English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 19 Februari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat di...

Ibadah Doa Surabaya, 03 Desember 2014 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat sore, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Mei 2009 (Minggu Sore)
Wahyu 22: 20-21
"Ya, Aku datang segera"= kesiapan dari Yesus untuk datang kedua kali dalam kemuliaan...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha III, 17 Juli 2013 (Rabu Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya kabar...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Maret 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 12-13
26:12. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
26:13. Aku berkata kepadamu:...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Mei 2010 (MingguSore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan...

Ibadah Doa Malang, 13 Mei 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:12-13
3:12 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Natal Surabaya, 19 Desember 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.

Kita sudah mempelajari 2 macam saksi dan kesaksian (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011):
ay. 59-62=...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Mei 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat di...

Ibadah Raya Surabaya, 12 April 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 06 November 2011 (Minggu Sore)
Matius 26:57-68 tentang SAKSI DAN KESAKSIAN.

Ada dua...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 September 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:13-16
10:13 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida!...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Juni 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 1-3
= 10 gadis yang mempersiapkan pelita untuk menyongsong Mempelai Laki-laki Surga.

Matius 25: 2-4
25:2. Lima di antaranya bodoh...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 14 April 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1-12 merupakan peniupan sangkakala yang kelima; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi yaitu sengatan kalajengking lima bulan lamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019).
Wahyu 9: 7-12 bicara tentang belalang dan kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019).

Wahyu 9: 7
9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

Belalang menunjuk pada roh jahat dan najis yang keluar dari lobang jurang maut.
'rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan'= kuda menunjuk pada kekuatan dan kecepatan.
Artinya: belalang--roh jahat dan najis--menggunakan kekuatan dan kecepatan untuk berperang secara rohani melawan manusia pada umumnya, termasuk hamba/pelayan Tuhan sehingga menguasai hati dan pikiran manusia--termasuk hamba/pelayan Tuhan--untuk dua hal:

  1. Supaya hamba/pelayan Tuhan memiliki pemikiran atau pandangan yang salah dalam segala hal terutama ibadah pelayanan sehingga ibadah pelayanan hanya mencari perkara jasmani, tetapi mengorbankan yang rohani; tidak menghiraukan yang rohani, itulah pribadi Tuhan/pengajaran yang benar, berarti tanpa penyucian dan pembaharuan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 10 Maret 2019) sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2019).


  2. Supaya hati dan pikiran kita menjadi tanah hati yang tidak baik (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2019).
    Sudah ada penaburan benih firman yang benar, tetapi hati dan pikirannya dikuasai roh jahat dan najis sehingga menjadi tanah hati yang tidak baik.

    Akibatnya: firman tidak bertumbuh dan berbuah--tidak berubah; tetap manusia daging--, sehingga dicap antikris, dan dibinasakan selamanya.

Ini kalau dilihat dari RUPA BELALANG yang seperti kuda yang dipersiapkan untuk peperangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 17 Maret 2019).

Di ayat 10, dilihat dari EKOR BELALANG, yang sama dengan sengat kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2019).
Wahyu 9: 10
9:10. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Apa itu sengat kalajengking? Sengat maut, itulah dosa-dosa.
1 Korintus 15: 55-56
15:55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Jadi belalang--roh jahat dan najis--adalah pemicu dosa-dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan), yang siap berperang untuk menyerang manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan, supaya jatuh dalam dosa dan ditelan maut; disengat maut--binasa selamanya.

Sekarang kita melihat keadaan dosa--keadaan belalang--:

  1. Wahyu 9: 7
    9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

    Yang pertama:


    1. 'di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas'= mahkota ada kaitan dengan takhta; kepala menunjuk pada pikiran.
      Artinya: dosa sampai puncaknya dosa bertakhta di pikiran; sama dengan menguasai pikiran manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan.


    2. Yang kedua: 'muka mereka sama seperti muka manusia'= muka menunjuk pada hati. Kalau hati takut, wajahnya pucat, hati marah, wajahnya merah.
      Artinya: dosa dan puncaknya dosa bertakhta di dalam hati; menguasai hati manusia termasuk hamba Tuhan, pelayan Tuhan.


    Kalau digabungkan: dosa-dosa dan puncaknya dosa bertakhta/menguasai di hati dan pikiran manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan, sehingga perbuatan dan perkataannya juga dikuasai dosa--seluruh hidup/tubuh, jiwa, dan roh manusia dikuasai dosa. Ini yang harus kita waspadai.

    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    'pikiran jahat'= termasuk pikiran najis.
    'pencurian'= termasuk mencuri milik Tuhan seperti Yudas Iskariot.
    'hujat'= pengajaran benar dibilang: salah, yang salah dibilang: benar.

    Hati dan pikiran manusia dikuasai oleh tujuh dosa, sehingga hatinya gelap--angka tujuh menunjuk pada tujuh lampu pada pelita emas. Kalau hati gelap, matanya juga gelap--hidupnya membabi buta; perbuatan dan perkataannya membabi buta--tidak peduli bicara dengan orang tua--, sampai berbuat dosa dan puncaknya dosa. Kita harus hati-hati.


  2. Wahyu 9: 8
    9:8. dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

    Yang kedua: 'rambut mereka sama seperti rambut perempuan'= dosa adalah sama seperti rambut perempuan, artinya: yang begitu banyak dan panjang.
    Artinya:


    1. Rambut itu begitu banyak--dosa begitu banyak jenisnya--dan panjang--tidak selesai-selesai, sulit diselesaikan.
      Kalau dosa sudah mengikat, sulit untuk bisa terlepas.

      "Ada beberapa orang bersaksi kepada saya. Ada seorang yang dulunya bekerja di badan sensor film saat masih muda--dia yang menggunting bagian-bagian yang najis untuk tidak ditayangkan--, sekarang sudah menikah, anaknya sudah besar, dia cerita kepada saya: Gambar-gambar yang pernah dia lihat dulu kembali lagi. Itulah kalau hati dan pikiran dikuasai dosa. Seorang ibu juga datang kepada saya. Saya suruh puasa, sampai puasa empat hari baru terlepas. Jangan main-main dengan dosa! Sekali dosa itu mengikat, tidak selesai-selesai--seperti rambut perempuan yang panjang. Hati-hati lewat tontonan, bisa terikat di situ. Panjang ceritanya, tidak selesai-selesai. Sudah berkata: Iya, saya mau berhenti. Tetapi melihat lagi--panjang ceritanya."


    2. Rambut menunjuk pada dosa kebanggaan/keangkuhan--membanggakan atau mengandalkan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan/ibadah pelayanan. Bahaya! Ia sudah bergantung pada dunia, dan ia akan lenyap bersama dengan dunia.


    3. Rambut itu licin, yang menunjuk pada kemunafikan--pura-pura. Yang banyak adalah pura-pura baik untuk menutupi dosa, termasuk kami hamba Tuhan. Berbuat baik tanpa kebenaran, berarti pura-pura baik. Jangan terjerat di dalamnya. Kalau benar dulu, baru baik, berarti benar-benar baik.


  3. Yang ketiga: 'gigi mereka sama seperti gigi singa'= dosa adalah sama seperti gigi singa, artinya mempunyai kekuatan untuk merobek-robek--menceraiberaikan--pribadi kita, nikah rumah tangga dan buah nikah, dan tubuh Kristus, sehingga tidak bisa mencapai tubuh yang sempurna.

    Istilah 'menceraiberaikan' berarti memisahkan suami-isteri, anak-orang tua, kakak-adik, atau sesama hamba Tuhan. Pemisahan ini terjadi karena dosa.
    Terang dengan gelap tidak bisa menjadi satu; yang satu benar, yang satu tidak benar, tinggal tunggu, dan akan diketahui saat Tuhan datang siapa yang benar; lalang dan gandum sama-sama bertumbuh, tetapi satu waktu baru diketahui: lalang dibakar, tetapi gandum bertumbuh terus sampai berbuah seratus kali lipat.

    Memang terjadi pemisahan hari-hari ini antara terang dengan gelap. Benar dan tidak benar tidak bisa jadi satu. Benar dengan benar bisa jadi satu.
    Tidak benar dan tidak benar bisa jadi satu, ini yang bahaya. Tuhan tolong kita semua.

Inilah keadaan dosa yang selalu menyerang dan mengalahkan manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan; siap untuk menguasai tubuh, jiwa, dan roh, bahkan menguasai masa lalu, masa kini, dan masa depan kehidupan hamba/pelayan Tuhan.
Sekarang ini, melayani tetapi berbuat cabul, mabuk, merokok, dianggap sudah biasa, yang penting melayani. Ini justru menceraiberaikan dan merusak tubuh kristus. Kalau dalam keadaan tidak benar dan suci kita melayani, kita justru merusak tubuh Kristus. Bukan berarti kita berhenti melayani, tetapi buang dosanya, kemudian melayani Tuhan dalam kebenaran dan kesucian. Jangan memaksa melayani dalam keadaan tidak benar dan suci! Itu merusak tubuh Kristus!

Dosa mau menguasai masa lalu, masa kini, dan masa depan kita, supaya kita benar-benar hancur, tidak mencapai kesempurnaan tetapi binasa selamanya.
Kita sebagai hamba/pelayan Tuhan harus siap berperang melawan dosa lewat penyucian.

Ada tiga macam penyucian--dikaitkan dengan Tabernakel; dulu Tuhan memperlihatkan kerajaan sorga kepada Musa, lalu Ia perintahkan Musa membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel yang terdiri dari tiga ruangan (halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci), supaya di bumi sama seperti di Sorga--:

  1. Penyucian masa lalu--halaman Tabernakel; keselamatan/kebenaran.
    1 Yohanes 1: 7-9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:8. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Dosa masa lalu tidak bisa dilupakan begitu saja, karena sengat mautnya masih ada.
    Ayat 7= terang dengan terang tidak akan terpisah.

    Bagaimana menyelesaikan dosa masa lalu? Lewat kuasa darah Yesus/kurban Kristus di kayu salib.
    Caranya: kita harus mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya, sehingga darah Yesus aktif untuk dua hal:


    • Mengampuni dosa; menutupi dosa sehingga tidak ada bekasnya lagi--kita seperti tidak pernah berbuat dosa. Itulah kekuatan darah Yesus.
      Tetapi belum cukup, karena terkadang dosa itu masih diperbuat lagi.


    • Menyucikan kita dari segala kejahatan= mencabut akar-akar dosa sehingga tidak mengulangi dosa lagi; kita terlepas dari dosa dan hidup dalam kebenaran. Kita tidak dihukum tetapi selamat dan diberkati Tuhan, bahkan kita bisa bersekutu satu dengan yang lain dalam terang--mulai dari dalam nikah; suami isteri bisa menjadi satu, begitu juga anak orang tua, dan kakak adik. Kita tidak tercerai-berai--tidak kena gigi singa.

      Kalau terang dengan terang tidak usah pakai usaha untuk menyatukan, karena darah Yesus yang mempersatukan. Tetapi kalau benar dengan tidak benar, mau dipaksa atau dibujuk dengan haluspun tidak akan bisa menjadi satu.


    Inilah kekuatan darah Yesus. Jangan disia-siakan!
    Dosa apapun yang panjang ceritanya, kalau sudah diakui, akan selesai. Kalau dosa ditutup-tutupi, akan panjang ceritanya, tidak selesai-selesai.

    Ayat 8: 'Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita' => waspada, kalau tidak mau mengaku dosa, kebenaran Tuhan tidak akan ada padanya, tetapi hanya kebenaran sendiri. Dia sudah berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain. Ini sama dengan menipu diri sendiri. Celaka!

    Menipu sesama, jahat, menipu Tuhan, lebih jahat, tetapi kalau menipu diri sendiri, paling jahat. Jangan! Lebih baik mengaku kalau bersalah, selesai, dan jangan diulangi lagi. Kalau tidak, hidup itu akan menjadi bola permainan setan sampai disengat maut, dan binasa selamanya.


  2. Penyucian masa kini--ruangan suci; kesucian--lewat:


    • Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Yohanes 15: 3
      15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Masa lalu sudah bersih, tetapi dosa datang lagi--masa kini.
      'firman yang telah Kukatakan'= kita disucikan oleh firman yang dikatakan oleh Yesus, itulah firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar.
      Ini yang mampu menyucikan dosa masa kini.

      Jadi firman bukan diterangkan dengan lawak, tetapi ayat dalam alkitab--ketajaman pedang yang memotong dosa-dosa masa kini.
      Mazmur 119: 11, 105
      119:11. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
      119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

      Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua mempunyai tiga fungsi:


      1. ayat 11: 'supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau'= firman pengajaran yang benar merupakan rem untuk mencegah kita, supaya tidak jatuh dalam dosa atau mengulangi dosa masa lalu yang sudah diampuni.

        Hati-hati juga dalam pergaulan. Punya rem tetapi kalau pergaulannya tidak baik, kita akan terus didorong sampai menabrak. Jaga pergaulan, supaya tidak didorong pada pergaulan yang tidak baik!

        Bergaul dengan orang, hamba/pelayan Tuhan juga hati-hati, tidak semua suci--ada juga yang mendorong untuk berbuat dosa--, tetapi bergaul di dunia maya juga harus hati-hati.


      2. Ayat 105: 'Firman-Mu itu pelita bagi kakiku'= firman pengajaran yang benar menjadi pelita bagi kaki, supaya kita tidak terjerat dan tersandung oleh dosa.
        Setan memasang jerat di tempat di mana kita biasa lewat.

        Contoh: hamba Tuhan melayani dibuat sombong atau kecewa; pelayan Tuhan sudah biasa melayani, hati-hati; yang bekerja juga hati-hati, lewat depan meja sekretaris, bisa dijerat.
        Karena itu jangan bilang: tidak ada apa-apa. Semakin keras bilang: tidak ada apa-apa, berarti sudah ada apa-apa. Apalagi berkata begitu pada orang tua. Jangan! Biar firman menjadi pelita bagi kaki kita.

        Kapan kita masuk dalam jerat dosa? Saat kita memberikan respon negatif terhadap firman pengajaran yang keras, yang menunjukkan dosa-dosa.
        Kalau memberi respon positif, malah minta didoakan, ada harapan untuk terlepas dari dosa.

        Kalau sudah menolak firman, yang bahaya adalah jatuh dan rebah--tidak bangkit-bangkit lagi--,arena hanya firman yang mampu membangkitkan.

        Memberi respon negatif terhadap firman sama dengan membela dosa--sudah terjerat di dalam dosa. Ia mulai mengkritik firman atau memakai ilustrasi-ilustrasi--tidak sadar kalau ia sudah dijerat oleh dosa.


      3. Ayat 105: 'Firman-Mu itu terang bagi jalanku'= kalau mau menerima firman dan disucikan, firman itulah yang menentukan arah perjalanan hidup kita yaitu menuju kota Terang, Yerusalem baru kekal selamanya, dan ada masa depan berhasil dan indah.

        Tetapi kalau bimbang, bahaya, jalannya kacau, tidak ada lurusnya--jalannya ular--, lama-lama hancur, rusak, sampai binasa--disengat maut.

        Kalau sudah tahu firman itu benar dan menyucikan kita, pegang itu, pasti jalan kita lurus, dan ada masa depan berhasil dan indah bersama Tuhan; semua ditingkatkan oleh Tuhan termasuk yang jasmani--perjalanan ke Yerusalem baru adalah perjalanan ke atas gunung (menanjak). Pegang itu!


      Inilah penyucian masa kini lewat firman pengajaran yang benar.


    • Hajaran--kalau firman ditolak, akan datang hajaran.
      Firman pengajaran yang keras, yang diulang-ulang untuk menyucikan kita adalah uluran tali kasih Tuhan untuk menolong kita. Kalau ditolak, tali akan ditaruh, datang firman lagi, ditolak lagi, ditaruh lagi, begitu seterusnya, lama-lama tali-tali itu dipintal menjadi cambuk untuk menghajar kita.
      Dalam bidang apa kita dihajar? Lewat penyakit dan lain-lain, supaya kita terlepas dari dosa.

      Ibrani 12: 10
      12:10. Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

      Tuhan menghajar kita supaya kita kembali pada kesucian. Kalau sudah kembali pada kesucian, hajaran pasti selesai, malah mendapatkan bonus.

      Kalau sudah dihajar tetapi tetap menolak, akan dibiarkan oleh Tuhan--dianggap sebagai anak haram--, dan satu waktu akan mengalami sengatan kalajengking sampai sengat maut di neraka selamanya.
      Kalau itu jangan iri pada orang jahat! Seringkali kita berkata: Dia berbuat jahat hidupnya makmur, tetapi kita yang beribadah malah susah hidupnya. Jangan iri, dia adalah anak haram, yang dibiarkan oleh Tuhan, dan hanya menunggu sengat kalajengking sampai sengat maut selama-lamanya.
      Jangan main-main! Tuhan tolong kita semua.


  3. Penyucian masa depan--ruangan maha suci; kesempurnaan--yaitu mengharapkan kedatangan Yesus kedua kali.
    1 Yohanes 3: 2-3
    3:2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
    3:3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

    Pengharapan akan kedatangan Yesus artinya kita ingin menjadi sempurna seperti Yesus, sehingga kita rela disucikan.
    Praktiknya:


    • Ketekunan, terutama ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
      Roma 8: 25
      8:25. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

      'mengharapkan apa yang tidak kita lihat'= termasuk mengharapkan kedatangan Yesus kedua kali.
      Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya. Kita diberi minum, supaya segar; tidak kering.


      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Kita diberi makan, supaya tidak jatuh.
        Kesalahan yang terjadi adalah orang tidak makan tetapi disuruh kerja--dia tidak mau masuk ibadah pendalaman alkitab tetapi mau melayani.

        Bayangkan kalau di rumah kita mencuci piring dan sebagainya tetapi tidak makan, sebentar lagi pingsan. Tidak kuat.
        Inilah yang membuat banyak kaum muda dan hamba Tuhan jatuh. Semakin banyak melayani, justru semakin jatuh dalam dosa. Harus makan!


      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita bernapas dengan kasih Allah sampai hidup kekal.


      Di dalam penggembalaan kita mengalami pertumbuhan rohani menuju kedewasaan rohani--kesucian yang semakin meningkat.
      Jangan salah, banyak orang bilang: Ini gereja sudah lama, tidak perlu gembala yang menyampaikan firman karena sudah dewasa. Salah!
      Kedewasaan rohani bukan diukur dari lamanya, tetapi suci atau tidak. Bagaimana bisa suci kalau tidak diberi makan oleh gembala?

      Karena itu firman diulang-ulang, supaya kesucian meningkat. Di dalam penggembalaan inilah kita bisa mengalami peningkatan kesucian sampai kesempurnaan.


    • Rela mengalami percikan darah.
      Dulu, satu tahun sekali Imam Besar Harun masuk ruangan maha suci dengan membawa darah dan dupa.
      Darah dipercikkan dua kali: tujuh kali percikan darah di atas tabut--untuk Yesus--, dan tujuh kali percikan darah di depan tabut--untuk kita sebagai tubuh-Nya--; Kepala dan tubuh tidak boleh terpisah. Kalau Kepala mengalami percikan darah, tubuh juga harus mengalami percikan darah.

      Percikan darah= sengsara daging karena Yesus, bukan dosa.
      1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      'nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian'= percikan darah merupakan ujian.

      "Tadi kesaksian mengenai ujian kesetiaan. Memang betul, kalau kita lemah, lalu tidak mau berjuang, akan lemah sungguh. Tetapi kalau kita berkata: 'Saya harus bisa, Tuhan tolong,' pasti bisa. Beberapa waktu lalu perut saya kena, sakit sekali, sampai disuntik dua kali, tidak kuat, sudah mau ke rumah sakit. Tetapi besoknya ada doa puasa. Gara-garanya hari pertama saya di pesawat (maaf) tumpah-tumpah, saya tidak mau makan. Akibatnya luka. Kalau puasa, berarti tidak makan lagi, seharusnya lebih parah lagi. Lain! Kalau tidak makan gara-gara tidak nafsu makan, akan sakit, tetapi kalau tidak makan gara-gara puasa, akan sembuh. Itulah perjuangan dan pengalaman saya. Saya tidak bisa menarik pengumuman saya, masakan jemaat puasa tetapi gembalanya tidak berpuasa. Saya tidak mau. Lebih baik saya berkorban apapun, saya tetap puasa, malah sembuh, dan bisa melayani di Square, padahal waktu itu tinggal beberapa hari."

      Mari berjuang! Percikan darah hanya ujian. Jangan kecewa dan putus asa! Semua hanya ujian. Kalau lulus, luar biasa, kita akan menerima Roh kemuliaan.

      Mengapa harus memikul salib--ujian--? Supaya ada shekinah glory--Roh kemuliaan. Inilah kekuatan kita untuk menghadapi belalang--roh jahat dan najis--yang bergentayangan di udara; setiap kita menghirup napas dia ada.
      Kita tidak mampu menghadapi belalang yang menguasai pikiran dan tanah hati dalam bentuk dosa roh jahat dan najis, tetapi ada Roh kemuliaan, itu yang bisa menahan.

      Kegunaan Roh kemuliaan:


      1. Di mana ada shekinah glory dosa tidak bisa bertahan. Artinya: Roh kemuliaan sanggup menyelesaikan semua dosa-dosa kita--menyucikan kita dari segala dosa sampai puncaknya dosa.
        Gunakan kesempatan siang ini!

        Mungkin ada yang terikat dosa secara tubuh, jiwa, dan roh, ada dosa masa kini, dan masa depan, ada Roh kemuliaan yang menolong kita semua.
        Mungkin sudah jadi tabiat kita--tabiat nenek moyang; dosa warisan--, dalam bentuk dukun, sihir, ada Roh kemuliaan yang bisa membebaskan kita, sehingga kita bisa hidup benar dan suci.

        Imamat 16: 12, 14, 16
        16:12. Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
        16:14. Lalu ia harus mengambil
        sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
        16:16. Dengan demikian
        ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

        Ini bicara tentang hari raya pendamaian, yang sama dengan percikan darah.
        'perbaraan'= dupa.
        'sedikit dari darah lembu jantan'= darah.
        Ayat 16= sudah ada dupa dan darah, semua dosa diselesaikan

        Tidak ada alasan untuk mempertahankan dosa--sengat maut. Jangan main-main dengan maut!
        Dusta= teken kontrak dengan maut (kitab Yesaya). Selesaikan! Kalau tidak mampu, ada Roh kemuliaan yang menyucikan kita dari segala dosa dan puncaknya dosa--kita bisa hidup benar dan suci.


      2. Roh kemuliaan sanggup memberikan kebahagiaan sorga di tengah penderitaan karena Yesus dan ujian-ujian yang kita hadapi. Kita tetap bahagia, mengucap syukur dan berharap Tuhan; tidak kecewa dan meninggalkan Tuhan.

        1 Petrus 4: 14
        4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.


      3. Roh kemuliaan membaharui kita--mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari jujur dan taat.
        Kalau jujur pasti taat. Kita terbebas dari maut.

        Mujizat jasmani juga terjadi: masalah mustahil selesai.
        Petrus dan kawan-kawan semalam-malaman tidak menangkap ikan, lalu Tuhan datang siang hari dan bertanya: Ada lauk pauk?: Tidak ada.--jujur. Kemudian Tuhan perintahkan mereka untuk menebarkan jala, dan mereka taat sekalipun siang hari dan di tepi pantai. Mereka menangkap banyak ikan--dari tidak ada menjadi ada; mustahil menjadi tidak mustahil.

        Sampai kalau Yesus datang kembali, mujizat terakhir kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Tidak salah dalam perkataan--hanya bersorak-sorai: Haleluya--untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan. Kita bertemu Dia muka dengan muka.

Sementara setan menyerang dengan roh jahat dan najis dari segala jurusan, kita jaga dengan kesucian. Kita berperang dengan:

  1. Penyucian masa lalu lewat darah Yesus.
  2. Penyucian masa kini lewat firman. Kalau firman ditolak, akan mengalami hajaran.
  3. Penyucian masa depan lewat ketekunan dalam penggembalaan dan rela mengalami percikan darah. Ada shekinah glory menolong kita semua.

Serahkan semua kepada Tuhan apapun yang kita hadapi hari-hari ini!
Berjanji pada Tuhan untuk melayani Dia. Ada shekinah glory di baliknya.

Berjanji pada Tuhan dan diri sendiri bahwa kita mau disucikan, tidak mau melayani dosa lagi. Masa lalu, masa kini, dan masa depan disucikan. Kita mau melayani Dia, dan sungguh-sungguh tidak terhalang, mau memikul salib. Biar Roh kemuliaan menolong kita semua.
Roh kemuliaan adalah uluran tangan Tuhan kepada kita semua.

Minta kekuatan Roh kemuliaan. Mungkin ada yang sudah suam-suam, malas, banyak masalah, minta kekuatan Roh Kudus. Serahkan hidup kepada Tuhan! Berjanji pada Tuhan dan diri sendiri untuk melayani sampai garis akhir. Yang sudah malas, mari kembali semangat.
Biar Tuhan memperbaiki pelayanan dan kesucian kita sampai bisa menyembah dan menyerahkan hidup kepada Dia.

Banyak tantangan dan rintangan, banyak kemustahilan yang kita hadapi. Tadi kita sudah menyerahkan hidup, sekarang serahkan masalah, halangan, dan kemustahilan yang kita hadapi kepada Tuhan. Biar tangan Roh Kudus diulurkan di tengah-tengah kita, dan mujizat pasti terjadi di tengah-tengah kita. Tidak ada yang mustahil bagi Dia, sampai kita mencapai kesempurnaan.
Kaum muda, menghadapi masa depan apa ketakutan dan kekuatiranmu? Serahkan kepada Tuhan! Shekinah glory mampu menolong. Jangan berharap orang tua, kekayaan, dan jangan kecewa dengan kemiskinan dan lain-lain. Ada shekinah glory menolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top