Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perjamuan kawin Anak domba adalah pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, dengan sidang jemaat/ tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Surga, di awan-awan yang permai. Sesudah itu kita masuk firdaus, kerajaan 1000 tahun damai, sampai masuk Yerusalem baru, kerajaan Surga, kekal selamanya.

Perjamuan kawin Anak domba merupakan pintu masuk ke Firdaus dan Yerusalem baru.
Pertemuan mempelai antara Yesus Mempelai Pria Surga dengan mempelai wanita Surga adalah pertemuan kasih sempurna = kasih mempelai = dua loh batu.
Oleh sebab itu, kita harus meningkatkan kasih kita kepada Tuhan.
Manusia daging tidak memiliki kasih, yang ada hanya emosi, ambisi. Kita bisa menerima kasih dari salib Kristus.

Kita harus meningkatkan kasih kepada Tuhan mulai dari:
  1. Kasih mula-mula = penebusan oleh darah Yesus untuk membenarkan kita. Kita bahagia.
  2. Kasih yang bertambah-tambah lewat penyucian oleh firman pengajaran benar. Kita lebih bahagia.
  3. Kasih yang sempurna, kasih mempelai yang menyatukan dan menyempurnakan kita menjadi mempelai wanita Surga yang bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan permai. Ini puncak kebahagiaan. Sampai masuk Firdaus, masuk Yerusalem baru, kebahagiaan kekal selamanya.

Matius 24:12
24:12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Kita harus waspada sebab pada akhir zaman, yang terjadi justru sebaliknya, yaitu kasih menjadi dingin sampai gereja Tuhan tanpa kasih. Kedurhakaan meningkat sehingga banyak hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang melawan hukum Tuhan/ firman Tuhan. Akibatnya adalah ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, tidak bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba.

Wahyu 19:17-18,21
19:17 Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
19:18 supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
19:21 Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

Kehidupan yang ketinggalan akan masuk pesta pembantaian besar-besaran, penghukuman Tuhan di dunia ini sampai kebinasaan kekal di neraka.

Keluaran 32:15-19
32:15 Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah.
32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
32:17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

Keadaan gereja Tuhan akhir zaman yang tanpa kasih digambarkan seperti keadaan Israel pada waktu Musa turun dari gunung Sinai membawa dua loh batu (kasih), sedangkan pada Israel ada lembu emas (kedurhakaan, tanpa kasih).

Keluaran 32:9
32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

Lembu emas = tegar tengkuk, keras hati = tanpa kasih.
Ini koreksi Tuhan kepada kita. Petrus adalah hamba Tuhan yang hebat, tetapi tanpa kasih.

Praktik sehari-hari gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang keras hati = tanpa kasih:
  1. Tidak menang, tidak kalah.
    Keluaran 32:18,6
    32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."
    32:6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

    Ini sama dengan tidak panas, tidak dingin = keadaan rohani yang suam-suam kuku seperti sidang jemaat Laodikia:
    • Tidak panas = tidak setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    • Tidak dingin = tidak damai sejahtera, banyak iri hati, perselisihan, kebencian tanpa alasan.
    • Hanya menonjolkan berkat jasmani dan kesukaan/ hiburan daging, nyanyi ramai-ramai sehingga tidak mengutamakan firman pengajaran benar, tanpa penyucian.
    • Tidak kalah, tidak menang = tidak mati, tidak bangkit = tidak mengalami kematian dan kebangkitan bersama Yesus, tidak mengalami keubahan hidup. Tetap mempertahankan manusia lama yaitu keras hati, tidak taat dengar-dengaran.
    Akibatnya adalah Tuhan muak, dimuntahkan oleh Tuhan.

  2. Seperti kuda terlepas dari kandang.
    Keluaran 32:25
    32:25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang — sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka –

    Artinya hidup hanya menuruti keinginan dan hawa nafsu daging.
    Penampilan daging dengan segala hawa nafsunya:
    • Seperti kuda liar = tidak tergembala.
      Tidak punya kandang penggembalaan, tidak mau masuk kandang penggembalaan yang benar. Atau sering meninggalkan kandang penggembalaan tanpa tujuan rohani.

      Matius 9:36
      9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

      Keadaan orang yang tidak tergembala:
      • Lelah = menanggung beban sendiri.
      • Terlantar = tidak ada yang tanggung jawab atas hidupnya, terutama atas keselamatan jiwanya.
      • Tersesat.
        Zakharia 10:2
        10:2 Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

        Tersesat dalam ajaran palsu, hiburan daging = kuburan, perpanjangan tangan maut. Hidupnya menderita, sampai binasa selamanya.

    • Seperti kambing yang egois.
      Yehezkiel 34:17-22
      34:17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.
      34:18 Apakah belum cukup bagimu bahwa kamu menghabiskan padang rumput yang terbaik? Mesti pulakah kamu injak-injak padang rumput yang lain-lain dengan kakimu? Belum cukup bahwa kamu minum air yang jernih? Mesti pulakah yang tinggal itu kamu keruhkan dengan kakimu?
      34:19 Apakah domba-domba-Ku seharusnya memakan rumput yang sudah diinjak-injak kakimu dan meminum air yang sudah dikeruhkan kakimu?
      34:20 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus;
      34:21 oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang,
      34:22 maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba.

      Egois yaitu:
      • Mengeruhkan pengajaran yang benar dengan perjalanan hidup/ solah tingkah laku yang tidak baik, menjadi sandungan sehingga orang lain tidak mau mendengar pengajaran benar. Juga menyakiti domba-domba lain. Menyakiti tentang lambung = perut = ekonomi. Menyakiti dengan bahu = tidak tanggung jawab. Menyakiti dengan tanduk = tidak taat.

      • Tidak mau memberi dan mengunjungi = tidak peduli pada sesama yang membutuhkan. Maka Tuhan juga tidak mempedulikan.
        Matius 25:45
        24:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

        Kita harus memberi dan mengunjungi secara rohani dan jasmani sesuai gerakan dari Tuhan, mulai dalam nikah/ rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan/ fellowship.
        Apa yang kita lakukan untuk Tuhan tidak hilang, sebab kita akan menerimanya kembali, ditambah upah hidup kekal.
        Jika belum bisa memberi dan mengunjungi, minimal jangan menjadi sandungan, jangan menyakiti orang lain.

    • Seperti anjing dan babi.
      2 Petrus 2:22
      2:22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

      Anjing = jahat dan buas.
      Jahat = suka uang, cinta uang sehingga kikir dan serakah. Kikir = tidak bisa memberi. Serakah = mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus). Ini sama dengan mengumpulkan uang untuk membangun lembu emas.
      Buas = lidah buas, hanya berkata sia-sia, dusta, gosip, perkataan kotor, makian, menjelekkan orang, fitnah, menghujat Tuhan (firman pengajaran benar), menghujat orang suci.

      Babi = suka yang najis sehingga jatuh dalam dosa Babel/ puncak dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan).

    Keluaran 32:28
    32:28 Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

    Akibatnya adalah 3000 orang tewas.
    3000 = 2000 + 1000.
    2000 menunjuk ruangan suci, panjang 20 hasta, lebar 10 hasta, tinggi 10 hasta.
    1000 menunjuk ruangan maha suci, panjang 10 hasta, lebar 10 hasta, tinggi 10 hasta.
    Jadi 3000 orang tewas artinya orang yang keras hati, tanpa kasih, tidak tergembala, tidak bisa hidup suci dan tidak bisa sempurna = tidak bisa menjadi mempelai wanita yang sempurna, sehingga ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, mengalami pesta pembantaian, penghukuman Tuhan, sampai binasa di neraka selamanya.

    Oleh sebab itu, gereja Tuhan di akhir zaman harus menerima angka 3000 yang positif.
    Prosesnya adalah:
    • Dua loh batu mula-mula harus dipecahkan.
      Keluaran 32:19
      32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

      Keluaran 32:16
      32:16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.

      Batunya dari Tuhan dan ditulisi oleh jari Tuhan dengan 10 hukum Allah = kasih sempurna.
      Jadi dua loh batu yang mula-mula sama dengan pribadi Yesus, perwujudan kasih Allah yang sempurna dalam pribadi Yesus.

      Dua loh batu mula-mula harus dipecahkan = Yesus harus disalibkan untuk menebus dosa-dosa manusia yang keras hati = memberi kasih mula-mula kepada manusia yang tanpa kasih, sehingga manusia bisa dibenarkan dan hidup dalam kebenaran.

      Jadi untuk mendapat angka 3000 yang positif, maka kita harus menerima korban Kristus di kayu salib sehingga dibenarkan dan hidup dalam kebenaran, menerima kasih mula-mula = masuk halaman tabernakel.

    • Kita harus memihak Tuhan.
      Keluaran 32:26-27
      32:26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
      32:27 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."

      Ini sama dengan mengasihi Tuhan lebih dari semua.
      Yang memihak Tuhan adalah suku Lewi yang menyandang pedang.

      Mengapa suku Lewi?
      • Karena panggilan dan pilihan Tuhan, otoritas Tuhan.

      • Karena Lewi punya kebiasaan/ bakat dan pengalaman dengan pedang dalam peristiwa Dina.
        Kejadian 34:25-26
        34:25 Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-masing mengambil pedangnya, menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki.
        34:26 Juga Hemor dan Sikhem, anaknya, dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dina dari rumah Sikhem, lalu pergi.

        Kalau kita mempunyai kebisaan/ bakat dan pengalaman, harus diserahkan kepada Tuhan untuk diurapi oleh Tuhan sehingga menjadi karunia-karunia Roh Kudus (talenta), sehingga kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus sempurna untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba.

        Jika kebisaan dan pengalaman tidak diserahkan kepada Tuhan, maka pasti dipakai untuk memuaskan hawa nafsu daging dan dipakai setan untuk membangun Babel, gereja palsu, mempelai wanita setan yang akan dibinasakan.

      Jadi kita harus memihak Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semua, seperti Lewi menyandang pedang. Artinya kita harus menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang suka mendengar pengajaran benar, mengerti, percaya, yakin pada firman, sampai suka mempraktikkan firman.

    Maka pasti kita menerima angka 3000 yang positif yaitu:
    • Pedang firman menyucikan kehidupan kita mulai hati dan pikiran, perbuatan, perkataan, dan mendorong kita untuk masuk ruangan suci (angka 2000), tergembala dengan benar dan baik, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:
      • Pelita emas = ketekunan dalam kebaktian umum, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia dan urapan Roh Kudus.
      • Meja roti sajian = ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman dan korban Kristus.
      • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih.
      Dalam kandang penggembalaan, maka tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga kita tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal. Kita tidak bisa jatuh dalam dosa kejahatan, kenajisan, kepahitan. Kita tidak bisa disesatkan oleh ajaran palsu. Kita hidup dalam ketenangan, damai sejahtera, semua enak dan ringan, terpelihara oleh Tuhan.

    • Pedang firman menyucikan kita sampai dosa-dosa yang sering disembunyikan, yang sering tidak disadari, yaitu dosa kebenaran diri sendiri = kebenaran di luar Alkitab, menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan (pengajaran benar).
      Kita harus memakai kebenaran dari Tuhan, yaitu saling mengaku dosa dan saling mengampuni.

Roma 8:31-32
8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Jika kita memihak Tuhan, maka Tuhan di pihak kita. Tuhan sedang memperhatikan, mempedulikan, bergumul untuk kita. Seperti tutup dengan tabut perjanjian, jangankan lepas, geser pun tidak bisa.

Hasilnya adalah:
  1. Tangan kasih Tuhan sanggup melindungi, memelihara kehidupan kita yang kecil, tidak berdaya seperti domba sembelihan, di tengah kesulitan/ krisis dunia, sampai masa antikris berkuasa di bumi 3,5 tahun. Secara rohani, kita tetap hidup benar dan suci, di tengah puncak dosa di dunia.

  2. Tangan kasih Tuhan membela, berdoa syafaat bagi kita.
    Roma 8:33-34
    8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
    8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

    Supaya kita tidak berbuat dosa, tetapi hidup benar dan suci.
    Kalau pun kita jatuh dalam dosa, tangan kasih Tuhan sanggup mengangkat kita, asal kita mau mengaku dosa dengan sungguh-sungguh. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Doa Imam Besar adalah doa yang berhasil. Tangan kasih Tuhan sanggup memberi masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.

  3. Tangan kasih Tuhan sanggup memberi kekuatan ekstra menghadapi 7 tantangan/ rintangan.
    Roma 8:35-37
    8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? (1)Penindasan atau (2)kesesakan atau (3)penganiayaan, atau (4)kelaparan atau (5)ketelanjangan, atau (6)bahaya, atau (7)pedang?
    8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
    8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    Kita tidak terpisah dari Tuhan, tetap mengikut, melayani Tuhan sampai garis akhir.
    7 = angka pelita. Kita tetap menjadi saksi Tuhan, apa pun yang kita hadapi.

    Tuhan menjadikan kita lebih dari pemenang. Tangan kasih Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita.
    Sidang jemaat Laodikia paling terpuruk, seperti muntah. Tangan kasih Tuhan sanggup menyucikan kehidupan kita yang seperti jemaat Laodikia yang paling terpuruk seperti muntah, sampai sempurna, duduk bersanding dengan Tuhan di tahta Surga selama-lamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Surabaya, 15 Juni 2016 (Rabu Sore)
    ... anak Allah imbangannya adalah Yesus sebagai manusia--garis vertical. Yesus sebagai raja imbangannya Yesus sebagai hamba--garis horisontal. Jadi empat makhluk adalah kehidupan yang mengalami salib sehingga bisa hidup di dunia dalam suasana takhta sorga sampai benar-benar terangkat ke takhta sorga. Begitu juga dengan kita. Kita juga harus mengalami salib supaya hidup di dunia dalam ...
  • Ibadah Doa Malang, 06 Agustus 2019 (Selasa Sore)
    ... undangan-Nya' berdiam diri dikaitkan dengan kesucian. Artinya kita harus selalu mengoreksi menghakimi diri sendiri lewat mendengar firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua Kabar Mempelai. Kabar Mempelai akan menunjuk dosa-dosa yang ada di dalam hati kita keinginan jahat dan najis perbuatan dosa sampai puncaknya dosa dan perkataan dosa ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Oktober 2017 (Sabtu Sore)
    ... telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan Aku berkata kepadamu Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini. Ahli Taurat dan orang Farisi adalah keturunan pembunuh. Yang dibunuh mulai dari Habel sampai Zakharia. Yang membunuh Habel adalah Kain berarti Kain adalah keturunan pembunuh. Sebenarnya Kain merupakan keturunan Adam tetapi bisa menjadi ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019 (Rabu Sore)
    ... . Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael pemimpin besar itu yang akan mendampingi anak-anak bangsamu dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 11 Maret 2015 (Rabu Dini Hari)
    ... Keluaran - Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu dengan maksud supaya engkau mengetahui bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi. Bukankah sudah lama Aku dapat mengacungkan tangan-Ku untuk membunuh engkau dan rakyatmu dengan penyakit sampar sehingga engkau terhapus ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juni 2016 (Kamis Sore)
    ... orang-orang durhaka karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik. Pahlawan iman saksi iman adalah orang-orang yang brilian cemerlang gemilang menonjol pada jamannya sebab memiliki iman sehingga hidupnya selalu memuliakan Tuhan dan memiliki kesaksian Yesus. ad. . Batu permata Sardis berwarna merah . Ini menunjuk mezbah korban bakaran. Artinya adalah bertobat ...
  • Ibadah Doa Malang, 05 Agustus 2021 (Kamis Sore)
    ... buas Antikris adalah gambar wujud dari setan yang tidak kelihatan tetapi selalu ingin disembah lewat rayuan paksaan sampai pembunuhan. Kalau pelayan Tuhan suka merayu memaksa dan membenci itu sama seperti penyembahan pada Antikris yang sebenarnya tidak layak untuk disembah. Yesus Kristus adalah gambar wujud dari Allah yang tidak kelihatan yang layak dan ...
  • Ibadah Raya Malang, 18 Juni 2023 (Minggu Pagi)
    ... pengajaran benar yang menyucikan manusia berdosa sampai sempurna sama mulia seperti Yesus menjadi mempelai wanita Surga. Apa yang harus disucikan oleh Kabar Mempelai Dosa Kain zaman permulaan . Kejadian - Setelah beberapa waktu lamanya maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan Habel juga mempersembahkan korban ...
  • Ibadah Kunjungan Soroako II, 22 Februari 2012 (Rabu Pagi)
    ... kemahnya waktu hari panas terik. Lalu kata mereka kepadanya Di manakah Sara isterimu Jawabnya Di sana di dalam kemah. Jalan keluarnya adalah Abraham dan istrinya harus berada di kemah. Kemah ini menunjuk tempat penggembalaan. Suami-istri harus satu kemah yaitu satu penggembalaan satu pengajaran satu pelayanan. Kegiatan dalam penggembalaan adalah kegiatan menyediakan ...
  • Ibadah Doa Malang, 30 Maret 2021 (Selasa Sore)
    ... dikuasai oleh antikris berarti tanpa urapan Roh Kudus sehingga melawan Tuhan. Dari ujung rambut sampai telapak kaki tidak ada yang benar dan baik termasuk perasaannya. Ini adalah kehidupan di bawah kuasa dosa. Roma - . Jadi bagaimana Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain Sama sekali tidak. Sebab di atas telah ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.