English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 27 Maret 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-10, 12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:27-32 berjudul Lewi pemungut cukai mengikut...

Ibadah Doa Surabaya, 05 Oktober 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 23 Desember 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 19:41-44
19:41. Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya,...

Ibadah Raya Malang, 23 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Digabung dengan Hari Pentakosta

Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 April 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di...

Ibadah Doa Malang, 31 Juli 2014 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 2:23-28
2:23 Pada...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:3-44 adalah tentang 7 nubuat.
Matius 24:32-36 adalah nubuat...

Ibadah Raya Malang, 03 Juli 2016 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Lukas 2:22-24
2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa...

Ibadah Raya Malang, 14 Agustus 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2011 (Minggu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Jerman
Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 mempunyai arti yang penting, yaitu penamatan...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 15 Desember 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12: 54-56; perikop: menilai zaman
12:54. Yesus berkata pula...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 November 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih membahas Lukas 8. Dalam...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 03 September 2017 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 9-11
6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
6:10. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
6:11. Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KELIMA; penghukuman yang kelima dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu pembalasan Tuhan atas darah orang-orang yang mati karena Tuhan/mati syahid (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017).

Mati syahid terjadi dari zaman ke zaman (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017):

  1. Zaman permulaan= pembunuhan Habel oleh Kain.
  2. Zaman pertengahan= imam Zakharia dibunuh oleh raja Yoas.
  3. Zaman akhir--zaman kita sekarang--= hamba Tuhan/pelayan Tuhan dianiaya dan dibunuh oleh antikris. Kita harus hati-hati.

Ini nanti akan dibalaskan oleh Tuhan, dan antikris juga akan dibinasakan oleh Tuhan.

Siapa antikris ini? Salah satu pembunuh di akhir zaman adalah antikris.

"Sekarang banyak berita tentang antikris; ada chip di tangan, baiklah, tetapi kita telusuri secara rohani siapa itu antikris."

1 Yohanes 2: 18-19
2:18. Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir.
2:19. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Perikop: antikris.
'waktu yang terakhir'= zaman akhir.
'mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita'= antikris adalah hamba Tuhan/pelayan Tuhan/anak Tuhan yang tidak sungguh-sungguh; keluar dari gereja Tuhan yang benar dan suci. Kita harus hati-hati!

Jangan mencari antikris di mana-mana, karena ia berada di antara kita--seperti dua belas murid, Yudas yang menjadi antikris. Ini yang perlu kita doakan.

Pengertian tidak sungguh-sungguh atau keluar dari kita:

  1. 2 Tesalonika 2: 1-3
    2:1. Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara,
    2:2. supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
    2:3. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

    Pengertian pertama tidak sungguh-sungguh pada kita: gereja Tuhan--hamba Tuhan/pelayan Tuhan--yang DURHAKA, yang harus binasa.

    Praktik kedurhakaan anak Tuhan:


    • Ibrani 10: 25-27
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

      Praktik pertama kedurhakaan: melakukan dosa kebiasaan (ayat 25), dan dosa sengaja (ayat 26).

      Dosa kebiasaan adalah tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; biasa meninggalkan ibadah, dan tidak menyesal lagi--kalau masih menyesal, masih bisa ditolong; kalau tidak menyesal, tidak bisa ditolong lagi.

      Kalau dibiarkan akan jadi dosa sengaja, artinya sengaja meninggalkan ibadah pelayanan atau tidak mau beribadah melayani Tuhan sekalipun ada kesempatan, sampai satu waktu tidak bisa lagi beribadah melayani Tuhan.

      Itulah kedurhakaan, yaitu tentang ibadah.
      Mari, yang benar adalah 1 Timotius 4: 8-10
      4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.
      4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
      4:10. Itulah sebabnya kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

      Kita harus sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan. Kalau tidak sungguh-sungguh, akan menjadi antikris--durhaka. Biarlah kita sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, saling menasihati untuk sungguh-sungguh dalam ibadah (Ibrani 10: 25: '..marilah kita saling menasihati ..'), bukan saling memarahi.

      Ini adalah nasihat tertinggi. Kita boleh menasihati untuk sekolah yang baik atau kerja yang baik, tetapi maksimal hanya sampai liang kubur. Tetapi nasihat yang tertinggi adalah: mari kita sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Perhatikan! Siapapun kita, kalau ada suami dinasihati isteri untuk ibadah, jangan marah. Kalau marah, itu seperti berkata: aku jadi antikris saja. Jangan! Kalau belum mampu katakan saja: Aku belum mampu, doakan saya ya. Sungguh-sungguh! Mungkin keras, tetapi ini benar. Mungkin anak pada orang tua, orang tua pada anak, kakak pada adik. Kalau marah, itu adalah antikris. Tetapi kalau dia masih berkata: Aku belum bisa, masih bisa didoakan dan dinasihati sampai bisa beribadah.

      Kita harus berjerih payah dan memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi, sehingga kita bisa setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, apapun yang harus kita korbankan.

      Ini sikap yang benar. Sekalipun ada pengorbanan-pengorbanan kita harus tetap berjerih payah dan memperjuangkan ibadah pelayanan. Karena untuk ibadah ini, di dalam perjanjian lama, supaya bangsa Israel bisa beribadah kepada Tuhan, Tuhan berjuang untuk menghukum bangsa Mesir dengan sepuluh tulah, sampai bangsa Israel bisa keluar dari Mesir dan beribadah kepada Tuhan.

      Dalam perjanjian baru, terbalik, untuk memperjuangkan ibadah bangsa kafir, Yesus rela dihukum mati terkutuk di kayu salib. Jadi semua yang kita korbankan tidak ada artinya dibandingkan dengan kurban Kristus.

      Mari, perjuangkan ibadah kita karena Yesus sudah berkorban sungguh-sungguh. Jangan menjadi antikris! Antikris ini yang nanti akan menerima pembalasan dari Tuhan: mulai dari kematian Habel , imam Zakharia, sampai hamba Tuhan/pelayan di akhir zaman.

      Antikris ini berasal dari antara kita, yaitu kehidupan yang durhaka; tidak sungguh-sungguh; keluar dari antara kita.
      Mari, kembali pada Tuhan, setia dan berkorbar.

      Hasilnya:
      'ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang'= ada jaminan kepastian yang dobel dari Tuhan: untuk memelihara hidup kita sekarang di dunia yang sulit sampai zaman antikris, dan untuk hidup kekal.
      Tuhan tidak pernah menipu kita, asal kita sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Inilah kehidupan yang tidak menjadi antikris.
      Tetapi yang tidak sungguh-sungguh--durhaka--; tidak setia, ialah yang akan menjadi antikris, yang membenci dan membunuh hamba Tuhan/pelayan Tuhan.


    • 2 Tesalonika 2: 4-5
      2:4. yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.
      2:5. Tidakkah kamu ingat, bahwa hal itu telah kerapkali kukatakan kepadamu, ketika aku masih bersama-sama dengan kamu?

      Sementara antikris mau disembah, orang durhaka menyembah antikris.
      Tadi, tidak mau beribadah melayani Tuhan, akhirnya menyembah antikris--kehidupan yang tidak sungguh-sungguh; kehidupan yang keluar dari antara kita.

      Praktik kedua kedurhakaan: menyembah antikris.

      Ini suatu kesombongan, seperti antikris mau meninggikan diri. Sama seperti Allah yang disembah, dia juga ingin disembah. Kalau gereja Tuhan menyembah antikris, itu adalah suatu kesombongan.

      Menyembah antikris adalah suatu kesombongan. Apa itu? Bergantung pada uang; terikat pada keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah; merasa hidup dari uang.

      Penyembahan pada antikris= penyembahan berhala.
      Efesus 5: 5
      5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

      Bukan tidak boleh punya banyak uang, tetapi tidak boleh terikat akan uang/hidupnya bergantung pada uang/dunia.

      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      Serakah= merampas milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, dan mencuri milik sesama.

      Inilah manusia durhaka yang terikat akan uang; praktiknya: kikir dan serakah.
      Oleh sebab itu dalam setiap ibadah pelayanan kita membutuhkan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang menyucikan hati kita dari keinginan akan uang, menyucikan perbuatan dan perkataan kita, sehingga kita bisa menyembah Tuhan. Ini yang kita doakan, supaya ada firman pengajaran yang benar di dalam ibadah kita.

      Kalau suci tidak mungkin menyembah antikris.
      Kalau ada satu ikatan saja--tadi ikatan akan uang--, pasti menyembah antikris.

      Karena itu perlu ada pedang firman untuk menyucikan hati dari ikatan apapun, juga menyucikan perkataan dan perbuatan, sehingga kita bisa naik ke gunung Tuhan--bisa menyembah Tuhan. Kalau tangan, hati dan mulut suci, kita bisa naik ke gunung untuk menyembah Tuhan, bukan antikris.

      Mazmur 24: 3-5
      24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
      24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
      24:5. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.

      'bersih tangannya'= perbuatannya suci.
      'murni hatinya'= tidak ada ikatan akan uang. Di dalam hati hanya ada tiga perkara: kejahatan--keinginan akan uang--, kenajisan--makan minum dan kawin mengawinkan--, dan kepahitan.
      'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan' = perkataannya suci.

      Menyembah Tuhan sama dengan naik ke gunung penyembahan, dan kita mendapatkan hujan berkat dari Tuhan--'Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN'. Gunung dekat dengan hujan. Kita menerima hujan berkat rohani, rumah tangga--nikah menjadi manis--, dan juga berkat jasmani, sehingga kita bisa mengaku bahwa kita bukan hidup dari uang, tetapi dari hujan berkat Tuhan. Kalau mengaku hidup dari uang, nanti akan menyembah antikris karena antikris akan menguasai dunia.

      Amsal 10: 22
      10:22. Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

      Kita mengaku bahwa kita hidup dari hujan berkat Tuhan, bukan dari dunia. Sistem dunia adalah sistem susah payah, artinya tidak ada Tuhan, tidak mengandalkan Tuhan, tetapi hanya mengandalkan kepandaian, kehebatan, dan menghalalkan segala cara, yang penting uang masuk. Kelihatan berhasil, tetapi susah--namanya saja susah payah; tidak ada firman karena merasa diri pandai dan punya semuanya--, kutukan dan menuju kebinasaan.

      Tetapi kalau kita banyak menyembah, kita mengaku kita hidup dari hujan berkatnya Tuhan, dan susah payah tidak menguasai kita. Kita selalu ingat pada si Pemberi berkat. Ini adalah rahasia berkat Abraham sehingga berkatnya tidak pernah habis.

      Rahasia berkat Abraham:


      1. Mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan--ingat Tuhan; vertikal.
        Kejadian 14: 19-20
        14:19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
        14:20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya
        sepersepuluh dari semuanya.

        'Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah'= jelas berkat dari sorga, bukan dari dunia/susah payah. Dunia hanya sarana, kalau Tuhan tidak memberkati, tidak ada artinya, sama seperti orang kaya: Aku mau mendirikan lumbung dan sebagainya, tetapi Tuhan katakan: Nanti malam kamu mati. Lalu untuk siapa semuanya? Tidak ada gunanya.

        Ini rahasia berkat Abraham yang orang tidak tahu. Dipikir kalau mengembalikan milik Tuhan--terutama kami hamba Tuhan--, akan habis. Salah! Persepuluhan adalah milik Tuhan yang harus dikembalikan, kalau tidak, akan menjadi pencuri. Mana bisa pencuri hidup? Tidak bisa! Mau hidup tenang saja tidak bisa.


      2. Abraham menjadi berkat bagi orang lain--horisontal. Tadi, ingat Tuhan pemberi berkat--vertikal--, sekarang ingat sesama--horisontal--, kalau digabung, ini adalah salib. Dari salib itulah kita menerima berkat Tuhan; hujan berkat kita terima lewat Yesus yang mati disalib.

        Kejadian 12: 2
        12:2. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

        Ingat pada sesama yang membutuhkan!


      Karena mengingat Tuhan dan ingat sesama, maka Abraham diberkati sampai ia berusia lanjut. Kita juga akan menerima hujan berkat, tidak pernah kering.
      Kejadian 24: 1
      24:1. Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.

      Dulu Abraham, sekarang kita. Kita akan mengalami berkat Tuhan sampai ke anak cucu, bahkan sampai kekal selamanya.
      'lanjut umurnya', di dalam kitab Daniel 7: 9, yang duduk di takhta disebut dengan Yang Lanjut Usia, itulah Yesus dengan rambut putih bagaikan bulu domba. Artinya diberkati sampai bertemu dengan Yang Lanjut Usia, hidup kekal selamanya.


    Ini yang pertama. Jangan durhaka! Antikris keluar dari kita yaitu kehidupan yang tidak sungguh-sungguh (durhaka).
    Praktik durhaka: berbuat dosa kebiasaan dan dosa sengaja; biasa tidak beribadah, tidak ada rasa menyesal, lama-lama sengaja tidak beribadah pada Tuhan.

    Mari, sekarang kita berjuang sungguh-sungguh, dan saling menasihati. Kita berkorban apapun, lihat kurban Kristus! Tidak sebanding!
    Dan hujan berkat yang diterima dari Tuhan tidak sebanding juga dengan apa yang kita korbankan. Benar-benar tidak sebanding. Tuhan memberkati sampai hidup kekal.


  2. 1 Timotius 4: 1-3
    4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
    4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.
    4:3. Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.

    Pengertian kedua tidak sungguh-sungguh pada kita: gereja Tuhan--hamba Tuhan/pelayan Tuhan--yang MURTAD; gugur dari iman.

    Tadi, praktik kedurhakaan adalah tidak setia dan menyembah antikris. Yang benar adalah sungguh-sungguh beribadah sampai menyembah Tuhan, dan hujan berkat akan turun. Kalau menyembah antikris, hujan hukuman yang turun--hujan api dan belerang.

    Sekarang, praktik kehidupan yang murtad:


    • Praktik kemurtadan yang pertama: tidak percaya lagi pada Yesus; berpindah keyakinan/agama. Ini banyak terjadi karena pekerjaan, jodoh, ancaman dan lain-lain.
      Mari bertahan.
      Ingat! Satu-satunya nama yang menyelamatkan hanya Yesus. Ingat baik-baik!

      Kisah Rasul 4: 12
      4:12. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

      Bukan soal toleransi. Toleransi itu artinya tidak mengganggu orang lain beribadah dengan cara apapun, tetapi kalau keyakinan kita hanya satu yaitu Yesus adalah Juruselamat; yang lain terserah keyakinannya masing-masing. Jangan tukar Yesus dengan apapun. Ini banyak terjadi!
      Kaum muda perhatikan baik-baik, jangan meremehkan! Waktu kuat, kita hanya tertawa atau ingat orang lain. Tetapi nanti satu waktu saat kita diperhadapkan, tidak kuat juga. Ini rumusnya antikris. Hati-hati!

      Kita berjuang dan mohon pada Tuhan supaya kita memiliki iman yang benar, teguh dan teruji, bahwa Dia satu-satunya Juruselamat.


    • Praktik kemurtadan yang kedua: meninggalkan firman pengajaran yang benar.
      Firman pengajaran yang benar adalah:


      1. tertulis dalam alkitab,
      2. diilhamkan/diwahyukan/dibukakan rahasianya oleh Tuhan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.


      1 Timotius 4: 2
      4:2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

      Setiap ajaran itu ada rohnya; ada capnya. Orang yang murtad mendengar ajaran-ajaran lain, maka hati nuraninya dicap. Kita harus hati-hati! Jika kita mendengar ajaran lain, hati nurani kita akan dicap/diselar besi panas oleh antikris dan nabi palsu, yang tidak bisa dihapus.

      "Bukan berarti hanya di sini paling benar, yang lain tidak. Bukan begitu. Yang penting kembali pada alkitab. Kalau tidak sesuai dengan alkitab berarti tidak benar. Sama seperti matematika: 2+2= 4, kembali pada buku. Kalau dia bilang tidak sama dengan 4, berarti sudah salah; mau bagaimanapun tetap salah."

      Akibat diselar besi panas oleh antikris dan nabi palsu: selalu memakai kebenaran diri sendiri, artinya: menyalahkan orang lain dan Tuhan; tidak pernah koreksi diri.
      Kalau ajaran yang benar, firman itu untuk kita mengoreksi diri, bukan orang lain, supaya kita tahu kekurangan dan kelemahan kita. Itu bedanya. Tetapi ajaran palsu membuat kita merasa benar sendiri. Ada apa-apa, orang lain yang salah. Domba keluar, bilang: itu pencuri domba, padahal dia tidak bergumul. Tetapi kalau ajaran yang benar, ada domba yang keluar justru berdoa: Tuhan tolong saya, tolong kekurangan saya.

      Begitu juga di dalam rumah tangga, kalau diselar ajaran palsu, ada apa-apa: kamu salah, Tuhan salah, ajarannya terlalu keras, terlalu lama. Itu sudah dicap dengan besi panas; cap dari antikris dan nabi palsu. Dan celakanya, tidak mau sampai tidak bisa bertobat; binasa selamanya.


    Mari kita harus hati-hati. Antikris adalah kehidupan yang tidak percaya Yesus lagi; Yesus ditukar dengan apa saja. Semua ajaran dianggap sama saja. Ini permulaannya. Bukan kita menghina, tetapi kita harus yakin--tadi dikatakan: Roh dengan tegas... Kita harus tegas dan yakin.

    Kalau banyak jalan ke sorga, untuk apa kita susah-susah? Keselamatan hanya ada di dalam Yesus.
    Biarlah kita hari-hari ini hidup suci dan dalam urapan Roh Kudus; tetap pegang pedang. Kita membutuhkan pedang firman untuk menyucikan tubuh, jiwa dan roh kita--hati, pikiran, perbuatan dan perkataan--, sehingga kita selalu hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Kalau ada urapan Roh Kudus--tadi dikatakan: Roh dengan tegas...--, kita akan tegas untuk tetap percaya Yesus sampai selamanya, tegas untuk menerima firman pengajaran yang benar, dan tegas menolak ajaran yang lain. Kita selamat dan tidak akan dicap oleh antikris.

    Mari, sungguh-sungguh! Kita harus punya pedang firman untuk menyucikan kita, supaya kita menerima urapan Roh Kudus. Dan kita juga harus selalu berada di kandang penggembalaan--tergembala dengan benar dan baik--; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok untuk mempertahankan dan mempermanensikan urapan Roh Kudus.

    Jangan keluar dari tempat suci! Kalau keluar, imam akan kering.
    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Kalau sudah ada urapan Roh Kudus kita bisa tegas, tidak akan murtad.
    Murtad itu dimulai dengan berkata: Sama saja, beda sedikit. Kalau ada urapan kita mulai tegas untuk percaya Yesus selamanya, tegas untuk menerima ajaran yang benar--mendengar dan dengar-dengaran akan firman--, dan tegas menolak yang lain. Sungguh-sungguh kita tidak akan murtad selamanya. Kita akan disucikan sampai disempurnakan, tidak akan murtad dan gugur dari iman selamanya.

    Kalau pengajaran dicampur-campur, akan gugur.

    "Sekarang ini bukan hanya belajar alkitab, tetapi malah belajar kitab lain. Ngeri sekali di akhir zaman. Malah di sekolah alkitab diajarkan kitab dari agama lain. Ngeri sekali! Inilah keadaan geraja akhir zaman. Banyak yang murtad, sedikit yang bertahan. Tuhan tolong kita semua."

    Inilah antikris, yaitu kehidupan yang tidak sungguh-sungguh sehingga menjadi durhaka--soal ibadah dan penyembahan--, lalu murtad--soal iman dan pengajaran.
    Nanti, Tuhan akan membalaskan darah-darah yang tertumpah dari orang-orang yang mati syahid--mati karena Tuhan; karena hukum Allah dan kesaksian Yesus--, mulai dari zaman awal sampai zaman antikris. Jangan sampai kita yang menjadi pembunuh seperti antikris! Tuhan tolong kita semua, sebab antikris muncul dari antara kita.


  3. 2 Timotius 3: 1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    'hari-hari terakhir'= zaman akhir.
    'masa yang sukar'= sukar berubah. Di dalam ibadah saja sukar berubah, apalagi yang tidak beribadah, bagaimana? Ini kenyataan.

    'mengasihi diri sendiri'= egois.
    'berontak pada orang tua'= seperti binatang buas yang tidak tahu induknya. Ini gejala dari antikris. Kaum muda, bagaimanapun orang tua kita, ingat baiknya! Dia mau melahirkan kita dengan pertaruhan mati dan hidup, apalagi yang usianya sudah banyak. Kalau sekarang, operasi caesar malah cari tanggal. Kalau dulu, mendengar operasi caesar sudah menangis karena sudah antara mati dan hidup.

    "Dulu kami satu kelas menangis kalau ada ibunya teman mau ke Surabaya untuk operasi caesar, karena banyak yang kembali dalam keadaan ibunya mati. Kalau sekarang operasi caesar memilih tanggal. Tetapi ada juga yang meninggal saat melahirkan. Bukan menakut-nakuti, tetapi ini untuk menerangkan perjuangan orang tua. Bayi sudah lahir, orang tua tidak tidur, karena harus memandikan dan sebagainya, sampai kita anak-anak menjadi besar."

    Janganlah berontak pada orang tua, apapun yang terjadi! Ingat kebaikan orang tua!

    Melayani itu mulai dari nikah. Di rumah anak-anak melawan orang tua, di gereja aktifis rohani. Kalau dengan orang lain begitu sopan, tetapi orang tua sendiri dibentak-bentak. Itu namanya munafik! Jangan!

    'tidak mempedulikan agama'= mempelajari agama lain, malah bangga, pendeta kristen A ahli agama xxxx. Bagaimana itu? Ini kenyataan, di dalam ibadah sukar berubah, apalagi di luar.
    'Lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat dengar-dengaran. Ini kuncinya; tanpa kasih sama dengan tidak taat dengar-dengaran.

    Di sini ada delapan belas tabiat daging; sama dengan 666.

    Pengertian ketiga tidak sungguh-sungguh pada kita: TIDAK MENGALAMI KEUBAHAN HIDUP sekalipun beribadah dan melayani; ini sama dengan durhaka dan murtad.

    Praktiknya: tetap mempertahankan manusia daging dengan delapan belas sifat tabiatnya, yang dikunci dengan tidak taat dengar-dengaran pada Tuhan dan orang tua, sehingga dicap 666:


    • 6 pertama= tubuhnya daging.
    • 6 kedua= jiwa/pikirannya daging.
    • 6 ketiga= rohnya daging.


    Jadi, ia tampil seperti binatang buas--seluruhnya daging--, tanpa pikiran dan perasaan; hanya pikiran dan perasaan daging.

    "Seperti anak ke orang tua atau sebaliknya. Masak orang tua merendam anaknya di ember sampai mati? Tidak punya hati dan pikiran. Bukan tidak punya hati dan pikiran. Dia punya hati dan pikiran, tetapi hati dan pikiran daging; sama seperti binatang buas."

    Itulah sifat antikris yang akan dibinasakan.

    Kalau tidak berubah jadi sama dengan Tuhan, akan jadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya.

    Tuhan Yesus tidak rela kalau kita diciptakan hanya jadi binatang buas, seperti antikris.
    Filipi 2: 5-11
    2:5. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    2:6. yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    2:7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya
    nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
    2:11. dan
    segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Yesus sangat tidak rela kalau gereja Tuhan hanya menjadi sama dengan antikris/binatang buas, yang dibinasakan selamanya. Oleh sebab itu Yesus rela taat sampai mati di kayu salib sehingga Ia mendapatkan nama di atas segala nama untuk:


    • Mengalahkan setan tritunggal/tiga binatang buas di ayat 10, sehingga kita bisa lepas dari cap 666.
    • Memberikan hati dan pikiran-Nya kepada kita, yaitu kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
      Dari ayat 5, ada tujuh pikiran dan perasaan Yesus, dan yang ketujuh adalah taat sampai daging tidak bersuara. Itulah hati dan pikiran Yesus.

      Tadi Dia taat sampai mati sehingga mendapatkan nama di atas segala nama. Begitu juga kita. Kalau kita taat sampai daging tidak bersuara, maka kepada kita dilekatkan nama Yesus sehingga setiap saat kita bisa berseru nama Yesus.

      Yesaya 4: 1
      4:1. Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

      'tujuh orang perempuan'= tujuh jemaat bangsa kafir di kitab Wahyu.
      'seorang laki-laki'= Yesus sebagai Kepala.

      'Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri'= biasanya bangsa kafir mencari makan, minum, tetapi sekarang tidak mencari itu lagi.
      'hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami'= ini kebutuhan bangsa kafir.

      Kita ada kebutuhan--bukan tidak mau makan, minum dan sebagainya--, tetapi semua kebutuhan sudah tercakup di dalam nama Yesus, asal nama-Nya dilekatkan pada kita. Kita bisa berseru nama Yesus setiap saat.

      Hasilnya:


      1. 'ambillah aib yang ada pada kami!'= kuasa nama Yesus mampu menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita bangsa kafir dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Mulai dari mulut--bangsa kafir sama seperti anjing yang menjilat muntah.

        Filipi 2: 11
        2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

        Pada kesempatan ini, jangan menjadi antikris. Jangan durhaka dalam ibadah dan penyembahan! Jangan murtad soal pengajaran/pribadi Yesus/nama Yesus, tetapi tetap percaya Dia dan tetap satu pengajaran.
        Kalau memegang satu pengajaran, kita akan disucikan, digembalakan dan diurapi Roh Kudus sehingga kita bisa tegas sampai Tuhan datang, tidak akan murtad.

        Kemudian, dalam ibadah pelayanan kita mengalami keubahan, yaitu taat hari-hari ini.

        Kita mengalami keubahan mulai dari mulut yaitu jujur:


        1. Jujur soal pengajaran/Tuhan; kalau benar, mari dukung dan praktikkan, kalau tidak benar, hindari.
        2. Jujur dalam mengaku dosa. Kalau salah, kita mengaku, kalau yang benar, kita mengampuni. Jangan salah-salahkan orang terus, kita tidak akan bisa bertobat.

          Kalau terus salah-salahkan orang lain dan Tuhan, itu sama dengan antikris. Bahaya!


        3. Setelah itu jujur dalam segala hal.


        Kalau jujur, kita akan menjadi rumah doa. Itulah keubahan hidup. Antikris tidak berubah, tetap 666.
        Kesempatan siang ini, kalau kita bisa jujur soal pengajaran, mengaku dosa dan dalam segala hal, secedok air anggur sudah kita minum; yang pahit getir akan menjadi manis.
        Dari mulut ini dulu, sudah ada air anggur manis yang kita alami dalam pribadi dan nikah kita! Bukan dari uang, tetapi dari mulut ini dulu.


      2. Mujizat jasmani juga terjadi oleh kuasa nama Yesus= pemeliharaan--'makanan dan pakaian kami tanggung sendiri.' Tuhan sudah memenuhi dan memelihara kita secara berkelimpahan.
        Ayat 10= setan tritunggal dikalahkan; sumber masalah dikalahkan, berarti semua masalah selesai sampai yang mustahil. Sebut nama Yesus kalau tidak mampu.

        Kegagalan jadi berhasil dan indah; nama Yesus memberi kita keindahan.
        Apapun kebutuhan kita, sebut nama Yesus.

        Kalau kita selalu menyebut nama Yesus, maka langkah-langkah kita adalah langkah mujizat.


      3. Sampai langkah terakhir, jika Yesus datang kita mengalami mujizat terakhir: kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan; kita menyambut Dia di awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya. Kita bersama Dia selamanya.

Itu saja rumusnya, kalau tidak bisa apa-apa, sebut nama Yesus, dan kuasa-Nya akan turun di tengah kita.
Jangan durhaka dalam ibadah dan penyembahan! Jangan murtad! Perhatikan pengajaran, nama Yesus, iman, penggembalaan dan urapan! Dan jangan tidak mengalami keubahan, jangan seperti antikris! Tetapi menjadi seperti Yesus yaitu taat sampai daging tidak bersuara. Kita boleh menyeru nama Yesus, dan kuasa-Nya akan dicurahkan di tengah-tengah kita.

Jujur dan percaya! Jika semua sudah tidak bisa, tinggal satu yaitu menyeru nama Yesus. Berserah dan berseru nama Yesus! Kaum muda, apa yang dihadapi? Asal taat, kita bisa berseru nama Yesus. Menghadapi kesulitan, kemustahilan, kehancuran, kegagalan, kebusukan, kita masih bisa menyeru nama Yesus.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top