English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 April 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:43b-45
9:43b Ketika semua orang itu masih...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 20 Januari 2009 (Selasa Malam)
Yehezkiel 39: 29
Tuhan tidak menyembunyikan wajahNya, artinya kita bisa memandang wajah Tuhan. Dan ini terjadi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 November 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 02 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:67-80 adalah tentang "Nyanyian Pujian Zakharia".

Nyanyian pujian Zakharia = nubuat.
Nubuat...

Ibadah Raya Malang, 15 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Maret 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 17 September 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Juli 2011 (Sabtu Sore)
bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Markus 16 dalam susunan Tabernakel terkena pada...

Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2011 (Sabtu Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Markus 16:1-4
16:1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Juni 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 10 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 11 April 2010 (Minggu Pagi)

Matius 25:1-13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Yesus akan datang kembali dalam kemuliaan di awan-awan yang permai.
Gereja Tuhan harus bersiap sedia supaya pelita tetap menyala, untuk bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, sehingga kita bisa bersama Dia untuk selama-lamanya.

Ada 3 macam pelita yang harus tetap menyala, supaya gereja Tuhan layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali:
  1. Pelita dalam rumah tangga.
  2. Pelita dalam ibadah pelayanan.
  3. Pelita dalam pribadi kita/ pelita tubuh.

ad. 1. Pelita dalam nikah harus tetap menyala, artinya:
  1. Permulaan nikah harus terang/ benar.
    Tanda nikah yang benar adalah nikah harus:
    • direstui oleh orang tua secara jasmani
    • disahkan di catatan sipil (pemerintah)
    • diteguhkan dan diberkati oleh Tuhan.

      Syarat nikah yang diteguhkan dan diberkati oleh Tuhan adalah:
      1. harus sesuai dengan firman pengajaran yang benar,
      2. menjaga kesucian.
        Kalau sudah ada kejatuhan (pelita padam), maka harus diakui kepada Tuhan dan sesama (dalam hal ini adalah orang tua jasmani dan gembala), supaya bisa diangkat dari kegelapan menuju terang.

    Sebab kita mau masuk nikah yang rohani bersama Tuhan, maka nikah yang jasmani harus terang/ benar.

  2. Perjalanan nikah harus terang.
    Matius 5:15
    5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

    Semiskin-miskinnya rumah tangga, harus memiliki pelita.
    Secara rohani artinya pelita harus tetap menyala.

    Syaratnya adalah pelita harus diletakkan di atas kaki dian. Ini menunjuk pada struktur/ kedudukan dalam nikah harus benar.

    1 Korintus 11:2-3
    11:2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
    11:3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

    Struktur nikah yang benar: Kristus (kepala dari suami) --> suami (kepala dari istri) --> istri (tubuh) --> anak (anggota tubuh).
    • Suami sebagai kepala artinya sebagai aliran secara jasmani maupun secara rohani.
      Kalau makan, pasti lewat kepala. Kalau lewat tubuh (contohnya infus), berarti sedang sakit.
      Kalau mau nikah benar, maka suami dulu sebagai kepala harus hidup benar.

      Suami yang memutuskan segala sesuatu dalam rumah tangga sesuai firman pengajaran yang benar (bukan sewenang-wenang). Keputusan suami ini harus benar dan kekal. Jangan sampai suami memutuskan sesuatu di luar firman pengajaran yang benar, maka akan menuju kehancuran dan kebinasaan kekal. Juga jangan sampai istri yang memutuskan sesuatu dalam rumah tangga, apalagi anak-anak.

      Salah satu contoh adalah di taman Eden. Hawa merayu Adam untuk makan buah terlarang, akibatnya adalah  nikah itu telanjang dan diusir dari taman Eden.

    • Istri adalah tubuh, dibentuk dari tulang rusuk, sebagai penolong untuk melindungi bagian-bagian yang lemah.
      Baik penolong dalam pekerjaan sehari-hari, tetapi yang lebih penting adalah istri banyak berdoa dan menyembah Tuhan, untuk bisa menutupi kelemahan suami dan anak-anak, supaya kasih Tuhan yang menutupi segala sesuatu.
      Di mana ada kelemahan, di situ setan akan menyerang. Oleh sebab itu istri harus banyak berdoa supaya kasih Tuhan menutupi dan setan tidak bisa menyerang.

    • Anak adalah anggota tubuh, harus meringankan beban orang tua.
      Jangan sampai anak justru menjadi beban pikiran orang tua, apalagi anak yang sudah menikah. 

    Kedudukan suami, istri, anak harus benar dalam perjalanan nikah.

    Syarat selanjutnya juga sumbu harus rela dibakar. Ini menunjuk pada teladan dalam nikah.
    Tuhan Yesus rela mati di kayu salib, berkorban nyawa, untuk menjadi teladan dalam nikah, supaya nikah itu tidak gelap.
    Kita tinggal mencontoh.
    Suami, istri, anak, harus meneladan pada Yesus, yaitu rela terbakar.

    Pelita yang menyala adalah:
    • Istri harus tunduk kepada suaminya sendiri dalam segala sesuatu.
      Efesus 5:22-24
      5:22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,
      5:23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
      5:24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu.

      Untuk istri bisa tunduk pada suami, harus sampai berkorban nyawa. Kalau istri tunduk pada suami dalam segala sesuatu, ini akan menarik belas kasihan Tuhan untuk menyelamatkan nikah dari segala kehancuran. Tidak peduli gelombangnya besar, selama istri tunduk pada suami, maka Yesus akan berbelas kasihan dalam nikah untuk menyelamatkan dari segala kehancuran.

      Dalam taman Eden, sumber kehancuran nikah adalah karena istri tidak tunduk, sehingga dibuang ke dunia. Kalau di dunia ini istri tidak tunduk lagi, maka akan dibuang ke neraka dan tidak bisa kembali lagi.

      Contoh lain adalah Sara tunduk pada Abraham. Sara tunduk sekalipun diserahkan pada laki-laki lain. Hasilnya adalah Tuhan yang menolong nikah dan membukakan pintu rahim yang tertutup, membukakan segala pintu-pintu yang tertutup. Kalau banyak pintu yang tertutup, biar istri banyak memeriksa diri.

    • Suami harus mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar pada istri.
      Efesus 5:25-27,29
      5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
      5:29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

       Untuk bisa mengasihi istri memang harus berkorban nyawa sampai seperti Yesus. Maka ini akan menarik belas kasihan Tuhan dalam nikah untuk menyempurnakan nikah sampai tidak bercacat cela, mengarahkan kapal nikah menuju pelabuhan damai sejahtera. Tangan belas kasihan Tuhan juga akan mengasuh dan merawat nikah itu.

    • Anak-anak menentukan kebahagiaan dalam nikah.
      Efesus 6:1-3
      6:1. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.
      6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:
      6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

    Kalau suami, istri, dan anak memiliki kedudukan dan teladan yang benar dalam nikah, maka nikah itu akan menjadi terang untuk mengalahkan 2 macam kegelapan yang mengancam nikah di akhir zaman:
    • Kegelapan tempat tidur, menunjuk pada dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba, dll) dan dosa seks (perselingkuhan, seks bebas, dll).

    • Kegelapan gantang, menunjuk perkara ekonomi.
      Memang dunia dalam kegelapan krisis ekonomi, dan ini hanya bisa dikalahkan oleh terang.
      Dalam nikah, harus jujur dalam perkara keuangan.

      Dalam setiap berkat yang kita terima, ada berkat milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus), milik sesama yang membutuhkan, milik sesama yang lain (hutang-piutang harus dibereskan).

    Ibrani 13:4-6
    13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
    13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

    Kalau jujur dalam tempat tidur dan dalam keuangan, maka Tuhan Yesus akan menjadi Kepala dalam rumah tangga, Tuhan menjadi Penolong, terutama untuk menolong nikah kita menjadi satu daging.
    Banyak problem dalam nikah, tetapi problem yang terbesar adalah kalau nikah tidak menjadi satu.

    Efesus 5:31
    5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

    Kalau nikah menjadi satu, maka dua orang sepakat meminta kepada Tuhan doanya akan dijawab oleh Tuhan, Tuhan akan menyelesaikan segala masalah.
    Kalau banyak masalah, biar kita periksa kedudukan dan teladan dalam nikah.

  3. Akhir nikah.
    Efesus 5:32
    5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

    Akhir nikah dengan pelita yang menyala (awal dan perjalanan nikah terang) akan diangkat saat kedatangan Tuhan kedua kali, terjadi pertemuan di udara antara mempelai laki-laki dengan mempelai wanita. 

Tuhan mau menolong nikah dengan pelita yang hampir padam, contoh dalam Alkitab:
  • Perempuan Kanani yang anaknya dirasuk setan datang kepada Tuhan dan memohon 'tolonglah aku' (bukan anakku). Dia mengaku dia yang salah. Maka Tuhan segera menolong.
  • Yakub bergumul di sungai Yabok sehingga istri dan anaknya diselamatkan.
  • Nabal mau dibunuh oleh Daud, tetapi istrinya bergumul dan dia diselamatkan. 

ad. 2. Pelita dalam ibadah pelayanan.
Lukas 12:35-36
12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

Tanda ibadah pelayanan yang benar adalah berikat pinggang kebenaran, taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
Firman pengajaran yang benar adalah komando dalam ibadah pelayanan. Kalau komandonya salah, nanti ibadah pelayanannya salah, penyembahannya salah.

Taat pada firman pengajaran yang benar akan menghasilkan kesucian.

Motor penggerak kita melayani Tuhan harus kasih Tuhan. Kasih itu kekal, sehingga pelayanan kita juga akan kekal.

Tanda pelita tetap menyala adalah melayani dengan urapan Roh Kudus.
Melayani tanpa urapan Roh Kudus akan menjadi suasana 'urakan'.
Dalam urapan Roh Kudus artinya kita bekerja dengan karunia-karunia Roh Kudus, kemampuan ajaib dari Tuhan untuk bisa melakukan jabatan pelayanan. Kita harus setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

Kita harus menjaga agar jangan sampai pelita menjadi padam.

Lukas 15:11-13,15,17-18
15:11. Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Kalau meninggalkan ladang Tuhan, maka pasti akan menuju ladang babi, yaitu kenajisan dan kebinasaan.
Saat diberkati harus hati-hati, jangan sampai meninggalkan ibadah pelayanan.

Doakan saya sebagai gembala, agar pemberitaan firman menjadi makanan rohani yang mengingatkan kita agar kembali pada ladang Tuhan saat jauh.

Mungkin pagi ini ada kehidupan yang sudah hancur binasa, sudah sampai di ladang babi, biar kita kembali ke ladang Tuhan.

Matius 11:2-3
11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

Yohanes 1:29
1:29. Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.

Dalam penderitaan, Yohanes menjadi ragu akan Tuhan Yesus, padahal sebelumnya dia sudah mengenal Yesus.

Matius 11:4-6
11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Mengapa Tuhan ijinkan penderitaan datang? Supaya iman teruji menjadi iman yang bagaikan emas murni.
Saat penderitaan, kita harus mendengar firman supaya iman menjadi kuat.
Saat Yesus datang, Tuhan bukan mencari kekayaan, dll, tetapi Tuhan mencari iman.

Lukas 18:8
18:8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Kalau iman teguh, maka kita juga akan mengalami mujizat dari Tuhan (orang buta melihat, orang lumpuh berjalan), sampai yang mustahil pun Tuhan sanggup menjadikan tidak mustahil.

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top