Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Bersamaan dengan penataran III imam dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 16: 4-7
16:4. Dan malaikat yang ketigamenumpahkan cawannya atas sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah.
16:5. Dan aku mendengar
malaikat yang berkuasa atas airitu berkata: "Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini.
16:6. Karena mereka telah
menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka!"
16:7. Dan aku mendengar mezbah itu berkata: "Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu."

CAWAN KETIGAditumpahkan di atas sungai-sungai dan mata-mata air, sehingga menjadi darah. Ini adalah tanda sengsara, penderitaan, kematian rohani--tidak bergairah dalam perkara rohani--, sampai kebinasaan kekal--darah tidak pernah kembali jadi air.

Ayat 5-7=dua malaikat yang dipakai untuk menghukum:

  1. Ayat 5: 'malaikat yang berkuasa atas air'= menghukum dengan air bah pada zaman Nuh, dan menghukum orang-orang yang menghujat Roh Kudus--air kehidupan--di akhir zaman (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 08 Mei 2022sampai Ibadah Doa Malang, 12 Mei 2022).

  2. Ayat 7= malaikat yang berkuasa atas api yang keluar dari mezbah ('seorang malaikat lain datang dari mezbah').
    Wahyu 14: 18
    14:18. Dan seorang malaikatlain datang dari mezbah; ia berkuasa atas apidan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."

AD. 2: Malaikat yang berkuasa atas api

Kejadian 19: 24
19:24. Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;

Dulu pada zaman Lot, Sodom dan Gomora dihukum dengan hujan api dan belerang dari langit.
Lukas 17: 28-30
17:28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom
turunlah hujan api dan hujan belerang dari langitdan membinasakan mereka semua.
17:30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

Di akhir zaman, dunia akan kembali dihukum dengan hujan api dan belerang yang akan membinasakan semua manusia dan memusnahkan dunia.

Mengapa terjadi hukuman api dan belerang?Karena manusia hanya menuruti hawa nafsu/keinginan daging, sehingga berbuat fasik/dosa, termasuk menghujat Tuhan, yaitu:
2 Petrus 2: 6, 10
2:6. dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,
2:10. terutama mereka yang
menuruti hawa nafsunyakarena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan,

'hidup fasik' = hidup jahat.

  1. 'mereka makan dan minum'= makan minum(merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan(dosa percabulan dengan segala ragamnya lewat pandangan, perkataan, perbuatan, termasuk nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan)--puncaknya dosa--= dikuasai oleh Setan dengan roh jahat dan najis.
    Contoh: Hofni dan Pinehas--imam-imam--tidur dengan perempuan-perempuan yang melayani di depan pintu kemah pertemuan.

    Istilah 'dikuasai' berarti sudah tidak berdaya, tinggal mengikuti saja. Kalau mengikuti keinginan daging pasti akan berbuat jahat, karena di baliknya ada roh Setan yaitu roh jahat dan roh najis. Sudah tidak mampu lagi, sekalipun sudah berbuat baik, akhirnya akan berbuat dosa lagi sampai puncaknya dosa.

  2. 'membeli dan menjual'= dikuasai roh Antikris--roh jual beli--yang membuat pelayan Tuhan beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara jasmani--termasuk keuangan, hiburan, kemakmuran--, bukan firman pengajaran yang benar. Ini benar-benar menentang kabar mempelai--air kehidupan--yang diberikan dengan cuma-cuma.

    "Rumus kita sejak dahulu disampaikan oleh pendahulu kita yaitu Pendeta van Gessel dan Pendeta In Juwono: 'kita mendapatkan cuma-cuma, bagikan dengan cuma-cuma,' tetapi sekarang malah bayar."

    Atau sebaliknya, tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara jasmani. Inilah jika dikuasai oleh roh Antikris, tidak ada lagi Roh Kudus. Roh kita akan kalah dengan roh Antikris ataupun roh Setan, karena tanpa Roh Kudus.

  3. 'menanam dan membangun'= dikuasai oleh nabi palsu dengan roh dusta termasuk ajaran palsu, sehingga tidak lagi berdasarkan pengajaran yang benar.
    Akibatnya: pelayan Tuhan membuat ladang palsu dan bangunan palsu berdasarkan ajaran yang palsu. Dan ini akan mengarah pada pembangunan Babel, bukan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Babel adalah mempelai wanita Setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan, yang akan dibinasakan dalam satu jam.

    Tanpa pengajaran yang benar, tidak akan ada lagi jabatan pelayanan dan karunia. Siapa saja boleh khotbah, yang penting menguntungkan, bahkan gembalanya jarang menyampaikan firman.

    Hati-hati! Lebih banyak yang membangun Babel--yang dipalsukan--dari pada membangun tubuh Kristus yang sempurna--banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih.

    Kita jangan membangun Babel. Harus berdasarkan alkitab; firman pengajaran yang benar, apapun yang dikatakan oleh manusia.
    Sebaliknya Babel tanpa firman pengajaran yang benar/tanpa penyucian sehingga hanya berbuat dosa. Yang penting adalah besar. Dalam Wahyu 17 Babel di ibaratkan seperti pasar raksasa yang menjual apa saja, sampai nyawa manusiapun ada.

Jadi, hukuman api dan belerang terjadi karena gereja Tuhan sudah dikuasai oleh Setan tritunggal--roh Setan, Antikris, nabi palsu---, sehingga menjadi sama dengan Setan tritunggal yang akan dibinasakan selamanya.

Di Sodom dan Gomora, hanya Lot yang selamat. Mengapa demikian?
2 Petrus 2: 7-9
2:7. tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
2:8. sebab
orang benarini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa--
2:9. maka nyata, bahwa
Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang salehdari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,

'orang yang benar'= tidak berbuat dosa.
'orang-orang jahat'= orang yang mengikuti hawa nafsu, yang dikuasai oleh Setan tritunggal.

Lot diselamatkan dari hukuman api dan belerang--keluar dari Sodom dan Gomora--karena ia hidup dalam kebenaran. Kalau hidup benar, kita akan selamat dan diberkati oleh Tuhan.
Tuhan menyelamatkan Lot---keluar dari Sodom dan Gomora--untuk disuruh lari ke pegunungan.

Kejadian 19: 17-23
19:17. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
19:18. Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku.
19:19. Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
19:20. Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah
kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara."
19:21. Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
19:22. Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut
Zoar.
19:23. Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.

Kalau tetap diam sekalipun sudah di luar Sodom--selamat dan diberkati--, akan tetap kena imbas hukuman api dan belerang. Karena itu ia harus lari ke pegunungan. Tetapi ia tidak mampu.

Wahyu 21: 9-10
21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah
gunung yang besar lagi tinggidan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

'Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu' = tujuh malaikat dalam Wahyu 16. Kita baru sampai malaikat ketiga.
'lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba'= setelah tujuh hukuman, tampillah Lot--sekarang kita--di pegunungan.

Lot tidak hanya selamat dan diberkati, tetapi sampai di pegunungan artinya sampai menjadi mempelai Wanita Tuhan yang sempurna.
Pegunungan menunjuk pada mempelai wanita Tuhan yang sempurna; sama dengan masuk Yerusalem baru.
Mempelai wanita dan kerajaan sorga tidak bisa dipisahkan--hubungan yang sangat erat. Penghuni sorga hanya Mempelai Pria dan mempelai wanita sorga. Kalau bisa jadi mempelai wanita sorga, pasti masuk sorga. Kita harus jadi mempelai wanita sorga! Ini yang kita pikirkan.

Kita sudah selamat dan diberkati karena firman penginjilan, setelah itu harus lanjut ke pegunungan lewat firman pengajaran yang benar.
Kita memang tidak mampu untuk mencapai kesempurnaan sekarang ini--masih banyak kesalahan--, seperti dulu Lot tidak mampu lari ke pegunungan. Jangan hanya puas sampai pada selamat dan diberkati, sebab hukuman Sodom akan terus mendekati kita.

Banyak orang sudah puas sampai selamat dan diberkati, sebab itu tidak mau firman pengajaran karena dianggap terlalu lama, terlalu menunjuk dosa dan sebagainya. Banyak ajaran yang mengajarkan sampai selamat dan diberkati, selesai, tidak tahu kalau hukuman sudah mendekat. Kalau sudah tiba di pegunungan baru aman. Kita harus menjadi mempelai wanita sorga.

2 Petrus 3: 9-10
3:9. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabarterhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:10. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.

Ketika Tuhan perintahkan untuk lari ke pegunungan, Lot mengatakan ia hanya mampu sampai ke kota yang kecil dan dekat, yaitu Zoar. Zoar menunjuk pada salib yang sering dikecilkan manusia, tetapi dekat dengan Tuhan.
Artinya: kita harus menggunakan panjang sabar Tuhan untuk tetap berpegang pada salib.
Panjang sabar Tuhan artinya Ia belum datang kembali kedua kali, dan kita masih diberi panjang umur.
Salib sering dikecilkan dan dianggap bodoh oleh orang Kristen, maunya hanya berkat, kesembuhan dan sebagainya. Warisan dari Tuhan sebenarnya adalah salib, tetapi tidak ada yang mau merebut, malah menolak semuanya.

Salib adalah tempat untuk mengaku segala dosa kepada Tuhan dan sesamaJika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita tetap mempertahankan pertobatan dan hidup benar--salib; mezbah korban bakaran; sama dengan masuk Halaman Tabernakel.
Mari mantapkan keselamatan--bertobat, hidup benar, selamat dan diberkati oleh Tuhan--, jangan berbuat dosa lagi. Kalau berbuat dosa, selesaikan.

Ada dua hal yang harus dijaga supaya kita bisa mencapai pegunungan:

  1. 2 Petrus 3: 11-12
    3:11. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
    3:12. yaitu kamu yang
    menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.

    (terjemahan lama)
    3:11. Oleh sebab segala perkara itu akan binasa kelak atas peri yang demikian, bagaimanakah patut kamu melakukan dirimu di dalam kehidupan yang
    suci dan beribadat?

    Yang pertama: kita harus menjaga untuk hidup suci dan saleh--suci dan beribadat.

    Hidup suci dan saleh sama dengan menantikan dan mempercepat kedatangan Yesus kedua kali.

    Di manakita bisa hidup suci dan saleh? Di ruangan suci Tabernakel.
    Ruangan suci menunjuk pada kandang penggembalaan. Di ruangan suci terdapat tiga macam alat sekarang menunjuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--: ibadah raya--termasuk ibadah kaum muda, fellowship--, ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, dan ibadah doa.

    Untuk masuk kandang penggembalaan memang harus masuk pintu sempit--salib. Semua dasarnya adalah salib. Mau kemuliaan dasarnya juga salib. Jika menolak salib tidak akan bisa mulia dan sempurna.
    Yohanes 10: 1-2
    10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
    10:2. tetapi siapa yang
    masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

    Mulai dari gembala harus masuk pintu sempit.
    Masuk pintu sempit--pintu salib--artinya perobekan daging; sakit bagi daging.
    Kalau tidak masuk lewat pintu--menolak salib--, pasti akan melompat tembok. Artinya: gembala kadang memberi makan, kadang tidak; sidang jemaat kadang makan, kadang tidak; sama dengan tidak setia dan tekun dalam kandang penggembalaan.
    Melompat tembok sama dengan pencuri, perampok, dan pembunuh yang tidak bisa masuk Yerusalem baru; tidak bisa naik ke gunung yang besar lagi tinggi.

    Mengapakita harus berada di kandang penggembalaan--tergembala--? Karena pintu kandang penggembalaan di dunia ada kaitan dengan pintu kandang penggembalaan terakhir di Yerusalem baru.
    Wahyu 21: 12
    21:12. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikatdan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.

    'malaikat'= gembala.
    Masuk pintu sempit kandang penggembalaan di dunia sama dengan adaptasi untuk masuk pintu gerbang penggembalaan terakhir di Yerusalem baru.
    Kita harus bertekun! Ketekunan adalah sesuatu yang dilakukan terus menerus dan tidak mau dihalangi sampai berhasil.
    Contohnya: Kalau kita bertekun belajar, sampai lulus, baru selesai. Jadi ada tujuannya. Kita bertekun terus sampai masuk pintu kendang penggembalaan terakhir.

    Kalau sering melompat tembok--tidak tekun--, pasti akan ketinggalan saat Yesus datang kembali. Camkan baik-baik!

    Jadi, kita harus setia dan tekun dalam kandang penggembalaan yang benar, dan tergembala pada firman pengajaran yang benar--pribadi Yesus--seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar atau keledai--bangsa kafir--tertambat pada pokok anggur yang benar. Cepat atau lambat kita akan mengalami penyucian/pembersihan terus-menerus sampai berbuah manis.

    Yohanes 15: 1-3
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan
    setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena
    firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    'firman yang telah Kukatakan kepadamu'= firman yang dikatakan oleh Yesus sama dengan firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar.
    Kalau tertambat pada pokok yang tidak benar, tidak akan berbuah manis tetapi berbuah asam--keonaran dan kelaliman dalam kitab Yesaya.

    Apa yang harus disucikan?
    Kejadian 49: 11
    49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggurdan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannyadengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
    49:12.
    Matanyaakan merah karena anggur dan giginyaakan putih karena susu.

    'Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggur'= ranting melekat pada pokok anggur. Keledai menunjuk pada bangsa kafir. Ranting artinya kecil; tak berdaya bagaikan bangsa kafir.

    Yang harus disucikan adalah

    • Pakaian pelayanan--baju. Jubah pelayanan disucikan supaya tidak bisa diambil oleh orang lain, seperti jubah Yudas Iskariot yang diambil oleh Matias.
      Yang disucikan adalah keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.

      Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Contohnya: saat ada orang yang mengurapi Yesus dengan minyak seharga 300 dinar--gaji setahun--, Yudas marah. Orang kikir sama dengan melawan urapan Roh Kudus--tidak ada urapan; kering.

      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Mencuri milik Tuhan berarti tidak ada firman.
      Kalau jemaat atau hamba Tuhan tidak mengembalikan milik Tuhan, tidak akan ada firman. Jika gembala tidak dipercaya persepuluhan dan persembahan khusus, akan terjadi pencurian besar-besaran dalam gereja Tuhan, sehingga tidak akan ada firman dan Roh Kudus.

      Tidak ada firman dan Roh Kudus berarti tidak ada kedua sayap burung nasar, berarti menjadi mangsa dari Antikris.

      Jangan sampai kikir dan serakah, supaya kehidupan kita dikuasai oleh firman Allah dan Roh Kudus dan kita bisa terbang jauh dari Antikris. Kita disucikan sehingga bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

    • Mata--'Matanyaakan merah karena anggur'= penyucian pandangan.
      Pandangan Yudas Iskariot tertuju pada perkara jasmani--uang--sampai ia jatuh tertelungkup--memeluk bumi seperti ular.

      Pandangan jasmani disucikan jadi pandangan rohani, yaitu mata hanya tertuju pada Yesusyang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa. Kita hanya berusaha untuk bisa berkenan pada Yesus Imam Besar dalam segala hal. Dan Ia yang akan bertanggung jawab atas seluruh hidup kita.

    • Gigi= penyucian mulut dari perkataan dusta menjadi perkataan benar dan baik. Kita bisa merasakan kebahagiaan sorga.
      Kalau dusta termasuk gosip dan fitnah, hidup akan pahit getir. Tetapi kalau berkata benar dan baik apalagi mengaku dosa, kita akan tertawa bahagia di tengah kesulitan dunia.

    'Inilah penyucian-penyucian seorang imam, mulai dari saya hamba Tuhan sepenuh, juga pelayan Tuhan yang tidak sepenuh (yang masih bekerja di dunia). Kalau panggilannya tidak sepenuh, tidak perlu menjadi pelayan Tuhan sepenuh. Kalau panggilannya sepenuh, maka harus menjadi pelayan Tuhan yang sepenuhnya. Terserah Tuhan, tetapi sama-sama berkenan kepada Tuhan. Jubah disucikan, pandangannya disucikan dan mulut disucikan.'

    Imam dan raja harus tergembala, supaya bisa mencapai pegunungan. Kalau hanya sampai selamat dan diberkati, lama-lama akan terkena penghukuman juga.

    Kisah Rasul 10: 1-2
    10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
    10:2. Ia
    saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allahdan ia memberi banyak sedekahkepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

    'pasukan Italia'= bangsa kafir.
    'saleh'= beribadah; tergembala.
    'takut akan Allah'= membenci dosa; disucikan; hidup suci.

    Kornelius adalah bangsa kafir yang suci dan saleh, sehingga bisa menghasilkan buah yang lebat, yaitu bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan dan beribadah melayani Tuhan sampai menyembah Tuhan--'senantiasa berdoa kepada Allah.'

    Kalau sudah demikian, Tuhan tidak akan melupakan.
    Kisah Rasul 10: 4
    10:4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

    Hasilnya:

    • Allah mengingat bangsa kafir, artinya: Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita untuk memelihara dan melindungi kehidupan kitayang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia yang bertambah-tambah sampai Antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Antikris tidak akan bisa memandang dan menjamah kita.

      Jika ranting berbuah, Tuhan berkata, 'Akulah pokok anggur yang benar, Bapa-Kulah pengusahanya,'artinya Tuhan akan memelihara dan melindungi.

    • Jika keledai sudah tertambat, cepat atau lambat akan ditunggangi Tuhan artinya bangsa kafir akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna untuk menuju Yerusalem baru--keledai ditunggangi Yesus masuk Yerusalem.

      Jangan ditunggangi Bileam! Kalau ditunggangi oleh Bileam akan menuju kutukan.

    Kita dalam kemurahan Tuhan yaitu tinggal di kota Zoar. Gunakan panjang sabar Tuhan untuk bertobat dan hidup benar. Tetap pertahankan keselamatan, sesudah itu naik ke gunung. Dua hal yang harus dijaga yaitu hidup suci dan saleh--harus tergembala. Kalau tidak tergembala akan merosot terus sampai ke Sodom dan Gomora lagi. Kalau tergembala akan naik terus sampai ke puncak gunung.

  2. 2 Petrus 3: 13
    3:13. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

    'langit yang baru dan bumi yang baru'= Yerusalem baru.

    Yang kedua: kita harus mengalami pembaharuanuntuk masuk Yerusalem baru, yaitu:

    • Hidup dalam kebenaran:

      1. Kebenaran karena pengampunan dosa lewat mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--hidup benar. Tetapi masih bisa berbuat dosa lagi, karena itu harus dilanjutkan ke langkah berikutnya.

      2. Kebenaran karena kelepasan, artinya tidak berbuat dosa lagi sekalipun ada kesempatan, keuntungan, ancaman, kerugian dan sebagainya apapun resikonya.

      3. Benar seperti Yesus benar.
        1 Yohanes 3: 7-8
        3:7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
        3:8. barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

        Ini adalah buah yang permanen--masuk Yerusalem baru--, dan kita benar-benar diberkati. Kita tidak bisa lagi berbuat dosa seperti Yesus.

    • Wahyu 21: 1
      21:1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

      Yang kedua: 'lautpun tidak ada lagi'= tidak ada hati bimbang--laut menunjuk pada hati bimbang.

      Yakobus 1: 6-8
      1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbangsama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
      1:7. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
      1:8. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

      Hati sering bimbang terhadap pribadi Tuhan saat menghadapi ajaran palsu, dan bimbang terhadap kuasa Tuhan saat menghadapi pencobaan.
      Kalau bimbang, pasti akan salah.
      Kalau bimbang pada pribadi Tuhan dan kuasa Tuhan, ia bisa pergi ke dukun. Hati-hati!

      Hati yang bimbang pasti tidak taat dengar-dengaran, berarti pintu sorga tidak mungkin terbuka. Ia akan mencari jalan sendiri yang tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar--alkitab--sampai berpaling pada ajaran palsu. Lama-lama melepaskan pengajaran yang benar.
      Mulai di taman Eden, Hawa mendengar suara Tuhan dan suara ular, dan akhirnya ia memegang suara ular--pilih yang salah--dan melepaskan yang benar. Hati-hati!

      Akibat hati bimbang:

      1. Tidak tenang hidupnya, stres kalau dilanjutkan bisa (maaf) gila.
      2. Tidak mendapat apa-apa--kosong dan gagal total. Secara rohani, tidak ada firman, Roh Kudus, dan kasih Allah--kosong rohani--, sehingga Setan dengan tujuh roh lainnya bisa masuk.

      3. Gugur dari iman= tenggelam di lautan dunia sampai lautan api dan belerang.
        Tenggelam sama dengan rubuh dan hebatlah kerusakannya seperti bangunan tanpa dasar.

      Sikap kita yang benar adalah menjaga iman dan ketaatandalam menghadapi segala sesuatu sekalipun mustahil dan membahayakan. Memang sakit, tetapi Tuhan pasti berikan kemenangan.

      Matius 7: 24-25
      7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
      7:25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

      Kalau ada iman dan ketaatan, kita akan membangun rumah di atas dasar batu. Kita tahan uji, tidak mundur setapakpun, tidak bergeser sedikitpun.

      Hasilnya: berhasil dan dipakai sebagai bintang-bintang yang bercahaya.
      Kalau taat pasti berhasil. Tidak taat pasti gagal. Orang yang mendengarkan firman dan melakukannya adalah kehidupan yang bijaksana.

      Daniel 12: 3
      12:3. Dan orang-orang bijaksanaakan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

      Bintang-bintang yang bercahaya artinya kita menjadi saksi Tuhan di tengah dunia yang gelap, supaya mereka diselamatkan dan masuk terang kesempurnaan.

      Pembaharuan Yerusalem baru mulai dari hidup dalam kebenaran, sampai benar seperti Yesus benar. Lalu, laut tidak boleh ada lagi--tidak boleh bimbang--, kita menjaga iman dan ketaatan; kuat teguh hati apapun resikonya, kita akan berhasil dan dipakai sebagai bintang yang bercahaya.

    • Menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna.
      Wahyu 21: 2, 9-11
      21:2. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuanyang berdandan untuk suaminya.
      21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
      21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
      21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis,
      jernih seperti kristal.

      Kita diajak naik ke gunung yang tinggi untuk melihat mempelai wanita sorga. Inilah pembaharuan terakhir lewat naik gunung--penyembahan.
      Pembaharuan terakhir terjadi lewat doa penyembahan kepada Tuhan--doa satu jam, doa puasa, doa semalam suntuk--yaitu jernih seperti kristal, artinya jujur dan percaya.
      Doa puasa dan doa semalam suntuk mempercepat proses pembaharuan karena kita berpacu dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang sudah tidak lama lagi.

      Jujur artinya benar katakan benar, tidak benar katakan tidak benar.
      Untuk masuk Yerusalem baru, kita jujur, percaya, dan mempercayakan hidup kepada Tuhan.

      Hasilnya:

      1. Ayub sudah habis-habisan, tetapi ia jujur mengakui keadaannya--banyak perkataan yang salah--dan matanya memandang Tuhan.
        Ayub 42: 5-6
        42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
        42:6. Oleh sebab itu
        aku mencabut perkataankudan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

        'Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau'= dulu saat diberkati hanya mendengar tentang Tuhan dari kesaksian orang. Ayub tidak percaya.

        Ayub jujur mengakui banyak dosa dalam perkataan, Ayub mengaku ia hanya debu tanah liat; dan ia mempercayakan hidupnya kepada Tuhan; hanya mengangkat dua tangan kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan tangan belas kasihan, sehingga Ayub mengalami pemulihan dobel--jasmani dan rohani. Nikah dan buah nikah juga dipulihkan.

        Mungkin kita menghadapi sesuatu yang habis-habisan, mari ikutilah seperti Lot dalam menghadapi hujan api dan belerang. Lot berada di kota Zoar artinya bertobat, hidup benar; pertahankan keselamatan, lalu tingkatkan. Dua hal yang harus dijaga: pertama hidup suci dan saleh, tergembala, Dia akan memonitor kita seperti Kornelius. Kedua pembaharuan Yerusalem baru. Kebenaran ditingkatkan sampai benar seperti Yesus benar, tidak boleh lagi hati bimbang--iman dan ketaatan; tahan uji--, jujur dan percaya seperti Ayub.

      2. Perempuan Kanani yang anaknya sakit dirasuk setan datang kepada Tuhan supaya anaknya disembuhkan (Markus 7, Matius 15). Lalu Tuhan bilang: 'tidak patut roti untuk anak-anak (bangsa Israel) diberikan kepada anjing (bangsa kafir).' Terakhir perempuan itu jujur mengaku ia sama seperti anjing: 'Benar Tuhan, tetapi anjing makan remah-remah roti yang jatuh dari meja tuannya', dan ia percaya pada Tuhan.

        Anak kerasukan Setan artinya kehancuran nikah dan buah nikah, kemustahilan, dan penderitaan.

        Jujur dan percaya, saat itu anaknya sembuh.
        Segala masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan. Segala penderitaan diubahkan jadi damai sejahtera, enak dan ringan--anak perempuan ini bisa tidur; sudah disembuhkan.
        Kehancuran nikah dan buah nikah dipulihkan.

      3. Marta keras hati, ia tidak mau membuka kubur Lazarus. Tuhan bilang: 'Angkat batu itu!'Marta bilang: 'Jangan Tuhan, sudah busuk.'Seringkali kita mempertahankan kebusukan--tidak jujur. Di luar kelihatan baik, tetapi dalamnya busuk.

        Jujur--'angkat batu itu'--, dan percaya pada Tuhan, sehingga Lazarus dibangkitkan. Busuk jadi harumuntuk membawa bau harum Kristus ke mana-mana.

        Jika Yesus datang kembali kedua kali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru yang kekal selamanya.

Apapun yang kita hadapi, jujur dan taat saja.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 02 April 2017 (Minggu Siang)
    ... Roh Kudus hujan akhir--kegerakan kabar mempelai--adalah kegerakan kemenangan yang terus menerus sampai puncaknya kemenangan terakhir yaitu duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya. Bukan kalah tetapi menang terus. Mari kita dalam kegerakan hujan akhir jangan sampai ada yang kalah tetapi kita harus terus menang Jangan seperti Yudas Iskariot yang kalah ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 21 Juli 2015 (Selasa Siang)
    ... dibuat dari tepung yang terbaik sama dengan pribadi Yesus yaitu firman Allah yang menjadi daging. Imamat Setiap hari Sabat ia harus tetap mengaturnya di hadapan TUHAN itulah dari pihak orang Israel suatu kewajiban perjanjian untuk selama-lamanya. Setiap hari Sabat roti harus selalu baru artinya harus selalu ada pembukaan rahasia firman Allah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2011 (Senin Sore)
    ... . demikian juga mereka sekarang tidak taat supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh mereka juga akan beroleh kemurahan. Jika Israel menolak uluran Tangan Tuhan masih ada kemurahan bagi bangsa Israel. Tetapi kalau bangsa kafir menolak uluran Tangan Tuhan maka yang ada hanya kebinasaan dan penghukuman untuk selama-lamanya. Kapan Tuhan mengulurkan Tangan bagi ...
  • Ibadah Kunjungan Mangkutana III, 26 Juni 2013 (Rabu Sore)
    ... kanannya atau pada dahinya dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat barangsiapa yang bijaksana baiklah ia menghitung bilangan binatang itu karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia dan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2016 (Minggu Sore)
    ... diterima oleh TUHAN. Melihat diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelemahannya sama dengan koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jangan melihat orang Ini sistem sorga bukan menghakimi orang. Jika ada dosa kekurangan dan kelemahan harus diakui kepada TUHAN dan sesama. Jangan disembunyikan Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi sehingga kita bisa ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 08 Juli 2010 (Kamis Tengah Malam)
    ... Tuhan yang didapat setelah ada korban unjukan korban api-apian korban khusus dan pakaian imam besar. Jaminannya adalah bisa makan daging dan roti dari korban tahbisan. Jadi jaminan yang didapat seorang hamba Tuhan atau pelayan Tuhan tergantung dari tahbisan pemakaian Tuhan . Pelayan Tuhan jangan memikirkan jaminan hidup sehari-hari tapi memikirkan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Desember 2017 (Selasa Sore)
    ... kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita seperti dibiasakan oleh beberapa orang tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah ...
  • Ibadah Doa Malang, 22 November 2011 (Selasa Sore)
    ... semua tergoncang imannya karena Engkau aku sekali-kali tidak. Petrus menolak Firman Nubuat karena kesombongannya. Sombong artinya Merasa lebih benar dari orang lain bahkan lebih benar dari Tuhan. Memakai kebenaran diri sendiri. Akibat kesombongan adalah Tidak bisa menerima kebenaran Firman. Hanya menghakimi orang lain untuk menutupi dosanya sendiri. Tidak bisa menyembah Tuhan bahkan menyangkal ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 14 Maret 2020 (Sabtu Sore)
    ... ladang maupun untuk pupuk dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar Praktik pengikutan kepada Yesus yang ketiga menjadi garam yang asin diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja Februari . Yang dibutuhkan adalah tekad yang kuat. AD. Untuk mempertahankan rasa asin dibutuhkan tekad yang kuat untuk menjadi ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 10 Juli 2013 (Rabu Sore)
    ... jala pekerjaan Ayah keluarga . Kalau kita taat maka segala resiko ditanggung oleh yang memanggil yaitu Yesus ITULAH RUMUSNYA . Tapi kalau kita tidak taat dengar-dengaran menolak maka semua resiko ditanggung diri sendiri. Itu berarti suatu kecelakaan bagi kita. Keluaran Ketika dilihat TUHAN bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya berserulah Allah ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.