English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 November 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2 dan 3 menunjuk 7 kali...

Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia,...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Desember 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Mei 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 : 20b
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

TENTANG PENYERTAAN TUHAN.

Penyertaan Tuhan sampai kepada akhir zaman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 April 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 :11-15 adalah tentang dusta...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 April 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk penyucian terakhir yang Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Januari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 1-5
26:1. Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya:
26:2. "Kamu...

Ibadah Raya Malang, 26 Juni 2016 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Mazmur 23:1,6
23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
23:6 Kebajikan dan kemurahan...

Ibadah Raya Malang, 09 Februari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9-20 berjudul "Penglihatan Yohanes di...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Mei 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budi Tampubolon (Pengerja)

Matius 24: 31
= sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan/sidang...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Mei 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 05 Juni 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 13 Februari 2011 (Minggu Sore)

Matius 26: 6-7
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah
buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.

Kehidupan manusia di bumi ini hanya seperti buli-buli tanah liat yang rapuh, hancur, dan binasa untuk selamanya.

Disini ada istilah buli-buli pualam (lebih bagus dari tanah liat).
Jika buli-buli pualam diisi dengan perkara dunia, maka akan bernilai lebih tinggi dari tanah liat (bernilai tinggi di dunia), tetapi HANYA senilai buli-buli pualam  yang juga akan  rapuh dan hancur, bahkan binasa untuk selama-lamanya.

Sebab itu, buli-buli tanah liat HARUS diisi dengan minyak urapan Roh Kudus/air kehidupan Roh Kudus.

Wahyu 22: 1
22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

= Roh Kudus mengalir dari tahta Alalh/tahta Surga, bagaikan sungai air kehidupan.

Yehezkiel 47: 1-2
47:1. Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.


Disini, sungai yang keluar dari bait Suci= sungai air kehidupan dari tahta Allah.

Proses air kehidupan mengisi buli-buli tanah liat:
  1. Yehezkiel 47: 3
    47:3. Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.

    Proses pertama: Roh Kudus/air kehidupan sampai di pergelangan mata kaki.

    Kisah Rasul 3: 1-8
    3:1. Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah.
    3:2. Di situ ada
    seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah.
    3:3. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah.
    3:4. Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami."
    3:5. Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.
    3:6. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"
    3:7. Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga
    kuatlah kaki dan mata kaki orang itu.
    3:8. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan
    mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

    Orang lumpuh ini ada di depan pintu gerbang indah, tetapi tidak pernah masuk ke dalamnya, sehingga hidupnya tidak pernah indah.

    Roh Kudus sampai ke pergelangan mata kaki, artinya ROH KUDUS MENGUATKAN MATA KAKI/IMAN KITA  supaya tidak goyah, tidak gugur, tidak bimbang, tidak lumpuh rohani.

    Lumpuh rohani:
    • iman yang goyah/gugur dari iman= bimbang, putus asa dan kecewa waktu menghadapi berbagai masalah,
    • 'sejak dulu di depan pintu gerbang bait Allah'= selalu terhalang/banyak terhalang untuk bisa beribadah melayani Tuhan,
    • 'orang lumpuh ini hanya meminta sedekah'= mengikut Yesus hanya berharap/mencari perkara dunia.

    Sebab itu, Roh Kudus perlu sampai ke pergelangan mata kaki kita.

    1 Korintus 15: 19
    15:19. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

    Kalau kita lumpuh rohani, akibatnya: hidupnya tidak indah, bahkan paling malang dari antara manusia (binasa untuk selamanya, bagaikan buli-buli tanah liat yang pecah).

    1 Petrus 1: 6-7
    1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
    1:7. Maksud semuanya itu ialah untuk
    membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Kalau Roh Kudus menguatkan iman kita (mata kaki kita), maka kita bisa tahan uji  menghadapi berbagai pencobaan/masalah, sehingga iman kita menjadi iman yang murni, yang sempurna (buli-buli emas berisi manna).

    BUKTI KALAU IMAN KITA TERUJI ADALAH ada kerinduan untuk masuk Bait Allah = SETIA DALAM IBADAH PELAYANAN (seperti orang lumpuh tadi, setelah sembuh, ia lari masuk ke dalam bait Allah).

  2. Yehezkiel 47: 4a
    47:4a. Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut;

    Proses kedua: Roh Kudus/air kehidupan sampai di lutut.
    Lutut ini digunakan untuk berlutut.
    Jadi, ROH KUDUS MEMBUAT KITA UNTUK BISA BERTEKUK LUTUT/BERLUTUT. Artinya: merendahkan diri= rendah hati dan lemah lembut.

    Kisah Rasul 7: 60
    7:60. Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

    Stefanus menghadapi lemparan batu dengan berlutut, bukan marah= lemah lembut, dalam bentuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Rendah hati
    = kemampuan untuk mengaku dosa sejujur-jujurnya dan kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Jadi, dengan bertekuk lutut, dosa-dosa diselesaikan= Roh Kudus membuat kita bisa bertobat.

    2 Petrus 3: 9
    3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

    Jika sampai hari ini Tuhan belum datang kembali dan kita masih diberi panjang umur, itu merupakan PERPANJANGAN SABAR TUHAN untuk memberikan kesempatan pada kita supaya bertobat.

    Jadi, tujuan utama kita hidup di dunia adalah BERTOBAT lewat banyak bertekuk lutut.
    Kalau bisa bertobat, kita sudah mencapai tujuan utama hidup kita. Dan kalau Tuhan datang atau kita meninggal dunia, kita sudah siap untuk bertemu dengan Tuhan.

  3. Yehezkiel 47: 4b
    47:4b. kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.

    Proses ketiga: Roh Kudus/air kehidupan sampai di pinggang.
    Pinggang= pinggul dari wanita. Disitu ada kandungan yang ada kaitan dengan kelahiran.

    Bagi gereja Tuhan, ini berarti KELAHIRAN BARU.

    Yohanes 3: 5-8
    3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
    3:6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu:
    Kamu harus dilahirkan kembali.
    3:8. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan
    tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

    Secara jasmani, kita hanya mewarisi hidup darah daging= buli-buli tanah liat yang hancur, yang tidak mewarisi kerajaan Surga.
    Oleh sebab itu, kita harus mengalami kelahiran baru lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus.

    Kalau belum dilahirkan baru, kita tidak bisa mewarisi kerajaan Surga.

    ay. 8= jika kita dilahirkan baru oleh Roh Kudus, kita menjadi manusia rohani yang tampil seperti angin.

    Mazmur 104: 4
    104:4. yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

    Angin= pelayan-pelayan Tuhan yang membawa keharuman nama Tuhan dan memuliakan Tuhan.
    Darah dan daging= sumber kebusukan.

    Yesaya 49: 3-4
    49:3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
    49:4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

    Kalau kita menjadi pelayan Tuhan bagaikan angin yang menghembuskan bau harum, hasilnya:
    • HAK DAN UPAH KITA TERJAMIN PADA TUHAN DAN TUHAN TIDAK PERNAH MENIPU KITA.

    • 2 Korintus 2: 14-15
      2:14. Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana.
      2:15. Sebab bagi Allah kami adalah
      bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.

      Hasil kedua: kita selalu MENGALAMI KUASA KEMENANGAN BERSAMA TUHAN, yaitu menang atas segala rintangan dan halangan, sehingga kita bisa tetap setia dalam ibadah pelayanan.
      Bahkan ada kemenangan atas segala masalah yang kita hadapi.

  4. Yehezkiel 47: 5
    47:5. Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

    Proses keempat: Roh Kudus/air kehidupan sudah menjadi sungai, dimana kita bisa berenang/menyelam= Roh Kudus menguasai seluruh hidup kita (tenggelam dalam air kehidupan).
    Ini menunjuk pada KEPENUHAN ROH KUDUS SAMPAI MELIMPAH-LIMPAH DALAM ROH KUDUS.

    Kepenuhan Roh Kudus= pintu kemah= membawa kita masuk ke ruangan suci.
    Ini merupakan bukti kalau kita memiliki Roh Kudus, yaitu kita masuk dalam ruangan suci (kandang penggembalaan= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok).

    Disitulah kita mengalami kepuasan (Roh Kudus sudah menjadi sungai), kebajikan dan kemurahan Tuhan Gembala Agung, sampai kita merasa nikmat dalam penggembalaan seperti Raja Daud.  Dan kita tidak akan pernah keluar dari situ. Kita tidak menjadi kristen jalanan!

    Mazmur 23: 6
    23:6. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Kalau airnya sudah menjadi sungai, kita tidak bisa berjalan-jalan lagi. Artinya: kalau kita tergembala, daging dan keinginannya ini akan dibendung/dirobek sampai tidak berkuasa lagi.

    Kalau kita tekun dalam penggembalaan, maka Roh Kudus akan melimpah-limpah dalam hidup kita bagaikan sungai yang tidak bisa diseberangi lagi.
    Artinya: DAGING TIDAK BERSUARA LAGI= pintu tirai SUDAH terobek.

    Kalau sudah tidak bisa berenang, biarlah kita mengikuti arus sungai itu (mengikuti aliran sungai kehidupan). Artinya taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
Hasil dari ketaatan:
  1. Yehezkiel 47: 8-9
    47:8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
    47:9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir,
    semuanya di sana hidup.

    Hasil pertama: yang mati jadi hidup= air kehidupan mampu menghidupkan apa yang sudah mati (ALIRAN KEHIDUPAN), artinya:
    • Roh Kudus mampu memelihara hidup kita di tengah kemustahilan,
    • Roh Kudus mampu menghapus segala kemustahilan untuk menolong kita.

  2. Wahyu 22: 1
    22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

    Hasil kedua: air kehidupan jernih seperti kristal. Artinya: Roh Kudus sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai jadi sama mulia dengan Tuhan saat Tuhan datang kembali (ALIRAN KESUCIAN).

    Jernih seperti kristal dimulai dengan JUJUR.

  3. Wahyu 19: 6-7
    19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Hasil ketiga: aliran Roh Kudus akan menjadi desau air bah = ALIRAN PENYEMBAHAN. Kita terangkat di awan-awan dalam penyembahan untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, sampai kita masuk ke Yerusalem baru.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top