English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 23 Februari 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7:7-11
7:7. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 27 September 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Oktober 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:12-13
3:12 Barangsiapa menang, ia akan...

Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2013 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Kunjungan di Medan III, 29 Januari 2020 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Doa Malang, 11 Desember 2012 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 September 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 14: 7-11 => perikop: tempat yang paling utama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Desember 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 07 Mei 2020 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6:12-16
6:12. Pada waktu itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 02 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Desember 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Malang, 06 Juni 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Antikris ini berdiri di...

Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Wahyu 11:15-19
11:15. Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."
11:16. Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah,
11:17. sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja

Ayat 15-17= sangkakala ketujuh menampilkan pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, untuk menegakkan kerajaan Sorga di dunia. Itulah kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai nanti benar-benar masuk kerajaan Sorga, Yerusalem baru selamanya.

Kita lihat kerinduan Tuhan untuk menegakkan kerajaan Sorga di bumi dinyatakan lewat doa Bapa kami, yang tekanannya adalah 'di bumi seperti di sorga'.

Matius 6:9-10

6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Kita juga harus merindukan supaya di bumi seperti di Sorga, sama dengan merindukan kerajaan Sorga di bumi (hidup di dunia tetapi serasa di Sorga), sampai masuk kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan Sorga selamanya.

Oleh karena itu, kita juga harus banyak berdoa seperti doa yang diajarkan Yesus, dan mempraktikkan apa yang kita sudah doakan dalam hidup sehari-hari.
Apa yang didoakan jangan sampai berbeda dengan apa yang kita praktikkan.
Contoh: kita berdoa supaya sabar, praktiknya kita belajar untuk sabar.

'datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga' = kita harus berada dalam kehendak Tuhan, supaya kita mengalami kerajaan Sorga di bumi. Ini sama dengan kita hidup menurut kehendak Tuhan. Ini yang harus kita doakan dan praktikkan.
Jika kita hidup dalam kehendak Tuhan, sekalipun sakit bagi daging dan tidak cocok dengan kehendak kita, segala kebutuhan jasmani dan rohani akan menjadi urusan Tuhan, sampai nanti kita benar-benar masuk Firdaus dan kerajaan Sorga yang kekal.

Kalau sudah ada jaminan dari Tuhan, tidak akan ada kekuatiran lagi. Ini merupakan salah satu kehendak Tuhan, yaitu tidak boleh ada kekuatiran.

Matius 6:25,31-34

6:25. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Sebaliknya, kalau kita hidup menurut kehendak sendiri, di luar kehendak Tuhan, mungkin merasa lebih bagus dari pada kehendak Tuhan, tetapi kita akan hidup dalam kekuatiran dan ketakutan, sehingga hanya sibuk untuk mencari apa yang kita butuhkan di dunia, seperti bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, dan akibatnya binasa bersama dunia.
Contoh: Petrus dan kawan-kawan disuruh menjadi penjala manusia (kehendak Tuhan). Tetapi setelah Yesus mati, Petrus hendak menjadi penjala ikan. Secara logika memang benar, tetapi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Banyak yang terkecoh sekarang. Akhirnya Petrus telanjang, gagal, dan hancur.

Jadi, kehendak Tuhan adalah di bumi seperti di Sorga, sama dengan tidak kuatir. Kita akan merasakan Firdaus kalau tidak ada kekuatiran, dan kita berada dalam kehendak Tuhan.

Pengertian kekuatiran:
  1. Ketakutan, kecemasan, kegelisahan akan sesuatu yang belum terjadi.
    Oleh sebab itu, kita harus mendengar firman nubuat dalam setiap ibadah.

    Firman nubuat adalah firman yang diungkapkan rahasianya dan firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali.

  2. Hidup tanpa iman/ firman.

Beberapa macam kekuatiran:
  1. Kekuatiran tentang hidup sehari-hari, apa yang dimakan, diminum, dan dipakai.
    Matius 6:31
    6:31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

  2. Kekuatiran akan masa depan.
    Matius 6:34
    6:34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

  3. Kekuatiran dalam nikah rumah tangga, mulai dari perjodohan kaum muda.
    1 Korintus 7:29-32
    7:29. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
    7:30. dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
    7:31. pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
    7:32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

  4. Kekuatiran akan menghadapi penderitaan sebagai anak Tuhan, penderitaan karena Yesus.
    Matius 10:19-20
    10:19. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
    10:20. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

    Dari kekuatiran ini banyak yang menyangkal Yesus.
    Contoh: Petrus. Saat Yesus akan disalib, ia mengikut Yesus dari jauh karena takut/ kuatir, dan akhirnya ia menyangkal Yesus.

  5. Kekuatiran kalau tidak selamat/ tidak masuk Sorga.
    Yohanes 14:1-2
    14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
    14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

    Tuhan sudah menjamin. Jangan gelisah!
    'Aku pergi ke situ' = Yesus mati, bangkit, dan naik ke Sorga. Ini adalah jaminan supaya kita merasakan kerajaan Sorga di bumi, sampai masuk Firdaus yang akan datang dan Yerusalem baru.
    Di luar korban Kristus, tidak ada jaminan.

    Oleh sebab itu, kita harus menghargai korban Kristus dalam setiap kehidupan kita, supaya kita tidak ada kekuatiran.

    Menghargai korban Kristus artinya bertobat, berhenti berbuat dosa.
    Asalkan kita bertobat, sudah ada jaminan untuk masuk Sorga, apalagi hanya untuk hidup di dunia.

Lima luka Yesus menanggung lima kekuatiran di atas, supaya kita bisa menyerah sepenuh pada Tuhan.

Kekuatiran melanda dua golongan manusia di bumi:
  1. Kekuatiran melanda bangsa-bangsa di dunia yang berada di luar Tuhan.
    Lukas 21:25-26
    21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

  2. Kekuatiran melanda anak dan pelayan Tuhan di dalam rumah Tuhan.
    Lukas 10:40-41
    10:40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
    10:41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

    Tubuh kita adalah rumah Tuhan. Sekarang rumah tangga yang dibuat untuk ibadah juga merupakan rumah Tuhan.

Akibat kekuatiran:
  1. Kembali pada tabiat bangsa kafir, yaitu:
    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tidak setia dalam nikah, sampai tidak setia dalam segala hal.
    • Tidak benar.
      1. Hanya berkata sia-sia, dusta, gosip, seperti anjing menjilat muntah.
        Kalau tidak setia, pasti tidak benar. Kalau tidak benar, pasti tidak setia.
        Kesetiaan dan kebenaran adalah satu, tidak bisa dipisahkan.

      2. Hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, seperti babi dimandikan kembali lagi ke kubangan.

  2. Bungkuk rohani seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun di Bait Allah.
    Amsal 12:25
    12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

    2 Timotius 3:1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'tidak mempedulikan agama' = mencampuradukkan agaima.
    'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah' = tidak taat.

    Sekalipun beribadah tetapi tidak pernah berubah, artinya tetap mempertahankan delapan belas sifat tabiat daging, mulai dari egois sampai tidak taat (tidak mengasihi Tuhan). Di luar kehendak Tuhan, sama dengan tanpa kasih.
    Akibatnya adalah menjadi seperti perempuan bungkuk yang tidak bisa berdiri tegak, artinya tidak bisa memuliakan Tuhan, tetapi memalukan dan memilukan Tuhan, memedihkan hati orang tua, dan membuat gembala berkeluh kesah.

    Mengapa begitu? Karena menolak kuasa ibadah, itulah firman pengajaran yang benar dan salib.
    Akibatnya adalah dicap 666, menjadi sama dengan antikris.
    Hanya pedang dan salib yang bisa mengubahkan kita.

  3. Mati secara jasmani dan rohani.
    Lukas 21:25-26
    21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26. Orang akan
    mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

    Kekuatiran adalah pembunuh utama.
    Mati rohani = tidak bergairah dalam perkara rohani, berbuat dosa, sampai binasa selamanya.

Mengapa pelayan Tuhan bisa kuatir? Kita belajar dari Marta.
Lukas 10:40
10:40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Marta menghendaki Maria menjadi penolongnya, padahal menurut kitab Kejadian seorang istri adalah penolong suami. Saat itu, suami secara rohani adalah Yesus.

Kejadian 2:18
2:18. TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Jadi, Marta mau menempatkan diri sebagai kepala, merampas kedudukan Yesus sebagai kepala.
Ini yang banyak terjadi, sehingga kekuatiran melanda gereja Tuhan.

Kalau bukan Yesus yang jadi kepala, maka manusia bisa jadi kepala, bahkan menempatkan serigala dan burung (kehendak setan) sebagai kepala.

Inilah pelayanan yang tidak menempatkan Yesus sebagai kepala, yaitu:
  • Hanya menyalahkan orang lain dan Tuhan, mengecilkan dan merendahkan orang lain.
  • Hanya membunuh seperti Saulus.
Kalau tidak menempatkan Yesus sebagai kepala, akibatnya adalah ketakutan, kehancuran, dan kebinasaan.

Oleh sebab itu, kita harus berusaha untuk menempatkan Yesus/ firman pengajaran yang benar sebagai kepala.
Artinya kita selalu hidup menurut kehendak Tuhan sekalipun sakit bagi daging. Kita mengutamakan firman pengajaran yang benar lebih dari semua.
Hasilnya adalah kita hidup dalam ketenangan.

Praktik menempatkan Yesus sebagai kepala:
  1. Mencari dahulu kerajaan Sorga dan kebenarannya, artinya mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua.
    Matius 6:33
    6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Kita belajar dan bekerja sungguh-sungguh, tetapi jangan lupakan ibadah.
    Kita juga beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, memakai ikat pinggang.

    Yesaya 11:5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Lukas 17:8-10
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
    17:9. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
    17:10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna;
    kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

    Kalau sudah setia dan benar, kita tidak akan menuntut apa-apa lagi, tetapi hanya melakukan kewajiban.
    Setia dan benar = pelayanan mempelai. Di dalam pelayanan mempelai kita menjadi doulos. Kita tidak menuntut hak, tetapi hanya melakukan kewajiban, tidak merasa berjasa, merasa tidak berguna.

    Inilah pelayan Tuhan yang memuliakan dan mengagungkan Tuhan, yang memuaskan Dia.
    Hasilnya:
    • Kita akan merasakan kepuasan Sorga.

    • Semua akan ditambahkan kepada kita.
      Matius 6:33
      6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

      Kita diberkati sampai berkelimpahan. Kita hanya mengucap syukur dan bisa mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus kepada Tuhan, dan memberi untuk sesama yang membutuhkan.

    • Bisa menjadi saksi Tuhan untuk memenangkan jemaat Laodikia yang hanya menggembar-gemborkan perkara jasmani dan tanpa penyucian.
      Wahyu 3:14-16
      3:14. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
      3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
      3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

      Yang penting kita setia dan benar, maka kita bisa menjadi saksi.

    • Kita dipakai dalam kegerakan kuda putih, artinya kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Wahyu 19:11
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      Kita dipakai dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
      Saat kita dipakai Tuhan, saat itu hidup kita dirapikan, ditata menjadi indah, dan diberi perhiasan mempelai.

  2. Tergembala dengan benar dan baik.
    Lukas 12:31-32
    12:31. Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
    12:32. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

    Kita selalu berada di kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu ibadah raya, ibadah pendalaman Alkitab, dan ibadah doa.

    Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian secara terus-menerus sampai kita mengaku bahwa kita hanya kawanan kecil/ domba sembelihan yang tidak bisa apa-apa dan hanya satu langkah jaraknya dengan maut. Kita hanya menyerah sepenuh kepada Tuhan, menyembah dengan hancur hati, mengakui kekurangan dan kelemahan kita. Kita mengulurkan tangan kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita, sampai menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.

    Yesaya 40:11
    40:11. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

    Hasilnya adalah:
    • Tangan belas kasih Tuhan memeluk kita, berarti ada perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib kepada kita yang tidak berdaya, di tengah kesulitan dunia sampai masa antikris berkuasa di dunia.

    • Tuhan memberi kehangatan, dan menyatukan serta menyelamatkan kita sekeluarga.

    • Tangan belas kasih Tuhan memangku kita, aritnya menanggung segala letih lesu dan beban berat kita, sehingga semua menjadi enak dan ringan. Semua masalah dan beban berat termasuk dosa-dosa diselesaikan tepat pada waktunya.

    • Tangan belas kasih Tuhan menuntun ke Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.
      Artinya Dia menyucikan dan membaharui kita.
      Pembaharuan menuju Yerusalem baru adalah jujur dan taat. Maka kita akan bersuasana Firdaus, ada masa depan berhasil dan indah, sampai nanti kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, sampai kita masuk kerajaan Sorga selamanya.


Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top