English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 22 Juni 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 06 Maret 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Persekutuan I Makassar, 04 September 2012 (Selasa Sore)
Disiarkan juga secara langsung untuk Ibadah Doa di Malang Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Doa Malang, 14 Februari 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Juli 2012 (Kamis Sore)
Bersamaan Penataran III Imam-imam dan Calon Imam

Matius...

Ibadah Doa Surabaya, 25 September 2013 (Rabu Sore)
Kita sudah mempelajari pembagian Kitab Wahyu mulai pasal 1 sampai dengan pasal 12. Diterangkan dalam ibadah pendalaman Alkitab 23-09-2013.

SEKARANG KITA...

Ibadah Pendalaman Akitab Malang, 04 Oktober 2012 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 7:8
7:8...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Ucapan Syukur Surabaya, 28 Desember 2011 (Rabu Sore)
1 Tesalonika 5: 18
5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Jadi, merupakan...

Ibadah Kunjungan Medan I, 29 Oktober 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Maret 2010 (Rabu Sore)
Markus 2: 18-20
Waktu berpuasa (ay. 20), yaitu saat terjadi jarak antara kita...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 September 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 September 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena

Ibadah Raya Surabaya, 02 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Natal Surabaya, 23 Desember 2013 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian. Juga selamat Natal 2013 dan menyongsong tahun baru 2014 yang akan datang. Kiranya Tuhan selalu menyertai kita semua.

Wahyu 1:9-20
= penglihatan Yohanes di Pulau Patmos.

Wahyu 1:10-12
1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

[Ayat 10-12] Rasul Yohanes mendengar dan melihat suara sangkakala yang menjadi wujud tujuh kaki dian emas/tujuh pelita emas.

Karena sekarang kita merayakan natal, kita akan bandingkan dengan peristiwa natal.

Lukas 2: 8-12, 20
2:8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
2:9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
2:10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

Apa yang dialami Rasul Yohanes di Pulau Patmos yaitu mendengar dan melihat suara sama dengan yang dialami gembala-gembala pada hari Natal.

Ada 3 kali pengalaman mendengar dan melihat suara:

  1. pengalaman gembala-gembala (Lukas 2: 8-12, 20).
    Gembala-gembala mendengar dan melihat suara malaikat/berita malaikat yang menjadi wujud bayi Yesus, dengan 2 tanda yaitu:


    • dibungkus dengan kain lampin,
    • terbaring di palungan.


    Suara malaikat/berita malaikat= firman penggembalaan.
    Malaikat=gembala.

    Jadi, gembala-gembala mejadi salah satu saksi terjadinya Natal. Natal adalah Allah lahir menjadi sama dengan manusia dalam wujud pribadi Yesus. Ini adalah MUJIZAT TERBESAR PERTAMA yang sudah terjadi.


  2. pengalaman Rasul Yohanes (Wahyu 1 : 10-12).
    Sangkakala/nafiri= firman penggembalaan.
    Rasul Yohanes mendengar dan melihat suara sangkakala yang menjadi wujud:


    • tujuh kaki dian emas [Wahyu 1 : 12].
    • Wahyu 1 : 13-14
      1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.
      1:14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

      Yang kedua: "di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia"= Pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Gembala Agung, Imam Besar, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Surga.


    Apa yang dilihat Rasul Yohanes di Pulau Patmos adalah suatu nubuatan (sesuatu yang akan terjadi).


  3. pengalaman yang ketiga merupakan kegenapan dari nubuat yang disampaikan oleh Rasul Yohanes (sekarang ini) yaitu gereja Tuhan harus mendengar dan melihat Firman Penggembalaan/firman Pengajaran benar yang menjadi wujud, yaitu:


    • gereja Tuhan yang sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus yaitu Mempelai Wanita Surga.

      "kaki dian"= gereja Tuhan/sidang jemaat.
      "tujuh"= kesempurnaan.
      "tujuh kaki dian emas"= gereja Tuhan yang sempurna.

      Gereja Tuhan yang sempurna artinya gereja Tuhan yang mengalami pembaharuan (kelahiran baru) dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus= menjadi mempelai wanita Surga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

      YESUS ITU DILAHIRKAN (dikandung kemudian dilahirkan), supaya kita bisa lahir baru. Jika Yesus tidak lahir, maka kita tidak bisa dilahirkan baru.


    • Pribadi Yesus.

Mujizat terbesar pertama yaitu Allah lahir menjadi sama dengan manusia memiliki 2 tanda (secara jasmani) yaitu:

  1. dibungkus dengan kain lampin,
  2. terbaring di palungan.

Jadi, supaya kita juga mengalami MUJIZAT TERBESAR KEDUA yang sedang terjadi, yaitu gereja Tuhan sedang dilahirkan baru/diubahkan dari manusia daging menjadi sempurna seperti Yesus, maka harus memiliki 2 tanda tersebut secara rohani.

TANDA KAIN LAMPIN
Kain lampin= kain untuk menanggung beban (berat, panas, dll).
Yesus lahir dibungkus dengan kain lampin, artinya Yesus menanggung beban manusia terutama beban terberat yaitu beban dosa.
Mengapa dosa merupakan beban terberat? Sebab dosa membuat manusia menderita sejak di dunia sampai di liang kubur bahkan sampai di neraka selama-lamanya/binasa selama-lamanya.
Kalau beban berupa kurang uang, tidak bisa makan, sakit parah sampai mati dll, hanya sampai di liang kubur saja.

Matius 1 : 21
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Yesus lahir ke dunia untuk menyelamatkan manusia berdosa supaya tidak dihukum di neraka, tidak binasa oleh dosa. Sehingga Yesus disebut JURUSELAMAT.
Semua dosa sudah diselesaikan Yesus di kayu salib (dikayu salib, Yesus berseru 'sudah selesai'), tetapi hanya satu dosa yang tidak bisa diselesaikan yaitu dosa tidak percaya= tidak mau mengaku dosa.
Mengapa harus Yesus yang menjadi Juru Selamat?
Segala sesuatu di dunia ini seperti kekayaan, kepandaian, kedudukan di dunia tidak bisa menyelesaikan dosa, tetapi malah menambah dosa. Bahkan nabi, rasul, rohaniawan tidak bisa menyelesaikan dosa karena semua manusia sudah berbuat dosa. Sebab itu, satu-stunya jalan harus dari Surga. Hanya Yesus satu-satunya manusia yang tidak pernah mengenal dosa sehingga bisa menyelamatkan manusia berdosa/menjadi Juruselamat.
Hanya Yesus satu-satunya Juruselamat dan jangan ditukar dengan apapun juga!

Dari pihak Tuhan: Yesus sudah dilahirkan dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan kita.

Dari pihak kita: bagaimana kita bisa menerima keselamatan?
Efesus 1 : 13
1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Amsal 25 : 25
25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

Kita harus menerima Injil Keselamatan/Firman Penginjilan (susu/kabar baik).
Kabar Baik seperti seteguk air dari negeri jauh, air sejuk bagi jiwa dahaga. Manusia berdosa seperti haus di padang gurung, hanya butuh seteguk air untuk selamat. Kalau dikaitkan dengan bayi= susu/makanan anak-anak.

Firman Penginjilan adalah injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia, untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa/untuk menjadi Juruselamat.

Firman penginjilan ini perlu dan penting, sebab masih banyak jiwa-jiwa yang berdosa. Kita yang sudah terima firman penginjilan harus menyampaikan firman penginjilan.

Malam ini memperingati natal, kita harus terima kain lampin (seperti Yesus dulu dibungkus lampin). Kain lampin adalah KESELAMATAN.

Tabernakel merupakan kerajaan surga yang dilihat oleh Musa di gunung Sinai dan Tuhan perintahkan Musa untuk membuatnya di bumi, supaya kita yang ada di bumi bisa bersuasana surga (tahu persis/benar bagaimana jalan ke surga).

Tanda keselamatan= tanda lampin (Efesus 1 : 13) adalah

  1. percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat (Pintu Gerbang).
    Efesus 1 : 13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.


  2. bertobat (Mezbah Korban Bakaran)= berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan, mati bagi dosa. Dulu memang binatang dibakar untuk mengampuni dosa, sekarang tidak usah lagi sebab Yesus sudah menjadi anak domba Allah yang tersembelih.

    Setan itu pendusta dan pembunuh/pembenci. Jadi kita bertobat paling minimal mulai dari berhenti dusta dan membenci.

    Kita jangan menjadi seperti setan yang tidak bisa bertobat. Setan itu roh (penurut) dan tidak punya tubuh, jika setan berbuat dosa, maka tidak bisa bertobat lagi.
    Kita memiliki tubuh/daging (lemah), jika berbuat dosa, masih diberi kesempatan untuk bertobat.


  3. baptisan air (Kolam Pembasuhan) dan baptisan Roh Kudus (Pintu Kemah)= lahir baru dari air dan Roh.
    Untuk masuk kerajaan surga, pengajarannya harus sama persis (tabernakel tidak boleh diubah-ubah). Pengajaran tentang iman, bertobat, baptisan air dan baptisan Roh Kudus harus sama persis/satu jalan.

    Kalau lahir baru dari air dan Roh, kita memiliki hidup baru/hidup Surgawi yaitu:

    • mulai dengan perhatian kita terutama tertuju pada perkara Surga yaitu mengutamakan ibadah dan pelayanan lebih dari semua.
      Pilih sesuatu atau ibadah pelayanan= pilih dunia atau Surga. Kalau lebih memilih sesuatu, lama kelamaan tidak bisa kembali ke Surga.

      Jika baptisan Roh Kudusnya benar, kita akan tegas untuk mengutamakan surga.

      Segala sesuatu yang di dunia harus dikaitkan dengan Surga.
      Contoh: jika kita berbuat sesuatu (melayani seperti ini dan sebagainya) di dunia, apakah kita bisa masuk surga atau tidak.


    • hidup dalam kebenaran.
      Semuanya harus benar. Jika kita hidup benar, hasilnya:


      1. Yesaya 32 : 17
        32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

        Kalau hidup benar, maka ada ketenangan dan damai sejahtera, semua enak dan ringan.

        Jika kita kaya, belum tentu enak dan ringan. Jika kita hidup benar sekalipun miskin, kita akan tenang, enak dan ringan, sebab hidup kita ditanggung oleh Tuhan.

        Jadi tidak ada hubungan antara kaya/ijazah tinggi dengan ketenangan, tetapi kebenaran ada kaitannya dengan damai sejahtera.


      2. Mazmur 5 : 13
        5:13 Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

        Orang benar dipagari dengan berkat dan anugerah Tuhan, kutukan di dunia tidak bisa masuk= suasana kutukan menjadi suasana Firdaus.

    Dipagari= dipisahkan dari dunia. Seperti Tabernakel yang dipagari dengan kain putih (kebenaran).
    Kalau ada kain lampin (keselamatan), mautpun tidak bisa menjamah kita.

Malam ini kita harus terima tanda kain lampin (TANDA KESELAMATAN), mulai dari percaya, bertobat, lahir baru sampai hidup benar. Tanda kain lampin dalam tabernakel menunjuk Halaman tabernakel.

TANDA PALUNGAN

Banyak yang sudah puas karena sudah diberkati dan sudah enak tapi masih berbuat dosa. Untuk itu perlu ditingkatkan lagi yaitu diletakkan di palungan.

Palungan
= tempat makan domba-domba.
Yesus dibaringkan di palungan= Yesus menjadi makanan bagi domba-domba.

Yohanes 1 : 1, 14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

"Firman"= logos= firman pengajaran (makanan keras). Jadi harus meningkat dari firman pengiinjilan/susu menjadi makanan keras.

Yesus adalah Firman pengajaran benar yang lahir menjadi manusia.

Firman pengajaran disebut kabar mempelai (peningkatan dari kabar baik), yaitu firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala Raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan dan mengubahkan kita (orang yang sudah selamat) sampai sempurna seperti Yesus.

Yesus dibaringkan di palungan sebagai makanan domba-domba.
Jadi, makanan bagi domba-domba yaitu:

  1. Firman Pengajaran benar/Firman PENGGEMBALAAN= firman pengajaran benar yang dipercayakan pada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, terus-menerus/berkesinambungan, teratur dan diulang-ulang sehingga:


    • menjadi makanan bagi sidang jemaat yang menumbuhkan kerohanian jemaat sampai sempurna (dewasa rohani) seperti Yesus/menyucikan dan mengubahkan sidang jemaat sampai sama sempurna seperti Yesus.


    • menjadi tuntunan bagi sidang jemaat menuju kandang penggembalaan yang benar (secara rohani) yaitu Ruangan Suci.

      Dalam ruangan suci terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas= ketekunan dalam Ibadah Raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci= persekutuan dengan Allah Anak dalam Firman dan Korban Kristus.
      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan= persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih-Nya.


    Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita bersekutu dengan Allah Tritunggal seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar, dan cepat atau lambat pasti berbuah manis.


  2. Korban Kristus. (Perjamuan Suci)= Yesus harus mati di kayu salib.

Yang paling penting saat datang ke gereja (tujuan ke gereja) adalah makan dulu (bukan bekerja), setelah itu baru bisa bergerak. Seperti Maria duduk dulu untuk mendengarkan firman (makan dulu). Jika kita melayani terus tanpa makan, maka akan mati.

Jika tubuh tidak makan, maka pasti lemah, dan kalau dibiarkan menjadi sakit sampai mati.
Jika jiwa dan roh tidak makan, maka:

  • menjadi tidak puas yaitu mengomel, menjelek-jelekkan orang,
  • lemah (tersandung/malas),
  • sakit (jatuh dalam dosa sampai puncak dosa).
    Puncak dosa yaitu:


    • dosa makan minum: merokok, dll.
    • dosa kawin-mengawinkan: dosa percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami-isteri sah, penyimpangan seks, nikah yang salah sampai kehancuran nikah.


  • celakanya, setelah jatuh dalam dosa, tidak mau mengaku dosa tetapi malah enjoy dalam dosa= mati rohani, binasa selamanya.

Proses makan Firman pengajaran:

  • mendengar Firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan (rasa lapar) dalam urapan Roh Kudus, seperti anjing menjilat remah-remah roti.
  • mengerti Firman,
  • percaya/yakin akan Firman,
  • praktek Firman Pengajaran.

Pelajaran kita pada malam ini adalah MENDENGAR dan MELIHAT.
Tema natal pada malam hari ini bisa disebut MUJIZAT ITU NYATA.

Mazmur 119: 18
119:18 Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Jika kita sudah mendengar firman, mengerti, percaya sampai praktik firman pengajaran, maka mata kita akan melihat keajaiban Firman Pengajaran dalam 2 wujud yang nyata:

  1. Tujuh kaki dian emas yang bercahaya.
    Artinya: sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami penyucian dan pembaharuan sampai sempurna seperti Yesus= mujizat kedua terbesar yang sedang terjadi.

    Firman Pengajaran benar lebih tajam dari pedang bermata 2:


    • tajam pertama untuk memotong yang lama/menyucikan,
    • tajam kedua untuk membaharui.


    Jadi pelita emas harus nyata bercahaya, sehingga kita harus disucikan dan diubahkan.

    DISUCIKAN
    Amsal 6: 16-19
    6:16 Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya:
    6:17 mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
    6:18
    hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,
    6:19 seorang
    saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

    Pelita emas memiliki 7 lampu dan lampunya tidak boleh padam. 7 dosa dalam Amsal 6: 16-19 ini membuat lampu padam. Untuk itu 7 dosa harus disucikan:


    • mata sombong = merendahkan orang lain, terlebih merendahkan Tuhan (merendahkan ibadah pelayanan), dan meremehkan perkara rohani.
    • lidah bercabang= tidak tegas ("benar tetapi ..., salah tetapi" ..).
    • tangan yang menumpahkan darah= perbuatan dosa.
    • hati yang membuat rencana jahat= hati jahat dan najis.
      Yang keempat adalah sebagai pokoknya (hati).
      Hati jahat dan najis yaitu keinginan akan uang (membuat pelita padam) yaitu kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak Tuhan dan hak sesama).


    • lidah dusta.
    • menyemburkan kebohongan.
    • pertengkaran= timbul karena kebenaran diri-sendiri.
      Kebenaran diri sendiri sudah ada sejak di Taman Eden (suami istri bertengkar). Saat Adam ditanya oleh Tuhan, apakah makan buah yang dilarang oleh Tuhan, seharusnya Adam menjawab 'ya Tuhan, ampunilah saya', sehingga masalah selesai. Tetapi Adam menjawab "ini karena perempuan yang Kau tempatkan disisiku".
      Jadi ini karena bersalah, akhirnya salahkan orang, bahkan salahkan Tuhan (salahkan pengajaran).
      Kebenaran diri sendiri yaitu:


      • kebenaran orang berdosa dengan cara menyalahkan orang lain dan tidak mau mengaku dosa,
      • menutupi dosa dengan pura-pura berbuat baik,
      • kebenaran yang bertentangan/tidak sesuai dengan Firman.


      Kebenaran sendiri inilah yang menimbulkan pertengkaran, perceraian dan pemecah belah.


    Kalau disucikan dari 7 dosa ini, maka muncul manusia baru.

    PEMBAHARUAN
    Kolose 3 : 10-14
    3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
    3:11 dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
    3:12. Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya,
    kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
    3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
    3:14 Dan di atas semuanya itu:
    kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    = 7 tanda manusia baru yang sempurna seperti Yesus, sampai dengan kasih yang menyatukan dan menyempurnakan kita semua. INI MUJIZAT TERBESAR KEDUA TERJADI yaitu manusia bisa menjadi sama dengan Tuhan.

    Mujizat pertama terjadi didalam kandang (Yesus lahir didalam kandang). Kalau kita mau mengalami mujizat yang kedua, mau menjadi sempurna seperti Dia, maka HARUS BERADA didalam kandang PENGGEMBALAAN (ruangan suci).


  2. Pribadi Yesus.
    Wahyu 1 : 13
    1:13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

    = penampilan dan aktifitas pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar dan Gembala Agung di tengah-tengah Pelita Emas untuk mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikanNya kepada kita.

    Kita hidup di akhir zaman yang semakin sulit sampai yang tersulit saat antikris berkuasa dan semakin gelap oleh dosa yang makin memuncak. Kita hanya bisa bertahan jika kita menjadi pelita emas yang menyala.
    Kalau sudah ada pelita emas yang menyala, maka ada perhatian/lawatan Tuhan (ada pelayanan Imam Besar dan Gembala Agung).

    Mazmur 23 : 1,6
    23:1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Jadi, baik seorang raja, miskin, pandai, bodoh dan sebagainya, asalkan sungguh-sungguh tergembala dan mengalami wujud firman penggembalaan untuk disucikan dan diubahkan menjadi pelita bercahaya, maka mau tidak mau Tuhan harus mengulurkan Tangan kepada kita.

    Mazmur 136 : 1-4
    136:1. Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
    136:2 Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya
    kasih setia-Nya.
    136:3 Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya
    kasih setia-Nya.
    136:4
    Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

    "sebab Ia baik!"= kebaikan Tuhan.
    "kasih setia"= kemurahan Tuhan.

    Jika tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan diulurkan kepada kita, hasilnya: Dia seorang diri mampu untuk melakukan keajaiban yang nyata ditengah-tengah kita.
    Artinya: kita tidak usah bergantung kepada orang lain, pendeta, jemaat, toko dll, tetapi kita harus bergantung kepada Yesus seorang diri di kayu salib.

    Di kayu salib, Yesus ""Eloi, Eloi, lama sabakhtani?"= "Allah Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku seorang diri ?", supaya bisa mengulurkan tangan kemurahan kebajikanNya kepada kita dan melakukan keajaiban besar kepada kita Seorang Diri.

    Perjamuan suci adalah kemurahan kebajikan Tuhan dan tanda Dia seorang diri di kayu salib mengulurkan tangan untuk menolong kita (melakukan keajaiban besar).

    Siapa yang ditolong oleh Tuhan?


    • Petrus (hamba Tuhan yang senior/laki-laki) ditolong oleh Yesus yang seorang diri mengulurkan tangan belas kasih dan kemurahan-Nya.

      Saat Yesus berdoa di bukit seorang diri, Petrus bersama murid-murid naik perahu yang sedang ditimpa gelombang. Saat Petrus berjalan di atas air, Petrus menjadi bimbang (karena angin) dan tenggelam (Matius 14 : 29-32).

      Hati-hati terhadap angin/pengajaran palsu!

      Yesus seorang diri mengulurkan tangan kemurahan untuk mengangkat/menolong Petrus.

      Petrus sebenarnya sudah melampaui pencobaan yang dahsyat, tetapi Petrus bimbang saat menghadapi angin/pengajaran palsu, sehingga ia tenggelam.

      Laki-laki ini kuat dan keras, tetapi lemah soal pengajaran (tidak tegas). Contohnya seperti Adam makan buah yang dilarang oleh Tuhan karena dipengaruhi oleh Hawa.

      Tenggelam= merosot. Malam ini jika ada yang merosot, kita harus berseru kepada Tuhan dan Dia seorang diri akan mengulurkan tangan untuk mengangkat/memulihkan kita.


    • perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah.
      Yohanes 8 : 9, 11
      8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
      8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

      Yesus seorang diri mengulurkan tangan kemurahan untuk menolong perempuan yang tertangkap berzinah.

      Perempuan berzinah artinya:


      • secara jasmani: seharusnya dirajam batu= tidak ada kehidupan (ekonomi sulit), berada dalam ketakutan/kekuatiran, keadaan malu, gagal total, dalam lembah kekelaman, lembah maut, dan lembah air mata. Sama dengan Daud yang pernah jatuh dalam lembah kelam dengan Betsyeba.


      • secara rohani: nikah dan buah nikah yang hancur, kebusukan-kebusukan dalam dosa sampai kebinasaan.


      Masih ada Yesus yang seorang diri mengulurkan tangan untuk menolong "Aku pun tidak menghukum engkau" artinya:


      • perempuan tersebut masih hidup,
      • yang tidak ada menjadi ada, yang gagal/malu menjadi berhasil dan indah pada waktuNya,
      • yang menderita menjadi bahagia,
      • yang busuk dibenarkan, disucikan dan diubahkan (tidak ada hukuman lagi) sampai satu waktu menjadi sempurna seperti Tuhan.


    Malam ini, kita hanya bergantung pada Dia yang seorang diri mengulurkan tangan kemurahanNya. Yang penting kita JUJUR (seperti Petrus dan perempuan yang tertangkap basah berzinah). Dan Tuhan akan mengangkat dan menolong kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

  • 30 April 2019 - 02 Mei 2019
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top