Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15adalah tentang dusta mahkamah agama atau penyebaran kegelapan. Serdadu-serdadu sudah tahu bahwa Yesus bangkit, tetapi karena diberi uang oleh imam-imam kepala, mereka berdusta memberitakan bahwa mayat Yesus dicuri. Kesaksian palsu ini tersiar sampai ke akhir jaman.

Penyebaran kegelapan adalah penyebaran kesaksian palsu atau ajaran palsu yang menolak kebangkitan Yesus, sehingga gereja Tuhan tetap mempertahankan dosa dan tetap mempertahankan manusia darah daging yang binasa untuk selamanya.

Penyebaran kegelapan atau ajaran palsu didorong oleh dua kekuatan besar yaitu:
  1. Kekuatan uang/ mamon/ roh jual-beli, sama dengan roh antikris, sehingga menyebabkan gereja Tuhan menjadi buta dan timpang rohani, bercacat cela sehingga ketinggalan saat Yesus datang kedua kali.
  2. Kekuatan roh dusta, sama dengan roh nabi palsu, yang mengakibatkan gereja Tuhan menjadi pendusta.

Malam ini, kita belajar tentang pendusta.
Pengertian pendusta:
  1. Berkata yang tidak benar untuk menutupi atau menyembunyikan sesuatu, bahkan menyembunyikan diri.
    Orang pendusta tidak bisa dipegang oleh siapa pun, tidak bisa dipegang oleh Tuhan. Pendusta hanya dipegang satu-satunya oleh setan atau maut.

    Yesaya 28:15
    28:15 Karena kamu telah berkata: “Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri,”

    Berdusta adalah tanda tangan dengan maut, dan akan dibinasakan selamanya.

    Matius 5:37
    5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

    Kita harus jujur apa pun resiko yang kita hadapi. Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak.

    Titus 2:7
    2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

    Permulaan kejujuran adalah jujur soal Tuhan atau soal pengajaran. Kalau pengajaran sudah tidak benar sedikit saja, maka jangan diikuti dan jangan dibela. Kalau pengajaran benar, harus kita akui dan pegang teguh.

    Jika sudah bisa jujur soal Tuhan, maka bisa jujur dalam nikah dan keuangan.
    Ibrani 13:4-6
    13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
    13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”


    Jujur dalam hal nikah artinya tidak boleh ada perzinahan dan persundalan.
    Perhatikan mulai permulaan nikah, masa pacaran, jangan ada perzinahan dan persundalan. Kemudian dalam perjalanan nikah juga harus jujur, jangan ada perzinahan dan persundalan.

    Lanjut jujur dalam hal keuangan. Kita harus jujur mana milik Tuhan dan mana milik sesama.

    Kalau kita bisa jujur dalam hal pengajaran, nikah, dan keuangan, maka ada harapan kita bisa jujur dalam segala hal.
    Hasilnya adalah Tuhan menjadi Kepala atas hidup kita, bertanggung jawab penuh atas hidup kita. Tuhan menolong kita, manusia bahkan setan pun tidak bisa menjamah kita, dan kita hidup dalam tangan Tuhan.

  2. Berkata mengasihi Tuhan tetapi tidak mengasihi sesama.
    1 Yohanes 4:20-21
    4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
    4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

    Artinya sebenarnya kehidupan itu tidak mengasihi Tuhan dan sesama.
    Tidak mengasihi Tuhan adalah tidak taat dan tidak dengar-dengaran.
    Tidak mengasihi sesama adalah membenci sesama.
    Kehidupan yang tidak taat pada Tuhan, maka suatu saat pasti membenci sesamanya, sampai kebencian tanpa alasan.

    Mengasihi Tuhan adalah loh batu pertama, mengasihi sesama adalah loh batu kedua. Tidak mengasihi Tuhan dan sesama berarti tanpa dua loh batu, berarti menjadi batu sandungan, batu yang keras sekeras batu kilangan.

    Matius 18:6
    18:6 “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    Akibat menjadi batu keras adalah menjadi letih lesu dan berbeban berat, seperti batu kilangan yang diikatkan pada leher. Hidupnya tidak indah, tidak bisa menyembah Tuhan dan menjadi kering rohani.

    Wahyu 18:21
    18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: “Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    Kalau tidak punya kasih kepada Tuhan dan sesama, maka sebentar lagi pasti tenggelam dalam dosa Babel, yaitu kejahatan dan kenajisan, sampai tenggelam dalam lautan api dan belerang.

    Lukas 3:8
    3:8 Jadi hasilkanlah buah-buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah berpikir dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    Jalan keluar agar batu keras tidak ditenggelamkan dalam lautan api belerang, maka batu keras ditenggelamkan dalam babtisan air, sehingga keluar dari baptisan air kita mendapatkan hidup baru yang memiliki dua loh batu. Kita bisa mengasihi Tuhan (taat dengar-dengaran) dan mengasihi sesama, sama dengan memiliki kasih Allah. Maka kita akan menjadi saksi Tuhan dan memancarkan terang shekinah glory, bukan menyebarkan kegelapan.

    Hasil bila kita memiliki dua loh batu adalah:
    1. Menjadi orang bijaksana, taat dengar-dengaran.
      Markus 12:28-34
      12:28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”
      12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
      12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
      12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
      12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
      12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”
      12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

      Bijaksana juga artinya tahu batas dalam berkata-kata, dalam bertindak, dalam bergaul, tahu mana yang boleh dan mana yang tidak. Kalau tidak tahu batas, itu berarti tanpa kasih.
      Kalau ada kasih, maka apa yang tadinya tidak bisa kita lakukan, akan bisa kita lakukan dengan kebijaksanaan dari Tuhan.

    2. Pintu Surga terbuka bagi kita, artinya selalu ada jalan terbuka bagi kita dalam menghadapi apa pun di dunia ini, dan selalu bersuasana Surga.

    3. Tidak ada pertanyaan lagi, artinya tidak ada masalah, air mata dihapuskan oleh Tuhan, sampai suatu waktu tidak ada setetes pun air mata.


  3. Menyangkal Bapa (Tuhan), Anak (Yesus), dan Roh Kudus (Kristus).
    1 Yohanes 2:22
    2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    Petrus hamba Tuhan yang hebat bisa menyangkal Yesus tiga kali, sama dengan menyangkal Tuhan Yesus Kristus. Petrus menjadi pendusta. KIta harus berhati-hati.

    1 Yohanes 2:18-19
    2:18 Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
    2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

    Permulaan penyangkalan adalah karena tidak sungguh-sungguh.

    Lukas 22:54-55
    22:54 Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    22:55 Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.

    Tidak sungguh-sungguh artinya mengikut Yesus dari jauh.
    Hati-hati! Dalam menghadapi sengsara/ salib/ pencobaan, atau saat menghadapi berkat, seringkali kita jauh dari Tuhan. Jauh artinya tidak setia dalam ibadah pelayanan, sama dengan tidak setia, tidak tekun dalam kandang penggembalaan.

    Ketekunan dalam kandang penggembalaan (Ruangan Suci) sama dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu:
    1. Pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya.
      Ini merupakan persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapanNya dan karunia-karunia Roh Kudus, sama dengan kita dihangatkan oleh api Roh Kudus.

    2. Meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
      Ini merupakan persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan korbanNya, sama dengan kita dihangatkan oleh api firman Allah.

    3. Mezbah dupa emas,ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
      Ini merupakan persekutuan dengan Allah Bapa, sama dengan kita dihangatkan oleh api kasih Allah.

    Kalau Petrus mengikut Yesus dari jauh, artinya tidak tekun dalam kandang penggembalaan, ini sama seperti Petrus yang menghangatkan diri pada api asing [Lukas 22:55], yaitu api dosa, api daging, dan api dunia. Bila berdiam pada api asing pasti menyangkal Tuhan.

    Bagaimana bentuk penyangkalan? Dulu Petrus menyangkal Yesus dengan mulut/ perkataan. Sekarang bukan saja lewat perkataan, tapi bisa lewat perbuatan.
    Sehebat apa pun manusia, hanyalah tanah liat belaka. Tanah liat bila dibakar oleh api asing (api dosa, api daging, api dunia), akan menghasilkan batu bata.

    Keluaran 1:11,14
    1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
    1:14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.

    Batu bata dipakai untuk membangun kota Ramses dan Pitom, kota perbekalan setan. Artinya kehidupan itu hanya mengejar perkara-perkara di dunia sampai tinggalkan ibadah pelayanan dan penggembalaan. Kehidupan semacam ini dipakai oleh setan.

    Kejadian 11:3-4,9
    11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
    11:4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”
    11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

    Batu bata juga dipakai untul membangun kota Babel, artinya masuk dalam puncaknya kejahatan dan kenajisan, dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan. Hidupnya menjadi kacau-balau, tidak tenang, tidak damai sejahtera, tidak benar, nikah dan buah nikah tercerai-berai.

    Petrus yang hebat bisa terseret apalagi kehidupan kita kalau tidak sungguh-sungguh pasti akan terseret oleh api asing.
    Kita sebagai hamba Tuhan dan anak Tuhan harus sungguh-sungguh, artinya tekun dalam ibadah pelayanan dan tekun dalam kandang penggembalaan.

    Di dalam penggembalaan, tanah liat dibakar dengan api Surga, yaitu api Roh Kudus, api firman, dan api kasih Allah. Tanah liat yang dibakar dengan api Surga akan menjadi batu hidup, batu yang indah. Ini sama dengan menjadi imam-imam dan raja-raja yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Kalau tidak mau menjadi batu hidup, maka pasti menjadi batu bata, tidak bisa di tengah-tengah.

    1 Petrus 2:4-5
    2:4 Dan datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah.
    2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Menjadi batu hidup berarti dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus sama dengan hidupnya ditata rapi dan dijadikan indah.
    Batu hidup juga berarti hidup dari kasih dan anugerah Tuhan, bukan hidup dari dunia. Hamba Tuhan bukan hidup dari jemaat, tapi dari kasih dan anugerah Tuhan.

    Contoh kehidupan yang hidup dari tangan kasih dan anugerah Tuhan adalah Daniel.
    Daniel 6:21-23
    6:21 dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?”
    6:22 Lalu kata Daniel kepada raja: “Ya raja, kekallah hidupmu!
    6:23 Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.”

    Daniel bisa hidup di gua singa karena tangan kasih dan anugerah Tuhan sanggup untuk mengatupkan mulut singa, artinya:
    1. Tangan kasih dan anugerah Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita di tengah segala kesulitan dan kemustahilan.
      Tangan kasih dan anugerah Tuhan sanggup menolong menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil sekalipun.

    2. Tangan kasih dan anugerah Tuhan sanggup meninggikan, membuat semua indah dan berhasil.
      Daniel 6:28-29
      6:28 Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”
      6:29 Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

    3. Tangan kasih dan anugerah Tuhan sanggup memakai kita menjadi saksi untuk menyebarkan terang Shekinah glory, terang Injil kemuliaan Kristus, Kabar Mempelai, ke mana pun Tuhan utus.
      Daniel 6:27
      6:27 Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.

    4. Tangan kasih dan anugerah Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kita terus-menerus, sampai menjadi batu permata di Yerusalem Baru.
      Wahyu 21:11

      21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

      Batu permata dimulai dari menjadi permata yaspis, yaitu selalu ada kerinduan yang menyala-nyala, setia, berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, dan jujur, jernih seperti kristal.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 16 Juni 2009 (Selasa Sore)
    ... pelayanan kita. Pohon ara di sini sudah berdaun tapi tidak berbuah artinya kehidupan yang sudah beribadah melayani Tuhan tetapi tidak memuaskan Tuhan maka akibatnya kehidupan itu juga tidak dipuaskan sehingga mencari kepuasan di dunia hidup dalam suasana kutukan. Mengapa pohon ara sudah berdaun tetapi tidak berbuah Sebab pohon ara ditanam di ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 Oktober 2017 (Minggu Pagi)
    ... kelabu sehingga maut dan kerajaan maut berkuasa atas seperempat bumi untuk membunuh manusia dengan berbagai cara dengan pedang kelaparan sampar binatang buas dll. Ada macam maut yang mengancam setiap langkah hidup manusia Maut kematian jasmani lewat meninggal dunia. Ada macam garis akhir manusia yaitu meninggal dunia atau hidup sampai Tuhan datang ...
  • Ibadah Raya Malang, 26 September 2010 (Minggu Pagi)
    ... mempelai. Tetapi tidak cukup sampai di sini. Tuhan menghendaki adanya perkembangan. Matius - Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta katanya Tuan lima talenta tuan percayakan kepadaku lihat aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya Baik sekali perbuatanmu itu hai hambaku ...
  • Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 25 Mei 2017 (Kamis Pagi)
    ... Aku akan mendirikannya kembali. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Tuhan beralih dari pembangunan bait Allah jasmani ke bait Allah rohani. Mengapa Pembangunan bait Allah jasmani adalah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Juni 2018 (Rabu Sore)
    ... dan kebencian lalu terlepas dari semua dosa barulah kita menjadi anak-anak Allah--Dia adalah Bapa bagi anak yatim. Kita rela sengsara daging untuk mengaku dosa berhenti berbuat dosa terlepas dari dosa dan tidak berbuat lagi. Setelah rela sengsara daging untuk melakukan kehendak Bapa di sorga--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Kalau sudah taat ...
  • Ibadah Doa Malang, 18 Januari 2011 (Selasa Sore)
    ... Posisi domba di sebelah kanan dan posisi kambing di sebelah kiri dari Tuhan. Dasar pemisahannya adalah Hikmat dari SurgaKarakter tabiatPerbuatan-perbuatanDasar pemisahan kambing dan domba berasal dari perbuatan-perbuatan. Matius Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. Dasar pemisahan domba dan kambing ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2012 (Rabu Sore)
    ... menyucikan kita sampai sempurna seperti Yesus. kita harus menjadi mempelai wanita Surga kehidupan yang sempurna sama seperti Yesus . Kidung Agung . Merpatiku di celah-celah batu di persembunyian lereng-lereng gunung perlihatkanlah wajahmu perdengarkanlah suaramu Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu Mempelai Pria Surga memanggil mempelai wanitaNya dengan sebutan 'merpatiku'. Jadi mempelai ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 04 Februari 2018 (Minggu Siang)
    ... berbuat dosa lagi kita mengalami kelepasan dari dosa. Dulu bangsa Israel membawa binatang korban untuk pengampunan dosa sekarang dalam bentuk mengaku dosa kita tidak usah lagi membawa binatang ke gereja karena sudah digenapkan oleh darah Yesus. Inilah proses mendapatkan meterai darah Yesus--ada meterai di dahi dan tangan 'Hal itu harus menjadi tanda ...
  • Ibadah Persekutuan di Semarang I, 20 September 2012 (Kamis Sore)
    ... Sorga. Namun kelahiran baru menghasilkan hidup baru yakni hidup dalam kebenaran. Kita diselamatkan dan tidak dihukum. Ini kehidupan yang cocok untuk tinggal di Sorga. Seringkali kita merasa cukup setelah diselamatkan dan diberkati. Ingat Ada ayat mengatakan banyak yang dipanggil namun sedikit yang dipilih. Dulu jumlah umat Israel yang diselamatkan keluar dari Mesir ada . ...
  • Ibadah Doa Malang, 12 April 2016 (Selasa Sore)
    ... tidak bersuara. Wahyu Aku tahu segala pekerjaanmu lihatlah Aku telah membuka pintu bagimu yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. Teladan kita adalah Yesus yang taat sampai mati di kayu salib. Filipi - Dan dalam keadaan sebagai ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.