Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Bersamaan dengan Penamatan Lembaga Pendidikan Elkitab (Lempin-El) “Kristus Ajaib” angkatan ke-42 dan ke-43

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
Matius 25:6
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Tengah malam menunjuk keadaan dunia akhir zaman menjelang kedatangan Yesus kedua kali, merupakan keadaan yang paling gelap di segala bidang: secara rohani (dosa-dosa, ajaran palsu) dan secara jasmani (pencobaan-pencobaan yang mustahil), yang memuncak pada kegelapan paling gelap di dunia saat antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun, sampai kegelapan paling gelap di neraka, binasa selamanya.

Satu-satunya kabar yang dibutuhkan (bahkan harus diserukan) adalah Kabar Mempelai, cahaya Injil kemuliaan Kristus, firman pengajaran mempelai, yang merupakan peningkatan/ pemuncakan dari firman penginjilan/ Injil keselamatan. Seperti gandum saudara-saudara Yusuf tunduk pada gandum Yusuf, artinya setiap pemberitaan firman harus meningkat/ memuncak sampai pada Kabar Mempelai. Yusuf dilahirkan pada masa tua Yakub, menunjuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir, gereja mempelai.

Ini merupakan amanat agung dari Tuhan Yesus sendiri bagi seorang hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ utusan Tuhan.

Matius 28:18-20
28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Ada dua macam amanat agung Tuhan Yesus yang mempunyai kekuatan hukum di bumi dan di Surga [ayat 18]:
  1. Memberitakan/ menyaksikan firman penginjilan/ kabar baik/ Injil keselamatan [Efesus 1:13, Amsal 25:25], yaitu firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan orang berdosa lewat iman kepada Yesus, bertobat, baptisan air dan baptisan Roh Kudus sehingga mendapat hidup baru, hidup dalam kebenaran, selamat dan diberkati oleh Tuhan.

  2. Memberitakan/ menyaksikan cahaya Injil kemuliaan Kristus/ firman pengajaran mempelai/ Kabar Mempelai, yaitu firman Allah yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, untuk menyucikan kehidupan yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai.

Kabar Mempelai/ cahaya Injil kemuliaan Kristus merupakan satu-satunya kabar yang dibutuhkan pada tengah malam/ akhir zaman untuk menyinari gereja Tuhan yang dalam kegelapan di akhir zaman sehingga gereja Tuhan bisa tampil sebagai terang dunia seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Surga.

Wahyu 12:1
12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Perempuan dengan matahari, bulan dan bintang artinya gereja Tuhan tampil sebagai terang dunia seperti Yesus terang dunia, menjadi mempelai wanita Surga. Cahaya dari Kabar Mempelai menerangi kita sedikit demi sedikit sampai menjadi terang dunia, tidak ada gelap sedikit pun.

Untuk menjadi terang dunia maka kita harus mengalami peningkatan dalam terang.

Matius 5:14-16
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Ada 3 macam tingkatan dalam terang:
  1. [ayat 15] Terang di dalam nikah/ rumah tangga.
    Kejadian 37:9-10
    37:9 Lalu ia memimpikan pula mimpi yang lain, yang diceritakannya kepada saudara-saudaranya. Katanya: “Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.”
    37:10 Setelah hal ini diceritakannya kepada ayah dan saudara-saudaranya, maka ia ditegor oleh ayahnya: “Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?”

    Rumah tangga terdiri dari ayah/ suami sebagai matahari, ibu/ istri sebagai bulan, dan anak sebagai bintang.
    Ayah menjadi matahari dalam nikah jika mengasihi istri seperti diri sendiri sehingga bisa mengasuh dan merawati istri, menjadi sumber kehangatan. Jika suami kasar, tidak ada matahari, nikah menjadi dingin.
    Ibu menjadi bulan dalam rumah tangga jika tunduk kepada suami, menjadi pengantara: berdoa syafaat, menanggung dosa suami dan anak-anak, bukan menghakimi. Contoh: Abigail, istri Nabal, datang kepada Daud untuk menanggung kesalahan suaminya sehingga suaminya selamat dari maut, selamat dari tangan Daud. Tetapi sayang, Nabal menggunakan keselamatan untuk berpesta pora/ mabuk sehingga Nabal akhirnya mati. Tujuan hidup kita di dunia adalah untuk bertobat. Sebelum bertobat, maka semua yang kita capai di dunia tidak ada artinya, hanya masuk penghukuman.
    Anak menjadi bintang dalam rumah tangga jika taat dengar-dengaran, seperti Ester taat sehingga menyelamatkan keluarganya, menyelamatkan bangsanya, sampai Ester menjadi ratu (= mempelai wanita Surga).

  2. [ayat 16] Terang di depan semua orang untuk memuliakan Tuhan di Surga.
  3. [ayat 14] Terang dunia.

Kita mempelajari yang kedua yaitu terang di depan semua orang untuk memuliakan Tuhan di Surga.
Matius 5:16
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Yesaya 49:3
49:3 Ia berfirman kepadaku: “Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku.”

Tugas seorang hamba Tuhan/ pelayan Tuhan adalah memuliakan Tuhan. Jadi, terang di depan semua orang untuk memuliakan Tuhan adalah terang dari hamba Tuhan = terang tahbisan.
Supaya seorang hamba Tuhan/ pelayan Tuhan bisa menghasilkan terang tahbisan (terang untuk memuliakan Tuhan), maka Tuhan bekerja dengan api (api mengandung terang) pada setiap hamba Tuhan/ pelayan Tuhan dari zaman ke zaman, dari Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, sampai sekarang.

Contoh dan proses hamba-hamba Tuhan yang terkena api lebih dulu kemudian diutus sehingga bisa menghasilkan terang tahbisan:
  1. Musa, menunjuk cahaya matahari.
    Keluaran 3:1-5
    3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3:3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”
    3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”
    3:5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

    Di Mesir, Musa digembleng otaknya sehingga menjadi orang yang pandai dan berkuasa, tetapi melayani dua orang saja tidak bisa, bahkan membunuh. Di Midian, Musa digembleng hatinya dalam penggembalaan sehingga bisa menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan untuk memuliakan Tuhan, menghasilkan terang matahari/ terang tahbisan. Jadi setiap hamba Tuhan/ pelayan Tuhan harus digembalakan.

    Dalam penggembalaan, Tuhan bekerja dengan api penyucian yang di dalamnya terkandung panggilan Tuhan [ayat 4], yaitu api yang keluar dari semak duri sehingga semak duri menyala tetapi tidak terbakar, justru menghasilkan cahaya. Sistim pendidikan di Lempin-El “Kristus Ajaib” adalah sistim penggembalaan. Semua guru yang mengajar mata pelajaran pokok (Alkitab) adalah seorang gembala, dan yang mengajar mata pelajaran tambahan adalah orang-orang yang benar-benar tergembala, sebab yang digembleng adalah hati, bukan otak. Hati harus disucikan, baru ada panggilan, baru ada terang tahbisan.

    Api adalah api kasih Allah (matahari). Semak duri adalah manusia daging yang berdosa. Jika tidak ada angin, bisa kelihatan rukun, tetapi begitu ada angin, semak duri akan saling menusuk. Jika tidak diubahkan, suatu waktu akan terbakar habis. Penyucian dengan api kasih Allah menghasilkan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang disucikan lahir dan batin sehingga tampil seperti bayi yang baru lahir (bayi rohani), hanya bergantung pada kasih Tuhan yang sempurna sehingga menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mempunyai hati yang lembut.

    Dalam penggembalaan, Musa dibentuk hatinya sehingga menjadi yang paling lembut hati dari segala manusia di dunia. Hati yang lembut, mengasihi Tuhan lebih dari semua. Praktik memiliki hati yang lembut, menjadi seperti bayi yang baru lahir:
    • Menjadi seperti bayi yang tidak pernah berbuat dosa.
      Amsal 28:13
      28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

      Caranya: oleh dorongan penyucian api kasih Allah, kita bisa menyadari segala dosa/ kekurangan/ kelemahan, menyesal dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat lagi = bertobat. Maka kita akan mengalami kasih Allah yang sempurna sehingga kita bisa tampil dalam terang tahbisan, bersinar bagaikan matahari untuk memuliakan Tuhan.

      Jangan dibalik, orang disuruh melayani supaya bisa bertobat. Sebab beban terberat manusia di dunia adalah dosa. Kalau melayani dengan beban dosa, akan kering, bosan, malas, sebab hidupnya sendiri sudah berat, apalagi mau melayani Tuhan dan sesama. Jika kita lepas dari dosa, maka kita bisa melayani Tuhan dengan bebas oleh kasih Allah.

    • Bayi rohani selalu rindu akan air susu/ firman Allah yang murni dan rohani.
      1 Petrus 2:2
      2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Firman Allah yang murni adalah firman pengajaran yang benar, yang diwahyukan Tuhan, dibukakan rahasianya, yaitu ayat menerangkan ayat dalam Alkitab, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, dan diulang-ulang, menjadi makanan dalam sidang jemaat. Ini sama dengan firman penggembalaan. Tidak ada penyampaian firman yang lebih murni dari firman penggembalaan. Jika menyampaikan firman comot-comot akan berbahaya, sebab bisa untuk menembak sidang jemaat.

      Firman Allah yang rohani adalah yang diurapi Roh Kudus, bukan hasil olahan otak manusia. Jika mengandalkan otak akan buntu, tetapi jika diurapi Roh Kudus, akan semakin dibukakan rahasianya.

      Jadi air susu yang murni dan rohani adalah firman penggembalaan dalam urapan Roh Kudus. Bayi rohani memiliki kerinduan akan firman penggembalaan melebihi segala sesuatu di dunia ini, tidak bisa ditukar dengan apa pun. Ciri hamba Tuhan yang rohani yaitu selalu merasa dalam kekurangan dan kelemahan sehingga selalu membutuhkan firman penggembalaan.
      Jika bayi minum susu = kita makan firman penggembalaan, mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan, maka firman penggembalaan akan mendarah daging dalam hidup kita sehingga kita bertumbuh ke arah kebenaran (keselamatan), kesucian, sampai kesempurnaan, menjadi kehidupan yang memuliakan Tuhan, memiliki terang matahari.

    • Mulut bayi yang menyusu hanya mengeluarkan puji-pujian.
      Matius 21:16
      21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?”

      Kehidupan yang mendengar dan dengar-dengaran pada firman penggembalaan hanya memuji, memuliakan Tuhan, menyembah Tuhan, sama dengan banyak menangis kepada Tuhan.

      Keluaran 2:6
      2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”

      Seperti bayi Musa menangis saat menghadapi putri Firaun. Menghadapi setan dengan kuasa maut, kita harus banyak menyembah Tuhan dengan hancur hati sehingga menarik belas kasih Tuhan (kasih dan kemurahan Tuhan) turun atas hidup kita.

    Inilah hamba Tuhan yang bercahaya bagaikan matahari, memuliakan Tuhan.

    Hakim-hakim 5:31
    5:31 Demikianlah akan binasa segala musuh-Mu, ya TUHAN! Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya. Lalu amanlah negeri itu empat puluh tahun lamanya.


    Hasilnya adalah kasih dan kemurahan Tuhan (belas kasih Tuhan) sanggup melindungi dan memelihara kita di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Kasih dan kemurahan Tuhan sanggup memberi kemenangan atas segala musuh, menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

  2. Yesaya, menunjuk cahaya bulan.
    Yesaya 6:5-8
    6:5 Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”
    6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
    6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”
    6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

    Yesaya adalah seorang yang najis bibir dan tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, ini menunjuk ikatan kenajisan. Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati. Kalau mulut najis, maka hati najis, berarti seluruh hidup najis. Supaya bisa diutus, harus terkena api lebih dulu. Jangan pernah diutus tanpa api/ cahaya, pasti akan ditelan oleh kegelapan.

    Wahyu 5:9-10
    5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.
    5:10 Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.”

    Api dari mezbah korban bakaran yang menyucikan Yesaya sama dengan darah Yesus/ korban Kristus di kayu salib. Untuk bisa diutus Tuhan, maka Yesaya harus mengalami api dari mezbah korban bakaran, sama dengan mengalami penebusan oleh korban Kristus. Apa yang harus ditebus? Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan harus ditebus oleh darah Yesus dari:
    • Kaum = famili daging/ keluarga.
      Seringkali kita sungkan terhadap keluarga sehingga menyetujui yang tidak benar. Kekeluargaan harus tetap dijaga, tetapi jangan bersekutu dalam ibadah jika tidak benar.

    • Ditebus dari suku dan bangsa, sehingga menjadi Israel rohani, umat pilihan Tuhan.

    • Bahasa (tounge) = lidah, perkataan.
      Perkataan-perkataan yang harus ditebus oleh darah Yesus adalah:
      • Kata sia-sia.
        Matius 12:35-36,31
        12:35 Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.
        12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman.
        12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

        Ini sama dengan menghujat Roh Kudus, melawan pekerjaan Roh Kudus yaitu:
        • Pekerjaan keselamatan: Roh Kudus menyadarkan kita akan dosa supaya kita bisa bisa mengaku dosa.
          Menghujat Roh Kudus artinya sudah berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain, sehingga tidak selamat.

        • Pekerjaan pembangunan tubuh Kristus (kegerakan Roh Kudus hujan akhir).
          Jika menghalangi pembangunan tubuh Kristus = menghujat Roh Kudus, tidak diampuni lagi. Kalau zaman Allah Bapa, menghujat Allah Bapa, masih ada zaman Anak Allah. Kalau zaman Anak Allah, menghujat Anak Allah, masih ada zaman Roh Kudus. Kalau zaman Roh Kudus, menghujat Roh Kudus, sudah tidak ada kesempatan lagi untuk diampuni.

      • Mengutuk.
        Yakobus 3:9-10
        3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
        3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

        Ini sama dengan menjelekkan, memfitnah (yang benar jadi salah, yang salah jadi benar).

      • Perkataan kotor.
        Efesus 4:29
        4:29 Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

        Yaitu memaki, perkataan yang melemahkan iman.

      • Dusta.
        Efesus 4:25
        4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

        Kalau hamba Tuhan/ pelayan Tuhan berdusta, sangat memalukan/ memilukan Tuhan.

    Kalau kita sudah ditebus dari kaum, suku, bangsa dan bahasa, maka kita bisa tampil tidak bercela.
    Wahyu 14:4-5
    14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
    14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

    Penebusan oleh darah Yesus sampai tidak ada dusta, ‘ya’ katakan ‘ya’, ‘tidak’ katakan ‘tidak’ = jujur.

    Titus 2:7
    2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

    Jujur, mulai soal Tuhan (firman pengajaran benar), maka bisa jujur dalam segala hal, menjadi teladan dalam berbuat baik.

    Posisi bulan adalah di bawah kaki mempelai. Kalau hamba Tuhan mengalami penyucian oleh api dari mezbah (= penebusan oleh darah Yesus), bagaikan berdiri di atas korban Kristus, tidak akan pernah goyah atau jatuh, tetapi selalu menang bersama Tuhan, aman, tenteram, damai sejahtera, enak dan ringan. Mengapa sering bosan dalam melayani? Sebab merasa berat karena ada dusta, tidak jujur. Tapi kalau jujur = berdiri di atas korban Kristus, akan enak dan ringan, kita tidak akan pernah tinggalkan nikah dan ibadah pelayanan.

  3. Rasul-rasul, menunjuk cahaya bintang.
    Kisah Rasul 2:2-4
    2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
    2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
    2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Rasul-rasul mengalami penyucian oleh api Roh Kudus karena memiliki kelemahan-kelemahan. Musa dan Yesaya terkena api lebih dulu baru melayani. Rasul-rasul sudah melayani tapi masih terkena api lagi karena ada kelemahan, kekurangan.
    Roh Kudus menyucikan kita, hamba Tuhan/ pelayan Tuhan, karena memiliki kelemahan-kelemahan, bahkan yang permanen. Contoh: Tomas yang tadinya tidak percaya, tetapi oleh Roh Kudus bisa rela mati untuk Tuhan. Petrus sudah menyangkal Yesus 3 kali, tetapi oleh Roh Kudus menjadi berani mati untuk Tuhan.

    Api Roh Kudus menyucikan mulai dari perut hati yang penuh kekotoran (dosa tidak percaya) sampai di mulut (yang menyangkal Yesus) sehingga bisa berbahasa Roh seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus. Kita mengalami kepenuhan Roh Kudus, urapan Roh Kudus. Roh Kudus yang menolong hamba Tuhan/ pelayan Tuhan tampil seperti bintang bercahaya.

    Filipi 2:12-15
    2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
    2:13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
    2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
    2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

    Praktik menjadi bintang bercahaya:
    • [ayat 12] Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Ini sama dengan setia dan tanggung-jawab dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, menurut kehendak Tuhan dan kerelaan Tuhan, kita rela berkorban untuk Tuhan.

    • [ayat 14] Tidak bersungut dan berbantah.
      Mengapa bersungut dan berbantah? Sebab merasa lebih dari orang lain: lebih hebat, lebih dipakai, lebih kaya, lebih berkuasa sehingga selalu berbenturan dengan yang lain, lama-lama akan jatuh, menjadi bintang yang gugur.
      Yang benar adalah merasa lebih kecil dari yang lain, menganggap orang lain lebih utama dari kita. Maka kita bisa saling kerjasama satu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuan. Semua menjadi enak dan ringan.

    • Berpegang pada firman kehidupan.
      Filipi 2:16
      2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

      Berpegang teguh pada satu firman pengajaran benar dan taat dengar-dengaran apa pun risikonya, seperti bintang tetap pada satu orbit supaya tidak jatuh. Firman pengajaran benar yang dipraktikkan akan menjadi pengalaman hidup/ kenyataan hidup = firman kehidupan.

    Berpegang teguh pada firman pengajaran benar dan taat dengar-dengaran sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, berseru dan berserah kepada Tuhan. Tadi malam sudah dibahas berseru dan berserah, mengapa pagi ini berseru dan berserah lagi? Sebab orang buta berseru dan berserah satu kali belum dianggap saat Yesus lewat. Tapi kedua kali berseru dan berserah, Yesus berhenti dan bertanya: “apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” [Matius 20:29-34]. Perempuan Kanaan yang anaknya kerasukan setan, berseru dan berserah satu kali juga belum dianggap. Ketika dua kali berseru dan berserah, maka anaknya sembuh.

    Saat ini Tuhan memberi kesempatan lagi kepada kita untuk berseru dan berserah sampai kuasa Tuhan nyata di tengah kita. Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih dan kemurahan-Nya kepada kita.

    Lukas 7:13-16
    7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
    7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
    7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
    7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”

    Tangan belas kasih Tuhan sanggup membangkitkan orang yang sudah mati. Mati secara rohani (= berbuat dosa, ikatan kenajisan) bisa disucikan menjadi hidup benar dan suci. Mati secara jasmani bisa dibangkitkan, artinya ada kuasa perlindungan dan pemeliharaan Tuhan di tengah kesulitan/ kemustahilan dunia sampai masa antikris berkuasa di bumi 3,5 tahun.
    Ada kuasa untuk menghapus kemustahilan, yang mati menjadi bangkit, yang sakit menjadi sembuh, yang hancur menjadi baik, yang gagal menjadi berhasil dan indah pada waktunya. Kuasa pemulihan nikah dan buah nikah yang sudah hancur. Air mata dihapus, kita bahagia. Kita menjadi saksi bahwa ada lawatan Tuhan yang kita terima dalam hidup kita. Kita bisa memuliakan Tuhan = menyinarkan terang tahbisan.

    Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan yang permai, sorak-sorai "haleluya", masuk Firdaus, masuk Yerusalem baru, tidak ada setetes pun air mata lagi.

    Wahyu 21:4
    21:4 Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

    Kita bahagia kekal selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 April 2017 (Senin Sore)
    ... Yoyada rumah Allah dalam keadaan rusak--dirusak oleh anak-anak Atalya. Jadi pemberian ini untuk memperbaiki Bait Allah dulu secara jasmani. Sekarang sifat keilahian dari Yesus yang suka memberi sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima apa yang diberikan oleh Yesus untuk memperbaiki rumah Allah Dia sampai memberikan nyawa-Nya untuk memperbaiki rumah Allah ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017 (Minggu Siang)
    ... Kata Kain kepada Habel adiknya Marilah kita pergi ke padang. Ketika mereka ada di padang tiba-tiba Kain memukul Habel adiknya itu lalu membunuh dia. Awalnya hati panas dan muka muram--tidak puas-- akhirnya berlanjut sampai pada perbuatan yaitu Kain memukul dan membunuh Habel. Lukas . Akan tetapi jikalau hamba itu jahat dan berkata ...
  • Ibadah Paskah Kaum Muda Malang, 22 April 2017 (Sabtu Sore)
    ... jahat keluar dari manusia iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian dan karena ia tidak mendapatnya ia berkata Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Rumah yang bersih tersapu dan rapi teratur. Lukas - Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 06 Juli 2016 (Rabu Sore)
    ... puasa doa semalam suntuk-- proses perobekan daging supaya kita mencium bau dupa bukan bau dunia. Harus menyeberang sungai Yordan--sementara menyeberang Elia terangkat ke sorga-- percikan darah pelayanan disertai dengan tabut perjanjian--kabar mempelai percikan darah-- sampai bisa terangkat ke sorga. Ini adalah proses Elia terangkat ke sorga. Malam ini lanjut sedikit yaitu ...
  • Ibadah Persekutuan di Ambon IV, 26 Agustus 2010 (Kamis Pagi)
    ... kita harus tergembala Kita harus tergembala pada firman pengajaran yang benar seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar. Mengapa kita harus tergembala Matius Melihat orang banyak itu tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Kita harus tergembala sebab ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Juni 2010 (Sabtu Sore)
    ... akan mengalami pemerasan daging percikan darah sengsara tanpa dosa. Sengsara tanpa dosa ini bisa dalam bentuk menghadapi kesulitan-kesulitan di dunia karena menjadi orang Kristen menghadapi kebencian tanpa alasan. Sengsara tanpa dosa ini tidak bisa ditanggulangi dengan kekuatan manusia tetapi hanya bisa ditanggulangi lewat berjaga-jaga dan berdoa. Ada tingkatan berjaga-jaga dan berdoa ...
  • Ibadah Raya Malang, 28 Oktober 2018 (Minggu Pagi)
    ... ketenangan damai sejahtera yang semakin meningkat sampai sunyi senyap setengah jam di Sorga kekal selamanya. Wahyu Kehidupan yang menolak bunyi sangkakala firman penggembalaan sehingga tanpa kasih Allah akan mengalami kegoncangan-kegoncangan yang semakin meningkat dan tujuh hukuman sangkakala sampai hancur dan binasa selamanya di neraka. Jadi sikap kita terhadap bunyi sangkakala ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 25 November 2009 (Rabu Sore)
    ... dan tidak dengar-dengaran. Artinya tidak menempatkan Yesus sebagai Kepala tetapi menempatkan dirinya sebagai kepala. Akibatnya mengalami suasana kutukan. Jadi segala sesuatu di dunia kalau tidak dikaitkan dengan Firman yang benar hanya akan menghasilkan kutukan. Sampai ibadah pelayanan tanpa Firman hanya akan menghasilkan kutukan. Timotius - Lewat Firman dan doa segala ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2011 (Rabu Sore)
    ... yang memberi hidup daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tanpa Roh Kudus daging tanah liat TIDAK BERGUNA sama sekali bahkan akan binasa untuk selamanya. Jadi Roh Kudus sangat berguna dalam hidup kita bahkan memberikan HIDUP KEKAL menjadikan kita buli-buli emas. BUKTI BAHWA DI AKHIR JAMAN INI ...
  • Ibadah Kunjungan Jakarta IV, 16 Oktober 2014 (Kamis Pagi)
    ... keji orang-orang pembunuh orang-orang sundal tukang-tukang sihir penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang inilah kematian yang kedua. Dusta adalah penutup dosa. Kalau ada dusta berarti ada tujuh dosa yang lain. Kalau sudah tidak ada dusta berarti tujuh ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.