English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 05 September 2009 (Sabtu Sore)
MARKUS 13:18
Nubuat ke-4: AntikrisYang akan masuk dalam zaman aniaya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Maret 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 merupakan 7 kali percikan...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Desember 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Malang, 11 Juli 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Banyak permohonan yang kita mohon kepada Tuhan untuk anak,...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Juni 2013 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

INI TENTANG PENYERTAAN...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Mei 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 April 2017 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 15 Februari 2011 (Selasa Siang)
Tulah keempat yaitu LALAT PIKAT.

Keluaran 8:23-24
8:23...

Ibadah Raya Malang, 05 Oktober 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Juli 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Raya Malang, 06 April 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13-16
1:13 Dan di tengah-tengah kaki...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Raya Malang, 27 Desember 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat di Laodikia....

Ibadah Raya Surabaya, 21 April 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:33-37, nubuat ke-7: nubuat tentang berjaga-jaga.
Seorang yang bepergian jauh = pribadi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 12 Juni 2011 (Minggu Pagi)

Matius 26:14-16   Pengkhianatan terhadap Anak Domba Paskah.

Yudas Iskariot mengkhianati Yesus sebagai Anak Domba Allah (Anak Domba Paskah).
Peringatan bagi kita:
Yudas Iskariot tadinya adalah seorang rasul dan bendahara (kepercayaan Tuhan), tetapi bisa mengkhianati Yesus, siapa kita?

Mengapa Yudas Iskariot bisa mengkhianati Yesus?
  1. Karena Yudas Iskariot masuk dalam persekutuan yang tidak benar, persekutuan tanpa Firman Pengajaran benar (Yudas datang kepada imam-imam kepala yang sudah jelas bertentangan dengan Yesus) karena "sesuatu".
  2. Karena Yudas Iskariot tidak mau menyerah kepada Yesus (terutama mempertahankan dosa-dosa), sehingga ia menyerahkan/menjual Yesus seharga 30 keping perak.

Ad. 2.
Keluaran 21:32
21:32 Tetapi jika lembu itu menanduk seorang budak laki-laki atau perempuan, maka pemiliknya harus membayar tiga puluh syikal perak kepada tuan budak itu, dan lembu itu harus dilempari mati dengan batu.

Tiga puluh keping perak adalah harga lembu yang suka menanduk.

Yesus sebenarnya adalah lembu (hamba) yang baik dan taat dengar-dengaran (tidak menanduk).
Sebaliknya, lembu yang suka menanduk adalah antikristus (= anti urapan Roh Kudus).

Pelayan Tuhan tanpa urapan Roh Kudus akan tampil seperti binatang buas dengan cap 666: tubuh daging, jiwa daging, roh daging. (Kita berbicara tentang "pelayan Tuhan", bukan lagi manusia pada umumnya.)

Penampilannya:
II Timotius 3:1-5
3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri (1) dan menjadi hamba uang (2). Mereka akan membual (3) dan menyombongkan diri (4), mereka akan menjadi pemfitnah (5), mereka akan berontak terhadap orang tua (6) dan tidak tahu berterima kasih (7), tidak mempedulikan agama (8),
3:3 tidak tahu mengasihi (9), tidak mau berdamai (10), suka menjelekkan orang (11), tidak dapat mengekang diri (12), garang (13), tidak suka yang baik (14),
3:4 suka mengkhianat (15), tidak berpikir panjang (16), berlagak tahu (17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (18).
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Puncak tabiat daging adalah tidak taat pada Tuhan (Firman Tuhan) = melawan Tuhan.
Yesus taat sampai mati, sedangkan antikris tidak taat sama sekali (melawan Tuhan).

Saat kita tidak taat pada nasehat orang tua/gembala (nasehat yang sesuai Firman Tuhan), kita bukan melawan manusia, tetapi melawan Tuhan.
Semakin melayani, semakin banyak berkorban, tetapi kalau tidak taat (melawan Tuhan) maka makin cepat menjadi pengkhianat.

Pelayan yang tampil sebagai binatang buas dengan cap 666 = buli-buli tanah liat yang hancur lebur dan binasa.

Yesus rela dijual 30 keping perak = dijadikan seperti antikris, untuk menolong kita supaya tidak menjadi antikris.
Yesus juga rela mati, bangkit, naik ke Surga, untuk mencurahkan Roh Kudus supaya kita menjadi kehidupan yang diurapi, bahkan dipenuhi dan meluap-luap dengan Roh Kudus.

Sehebat apapun manusia di bumi hanya seperti buli-buli tanah liat yang rapuh dan akan hancur (binasa).
Kehidupan kita ini harus diisi dengan Roh Kudus supaya tidak menjadi hancur seperti Yudas/antikris, namun menjadi buli-buli emas berisi manna (kehidupan yang sama sempurna seperti Yesus).

Wahyu 22:1
22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Yehezkiel 47:1-2
47:1. Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

Roh Kudus = sungai air kehidupan yang dicurahkan dari tahta Allah = air yang keluar dari Bait Allah.

Proses pengisian Roh Kudus dalam kehidupan kita:
  1. Roh Kudus sampai di pergelangan kaki (mata kaki).
    Yehezkiel 47:3
    47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.

    Kisah Para Rasul 3:1-2, 5-7
    3:1. Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
    3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
    3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
    3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
    3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.

    Pergelangan kaki tanpa Roh Kudus = lumpuh rohani.

    Mata kaki menunjuk pada pendirian (iman).
    Roh Kudus sampai di mata kaki = Roh Kudus menguatkan pendirian (iman) kita supaya tidak goyah ataupun gugur (tidak lumpuh rohani).

    Tuhan tahu kebutuhan kita. Banyak kehidupan yang imannya goyah dan lumpuh rohani, itu sebabnya Tuhan mau mencurahkan Roh Kudus.

    Pengertian lumpuh rohani:

    • Bimbang, putus asa, kecewa menghadapi pencobaan-pencobaan dan masalah-masalah di segala bidang. Mata kaki lemah sehingga tidak kuat lagi mengikut Yesus.
      Jangankan masuk Surga, masuk Bait Allah saja tidak mampu.

    • Bimbang terhadap Firman Pengajaran benar karena diombang-ambingkan ajaran sesat.
      Seperti orang dalam ketidakpastian, mana Surga dan mana neraka, akhirnya pasti tidak masuk Kerajaan Surga.
      Tidak boleh menganggap "semua sama" atau "berbeda sedikit saja tidak apa-apa".
      Dalam ilmu di dunia, walaupun berbeda sedikit - tetap salah, apalagi soal Firman Tuhan.
      Firman Tuhan lebih pasti dari ilmu pasti.

    • Banyak terhalang untuk masuk Bait Allah, banyak terhalang untuk beribadah kepada Tuhan.
      Sebenarnya, masuk Bait Allah = masuk Pintu Gerbang Indah.
      Kalau tidak lumpuh rohani, ada halangan apapun kita pasti berketetapan bahwa kita harus datang beribadah dan melayani Tuhan.

    • Mengikut Yesus hanya untuk mencari perkara-perkara jasmani (keuangan, jodoh, dsb.).
      Mungkin kehidupan itu setia ada di Bait Allah, namun hidupnya tidak indah, bahkan paling malang di antara semua manusia.

      I Korintus 15:19
      15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

      Contoh: Yudas, rasul dan bendahara, namun mengikut Yesus hanya untuk mencari uang terus.
      Akibatnya: Hidupnya tidak indah, paling malang, dan binasa selamanya.

    I Petrus 1:6-7
    1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
    1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Kalau Roh Kudus menguatkan mata kaki kita:
    Roh Kudus menguatkan/meneguhkan iman kita sehingga TAHAN UJI (tahan banting) menghadapi segala pencobaan secara jasmani dan rohani (ajaran sesat, dosa-dosa), segala tantangan dan rintangan.

    Dalam Tabernakel, Roh Kudus menguatkan mata kaki = masuk Pintu Gerbang.
    Buktinya:
    Kisah Para Rasul 3:8
    3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

    Kita masuk dalam Bait Allah = kita bisa SETIA dan MENGUTAMAKAN ibadah-pelayanan kepada Tuhan, lebih dari segala perkara.

    Hasilnya:
    Kita pasti akan menikmati keindahan bersama Tuhan.


  2. Roh Kudus sampai di lutut, sehingga kita bisa berlutut (bertekuk lutut) = merendahkan diri, rendah hati dan lemah lembut.
    Yehezkiel 47:4a
    47:4a Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut;

    Banyak orang ingin jadi tinggi, sulit untuk merendahkan diri. Roh Kudus yang mampu menolong kita.

    Kisah Para Rasul 7:60
    7:60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

    • LEMAH LEMBUT = kemampuan untuk mengampuni orang lain dan melupakannya.
      Memang tidak mudah untuk berlutut = tidak mudah untuk bisa mengampuni orang lain yang sudah menyakiti dan merugikan kita.
      Namun, biarlah kita serahkan semua kepada Tuhan. Pagi ini, selesaikan semuanya!

    • RENDAH HATI = kemampuan untuk mengaku dosa dengan sungguh-sungguh, dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      Tidak mudah untuk seseorang bisa mengaku dosa, apalagi saat yang lebih tinggi harus mengaku kepada yang lebih rendah, namun Roh Kudus mampu menolong kita.

    Jadi, Roh Kudus menolong kita untuk bertekuk lutut = bertobat = Mezbah Korban Bakaran.

    II Petrus 3:9
    3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

    Kita masih mendapat perpanjangan sabar Tuhan;
    • Tuhan belum datang kembali kedua kali.
    • Kita masih diberi panjang umur.
    Tujuan utama hidup: BERTOBAT.

    Kaya, menjadi sarjana, dsb. tetapi tidak bertobat = belum sampai pada tujuan hidup.

    Kalau kita bisa bertobat, hasilnya: semua jadi enak dan ringan.

    Sebaliknya, kalau mau jadi tinggi (mempertahankan dosa), kehidupan itu pasti lelah, letih lesu dan berbeban berat, sama seperti orang yang mau jinjit terus, apalagi loncat-loncat.
    Lebih baik kita berlutut (bertobat), maka semua pasti jadi enak dan ringan.


  3. Roh Kudus sampai di pinggang.
    Yehezkiel 47:4b
    47:4b kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.

    Pinggang bagi seorang wanita (Gereja Tuhan) adalah suatu keistimewaan karena terdapat kandungan.
    Kandungan menunjuk pada kelahiran baru.

    Yohanes 3:5-8
    3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
    3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
    3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Kita harus dilahirkan kembali dari air dan Roh.
    Kita sudah dilahirkan oleh ibu secara jasmani dengan mewarisi manusia darah-daging = buli-buli tanah liat yang rapuh dan hancur, tidak layak untuk masuk dalam Kerajaan Surga.
    Sebab itu, kita harus dilahirkan kembali dari Allah lewat air dan Roh.

    • Kelahiran dari air = Baptisan Air = Kolam Pembasuhan.

      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Kita yang sudah bertobat (mati terhadap dosa) harus dikuburkan dalam air bersama Yesus untuk bangkit dalam hidup baru dengan jenis kehidupan Surga = HIDUP dalam KEBENARAN.

      Kalau sengaja mempertahankan yang tidak benar = melawan Tuhan = antikris.

    • Kelahiran dari Roh Kudus = Baptisan Roh Kudus = Pintu Kemah.

      Yohanes 3:8
      3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

      Kelahiran dari Roh Kudus menjadikan kita manusia Surga, yakni seperti angin = pelayan-pelayan Tuhan, imam-imam dan raja-raja.

      Mazmur 104:4
      104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

      Pelayan Tuhan seperti angin = pelayan Tuhan yang membawa kesejukan/keharuman, MEMULIAKAN TUHAN, menjadi saksi Tuhan.

      Kalau kita bisa memuliakan Tuhan, kita bisa mempersatukan tubuh Kristus.
      Sebaliknya, kalau kita menyebar bau busuk, semua justru lari dan terpecah belah.

      Berbau harum = kalau kita  bersalah - akui, kalau tidak salah namun disalahkan - diam saja.

      Kalau menutup-nutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik, percuma saja, tetap busuk dan suatu waktu akan terungkap, seperti Yudas.

      Angin = ada namun merasa tidak ada (tidak merasa hebat), orang bisa merasakan kesejukan/kesaksian hidup.

      Hasilnya:

      Yesaya 49:3-4
      49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
      49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

      Tuhan tidak pernah menipu kita, hak dan upah kita di tangan Tuhan, ada jaminan kepastian dari Tuhan.


  4. Roh Kudus memenuhi kehidupan kita.
    Yehezkiel 47:5
    47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

    Mazmur 23:6
    23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Kalau Roh Kudus sudah memenuhi kehidupan kita, kita bisa tekun dalam penggembalaan (TERGEMBALA) = masuk Ruangan Suci (3 macam alat = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok).
    Kita sudah tidak bisa jalan-jalan/menjadi Kristen jalanan lagi, daging sudah tidak berkuasa lagi.

    Hasilnya:
    Tuhan tidak pernah menipu.
    Dalam penggembalaan, kita dipuaskan, kita mengalami kemurahan dan kebajikan Tuhan.

    • Kemurahan dan kebajikan Tuhan menghapus segala kemustahilan.
      Dibanding dengan kakak-kakaknya yang hebat, Daud hanya gembala dari 2-3 ekor domba, namun ia yang dipilih Tuhan untuk menjadi raja Israel.

    • Kemurahan dan kebajikan Tuhan mengangkat kita dari segala kejatuhan.
      Daud jatuh dalam dosa dengan Batsyeba, harusnya ia dihukum mati dan binasa, namun Tuhan mampu mengangkat asal mengaku dan tinggalkan dosa.

    Kalau kita tergembala dengan baik, Roh Kudus akan meluap-luap dalam kita, Roh Kudus menjadi sungai yang tidak terseberangi lagi = TAAT DENGAR-DENGARAN sampai DAGING TIDAK BERSUARA LAGI = Pintu Tirai terobek.

    Berjalan tidak bisa, berenang tidak bisa, kita hanya taat mengikuti arus Roh Kudus.

    Contoh:
    1. Abraham (ayah) taat menyerahkan Ishak, anak perjanjian, anaknya yang tunggal = mengorbankan perasaan daging.
      Kalau mempertahankan daging, memang Firman Tuhan dianggap "terlalu" (terlalu lama, terlalu keras, dsb.).

      Abraham taat sampai daging tidak bersuara = mengasihi Tuhan lebih dari anak.

      Hasilnya: Yehova Jireh, Tuhan mampu menyediakan.

    2. Janda Sarfat (ibu) taat menyerahkan segenggam tepung dan sedikit minyak untuk Tuhan terlebih dulu = mengorbankan kepentingan daging.

      Hasilnya adalah Tuhan memelihara dalam 3,5 tahun masa kekeringan = Tuhan memelihara sampai di zaman antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi.

      Jangan egois!
      Siapa egois (mempertahankan daging) akan dicakar antikris.
      Kalau daging sudah tidak bersuara, antikris tidak bisa berkuasa lagi.

    3. I Petrus 5:5-6
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Kaum muda taat pada nasehat orang tua dan gembala (yang sesuai dengan Firman Tuhan) = mengorbankan hawa nafsu dan keinginan daging.

      Hasilnya: Kita ditinggikan, semua menjadi indah, sampai kita terangkat di awan-awan permai (tertinggi, terindah) menjadi mempelai wanitaNya.

Murid-murid gagal tanpa Roh Kudus: Petrus menyangkal Yesus, Maria Magdalena dirasuk 7 roh setan, dsb.
Kita membutuhkan Roh Kudus.
Dengan Roh Kudus, kita bisa taat sampai daging tidak bersuara.


Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top