English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Malang, 29 Agustus 2009 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bapak Antanusa

MARKUS 13:14-17
Yang masuk...

Ibadah Raya Malang, 31 Januari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51, banyak hal yang harus kita jaga di dunia, tetapi lebih dari...

Ibadah Raya Malang, 09 September 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-17
7:15 Karena itu mereka berdiri...

Ibadah Raya Surabaya, 13 September 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Mei 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 26 Agustus 2012 (Minggu Pagi)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Matius 27 secara keseluruhan adalah tentang...

Ibadah Persekutuan Jakarta IV, 11 Agustus 2016 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Doa Surabaya, 02 November 2011 (Rabu Sore)
Matius 26: 57-58
26:57. Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli...

Ibadah Doa Malang, 29 April 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sanda Toding

Matius 12:38-42
12:38. Pada waktu itu berkatalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Juni 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang jemaat di Sardis.
Wahyu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Juli 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 21-25
26:21. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu...

Ibadah Raya Malang, 23 Mei 2010 (Minggu Pagi)
Digabung dengan Hari Pentakosta

Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Februari 2013 (Senin Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2018 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 2
8:2. Lalu aku melihat
ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.

Di sini ada tujuh malaikat yang diberikan tujuh sangkakala; berarti setiap malaikat dipercayakan sangkakala.

Malaikat menunjuk pada gembala sidang jemaat--'tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus, Tiatira, ......'
Sangkakala menunjuk pada firman pengajaran yang benar, yang keras, dan lebih tajam dari pedang bermata dua.

Jadi sangkakala adalah firman pengajaran yang benar; yang keras; yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala, untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan--berurutan--. dan diulang-ulang, sehingga menjadi:

  • Makanan rohani bagi domba-domba, supaya mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani--kesempurnaan.
    Ada firman penginjilan--susu--; percaya Yesus, bertobat, baptis air, dan diberkati Tuhan. Sesudah itu harus ditingkatkan pada makanan keras, supaya bertumbuh ke arah kedewasaan rohani.


  • Peringatan bagi sidang jemaat terhadap hukuman Allah--diingatkan lebih dulu akan hukuman Allah.
  • Komando/tuntunan tangan Tuhan bagi sidang jemaat untuk mencapai Yerusalem baru--kandang penggembalaan terakhir.
    Karena itu firman Tuhan harus berurutan, karena orang yang dituntun tidak bisa dilepas-lepas.

Ini disebut juga dengan firman penggembalaan.

Sikap terhadap sangkakala:
Yehezkiel 33: 1-6
33:1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:
33:2. "Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya
33:3. dan
penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya,
33:4. kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu, tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri.
33:5. Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau
ia mau diperingatkan, ia menyelamatkan nyawanya.
33:6. Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.


'penjaga'= gembala.
'pedang'= penghukuman.

  • Seorang gembala harus selalu siap sedia untuk meniupkan sangkakala--memberitakan firman pengajaran yang keras dan benar--baik atau tidak baik waktunya, apapun isinya, demi keselamatan sidang jemaat, apapun resikonya sekalipun ditinggalkan jemaat.


  • Domba-domba/sidang jemaat harus mendengar dan taat dengar-dengaran pada bunyi sangkakala/firman penggembalaan--suara gembala--apapun isinya.
    Hari-hari ini penggembalaan sangat penting. Di luar suara gembala, yang ada hanya suara serigala. Kita harus masuk kandang penggembalaan untuk digembalakan.

Inilah sikap dari seorang yang tergembala dengan benar dan baik. Itu yang menjamin hidup kita; ada makanan, peringatan, dan tuntunan Tuhan--sangkakala adalah komando tentang apa yang harus kita lakukan, sampai tiba di Yerusalem baru, kandang penggembalaan terakhir.

Kegunaan bunyi sangkakala (kegunaan pertama sampai ketiga diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 30 September 2018):

  1. Membawa kita masuk kandang.
    Pemberitaan firman bukan hanya membuat orang menangis, tetapi yang penting adalah membawa masuk kandang; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.


  2. Membawa kita ke luar kandang--persekutuan. Kita harus bersekutu, jangan egois!
  3. Menampilkan gereja yang sempurna--tujuh pelita emas--, di tengah-tengahnya ada Anak Manusia yang berjubah panjang sampai di kaki--Yesus.
    Artinya: gereja sempurna yang dilayani oleh Yesus Imam Besar, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga.


  4. Yosua 6: 1-5, 20
    6:1. Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.
    6:2. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.
    6:3. Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,
    6:4. dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
    6:5. Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."
    6:20. Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.

    Kegunaan keempat bunyi sangkakala: untuk menghadapi dan menghancurkan Yerikho.

    Perjalanan Israel menuju Kanaan terbagi dalam tiga etape: Mesir sampai gunung Sinai, gunung Sinai sampai tepi sungai Yordan--seberang sungai Yordan--, dan seberang sungai Yordan sampai masuk Kanaan tetapi harus lewat Yerikho.
    Etape pertama dan kedua dipimpin Musa, dan etape terakhir dipimpin Yosua karena Musa tidak boleh masuk Kanaan.

    Pada cerita ini, bangsa Israel dalam perjalanan/etape terakhir untuk masuk Kanaan--kita sekarang juga berada pada zaman akhir.
    Artinya: sekarang kita berada dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga, untuk siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Tetapi kita juga harus menghadapi Yerikho secara rohani.
    Yerikho artinya lembah bunga--harum--; harumnya dunia. Dalam perjalanan terakhir mengikut Yesus--mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--, kita harus menghadapi dunia dengan segala pengaruhnya yang mau menggagalkan kegerakan pembangunan tubuh Kristus--mulai dengan menghancurkan nikah, penggembalaan, dan fellowship.

    Jadi Yerikho menunjuk pada dunia dengan segala pengaruhnya yang mau menggagalkan pembangunan tubuh Kristus. Kita harus waspada!
    Ini yang tadi dihadapi dengan sangkakala, tabut, dan sorak-sorai.

    Ada tujuh hal negatif di Yerikho--tujuh pengaruh dunia--:


    1. Yosua 2: 1
      2:1. Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

      Pengaruh dunia yang pertama: 'perempuan sundal'= dosa persundalan--roh najis--; kawin mengawinkan, yaitu:


      1. Percabulan antara laki-laki dengan perempuan yang bukan suami isteri sah.
      2. Hubungan sesama jenis.
        "Mohon maaf, guru saya sering mengatakan: Dari pengakuan-pengakuan bisa diketahui, tetapi bukan untuk diceritakan, hanya dijadikan contoh. Hati-hati! Orangnya hebat-hebat tetapi berhubungan sesama jenis."


      3. Hubungan manusia dengan binatang.
      4. Perselingkuhan.
      5. Kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan.


    2. Yosua 7: 11, 20-21
      7:11. Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.
      7:20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
      7:21. aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal
      perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

      Waktu Yerikho dikalahkan ada yang mencuri barang-barang.
      Yosua 6: 24
      6:24. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

      Emas dan perak seharusnya ditaruh di dalam perbendaharaan rumah Tuhan.
      Kita ingat di kitab Maleakhi, Tuhan mengatakan: Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan.

      Pengaruh dunia yang kedua: dosa mencuri--roh jahat--, terutama mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, sehingga Israel kalah melawan Ai, kota kecil.
      Kalau gembala mencuri milik Tuhan, tidak tahu bagaimana kualitas sidang jemaatnya.

      Ai artinya reruntuhan.
      Ai adalah kota kecil--milik Tuhan yang paling kecil adalah persepuluhan. Kalau kita mencuri milik Tuhan, semua akan menjadi reruntuhan.


    3. 2 Raja-raja 2: 19
      2:19. Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi."

      Perikop: Elisa menyehatkan air di Yerikho.

      Pengaruh dunia yang ketiga: airnya tidak baik--aliran di dunia--, sehingga terjadi keguguran bayi.
      Artinya: tidak pernah mengalami keubahan hidup.

      Banyak yang mengeluh: Om, saya mau melakukan firman, tetapi tidak bisa karena pergaulan saya. Sudah berhenti merokok, lalu ketemu dengan teman, merokok lagi. Itu yang sering terjadi. Sudah tidak mau berdusta, lalu teman mengajak bercanda, akhirnya berdusta lagi.

      Aliran di dunia yaitu pergaulan yang tidak baik termasuk mode, sehingga terjadi keguguran bayi.
      Bukan tidak boleh mode, tetapi jangan mode yang mempertontonkan daging. Mode yang benar adalah menutupi ketelanjangan. Mengapa ada pakaian? Karena manusia telanjang. Dulunya manusia punya pakaian kemuliaan dari Tuhan, tetapi karena berbuat dosa, manusia telanjang dan butuh pakaian jasmani untuk menutupi ketelanjangan.

      "Pergaulan tidak baik di dunia bisa berupa makan minum--merokok, mabuk, dan narkoba. Jangan bergaul di sana! Sekarang belajar bersama atau kelompok belajar juga saya awasi, biarpun mahasiswa saya awasi kalau tinggal di gereja, karena banyak laporan. Awalnya bagus, lama-lama iseng, ada ini itunya sedikit, dan akhirnya terjerumus. Harus diperhatikan karena dosa makan minum, termasuk percabulan menghantam di mana-mana--paling banyak di dunia pendidikan. Semua tidak mampu. Harus ada bunyi sangkakala!"

      Tidak mengalami keubahan hidup= tetap manusia darah daging yang dicap 666.
      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'masa yang sukar'= sukar untuk berubah.
      'tidak mempedulikan agama'= mencampur-adukkan agama; mempelajari agama lain.
      'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'= tidak taat; kembali pada peristiwa Taman Eden, dan telanjang--manusia darah daging adalah telanjang.

      Beribadah tetapi tidak berubah karena tidak ada bunyi sangkakala; tidak ada penjaganya; gembalanya tidak tahu ada di mana; gembala tidak siap.
      Akhirnya dicap 666; ada di Bait Allah tetapi bungkuk delapan belas tahun.

      Inilah aliran dunia, bahkan kesukaan dunia masuk di gereja, supaya orang mau tinggal atau datang ke gereja. Tidak ada pedang/firman yang keras.
      Akhirnya: mengalami keguguran; pergaulannya tidak baik, sampai di dalam rumah Tuhanpun pergaulannya tidak baik--bau harum dunia.


    4. Matius 20: 29-30
      20:29. Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
      20:30. Ada dua orang
      buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"

      Pengaruh dunia yang keempat: buta. Artinya: menolak firman pengajaran.

      2 Korintus 4: 3-4
      4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Dua macam pemberitaan firman:


      1. Firman penginjilan/Injil keselamatan: percaya, bertobat, selamat,dan diberkati--kedatangan Yesus pertama kali.
      2. Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus--kedatangan Yesus kedua kali untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna.


      Buta rohani artinya tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; menolak firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sehingga tidak pernah mengalami penyucian, tetapi tetap berkubang dalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Harus ada pedang; harus ada bunyi sangkakala!

      Seperti tadi di dalam kitab Yehezkiel: Hati-hati! Hukuman sudah datang! Berhenti! Kalau tidak ada sangkakala, akan terus berbuat dosa; tidak ada penyucian. Buta semua! Tidak bisa melihat Tuhan dan diri sendiri.


    5. Lukas 10: 30
      10:30. Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

      Pengaruh dunia yang kelima: kemerosotan rohani yaitu tidak setia--turun dari Yerusalem ke Yerikho.

      Yerusalem= pusat kegiatan rohani.
      Yerikho= pusat kegiatan dunia/perdagangan.

      Sekarang banyak terjadi kemerosotan rohani karena pengaruh dunia.
      Kita tetap giat bekerja dan sekolah, tetapi jangan lupa untuk lebih giat/setia lagi dalam beribadah.
      Banyak kali kita ditarik oleh dunia ini.

      "Sekarang tugasnya pelajar banyak sekali--hidupnya ditarik oleh lembah bunga; harumnya dunia. Banyak orang yang akhirnya menjadi tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan. Gembalapun tidak setia."

      Orang semacam ini berada di dalam tangan setan--penyamun menunjuk pada setan. Hidupnya benar-benar setengah mati--tidak mendapat dunia dan sorga. Rugi!
      Kerja keras, kuliah yang keras, tetapi jangan abaikan ibadah pelayanan, harus lebih keras lagi.

      Korbankan waktu untuk ibadah sungguh-sungguh! Di luar ibadah berarti di luar tangan Tuhan.
      Yudas Iskariot berada di tangan setan dan langsung dibanting, sehingga ia sengsara, sampai setengah mati hidupnya, bahkan binasa selamanya.


    6. Yosua 6: 26
      6:26. Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: "Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!"

      Pengaruh dunia yang keenam: suasana kutukan: letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata. Ini yang kita hadapi, sampai membuat kecewa dan putus asa.

      Jangan menyerah kalah! Yerikho bisa dikalahkan dengan bunyi sangkakala, tabut, dan sorak sorai. Tiga hal ini jangan diterangkan hanya satu: Ayo bersorak. Sekalipun mereka bersorak, kalau tidak ada tabut perjanjian dan bunyi sangkakala, tidak akan bisa. Yang benar adalah ada sangkakala dan tabut, setelah itu baru ada sorakan.

      Jangan bimbang, kecewa, dan putus asa, tetapi tetap percaya dan berharap kepada Tuhan. Dia akan memberikan kelegaan kepada kita--'Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.' Memang ada masanya di mana kita mencucurkan air mata, mengalami letih lesu, berbeban berat, mari berseru kepada-Nya! Tetap percaya dan berharap Tuhan!


    7. Lukas 19: 1-10
      19:1. Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
      19:2. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
      19:3. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
      19:4. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
      19:5. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
      19:6. Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
      19:7. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
      19:8. Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
      19:9. Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
      19:10. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

      Pengaruh dunia yang ketujuh: mencuri milik orang lain, termasuk hutang tidak bayar, korupsi dan lain-lain.
      Kalau memang pailit, tidak bisa membayar hutang, harus baik-baik perjanjiannya. Jangan malah marah saat ditagih!

      Di dalam berkat yang Tuhan berikan kepada kita di dalamnya ada:


      1. Milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.
        Jangan menjadi seperti Akhan, akhirnya ia runtuh.


      2. Milik sesama yang membutuhkan. Seringkali kita mencuri milik sesama yang membutuhkan yaitu tidak memberi dan mengunjungi--'ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan, ketika Aku di penjara kamu tidak melawat Aku.....'

        "Karena itu istilah saya bukan KKR, tetapi ibadah kunjungan. Kita memberi dan mengunjungi baik secara jasmani maupun rohani."

Inilah tujuh hal negatif di Yerikho--tujuh pengaruh dunia; seperti tujuh lampu pada pelita emas.

Yang menjadi POKOK DARI PENGARUH DUNIA adalah point keempat: BUTA. Kalau buta, semua akan gelap--tujuh lampu gelap semua.
Apa pokok dari pengaruh dunia? Tidak mau bunyi sangkakala sehingga membuat kita buta rohani--MENCIUM BAU DUNIA. Kita hidup dalam pengaruh dunia, kegelapan, kehancuran, dan kebinasaan.

Keadaan ini sama seperti Yerikho. Saat bangsa Israel datang dengan sangkakala dan tabut perjanjian, Yerikho menutup pintu gerbangnya, artinya menolak bunyi sangkakala.
Inilah pokok dari pengaruh dunia yang membuat kita menjadi buta rohani; tidak bisa menerima firman penggembalaan--sangkakala ditiupkan berulang-ulang.

"Orang berkata: Tidak enak kalau hanya satu orang yang berkhotbah. Saya paling setuju kalau itu benar. Enak, santai, tidak usah bingung, tidak usah berpuasa. Tetapi karena tidak benar, saya tidak setuju. Bunyi sangkakala harus diulang-ulang. Seorang gembala adalah penjaga, dan juga orang tua yang memberi makan anak-anaknya. Tugas utama gembala adalah memberi makan. Semua dimulai dari makan dulu.
Seorang bertanya kepada saya: Bagaimana om mengikut Tuhan?: Di mana kamu bisa makan. Makan dulu.: Tetapi saya sudah melayani.: Kamu melayani tetapi tidak bisa makan, sebentar lagi kamu rebah. Lebih hebat kamu melayani lebih cepat kamu rebah. Makan dulu, setelah itu kamu bisa berbuat apa saja.
"

Itulah penggembalaan. Tetapi sekarang dibutakan oleh pengaruh dunia, mulai dari gembalanya dibuat buta. Kalau ditanya: Mengapa tidak berkhotbah? Dijawab: Tidak ada waktu untuk ini itu. Kalau seperti itu, jangan jadi gembala. Itu artinya dia menjadi gembala tetapi bukan dari Tuhan.

Pengaruh dunia membuat buta rohani; menolak firman pengajaran yang benar/firman penggembalaan--sama seperti Yerikho.
Yosua 6: 1, 6
6:1. Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.
6:6. Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN."

Tabut perjanjian= kabar mempelai/firman pengajaran yang benar.
Sangkakala= firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang.
Sangkakala yang ditiup= kabar mempelai yang diulang-ulang, itulah firman penggembalaan.
Firman penggembalaan/firman pengajaran yang benar inilah yang ditolak.

"Orang berkata: Jangan diulang-ulang, nanti jemaat bosan. Memang bosan kalau diberi camilan, tetapi kalau diberi makanan tidak akan bosan. Kalau bosan dengan makanan, bahaya, ia sudah dekat dengan tanah. Pagi makan nasi, siang nasi, malam nasi, begitu seterusnya. Mengapa tidak bosan? Karena makanan. Coba kalau diberi es campur, malam dikasih es campur lagi, sudah tidak mau karena takut kena diabetes. Itulah camilan. Tetapi kalau makanan tidak akan pernah bosan. Karena itu doakan kami gembala, supaya bukan memberi camilan tetapi makanan bagi sidang jemaat; firman diulang, maju, diulang, maju. Tuhan tolong kita."

Sekarang ini hati-hati dengan pengaruh dunia yang membuat kita buta rohani; menolak bunyi sangkakala--seperti Yerikho menutup pintu gerbang.
Akibatnya: hancur dan binasa.

Kalau sudah buta, maka enam pengaruh dunia yang lain juga masuk, sehingga terjadi kehancuran dan kebinasaan--erangan/seruan hebat seperti di Mesir waktu Israel keluar dari Mesir; Israel ada tanda darah sedangkan Mesir tidak ada, Israel keluar dari Mesir dengan bersorak-sorai, tetapi di Mesir terjadi seruan/erangan yang hebat. Di Yerikho tidak ada sorak-sorai penyembahan, tetapi seruan/erangan yang hebat--penderitaan.

Tetapi selama kita masih bisa mendengar bunyi sangkakala sekalipun kita masih ada gelapnya, ada harapan untuk menjadi terang.

Karena itu untuk menghadapi tujuh pengaruh dunia, mulai dari sekarang kita harus membuka hati--membuka pintu gerbang--supaya kita bisa mendengar dan dengar-dengaran pada kabar mempelai/bunyi sangkakala yang diulang-ulang.

Nanti akan terjadi dua keadaan kontras--ada yang seperti Yerikho yang menutup pintu, tetapi ada yang membuka pintu--:

  1. Wahyu 8: 5
    8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

    Gempa bumi secara jasmani sudah dahsyat, terlebih lagi gempa bumi secara rohani. Gempa bumi secara jasmani hanya membunuh tubuh. Jika ada anak Tuhan yang menjadi korban, tetapi sebelum mati ia berseru: Yesus, tolong, ia selamat; hanya tubuhnya yang mati, sedangkan jiwa dan rohnya selamat.
    Tetapi kalau mengalami gempa bumi rohani, tubuh, jiwa, dan rohnya akan mati binasa di neraka.

    Keadaan yang pertama: kehidupan kristen yang menolak bunyi sangkakala tidak akan mengalami penyucian dan pembaharuan--tetap manusia darah daging yang berdosa--, sehingga mengalami KEGONCANGAN yang semakin bertambah sampai mengalami tiga kali tujuh penghukuman Tuhan dan kiamat; ketinggalan saat Yesus datang, dan menimbulkan suara erangan yang dahsyat, sampai seruan yang hebat selamanya di neraka. Tidak main-main!


  2. Wahyu 8: 1-4
    8:1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
    8:2. Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
    8:3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
    8:4. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

    'pedupaan emas'= doa penyembahan.

    Yang kedua: kehidupan kristen yang menerima bunyi sangkakala akan mengalami penyucian dan pembaharuan sampai menjadi mempelai wanita sorga yang sempurna, sehingga bisa menyembah Tuhan dengan suara: Haleluya--penyembahan mempelai (Wahyu 19: 6-7). Ini sama dengan MENCIUM BAU DUPA--tadi mencium bau dunia. Kalau menolak firman, ia akan mencium bau harum dunia--bertahan pada daging/dosa--, sehingga tidak bisa mencium bau dupa.

    Kalau kita mencium bau dupa, kuasa Tuhan akan turun untuk menghancurkan bau harum dunia--tujuh pengaruh negatif di dunia hancur semuanya--, dan kita mengalami KETENANGAN yang bertambah-tambah sampai ketenangan setengah jam lamanya di sorga, bahkan masuk kerajaan sorga yang kekal.

    Kita tidak terpengaruh lagi oleh dunia. Dunia ini tidak tenang; baru menerima banyak uang, sudah goncang, baru jadi direktur, ada ini itu, goncang lagi dan sebagainya. Tetapi di dalam Tuhan kita mengalami ketenangan yang bertambah-tambah sampai masuk kerajaan sorga yang kekal selamanya.

Urusan kita sekarang adalah mau TERGEMBALA--mendengar sangkakala--, disucikan, dan diubahkan. Tambah suci, penyembahan akan tambah meningkat, dan kuasa Tuhan akan semakin meningkat. Kita harus mendengar bunyi sangkakala sampai garis akhir.
1 Korintus 15: 51-52
15:51. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52. dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

'kita tidak akan mati semuanya'= ada orang kristen yang meninggal dunia, dan ada yang hidup sampai Tuhan datang kembali. Kita berdoa semoga Tuhan cepat datang, dan kita tidak usah dikuburkan.
'nafiri'= sangkakala.

Kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali. Jangan berhenti!
Pada hari minggu kita sudah mendengar, penggembalaan itu menuliskan nama dalam kitab kehidupan. Harus urut sampai selesai. Kita makan juga berurutan, bayi baru berumur satu hari diberi susu, besok diberi ketan, bisa mati bayinya. Harus berurutan. Itulah penggembalaan.

Firman penggembalaan juga memberikan peringatan. Harus disampaikan terus menerus, supaya tidak lupa. Jangan marah! Kalau marah, nanti saat datang masalah: Kenapa saya tidak diingatkan? Tetapi kalau tidak marah, begitu masalah datang: Untung aku diingatkan.
Itulah penggembalaan. Mari tergembala sampai garis akhir!

"Melayani orang yang tergembala sampai garis akhirnya, ringan, tugas saya sebagai gembala sudah selesai, dan saya serahkan dia kepada Tuhan. Kalau tidak, susah, pikiran saya: mau bicara apa saya? Tidak yakin juga. Tetapi kalau tergembala sampai akhir, saya berani berteriak: Saat Yesus datang kau akan dibangkitkan."

Masalah meninggal atau hidup sampai Tuhan datang tidak penting. Yang penting selama hidup kita mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala, sehingga kita mengalami PENYUCIAN DAN PEMBAHARUAN secara terus menerus--yang lama dipotong, yang baru muncul--sehingga PENYEMBAHAN kita juga semakin meningkat sampai penyembahan mempelai dengan suara: Haleluya--satu pengajaran satu suara penyembahan--untuk menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali.

Wahyu 19: 6-7
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Kalau hari-hari ini kita masih bergosip atau memfitnah, kita terlalu jauh; kita sudah di ujung kedatangan Tuhan, terlalu riskan kalau masih berdusta, bergosip, atau memfitnah.
Arahkan diri untuk banyak menyembah Tuhan--karena banyak masalah/kegoncangan yang kita hadapi--, supaya kita bisa tenang, dan saat Yesus datang kembali benar-benar terjadi dua peristiwa:

  • Yang mati dalam kesucian, keubahan, dan penyembahan mempelai akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan seperti Yesus.
  • Yang hidup dalam penyucian, pembaharuan, dan penyembahan mempelai akan diubahkan dalam sekejap mata menjadi tubuh kemuliaan seperti Yesus.

Keduanya akan menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak sorai: Haleluya, sampai masuk Yerusalem baru.

Malam ini juga kita belajar. Dengan adanya pedang--firman bekerja--, mari, mungkin ada tujuh pengaruh dunia dalam hidup kita, tidak apa-apa--bukan saya setuju, sampai detik ini, berhenti--, yang penting terima pekerjaan firman--kita disucikan, diubahkan, sampai menyembah Yesus Sang Raja.

Kegunaan kita disucikan dan diubahkan, sampai menyembah Yesus dengan suara: Haleluya:

  1. 1 Korintus 15: 25-26
    15:25. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
    15:26. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

    'Raja'= Yesus adalah Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.

    Kegunaan pertama: kita mengalami kuasa kemenangan atas maut.

    Perjalanan hidup kita adalah sama seperti kapal di tengah lautan dunia menuju pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru. Mau tidak mau kita harus menghadapi angin dan gelombang yang ditiupkan setan dengan kuasa maut untuk menggagalkan, menyengsarakan, sampai membinasakan kita, yaitu:


    • Secara jasmani: pencobaan yang mustahil dalam segala bidang: ekonomi, kesehatan, studi dan sebagainya.
      Kalau kita mau disucikan dan diubahkan, sampai menyembah Tuhan, Dia akan memberikan kuasa kemenangan sehingga segala masalah sampai yang mustahil diselesaikan. Yakinlah! Dia mampu!


    • Secara rohani: dosa-dosa dan puncaknya dosa, termasuk ajaran-ajaran palsu yang terus menghantam kita.
      Hadapi dengan penyucian dan pembaharuan, sampai menyembah Dia. Kita akan mengalami kuasa kemenangan sehingga kita bisa hidup benar dan suci--mau berbuat dosa, serukan nama Yesus.
      Kita berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, supaya tidak bisa disesatkan.


    • Nikah dan buah nikah.
      Ini yang dihantam oleh setan karena nanti saat menyambut kedatangan Yesus kedua kali, kita tidak langsung ke sorga tetapi masuk perjamuan kawin Anak Domba--nikah rohani--di awan-awan lebih dulu. Ini adalah pintunya, setelah itu masuk Firdaus dan kerajaan sorga.

      Nikah ini yang menjadi pintunya, karena itu dihantam oleh setan. Hati-hati dengan kehancuran nikah dan buah nikah! Mari, banyak mendengar dan dengar-dengaran pada kabar mempelai. Kita digembalakan; disucikan dan diubahkan, sampai menyembah Tuhan. Kita akan mengalami kuasa kemenangan sehingga nikah kita tetap benar--sesuai dengan alkitab--, suci, dan satu.

      Nikah harus benar: tidak boleh kawin campur, sesama jenis tidak boleh, kawin cerai tidak boleh.

      Kalau sudah benar, jaga kesucian nikah; jangan ada perselingkuhan. Mulai dari awal pacaran jaga kesucian.

      Dan terakhir, jaga kesatuan nikah! Ada apa-apa dalam nikah, harus saling mengaku dan mengampuni--datang pada salib--, supaya nikah tetap dalam kesatuan.

      Jaga nikah untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba!


    Bertahan dalam penggembalaan; kita disucikan dan diubahkan, sampai menyembah Tuhan.

    Bukti menang atas maut:


    • Mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan--lautan teduh.
    • Giat selalu dalam pekerjaan Tuhan.
      1 Korintus 15: 57-58
      15:57. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
      15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan
      giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

      Kita harus lebih setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan! Usia boleh bertambah, tetapi setia berkobar-kobar juga bertambah-tambah, jangan merasa tua, ada kekuatan dari Tuhan.


  2. Efesus 5: 25-29
    5:25. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26. untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27. supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.
    5:28. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri.
    5:29. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

    Kegunaan kedua: Tuhan merawat, mengasuh, dan memandikan kita.

    Merawat dan mengasuh artinya:


    • Kita dipelihara dan dilindungi di tengah kesulitan dunia yang besar sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, bahkan sampai hidup kekal. Tuhan yang bertanggung jawab.


    • Tuhan memberi kehangatan--merawat dan mengasuh sama seperti induk ayam melingkupi anak-anaknya. Jangan dingin! Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengasihi sesama, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita. Kita merasakan kebahagiaan.


    Memandikan, artinya kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Dia. Dunia ini kotor, ada dosa di mana-mana, karena itu kita perlu dimandikan.


  3. Lukas 23: 40-43
    23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
    23:41. Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
    23:42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai
    Raja."
    23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga
    engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

    'Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja'= biarpun orang hebat, kalau sudah buta--tidak mau mendengar firman--, ia akan hancur seperti Yerikho. Sebaliknya, sejahat, segagal, dan senajis apapun--seperti penjahat--kalau masih mau mendengar suara Tuhan, ia masih bisa ditolong.
    Karena itu jangan menghina orang lain! Penjahat bisa jadi pendeta, pendeta bisa jadi penjahat. Bergantung hati, bukan penampilan luar!

    Jangan menghina orang kalau ia lagi jatuh! Doakan, bukan menyetujui kejatuhannya! Jangan dibuang! Kalau dibuang, selamanya ia hilang. Kita doakan, siapa tahu penjahat bisa jadi hamba Tuhan--Firdaus adalah tempatnya imam dan raja.


    Penjahat gambaran dari kejahatan, kenajisan, kegagalan, kehancuran dan lain-lain.
    Apa keadaan kita? Kalau kita masih mau mendengar dan dengar-dengaran pada firman, sampai menyembah Yesus, Dia masih bisa mengadakan pengangkatan.

    Kegunaan ketiga: Tuhan sanggup mengangkat kita.

    Secara rohani: kita dibenarkan dan diampuni.
    Secara jasmani: yang gagal dipulihkan oleh Tuhan, bahkan berhasil dan indah--suasana Firdaus.

    Apapun keadaan kita, yang penting mau disucikan dan diubahkan--tinggalkan dosa-dosa--, sampai menyembah Tuhan. Kita akan dipulihkan, bahagia di dalam Tuhan, dan jika Yesus datang kembali kita benar-benar diangkat, bersama Dia selama-lamanya. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai masuk Yerusalem baru--pelabuhan damai sejahtera; kandang penggembalaan terakhir.

Penjahat di sebelah Yesus sudah susah bernafas, tetapi masih bisa menyembah Tuhan. Jangan putus asa, kecewa!
Penjahat bisa ditolong. Kalau penjahat saja ditolong, masakan hamba/pelayan Tuhan tidak ditolong Tuhan? Tidak mungkin! Sembah Dia! Kita menyerah sepenuh pada Tuhan. Apa keadaan kita secara jasmani, rohani, dan dalam nikah rumah tangga? Kegagalan, kesulitan, kemustahilan? Bukan hanya ditolong, tetapi sampai diangkat jika Dia datang kembali kedua kali.
Ingat keluarga kita, doakan semuanya.

Penjahat sudah tersengal-sengal, tetapi masih ada nafasnya. Mungkin rohani kita tersengal-sengal, mau mati, tetapi masih ada kekuatan dari Tuhan. Sembah Dia! Jangan ragu-ragu untuk berseru dan berserah kepada Dia! Penjahat ditolong bahkan bisa masuk Firdaus; Rahab bangsa kafir juga selamat; demikian juga kita, apapun keadaan kita. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dia sudah rela dihancurkan di kayu salib untuk menolong kita yang hancur lebur seperti Yerikho/penjahat/Rahab. Kehancuran apapun, Dia sanggup memulihkan.

Perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan, bukan hanya menyembuhkan dan menolong di dunia, tetapi juga memulihkan bahkan menyempurnakan kita. Ingat keluarga kita sekalipun mereka memusuhi kita, doakan, jangan ada yang ketinggalan saat Yesus datang kembali.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top