Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Wahyu 11:15-19
11:15.Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kitadan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya."
11:16. Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Allah di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Allah,
11:17. sambil berkata: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja

Ayat 15-17= sangkakala ketujuh menampilkan pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga, untuk menegakkan kerajaan Sorga di dunia. Itulah kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai nanti benar-benar masuk kerajaan Sorga, Yerusalem baru selamanya.

Kita lihat kerinduan Tuhan untuk menegakkan kerajaan Sorga di bumi dinyatakan lewat doa Bapa kami, yang tekanannya adalah 'di bumi seperti di sorga'.

Matius 6:9-10

6:9.Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10.datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Kita juga harus merindukan supaya di bumi seperti di Sorga, sama dengan merindukan kerajaan Sorga di bumi (hidup di dunia tetapi serasa di Sorga), sampai masuk kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), dan kerajaan Sorga selamanya.

Oleh karena itu, kita juga harus banyak berdoa seperti doa yang diajarkan Yesus, dan mempraktikkan apa yang kita sudah doakan dalam hidup sehari-hari.
Apa yang didoakan jangan sampai berbeda dengan apa yang kita praktikkan.
Contoh: kita berdoa supaya sabar, praktiknya kita belajar untuk sabar.

'datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga' = kita harus berada dalam kehendak Tuhan, supaya kita mengalami kerajaan Sorga di bumi. Ini sama dengan kita hidup menurut kehendak Tuhan. Ini yang harus kita doakan dan praktikkan.
Jika kita hidup dalam kehendak Tuhan, sekalipun sakit bagi daging dan tidak cocok dengan kehendak kita, segala kebutuhan jasmani dan rohani akan menjadi urusan Tuhan, sampai nanti kita benar-benar masuk Firdaus dan kerajaan Sorga yang kekal.

Kalau sudah ada jaminan dari Tuhan, tidak akan ada kekuatiran lagi. Ini merupakan salah satu kehendak Tuhan, yaitu tidak boleh ada kekuatiran.

Matius 6:25,31-34

6:25."Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:31.Sebab itu janganlah kamu kuatirdan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32.Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33.Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34.Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Sebaliknya, kalau kita hidup menurut kehendak sendiri, di luar kehendak Tuhan, mungkin merasa lebih bagus dari pada kehendak Tuhan, tetapi kita akan hidup dalam kekuatiran dan ketakutan, sehingga hanya sibuk untuk mencari apa yang kita butuhkan di dunia, seperti bangsa kafir yang tidak mengenal Tuhan, dan akibatnya binasa bersama dunia.
Contoh: Petrus dan kawan-kawan disuruh menjadi penjala manusia (kehendak Tuhan). Tetapi setelah Yesus mati, Petrus hendak menjadi penjala ikan. Secara logika memang benar, tetapi tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Banyak yang terkecoh sekarang. Akhirnya Petrus telanjang, gagal, dan hancur.

Jadi, kehendak Tuhan adalah di bumi seperti di Sorga, sama dengan tidak kuatir. Kita akan merasakan Firdaus kalau tidak ada kekuatiran, dan kita berada dalam kehendak Tuhan.

Pengertian kekuatiran:
  1. Ketakutan, kecemasan, kegelisahan akan sesuatu yang belum terjadi.
    Oleh sebab itu, kita harus mendengar firman nubuat dalam setiap ibadah.

    Firman nubuat adalah firman yang diungkapkan rahasianya dan firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali.

  2. Hidup tanpa iman/ firman.

Beberapa macam kekuatiran:
  1. Kekuatiran tentang hidup sehari-hari, apa yang dimakan, diminum, dan dipakai.
    Matius 6:31
    6:31.Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

  2. Kekuatiran akan masa depan.
    Matius 6:34
    6:34.Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

  3. Kekuatiran dalam nikah rumah tangga, mulai dari perjodohan kaum muda.
    1 Korintus 7:29-32
    7:29.Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
    7:30.dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
    7:31.pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
    7:32.Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

  4. Kekuatiran akan menghadapi penderitaan sebagai anak Tuhan, penderitaan karena Yesus.
    Matius 10:19-20
    10:19.Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatirakan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
    10:20.Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.

    Dari kekuatiran ini banyak yang menyangkal Yesus.
    Contoh: Petrus. Saat Yesus akan disalib, ia mengikut Yesus dari jauh karena takut/ kuatir, dan akhirnya ia menyangkal Yesus.

  5. Kekuatiran kalau tidak selamat/ tidak masuk Sorga.
    Yohanes 14:1-2
    14:1."Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
    14:2.Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situuntuk menyediakan tempat bagimu.

    Tuhan sudah menjamin. Jangan gelisah!
    'Aku pergi ke situ' = Yesus mati, bangkit, dan naik ke Sorga. Ini adalah jaminan supaya kita merasakan kerajaan Sorga di bumi, sampai masuk Firdaus yang akan datang dan Yerusalem baru.
    Di luar korban Kristus, tidak ada jaminan.

    Oleh sebab itu, kita harus menghargai korban Kristus dalam setiap kehidupan kita, supaya kita tidak ada kekuatiran.

    Menghargai korban Kristus artinya bertobat, berhenti berbuat dosa.
    Asalkan kita bertobat, sudah ada jaminan untuk masuk Sorga, apalagi hanya untuk hidup di dunia.

Lima luka Yesus menanggung lima kekuatiran di atas, supaya kita bisa menyerah sepenuh pada Tuhan.

Kekuatiran melanda dua golongan manusia di bumi:
  1. Kekuatiran melanda bangsa-bangsa di dunia yang berada di luar Tuhan.
    Lukas 21:25-26
    21:25."Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26.Orang akan mati ketakutan karena kecemasanberhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

  2. Kekuatiran melanda anak dan pelayan Tuhan di dalam rumah Tuhan.
    Lukas 10:40-41
    10:40.sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
    10:41.Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatirdan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

    Tubuh kita adalah rumah Tuhan. Sekarang rumah tangga yang dibuat untuk ibadah juga merupakan rumah Tuhan.

Akibat kekuatiran:
  1. Kembali pada tabiat bangsa kafir, yaitu:
    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, tidak setia dalam nikah, sampai tidak setia dalam segala hal.
    • Tidak benar.
      1. Hanya berkata sia-sia, dusta, gosip, seperti anjing menjilat muntah.
        Kalau tidak setia, pasti tidak benar. Kalau tidak benar, pasti tidak setia.
        Kesetiaan dan kebenaran adalah satu, tidak bisa dipisahkan.

      2. Hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, seperti babi dimandikan kembali lagi ke kubangan.

  2. Bungkuk rohani seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun di Bait Allah.
    Amsal 12:25
    12:25.Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

    2 Timotius 3:1-5
    3:1.Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2.Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1)dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3)dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6)dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3.tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4.suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5.Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'tidak mempedulikan agama' = mencampuradukkan agaima.
    'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah' = tidak taat.

    Sekalipun beribadah tetapi tidak pernah berubah, artinya tetap mempertahankan delapan belas sifat tabiat daging, mulai dari egois sampai tidak taat (tidak mengasihi Tuhan). Di luar kehendak Tuhan, sama dengan tanpa kasih.
    Akibatnya adalah menjadi seperti perempuan bungkuk yang tidak bisa berdiri tegak, artinya tidak bisa memuliakan Tuhan, tetapi memalukan dan memilukan Tuhan, memedihkan hati orang tua, dan membuat gembala berkeluh kesah.

    Mengapa begitu? Karena menolak kuasa ibadah, itulah firman pengajaran yang benar dan salib.
    Akibatnya adalah dicap 666, menjadi sama dengan antikris.
    Hanya pedang dan salib yang bisa mengubahkan kita.

  3. Mati secara jasmani dan rohani.
    Lukas 21:25-26
    21:25."Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26. Orang akan
    mati ketakutankarena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

    Kekuatiran adalah pembunuh utama.
    Mati rohani = tidak bergairah dalam perkara rohani, berbuat dosa, sampai binasa selamanya.

Mengapa pelayan Tuhan bisa kuatir? Kita belajar dari Marta.
Lukas 10:40
10:40.sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."

Marta menghendaki Maria menjadi penolongnya, padahal menurut kitab Kejadian seorang istri adalah penolong suami. Saat itu, suami secara rohani adalah Yesus.

Kejadian 2:18
2:18.TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

Jadi, Marta mau menempatkan diri sebagai kepala, merampas kedudukan Yesus sebagai kepala.
Ini yang banyak terjadi, sehingga kekuatiran melanda gereja Tuhan.

Kalau bukan Yesus yang jadi kepala, maka manusia bisa jadi kepala, bahkan menempatkan serigala dan burung (kehendak setan) sebagai kepala.

Inilah pelayanan yang tidak menempatkan Yesus sebagai kepala, yaitu:
  • Hanya menyalahkan orang lain dan Tuhan, mengecilkan dan merendahkan orang lain.
  • Hanya membunuh seperti Saulus.
Kalau tidak menempatkan Yesus sebagai kepala, akibatnya adalah ketakutan, kehancuran, dan kebinasaan.

Oleh sebab itu, kita harus berusaha untuk menempatkan Yesus/ firman pengajaran yang benar sebagai kepala.
Artinya kita selalu hidup menurut kehendak Tuhan sekalipun sakit bagi daging. Kita mengutamakan firman pengajaran yang benar lebih dari semua.
Hasilnya adalah kita hidup dalam ketenangan.

Praktik menempatkan Yesus sebagai kepala:
  1. Mencari dahulu kerajaan Sorga dan kebenarannya, artinya mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua.
    Matius 6:33
    6:33.Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

    Kita belajar dan bekerja sungguh-sungguh, tetapi jangan lupakan ibadah.
    Kita juga beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar, memakai ikat pinggang.

    Yesaya 11:5
    11:5.Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggangtetap terikat pada pinggang.

    Lukas 17:8-10
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmudan layanilah akusampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.
    17:9. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?
    17:10. Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna;
    kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan."

    Kalau sudah setia dan benar, kita tidak akan menuntut apa-apa lagi, tetapi hanya melakukan kewajiban.
    Setia dan benar = pelayanan mempelai. Di dalam pelayanan mempelai kita menjadi doulos. Kita tidak menuntut hak, tetapi hanya melakukan kewajiban, tidak merasa berjasa, merasa tidak berguna.

    Inilah pelayan Tuhan yang memuliakan dan mengagungkan Tuhan, yang memuaskan Dia.
    Hasilnya:
    • Kita akan merasakan kepuasan Sorga.

    • Semua akan ditambahkan kepada kita.
      Matius 6:33
      6:33. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

      Kita diberkati sampai berkelimpahan. Kita hanya mengucap syukur dan bisa mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus kepada Tuhan, dan memberi untuk sesama yang membutuhkan.

    • Bisa menjadi saksi Tuhan untuk memenangkan jemaat Laodikia yang hanya menggembar-gemborkan perkara jasmani dan tanpa penyucian.
      Wahyu 3:14-16
      3:14. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
      3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
      3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

      Yang penting kita setia dan benar, maka kita bisa menjadi saksi.

    • Kita dipakai dalam kegerakan kuda putih, artinya kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Wahyu 19:11
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      Kita dipakai dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
      Saat kita dipakai Tuhan, saat itu hidup kita dirapikan, ditata menjadi indah, dan diberi perhiasan mempelai.

  2. Tergembala dengan benar dan baik.
    Lukas 12:31-32
    12:31.Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
    12:32.Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

    Kita selalu berada di kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, yaitu ibadah raya, ibadah pendalaman Alkitab, dan ibadah doa.

    Di dalam kandang penggembalaan, kita mengalami penyucian secara terus-menerus sampai kita mengaku bahwa kita hanya kawanan kecil/ domba sembelihan yang tidak bisa apa-apa dan hanya satu langkah jaraknya dengan maut. Kita hanya menyerah sepenuh kepada Tuhan, menyembah dengan hancur hati, mengakui kekurangan dan kelemahan kita. Kita mengulurkan tangan kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita, sampai menyerahkan nyawa-Nya bagi kita.

    Yesaya 40:11
    40:11.Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nyadengan hati-hati.

    Hasilnya adalah:
    • Tangan belas kasih Tuhan memeluk kita, berarti ada perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib kepada kita yang tidak berdaya, di tengah kesulitan dunia sampai masa antikris berkuasa di dunia.

    • Tuhan memberi kehangatan, dan menyatukan serta menyelamatkan kita sekeluarga.

    • Tangan belas kasih Tuhan memangku kita, aritnya menanggung segala letih lesu dan beban berat kita, sehingga semua menjadi enak dan ringan. Semua masalah dan beban berat termasuk dosa-dosa diselesaikan tepat pada waktunya.

    • Tangan belas kasih Tuhan menuntun ke Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.
      Artinya Dia menyucikan dan membaharui kita.
      Pembaharuan menuju Yerusalem baru adalah jujur dan taat. Maka kita akan bersuasana Firdaus, ada masa depan berhasil dan indah, sampai nanti kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, sampai kita masuk kerajaan Sorga selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2018 (Jumat Sore)
    ... dan Manasye sama seperti Ruben dan Simeon. Tawarikh - . Anak-anak Ruben anak sulung Israel. Dialah anak sulung tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf anak Israel juga sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. . Memang Yehudalah yang melebihi ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 (Minggu Siang)
    ... bukan ' sama dengan kebimbangan terhadap pengajaran yang benar sampai satu waktu gugur dari iman firman pengajaran yang benar. Selama ini Hawa bahagia di taman Eden karena mendengar suara Tuhan tetapi mendadak ular berbicara dengan dia sehingga ia mulai bimbang terhadap pengajaran yang benar. Oleh sebab itu Tuhan berkata perhatikanlah cara kamu ...
  • Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang II, 28 Juli 2011 (Kamis Pagi)
    ... tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Jawaban yang kedua adalah TUHAN YESUS SANGAT RINDU UNTUK MENEMPATKAN DIRINYA SEBAGAI KEPALA ATAS TUBUH. Kalau Tuhan Yesus begitu rindu maka sidang jemaat juga harus rindu untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala lewat pembangunan tubuh Kristus. Persekutuan adalah sesuatu yang wajar. Kalau merindu ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 September 2014 (Senin Sore)
    ... harus memiliki ketegasan sekalipun memang sakit bagi daging. Contoh di kantor semua korupsi tetapi kita tidak mau karena kita mau hidup benar kita bukan dipuji tetapi dikatakan benar sendiri dimusuhi dibenci tanpa alasan dan lain-lain. kita tidak menghakimi orang berdosa sebab kita dulu juga berdosa dan sudah mengalami pengampunan dosa. Kita tidak ...
  • Ibadah Doa Malang, 18 Maret 2014 (Selasa Sore)
    ... hidup kita nikah kita ibadah pelayanan kita ditandai dengan sengsara daging karena Yesus maka kita juga bisa mendengar dan melihat firman penggembalaan yang benar keras dan tajam suara sangkakala yang nyaring sehingga kita bisa mengalami penyucian dan keubahan hidup sampai menjadi tubuh Kristus yang sempurna mempelai wanita Surga yang siap ...
  • Ibadah Doa Malang, 19 November 2013 (Selasa Sore)
    ... mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan yakni Pitom dan Raamses. Tetapi makin ditindas makin bertambah banyak dan berkembang mereka sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu. Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat yaitu mengerjakan tanah liat dan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 Agustus 2017 (Rabu Sore)
    ... putus asa . kami dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian kami dihempaskan namun tidak binasa. 'harta ini' cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Bagaimana caranya diisi harta sorgawi Lewat mendengar firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua kabar mempelai dalam urapan Roh Kudus ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 April 2020 (Selasa Sore)
    ... Hubungan kesucian. Ranting memang kecil tetapi kalau setia tekun dan suci ranting akan mengalami urapan Roh Kudus sehingga menghasilkan angka sembilan yaitu Sembilan karunia Roh Kudus. Korintus - . Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata ...
  • Ibadah Jumat Agung Malang, 10 April 2009 (Jumat Sore)
    ... kekal. Imamat - . Sangkakala juga ditiup pada tahun Yobel di mana terjadi pembebasan tanah yang dijual rumah yang dijual harus kembali ke pemiliknya budak-budak dibebaskan. Jadi pada tahun Yobel Tuhan menggembalikan apa-apa yang sudah hilang dari kita. Sangkakala atau firman penggembalaan mampu menggembalikan apa-apa yang sudah hilang dari kita. Kuasa kematian ...
  • Ibadah Raya Malang, 04 Agustus 2013 (Minggu Pagi)
    ... untuk menjadi pelayan Tuhan untuk bisa dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Matius Tangan kasih Tuhan menuntun kita sampai berada di tangan Tuhan selamanya. IBADAH RAYASalam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius b . . . Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Ini adalah tentang ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.