English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Desember 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Doa Surabaya, 09 September 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan pohon ara yang melembut, bertunas dan...

Ibadah Raya Malang, 14 November 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-32
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Surabaya, 01 September 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Tutup dan Buka Tahun, 31 Desember 2009 (Kamis Malam)
Matius 24:43-44, pada saat kedatangan Yesus kedua kali, akan...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Lukas 1:26-31
1:26 Dalam bulan yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Desember 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11 tentang kegiatan di tahta Surga:
Kegiatan penyucian.
Wahyu...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Agustus 2014 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa session III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 06 April 2012 (Jumat Pagi)
Matius 27:
= terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara daging yang dialami oleh Yesus sampai mati...

Ibadah Doa Malang, 13 April 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang...

Ibadah Raya Malang, 07 Desember 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Doa Malang, 15 Desember 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:18-19
3:18 maka Aku menasihatkan engkau,...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Gideon

Matius 25 : 24-30 --> Sikap terhadap talenta atau jabatan karunia yang diberikan Tuhan.
Sikap positif --> Setia dan...

Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2011 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Markus 6: 17-20, 27
6:17. Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 18 November 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8: 8-9
8:8. Lalu malaikat yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah,
8:9. dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.

Ini adalah peniupan sangkakala.
Dua macam pengertian peniupan sangkakala:

  1. Yang positif: mulai sekarang peniupan sangkakala adalah pemberitaan firman penggembalaan--firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat; mendewasakan kerohanian sidang jemaat--menyucikan dan mengubahkan sampai sempurna seperti Yesus, untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Ini adalah tugas seorang gembala. Doakan, supaya ada firman yang diberitakan untuk menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna--dewasa rohani.


  2. Tetapi nanti, mulai Wahyu 8: 6, peniupan sangkakala yang akan datang adalah penghukuman dari Anak Allah atas kehidupan yang menolak firman penggembalaan--menolak penyucian dan pembaharuan--sampai kebinasaan selamanya.

Kita sudah mempelajari mengenai sangkakala pertama yaitu hujan es, dan api, bercampur darah. Artinya: krisis kasih sehingga api kedurhakaan meningkat--durhaka pada Tuhan (tidak mau beribadah), durhaka pada sesama dalam nikah dan lain-lain--, sampai menumpahkan darah orang yang tidak bersalah baik lewat pembunuhan secara tubuh, tetapi juga pembunuhan lewat gosip dan fitnah. Kalau sudah terjadi krisis kasih, tidak peduli lagi anak, orang tua, dan siapapun. Ini yang harus kita hindari karena ini merupakan penghukuman sampai sepertiga bumi terbakar; binasa selamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2018 sampai Ibadah Raya Surabaya, 11 November 2018).

Siang ini kita belajar tentang SANGKAKALA KEDUA: sesuatu seperti gunung besar, yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga dari laut itu menjadi darah.

Gunung besar menunjuk pada dosa yang bertambah-tambah sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sesama jenis, hubungan dengan binatang, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, sampai kawin mengawinkan).

Gunung besar, yang menyala-nyala oleh api--api menunjuk pada hawa nafsu daging yang menyala-nyala--= DOSA-DOSA SAMPAI PUNCAKNYA DOSA YANG DIDORONG OLEH HAWA NAFSU DAGING YANG MENYALA-NYALA--dosa Babel.

Kemudian, gunung besar, yang menyala-nyala oleh api dilemparkan ke dalam laut, dan akibatnya sepertiga laut menjadi darah.
Laut--air yang banyak--menunjuk pada bangsa kafir.

Wahyu 17: 1, 15
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15. Lalu ia berkata kepadaku: "
Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

'pelacur besar'= Babel.
'tempat yang banyak airnya'= laut.
Laut--bangsa kafir--diduduki oleh perempuan Babel; dikuasai oleh gunung besar--dosa Babel. Ini yang harus kita waspadai.

Contoh: perempuan Samaria lima kali kawin cerai, selanjutnya tidak ada ikatan lagi--kawin mengawinkan. Itulah nasibnya bangsa kafir. Kalau tidak hati-hati, biarpun kita pandai, punya kedudukan, tidak akan ada artinya, karena nanti gunung akan dilemparkan kepada kita; tidak bisa ditahan oleh apapun.
Kita bekerja dan kuliah yang keras--buktikan bahwa Tuhan beserta--, tetapi ingat, semua itu tidak bisa menahan gunung besar yang dilemparkan.

Kalau air laut sudah dikuasai, akibatnya: sepertiga dari laut menjadi darah--kita ingat saat bangsa Israel mau keluar dari Mesir ada tulah AIR MENJADI DARAH.
Artinya: mengalami kekeringan rohani, yaitu:

  1. Tidak mengalami kepuasan sorga--kepuasan yang sejati--sehingga bersungut-sungut.
    Bahaya! Kalau sudah bersungut--termasuk bergosip--, itu bagaikan sudah mau minum darahnya orang.
    Kaum muda, hati-hati! Teman sudah dihisap darahnya, lalu tidak mau ke gereja lagi karena digosipkan terus.

    "Kalau saya dengar berita seperti itu, saya sebagai gembala sedih. Saya selidiki gosip apa ini. Ternyata dia sendiri yang bergosip supaya digosipkan. Dia sendiri yang membuat gosip. Tetapi ada juga yang tidak seperti itu. Jangan! Kita saling menguatkan, jangan saling menghisap darah."

    Kalau tidak mengalami kepuasan sejati, akibatnya:


    1. Mencari kepuasan di dunia--kembali pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan; benar-benar dikuasai Babel. Kalau sudah tidak puas--tidak mau ibadah--, mau ke mana? Nanti mulai ke diskotik dan lain-lain--mencari kepuasan di dunia--, sehingga jatuh dalam dosa Babel.


    2. Kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja, supaya masuk gereja seperti masuk diskotik--menarik dengan cara-cara dunia. Tidak ada artinya!

      "Saya punya dua kekuatan: dari alkitab dan gembala saya, om Pong (alm.) waktu kamu ke India. Di sana baik, melayani, ada tim dokter dan sebagainya. Baik, tetapi om Pong berkata: Kalau kita memenangkan jiwa dengan berbuat sosial, baik, tetapi satu waktu dia akan kecewa dan meninggalkan Tuhan. Saat sosialnya baik, bisa berkata: Yesus luar biasa. Tetapi saat sosialnya turun: Ah sama saja. Itu yang saya pegang.
      Satu waktu saya ke suatu tempat, ada murid saya yang dulu saya ajak ibadah setiap hari sabtu ke Lemah Putro. Setelah bertemu, saya tanya: 'Bagaimana? Masih ke gereja?': 'Masuk. Baru ada KKR, ada artisnya itu, setelah itu tidak lagi, karena hanya mau ketemu artisnya saja.'
      Saya dulu hanya mengajak saja, bersyukur ada yang jadi hamba Tuhan. Lebih baik mengajak dari pada memecat orang atau bergosip lalu orang tidak mau datang lagi. Sudah tidak mengajak, masih bergosip lagi, itu berarti sudah dua kali salah; tanggung jawab dua kali. Jangan!
      "

      Ini semua sebenarnya menimbun Babel.


  2. Menghujat orang benar sampai menghujat Tuhan--menyalahkan pengajaran yang benar, dan membela pengajaran yang salah.

Kalau kekeringan rohani dibiarkan, ia akan mengalami kematian rohani--terpisah dari Tuhan--dan binasa.

Mati rohani ditandai dengan tidak bisa beribadah; tidak ada aktivitas rohani, apalagi menyembah Tuhan. Hati-hati!
Akhirnya air akan menjadi darah, artinya mengalami sengsara/menderita secara batin--letih lesu, berbeban berat, susah payah. Mungkin semuanya ada, tetapi merasa letih lesu, berbeban berat, sampai binasa selamanya.

Inilah hukuman sangkakala yang kedua: orang yang menolak bunyi sangkakala--pengajaran--, tinggal tunggu, ia akan berbuat dosa. Kalau tidak da pedang firman, tidak mungkin bisa menghadapi dosa, sehebat apapun dia, termasuk pendeta sekalipun. Dia tidak sadar sudah dikuasai Babel--mulai kering dan mati rohani. Untuk masalah rohani, sangat perhitungan.
Seperti Yudas Iskariot, saat ada orang mengurapi Yesus dengan minyak seharga tiga ratus dinar, dia sudah berkata: "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" Ia terlalu perhitungan untuk perkara rohani, sampai tidak dihitung oleh Tuhan; benar-benar habis.

Jalan keluar supaya kita tidak mengalami hukuman sangkakala kedua--air laut menjadi darah--yaitu AIR HARUS MENJADI ANGGUR. Ini yang kita kejar. Tidak ada jalan lain! Betapa enaknya kalau air menjadi anggur; hidup kita begitu manis.

Bagaimana bangsa kafir bisa menjadi anggur? Pada bangsa Israel, anggur dipersiapkan untuk pesta nikah. Bagi kita sekarang, kalau air menjadi anggur, kita akan terluput dari hukuman, dan saat Yesus datang kembali kita bisa terangkat di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai masuk Yerusalem baru--anggur yang kekal selamanya; kepuasan dan kebahagiaan sorga selamanya.
Kalau air menjadi darah, mulai sekarang kita sengsara, dan saat hukuman datang, habislah kita.

Ibadah sekarang jangan mencari kepuasan dunia--anggur dunia yang memabukkan--, tetapi cari anggur dari sorga.

Yohanes 2: 6-7
2:6. Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
2:7. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.

Proses air menjadi anggur: 'Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air'= air yang banyak harus masuk dalam tempayan.
Tempayan menunjuk pada kandang penggembalaan.
Tempayan terbuat tanah liat, artinya manusia darah daging.

Dari air yang banyak hanya dipilih enam tempayan--angka enam menunjuk pada angka daging.
Artinya:

  • Setiap manusia daging--termasuk gembala, rasul, penginjil, pemain musik--harus tergembala, supaya tidak liar; tidak bebas menuruti hawa nafsunya. Harus masuk dalam penggembalaan!

    Kalau tidak tergembala, ia hanya akan mengikuti hawa nafsunya, dan jatuh dalam dosa Babel--diduduki Babel; dilempari gunung besar, yang menyala-nyala oleh api. Hanya penggembalaan yang bisa menolong kita. Tidak ada yang lain!


  • Hanya sedikit manusia daging termasuk hamba/pelayan Tuhan yang mendapat kemurahan dan pilihan Tuhan untuk masuk kandang penggembalaan.
    Kalau kita bisa tergembala, itu adalah kemurahan dan pilihan Tuhan bagi kita; jangan dipikir masuk penggembalaan itu berat.

    "Saya bukan bermaksud mengejek. Justru kalau orang di luar Tuhan mau memberikan izin bagi pegawainya untuk beribadah. Tetapi kalau pimpinannya seorang aktivis gereja malah marah: Mana bisa kaya kau? Mana bisa maju? Itu pengalaman kaum muda yang cerita ke saya saat mereka interview pekerjaan. Orang di luar Tuhan justru menghargai ibadah, tetapi orang di dalam Tuhan justru sebaliknya. Bagaimana ini? Karena itu kalau kita bisa tergembala, itu adalah kemurahan dan pilihan Tuhan bagi kita."

Syarat tergembala
:

  1. Harus berada dalam ruangan suci. Kita sudah selamat--halaman Tabernakel (pintu keselamatan)--tetapi belum sempurna--ruangan maha suci (pintu tirai)--, karena itu kita harus berada di ruangan suci--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; kita tidak bisa lompat pintu--:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal. Hidup kita mulai tenang, kerohanian mulai meningkat, bahkan mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani.

    Melekat pada Allah Tritunggal sama dengan ranting melekat pada Pokok, tidak rugi, cepat atau lambat kita akan berbuah manis. Mungkin sekarang harus kerja dan sebagainya, tetapi satu waktu kita akan berbuah manis. Jangan bergantung pada pokok manusia. Kalau orang tua kaya, jangan sombong. Kekayaan tidak menjamin. Kalau orang tua tidak mampu, jangan pesimis atau memaki orang tua. Buktikan kalau hidup kita dari Pokok anggur yang benar--Yesus Gembala Agung--! Dia yang bisa membuat semuanya manis pada waktunya. Semoga ini sungguh-sungguh terjadi dalam setiap kehidupan kita.


  2. Bisa makan firman penggembalaan.
    Firman penggembalaan adalah bunyi sangkakala, untuk menjadi komando bagi kita yang mengatur setiap langkah hidup kita:


    1. Menuntun untuk masuk kandang. Keberhasilan pemberitaan firman adalah bisa membawa domba masuk dalam kandang, supaya tidak diterkam serigala.


    2. Menuntun ke luar kandang--persekutuan; antar penggembalaan.
      Mengapa begitu? Kalau di kandang terus, akan diterkam gembalanya sendiri--lebih kejam dari pada serigala.


    3. Menuntun sampai ke kandang penggembalaan terakhir yaitu Yerusalem baru, di mana tidak ada lagi air mata.


    Itulah penggembalaan, yaitu arahnya jelas.

Hasil
tergembala dengan benar dan baik:

  1. Hasil pertama: tidak bisa diduduki dan dikuasai oleh perempuan Babel. Mau berbuat dosa apalagi puncaknya dosa, masih ada remnya, kecuali kalau terlalu keras hati seperti Yudas.
    Jadi, kandang penggembalaan adalah tempat pengungsian atau pelarian dari Babel.

    Babel ini selalu meneror di sekolah, pekerjaan dan sebagainya, sampai di dalam kantong--smartphone--, bahkan sudah tidurpun Babel masih ada. Mari, usahakan untuk tergembala!
    Kalau sudah tekun dalam ibadah raya--pelitanya menyala--, alat yang lain akan terlihat, sehingga bisa masuk dalam ibadah doa dan pendalaman alkitab. Tetapi kalau tidak tekun dalam ibadah raya, alat yang lain tidak akan pernah kelihatan.


  2. Hasil kedua: terjadi mujizat yaitu air menjadi anggur.
    Hanya di dalam kandang penggembalaan bisa terjadi mujizat air menjadi anggur.

    Air menjadi anggur= keubahan hidup, bukan hanya luarnya, tetapi juga dalamnya. Penampilan luar benar-benar sudah berbeda, rasanya berbeda, batinnya juga sudah dibaharui--tubuh, jiwa, dan roh dibaharui. Ini adalah mujizat terbesar yang tidak bisa ditiru oleh setan.

    Apa yang diubahkan?


    1. Yohanes 2: 3
      2:3. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

      Baru kekurangan tetapi berkata: Habis.

      Yang pertama: kekuatiran diubahkan menjadi hati yang menyerah sepenuh pada Tuhan.
      Kita yakin! Kita hanya bisa berusaha, tetapi tangan kita terbatas, dan selanjutnya adalah tangan Tuhan--tangan Tuhan yang menentukan.
      Kita menyerahkan kekuatiran kita, dan Tuhan yang akan bertindak untuk memelihara kita.

      1 Petrus 5: 7=> pasal penggembalaan
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Kuatir= merasa hidup dari dunia atau dirinya sendiri: kepandaian, kekayaan.
      Kalau kita menyerah sepenuh kepada Tuhan--merasa hidup dari Tuhan--, Ia yang akan memelihara hidup kita.
      Ingat! Gembala yang baik menyerahkan nyawa-Nya supaya kita hidup; Dia mati supaya kita hidup secara jasmani dan rohani.

      Secara jasmani, Dia memelihara kita secara berkelimpahan--selalu mengucap syukur.
      Secara rohani, Dia memelihara hidup rohani kita sehingga kita bisa hidup benar dan suci, sampai sempurna.
      Kalau kuatir, tidak akan bisa benar.


    2. Yohanes 2: 4
      2:4. Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."

      Yang kedua: 'Saat-Ku belum tiba'= hati yang tidak sabar diubahkan menjadi sabar--jangan memaksa Tuhan.
      Artinya: sabar dalam penderitaan--jangan mengomel, tetapi selalu mengucap syukur--, dan sabar menunggu waktu Tuhan--jangan mengambil jalan sendiri di luar firman Tuhan. Jalan keluar di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan. Sabarlah menunggu waktu Tuhan!

      Mengapa Tuhan belum menolong kita?


      1. Karena Ia masih sibuk dengan kerohanian kita; mungkin kita belum punya tabiat sabar, Ia mau memberi kita kesabaran.


      2. Ia mau memberikan anggur baru (kebahagiaan sorga) kepada kita. Bayangkan, saat menderita kita bisa bahagia, apalagi saat diberkati, benar-benar kita tidak akan sombong dan tidak akan melupakan Tuhan. Karena itu Tuhan didik kita mulai dari bawah.

        Saat kita bahagia dan tenang dalam penderitaan sekalipun belum ditolong, saat itulah Tuhan menolong kita, dan kita tidak akan melupakan Tuhan.
        Contoh: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap memilih menyembah Tuhan sekalipun harus dimasukkan dalam dapur api, dan saat itulah Tuhan menolong.

        "Jangan ambil jalan keluar sendiri! Sama seperti kereta api, kalau mengikuti relnya dari Jakarta ke Surabaya, hanya melihat batu, tidak ada roti. Lihat sebelah, ada roti, kalau berbelok, akan jatuh. Tidak bisa! Terus saja di rel, nanti tiba di stasiun bukan hanya roti, tetapi semuanya ada. Seringkali kita digoda soal uang, jodoh, lalu belok, habislah kita. Sabarlah menunggu waktu Tuhan! Nanti semuanya ada di depan, sampai tiba di pelabuhan damai sejahtera."


    3. Yohanes 2; 8
      2:8. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.

      Butuh anggur, kemudian tempayan diisi air, dan sekarang disuruh cedok dan bawa kepada pemimpin pesta.

      Yang ketiga: hati yang tidak taat diubahkan menjadi hati yang taat dengar-dengaran apapun resikonya.
      Inilah air menjadi anggur, tidak akan pernah menjadi darah.

      Hati kita ini yang diubahkan: tidak ada lagi kekuatiran tetapi menyerah dan percaya Tuhan, hati yang sabar--tenang saja.

      "Waktu saya sudah lulus Lempin-El 'Kristus Ajaib', saya takut juga, tidak tahu mau ke mana. Tiba-tiba om Pong panggil saya untuk bantu di gereja. Ini jawaban doa saya. Tetapi sebentar lagi digoda. Setelah tahu saya hanya menerima telepon, marah semua, saya disuruh kembali, sudah ada gerejanya, ada kebunnya, jemaatnya banyak, tempatnya enak. Tetapi saya tidak mau karena saya masih mau belajar. Lalu ditawari lagi di Gresik, malah syaratnya ditambah lagi yaitu harus menikah. Enak. Sabar, padahal usia sudah lumayan. Sabar menunggu waktu Tuhan, Dia tidak pernah salah! Sebelum om Pong bilang apa, ya sabar, jangan ambil jalan keluar sendiri.
      Satu waktu saya pernah bicara: 'Saya seperti mau dikirim ke Hong Kong, di sana butuh.' Om Pong sedih. Akhirnya tidak jadi, saya tidak mau. Kelihatannya dahsyat, tetapi kalau bukan rencana Tuhan, akan jatuh. Sabar!
      "

      Kemudian taat dengar-dengaran apapun resiko yang dihadapi. Kalau itu perintah Tuhan, lakukan, jangan takut. Tuhan tolong kita semua.


    4. Yohanes 2: 9
      2:9. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,

      Yang keempat: perkataan sia-sia--dusta, gosip dan lain-lain; yang membuat air menjadi darah--diubahkan menjadi perkataan benar dan baik.

      Tadi hati yang tidak percaya membuat air menjadi darah, begitu hati yang tidak sabar dan taat. Anak-anak, jangan tidak taat pada orang tua yang benar! Bahaya! Nanti hanya akan menuai darah.

      Yang terakhir: lidah. Jangan ada perkataan sia-sia, nanti yang baik akan jadi tidak baik; menjadi darah.

      Perkataan benar dan baik= menjadi saksi, berkat, dan lidah hanya untuk mengaku dosa. Ini sama dengan mencicipi air anggur--mulai dari darah Yesus sampai air anggur kesukaan sorga.

      Tadinya lidah kita menjilat muntah--perkataan sia-sia sama seperti anjing yang menjilat muntah--, sekarang kita bisa berkata benar dan baik, dan mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya, itu berarti lidah sudah menjilat anggur: anggur darah Yesus--pengampunan--dan anggur kesukaan sorga.

      Yesaya 59: 1-3
      59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
      59:2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
      59:3. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

      Kalau kita sudah mengaku dosa, maka kita bisa menyeru nama Yesus; menyembah Dia.
      Selama ada dosa yang tersembunyi/dipertahankan, kita akan terpisah dari Tuhan; jauh dari Tuhan dan doa kita tidak dijawab oleh-Nya, bahkan ibadah pelayanan juga tidak berkenan kepada-Nya.
      Tetapi secepatnya kita mengaku dosa dan mengalami pengampunan dosa--tidak berbuat dosa lagi--, saat itu kita bisa berseru kepada Yesus sebagai Imam Besar yang berbelas kasih kepada kita--kita bisa menyembah Dia; mata memandang Dia, mulut berseru kepada Dia, dan tangan diangkat kepada-Nya.
      Kalau sudah tidak kuat atau sudah jatuh dalam dosa, datang menyembah pada Tuhan! Kita akan merasakan jamahan tangan Tuhan.

      Mungkin sekarang ada yang hampir putus asa dalam nikah, sudah capek dalam nikah, datang pada Tuhan, pandang Dia, dan tangan belas kasih Imam Besar akan diulurkan bagi kita; kita mengalami aktivitas Imam Besar di tengah kita.

      Hasilnya:


      1. Keluaran 3: 7
        3:7. Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

        'Aku telah memperhatikan dengan sungguh'= mata bertemu Mata.

        Hasil pertama: Yesus Imam Besar sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita, mulai dari menanggung segala penderitaan, kesusahan, dan masalah kita--mata bertemu Mata; kita memandang Tuhan, dan Dia memandang kita.

        Buktinya: kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan. Dia tidak lari dari masalah kita--seperti duduk di perahu Petrus yang gagal (Lukas 5).


      2. Hasil kedua: 'Aku telah mendengar seruan mereka'= kalau telinga kita mendengar dan dengar-dengaran pada bunyi sangkakala, telinga Tuhan akan mendengar seruan kita semua.


      3. Keluaran 3: 8
        3:8. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

        Hasil ketiga: 'Aku telah turun'= kalau Dia sudah melihat dan mendengar, Dia akan benar-benar bergumul; Ia mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk berperang ganti kita; menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Percayalah!

Yang penting adalah air menjadi anggur
, jangan jadi darah. Jangan dikuasai Babel, tetapi berubah. Kita harus digembalakan, jangan mau bebas. Kembali kepada Tuhan sampai mata bisa memandang Dia dan mulut berseru kepada-Nya. Dia juga mengulurkan tangan untuk menyelesaikan semua masalah dan menuntun kita ke tempat penggembalaan terakhir yaitu Yerusalem baru. Artinya: kita disucikan dan diubahkan sedikit demi sedikit sampai sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita tidak kena hukuman, tetapi terangkat ke awan-awan yang permai.

Semakin disucikan dan diubahkan kita semakin bahagia--air anggur semakin manis--, sampai sempurna, tidak salah dalam perkataan, kita hanya bersorak-sorai: Haleluya--yang termanis, yaitu kita minum air anggur yang paling manis. Kita bersama Dia selamanya.

Jangan pikir Tuhan meninggalkan kita!
Selama kita bisa berseru, Dia ada untuk memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita semua.

Jangan bergantung pada manusia siapapun dia, jangan bergantung pada diri sendiri apapun yang kita miliki. Kita tidak akan mampu menghadapi gunung besar. Kita bangsa kafir hanya laut yang akan ditimpa gunung besar; diduduki perempuan Babel. Kita tidak mampu.

Mari, pandang Tuhan! Apapun keadaan kita, sekalipun sudah jatuh dan hancur berkeping-keping secara jasmani dan rohani, termasuk masa depan dan nikah-buah nikah, mari berseru kepada Tuhan.
Yang sudah berhasil, jangan sombong, tetapi akui: Hanya Engkau Imam Besar dan Gembalaku yang berkorban nyawa bagiku, tidak ada yang lain.

Yakin! Sudah sehancur apapun, Dia tidak membiarkan kita, asalkan kita masih bisa mengaku kepada Dia.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top