetapi ditolak, karena tidak melakukan kehendak Bapa; tidak taat dengar-dengaran.

      Jadi, pelayan yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan adalah pelayan yang taat dengar-dengaran kepada kehendak Bapa apapun resikonya. Hari-hari ini dibutuhkan pelayan yang taat. Ini benar-benar suatu pilihan. Kalau itu memang perintah TUHAN, tinggal kita ikuti.
      Seperti Yesus saat di Getsemane, memang tidak enak bagi daging--tidak bersalah, tetapi disalibkan--, tetapi Yesus berkata: Ya Abba Ya Bapa. Abraham harus menyerahkan anak satu-satunya, hanya bisa taat dengar-dengaran.

Inilah kehidupan yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan.

Awasan! Nama sudah tertulis dalam Kitab Kehidupan, tetapi masih bisa terhapus.
Mazmur 69: 29, 22
69:29. Biarlah mereka dihapuskan dari kitab kehidupan, janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang benar!
69:22. Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus,
mereka memberi aku minum anggur asam.

Menggapa nama bisa terhapus? Salah satunya karena memberi minum anggur asam--masih menghasilkan air anggur asam--sementara sesama kita dan TUHAN haus--mau dipuaskan.

Kidung Agung 7: 9
7:9. Kata-katamu manis bagaikan anggur!" Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur!

Anggur manis adalah perkataaan yang manis, benar, baik, dan menyenangkan hati.
Air anggur yang asam adalah perkataan tidak benar, tidak baik, hanya mencari kesalahan orang lain, tidak mengenakkan hati.

Sementara sesama mau haus dan ingin dipuaskan, tetapi yang diberikan hanya perkataan yang tidak benar, tidak baik, menyalahkan, membuat hati tidak enak. Hanya itu. Mulai dari dalam nikah rumah tangga. Isteri rindu dipuasakan dengan perkataan yang manis. Suami juga berharap isteri berkata yang manis, tetapi apa yang di dapat? Mungkin perkataan yang asam dan sebagainya.
Orang tua berharap anak-anak memberi perkataan yang manis, tetapi apa yang seringkali dihasilkan? Perkataan yang asam, yang menyakitkan hati orang tua. Jangan!

Kalau tetap perkataan asam, sudah cukup membuat nama dihapus dari Kitab Kehidupan.

TUHAN juga demikian, Ia juga rindu dipuaskan dengan perkataan yang manis.
Apa itu perkataan manis pada TUHAN? Kita senantiasa mengucap syukur pada TUHAN, menyembah TUHAN. Ini benar-benar perkataan yang manis.

Ke mana arah perkataan manis? Mengalir ke bibir orang-orang yang sedang tidur (Kidung Agung 7:9). Siapa yang tidur? Yesus.

Markus 4: 36-39
4:36. Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
4:37. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38. Pada waktu itu
Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Tanda Yesus tidur adalah terjadi suatu angin gelombang--masalah dan pencobaan. Ini adalah angin badai yang datang sekonyong-konyong (Matius 8). Sekonyong-konyong artinya tidak bisa diprediksi; tadinya enak-enak, tiba-tiba badai. Benar-benar menaikutkan. Nikah, pekerjaan dari sekian lama tenang, tiba-tiba ada badai.

". Saya pernah mengalami badai tahun 2000, waktu Om Pong melayani di Tentena. Sebelum ibadah mulai bersama jemaat Surabaya, kita menyeberang ke seberang danau. Karena pulangnya sudah agak sore, angin mulai kencang. Perahunya pas dengan orangnya (7-8 orang). Karena terkena angin, ombaknya sudah mulai bergelora (sekalipun tidak terlalu besar) itu sudah menakutkan dan orang-orang disitu sudah tua-tua, sudah berteriak: Darah Yesus. Kalau saya, saya bisa renang, tetapi kalau begini apa bisa sampai ke seberang. Sudah menakutkan, apalagi gelombang yang dahsyat. Sangat-sangat takut."

Jalan keluarnya adalah perkataan manis. Kalau nikah dalam masalah, bukan saatnya saling menyalahkan, malah menimbulkan perang lanjutan. Jalan keluarnya adalah perkataan yang manis. Periksa diri, kalau ada kesalahan minta ampun. Yang tadinya berkecamuk, masalahnya selesai--diam dan tenang--!

Dalam pekerjaan dan pelayanan juga, kalau hari-hari ini ada angin badai, tinggal berkata yang manis. Banyaklah bersyukur dan menyembah TUHAN. Nikah selamat, pekerjaan selamat--pencobaan selesai--, dan nama tertulis dalam kitab kehidupan. Bahagia sekali.

Mungkin malam hari ini sampai tadi, sudah di depan gereja, masih perkataaan asam--tidak benar, tidak baik, menyalahkan orang, masih mengatai orang dan lain-lain--, masih ada jalan keluar, yaitu lewat perjamuan suci--kurban Kristus.

Yohanes 19: 29-30
19:29. Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30. Sesudah
Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Kalau perkataan masih asam, akui pada TUHAN--tidak bisa menyembah, bersyukur, hanya bersungut, menyalahkan orang lain. TUHAN minum dan Ia katakan: Sudah selesai!
Jangan sampai kita mengulang-ulang dosa. Pulang dari ibadah ini jangan ada lagi perkataan yang asam, mulai dari nikah rumah tangga--antara anak-orang tua, menantu-mertua--, dalam penggembalaan--antara sesama saudara dalam penggembalaan--, dan seterusnya.

Semua selesai tepat pada waktunya. Teringat akan perkataan murid-murid: TUHAN, Engkau tidak peduli kalau kita binasa. Lalu TUHAN bangun, menghardik angin: Diam, tenang. Berarti TUHAN mempedulikan. Kalau kata-kata kita manis, TUHAN, maka TUHAN mempedulikan keadaan kita; TUHAN memperhatikan kita dan menyelesaikan masalah-masalah kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top