English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 April 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-17, 21-23
25:16. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang...

Ibadah Doa Surabaya, 06 September 2017 (Rabu Sore)
Pembicara: Juli

Pertama-tama saya mengucapkan selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera dan bahagia dari Tuhan...

Ibadah Doa Siang Surabaya, 23 Oktober 2016 (Minggu Siang)
Yohanes 20: 21-22
20:21. Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 04 Agustus 2017 (Jumat Malam)

Ibadah Kunjungan di Ciawi I, 16 Januari 2018 (Selasa Pagi)
Bersamaan dengan peresmian gedung Espenia di Ciawi

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema: Wahyu 21: 5
21:5....

Ibadah Raya Surabaya, 12 Juni 2011 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta
Matius 26: 17-19
26:17. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 01 Februari 2011 (Selasa Pagi)
Keluaran 5-11 - Dalam Tabernakel menunjuk tentang Pelataran dan berbicara tentang KEBENARAN.
Keluaran 5 menunjuk KEBENARAN...

Ibadah Doa Surabaya, 22 Juni 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 16 Juni 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:67-80 adalah tentang "Nyanyian Pujian Zakharia".

Nyanyian pujian Zakharia menubuatkan 2...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juli 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Matius 26: 26-29
ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Ayat 26-29= peralihan dari perjamuan paskah ke perjamuan suci.
Jadi, perjamuan paskah yang terakhir= perjamuan suci yang...

Ibadah Doa Malang, 11 Juli 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:3-4
6:3 Dan ketika Anak...

Ibadah Doa Malang, 21 Juli 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 November 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi...

Ibadah Raya Malang, 26 Juli 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 adalah tujuh percikan darah...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 April 2014 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 13-16= penampilan pribadi Yesus dalam 4 keadaan yang sebenarnya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014):

  1. Wahyu 1: 13= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, dengan tanda berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki dan dada-Nya berlilitkan ikat pinggang dari emas (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).


  2. Wahyu 1: 14= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala Raja, dengan tanda rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah dan mata-Nya bagaikan nyala api (sudah diterangkan mulai dariIbadah Raya Surabaya, 23 Februari 2014).


  3. Wahyu 1: 15= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil, dengan tanda kaki-Nya bagaikan tembaga yang berkilau dan suara-Nya bagai desau air bah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Maret 2014).


  4. Wahyu 1: 16= Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga. Ini puncak penampilan, dimana kita tidak akan terpisah lagi dengan Dia dan bersama Dia selama-lamanya (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Maret 2014).

Malam ini, kita masih mempelajari bagian yang ke-4, yaitu YESUS TAMPIL DALAM KEMULIAAN SEBAGAI MEMPELAI PRIA SURGA

Wahyu 1: 16
1: 16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Ini menunjuk penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, dengan 3 tanda:

  1. Tangan kanan-Nya memegang tujuh bintang (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Maret 2014),
  2. dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 06 April 2014),
  3. wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik (mulai diterangkan dari Ibadah Paskah Surabaya, 20 April 2014).

Mulai kemarin kita membahas tanda yang ketiga yaitu wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik
Wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik= wajah-Nya bersinar-sinar untuk menyinarkan sinar kemuliaan (Shekinah Glory).

Ini terutama terjadi pada saat Yesus bangkit.
Yesus bangkit untuk menyinari murid-murid-Nya dengan sinar kemuliaan supaya mereka mengalami keubahan hidup dari manusia daging yang banyak kelemahan menjadi manusia rohani seperti Yesus bahkan menjadi sama mulia dengan Yesus, menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Tadi malam kita melihat seorang murid yaitu Tomas mengalami sinar kemuliaan dari Tuhan. Tomas yang tidak percaya/imannya karena melihat tetapi dia bisa ditolong oleh Tuhan (diterangkan pada Ibadah Paskah Surabaya, 20 April 2014).

Yohanes 20: 19-20
20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Selain Tomas, murid-murid ada dalam keadaan takut.
Yesus menyinarkan sinar kemuliaan kepada murid-murid-Nya yang dalam keadaan takut. Pada malam hari ini, kita mempelajari proses untuk melihat wajah Yesus dengan sinar kemuliaan.

Proses untuk melihat wajah Yesus dengan sinar kemuliaan:

  1. Proses pertama yaitu kita harus melihat lambung-Nya.
    Yohanes 19: 32-34
    19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Karena 2 orang yang disalib bersama Yesus belum mati, maka kakinya dipatahkan oleh prajurit-prajurit supaya cepat mati dan dikubur karena menjelang hari Sabat tidak boleh ada mayat tergantung.
    Sebenarnya, Yesus sudah mati dengan 4 luka utama, yaitu 2 di tangan dan 2 di kaki. Ini menunjuk kasih Yesus kepada bangsa Israel (untuk menyelamatkan bangsa Israel).
    Luka yang ke-5 di lambung Yesus adalah kemurahan Tuhan untuk menyelamatkan bangsa kafir. Karena pada waktu itu Yesus sudah mati, maka kaki-Nya tidak dipatahkan tetapi lambung-Nya ditikam dengan tombak.
    Dari lambung Yesus keluar darah dan air. Inilah kalau mau melihat wajah Yesus yang bersinar bagai matahari, harus melihat lambung Yesus yang mengeluarkan darah dan air.

    DARAH
    Menunjuk Mezbah Korban Bakaran= BERTOBAT, yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan (mati terhadap dosa).
    Dalam kitab Petrus, diistilahkan dengan 'membuang dosa'.

    1 Petrus 2: 1
    2:1 Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).

    Bertobat adalah membuang 5 dosa utama.
    Seseorang dikatakan bertobat atau tidak, dilihat dari 5 dosa ini,
    yaitu:


    • kejahatan: segala kejahatan, terutama cinta akan uang yang membuat kita kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus)=> akar dosa.
      Akar dosa dicabut atau tidak, ada disini.
      Yudas, sekalipun rasul dan bendahara, tetapi karena ada akar kejahatan, ia tidak bisa bertobat, sampai perutnya pecah.


    • tipu muslihat: dusta.
      Yudas juga berdusta.


    • kemunafikan:
      Yudas munafik yaitu mencium Yesus sementara semua murid yang lain lari, padahal Yudas hendak menyerahkan Yesus.


    • kedengkian: kebencian tanpa alasan, termasuk iri dan dendam.
    • fitnah: yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.


    Inilah kalau mau melihat wajah Yesus, harus lihat dulu lambungNya (bertobat).

    AIR
    Menunjuk Kolam Pembasuhan/Bejana Pembasuhan= baptisan air.
    2 hal ini tidak bisa dipisahkan, yaitu lihat darah dulu baru lihat air.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa/bertobat, dikuburkan dalam air bersama Yesus kemudian keluar dari air (bangkit bersama Yesus) untuk mendapat hidup yang baru.

    1 Yohanes 3: 9
    3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    Hidup baru/lahir baru yaitu mulai dari tidak berbuat dosa lagi= mengalami kelepasan dari dosa= HIDUP DALAM KEBENARAN, yaitu tidak mau berbuat dosa sekalipun ada kesempatan, keuntungan atau ancaman. Kalau dilanjutkan, satu waktu tidak dapat berbuat dosa= benar seperti Yesus benar.

    Inilah orang yang hendak memandang wajah Yesus yang bersinar bagai matahari, dimana Yesus tunjukan dulu lambungNya yang keluar darah dan air (bertobat, lahir baru, kita hidup dalam kebenaran sampai benar seperti Yesus benar).

    Kalau kita hidup benar, maka ada damai sejahtera di tengah gelombang dunia (sesuatu yang luar biasa, karena dengan memandang lambung Yesus saja, kita bisa merasakan damai).
    Dimana ada kebenaran, disitu ada damai sejahtera.

    Yesaya 32: 17
    32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

    Jadi, kita lahir baru/hidup baru, hidup dalam kebenaran sampai benar seperti Yesus benar, maka kita mengalami damai sejahtera di dalam Tuhan= diam dan tenang.

    Kalau diam dan tenang (HIDUP BENAR DAN DAMAI SEJAHTERA), maka angin dan gelombang di lautan dunia menjadi teduh, semua masalah diselesaikan oleh Tuhan, dan hidup kita menjadi enak dan ringan.
    Ini baru memandang lambung Yesus, belum memandang wajahnya, tetapi sudah luar biasa. Kalau sudah diam dan tenang, maka kuasa kebangkitan Tuhan turun.

    Kuasa kebangkitan Tuhan (Yesus bangun dari tidur) sanggup meneduhkan angin dan gelombang di tengah lautan dunia. Kalau sudah teduh, berarti semua masalah selesai dan semua menjadi enak dan ringan. Malam ini, kalau secara pribadi kita merasakan ada gelombang/badai menimpa ekonomi kita dan lain-lain. bukan saatnya putus asa/jauh dari Tuhan, tetapi kita belajar untuk memandang lambung Yesus lebih dahulu, maka lautan menjadi tenang, semua menjadi teduh, semua masalah diselesaikan tepat pada waktu-Nya.
    Apa yang tidak berkenan, harus kita buang (kita hidup benar). Sekalipun ada dosa yang menguntungkan, ancaman dan sebagainya, kita tetap hidup benar sampai benar seperti Yesus benar dan kuasa kebangkitan Yesus akan membuat semua selesai tepat pada waktuNya.

    Kalau kita tetap mempertahankan sesuatu yang tidak benar, maka gelombang menjadi semakin besar dan kita akan tenggelam.


  2. Proses yang kedua yaitu memandang tangan Yesus yang berlobang paku. Ini yang mau dilihat oleh Tomas.
    Artinya:


    • Tangan= untuk melayani/bekerja (melihat bagaimana kerjanya Yesus dan kita ikuti)= bekerja seperti Yesus bekerja. Kalau mau melayani, jangan melihat orang, tetapi harus melihat tangan Yesus= bekerja dalam tahbisan/ibadah pelayanan yang benar.

      Tahbisan yang benar: tahbisan/ibadah pelayanan yang sesuai dengan Firman Pengajaran yang benar (Alkitab), jangan sesuai dengan kehendak manusia= tahbisan yang taat dengar-dengaran pada Firman Pengajaran benar.
      Kalau tahbisan benar, sampai pintu Surgapun juga terbuka.

      Matius 7: 21-23
      7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      'melakukan kehendak Bapa-Ku'= taat dengar-dengaran.
      Banyak anak Tuhan/hamba Tuhan/pelayan Tuhan menilai keberhasilan dalam ibadah pelayanan/ibadah pelayanan yang berkenan menurut penilaian manusia adalah bentuk pelayanannya (hebatnya mujizat, banyaknya jemaat, kekayaan jasmani, dan sebagainya). Ukuran keberhasilan ibadah pelayanan yang benar adalah taat dengar-dengaran pada Firman Pengajaran benar. Itu yang bisa membuka pintu Surga, membawa jiwa-jiwa untuk masuk dalam Kerajaan Surga.
      Ini tanggung jawab kita. Jiwa-jiwa yang datang ini mau dibawa kemana. Jangan sampai kita bawa pada yang hebat-hebat tetapi pada akhirnya dikatakan 'enyahlah'. Tetapi biarlah sungguh-sungguh kita bawa pada pintu Surga.

      Kalau pintu Surga terbuka, maka pintu-pintu di dunia juga pasti dibukakan oleh Tuhan.
      Kalau tahbisan benar dan pintu Surga terbuka, maka pintu didunia sangat terbuka. Tidak ada yang sulit bagi kita.

      Biarlah kita perbaiki dengan memandang tangan Tuhan yang berlobang paku yang tidak berubah sama sekali (begitu Dia dipaku, tanganNya melekat pada kayu salib dan tidak berubah). Kalau pelayanan manusia bisa naik, turun atau menyimpang, tetapi kalau tangan Tuhan yang berlobang paku, tidak akan pernah berubah.
      Inilah yang menjadi perhatian kita, yaitu bekerja seperti Yesus bekerja.

      Kalau kita melayani tidak sesuai dengan Firman Pengajaran benar/tidak taat dengar-dengaran pada Firman pengajaran benar= pembuat kejahatan, makin melayani makin berbuat jahat dan akan diusir oleh Tuhan dalam kebinasaan (pintu Surga tertutup).
      Sungguh-sungguh! Jangan asal melayani, tetapi lihat tangan Tuhan.

      Kesaksian:
      "kalau lihat tangan Tuhan, sudah saya ceritakan berapa kali tentang Lempin-El, tidak masuk akal bagi saya, tetapi kalau lihat tangan Tuhan, jadi gampang. Mau mengadakan di Surabaya ini, saya berpikir seribu kali. Tetapi setalah saya ditegor Tuhan untuk lihat Tuhan bekerja, jadi gampang dan tidak masuk akal juga."


    • bekerja dalam kesucian.
      Ini yang dijaga, yaitu KETAATAN DAN KESUCIAN. Sudah cukup dan inilah modalnya Yesus yang bisa kita lihat.
      Mungkin pandai, tidak pandai, terserah, kaya, tidak kaya, terserah, pengalaman, tidak pengalaman, terserah, yang penting lihat Tangan Yesus.

      Keluaran 29: 1a
      29:1a "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku:

      'untuk menguduskan mereka'= kuduskan dulu, baru 'memegang jabatan imam bagi-Ku'.
      Jadi, kita harus melayani Tuhan dalam kesucian. Jangan dibalik! Banyak yang dibalik, yaitu biarlah melayani dulu supaya bisa suci dan bisa bertobat. Ini salah besar. Baca ayat yang benar!
      DISUCIKAN DULU, BARU BEKERJA
      .
      Malam ini, Tuhan rindu kita bisa melihat wajahNya yang bercahaya bagai matahari (sinar kemuliaan).
      Mulai lihat lambungNya dulu (bertobat dan hidup benar). Apa yang tidak benar di tahun-tahun lalu, kita hentikan. Akui semua, berhenti semua, hidup benar dan damai sejahtera. Semua teduh, selesai pada waktunya dan semua menjadi enak dan ringan.
      Kalau kita tetap mempertahankan yang tidak benar, hidup itu berat nantinya. Gelombang semakin besar dan bukan semakin kecil sampai tenggelam (hidup itu menjadi berat).
      Tetapi kalau sudah berani meninggalkan yang tidak benar (hidup benar dan damai sejahtera), sebentar lagi, sudah teduh semuanya, semua selesai tepat pada waktuNya.

      Sesudah itu, mari lihat Tangan Tuhan (mulai bekerja), semua melayani. Tetapi jangan ngawur dalam melayani, melainkan lihat tanganNya Yesus yang berlubang paku (bekerja sesuai Firman/taat pada Firman dan bekerja dalam kesucian).

      Bagaimana supaya kita bisa melayani dalam kesucian?:
      Imamat 21:12 =
      > "Kudusnya para Imam".
      21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Supaya imam-imam suci, harus tinggal dalam ruangan suci, tidak ada yang lain.
      'jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya'= Kalau keluar dari ruangan suci, berarti melanggar kesucian.

      Kalau melayani dalam kesucian, maka ada urapan Roh Kudus. Tetapi kalau melanggar kesucian, maka pelayanannya menjadi kering.
      Kalau kotbah, kotbahnya kering dan orang tidak mau dengar lagi.
      Kering= tidak ad amanfaatnya bagi yang mendengarnya. Biar dia fasih atau hebat, tetapi kalau tidak ada urapan, mungkin orang mengerti dan senang, tetapi tidak ada hasilnya (tidak menjadi iman).
      Main musik, mungkin hebat, tapi kering, sehingga sama seperti mendengar musik didunia. Hanya menyentuh emosi. Mungkin orang bisa menangis, tetapi hanya emosi.

      Kalau didalam Tuhan, urapan itu menyentuh hati.
      Kotbahnya menyentuh hati dan berbeda dengan menyentuh emosi (tertawa-tawa senang, tetapi tidak ada apa-apanya dan hanya begitu saja). Ini bedanya kalau ada dan tidak ada urapan.
      Biarlah kita jaga urapan. Kita bekerja dalam kesucian, itu adalah bekerja dalam urapan Roh Kudus.

      Bagaimana supaya kita bisa hidup suci atau imam-imam bekerja dalam kesucian?: harus/mutlak selalu berada dalam Ruangan Suci (ada 3 macam alat)= kandang penggembalaan= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


      1. Pelita Emas: ketekunan dalam Ibadah Raya= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karunia-Nya (semakin dipertambahkan karunianya).
        Kalau karunia bertambah, maka orang yang kita layani semakin merasakan pelayanan Imam Besar (bukan kita lagi yang melayani, tetapi Imam Besar Yesus).
        Dalam pelayanan, orang yang datang, jangan sampai merasa kita yang melayani, tetapi merasa Imam Besar yang melayani. Itu baru berhasil. Kalau kita yang melayani, mana bisa kita menyelamatkan dan menolong orang. Tetapi kalau Imam Besar yang melayani,
        orang lain bisa tertolong dan diselamatkan. Kalau ia dalam dosa, ia bisa diselamatkan. Kalau ia dalam masalah nikah dan sebagainya, ia bisa tertolong.


      2. Meja Roti Sajian: ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran yang benar dan Korban Kristus.
      3. Mezbah Dupa Emas: ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan= persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Kesaksian:
      "dulu, waktu saya pertama menggantikan di Malang, saya mendapat pelajaran dari guru/gembala saya tentang 3 macam ibadah ini. Dan saya takut sekali mau menerapkan 3 macam ibadah ini karena bayangan logika saya, kalau diterapkan 3 macam ibadah pasti banyak yang tidak mau dan akan keluar. Itu ketakutan saya (pikiran daging). Tetapi saya ditekankan Firman. Setelah Firman sampai, langsung saya umumkan (bukan kebijaksanaan). Ada Firmannya dulu, baru pelaksanaan. Kalau kebijaksanaan itu tidak ada firmannya. Ternyata, dari sekian banyak zangkoor (30-40), hanya ada satu orang ibu yang tidak mau. Saya diam saja, tetapi lama-lama (karena dia ini ikut persekutuan diluar, dan pas dengan salah satu hari kebaktian. Yang dilayani orang luar negeri dan lain-lain) setelah ia mulai mendengar Firman, dia datang pada saya dan mau kembali melayani lagi."

      Kalau tidak suci (kering), semua kering, jemaat kering. Ini tanggung jawab seorang imam, mulai dari gembala, mau dibawa kemana sidang jemaat.
      Kalau tergembala dengan benar, kita hidup dalam kesucian, melayani dalam kesucian dan urapan Roh Kudus, sehingga menarik hadirat Yesus sebagai Imam Besar Gembala Agung untuk melayani seluruh sidang jemaat.
      Itulah kepuasan.
      Kalau kita yang melayani, pertama puas, tetapi lama kelamaan merasa bosan (sudah tawar hatinya).
      Tetapi kalau Imam Besar yang melayani, dia tidak akan pulang-pulang dari gereja dan sungguh-sungguh.

      Ini rahasianya. Kalau kita yang mau menjangkau, mungkin 10-30 orang masih bisa. Tetapi kalau sudah 40, 100 dan seterusnya, mulai susah.
      "seperti tadi saya, dari pagi, pulang rumah, cuma makan, mandi, terus berangkat ke sini. Dari pagi, sudah ada yang operasi, siang sedikit, ada penguburan pertama, sorenya penguburan kedua, baru mandi dan kesini. Bagaimana bisa memuaskan kalau cuma pelayanan manusia? Tentu ada kesalahan-kesalahan."

      Ttapi kalau Imam Besar yang melayani, semua bisa mengalami pelayanan Imam Besar. Semua dipuaskan, ditolong oleh Tuhan dan semua diubahkan (ada sinar kemuliaan).


    Mari kita melayani dengan sungguh-sungguh!
    Kita bekerja seperti Yesus bekerja. Bekerja dalam tahbisan benar (sesuai pengajaran/ketaatan) dan bekerja dengan kesucian.

    Jika seorang imam sungguh-sungguh tergembala dengan benar dan baik (selalu berada dalam kandang penggembalaan= tertambat pada Pokok Anggur yang benar), hidup suci, melayani dengan ketaatan, kesucian dan urapan, maka mau tidak mau, Yesus HARUS menunggangi (dipakai oleh Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan pembangunan tubuh Kristus)= seperti keledai tertambat pada Pokok Anggur yang benar yang akan dilepaskan oleh Yesus dan pasti ditunggangi oleh Yesus menuju Yerusalem, sekarang menunjuk pada Yerusalem Baru/pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Surga.

    Ini kuncinya. Kalau sidang jemaat/imam-imam semuanya sudah berada di ruangan suci, kita hanya tinggal tunggu waktu, tidak perlu keluar dengan cara apa, tetapi sudah waktunya kita dipakai (keledai ditunggangi kemana saja) untuk pembangunan tubuh Kristus, bukan untuk mencari keuntungan (seperti keledai yang ditunggangi Bileam).
    Tetapi kalau ditunggangi Yesus, kita justru berkorban untuk pembangunan tubuh Kristus.

    Kalau dibandingkan Yusuf, jika kita tergembala dengan baik, hidup dalam kesucian, melayani dalam ketaatan, kesucian dan dalam urapan Roh Kudus, maka kita seperti Yusuf yang diberi jubah maha indah.
    Hanya Yusuf saja yang mendapat (hanya yang terpilih). Sebab itu, perhatikan sungguh-sungguh!

    Kejadian 37: 2-3
    37:2 Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun -- jadi masih muda -- biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
    37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

    'biasa menggembalakan kambing domba'= ada dalam kandang penggembalaan.
    Usia-usia 12-17 tahun harus dibawa ke dalam kandang penggembalaan.
    Yesus berusia 12 tahun sudah berada di Bait Allah dalam pengajaran.
    Yusuf berusia 17 tahun dalam penggembalaan.
    Jadi, usia 12-17 tahun adalah usia efektif untuk mulai tergembala pada pengajaran benar seperti Yesus dan Yusuf untuk mendapatkan jubah maha indah. Sebab pada usia ini, daging sedang kuat-kuatnya. Ini adalah permulaan untuk tergembala.

    'Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya'= tidak mau ikut berbuat jahat/dosa (suci, ada urapan). Yusuf juga taat untuk melapor kepada ayahnya, sehingga ia mendapat jubah maha indah.

    Efesus 4: 11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    'memperlengkapi orang-orang kudus'= pelayanan itu ditandai dengan kesucian.
    Jubah maha indah yaitu jabatan-jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sebagai perlengkapan seorang imam untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang sempurna.
    Bialah kita sungguh-sungguh mau memandang wajah Yesus yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik. Mulai pandang lambungNya dulu (hidup benar dan damai sejahtera, sehingga semua menjadi teduh). Setelah teduh, kita melayani (melihat tanganNya). Kita bekerja untuk Dia dengan ketaatan, kesucian dan urapan Roh Kudus (berada di ruangan suci= tergembala). Disitulah kita menarik hadirat Imam Besar ditengah-tengah sidang jemaat (sidang jemaat mengalami pelayanan Imam Besar).

    Kesaksian:
    "dulu saya digembalakan, kalau tidak datang gereja, uh...rasanya. Baru mengerti kenapa begitu (merasa ada yang kurang dan tidak enak, mau telat, mau kejar waktu). Ternyata karena ada pelayanan Imam Besar."

    Kalau tidak ada pelayanan Imam Besar, kita malah cari-cari alasan untuk tidak datang ibadah. Tetapi kalau ada pelayanan Imam Besar, ia sendiri akan merindukan jamahan Imam Besar. Ini tugas kita. Berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh untuk menarik hadirat Tuhan, supaya sidang jemaat mau dan betah tinggal dalam rumah Tuhan, selalu rindu seperti kerinduan raja Daud "lebih baik 1 hari di pelataranMu daripada 1000 hari ditempat lain". Ini kerinduan yang sungguh-sungguh karena ada pelayanan Imam Besar.

    Dan kalau itu terjadi, kita melayani dengan ketaatan, kesucian, dan urapan, menarik Imam Besar, kita tergembala bagaikan keledai yang tertambat pada Pokok Anggur yang benar, maka Tuhan lepaskan dan tunggangi kita (Tuhan memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujang akhir) dan Tuhan memberi jubah maha indah seperti Yusuf (kita tidak telanjang).

    Jubah maha indah= hidup mulai indah dan tidak telanjang (ketelanjangan-ketelanjangan tertutup).
    Tetapi, jubah harus dicelup dalam darah.
    Hidup mulai indah, sudah mulai tertata, mendadak 'kok begini, dulu saya tidak melayani, tidak begini. Sekarang, kok gini?'. Nah, itu sudah betul. Berarti jubah sudah dicelup dalam darah (sudah dekat kemuliaan).
    Jangan salah! 'kalau begitu aku mundur. Dulu aku tidak pakai 3 macam ibadah, semua enak dan lancar. Sekarang 3 macam ibadah, mulai melayani, eh..malah kacau. Kok begini?'. Itu artinya sedang dicelup dalam darah. Jangan mundur!

    Kalau kita sudah ada bukti melayani dengan kesucian, ketaatan, urapan Roh Kudus dan dalam penggembalaan yang benar, mulai dipakai oleh Tuhan, ketelanjangan kita ditutupi (hidup kita mulai indah) tetapi kemudian terjadi sesuatu (Yusuf dibuang, dijual, dimasukan penjara dan sebagainya).
    Banyak yang begitu.
    Banyak orang yang ke pengajaran berkata 'dulu tidak pakai pengajaran-pengajaran, enak. Sekarang pakai pengajaran, kok susah'.
    Itu artinya jubah kita sedang dicelup dalam darah.

    Kejadian 37: 31
    37:31 Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.

    Untuk kita bisa mempertahankan jubah maha indah, maka jubah maha indah harus perlu dicelup dalam darah. Artinya: kita harus mengalami percikkan darah/sengsara daging bersama Yesus. Bentuknya masing-masing, mungkin saudara sepulang dari kerja harus masuk kebaktian, tadi saya dari pagi setelah doa pagi dan makan pagi langsung berangkat menuju penguburan, lalu pulang dan makan siang lalu berangkat lagi ke penguburan kedua, lalu sorenya harus ke tempat ini. Tidak ada kesempatan untuk apapun. Kemarin harus melayani 2x Paskah umum dan 1x Paskah Sekolah Minggu. Ini jubah dicelup dalam darah (sengsara daging bersama Yesus).

    Percikkan darah adalah tempat yang paling aman bagi jubah maha indah sehingga tidak bisa dijamah oleh setan, sebab setan paling takut oleh Darah Yesus.
    Jadi, kalau kita menderita dalam ibadah pelayanan, itu sudah betul dan merupakan tempat paling aman. Justru kalau kita merasa susah, kita akan melayani terus, asalkan disertai ucapan syukur, sehingga kita bisa melayani sekalipun secara logika tidak bisa..
    Tetapi kalau kita mulai ragu, maka setan mulai menjamah kita. Kita bisa dilepaskan oleh setan dan ditelanjangi lagi.
    Jangan ragu! Kalau sudah merasa menderita dan mustahil, ingat Yusuf. Yusuf sudah dijual, masuk penjara, dan masuk liang tutupan, sudah tidak mungkin keluar karena tidak ada yang kenal (kalau dipenjara di Kanaan, masih ada yang kenal bahwa ia anak Yakub). Tetapi di Mesir, tidak ada yang kenal dan membela dia. Namun Tuhan yang membela dia.
    Kalau jubah dicelup dalam darah, ada Imam Besar yang mempertahankan jubah itu dan setan tidak bisa menjamah.

    Kalau jubah tidak dicelup dalam darah, betul-betul akan telanjang.
    Kalau jubah dicelup dalam darah, kita bisa bertahan.

    1 Korintus 15: 58
    15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

    Kalau jubah maha indah dicelup dalam darah, maka kita tidak goyan/kuat dan teguh hati= tetap setia dan berkobar-kobar melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan dari Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kedua kali).

    Kalau jubah dicelup dalam darah, hasilnya:


    • Yusuf menjadi perdana menteri= Yesus Imam Besar mampu memberikan masa depan yang indah, berhasil dan indah pada waktu-Nya.
      Tadi, kalau sudah lihat lambungNya (hidup benar), hidup itu mulai teduh. Disitu Yesus bangun dan menghardik 'diam, tenang!'. Semua jadi teduh dan selesai pada waktunya (semua enak dan ringan).
      Sudah enak dan ringan, jagan santai-santai supaya jangan datang gelombang yang lebih besar, tetapi kita lihat tangan Tuhan (melayani Tuhan sebagai bentuk ucapan syukur kita kepada Tuhan bahwa kita sudah tenang dan melayani dalam ketaatan, kesucian dan urapan seperti keledai tertambat pada Pokok Anggur yang benar => kita ditunggangi oleh Tuhan dan diberi jubah maha indah). Hidup mulai indah dan tertata, tetapi harus masuk dalam percikan darah.
      Disitulah kita justru menemukan keindahan yang sebenarnya.


    • saudara-saudara Yusuf yang tadinya membenci Yusuf, datang dan dipeluk oleh Yusuf= kita mengalami damai sejahtera dari Tuhan (tidak ada dendam dan lain-lain).
      Kalau kita melayani dalam urapan, kesucian, ketaatan, dan sistem penggembalaan yang benar, semua akan menjadi indah pada waktuNya.
      Hidup mulai indah dan kalau dicelup dalam darah, hidup akan menjadi betul-betul indah.

      Kejadian 45: 4
      45:4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.

      'Marilah dekat-dekat'= hidup dalam damai sejahtera.
      Kalau melihat Tangan Yesus, kita bukan susah payah melayani Tuhan.
      Marta susah payah karena bekerja tidak sesuai kehendak Tuhan, tetapi Maria sesuai kehendak Tuhan (dengar dulu/taat dulu pada Firman). Kalau taat pada Firman, pasti suci dan duduk, tidak jalan-jalan (tergembala dengan benar). Dan Maria dipuji sebagai yang terbaik/terindah. Marta susah, tetapi Maria damai (duduk saja).
      Jadi, kalau lihat Tangan Tuhan, SEMUA JADI INDAH DAN DAMAI.
      Kalau lihat lambung Tuhan, SEMUA JADI SELESAI DAN DAMAI.

      Itulah tanda melihat Tuhan, yaitu damai.
      Sampai nanti, Israel dan kafir menjadi satu (yang jauh menjadi dekat).
      Tadi, dekat-dekat (satu saudara), tetapi nanti Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

      Kita dekat-dekat mulai dari dalam keluarga/nikah rumah tangga (tidak boleh ada iri dan dendam), lalu dalam penggembalaan, antar-penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi satu Tubuh Kristus yang sempurna.

      Efesus 2: 13-14, 16
      2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
      2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
      2:16 dan
      untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

      Inilah tugas kita, yaitu melayani sampai ada damai sejahtera (dekat-dekat), bukan untuk mendapatkan sesuatu.


  3. Proses yang ketiga yaitu melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar bagai matahari yang terik.
    Lewat doa PENYEMBAHAN, kita bisa melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar bagaikan matahari terik.
    Diatas gunung, Petrus, Yohanes dan Yakobus melihat wajah Yesus yang bersinar-sinar. Itulah penyembahan.

    Melihat wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari yang terik= melihat wajah Yesus yang memancarkan sinar kemuliaan, sehingga kita bisa mengalami keubahan hidup dari manusia daging yang penuh kelemahan itulah takut secara daging, menjadi manusia rohani seperti Yesus yang takut akan Tuhan. Seperti Yesus di taman Getsemani, Dia takut secara manusia daging membayangkan salib. Tetapi karena Yesus taat ('ya Abba, ya Bapa, bukan kehendakKu yang jadi, tetapi kehendakMu'), maka Dia takut akan Tuhan.
    Kalau kita takut pada sesuatu di dunia, sehingga kita mau berbuat dosa, pandang wajah Yesus dan kita akan takut berbuat dosa.
    Banyak kelemahan kita, banyak ketakutan kita, bahkan murid-murid juga dalam ketakutan, tetapi biarlah kita bisa takut akan Tuhan.

    Ketakutan dan kekuatiran itulah yang membuat hidup kita tidak benar.

    Amsal 8: 13
    8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktek takut akan Tuhan adalah:


    • membenci kejahatan sampai dusta.
      Inilah orang yang memandang wajah Yesus. Tidak usah ditanya atau gembar gembor, tetapi dilihat dari kelakuannya. Sekalipun dia berkata bahwa ia melihat pengelihatan-pengelihatan, tetapi berdusta, itu hanyalah kebohongan dan karangan cerita.
      Sekarang banyak orang karang cerita/mendongeng (tidak ada ayatnya). Banyak orang senang, padahal tidak ada ayatnya, bahkan tidak cocok dengan ayatnya.
      Suatu waktu orang berkata 'masak orang turun naik surga katanya pendeta'. Saya bilang 'kalau baca ayat, maaf, bukan pendeta, tetapi setan itu yang turun naik Surga'. Nanti setan diperangi oleh malaikat Mikhael dan tidak ada tempat lagi bahkan dicampakan ke bumi.

      Jadi, kalau orang sudah takut berbuat dosa, berarti orang itu sudah melihat wajah Tuhan.

      "jadi, saya bersyukur dalam pengajaran ini. Tidak gampang dikelabui karena ada Alkitab. Seperti guru menerangkan 2+2= 4,5. Tidak gampang dikelabui kalau ada bukunya. Kalau tidak ada bukunya, kita dikelabui. Guru ngomong apa, semua kita terima, padahal tidak lulus semua. Tetapi kalau ada bukunya, bisa berkata bahwa di buku ini contohnya 2+2= 4. Nah, gurunya salah. Baca Alkitab!. Saya tahu ada penglihatan, tetapi sesuai dengan Alkitab, ada ayat-ayat yang mendukung dan ada tujuan rohaninya, serta ada praktik yang nyata."

      Semoga kita tidak ditipu oleh dongeng-dongeng pada hari-hari ini.


    • Kejadian 22: 10-12
      22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
      22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
      22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa
      engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."

      Praktik kedua: tidak menolak apa yang Tuhan minta dari hidup kita. Tuhan gerakan kita, kita tidak melawan. Kalau cuma minta 1000 lembu, Abraham akan senang sekali. Tetapi yang diminta anaknya. Tetapi karena takut akan Tuhan, aka Tuhan tidak pernah menipu orang yang takut akan Tuhan, Tuhan tidak pernah merugikan kita. Apa yang diminta, serahkan!
      Mungkin ada yang diminta seluruh hidupnya untuk menjadi fulltimer, jangan ragu. Tetapi jangan ngawur juga, melainkan sungguh-sungguh panggilan Tuhan.

      "ada orang bertanya pada saya 'bagaimana itu om kalau Tuhan minta saya harus gini gini? Saya tidak punya uang disuruh gini'. Saya bilang, tandanya adalah damai sejahtera"

      Takut akan Tuhan mendatangkan damai sejahtera. Sekalipun Tuhan meminta Abraham menyembelih Ishak, jangan pikir Abraham stress, tetapi ia damai sejahtera karena Abraham takut akan Tuhan.

      Amsal 14: 26
      14:26 Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

      Jangan ragu! Apa yang Tuhan minta? Abraham diminta anaknya, tetapi kalau malam ini Tuhan meminta dosa-dosa kita (yang jelek), kita harus menyerahkan dosa-dosa kita pada Tuhan supaya kita mengalami ketentraman besar.

      Kesaksian:
      "dulu saya tidak mengerti panggilan, saya juga takut. Tetapi setelah mengerti panggilan, menyerah, semua damai, tidak ada ketakutan. Sekolah Alkitab juga tidak bisa membayangkan karena bukan keluarga hamba Tuhan dan berpikir 10 tahun. Tetapi setelah betul-betul takut akan Tuhan (terserah Tuhan), jadi damai sejahtera. Mau tidak makanpun, tetap damai sejahtera. Itu hasil memandang Tuhan"

      Kalau ada ketakutan secara jasmani, maka perlu memandang wajah Tuhan.
      Takut berbuat dosa, serahkan yang Tuhan minta. Kalau untuk Lempinel, saya bilang 'apa yang kamu suka, serahkan! Suka tidur, serahkan, jangan tidur'.

      Kita memandang wajah Tuhan sampai takut akan Tuhan dan kita merasakan damai sejahtera.

      Tadi, kalau sudah damai, lautan teduh (masalah selesai dan enak ringan hidup itu). Sesudah itu, layani Tuhan, bekerja yang benar, semua jadi indah pada waktuNya.
      Sekarang, melihat wajah Tuhan. Ada sesuatu yang mengganggu kita (takut, kuatir atau pikiran-pikiran yang berat), serahkan pada Tuhan sampai takut akan Tuhan dan malam ini benar-benar ada damai sejahtera. Dan kalau ada damai sejahtera, Imam Besar juga hadir untuk membuat indah dan selesai semuanya.

      Hati damai sejahtera merupakan landasan bagi Imam Besar (pelayan pendamaian) untuk hadir dalam kehidupan kita, untuk meneduhkan lautan, menyelesaikan masalah, membuat enak dan ringan, menjadikan semua indah pada waktu-Nya.

      1 Tesalonika 5: 23-24
      5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      5:24 Ia yang memanggil kamu adalah
      setia, Ia juga akan menggenapinya.

      Hasil kalau hati damai sejahtera:


      1. Imam Besar sanggup memelihara dan memberkati kehidupan kita secara ajaib di tengah dunia yang sudah sulit dan mustahil.
      2. Imam Besar sanggup untuk menyucikan dan mengubahkan tubuh, jiwa dan roh kita sampai sempurna sama mulia dengan Dia (menyinari ktia), menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan permai. Kita menuju Kerajaan 1000 tahun damai, Firdaus yang akan datang sampai Yerusalem Baru/KOTA DAMAI selamanya.


      'Dia yang setia, Dia yang menggenapi janji'= perjamuan suci merupakan kesetiaan Tuhan untuk menggenapi janji-Nya. Dia rela mati untuk kita semua.

Mari, malam ini, memandang Tuhan mulai dari memandang lambung (damai), memandang tangan (damai) dan memandang wajah (damai yang besar). Tuhan tolong kita semuanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top