English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 03 Juni 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar sangkakala yang dasyat bunyinya untuk mengangkat gereja Tuhan dari dunia ini...

Ibadah Doa Malang, 30 April 2013 (Selasa Sore)
(Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 01 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Paskah Persekutuan II di Square Ballroom Surabaya, 08 Juni 2016 (Rabu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Desember 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 September 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:36-50 adalah tentang Yesus diurapi oleh...

Ibadah Persekutuan Papua I, 02 Maret 2010 (Selasa Sore)
Peringatan 1 abad injil masuk ke Papua.

Tema: Ibrani 4: 12.

Ibadah Doa Puasa Malang Session III, 23 Desember 2008 (Selasa Sore)
Matius 24:29 "Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x", yaitu terjadi...

Ibadah Doa Malang, 12 April 2011 (Selasa Sore)
Matius 26:6-13 menunjuk PERSIAPAN PASKAH.

Kegunaan kematian Yesus sebagai Anak Domba...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 April 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 15-23
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi...

Ibadah Doa Malang, 26 November 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 judul/ kata pengantar dari kitab...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 April 2011 (Sabtu Sore)
Markus 15:20b-47 adalah 7 hal yang kena-mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib.

Ibadah Doa Malang, 14 April 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:31 adalah keadaan ketiga saat kedatangan Tuhan kedua kali, yaitu...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus di Palangkaraya, 22 September 2011 (Kamis Sore)
TEMA: Lukas 7:16b   "Allah telah melawat umat-Nya."

Siapakah umat Allah yang sebenarnya?

Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian, artinya...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 21 Oktober 2012 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan adalah tentang 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian. Sekarang artinya sengsara yang dialami Yesus untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan kita semua.

Kita membahas cerita keenam dalam Matius 27:56-61 tentang Yesus dikuburkan.
Yesus dikuburkan untuk membuktikan bahwa Dia benar-benar mati.

Matius 27:61
27:61 Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

Istilah 'duduk di depan kubur' artinya:


  1. Menikmati pengalaman kematian bersama Yesus. Maka kita akan mengalami sembilan kebahagiaan Sorga.
  2. Tidak mau cepat-cepat keluar dari pengalaman kematian, sabar dalam pengalaman kematian. Atau sabar menunggu waktunya Tuhan. 
Pagi ini, kita membahas pengertian kedua.

Dua kesalahan yang terjadi saat menghadapi pengalaman kematian:
  • Kecewa dan bersungut-sungut. 
  • Mau mencari jalan keluar sendiri di luar firman.
    Di luar firman, yang ada hanya jalan buntu dan kebinasaan untuk selamanya.
Jadi, kita harus sabar dalam menghadapi pengalaman kematian/ pengalaman salib. Ini sama dengan sabar menunggu waktu Tuhan.

Praktek sehari-hari sabar dalam pengalaman kematian:
  1. Selalu menghampiri takhta kasih karunia Yesus sebagai Imam Besar, di sebelah kanan Allah Bapa.
    Ibrani 4:14-16
    4:14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
    4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.


    Ibrani 2:17
    2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

    Menghampiri takhta Tuhan artinya kita selalu mengalami pelayanan pendamaian oleh Yesus sebagai Imam Besar yang setia dan berbelas kasihan, untuk selalu mendamaikan dosa-dosa kita, untuk membenarkan kita, untuk menyelamatkan kita.

    Kisah Rasul 16:30-34
    16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
    16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
    16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.
    16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.
    16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah.

    Bagaimana supaya kita selamat?
    1. Percaya, iman kepada Yesus lewat mendengar firman Allah.
    2. Firman Allah menunjuk dosa-dosa kita dan mendorong kita untuk mengaku dosa. Maka darah Yesus akan mengampuni dosa-dosa kita. Setelah diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

      Kita harus bertobat mulai dari 8 dosa yang menjauhkan kita dari takhta Imam Besar dan menenggelamkan kita ke lautan api dan belerang.
      Wahyu 21:8
      21:8 Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Penutup dari 8 dosa ini adalah dusta. Kita harus waspada agar jangan sampai berdusta.

    3. Baptisan air.
      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptisan air yang benar adalah kehidupan yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan bersama Yesus dalam baptisan air, untuk bangkit dalam hidup baru, hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran. Ini seperti 8 orang yang masuk bahtera Nuh. Kalau satu keluarga bisa masuk baptisan air yang benar, itu adalah kasih karunia Tuhan ditambah kebahagiaan Sorga yang lebih dari apapun juga.

      Kalau tidak mau dikuburkan dalam baptisan air, tetap mempertahankan 8 dosa, maka akan dikuburkan dalam lautan api dan belerang selama-lamanya di neraka.
      Tetapi kalau kita mau dikuburkan dalam baptisan air bersama dosa-dosa kita, maka kita bagaikan naik bahtera Nuh. Artinya:
      • Kita selamat dan tidak dihukum.

      • Segala letih lesu dan beban berat kita ditanggung oleh Yesus. Hidup kita menjadi enak dan ringan.
        Ibrani 4:15
        4:15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

      • Tangan Imam Besar diulurkan untuk dapat menolong kita dalam segala masalah sampai yang mustahil sekalipun, dan tepat pada waktuNya.
        Ibrani 2:17-18
        2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
        2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

        Ibrani 4:16
        4:16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.


  2. Tergembala dalam penggembalaan yang benar.
    1 Petrus 5:2-6
    5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
    5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.
    5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
    5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.


    Keluaran 32:25
    32:25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang  --  sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka  --

    Kalau lepas dari penggembalaan, maka akan menjadi seperti kuda yang terlepas dari kandang.

    Syarat tergembala:
    1. Masuk kandang penggembalaan, sama dengan masuk Ruangan Suci. Di dalamnya terdapat 3 macam alat:
      • Pelita Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Raya.
      • Meja Roti Sajian, yaitu ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
      • Medzbah Dupa Emas, yaitu ketekunan dalam Ibadah Doa.
      Di sini daging yang liar sedang dibendung untuk menjadi dombanya Tuhan.

    2. Beribadah melayani tidak boleh dipaksa atau terpaksa, tetapi berdasarkan kerelaan hati. Juga beribadah melayani dengan pengabdian diri, bukan mencari keuntungan jasmani.
      1 Petrus 5:2
      5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

    3. Menjadi teladan dalam perkataan benar dan baik, perbuatan benar dan baik.
      1 Petrus 5:3
      5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

    4. Tunduk, taat dengar-dengaran.
      1 Petrus 5:5-6
      5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Kita mengulurkan tangan kepada Gembala Agung dan Gembala Agung mengulurkan tangan kepada kita. Imam Besar memeluk kehidupan kita dengan erat sampai meninggikan kita pada waktuNya. Semua akan menjadi berhasil pada waktuNya.
      Istilah 'ditinggikan' artinya kita dipakai dalam kegerakan hujan akhir, sampai nanti mendapat mahkota yang tidak pernah layu.

      1 Petrus 5:4
      5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.


  3. Rela sengsara daging tanpa dosa.
    Pengkhotbah 3:11-12
    3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
    3:12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.


    Pekerjaan Tuhan dari awal sampai akhir adalah untuk membuat segala sesuatu indah dalam hidup kita. Tetapi seringkali kita tidak dapat menyelami pekerjaan Tuhan.

    Sengsara daging tanpa dosa adalah:
    1. Untuk mematikan keinginan daging yang membuat hidup kita tidak indah.
    2. Untuk mengubahkan dan membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani.
      2 Korintus 4:16-17
      4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
      4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.


      Yohanes 2:3-5,9
      2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
      2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
      2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
      2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu  --  dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya  --  ia memanggil mempelai laki-laki,

      Hati yang kuatir dan bimbang harus diubahkan menjadi hati yang percaya.
      Hati yang tidak sabar harus diubahkan menjadi hati yang sabar.
      Hati yang memberontak, berbantah-bantah harus diubahkan menjadi hati yang taat.
      Mulut harus berkata benar dan baik, bersaksi, sampai menyembah Tuhan.

      Maka hidup kita akan menjadi indah dan bahagia. Sampai yang paling indah dan bahagia saat kedatangan Yesus kedua kali.




Tuhan memberkati.





kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top