English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 November 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:22-27 adalah tentang pengikutan kepada Yesus....

Ibadah Doa Malang, 09 Juni 2009 (Selasa Sore)
Bersamaan Ibadah Doa Puasa Session III

Matius 24: 32-35.
Nubuat ke-6=

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juli 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 31 Agustus 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita belajar tentang pelita emas/ kaki dian...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 April 2011 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 15:20b-47 menunjuk 7 hal yang...

Ibadah Paskah Kaum Muda Malang, 22 April 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:24-26
11:24 "Apabila roh jahat keluar...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-29
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Februari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:138:13 Lalu aku melihat: aku...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus dimuliakan di atas...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Kartika Graha V, 18 Juli 2013 (Kamis Sore)
Tema:
Matius 25:6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya kabar...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 09 November 2010 (Selasa Pagi)
Dalam Keluaran 1, ada dua rencana yang besar:
Ayat 1-7, rencana Allah, yaitu rencana...

Ibadah Raya Malang, 28 Juni 2009 (Minggu Pagi)
Wahyu 21: 5.
"Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru"

Dulu, manusia diciptakan sama dengan Tuhan dan ditempatkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 Februari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu: ay. 45-47= dikaitkan...

Ibadah Paskah Surabaya, 27 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat merayakan Paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Doa Malang, 23 November 2010 (Selasa Sore)
Pembicara: Bpk. Anta

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 7
9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti
kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

Ayat 7-12 bicara tentang belalang dan kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019).
Belalang menunjuk pada roh jahat dan najis yang keluar dari lobang jurang maut (ayat 2-5).
Di sini, rupa belalang sama seperti kuda yang dipersiapkan untuk peperangan, itulah peperangan rohani, terutama peperangan dalam penaburan benih firman pengajaran yang benar--ini adalah peniupan sangkakala; bunyi sangkakala menunjuk pada firman pengajaran yang benar.

Kuda menunjuk pada kecepatan atau kekuatan.
Jadi, belalang--roh jahat dan najis--menggunakan kecepatan dan kekuatannya untuk menguasai hati dan pikiran gereja Tuhan, untuk dua hal:

  1. Supaya hati dan pikiran kita menjadi tanah yang tidak baik dalam penaburan benih firman pengajaran yang benar sehingga tidak bertumbuh dan berbuah (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2019).

    Akibatnya: hamba/pelayan seperti pohon ara yang terkutuk--letih lesu, beban berat, air mata--, sampai binasa selamanya--kehilangan keselamatan--; akar-akarnya kering.


  2. Supaya hamba/pelayan Tuhan memiliki pemikiran yang salah dalam penggembalaan, yaitu hanya mengutamakan perkara jasmani, tetapi tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar; tidak mempedulikan firman pengajaran yang benar, bahkan tidak mau menerima firman pengajaran yang benar dalam setiap ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 10 Maret 2019).

    Akibatnya: tersesat, terhilang, dan binasa selamanya.

    Tadi, hati yang dihantam oleh setan supaya firman tidak bertumbuh dan tidak berbuah. Tetapi yang kedua pikiran diarahkan pada perkara jasmani.

AD. 2

Keluaran 32: 1
32:1. Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

'Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu' = sebenarnya Musa naik ke gunung untuk menerima dua loh batu dan Tabernakel--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--bunyi sangkakala.

Dalam perjanjian lama, saat Musa belum turun dari gunung Sinai, bangsa Israel melakukan ibadah pelayanan yang salah/palsu yaitu mengerumuni Harun, bukan Tuhan.
Dalam perjanjian baru ini terjadi lagi. Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, banyak hamba/pelayan Tuhan melakukan ibadah pelayanan palsu, yaitu mengerumuni Harun, artinya:

  • Mengutamakan figur manusia--pengusaha sukses, artis dan sebagainya tetapi tidak tahu bagaimana rohaninya; nikah dan kesuciannya.
  • Hanya mencari kedudukan, uang, hiburan, jodoh di dunia, sehingga tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar/bunyi sangkakala--tanpa penyucian.

Akibatnya
: terjadi pemberhalaan lembu emas yang menghambat dan merusak pembangunan Tabernakel--saat itu emas digunakan untuk membangun Tabernakel. Sekarang artinya merusak dan menghambat pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sehingga mengalami murka Allah--'Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia; Kalau ada orang yang merusak Rumah Allah, Allah pun akan merusak orang itu'--, mulai dari tiga kali tujuh penghukuman Allah Tritunggal, kiamat, sampai binasa selamanya.
Kita berdoa, jangan sampai ada pemberhalaan--penyembahan palsu; antikris. Kalau ajarannya palsu, maka penyembahannya juga palsu.

Lukas 5: 1, 3
5:1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
5:3. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia
duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

'mendengarkan firman Allah' = perkataan Yesus; firman pengajaran yang benar.
Ibadah pelayanan yang benar adalah mengerumuni Yesus.
Artinya: mengutamakan firman Allah terutama firman pengajaran yang benar, yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua--bunyi sangkakala--sehingga arah ibadah pelayanan kita benar dan jelas, yaitu menuju persekutuan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga.

Firman penginjilan juga harus diberitakan, buktinya ada baptisan air, penataran imam (melayani). Firman penginjilan--untuk menerima kedatangan Yesus pertama kali--, penting, tetapi harus dilanjutkan pada firman pengajaran untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

1 Yohanes 1: 1, 3-4
1:1. Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
1:3. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun
beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
1:4. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Firman hidup adalah firman pengajaran yang benar, yang sudah kita dengar, saksikan, dan praktikkan (raba)--firman mendarah daging dalam hidup kita; menjadi pengalaman dalam hidup kita. Hanya firman pengajaran yang benar yang bisa menyatukan.
Kalau kita mengutamakan firman hidup, kita akan dibawa dalam persekutuan tubuh Kristus (persekutuan dengan sesama) mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, bahkan sampai persekutuan tubuh dengan Kepala untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba. Kita terangkat di awan-awan permai dan masuk perjamuan kawin Anak Domba; kita mengalami sukacita yang sempurna sampai di Yerusalem baru kekal selamanya.

Hati-hati! Belalang menghantam hati dan pikiran supaya firman yang benar tidak bertumbuh, dan ibadah pelayanannya salah (mengerumuni Harun). Dalam nikah jangan mengerumuni Harun, tetapi harus ada pengajaran yang benar (mengerumuni Yesus). Kita tergembala juga pada pengajaran yang benar. Fellowship juga harus ada pengajaran yang benar. Itulah yang membangun tubuh Kristus.
Kalau tidak ada pengajaran yang benar, justru membangun berhala; menghalangi pembangunan tubuh Kristus.

Dari dua belas suku, hanya suku Lewi yang memihak Tuhan--menyandang pedang. Memang sedikit yang mengerumuni Yesus, tetapi ini yang membangun tubuh Kristus.

Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu
telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Kita harus mengutamakan firman hari-hari ini.
Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua sama dengan Tumim dan Urim.
Ayat 12= Tumim--artinya: pedang penyucian. Kalau ditolak, akan datang pedang penghukuman.
Ayat 13= Urim--artinya: terang; menunjuk pada Roh Kudus.

Jadi, Urim dan Tumim sama dengan firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; bunyi sangkakala.
Jika tujuan utama kita beribadah melayani Tuhan adalah mendengar sampai dengar-dengaran pada firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, kita akan mengalami penyucian oleh Urim dan Tumim.

Praktik penyucian oleh Urim dan Tumim:

  1. 1 Samuel 14: 40-45
    14:40. Kemudian berkatalah ia kepada seluruh orang Israel: "Kamu berdiri di sebelah yang satu dan aku serta anakku Yonatan akan berdiri di sebelah yang lain." Lalu jawab rakyat kepada Saul: "Perbuatlah apa yang kaupandang baik."
    14:41. Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya
    Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.
    14:42. Kata Saul: "Buanglah undi antara aku dan anakku Yonatan." Lalu didapati Yonatan.
    14:43. Kata Saul kepada Yonatan: "Beritahukanlah kepadaku apa yang telah kauperbuat." Lalu Yonatan memberitahukan kepadanya, katanya: "
    Memang, aku telah merasai sedikit madu dengan ujung tongkat yang ada di tanganku. Aku bersedia untuk mati."
    14:44. Kata Saul: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu. Sesungguhnya, Yonatan, engkau harus mati."
    14:45. Tetapi rakyat berkata kepada Saul: "Masakan Yonatan harus mati, dia yang telah mendapat kemenangan yang besar ini di Israel? Jauhlah yang demikian! Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi! Sebab dengan pertolongan Allah juga dilakukannya hal itu pada hari ini." Demikianlah rakyat membebaskan Yonatan, sehingga ia tidak harus mati.

    Waktu itu Yonatan merasai sedikit madu dengan ujung tongkat, dan dia berperang sampai menang besar. Tetapi Saul sudah mengatakan: Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku. Lalu mereka membuang undi untuk mencari siapa yang bersalah, dan didapatilah Yonatan.

    Praktik pertama penyucian oleh Urim dan Tumim: Urim dan Tumim sanggup menyatakan dosa-dosa sampai dosa yang kecil, yang dianggap tak berarti bahkan yang tersembunyi, untuk disucikan, bukan dihukum. Kalau tidak mau disucikan, akan mengalami pedang penghukuman.

    Kalau kita mau mengalami penyucian Urim dan Tumim terhadap dosa-dosa yang kecil dan tersembunyi, kita bisa mengaku dosa secara tuntas.
    Artinya:


    • Mengaku dosa dengan dasar kesadaran dan penyesalan bahwa memang kita yang berdosa, bukan marah-marah.
      Ini sama seperti perempuan Kanani, anaknya yang dirasuk setan, tetapi ia berkata kepada Tuhan: Tolonglah aku. Ia menyadari anaknya seperti itu karena dia.


    • Mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya--tidak ditambah dan dikurangi--; mengaku apa adanya.
    • Mengaku dosa dengan rela menanggung resikonya--Yonatan berkata: 'Biarlah aku mati'.
      Perempuan Samaria ketika diperintahkan Tuhan untuk memanggil suaminya, ia berkata: Aku tidak mempunyai suami. Ini pengakuan yang penuh resiko. Orang Samaria merupakan peranakan orang Israel dan kafir, tetapi tidak diakui oleh bangsa Israel--diakui hanya sebagai bangsa kafir. Ia mengaku sebagai orang Israel, dan kalau berzinah, ia akan dilempar batu sampai mati--rela menanggung resikonya.


    Hasilnya: darah Yesus aktif untuk dua hal:


    • Mengampuni dan menutupi dosa-dosa kita sampai tidak berbekas lagi; kita seperti tidak pernah berbuat dosa itu, sehingga setan tidak bisa mendakwa, dan Tuhan tidak bisa menunjuk dosa kita. Begitu kuat darah Yesus.


    • Mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi sekalipun ada kesempatan, keuntungan, ancaman; kita mengalami kelepasan dari dosa, dan hidup dalam kebenaran.


    Inilah pekerjaan Urim dan Tumim, yaitu menyucikan kita sampai kesempurnaan. Dosa-dosa yang kecil (yang tersembunyi) dinyatakan supaya kita disucikan.

    Kalau hidup dalam kebenaran, hasilnya:


    • Ayat 45: 'sehelai rambutpun dari kepalanya takkan jatuh ke bumi!'
      Artinya: kita mengalami perlindungan dan pemeliharaan Tuhan sekalipun kita tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Kita kecil tak berdaya seperti sehelai rambut, tetapi Dia yang selalu membela kita sehingga kita tidak bisa dijamah dan dijatuhkan setan apalagi manusia.

      Sehelai rambut takkan jatuh berarti masih ada di kepala (tanggung jawab Yesus sebagai kepala). Kalau rambut sudah jatuh, tinggal dibakar, tidak ada lagi hubungan dengan kepala (Yesus).


    • Kita mengalami kuasa untuk membebaskan dari penghukuman sangkakala kelima--Yonatan tidak jadi mati--, bahkan neraka tidak bisa menghukum kita, sehingga kita hidup kekal selamanya.


    Dosa yang kecil-kecil harus disucikan, sebab upah dosa adalah maut.


  2. Nehemia 7: 64-65
    7:64. Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
    7:65. Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang
    Urim dan Tumim.

    Ini adalah penyucian khusus untuk imam-imam.

    Praktik kedua penyucian oleh Urim dan Tumim: Urim dan Tumim menyucikan imam-imam sehingga tahbisannya berkenan kepada Tuhan; menyenangkan hati Tuhan.

    Jadi seorang imam tidak sembarangan dalam melayani, harus disucikan oleh Urim dan Tumim (pedang firman; bunyi sangkakala). Karena itu dalam ibadah harus ada Imam Besar yang duduk mengajar: bagi orang berdosa dan juga imam-imam.

    2 Timotius 2: 20-21
    2:20. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
    2:21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

    'Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah' = ada juga rumput dalam 1 Korintus.

    Ada dua macam imam:


    • Seperti kayu, tanah, dan rumput= hamba/pelayan Tuhan yang hanya mengejar perkara jasmani--punya pemikiran yang salah dalam ibadah pelayanan; ibadah pelayanan dijadikan profesi sehingga hanya mengejar keuntungan jasmani.
      Ini yang akan terbakar; tidak tahan uji saat api pencobaan datang, apalagi api antikris.

      Rumput memang banyak, murah, jika dibandingkan dengan emas dan perak. Emas dan perak satu gram, bisa digunakan untuk beli rumput berapa banyak? Sekarang banyak yang mengutamakan perkara jasmani (kuantitas), tetapi tidak tahan uji dan terbakar.


    • Seperti perak, emas, dan permata= hamba/pelayan Tuhan yang mengutamakan penyucian oleh Urim dan Tumim (pengajaran yang benar)--perkara rohani. Ini yang akan tahan uji sampai jadi batu permata di Yerusalem baru.
      Sekarang memang tidak bisa dibedakan--terlihat hebat dan luar biasa, tetapi saat api datang, akan terjadi pemisahan. Membedakan rumput dengan emas hanya lewat api (tidak ada yang lain). Semuanya akan mengalami api. Kita yang sudah disucikan juga mengalami api, tetapi nanti hasilnya beda, yang satu terbakar dan satu lagi bertahan.


    Jadi, Urim dan Tumim akan menyucikan hamba/pelayan Tuhan sehingga tampil seperti seperti emas, perak, dan permata.

    Apa yang harus disucikan?
    2 Timotius 2: 22
    2:22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

    Kita disucikan dari nafsu orang muda.
    Nafsu orang muda artinya:


    • Dosa kenajisan yaitu makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami-isteri sah). Hati-hati, dulu ini sudah terjadi, contohnya Hofni dan Pinehas. Sekarangpun juga banyak terjadi.

      "Dulu seorang hamba Tuhan hebat minta doa kepada saya: Doakan, supaya saya jangan berselingkuh seperti hamba Tuhan lainnya. Waktu di Sumatera juga: Om tolonglah ke sini karena banyak yang berkata pengajaran van Gessel, tetapi kok beda-beda. Benar-benar ngeri. Bukan untuk membuka aib, tetapi untuk kita yang masih kecil (saya ingat doanya Pdt Pong: tekunilah persekutuanmu yang kecil-kecil). Kita semua berhati-hati. Jangan lengah!"

      Dosa kawin mengawinkan juga termasuk hubungan antara laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, nikah yang salah (perselingkuhan, kawin campur, kawin cerai)--perbuatan najis. Dosa kenajisan juga lewat tontonan dan perkataan najis, jangan ada lagi. Tuhan tolong kita.


    • Bertengkar.
      2 Timotius 2: 23-24
      2:23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
      2:24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar

      Dasar pertengkaran adalah kebenaran diri sendiri, yaitu kebenaran di luar alkitab---menyangkut iman, nikah, pelayanan, penyembahan.
      Kalau kita benar, tidak usah iri, benci, atau memfitnah. Yang benar pasti diam.

      Kebenaran sendiri juga artinya menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain atau menyalahkan Tuhan/pengajaran yang benar atau menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik. Benar dulu baru baik. Kalau baik tetapi tidak benar, itu dari setan (pura-pura berbuat baik).

      Jadi lewat penyucian oleh Urim dan Tumim kita bisa berdamai satu dengan lainnya, artinya:


      1. Kejujuran untuk saling mengaku, mengampuni, dan membantu, bukan saling memaki dan meniadakan.
      2. Kembali ke alkitab dengan sejujur-jujurnya.


    2 Timotius 2: 22
    2:22. Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.

    Kalau sudah disucikan, kita bisa beribadah melayani Tuhan dengan:


    • Keadilan--kebenaran, kejujuran. Jujur terutama soal pengajaran yang benar; kalau benar katakan benar, kalau tidak benar katakan tidak benar (sesuai alkitab). Jujur dalam mengaku dosa, sampai jujur dalam segala hal (keuangan, nikah). Kalau jujur itu tubuh. Imam-imam melayani pembangunan tubuh Kristus, dimulai dari kejujuran. Seperti halnya tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki tidak ada yang berdusta.


    • Kesetiaan--melayani dengan setia berkobar-kobar.
    • Damai sejahtera. Tidak ada pertengkaran, tidak merasakan yang daging rasakan (tidak ada iri hati, benci, takut), tetapi hanya ada kasih Tuhan.
    • Sampai melayani dengan kasih--kita melayani sampai garis akhir, sampai kekal selamanya.


    Hasilnya: tahan uji.
    Lukas 21: 17-19
    21:17. dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
    21:18. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang.
    21:19. Kalau kamu
    tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

    Ayat 17 = menghadapi api sampai antikris.
    Ayat 18 = tadi, kalau dosa yang kecil disucikan, kita bisa hidup benar, dan sehelai rambut di kepala tidak akan hilang. Sekarang juga, dalam penyucian imam sampai sehelai rambut tidak akan hilang.

    Kalau disucikan kita bisa bertahan saat menghadapi api pencobaan sampai antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Sehelai rambut tidak gugur; kita tetap dilindungi, dipelihara, dan dibela oleh Tuhan. Bahkan kita tahan uji sampai Tuhan datang kembali, dan kita terangkat di awan-awan yang permai.

    Maleakhi 3: 1-3
    3:1. Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2.
    Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3:3. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti
    emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    Tadi, penyucian dari dosa-dosa yang kecil, kita bisa hidup benar dan sehelai rambut tidak akan jatuh--kita dipelihara, dilindungi, dibela oleh Tuhan.
    Kemudian, sudah jadi imam-imam masih harus mengalami penyucian. Banyak yang berkata: Saya sudah tergembala. Padahal gembalanya tidak pernah memberi makan jemaat. Ini berarti tidak tergembala. Ada yang berkata: Aku sudah melayani, tetapi tidak setia. Padahal yang dituntut dari emas dan perak adalah soal kesetiaan. Banyak yang keliru karena tidak ada pengajaran.

    Karena itu saya bersyukur menerima pengajaran ini. Ini lebih pasti dari ilmu pasti. Ini yang harus kita saksikan. Jadi inilah gunanya firman dibukakan; kita bisa mengerti sejauh mana kita melayani, sejauh mana kita tergembala.

    "Ketika tahun 2005 di Medan bingung soal penggembalaan, karena firman tentang penggembalaan. Karena semua menolak, mereka akhirnya memilih kita."

    Penyucian oleh Urim dan Tumim harus diutamakan dalam ibadah pelayanan. Jangan pikiran dikuasai belalang (pikiran yang jasmani saja), nanti menjadi rumput dan kayu yang terbakar. Kalau terbakar saat zaman antikris, harus siap untuk menumpahkan darah sendiri (penyucian dengan menumpahkan darah sendiri) dan hanya sedikit yang bertahan. Lebih baik sekarang, penumpahan darah lewat pedang firman, sehingga kita bisa mengaku dosa. Juga penumpahan darah karena kebenaran, contohnya: pulang kantor harus datang ibadah. Kita beruntung kalau bisa menerima pengajaran.

    "Saya sudah bersaksi, saya bertahun-tahun melayani sekolah minggu setiap hari, semua di gereja saya kerjakan (cuci piring, mengepel dan sebagainya). Setelah mendengar pengajaran satu kali, saya bisa mengakui: Pelayanan saya salah semuanya, karena ada pamrihnya dan sebagainya."


  3. Kisah Rasul 5: 1-3
    5:1. Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah.
    5:2. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
    5:3. Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau
    mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?

    'mendustai Roh Kudus'= mendustai Urim. Ada Urim berarti ada Tumim.

    Praktik ketiga penyucian oleh Urim dan Tumim: Urim dan Tumim menyucikan hati kita terutama dari ikatan akan uang (cinta akan uang). Ini adalah ikatan terakhir gereja Tuhan untuk terlepas dari dunia dan bertemu dengan Yesus di awan permai; sama seperti saat Israel mau keluar dari Mesir--dihalangi oleh Firaun--, mereka tidak boleh membawa kambing domba--kekayaan.

    1 Timotius 6: 9-10
    6:9. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
    6:10. Karena
    akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

    Praktik terikat akan uang:


    • Beribadah melayani hanya untuk mencari berkat jasmani. Salah! Ajaran dari Tuhan adalah mempersembahkan korban kepada Tuhan saat datang beribadah.


    • Meninggalkan ibadah pelayanan untuk mencari berkat jasmani.
    • Mencari uang dengan cara tidak halal--tidak sesuai dengan kebenaran firman.
    • Kikir dan serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus; menyembah antikris.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


    Kalau ada akar kejahatan--cinta akan uang--, pasti najis, dan tenggelam dalam dosa Babel.
    Jadi cinta akan uang adalah gelombang yang menenggelamkan kita dalam dosa Babel--jahat dan najis; belalang dan kalajengking. Hati-hati!
    Karena itu kami hamba Tuhan terus diperingatkan soal persepuluhan.

    "Menjelang meninggal dunia, Pdt Pong terus mengingatkan saya tentang persepuluhan dan Lempin-El."

    Kalau salah dalam persepuluhan, akan tenggelam dalam dosa Babel.
    Kisah Rasul 20: 33-35
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:34. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
    Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Punya uang banyak, tidak apa-apa, tetapi tidak boleh ingin atau cinta akan uang.
    Rasul Paulus membayar sewa rumahnya sendiri, padahal ia tahanan kota. Yang tidak boleh adalah keinginannya.

    Bukti terlepas dari cinta akan uang: lebih bahagia memberi dari pada menerima--apalagi memberi dalam tanda darah, itu adalah kebahagiaan yang sesungguhnya--, sampai menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan; kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan.
    Memberi dengan tanda darah artinya: saat kita butuh tetapi kita bisa memberi kepada orang lain yang lebih membutuhkan atau untuk pekerjaan Tuhan yang lebih membutuhkan.

    Keluaran 28: 30
    28:30 Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.

    Dalam Keluaran 28 Urim dan Tumim ada di dada Imam Besar (di atas jantung hati Harun)--sekarang di jantung hati Yesus Imam Besar.
    Artinya: kalau kita mengalami penyucian oleh Urim dan Tumim, posisi kita adalah bersandar di dada Yesus; kita ada dalam gendongan tangan Tuhan. Tuhan mengulurkan tangan untuk menggendong kita semuanya.

    Saat perjamuan suci--Urim dan Tumim bekerja--, tinggal pilih, mau seperti Yudas--pikirannya jasmani; uang saja--atau seperti rasul Yohanes yang bersandar di dada Yesus.
    Yohanes 13: 23, 26-27
    13:23. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
    13:26. Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
    13:27. Dan sesudah Yudas menerima roti itu,
    ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

    Ayat 27 'ia kerasukan Iblis' = Yudas bergaul dengan belalang dan kalajengking (roh jahat dan najis).
    Akhirnya, Yudas pergi meninggalkan Tuhan.

    Kalau kita mau menerima penyucian oleh Urim dan Tumim kita akan berada dalam pelukan tangan Tuhan, kalau menolak, akan hancur dan binasa seperti Yudas.

    Kita seperti bayi yang digendong dalam tangan belas kasih Tuhan. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Dia mengulurkan tangannya untuk menggendong kita---memperhatikan, bergumul untuk kita semuanya.

    Kalau mau disucikan, hasilnya:
    Yesaya 46: 3-4
    46:3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
    46:4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan
    mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.


    • Hasil pertama: 'Aku mau menanggung kamu terus'= Tuhan bertanggung jawab atas hidup mati kita. Dia mampu memelihara dan melindungi kita di tengah kemustahilan dan kesulitan sampai zaman antikris; Dia mampu memberikan masa depan yang berhasil dan indah. Dia rela mati supaya kita hidup. Yang penting sungguh-sungguh dalam penyucian, pelayanan, sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan--jangan terikat uang.


    • Hasil kedua: 'Aku mau memikul kamu'= segala letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata dipikul Yesus di kayu salib sehingga kita merasakan kelegaan, damai sejahtera; semua enak dan ringan. Semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan tepat pada waktunya.

      Kalau masih merasa berat, berarti masih kurang penyucian.
      Belalang ini mempengaruhi pikiran: firman terlalu keras, terlalu lama, mau yang enak-enak. Kalau mau yang enak dalam ibadah, hidup kita nanti tidak enak.
      Tetapi kalau kita mau yang tidak enak dalam ibadah (pedang), hidup kita akan enak (dalam gendongan tangan Tuhan). Tinggal Pilih!


    • Hasil ketiga: 'Aku mau menyelamatkan kamu'= Tuhan menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus, yaitu tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: Haleluya, untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, sampai duduk di takhta sorga; kita bertemu dengan Yang Lanjut Usia.

      'sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu' = sampai masa tua dalam gendongan Tuhan, tetapi bukan sampai di situ saja, melainkan sampai bertemu Yang Rambut Putih di takhta sorga.
      Daniel 7: 9
      7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

      'lalu duduklah Yang Lanjut Usianya' = lanjut usia bukan hanya umur delapan puluh tahun, seratus tahun, tetapi sampai kekal.

Kita hanya seperti bayi. Apapun keadaan kita, serahkan kepada Tuhan.
Kita semua menghadapi api, tidak mungkin tidak, antikris tambah berkuasa, akan tambah sulit. Bertahan dalam gendongan tangan Tuhan!
Serahkan semua kepada Dia! Bersandar di dada-Nya! Tunjukkan apa yang hari-hari ini mengganggu kita; yang membuat kita letih lesu, susah payah, dan berbeban berat. Serahkan kepada Dia! Dia tidak akan membiarkan kita.

Dia tidak membiarkan pelayan-pelayan-Nya yang mau disucikan dan bersungguh-sungguh; Dia menggendong kita. Sehelai ramputpun tidak akan dibiarkan jatuh.
Tidak usah bergantung pada siapapun, tetapi nikmati bersandar di dada Tuhan, biar Dia yang menggendong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-21 Maret 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Serui)

  • 02-04 April 2019
    (Ibadah Persekutuan di Surabaya)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Malaka, Malaysia)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top