English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Natal Persekutuan I di Batam, 02 Desember 2014 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 November 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:9-11
6:9 Dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 April 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 03 Januari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:8-9
8:8 Lalu malaikat yang kedua...

Ibadah Kunjungan Ciawi V, 29 Juli 2010 (Kamis Sore)
Wahyu 21: 5
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala...

Ibadah Doa Malang, 01 November 2011 (Selasa Sore)
Keluaran 1:1
1:1. Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 14 Oktober 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus

Keluaran 29:31-35
29:31 Domba jantan persembahan pentahbisan itu...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 10 Juni 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari beberapa nama lain...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 23 Oktober 2013 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 18 Mei 2016 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 11:9-10
11:9 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun...

Ibadah Doa Malang, 11 Oktober 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita berada di dunia akhir jaman yang harus menghadapi...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 April 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Persekutuan di Medan III

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah...

Ibadah Natal Kaum Muda Remaja Malang, 20 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8:19-21
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 20 Agustus 2017 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 7-8
6:7. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: "Mari!"
6:8. Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor
kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEEMPAT; penghukuman yang keempat dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu terjadi kegerakan kuda hijau kuning/kuda kelabu, yang mengakibatkan MAUT DAN KERAJAAN MAUT menguasai seperempat bagian dari bumi untuk membunuh penduduk bumi dengan pedang, kelaparan, sampar dan binatang buas (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 Juli 2017).

Ada tiga macam maut/kematian:

  1. Maut/kematian secara tubuh/jasmani; karena sakit dan sebagainya. Ini tidak penting bagi kita karena maut secara jasmani adalah urusan Tuhan, jangan saling menghakimi; siapa yang meninggal, bagaimana caranya dan kapan meninggalnya, itu urusan Tuhan.
    Urusan kita adalah selama hidup kita harus mendengar firman dan mengalami keubahan hidup sehingga maut tubuh tidak berkuasa--sekalipun kita meninggal dunia, kita akan dibangkitkan saat Tuhan datang kembali dalam tubuh kemuliaan bersama dengan Dia.


  2. Maut/kematian secara rohani. Ini yang harus diperhatikan, yaitu terpisah dari Tuhan (kering dan mati rohani) karena:


    1. Berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan
    2. Tidak setia dalam ibadah pelayanan--dipengaruhi dunia--yang menimbulkan kutukan dan kebinasaan.


    Inilah kematian rohani; terpisah dari Tuhan, dan akan membawa pada maut yang ketiga.


  3. Maut/kematian yang kedua; neraka selamanya. Orang yang mati rohaninya, itu yang akan masuk neraka untuk selamanya.

Tiga macam maut ini bergentayangan; waktu kuda kelabu datang, akan menguasai seperempat dari dunia untuk membunuh manusia di dunia, termasuk binatang-binatang.
Hal ini sudah pernah terjadi di dalam kitab Yehezkiel; sekarang merupakan nubuat bagi kita semua; akan terjadi lagi di akhir zaman.

Yehezkiel 14: 19-21
14:19. Atau jikalau Aku mendatangkan sampar atas negeri itu dan Aku mencurahkan amarah-Ku atasnya sehingga darah mengalir dengan melenyapkan dari negeri itu manusia dan binatang,
14:20. dan biarpun
Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.
14:21. Ya, beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauh lebih dari itu, kalau Aku mendatangkan keempat hukuman-Ku yang berat-berat, yaitu
pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, atas Yerusalem untuk melenyapkan dari padanya manusia dan binatang!

Ayat 20= ini pelajaran berharga. Nuh, Daniel, dan Ayub adalah orang-orang hebat, tetapi tidak bisa menyelamatkan anaknya; keselamatan itu merupakan masalah pribadi/pergumulan secara pribadi. Kita hanya bisa berdoa, tetapi masing-masing pribadi bertanggung jawab atas keselamatan jiwa kita masing-masing.

Ayat 21= jelas, penghukuman Tuhan dengan empat cara--sama dengan kitab Wahyu 6: 8--: pedang, kelaparan, binatang buas dan sampar, sudah pernah terjadi atas Yerusalem sehingga melenyapkan manusia dan binatang. Ini nubuat dari kitab Wahyu 6; menubuatkan bahwa ini akan terjadi lagi di akhir zaman saat kuda hijau kuning datang (penghukuman yang keempat dari Allah Roh Kudus). Kita harus hati-hati dan waspada.

Tadi, di tengah-tengah hukuman yang berat-berat, muncullah kehidupan yang selamat yaitu Nuh, Daniel dan Ayub. Kita bisa belajar.
Jika kita mau bebas dari maut yang akan terjadi di akhir zaman--saat kuda kelabu datang--, kita harus hidup sama seperti Nuh, Daniel dan Ayub. Biarpun anaknya, kalau tidak sama hidupnya dengan ayahnya, tidak akan bisa selamat.

Kita juga, berdoa untuk keluarga kita--suami, istri--boleh, tetapi keselamatan merupakan tanggung jawab masing-masing. Biarlah kita mencontoh dan meneladani Nuh, Daniel dan Ayub supaya kita selamat dari penghukuman Tuhan atas dunia.

NUH
Menunjuk pada halaman Tabernakel.

Kejadian 6: 5-8
6:5. Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6. maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
6:8. Tetapi
Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Pada zaman Nuh, HATI MANUSIA CENDERUNG JAHAT; TIDAK TAAT sehingga manusia melakukan perbuatan-perbuatan dosa sampai puncaknya dosa--dari dalam hati keluar--yang memilukan hati Tuhan, memedihkan hati orang tua dan membuat keluh kesah seorang gembala, sampai terjadi penghukuman Tuhan dalam bentuk air bah.

Tetapi Nuh sekeluarga memiliki HATI NURANI YANG BAIK, YANG TAAT DENGAR-DENGARAN--dibuktikan waktu Tuhan perintahkan Nuh membuat bahtera padahal tidak ada angin dan hujan, ia lakukan; Tuhan perintahkan Nuh masuk bahtera bersama hewan-hewan sekalipun belum ada banjir, ia masuk. Ini hati nurani yang baik; hati yang taat dengar-dengaran, sehingga Nuh mendapat kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan dia sekeluarga--Nuh hidup dalam tangan kasih karunia Tuhan yang besar.

Hati nurani yang baik/taat dengar-dengaran adalah tempat kasih karunia/anugerah Tuhan.

Ini menjadi contoh bagi kita. Sudah terjadi, manusia sudah mati karena air bah, tetapi Nuh selamat--dapat kasih karunia. Sekarang kita mencontoh teladan Nuh. Dulu Nuh masuk bahtera.

Apa itu masuk bahtera?
1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Sekarang kita harus masuk BAPTISAN AIR YANG BENAR. Hanya ada satu bahtera Nuh, berarti hanya ada satu baptisan air yang benar, yaitu:

  • Sesuai dengan alkitab--menurut kehendak Alllah; Nuh disuruh membuat bahtera dan masuk bahtera menurut kehendak Allah.
  • Seperti Yesus dibaptis, kita harus dibaptis.

Syarat baptisan air yang benar: percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat, dan bertobat. Kalau percaya, kita akan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi (bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa).

Roma 6: 4
6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Pelaksanaan baptisan air yang benar: dikuburkan; orang yang sudah mati terhadap dosa--bertobat--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga ia bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapat hidup baru.

Hidup baru adalah pembaharuan dari HATI NURANI YANG CENDERUNG JAHAT MENJADI HATI NURANI YANG BAIK/HATI YANG TAAT DENGAR-DENGARAN.

Kalau dulu, hanya delapan orang yang selamat--sangat sedikit dibanding satu dunia ini. Sekarang, ada berapa orang Kristen di dunia--mengikut Yesus--dan sudah baptisan air? Dulu juga banyak anak Tuhan, tetapi yang bisa naik bahtera Nuh (mendapat kasih karunia) hanya delapan orang. Sekarang juga, banyak orang kristen yang sudah dibaptis, tetapi hanya sedikit juga yang baptisannya benar.
Yang lain ke mana? Di luar bahtera, itu berarti belum dibaptis.

Bukan berarti kita paling benar, tetapi baca alkitab saja. Harus masuk baptisan, kalau mau menerima kasih karunia Tuhan.

Kalau masuk baptisan air yang benar, maka bisa mempunyai hati nurani yang baik; taat, dengar-dengaran.
Kejadian 6: 9
6:9. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

(terjemahan lama)
6:9. Maka inilah anak buah Nuh. Maka Nuh itu seorang yang benar dan
tulus hatinya di antara orang zamannya, dan Nuh itu hidup dengan Allah.

Praktik memiliki hati nurani yang baik:

  • 'seorang yang benar'= hidup dalam kebenaran.
  • Tidak bercela/tulus hati= tanpa pamrih, damai sejahtara; tidak ada kepahitan, kenajisan, iri, benci dan lain-lain, tetapi hanya mengasihi Tuhan.
  • 'hidup bergaul dengan Allah'= setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Dulu Nuh masuk bahtera, sekarang kita masuk baptisan air yang benar. Praktiknya jelas yaitu hidup dalam kebenaran, tulus hati dan setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Hasilnya:

  1. Hasil pertama: kita mendapat uluran tangan kasih karunia/anugerah Tuhan yang besar untuk memberikan keselamatan mempelai--delapan orang yang masuk bahtera Nuh adalah empat pasang mempelai.
    Memberikan keselamatan mempelai artinya:


    1. Tidak tercemar oleh dosa sehingga tidak dihukum oleh Tuhan.
      Yang dihukum adalah dosa--upah dosa adalah maut.

      Banyak kali kita sungkan pada manusia. Seringkali sesuatu yang salah kita tolerir: Ah..ini masih saudara saya. Pada zaman Nuh, tidak ada besan (keluarga dari menantu) Nuh yang selamat. Tetapi kita kalau sudah bicara soal besan: Aduh..tidak enak, itu besan saya. Dengan besan merasa tidak enak, tetapi dengan Tuhan merasa enak.

      "Saya pernah diperhadapkan waktu di Sibolga. Wakil bupatinya datang ke kamar: 'Pak, mengalah ya, ini menteri yang datang.': 'Baik, saya beri waktu karena sudah terlanjur, tetapi jangan terlambat, kalau terlambat, saya masuk, biar menteri, saya masuk.': 'Oh, tidak etis pak, itu menteri.': Oh begitu? Kalau dengan Yesus, etis ya pak?' Diam orangnya, merah mukanya. Kalau dengan menteri bilang: tidak etis, tetapi dengan Yesus: bubarkan, etis. Ngawur itu. Saya katakan pada orang tersebut: 'Biar bapak penjara saya, silahkan.': 'Oh tidak pak.': 'Biar Pak Jokowi yang datang, saya akan bilang: Ini ibadah.' Kita sering sungkan pada manusia padahal salah."

      Nuh tidak mau tercemar oleh dosa dan siapapun.

      "Kami hamba Tuhan seringkali sungkan pada manusia sekalipun salah, tetapi tidak sungkan pada Tuhan. Keterlaluan! Bukan apa-apa, tetapi memang hati nuraninya tidak baik; lebih memilih manusia dari pada Tuhan."

      Untung Nuh punya hati nurani yang baik, kalau tidak, mungkin ia akan ikut besannya. Tetapi Nuh tidak mau tercemar oleh dosa. Selamat itu tidak tercemar oleh dosa.


    2. Tidak disesatkan atau tercampur dengan ajaran-ajaran lain.
      Itu benar-benar keselamatan.

      "Bukan berarti hanya di sini yang paling benar, tetapi yang tidak sesuai, jangan campur. Saya kalau terangkan: seperti matematika kalau rumusnya dicampur-campur, biar pandai, jungkir balik, tidak akan lulus sampai kiamat. Harus ada ketegasan. Dari sinilah hati nurani yang baik."


    Bukan sombong kami yang paling benar, tetapi kita harus menghargai Tuhan lebih dari semua. Kita pilih untuk tidak mau tercemar oleh dosa dan tercampur dengan ajaran lain; itulah keselamatan mempelai.


  2. Hasil kedua: kita mengalami perlindungan Tuhan dari penghukuman atas dunia, sampai kiamat, dan neraka.

Inilah Nuh sekeluarga yang mendapatkan keselamatan mempelai; kebahagiaan mempelai. Kalau bercampur dengan dosa dan ajaran lain, percayalah tidak akan bahagia.
Tetapi kalau kita sudah tidak tercampur dosa dan ajaran lain, maka keselamatan dijamin, ada kebahagiaan sorga, dan perlindungan Tuhan nyata atas hidup kita.

Mari, belajar dari Nuh kalau mau mendapatkan kasih karunia. Maut boleh bergentayangan, tetapi kita tetap ada di dalam tangan anugerah Tuhan yang besar.

DANIEL
Menunjuk pada ruangan suci Tabernakel.
Daniel 6: 11
6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Daniel TEKUN MENYEMBAH TUHAN. Dia diancam supaya menyembah raja--penyembahan berhala--, kalau tidak menyembah, akan dimasukkan ke gua singa. Tetapi 'demi didengar Daniel' --perintah sudah ditanda tangani--, justru dia masuk ke kamarnya dan berdoa.
Ini namanya KUAT TEGUH HATI dalam menghadapi gua singa.

Kembali soal hati.
Tadi, di zaman yang hati nuraninya jahat, ada Nuh. Mari kita ikuti jejak Nuh, pertahankan hati nurani yang baik/hati yang taat dengar-dengaran. Lewat baptisan air, hati nurani yang cenderung jahat jadi hati nurani yang baik. Semoga kita selamat sekeluarga, ada keselamatan mempelai, kebahagiaan mempelai dan perlindungan Tuhan nyata; kita hidup dalam tangan anugerah Tuhan yang besar.

Lalu, Daniel kuat teguh hati menghadapi gua singa, lewat doa penyembahan.
Pada zaman Daniel, begitu peraturan raja diumumkan, semua menyembah pada raja. Banyak yang hatinya lemah. Ini pentingnya doa penyembahan.

Sekarang, lewat doa penyembahan, kita mengalami pembaharuan dari HATI NURANI YANG SERING LEMAH DAN BIMBANG MENJADI KUAT TEGUH HATI. Hati nurani ini sering lemah: mau apa lagi ya, sudah begini. Mungkin di pekerjaan diancam akan diPHK, jadi lemah. Jangan! Karena itu banyak menyembah! Itu kuncinya!

Memang kita harus menghadapi: seperti yang dihadapi Nuh, kita akan hadapi; seperti yang dihadapi Daniel, kita juga akan menghadapi. Daniel ini juga berhutang budi, dari orang buangan, dia diambil oleh raja--dia termasuk orang-orang berhikmat--, dijadikan pegawai istana, digaji; seharusnya orang buangan tidak ada masa depan, tetapi ditolong raja. Hati-hati dengan hutang budi! Kalau tidak benar, jangan ikuti. Hutang budi dibalas budi!

"Kalau pada murid-murid, saya bertanya: 'Boleh fellowship?': 'Boleh.': 'Salah! Harus fellowship tetapi fellowship yang benar.' Kalau tidak benar, jangan datang hanya karena berhutang budi. Balas dengan budi, jangan balas dengan fellowship!"

Praktik kuat teguh hati:

  • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, apapun resikonya.
  • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, apapun resikonya--harus masuk gua singa.
    Nanti kita akan diperhadapkan. Sekarang ini mungkin dihadapkan dengan waktu--pulang kerja, capek, harus ibadah--, tetapi nanti dengan gua singa yang modern--dalam bentuk ancaman dan sebagainya.

    "Kalau rasa capek, belajar untuk mengatasinya dengan kuat teguh hati.
    Kuat teguh hati ini mengalahkan rasa capek. Saya seringkali juga begitu. Kadang-kadang di pesawat: Aduh... Tetapi nomor satu ingat Tuhan, kemudian ingat jemaat-jemaat: Orang itu sakit mengerang-erang, tetapi ingin ibadah, sedangkan aku masih sehat. Jadi kuat lagi. Saya sentuh isteri saya: Ayo...semangat lagi."


  • Tetap menyembah Tuhan; tetap percaya dan berharap Tuhan, apapun yang dihadapi.

Jangan lemah hari-hari ini; jangan bimbang menghadapi apapun!

Hasilnya: Tuhan mengulurkan tangan kasih karunia-Nya yang besar untuk mengatupkan mulut singa.
Artinya:

  • Tangan kasih karunia Tuhan sanggup memelihara hidup kita di tengah kesulitan dunia.
    Dunia memang semakin sulit, tetapi maksud Tuhan adalah supaya kita bergantung pada tangan berlubang paku; tangan anugerah Tuhan yang besar, seperti Daniel.

    Mula-mula Daniel diperhadapkan soal makanan jasmani--hal yang kecil--, dia menolak karena makanan raja mungkin mengandung anggur. Sampai tukang masaknya yang takut. Tetapi Daniel mulai berani.
    Ini orang kuat teguh hati. Mulai dari perkara kecil harus tegas kalau itu salah, sampai nanti berhadapan dengan gua singa.


  • Kita mengalami perlindungan Tuhan dari celaka marabahaya, dosa-dosa dan puncaknya dosa, ajaran palsu, sampai antikris berkuasa di bumi. Kita dilindungi sehingga kita tetap hidup benar bersama Tuhan, seperti Daniel. Kita tetap mempertahankan kebenaran.

    Tadi, pemeliharaan Tuhan, kita juga dipelihara sampai zaman antikris.
    Semakin besar kuasa antikris di bumi, kita harus merasakan semakin besar anugerah Tuhan yang kita terima. Harus diimbangi. Kita sulit, tetapi ada jalan, itulah anugerah, pemeliharaan dan perlindungan Tuhan sampai zaman antikris.

    Nanti di zaman antikris, semua diblokir, hanya yang menyembah antikris yang boleh berjual beli. Di situlah kita baru merasa bahwa sepenuhnya kita hidup dari anugerah Tuhan yang besar; kita dipelihara di padang gurun selama tiga setengah tahun--seperti dulu Israel dipelihara selama empat puluh tahun.


  • Kemudian ada pertolongan Tuhan; keajaiban Tuhan menyelesaikan masalah yang mustahil--Daniel bisa keluar dari gua singa. Dan Daniel justru lebih diangkat lagi.
    Kalau saran orang lain mungkin: Sudahlah, Daniel, sudah, sembah saja, cuma sekali, nanti dapat kedudukan tinggi. Kesempatan. Sayang. Seringkali kita juga: kesempatan ini, dapat kedudukan juga. Tetapi Daniel tidak mau. Justru orang pikir tamatlah riwayatnya--karena tidak mau menyembah raja masuk gua singa, habis--, tetapi rencana Tuhan bukan rencana manusia. Rencana Tuhan justru Daniel mendapat masa depan yang berhasil dan indah; ia dipakai oleh Tuhan menjadi saksi--semua mengakui Allahnya Daniel.

    Kalau sekarang kita menjadi saksi tentang kabar baik/firman penginjilan--untuk orang-orang berdosa di luar Tuhan--dan kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--untuk orang-orang yang sudah selamat, supaya bisa digembalakan dan masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Dulu, Daniel dipakai, sekarang kita.

Kuat teguh hati! Jangan ragu, jangan bimbang hari-hari ini! Menghadapi apa saja, hadapi dengan kuat teguh hati. Banyak menyembah, itu kuncinya!

Tadi, masuk bahtera (baptisan air), itu adalah dasarnya. Baptisan air ini penentuan untuk mendapat hati nurani yang baik/taat dengar-dengaran. Jangan cenderung jahat, tetapi seperti Nuh sekeluarga yang mengalami keselamatan mempelai.

Ditingkatkan dengan doa penyembahan, untuk mendapatkan kuat teguh hati; pembaharuan dari hati yang lemah, bimbang/ragu menjadi kuat teguh hati. Hasilnya kita hidup dalam tangan anugerah Tuhan yang besar: ada pemeliharaan, perlindungan, pertolongan, masa depan yang berhasil dan indah, dan ada pemakaian Tuhan atas hidup kita, untuk memuliakan nama-Nya.

"Kita bersyukur kalau dipakai bersaksi kepada jiwa-jiwa yang belum percaya, tetapi jangan lupa untuk bersaksi tentang kabar mempelai untuk pembangunan tubuh Kristus/kesempurnaan. Ini bukti lepas dari gua singa."

"Kita dipakai untuk bersaksi secara pribadi, tetapi juga secara kolektif. Nanti tanggal 6-7 September kita ke Semarang, dan tuan rumah di Malang tanggal 19-21 September. Ini bukti terlepas dari gua singa/cengkeraman antikris. Kalau dihitung-hitung, satu tahun berapa milyar, sepuluh tahun uang untuk ibadah kunjungan sudah bisa mendapat tempat ini. Inilah bukti kita terlepas dari cengkeraman singa/antikris, yaitu kita dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus."

Maut bergentayangan hanya bisa dihadapi dengan hati: hati nurani yang baik dan kuat teguh hati. Maut tidak berkuasa, seperti singa ompong; dikatupkan. Kesulitan apapun, hadapi dengan hati! Tangan anugerah Tuhan yang bekerja.

Nuh mendapat kasih karunia Tuhan, itu adalah pembukaan alkitab dimulai dengan kasih karunia, dan nanti di kitab Wahyu 22: 21--ayat terakhir--, ditutup dengan kasih karunia. Kita tidak bisa lepas dari tangan kasih karunia/anugerah Tuhan.

Siapkan hati! Untuk menghadapi dosa, siapkan hati! Ada dosa atau hati cenderung jahat? Ada baptisan air. Yang sudah masuk baptisan air yang benar, periksa hasilnya! Kalau belum benar, mohon pada Tuhan. Menghadapi tantangan seperti Daniel, banyak menyembah Tuhan mohon kekuatan, sampai mulut singa dikatupkan.

Tadi, Nuh dengan baptisan air menunjuk pada halaman.
Daniel, ruangan suci; penggembalaan akan memuncak pada penyembahan.

Doa penyembahan adalah bagian dari penggembalaan--tiga macam ketekunan--dan memuncak pada penyembahan.
Ibadah umum--pelita emas--dan ibadah pendalaman alkitab--meja roti sajian--akan memuncak pada doa penyembahan.
Harus didorong oleh firman--meja roti--, pelita emas--ibadah raya--; firman dan Roh Kudus.
Firman dan Roh Kudus mendorong kita untuk menyembah Tuhan.

Daniel bertahan dalam penyembahan, sedangkan kita tekun dalam ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab, sampai tekun dalam ibadah penyembahan, dan mulut singa dikatupkan.

AYUB
Menunjuk pada ruangan maha suci--percikan darah.
Jadi alkitab itu mau diapakan juga, tetap tentang Tabernakel, tidak bisa terlepas dari Tabernakel. Kalau terlepas dari Tabernakel berarti terlepas dari sorga.

Ayub 1: 1-3
1:1. Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
1:2. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
1:3. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang
terkaya dari semua orang di sebelah timur.

Ayub ini hebat secara jasmani dan rohani--diakui oleh Tuhan--, tetapi ada satu kekurangan.

Ayub 32: 1-2
32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
32:2. Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

Kelemahan Ayub adalah HATINYA KERAS.
Zaman Nuh, hati yang cenderung jahat/tidak taat diubahkan menjadi hati nurani yang baik/taat; di situ ada kasih karunia. Zaman Daniel, hati manusia lemah, bimbang dan takut semua, diubahkan menjadi kuat teguh hati lewat penyembahan.

Sekarang, hati yang keras, yaitu merasa lebih benar dari Tuhan dan sesama= kebenaran diri sendiri; selalu menyalahkan orang lain dan Tuhan. Ini melawan salib--lebih benar dari Tuhan: vertikal; lebih benar dari sesama: horizontal.
Hanya salib yang bisa membenarkan kita; kalau merasa lebih benar dari Tuhan dan sesama, berarti melawan salib Tuhan-- banyak bersungut, mengomel.
Kalau Yesus, Ia benar, tetapi ia mengakui dosa-dosa kita. Itu kebenaran dari Tuhan. Di sini Ayub sombong--melawan salib--; hanya menyalahkan Tuhan dan sesama; tidak pernah koreksi diri.

Cara Tuhan menolong: Tuhan izinkan Ayub mengalami ujian habis-habisan--PERCIKAN DARAH--sampai Ayub bisa melembut; mengalami pembaharuan dari HATI KERAS MENJADI HATI YANG LEMBUT.

Ayub 42: 5-6
42:5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

'duduk dalam debu dan abu'= ini hati yang lembut, yaitu merasa diri hanya tanah liat; hanya mengaku sebagai tanah liat.
Artinya:

  • Mengaku tidak layak, rapuh, banyak kekurangan, kesalahan dan kelemahan, sehingga banyak mengoreksi diri.
  • Mengaku tidak mampu, tidak berdaya apa-apa, tidak berharga apa-apa sehingga hanya bergantung pada kasih karunia Tuhan yang besar.
    Sekalipun punya semua, tetapi Ayub merasa sebagai debu yang tidak punya apa-apa, tidak bisa apa-apa, dan hanya bergantung pada kasih karunia Tuhan yang besar.

Itulah kalau mau selamat dari maut. Dulu sudah terjadi, Yerusalem dihukum dengan pedang, kelaparan, sampar dan binatang buas. Nanti akan terjadi lagi. Tuhan katakan: Seandainya ada Ayub, Nuh dan Daniel, hanya mereka yang selamat, anak-anaknya tidak ditanggung. Karena itu kalau kita mau selamat dari maut kita meneladani mereka bertiga:

  1. Meneladani Nuh: baptisan air yang benar.
  2. Meneladani Daniel: ketekunan dalam doa penyembahan; diikuti dengan ketekunan dalam ibadah raya, dan ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab, yang mengarah pada doa penyembahan--mengatupkan mulut singa.
  3. Meneladani Ayub: harus mengalami percikan darah/ujian habis-habisan sampai melembut.

Ayub 42: 6
42:6. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

Praktik hati yang lembut:

  • Mencabut perkataan yang salah. Banyak berdiam diri hari-hari ini! Kalau banyak bicara, akan banyak salah.
    Perkataan salah: dusta, gosip, fitnah dan lain-lain. Lepaskan semua, cabut kata-kata yang salah!

    Memang ada harga yang harus dibayar untuk mencabut perkataan yang salah.

    "Pelajaran opa Totaijs, memberi contoh: Bawa bantal kapuk, lalu bawa pisau, buka jendela di lantai tujuh, robek bantal itu, buang kapuknya dan pilih lagi kapuknya, masukkan lagi. Itulah harga untuk mencabut perkataan yang salah. Karena itu hati-hati dengan perkataan! Waktu saya mendengar itu, ngeri betul untuk mencabut perkataan yang salah."

    Mari, sekarang banyak berdiam diri dan menyembah Tuhan.


  • Mencabut perbuatan-perbuatan yang salah: perbuatan jahat, najis dan sebagainya; kita saling mengaku dan mengampuni.
    Kalau salah, berani mengaku pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
    Kalau orang lain yang bersalah dan mengaku dosa pada kita, ampuni dan jangan diungkit-ungkit lagi. Hasilnya, darah Yesus menghapus segala dosa kita.

Dulu Ayub memang duduk di atas debu dan abu--suatu perkabungan, merendahkan diri, berpuasa.
Bagi kita sekarang, dalam arti rohani yaitu datang pada salib. Kalau kita masih mengaku manusia tanah liat, berarti kita butuh salib.
Di Mazmur 103, Tuhan katakan: setinggi langit di atas bumi, sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita, karena Tuhan ingat kita adalah debu; Dia melemparkan dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Kalau bukan debu, kita akan mati dan hancur.

Rumus: saling mengaku dan mengampuni hari-hari ini! Darah Yesus akan menghapus dosa-dosa dan mencabut akar-akar dosa; kita bisa hidup dalam kebenaran. Tuhan tolong kita.

Jangan tunggu ujian habis-habisan! Percikan darah dan pembaharuan bisa kita alami lewat pedang firman dan perjamuan suci--tanda darah. Jangan tunggu sampai ujian habis-habisan baru mau duduk di debu, karena saat dalam ujian habis-habisan belum tentu orang bisa tahan--seperti satu penjahat yang disalib bersama Yesus: Ayo turun! Selamatkan kami!

Tetapi kalaupun sudah terlanjur habis-habisan, mari kembali duduk di debu. Masih ada kesempatan pada saat ini. Tetapi yang lain, lebih baik kita mengalami pembaharuan dari hati keras menjadi hati lembut lewat firman dan perjamuan suci--pendalaman alkitab. Saat pegang perjamuan suci, biar kita marah kepada orang, kita bisa melembut dan bisa berdoa supaya Tuhan mengampuni orang itu.

Saat sengsara ingat Tuhan/salib, dan melembut! Ingat kita hanya debu tanah liat, datang pada Tuhan! Tuhan tolong kita. Jangan malah marah atau melawan!

Kalau hati sudah lembut, ini adalah tempat dari uluran tangan anugerah Tuhan yang besar untuk memulihkan Ayub dua kali lipat: jasmani dan rohani dipulihkan. Semua baik, berhasil dan indah, sampai kalau Tuhan datang kembali, semua menjadi sempurna seperti Dia, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Sempurna= tidak salah dalam perkataan, hanya berseru: 'Haleluya'--dari keempat penjuru bumi, seluruh bangsa, suku bangsa hanya satu perkataan. Kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Betapa indahnya. Maut tidak berkuasa lagi.
Termasuk saudara-saudara yang sudah mendahului kita; meninggal, tetapi dia ada tanda-tanda:

  • hidup di halaman Tabernakel--baptisan air--: hati nurani yang baik; taat, hidup benar seperti Nuh,
  • ada doa penyembahan--ketekunan--seperti Daniel; mulai dari ibadah raya, pendalaman alkitab, mendorong kita dalam penyembahan (ruangan suci); dia kuat teguh hati sampai akhir hidupnya,
  • dan rela mengalami percikan darah,

mereka juga akan dibangkitkan dan kita yang hidup akan diubahkan; dan keduanya menjadi satu kesatuan. Maut tidak berkuasa lagi.
Setetes air mata tidak ada lagi, itu bukti maut tidak berkuasa. Kita bersama Dia selamanya.

Pegang hati kita masing-masing! Ini yang menetukan nasib kita mulai sekarang di dunia sampai hidup kekal.
Mungkin masih cenderung jahat dan najis, sering lemah, ragu, tidak kuat, dan lain-lain, mungkin masih keras seperti Ayub--menyalahkan Tuhan, sesama dan orang tua--, marilah kita mengalami pembaharuan lewat Tabernakel saat ini, supaya tangan anugerah Tuhan yang besar memeluk kita.

Begitu ada hati nurani yang baik, kuat teguh hati dan hati yang lembut, Tuhan tidak bisa menahan, Dia harus mengulurkan tangan anugerah yang besar untuk memeluk kita semua dan melakukan segala sesuatu bagi kita seperti yang Dia lakukan pada Nuh, Daniel dan Ayub, sampai kesempurnaan.

Jangan ragu, Dia tidak menipu kita. Kaum muda Tuhan tolong. Sehancur apapun kita secara jasmani darn rohani, masih bisa ditolong. Sudah berhasilpun, masih harus tetap dipegang Tuhan. Semua semakin jahat, najis, sulit dan hancur, karena itu anugerah Tuhan harus semakin besar. Jangan bertahan pada hati dan hidup yang lama! Ini waktunya Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top