English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Februari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15
28:11 Ketika mereka di tengah jalan,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 36-44
= nubuat ke-7.
Tidak ada yang tahu akan kedatangan Tuhan. Karena itu,...

Ibadah Doa Malang, 25 Maret 2014 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus:

Wahyu 1:10,...

Ibadah Doa Surabaya, 16 Agustus 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Desember 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Persekutuan IV di Tentena-Poso, 25 September 2014 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Maret 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 6-7, 12-13
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Januari 2015 (Kamis Sore)
Dari siaran langsung Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal...

Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan tabernakel menunjuk tentang...

Ibadah Doa Malang, 27 Juli 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak Domba...

Ibadah Doa Malang, 19 Juni 2012 (Selasa Sore)
Matius 27:11-26 percikan darah kedua yang dialami Yesus yaitu:
Ayat 11-14 Yesus menghadapi...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Januari 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Ciawi III, 03 Desember 2008 (Rabu Sore)
Wahyu 21: 5
Tuhan menciptakan manusia baru yang sama mulia dengan Dia untuk...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 25 September 2011 (Minggu Pagi)

Matius 26:26-29  
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."
26:27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
26:29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku."

Tentang Makan Perjamuan Suci.

Makan Perjamuan Suci adalah sungguh-sungguh makan tubuh Kristus dan minum darah Kristus.
Jika sudah didoakan, Perjamuan Suci bukan lagi sekedar lambang, tetapi benar-benar tubuh dan darah Yesus.

Sebab itu, tidak boleh sembarangan dalam makan dan minum Perjamuan Suci!
Dulu, siapa yang salah dalam makan Perjamuan Paskah, harus mati (bagi kita sekarang: mati rohani).

Peraturan Makan Perjamuan Suci dalam Perjanjian Baru.
I Korintus 11:27-31
11:27 Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
11:28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.
11:29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.
11:30 Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.
11:31 Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

Ada 3 kemungkinan saat makan dan minum Perjamuan Suci:
  1. Makan dan minum Perjamuan Suci dengan cara yang tidak layak, yakni mempertahankan dosa, tidak merasa bersalah bahkan menantang.
    Akibatnya adalah tetap hidup dalam dosa (dosa mendarah-daging/permanen), menjadi lemah dan mati secara tubuh, terlebih secara rohani.

  2. Menolak Perjamuan Suci dengan berbagai alasan = menolak korban Kristus.
    Akibatnya adalah di luar korban Kristus tidak ada keselamatan, hanya ada kebinasaan.

  3. Yang benar adalah makan dan minum Perjamuan Suci dengan menguji diri (menghakimi diri sendiri).
    Menghakimi diri sendiri = menghukum dosa, terutama lewat pekerjaan Firman.

    Hasilnya mendatangkan berkat Tuhan sampai kepada berkat hidup kekal.

Wahyu 1:15a
1:15a Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian;

Ulangan 28:23
28:23 Juga langit yang di atas kepalamu akan menjadi tembaga dan tanah yang di bawahpun menjadi besi.

Penghukuman daging/dosa dalam Tabernakel adalah tembaga.
Kaki Yesus sebagai Imam Besar adalah bagaikan tembaga yang membara dalam perapian.

Jadi, posisi kehidupan yang menguji diri (menghakimi diri sendiri) adalah berada di bawah kaki Yesus.


Ada 3 pengertian/praktek berada di bawah kaki Yesus:
  1. Menguji/menghakimi diri sendiri = menghukum dosa-dosa, tidak mau bertahan dalam dosa.
    APA yang harus dihakimi?

    • Segala perbuatan dosa, termasuk perkataan dosa, juga angan-angan/pikiran dosa, semua harus diselesaikan.
      II Korintus 5:10
      5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

    • Segala sesuatu yang tidak kita lakukan kepada sesama yang membutuhkan, sekalipun kita sudah digerakkan Tuhan = tidak mau memberi dan mengunjungi.
      Matius 25:45-46
      25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
      25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

      Kita harus memperhatikan sesama dalam kebutuhan secara jasmani, maupun kebutuhan rohani. Kebutuhan untuk ditolong dari dosa, perlu dibawa kepada Yesus.

    Semua akan dihakimi di Tahta Putih (Tahta Pengadilan Kristus) untuk dihukum dalam neraka, tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri.

    Wahyu 20:11-12, 14-15
    20:11. Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
    20:12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu.
    20:14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
    20:15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

    Sebab itu, lebih baik MULAI SEKARANG kita menghakimi diri sendiri.

    I Petrus 4:17
    4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?

    Sekarang saatnya untuk menguji/menghakimi diri sendiri, terutama lewat Firman Pengajaran benar dan Perjamuan Suci = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

    Tidak rugi mulai dari saat ini kita bertekun dan disucikan dari dosa-dosa, sebab kalau sudah sampai di Tahta Putih tidak ada lagi kesempatan memperbaiki diri dan hanya ada penghukuman neraka.

    Cara menghakimi diri sendiri adalah saat pedang Firman Pengajaran benar menusuk/menunjuk dosa, kita harus menyadari, menyesali, sampai mengaku dosa kepada Tuhan (vertikal) dan sesama (horizontal).
    Jika kita diampuni, jangan berbuat dosa lagi!

    Maka, dosa sudah dipakukan di atas kayu salib dan kita tidak perlu lagi dihakimi di Tahta Putih.
    Dosa dihapus oleh darah Yesus dan nama kita bisa tertulis dalam Kitab Kehidupan.

    HASILNYA:
    • Kita bebas dari penghukuman Tuhan.
      Ingat! Kalau mengulangi dosa, dosa tetap dicatat dan kita pasti akan dihukum.

    • Kita mengalami penyucian terus-menerus (berkesinambungan), seperti ranting yang dibersihkan terus-menerus, sehingga pasti akan menghasilkan buah-buah yang manis.
      Efesus 5:8-10
      5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
      5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
      5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.

      Buah-buah manis = buah-buah terang, yakni:
      • Buah kebenaran = benar dalam segala hal, sesuai kebenaran Firman.
        Di luar Firman hanya ada kebenaran diri sendiri.
      • Buah keadilan = hanya memihak Tuhan (Firman Pengajaran benar).
      • Buah kebaikan = mulai dengan tidak merugikan orang lain, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Sampai kita ditampilkan sebagai terang dunia, tidak ada lagi kegelapan sedikitpun.

      Wahyu 12:1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

      Ada buah-buah terang = bisa mengalahkan kegelapan gantang (kegelapan antikris, persoalan ekonomi, dosa makan-minum) dan tempat tidur (dosa seks).

      Mengapa kita harus selalu mengalami penyucian?
      Hanya kehidupan yang punya terang yang bisa mendapat dua sayap burung nazar yang besar, untuk membawa kita disingkirkan ke padang gurun yang lain, jauh dari antikris.

      Wahyu 12:14
      12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Di padang gurun penyingkiran, kita dipelihara Tuhan secara langsung, yakni lewat roti Firman Pengajaran dan Perjamuan Suci.

      Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = latihan hidup dalam penyingkiran, hidup dari Firman dan Perjamuan Suci.

      Sebaliknya, kalau undur dari ketekunan = mendekati antikris.


  2. Meminyaki kaki Yesus untuk persiapan penguburanNya.
    Yohanes 12:3
    12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

    Memberi minyak = pelayanan.
    Penguburan = waktu terakhir di dunia ini.
    Kaki = tubuh Kristus.

    Artinya kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, yakni kegerakan Roh Kudus Hujan Akhir.

    Sejak Roh Kudus dicurahkan di loteng Yerusalem, terjadi kegerakan Roh Kudus Hujan Awal, kuantitas (jumlah) jiwa-jiwa yang diselamatkan terus bertambah sampai hari ini.
    Namun, bukan hanya kuantitas, kualitas juga harus ditingkatkan sampai mencapai tubuh Kristus yang sempurna.

    Tubuh Kristus yang terkecil adalah mulai dari nikah.
    Kalau nikah tidak benar, tidak mungkin bisa lanjut dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang lebih besar.
    Lebih membesar adalah persekutuan tubuh Kristus dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus internasional (Israel dan Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna).

    Syarat masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus:
    • Kepala harus benar, yakni Firman Pengajaran benar (pribadi Yesus).
      Kepala = pusat komando yang menentukan gerak seluruh tubuh.

    • Ditandai dengan pengorbanan.
      Pelayanan yang ditandai dengan pengorbanan, sampai sakit/menderita bagi daging sudah benar. Itu merupakan pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

      Semua harus dikorbankan (waktu, pikiran, tenaga, uang, perasaan, dsb.), kecuali satu, yaitu Firman Pengajaran benar (Kepala) jangan dikorbankan!

      Perempuan yang meminyaki kaki Yesus mempersembahkan minyak seharga 300 dinar (upah bekerja setahun).
      Namun, Yudas Iskariot justru menganggapnya sebagai pemborosan, karena ada dosa kikir dan serakah.

      Kita harus menguji dosa kikir dan serakah di bawah kaki Tuhan.

      Ingat! Semua pengorbanan kita untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus tidak akan hilang, Tuhan tidak lupa dan Tuhan tidak pernah menipu.

      Markus 14:8-9
      14:8 Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.
      14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

      Abraham juga tidak ragu-ragu untuk mempersembahkan Ishak, anaknya yang tunggal.

      Hasilnya adalah kita akan bertemu dengan Yehova Jireh: Allah menyediakan apa yang tidak ada menjadi ada.

    Giatkan diri dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus!

    Mengapa kita harus masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus?
    Supaya kita tidak masuk dalam pembagunan tubuh Babel (mempelai setan) yang akan dibinasakan selamanya.

    Aktif dalam pelayanan = ketekunan dalam Ibadah Raya.


  3. Tersungkur di bawah kaki Tuhan = menyembah Tuhan.
    Yohanes 11:32
    11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

    Seringkali kita diizinkan Tuhan untuk menghadapi kegagalan, kehancuran, kemustahilan, penyakit yang membahayakan, kecelakaan, dsb. = dalam ancaman maut secara tubuh maupun maut secara rohani (dosa-dosa) yang membawa pada kebinasaan kekal di neraka.

    Tujuan Tuhan adalah supaya kita bisa tersungkur dan menyembah Tuhan, mengakui bahwa kita hanya tanah liat, artinya:

    • Saya tidak layak.
      Saya bukan siapa-siapa, hanya layak diinjak-injak (difitnah, dsb.).

    • Saya tidak mampu apa-apa, hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh pada kemurahan dan belas kasih Tuhan.

    Kita harus banyak tersungkur di bawah kaki Tuhan, terutama lewat ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.
    Air mata kita mungkin dihina orang, namun Tuhan melihatnya.

    HASILNYA: percaya + belas kasih Tuhan = MUJIZAT.

    • Mujizat keubahan hidup:
      Lazarus yang sudah menjadi bangkai busuk bisa dipulihkan kembali.

      Apa yang perlu diubahkan?
      Marta yang keras hati (munafik, menyembunyikan kebusukan), harus diubah menjadi JUJUR.
      Marta yang tidak percaya, harus diubah menjadi PERCAYA.

      Uji dosa ketidakjujuran (munafik, menyimpan kebusukan) dan tidak percaya (bimbang) di hadapan Tuhan!

    • Mujizat jasmani juga terjadi, apa yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Sampai suatu waktu kelak, mujizat yang tertinggi, yaitu kita diubah menjadi sama sempurna seperti Tuhan dan kita diangkat di awan-awan permai, maut tidak bisa menjamah kita lagi.

Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top