Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 16:1-21 ketujuh malapetaka = 7 cawan murka Allah yang terakhir.

Bagi dunia merupakan berita penghukuman, tetapi bagi kita merupakan berita pengharapan yang akan segera kita mencapainya.

Wahyu 15:8
15:8 Dan Bait Suci itu dipenuhi asap karena kemuliaan Allah dan karena kuasa-Nya, dan seorang pun tidak dapat memasuki Bait Suci itu, sebelum berakhir ketujuh malapetaka dari ketujuh malaikat itu.

Sebab semakin cepat penghukuman Tuhan dicurahkan, semakin cepat juga kita masuk kerajaan Surga yang kekal.

Roma 14:17-18
14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

Sekalipun kita masih hidup di dunia, kita sudah bisa merasakan suasana kerajaan Sorga di dunia, yaitu:
  • Kebenaran = dituntun oleh firman pengajaran benar = meja roti sajian, ketekunan dalam kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
  • Sukacita oleh Roh Kudus = pelita emas, ketekunan dalam kebaktian umum.
  • Damai sejahtera = hati dikuasai kasih Allah = mezbah dupa emas, ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan.
Jadi suasana Sorga di bumi bisa kita dapatkan dalam kandang penggembalaan, ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.

Maka ibadah pelayanan pasti berkenan kepada Allah dan dihormati manusia.

Wahyu 16:3
16:3 Dan malaikat yang kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di dalam laut.

Cawan kedua ditumpahkan ke bumi sehingga laut menjadi darah seperti darah orang mati = mati rohani, tidak ada gairah dalam perkara rohani, hidup dalam dosa sampai puncak dosa, sampai kematian kedua, binasa di neraka selamanya.

Siapakah laut yang menjadi darah?
  1. Orang fasik/ jahat/ berdosa yang tidak tenang, tidak damai = letih lesu, beban berat, susah payah, air mata.
    Yesaya 57:20-21
    57:20 Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
    57:21 Tiada damai bagi orang-orang fasik itu," firman Allahku.

  2. Orang fasik meminjam dan tidak membayar.
    Mazmur 37:21
    37:21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.

    Orang benar suka memberi pinjaman.

  3. Bangsa kafir yang fasik/ jahat, yang seperti sekam.
    Yesaya 17:12-13
    17:12 Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa, mereka ribut seperti ombak laut menderu! Gaduhnya suku-suku bangsa, mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!
    17:13 Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar; tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh, terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin, dan seperti dedak ditiup puting beliung.

    Sekam = orang sombong, hanya menonjolkan kulit/ perkara jasmani, hanya puas dengan perkara jasmani tetapi tidak mau diisi oleh firman pengajaran benar (bunyi sangkakala) sehingga:
    • Tidak tahan dalam ibadah pelayanan yang benar, nikah yang benar, karena mempertahankan dosa sampai puncak dosa.
      Mazmur 1:4-5
      1:4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
      1:5 Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

    • Tidak pernah mengalami keubahan hidup.
      Yeremia 13:23-24
      13:23 Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?
      13:24 Aku akan menghamburkan mereka seperti sekam yang diterbangkan angin padang gurun.

      Tetap mempertahankan manusia daging dengan 18 tabiat daging [2 Timotius 3:1-5], dicap 666, menjadi sama dengan antikris.

    Akibat menjadi sekam adalah:
    • Laut jadi darah = mati rohani, tidak bergairah dalam perkara rohani, hanya hidup dalam dosa sampai puncak dosa.
    • Saat kedatangan Yesus kedua kali, orang fasik akan dibinasakan dalam sekejap mata.
      Yesaya 29:5-6

      29:5 Akan tetapi segala pasukan lawanmu akan hilang lenyap seperti abu halus, dan semua orang yang gagah sombong akan menjadi seperti sekam yang melintas terbang. Sebab dengan tiba-tiba, dalam sekejap mata,
      29:6 engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta alam dalam guntur, gempa dan suara hebat, dalam puting beliung dan badai dan dalam nyala api yang memakan habis.

Sikap yang benar adalah kita harus merendahkan diri serendah-rendahnya untuk selalu diisi dengan firman pengajaran benar (bunyi sangkakala), rendah hati untuk bisa mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran benar dalam penggembalaan yang benar dan baik.

1 Korintus 15:51-52
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Hidup atau mati tidak penting, itu urusan Tuhan,semua kemurahan Tuhan.

Jika diijinkan mati, itu kemurahan Tuhan, bebas dari antikris. Jika masih hidup, itu kemurahan Tuhan, berarti masih ada tugas-tugas dari Tuhan yang harus diselesaikan.

Yang penting selama hidup kita harus diisi oleh firman pengajaran supaya mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan dalam sekejap mata, menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai.

Apa yang harus diubahkan dalam sekejap mata?
  1. Dusta menjadi jujur.
    Amsal 12:19
    12:19 Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata.

  2. Hati bercabang/ timpang/ bimbang menjadi percaya dan taat pada firman pengajaran benar (pribadi Tuhan).
    1 Raja-raja 18:21,45
    18:21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.
    18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

    Jika jujur dan taat, maka terjadi pemulihan rumah doa (mezbah dupa emas).

    1 Raja-raja 18:38-39
    18:38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
    18:39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

  3. Tidak sabar dan tidak tekun (hanya menuntut Tuhan) diubah menjadi sabar dan tekun, banyak tersungkur di kaki Tuhan.
    1 Raja-raja 18:41-45
    18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab:"Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."
    18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum.Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
    18:43 Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.
    18:44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."
    18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

    Kita merasa hanya tanah liat, tidak layak dan tidak mampu. Kita hanya menyembah, menyeru nama Yesus, mengulurkan tangan kepada Tuhan, sampai waktu sekejap mata tiba.

    Maka Tuhan akan memperhatikan, mempedulikan, bergumul untuk mengulurkan tangan berlobang paku (= awan setapak tangan) untuk mengadakan mujizat dalam sekejap mata.

Yohanes 21:1,3,7
21:1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.
21:3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
21:7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Petrus tidak jujur dan tidak taat = merobohkan mezbah. Akibatnya adalah tidak menangkap apa-apa, gagal dan telanjang. Jika dibiarkan, akan binasa dalam sekejap mata.

Yohanes 21:5-6
21:5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
21:6 Maka kata Yesus kepada mereka:"Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh."Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

Jujur dan taat = memperbaiki mezbah. Hasilnya adalah kuasa penciptaan, dari tidak ada menjadi ada. Kuasa perlindungan, pemeliharaan Tuhan di tengah krisis dunia akhir zaman. Yang mustahil menjadi tidak mustahil, semua masalah mustahil akan diselesaikan oleh Tuhan.

Dari gagal menjadi berpakaian = bisa mengaku dosa. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Maka ada pakaian keselamatan. Ditambah pakaian kesucian, pakaian pelayanan (jubah indah).

Markus 7:27-30
7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Perempuan kanaan (bangsa kafir), karena lidah seperti anjing menjilat muntah, maka anak dirasuk setan, nikah dan buah nikah hancur, tidak tenang, tidak damai, penyakit yang mustahil.

Ini diubahkan menjadi lidah menjilat remah-remah roti, kata-kata sesuai firman, maka mujizat terjadi. Nikah dan buah nikah dipulihkan menjadi benar, suci, satu. Tidak tenang menjadi damai sejahtera, semua enak dan ringan.

Yohanes 11:39-40
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Kaum muda menghadapi Lazarus yang mati 4 hari, yaitu kebusukan, kehancuran, dll. Mari kita mengaku kepada Tuhan.
Maka yang mati bisa dibangkitkan, yang gagal menjadi berhasil indah, yang busuk menjadi harum, yang hancur menjadi baik, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Sampai jika Tuhan datang kedua kali, kita disempurnakan untuk terangkat ke awan-awan yang permai, bersorak "Haleluya", menjadi rumah doa yang besar, sampai masuk Yerusalem baru, rumah doa yang kekal.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malang, 31 Agustus 2017 (Kamis Sore)
    ... tidak bangkit lagi hidup dalam dosa enjoy dalam dosa tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat sampai binasa selamanya. Jalan keluarnya ayat Harus memiliki dinar upah bekerja di kebun anggur ibadah pelayanan yang dibina oleh Kabar Mempelai . Jangan rusakkan minyak hidup dalam urapan Roh Kudus. Jangan rusakkan anggur artinya kita harus ...
  • Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 26 Mei 2022 (Kamis Siang)
    ... disediakan. 'duduk' kasih Tuhan yang besar Ia menggunakan waktu untuk menyucikan kita--tidak terburu-buru. Kita juga sama-sama duduk--tidak jalan-jalan. 'orang Lewi' imam-imam. Tadi tempatnya yang disiapkan setelah itu kita yang disiapkan lewat disucikan sampai layak untuk masuk tempat yang disediakan. Yang kedua Yesus sebagai Imam Besar menyucikan imam-imam dengan api tukang pemurni logam. ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Juli 2016 (Sabtu Sore)
    ... dan burung mempunyai sarang tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Orang mati. Lukas Lalu Ia berkata kepada seorang lain Ikutlah Aku Tetapi orang itu berkata Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku. Menoleh ke belakang. Lukas Tetapi Yesus berkata kepadanya Biarlah orang mati menguburkan orang mati tetapi engkau pergilah dan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2018 (Jumat Sore)
    ... permai. Korintus - . Saudara-saudara inilah yang hendak kukatakan kepadamu yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. . Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia kita tidak akan mati semuanya tetapi kita semuanya akan diubah ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Agustus 2021 (Sabtu Sore)
    ... sampai mati di kayu salib bagi kita semua diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Juni sampai Ibadah Kaum Muda Remaja Juli . Ayat - jaga kesatuan Ayat - kesatuan dengan sesama kesatuan tubuh Kristus yang sempurna diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Juli sampai Ibadah Kaum Muda Remaja Juli Ayat ...
  • Ibadah Doa Malang, 23 Mei 2017 (Selasa Sore)
    ... berbuah sama dengan kehidupan yang suci diurapi Roh Kudus dan dipakai oleh Tuhan sama dengan melarikan diri dari hukuman Tuhan sehingga tidak binasa. Prosesnya Tongkat adalah kayu kecil yang cukup ukurannya sesuai kebutuhan dan terpisah dari akar mati . Artinya Oleh dorongan firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari ...
  • Ibadah Raya Malang, 27 Maret 2011 (Minggu Pagi)
    ... Kudus menghancurkan buli-buli tanah liat Dosa Kusta. Matius . Ketika Yesus berada di Betania di rumah Simon si kusta Dosa kusta dosa kebenaran diri sendiri putih tetapi kusta yakni menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain menutupi dosa dengan cara menyalahkan Tuhan Firman Pengajaran benar lewat banyak berdalih-dalih. Akibatnya Tidak bisa bertobat ...
  • Ibadah Raya Malang, 12 Mei 2019 (Minggu Pagi)
    ... domba terhadap Gembala tetapi masih ada domba terhilang. Pengikutan murid terhadap Guru tetapi masih bisa terpisah. Pengikutan kepada Yesus ke mana saja Ia pergi pengikutan tubuh terhadap Kepala pengikutan mempelai. Praktek pengikutan mempelai adalah kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Ini dimulai dari nikah suami bisa ...
  • Ibadah Raya Malang, 23 Desember 2018 (Minggu Pagi)
    ... masih akan meniup sangkakalanya. Ada dua kemungkinan dalam peniupan sangkakala Peniupan sangkakala sekarang ini yaitu firman penggembalaan yang diperdengarkan Tuhan kepada kita sekalian supaya kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Peniupan sangkakala yang akan datang merupakan penghukuman Anak Allah atas dunia bagi ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 08 September 2019 (Minggu Siang)
    ... adalah tunas yaitu keturunan Daud bintang timur yang gilang-gemilang. Inilah kunci kekuatan dari Yesus yaitu TAKUT AKAN TUHAN. Dia yang kuat mau menudungi kita gereja Tuhan yang lemah Dia mau memberikan kekuatan kepada kita gereja yang lemah saat menghadapi pencobaan dosa dan sebagainya. Oleh sebab itu gereja Tuhan harus menerima kekuatan dari ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.