Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:3-4
13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
13:4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"

Ayat 3 menunjuk pada tanda dari Antikris, yaitu satu dari kepalanya luka parah dan membahayakan hidupnya tetapi sembuh = kematian palsu, kebangkitan palsu, sehingga mendapat hanya kemuliaan palsu di dunia, tidak ada kemuliaan Sorga, berarti binasa selamanya.
Jika hamba Tuhan hanya mengejar kemuliaan palsu di dunia dalam ibadah pelayanan, mereka pasti kagum kepada Antikris, kagum berlebihan bahkan memuja/ menyembah Antikris, sehingga binasa selamanya.

Ayat 4 menyatakan bahwa naga adalah Antikris yang menjelma menjadi daging = binatang buas. Sehingga sangat kuat dan hebat secara jasmani, seperti tidak terkalahkan lagi. Manusia umumnya, bahkan gereja Tuhan, bisa kagum berlebihan dan memuja Antikris, bahkan menjadi sama seperti Antikris dan binasa selamanya. Kita harus waspada!
Dalam pengikutan kita kepada Yesus, jangan hanya fokus pada kemuliaan, tetapi pengalaman kematian dan kebangkitan yang sesungguhnya.

Siapa yang dapat berperang melawan Antikris dan mengalahkannya?

2 Tesalonika 2:7-8
2:7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan,
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.

Jika gereja Tuhan yang sempurna disingkirkan ke padang belantara, maka Antikris yang sesungguhnya akan berkuasa sepenuhnya di bumi selama 3,5 tahun untuk menyiksa dan membunuh gereja Tuhan yang tidak ikut penyingkiran dan ketinggalan di bumi. Ada dua kemungkinan:
  • Kemungkinan terkecil: sekalipun disiksa, dianiaya Antikris, mereka tetap menyembah Yesus. Mereka akan disiksa, dianiaya, bahkan dibunuh/ dipancung Antikris. Tetapi saat Yesus datang kedua kali, mereka akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk masuk Sorga.
  • Kemungkinan besar: mereka tidak tahan siksaan dan menyembah Antikris. Secara jasmani, mereka bisa menikmati hidup di dunia, namun saat Yesus datang kedua kali, mereka akan ketinggalan dan binasa bersama Antikris.
Setelah Antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi, Yesus datang kedua kali untuk membunuh dan memusnahkan Antikris.

Jadi, yang sanggup berperang dan mengalahkan Antikris adalah pribadi Tuhan Yesus (Kepala), dan juga kita (tubuhNya) yang mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh. Antikris tidak bisa dikalahkan dengan kepandaian dan kekayaan di dunia ini. Mereka yang tidak sungguh-sungguh, pasti ketinggalan di masa Antikris.

Bagaimana proses/ cara Yesus bisa mengalahkan Antikris?

Antikris adalah setan yang menjelma (bukan lahir) menjadi daging dengan cap 666, artinya kehidupan yang tubuh dan jiwanya daging semata-mata, tanpa Roh Kudus. Antikris ditampilkan sebagai binatang buas.

Matius 1:20-21
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."


Lukas 2:52
2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Yesus adalah Roh Kudus yang lahir menjadi manusia seutuhnya, memiliki tubuh, jiwa, dan roh, memiliki pikiran dan perasaan sehingga berkenan kepada Tuhan dan sesama.

2 Timotius 2:8
2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Matius 22:42-44
22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

Yesus adalah manusia seutuhnya yang mengalami kematian di kayu salib, kebangkitan, dan kemuliaan yang sesungguhnya, sampai duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa. Dia akan datang kembali kedua kali.

2 Tesalonika 2:8
2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali

Yesus akan datang kembali kedua kali untuk membinasakan Antikris dengan nafas mulutNya, kuasa Roh Kudus.

Mengapa Yesus harus lahir menjadi manusia seutuhnya, mati di kayu salib, bangkit, dan dipermuliakan, naik ke Sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa?
  1. Supaya Yesus sebagai Kepala bisa mengalahkan Antikris, dan kita (tubuhNya) juga bisa mengalahkan Antikris.
    Jangan sampai kita dimangsa dan menjadi sama dengan Antikris.

  2. Untuk memberikan teladan atau jejakNya kepada kita, sehingga kita bisa mengikuti jejakNya, yaitu jejak kematian, kebangkitan, dan kemuliaan Sorga.

    1 Petrus 2:21
    2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

    Dengan demikian, kita tidak akan pernah kagum apalagi mengikuti Antikris. Kita tidak akan pernah tersesat ataupun mengikuti jejak Antikris yang tanpa kematian, kebangkitan, dan kemuliaan yang sesungguhnya.
    Kita tidak akan pernah kagum berlebihan pada perkara-perkara jasmani. Kita boleh menerima perkara jasmani, namun jangan kagum berlebihan sampai tidak lagi fokus pada Yesus.

    Praktek sehari-hari mengikuti jejak Yesus (jejak kematian, kebangkitan, kemuliaan sampai tahta Sorga):
    • Kita harus masuk baptisan air yang benar.
      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Sebagaimana Yesus (Kepala) dibaptis, demikian pula kita (tubuhNya) harus dibaptis. Sebenarnya Yesus tidak perlu dibaptis sebab Dia tidak berdosa. Yesus rela dibaptis untuk memberikan teladan bagi kita tentang baptisan air yang benar.

      Baptisan air adalah landasan, jadi harus benar, sebab menentukan apakah kita akan sampai pada kemuliaan yang sesungguhnya atau tidak.

      Syarat baptisan air yang benar:
      • Iman/ percaya pada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat. Dia sudah mati di kayu salib untuk mengampuni dan menghapus dosa-dosa kita.
      • Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan, mulai dari tidak boleh lagi berdusta.

      Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah beriman/ percaya pada Yesus dan bertobat, harus dikuburkan bersama Yesus dalam air, di dalam nama Allah Bapa, Anak Laki-laki, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Selanjutnya, kita bangkit dari kuburan air (keluar dari air) bersama Yesus, dan langit terbuka (pintu Sorga terbuka), sama dengan kita mendapat hidup baru, hidup Sorgawi. Roh Kudus (merpati) datang dan memberikan nafas hidup, sehingga kita bisa hidup dalam urapan Roh Kudus = kita hidup dalam kebenaran = kita menerima meterai nama Yesus.

      Kita tidak bisa lagi dicap/ dijamah oleh Antikris. Kita selamat dan diberkati oleh Tuhan.

    • Kita harus bisa tergembala dengan benar dan baik.
      Yohanes 10:4
      10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

      Syaratnya adalah:
      • Kita harus selalu berada di kandang penggembalaan secara rohani, yaitu Ruangan Suci, menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
        Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus.
        Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Allah Anak.
        Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa.

        Tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga Antikris tidak bisa menjamah kita. Kita tidak bisa dicap 666 oleh Antikris. Buktinya adalah kita bisa hidup benar, kita bisa bertekun dalam penggembalaan.
        Segera setelah kita mulai tidak benar dan mulai tidak tekun dalam penggembalaan, Antikris akan mulai menuliskan capnya. Saat kita sudah tinggalkan penggembalaan (beredar-edar), kita sudah dimangsa Antikris.

      • Kita hanya mendengar dan dengar-dengaran pada suara Gembala (makan Firman Penggembalaan). Firman Penggembalaan dipercayakan Tuhan pada seorang gembala untuk disampaikan dengan ketekunan, berkesinambungan/ berurutan, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat (domba-domba).
        Kita harus waspada jika gembala tidak tekun memberi makan, bisa jadi yang datang adalah Antikris.

      Kegunaan Firman Penggembalaan:
      • Untuk menuntun kita sehingga kita bisa mengikuti jejak Yesus (Gembala baik, Gembala Agung), yaitu jalan salib, dengan jejak kematian, kebangkitan, sampai kemuliaan di Sorga. Tongkat Gembala akan mengingatkan kita saat kita mulai keluar jalur jejak Yesus. Sikap kita di dunia terhadap penggembalaan akan menentukan apakah kita akan masuk Sorga atau tidak (kandang penggembalaan terakhir). Firman akan memberi kekuatan pada kita.

        Firman Penggembalaan juga untuk melindungi kita dari suara asing, supaya kita tidak mengikuti ajaran palsu yang berbeda dari Firman Pengajaran benar (Alkitab). Menerima dan mengikuti suara asing = menyimpang dari jalur yang benar, sekalipun hanya berbeda sedikit. Jika diteruskan pasti akan semakin terpisah dari jalan yang benar. Suara asing = ajaran yang berbeda dari Firman Pengajaran yang benar, gosip-gosip, dsb.

      • Untuk menjadi makanan rohani yang menyucikan kita terus-menerus sampai kita sempurna seperti Yesus, tidak ada dosa lagi, tidak bercacat cela. Jika kita digembalakan, makin hari pasti makin suci, karena kita disucikan terus-menerus.

        Ulangan 6:6-8
        6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
        6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
        6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,

        Apa yang harus disucikan?
        • Dahi = hati dan pikiran kita. Dahi perempuan sundal dicap 666, artinya kehidupan yang tidak mau disucikan. Dahi kita harus dicap dengan Firman.
        • Tangan = perbuatan dosa sampai puncak dosa harus disucikan sehingga menghasilkan perbuatan suci dan baik.
        • Mulut = perkataan dosa, kotor, dusta, fitnah harus disucikan, sampai kita tidak salah lagi dalam perkataan, artinya sempurna.

        Yakobus 3:2
        3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

        Hasilnya:
        • Apabila kita disucikan, dahi dan tangan kita dicap Firman Pengajaran benar = tidak bisa dicap Antikris = kita menang atas Antikris.
        • Semakin disucikan = dua sayap burung nasar semakin besar, sampai bisa menyingkirkan kita (gereja yang sempurna) ke padang gurun, jauh dari mata Antikris = kita menang atas Antikris.

        Wahyu 12:1, 14
        12:1 Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
        12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

  3. Untuk mencurahkan Roh Kudus (nafas hidup) bagi kita.
    Yohanes 16:7
    16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    Hasilnya adalah:
    • Roh Kudus mampu mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani yang sama seperti Yesus.
      Yohanes 14:16-18
      14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
      14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
      14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

      Sehebat apa pun manusia, jika tanpa Roh Kudus, mereka sama dengan yatim piatu secara rohani. Mereka tidak punya sandaran hidup, tidak punya kekuatan untuk mengikuti jalan salib, sehingga pasti berada di jalan Antikris, enak bagi daging sekalipun melawan Tuhan, dan hanya berakhir dengan kebinasaan.

      Seorang yatim piatu tidak jelas kelahirannya, asal-usulnya. Antikris adalah setan yang menjelma, tidak jelas ayah dan ibunya. Artinya tanpa Roh Kudus, kita tidak bisa mengalami kelahiran baru, tidak pernah berubah, tetap hidup dengan 18 tabiat daging, dicap Antikris dan akan dibinasakan.

    • Roh Kudus mampu memberi kepuasan, sehingga kita bisa mengucap syukur pada Tuhan, kita bisa hidup dalam damai sejahtera, hidup menjadi bahagia, enak, dan ringan.
      Yohanes 4:9,15-16
      4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
      4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
      4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."

      Sehebat apapun manusia, tanpa Roh Kudus, tetap tidak puas, bahkan hidup dalam kepahitan, kenajisan, hanya bisa menyakiti orang lain.

    • Roh Kudus akan dicurahkan berlimpah-limpah dalam hidup kita, sampai menjadi minyak persediaan di akhir zaman, supaya pelita kita tetap menyala sampai Tuhan datang kedua kali.
      2 Raja-raja 4:1-7
      4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
      4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."
      4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
      4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
      4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
      4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
      4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

      Kehidupan tanpa Roh Kudus adalah seperti janda terlilit uang, ada yang tidak beres dan tidak bisa dibereskan dalam hidup jasmani (pencobaan, masalah) dan hidup rohani (tidak bisa sempurna). Kita harus hati-hati dengan cengkeraman Antikris, yaitu ikatan akan uang, yang membuat manusia kikir dan serakah. Yatim piatu, perempuan Samaria, dan janda adalah gambaran kehidupan yang lemah.

      Jalan keluarnya adalah menutup pintu dan berdoa.
      Pintu hati kita ditutup untuk segala sesuatu dari dunia ini, pencobaan, masalah, dsb. Jangan dipikirkan terus-menerus. Jangan berharap pada apa pun selain Tuhan!
      Pintu hati kita hanya terbuka untuk Tuhan, artinya kita mengakui kita tidak mampu berbuat apa-apa lagi, tidak menuntut, sebab sesungguhnya kita hanya layak untuk dihukum. Kita hanya percaya, berharap, dan menyerah sepenuh pada Tuhan.

      2 Raja-raja 4:10, 32-33
      4:10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."
      4:32 Dan ketika Elisa masuk ke rumah, ternyata anak itu sudah mati dan terbaring di atas tempat tidurnya.
      4:33 Sesudah ia masuk, ditutupnyalah pintu, sehingga ia sendiri dengan anak itu di dalam kamar, kemudian berdoalah ia kepada TUHAN.

      Roh Kudus (tangan Tuhan, hembusan nafas Tuhan) sanggup membereskan masalah anak yang mati (kemustahilan, masalah yang tidak pernah selesai, nikah yang belum beres). Nikah bisa menjadi satu, suci, dan sempurna. Kita bisa menjadi saksi Tuhan (pelita yang menyala).

      Janda bisa menjadi gadis.
      Janda = putus hubungan dengan suami (Tuhan) karena dosa, kekecewaaan, masalah.
      Gadis = hidup suci, tidak najis, tidak jahat, tidak pahit, tidak putus asa ataupun kecewa, memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Dengan Roh Kudus, kita bisa hidup suci dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Itu sudah membereskan semua masalah. Kita memiliki pikiran dan perasaan Yesus, kita menjadi sama seperti ciptaan semula.

      Minyak cadangan Roh Kudus juga untuk menyingkirkan kita ke padang belantara saat Antikris berkuasa di muka bumi, bahkan mengubah kita sama mulia seperti Yesus sehingga kita layak menyambut Dia di awan-awan permai untuk bersama Dia di Sorga selama-lamanya.
Kita membutuhkan Roh Kudus untuk bisa menang atas Antikris.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Januari 2017 (Sabtu Sore)
    ... susah bagaikan hidup di tengah duri. Ada macam kekuatiran Kekuatiran tentang kehidupan sehari-hari. Matius - Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata Apakah yang akan kami makan Apakah yang akan kami minum Apakah yang akan kami pakai Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 09 November 2018 (Jumat Sore)
    ... benar pribadi Tuhan sebagai roti kehidupan. Dua belas roti disusun menjadi dua susun enam roti sesusun-- menunjuk pada firman pengajaran yang benar pribadi Yesus sebagai roti kehidupan. Roti ini yang memuaskan kehidupan kita sehingga kita selalu kenyang dan puas tidak masuk dalam kelaparan yang akan datang. Lewat doa puasa secara jasmani kita ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 18 November 2015 (Rabu Sore)
    ... yang mengalami penyucian terakhir sehingga bisa duduk bersanding bersama TUHAN di atas takhta-Nya. Bagaimana supaya kita bisa duduk bersanding bersama TUHAN di atas takhta-Nya Kita HARUS mengalami kemenangan bersama Yesus. Menang terhadap apa Menang dari kerohanian yang suam-suam--kekeringan rohani. Menang dari maut. Malam ini kita belajar bagaimana syarat untuk menang bersama Yesus ...
  • Ibadah Doa Malang, 01 Maret 2011 (Selasa Sore)
    ... Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. Ibadah sistem taurat adalah ibadah yang tidak dipimpin tidak mengandalkan Roh Kudus. Ibadah ini mengandalkan sesuatu dari dunia sesuatu yang bersifat daging sehingga kehidupan itu menjadi kering rohani. Kering rohani ditandai dengan tipu muslihat ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 15 Agustus 2012 (Rabu Sore)
    ... mengambil mayat itu mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih . lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru yang digalinya di dalam bukit batu dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu pergilah ia. . Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan ...
  • Ibadah Doa Malang, 06 April 2010 (Selasa Sore)
    ... kali sebagai Mempelai Pria Surga sehingga terjadi pertemuan di udara di awan-awan yang permai antara Yesus Mempelai Pria Surga dan kita mempelai wanitaNya. Bagaimana menyongsong kedatangan Yesus kedua kali Hubungan antara Mempelai Pria dan mempelai wanita sama dengan hubungan kepala suami dengan tubuh istri yaitu dihubungkan oleh leher ini hubungan yang ...
  • Ibadah Natal Kunjungan di Sidoarjo, 18 Desember 2013 (Rabu Sore)
    ... makanlah minumlah dan bersenang-senanglah merokok mabuk narkoba dan dosa kawin mengawinkan dosa percabulan dengan berbagai ragamnya penyimpangan seks homoseks lesbian seks terhadap diri sendiri kehancuran nikah kawin campur kawin cerai . Dosa makan minum dan kawin mengawinkan membawa kita kepada kebinasaan untuk selama-lamanya. Dua saksi saksi dari Daud dan Tuhan Yesus ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 28 September 2016 (Rabu Sore)
    ... kasih kasih sama dengan memberi. Ini menunjuk pada Yohanes. Penyembahan bukan meminta-minta kepada TUHAN tetapi memberi. Apa yang diberikan Kita memberi mulai dari milik TUHAN yang terkecil yaitu persepuluhan dan persembahan khusus sampai memberikan seluruh hidup kita yang ditandai dengan banyak kekurangan kelemahan dan kesalahan. Kalau kita sadar bahwa kita banyak ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Februari 2009 (Senin Sore)
    ... yang benar dan urapan Roh Kudus. Kegunaannya adalah untuk menyempurnakan gereja Tuhan. Kalau gereja Tuhan sudah sempurna maka gereja Tuhan akan benar-benar terlepas dari badai maut ini dan bertemu dengan Tuhan diatas awan-awan yang permai. Malam ini kita bahas bagian yang kedua. Filipi - Rasul Paulu sudah diselamatkan tapi itu masih belum cukup ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2014 (Minggu Sore)
    ... angin dan gelombang. Ayat pengikutan kita kepada Tuhan bagaikan menyeberang di lautan dunia dan menuju pelabuhan damai sejahtera Yerusalem baru kerajaan surga yang kekal . Pengikutan kita kepada Tuhan harus ditingkatkan sampai tidak terpisah lagi dengan Tuhan yaitu pengikutan anak kepada bapa yang baik kita dipelihara dan sebagainya . Banyak kali ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.