English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Oktober 2014 (Kamis Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Desember 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Doa Malang, 27 September 2016 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 17:1-8
17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus,...

Ibadah Kaum Muda Malang, 18 April 2009 (Sabtu Sore)
Dalam Markus 13 ada 7 nubuatan, yaitu segala sesuatu yang akan terjadi di akhir zaman.

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Januari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Paskah Surabaya, 12 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
ay. 29=...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 6-7
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II, 05 Agustus 2010 (Jumat Dini Hari)
Ratapan 2:18-19
2:18 Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion,

Ibadah Doa Malang, 06 September 2011 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

ad. 3. Keluaran 31:18 mengenai MUSA MENERIMA DUA LOH...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah...

Ibadah Raya Malang, 19 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24:26-31 adalah nubuat yang kelima tentang kedatangan Yesus yang kedua kali, dibagi...

Ibadah Jumat Agung Malang, 29 Maret 2013 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:16-20 adalah perintah untuk memberitakan...

Ibadah Kaum Muda Malang, 21 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, dalam Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian. Tutup Tabut Perjanjian terbuat...

Ibadah Raya Surabaya, 19 Juni 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Oktober 2016 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 5: 1
5:1. Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai.

Kita masih mempelajari tentang 'gulungan kitab yang ada di dalam tangan TUHAN, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya', dalam perjanjian baru menunjuk pada logos atau firman Allah yang tertulis di dalam alkitab atau Kitab Suci.
Di dalam perjanjian lama, kitab Keluaran 20-23, firman Allah ditulis pada dua tempat: (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 September 2016)

  1. Yang pertama: Keluaran 20: 1-17=> firman Allah ditulis pada dua loh batu.
    Sekarang artinya firman ditulisi pada hati dan pikiran kita, sehingga kita mengalami kasih Allah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 sampai Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).
    Kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh.


  2. Yang kedua: Keluaran 21-23=> firman Allah ditulis pada gulungan atau lembaran surat-surat.
    Sekarang artinya firman Allah ditulis dalam lembaran hidup kita--seluruh hidup kita/solah tingkah laku kita--, sehingga kita mengalami kebebasan/kemerdekaan dari TUHAN (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 02 Oktober 2016).

AD.2. FIRMAN ALLAH DITULIS PADA GULUNGAN ATAU LEMBARAN SURAT-SURAT


Ada dua macam kemerdekaan/kebebasan: (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016)

  1. Keluaran 21: 1-6 = kemerdekaan budak laki-laki = kemerdekaan dari dosa untuk menjadi seorang hamba TUHAN/hamba kebenaran--imam-imam dan raja-raja--(sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2016 sampai Ibadah Doa Surabaya, 19 Oktober 2016).


  2. Keluaran 21: 7-11 = kemerdekaan budak perempuan.

AD. 2. kemerdekaan budak perempuan

Kemerdekaan budak perempuan= kemerdekaan mempelai wanita TUHAN untuk terlepas dari dunia ini, untuk bertemu dengan Yesus--menyambut kedatangan Yesus kedua kali--di awan-awan yang permai, lalu masuk perjamuan kawin Anak Domba, masuk Firdaus yang akan datang--kerajaan Seribu Tahun Damai--, sampai masuk kerajaan sorga selama-lamanya--takhta Yerusalem baru.

Syarat terjadinya kemerdekaan budak perempuan--mempelai wanita TUHAN--untuk lepas dari dunia ini dan menyongsong kedatangan TUHAN yang kedua kali:

  1. Ayat 7-8= syarat yang pertama: harus mengalami penebusan--sekarang penebusan oleh darah Yesus (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 23 Oktober 2016).

    Keluaran 21: 7-8
    21:7. Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak, maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.
    21:8. Jika perempuan itu tidak disukai tuannya, yang telah menyediakannya bagi dirinya sendiri, maka haruslah tuannya itu mengizinkan
    ia ditebus; tuannya itu tidak berhak untuk menjualnya kepada bangsa asing, karena ia memungkiri janjinya kepada perempuan itu.


  2. Keluaran 21: 9
    21:9. Jika tuannya itu menyediakannya bagi anaknya laki-laki, maka haruslah tuannya itu memperlakukannya seperti anak-anak perempuan berhak diperlakukan.

    Syarat yang kedua: harus diangkat/diperlakukan sebagai anak perempuan (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 30 Oktober 2016).
    Jemaat anak sulung sama dengan mempelai wanita sorga.


  3. Keluaran 21: 10
    21:10. Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

    Syarat yang ketiga: harus menerima makanan, pakaian dan persetubuhan (secara rohani).

SYARAT III: harus menerima makanan, pakaian dan persetubuhan (secara rohani)

Keluaran 21: 10
21:10. Jika tuannya itu mengambil perempuan lain, ia tidak boleh mengurangi makanan perempuan itu, pakaiannya dan persetubuhan dengan dia.

Dulu budak perempuan dibeli untuk dijadikan isteri. Kalau tuannya tidak mau, ia tetap harus memberi makanan, pakaian, dan persetubuhan dengan budak perempuan yang tidak terpilih tersebut; ia memilih perempuan lain sebagai isterinya.
Jadi, budak perempuan harus menerima makanan, pakaian dan persetubuhan (secara rohani).

Yesaya 54: 5
54:5. Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

'yang menjadi suamimu ialah Dia, Allah Israel', berarti isteri yang terpilih adalah bangsa Israel dan keturunannya; umat pilihan.
Budak yang tidak terpilih adalah kita bangsa kafir.
Tetapi, masih ada kesempatan dan kemurahan TUHAN yang besar bagi bangsa kafir--yang tidak terpilih--untuk menjadi mempelai wanita sorga, lewat menerima tiga hal secara rohani: makanan, pakaian, dan persetubuhan.

Dalam Tabernakel. Ini menunjuk pada ruangan suci--kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
Bangsa kafir yang tadinya tidak terpilih, tetapi masih bisa diangkat menjadi mempelai wanita lewat menerima makanan, pakaian, dan persetubuhan secara rohani. Bangsa kafir harus tergembala dengan benar dan baik--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:

  1. Makanan= meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Di sini kita bangsa kafir mendapatkan makanan rohani. Dulu, budak diberi makanan secara jasmani--mempelai wanita yang jasmani.

    Lewat ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, bangsa kafir mengalamai penyucian secara dobel--penebusan--, yaitu oleh firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus--kita mengalami kelepasan dari dosa-dosa. Ini orang makan makanan keras--firman pengajaran yang benar.

    Kalau lepas dari dosa, kita kenyang dan puas; kalau tidak lepas dari dosa, tidak pernah puas.
    Dosa itu seperti fatamograna, kelihatannya puas ke sana--berbuat dosa lagi--, ternyata tidak puas. Tetapi lewat firman dan kurban Kristus, kita mengalami kelepasan dari dosa, kita tidak berbuat dosa lagi. Dengar firman dan makan perjamuan suci, selesaikan dosa A, B dan seterusnya, sampai tidak dapat berbuat dosa lagi. Itulah penebusan; benar seperti Yesus benar dan suci seperti Yesus suci.

    Ini digambarkan dengan terang bulan di bawah kaki mempelai wanita.

    Jadi, setiap ibadah pendalaman alkitab kita disucikan secara dobel oleh firman dan kurban Kristus, kita dilepaskan dari dosa; kita tidak berbuat dosa lagi sampai satu waktu tidak dapat berbuat dosa lagi. Kita benar seperti Yesus benar dan suci seperti Yesus suci. Kita mengalami kepuasan sorga dan kita mendapatkan bulan di bawah kaki mempelai wanita--terang bulan.
    Kalau terus tekun, bulan semakin membesar sampai benar-benar bulat.


  2. Pakaian= pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya.
    Dalam ibadah raya--persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karuna-karunia-Nya--, kita menerima urapan Roh Kudus dan karunia Roh Kudus, itulah pakaian secara rohani.
    Karunia itu menentukan jabatan.

    Kalau diberi karunia dari TUHAN main musik, nanti diberi jabatan pemain musik; kalau ada karunia menimbang roh, nanti diangkat jadi gembala; kalau karunianya mengajar--pengetahuan, mahrifat--, nanti diangkat jadi guru.

    Dalam ibadah raya, Roh Kudus memberikan urapan dan karunia Roh Kudus, termasuk jabatan pelayanan. Ini sama dengan pakaian rohani; pakaian yang indah seperti pakaian Yusuf.
    Semakin tekun dan setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, maka karunia bertambah-tambah sampai sempurna--permanen--, dan puncaknya menjadi mahkota dua belas bintang.

    Inilah, kalau dulu budak yang tidak terpilih diberi makanan oleh tuannya, sekarang kita memang tidak terpilih--hanya bangsa Israel yang dipilih oleh TUHAN--, tetapi tuannya harus tanggung jawab. Yang tidak terpilih harus diberi makan lewat pendalaman alkitab. Masih ada kesempatan untuk jadi mempelai wanita lewat ibadah pendalaman alkitab.

    Kemudian, diberi pakaian supaya tidak telanjang--lewat ibadah raya, termasuk ibadah persekutuan atau fellowship.
    Roh Kudus memberikan urapan dan karunia Roh Kudus serta jabatan pelayanan, itulah pakaian rohani. Kalau kita tekuni dan setia berkobar-kobar dalam karunia dan jabatan, maka akan meningkat sampai sempurna--menjadi mahkota dua belas bintang.


  3. Persetubuhan= mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
    Doa penyembahan adalah hubungan paling intim dengan Yesus.
    Dalam perjanjian lama, diibaratkan dengan persetubuhan. Hal ini harus diterima dengan pikiran yang suci, karena ini secara rohani.

    Di dalam doa penyembahan kita mengalami cahaya matahari kasih Allah--sinar matahari kasih Allah. Semakin tekun dalam menyembah, kita semakin disinari oleh kasih Allah, sampai mencapai kasih yang sempurna, yaitu


    1. Kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh. Kita berpikir: kalau kita berbuat A pada sesama, nanti kalau sesama berbuat yang sama kepada kita, bagaimana kira-kira? Tinggal dikembalikan lagi kepada kita. Begitu juga kalau mau bicara: kalau orang lain bicara begitu tentang saya, bagaimana? Kita mau menipu: kalau orang lain menipu saya, bagaimana ya?

      Jangan lakukan, kalau hal itu tidak mau terjadi pada kita. Itulah mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan kita bisa mengasihi musuh.


    2. Juga mengasihi TUHAN lebih dari semua--taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.


    Ini akan menjadi selubung matahari.

    Semakin tekun menyembah, kita akan semakin disinari sampai memiliki kasih yang sempurna. Praktiknya: mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh, dan mengasihi TUHAN lebih dari semua.

    Paling gampang adalah soal gerhana. Mungkin tidak kelihatan matahari dalam hidup kita, karena ada kebencian dan lain-lain. Tetapi kalau banyak menyembah, terjadi perobekan daging--kebencian mulai hilang--, matahari mulai muncul, terus semakin tekun, makin disinari, sampai bulat--jadi selubung matahari. Kita bisa megngasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan mengasihi musuh dan mengasihi TUHAN lebih dari semua.

Inilah bangsa kafir. Tidak terpilih--terbuang--, tetapi masih diberi kesempatan dan kemurahan untuk menjadi mempelai wanita TUHAN lewat makanan, pakaian, dan persetubuhan.
Sekarang artinya: harus lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; tergembala dengan benar dan baik.

Yehezkiel 20: 37
20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

Hanya yang di kandang yang dihitung dan dpilih. Kalau di luar kandang, tidak bisa.
Tongkat gembala= firman penggembalaan. Tongkat gembala--tongkat komando--ini dipegang seorang gembala. Jangan dipinjam-pinjamkan!

"Kalau panglima TNI tongkatnya dipinjam-pinjam, bahaya, bisa disuruh menembak sembarangan."

Kekuatan tongkat gembala--firman penggembalaan yang diulang-ulang; mungkin sekali belum berhasil, diulangi lagi--sanggup menuntun domba-domba untuk masuk kandang penggembalaan. Ini tugas gembala.

Tugas gembala bukan beranak domba. Kalau tugas gembala beranak domba, nanti jemaat lain akan ditarik-tarik. Tugas gembala adalah memasukkan domba ke kandang. Kalau sudah masuk kandang--diberi makan dan sebagainya--, nanti domba sendiri yang beranak domba.

Karena itu terjadi perkelahian antar gembala, karena yang bukan tugasnya malah dikerjakan dan yang menjadi tugasnya tidak dikerjakan. Tugasnya memberi makan tidak dikerjakan, malah mau beranak. Tidak bisa beranak, lalu dia ambil dari kandang lain, sehingga terjadi pertengkaran antar gembala. Jangan!
Tugas gembala adalah memasukkan domba ke kandang penggembalaan lewat tongkat gembala--firman penggembalaan.

Jadi, bangsa kafir harus menggunakan kesempatan dan kemurahan TUHAN untuk selalu berada di kandang penggembalaan, sebab di dalam kandang penggembalaan, bangsa kafir juga dihitung--diperhatikan, dipedulikan, dipelihara--dan dipilih untuk menjadi mempelai wanita TUHAN--ini puncaknya.

Sehebat apapun bangsa kafir--jasmani dan rohani--, di luar kandang penggembalaan, ia hanya senilai anjing dan babi yang tidak akan pernah dipilih jadi mempelai wnita, tetapi dibuang selamanya. Serius! Gunakan kesempatan dan kemurahan TUHAN! Domba-domba selalu berada di kandang penggembalaan dan gembala selalu memberi makan.

Hasil terakhir dari penggembalaan: Wahyu 12: 1
12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Kalau terus disinari matahari, bulan dan bintang, satu waktu akan ditampilkan sebagai mempelai wanita TUHAN.
Hasil terakhir dari penggembalaan adalah kita ditampilkan sebagai terang dunia; ada matahari, bulan, dan bintang; sama seperti Yesus sebagai terang dunia: Aku adalah terang dunia, kamu adalah terang dunia.

Yesus terang dunia adalah Mempelai Pria, berarti kita ditampilkan sebagai mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Mempelai wanita diberikan--dikaruniakan--dua sayap burung nasar yang besar.

Wahyu 12: 14
12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

(terjemahan lama)
12:14. Maka
dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

'satu masa dan dua masa dan setengah masa' = tiga setengah tahun.
'dikaruniakanlah' = dianugerahkan.

Mempelai wanita sorga mendapat anugerah TUHAN yang besar, yaitu dua sayap burung nasar yang besar:

  1. Untuk menyingkirkan kita mempelai wanita sorga ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Kita dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN lewat roti dari sorga--firman pengajaran yang benar--dan perjamuan suci.

    Sebelum diangkat ke sorga, kita disingkirkan ke padang gurun terlebih dahulu saat antikris berkuasa 3,5 tahun--seperti Israel dulu disingkirkan dari Mesir, baru sampai ke Kanaan.
    Kita juga, ke padang gurun dulu selama 3,5 tahun.

    Karena itu setan pintar, dia menghalangi ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci dalam gereja TUHAN. Kalau ibadah doa ada macam-macam--doa semalam, doa 40 hari, doa sedunia dan sebagainya--, tetapi ibadah pendalaman alkitab jarang. Setan tahu, nanti yang mendapat dua sayap burung nasar akan disingkirkan ke padang gurun dan setiap hari akan ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--firman dan perjamuan suci. Karena itu sekarang dibuat tidak penting, supaya tidak disingkirkan.

    Penginjilan--pelita emas; ibadah raya--mau berapa? Banyak! Di rumah TUHAN bisa 5-10 kali ibadah. Doa juga ada doa apa saja, tetapi pendalaman alkitab, sulit. Kalaupun ada, yang datang tidak ada.
    Pertama, dihalangi untuk tidak mengikuti ibadah pendalaman alkitab. Gembalanya dulu yang ditipu oleh setan: Kalau jemaatnya pintar karena mengikuti pendalaman alkitab, kamu bahan dari mana? Kalau gembalanya tidak mau dibodohi, jemaatnya yang tidak mau datang: Terlalu lama dan sebagaianya.

    Inilah caranya setan, karena nanti di penyingkiran kita tiap hari ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
    Mari, sungguh-sungguh!


  2. Sesudah masa antikris 3,5 tahun, Yesus datang kembali dan dua sayap burung nasar mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Kita bertemu dengan Yesus, masuk perjamuan kawin Anak Domba, masuk Firdaus, sampai ke takhta sorga.

Inilah, bagaimana bangsa kafir mendapat anugerah yang besar. Tadinya tidak terpilih, seperti budak perempuan. Sekalipun tidak terpilih, tetapi TUHAN bela, Dia tangung jawab, Dia masih beri kesempatan dan kemurahan.
Bangsa kafir diberi makan--ibadah pendalaman alkitab--, pakaian--pelita emas; dalam ibadah raya ada nyanyian, semua melayani--, dan persetubuhan--doa penyembahan.

Kita disinari dengan sinar bulan--ibadah pendalaman alkitab--, bintang--ibadah raya--, dan matahari--ibadah doa. Disinari terus dan gelapnya hilang sampai jadi terang dunia--mempelai wanita. Baru benar-benar menerima anugerah yang besar, itulah dua sayap burung nasar yang besar. Kita disingkirkan, baru diangkat.
Ada kesempatan, tekuni! Anjing babi bisa masuk kandang penggembalaan! Ada kesempatan bagi kita semua. Asal mau mendengarkan firman penggembalaan--tongkat gembala--, kita bisa masuk ke kandang. Ini tugas gembala. Doakan saya sebagai gembala untuk menyediakan firman penggembalaan yang diulang-ulang. Mungkin tongkat ke sini, tetapi geraknya domba ke sana, ya sabar. Jangan dipukul, malah lari nanti dan tidak kembali lagi. 'Aya ke sana, ke kiri!', ternyata domba ke kanan. Sabar, doakan! Ulangi lagi. Lama-lama bisa ke kiri--masuk ke kandang.

Tetapi, waspada! Setan terus mengejar!
Kisah Rasul 20: 28-30
20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
20:29. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi,
serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.
20:30. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan
ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.

'penilik'= gembala.
'menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri'= harga penggembalaan sama dengan darah Yesus. Kalau tidak ada darah Yesus, bangsa kafir tetap anjing dan babi yang tidak bisa digembalakan.

Jadi, para gembala harus menghargai penggembalaan seperti menghargai tetesan darah Yesus, sehingga gembala bisa menunaikan tugas-tugas dalam penggembalaan--terutama memberi makan domba dan mengarahkan domba masuk ke kandang.

Keberhasilan pemberitaan firman bukan hanya bisa mendatangkan orang--bertambah banyak--, tetapi berapa yang masuk kandang. Yang dihitung adalah yang berada di kandang. Hargai penggembalaan sungguh--sungguh! Sidang jemaat juga harus menghargai penggembalaan yang seharga darah Yesus.

Untuk masuk kandang penggembalaan, baik gembala atau domba bagaikan masuk pintu sempit--membutuhkan pengorbanan; penyaliban daging. Kalau sudah tidak kuat, ingat kurban Kristus! Kalau daging sudah terlalu banyak menuntut karena terlalu banyak korban waktu dan sebagainya, lihat kurban Kristus--darah Yesus! Kalau Dia tidak mau berkorban, kita tetap anjing dan babi--biarpun sekolah tinggi, jadi pengusaha hebat, tetapi tetap anjing dan babi yang hanya untuk dibinasakan.

Hanya karena darah Yesus, kita bisa masuk kandang penggembalaan. Korban apapun, tidak sebanding dengan darah Yesus. Ini yang mendorong kita untuk sungguh-sungguh dalam penggembalaan. Saya harus sungguh-sungguh, jemaat juga sungguh-sungguh menghargai kurban Kristus!

'ajaran palsu' = nabi palsu.
Waspada! Kita menghadapi tiga musuh dalam penggembalaan. Setan itu mengejar terus. Ada makanan, pakaian, dan hubungan intim--ada terang--, dia tetap mengejar:

  1. Naga merah padam.
    Wahyu 12: 3
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    Ayat 1= mempelai wanita.
    Begitu mempelai muncul, naga marah muncul.
    Naga merah= setan dengan dua kekuatan:


    1. Dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu doa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan.
      Berapa banyak hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang merokok lagi, mabuk lagi. Ini berarti terangnya mau diambil lagi. Jangan sampai terang, tetapi gelap lagi.

      Hati-hati! Jangan ikuti! Memang ini tugasnya naga.
      Belum lagi dosa kawin mengawinkan. Berapa banyak terjadi perselingkuhan seperti Hofni dan Pinehas yang tidur dengan pelayan-pelayan wanita.

      "Satu waktu hamba TUHAN minta didoakan lewat Pdt Mikha: Doakan, supaya saya jangan berselingkuh seperti teman-teman saya yang lain. Baru itu saya dapat pesan seperti itu dari hamba TUHAN. Saya kaget. Dia hebat (mempunyai gelar yang hebat) berarti temannya juga hebat. Ini yang saya takutkan: 'TUHAN tolong.' Ini yang terjadi, terang diambil hari-hari ini. Kamu muda, punya pacar, kalau itu berkat TUHAN, kaum muda akan makin setia dan suci. Ini benar-benar dari TUHAN. Kalau semakin tidak setia dan suci, itu godaan dari setan. Percayalah! Nanti tinggal menangis. Layu sebelum berkembang."

      Kalau kaum muda melayani TUHAN, ia seperti bunga yang sedang berkembang--sangat indah. Tetapi kalau disedot setan, ia layu sebelum berkembang dan tidak akan bisa diharapkan. Sungguh-sungguh!


    2. Pencobaan dan masalah yang mustahil; kesulitan di segala bidang. Dihantam soal keuangan, supaya ia korupsi, tidak bayar pajak, sekalipun kedudukannya hebat di rumah TUHAN. Ini terangnya diambil, dan menjadi gelap. Hati-hati!


  2. Serigala (Kisah Rasul 20: 29 'Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.')= antikris dengan kekuatan mamon--ikatan akan uang.
    Ini juga membuat sinar terang menjadi gelap.

    Praktik kalau kena terkam antikris:


    1. Beribadah melayani--khotbah, main musik dan sebagainya--hanya untuk mencari uang--perkara jasmani. Ini bukan melayani TUHAN, tetapi menjadi hamba uang! Pelayanan dijadikan profesi, bukan tahbisan lagi.
      Petrus menjala ikan, itu profesi, diubah TUHAN menjadi menjala manusia, itulah tahbisan.


    2. Tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang--perkara jasmani.
      Bukan tidak boleh cari uang, tetapi jangan sampai tinggalkan ibadah pelayanan!
      Ke manapun kita bekerja, jangan tinggalkan ibadah!


    3. Kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain dan milik TUHAN.
      Yudas menciuri milik TUHAN dan langsung gelap.

      Milik TUHAN= persepuluhan dan persembahan khusus.
      Mencuri milik sesama= hutang tidak bayar, korupsi.


  3. Ajaran palsu (Kisah Rasul 20: 30 'Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka.')= nabi palsu dengan kekuatan dusta, gosip, dan ajaran palsu:


    1. Ragi Farisi= ajaran kawin cerai. Pertama, kawin-cerai direstui; didoakan dan diberkati di gereja. Akhirnya lebih menuntut. Sekarang laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan juga minta. Nanti yang terakhir tinggal satu, yaitu kawin-mengawinkan.

      Itulah ajaran palsu. Tidak akan puas; sudah kawin-cerai tidak puas, minta laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan perempuan.
      Terakhir tinggal tunggu, kalau kawin-mengawinkan sudah disetujui, sudah tidak ada lagi. Maaf, istilah saya mungkin tabu, kasar, tetapi terima dengan pikiran yang suci, supaya kita waspada.


    2. Ajaran babel= ajaran hiburan dan kemakmuran jasmani, tetapi tanpa menghiraukan yang rohani--tanpa penyucian. Rumah TUHAN jadi tempat entertainment. Tidak tahu siapa yang menyanyi, nikahnya bagaimana, hidupnya bagaimana, yang penting orangnya populer--public figure. Tahu-tahu masuk koran, padahal dipakai di mana-mana untuk memuji TUHAN. Ini yang terjadi. Kalau perlu firman tidak ada, diganti cerita-cerita. Ini terjadi.

      Wahyu 17: 5
      17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."


    3. Ajaran Izebel= ajaran palsu di mana wanita boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Padahal rasul Paulus katakan: tidak boleh!
      Kalau alasannya di Korintus ada wanita berkuasa, jangan bilang di Korintus saja, di Surabaya, Malang, di mana-mana banyak.

      Seringkali kita ambil sebagian-sebagaian. Kalau berkatnya berlaku semua, tetapi kalau wanita mengajar laki-laki hanya di Korintus. Ini tidak adil.

      1 Timotius 2: 11-14 => mengenai sikap orang laki-laki dan perempuan dalam ibadah jemaat.
      2:11. Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12.
      Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.
      2:13. Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14. Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

      Sudah jelas, perempuan tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Diingatkan seperti Hawa terhadap Adam.
      Kalau perempuan mengajar dan memerintah laki-laki, itu sama seperti Hawa memberi makan buah terlarang kepada Adam dan telanjang.

      TUHAN berkata: 'Semua buah di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, keucali satu.' Sekarang artinya: Wanita boleh melayani apa saja, kecuali satu yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Mengapa begitu? Kalau wanita mengajar dan memerintah laki-laki, berarti wanita menjadi kepala dari laki-laki dalam ibadah--susunannya terbalik--, sehingga Yesus tidak bisa menjadi kepala, tetapi ular yang akan menjadi kepala. Benar-benar telanjang.

      Susunan yang benar adalah Yesus sebagai kepala dari laki-laki dan laki-laki kepala dari wanita.

Inilah keadaan gereja TUHAN di akhir zaman, yaitu dihantam tiga binatang buas. Tadi bangsa kafir tidak terpilih, tetapi mendapatkan kesempatan dan kemurahan--anugerah yang besar--, akhirnya bisa dipilih dan dihitung di dalam kandang penggembalaan. Disinari matahari, bulan, dan bintang sampai menjadi terang dunia; menjadi mempelai wanita yang diberi dua sayap burung nasa. Kita disingkirkan dan diangkat. Tetapi sebelum mencapai itu, kita dihantam tiga bianatang buas.

Kisah Rasul 27: 18-20
27:18. Karena kami sangat hebat diombang-ambingkan angin badai, maka pada keesokan harinya mereka mulai membuang muatan kapal ke laut.
27:19. Dan pada hari yang ketiga mereka membuang alat-alat kapal dengan tangan mereka sendiri.
27:20. Setelah beberapa hari lamanya baik
matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

Kalau ada badai, maka matahari, bulan dan bintang tidak kelihatan.
Tadi gereja TUHAN menghadapi tiga musuh dalam pengembalaan: setan dengan dosa dan pencobaan, antikris dengan kekuatan mamon, dan nabi palsu dengan ajaran palsu, gosip dan dusta. Hati-hati! Hari-hari ini banyak dusta, semua dibolak-balik. Sampai di mimbarpun berdusta. Mau bicara bahasa jawa, tetapi bilang: bahasa Perancisnya.., supaya lucu. Inilah dusta; kekuatan nabi palsu. Bahaya betul-betul! TUHAN tolong kita.

Keadaan gereja TUHAN yang menghadapi tiga musuh dalam penggembalaan adalah seperti kapal di tengah lautan dunia yang diombang-ambingkan angin badai, sehingga

  1. Matahari tidak nampak; tidak ada terang matahari= kasih menjadi dingin; tidak ada kasih lagi.
    Tadi di penggembalaan kita disinari matahari--dalam doa penyembahan; persetubuhan--, hangat terus--mengasihi sesama dan mengasihi TUHAN. Sekarang dihantam badai, soal uang tidak peduli lagi itu adiknya. Tidak peduli lagi terhadap orang tuanya. Belum mati, sudah ditanya warisannya.

    Ini pengaruh angin badai--dosa, ekonomi, ajaran palsu. Kasih menjadi dingin dan kedurhakaan bertambah. Mulai saling membenci, sampai membenci tanpa alasan dan tidak taat dengar-dengaran pada TUHAN--melawan TUHAN.

    Kalau disinari matahari, taat; mengasihi TUHAN lebih dari semua, mengasihi sesama, bahkan sampai mengasihi musuh. Tetapi setelah dihantam badai, mulai hilang terang mataharinya. Hati-hati!


  2. Bintang tidak tampak lagi= mulai tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan sampai tinggalkan ibadah pelayanan--jabatan pelayanan. Sudah sekian tahun melayani TUHAN, tiba-tiba bintang tidak tampak lagi karena dihantam badai.

    Mungkin badai berupa ajaran palsu, tetapi dianggap tidak apa-apa: setia atau tidak setia tidak apa-apa, sama saja. Tadi ajaran babel adalah hiburan dan kemakmuran jasmani, rtetapi juga termasuk tidak setia--babel adalah perempuan pelacur yang sifatnya tidak setia. Inilah yang terjadi.


  3. Akhirnya bulan tidak tampak= tidak ada penebusan, tidak ada lagi kelepasan dari dosa. Mulai kembali pada dosa. Tadi tidak mau berbuat dosa lagi, sekarang kembali kepada dosa A, bahkan A+, bertambah terus.

    Berbuat dosa sampai puncaknya dosa, bahkan berkubang dalam dosa; hidup dalam dosa, enjoy dalam dosa. Sudah tidak mau keluar lagi.

    Perselingkuhan dianggap biasa, main musik tetapi merokok, biasa dan malah dibela.

Itulah angin badai yang menimpa gereja TUHAN.
Kalau matahari, bulan, dan bintang tidak ada, kita sudah berada di luar kandang penggembalaan, sehingga menjadi putus harapan (Kisah Rasul 27: 20 '27:20. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.'); kecewa, sampai meninggalkan TUHAN, meninggalkan pelayanan-- benar-benar tenggelam--, dan binasa selamanya.

Ini maksud setan tritunggal menghantam, yaitu supaya kita tidak ada hubungan dengan Allah Tritunggal dalam kandang penggembalaan. Kita ditarik sampai keluar dari kandang penggembalaan, bahkan sampai binasa untuk selamanya.

Mungkin ada yang mengalami ini, tetapi ada jalan keluarnya. Itu hebatnya TUHAN.

Jalan keluarnya:

  1. Kisah Rasul 27: 22
    27:22. Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini.

    'juga dalam kesukaran ini' = menghadapi angin badai, keputusasaan, kecewa.
    'aku menasihatkan kamu' = nasihat firman.

    2 Timotius 4: 2
    4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Isi dari firman pengajaran: menunjukkan dosa, menegor dan menasehati.

    Jalan keluar yang pertama: pemberitaan firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang, supaya ingat; makanan firman pengajaran.

    Menghadapi terkaman-terkaman, mungkin sudah di tengah angin badai, bahkan hampur tenggelam, dengar firman! Kalau tidak mau dengar firman, salah! Dengar firman, itu jalan keluarnya. Kalau tidak mau dengar firman pengajaran yang benar, tidak ada jalan keluarnya. Tidak ada yang mampu menghadapi setan tritunggal (kepandaian, ijazah tidak mampu). Firman pengajaran yang benar; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang bisa menolong kita dari keganasan setan tritunggal--binatang buas.


  2. Kisah Rasul 27: 33-34
    27:33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
    27:34. Karena itu aku menasihati kamu,
    supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."

    Keluaran 12: 5-6
    12:5. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
    12:6. Kamu harus mengurungnya
    sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

    'empat belas hari'= hari keempat belas.
    Keluaran 12= tentang paskah.

    Dulu, kalau mau merayakan paskah, kambing atau domba ditangkap dan dikurung sampai hari ke-14. Pada hari ke-14 baru disembelih, setelah itu dimakan.
    Jadi, makanan hari keempat belas adalah makanan paskah; kurban paskah. Dulu, binatang paskah disembelih lalu dagingnya dipanggang dan dimakan. Sekarang, Yesus mati di kayu salib. Itu makanan kita, yaitu kurban Kristus= perjamuan suci.

    Jalan keluar yang kedua: kurban Kristus= perjamuan suci.

Dua inilah kekuatan dan jalan keluar kita dalam mengadapi terkaman angin badai; terkaman tiga binatang buas. Mungkin malam ini sudah terjadi, seperti yang dialami oleh kapal rasul Paulus. Mari, kembali pada pengajaran yang benar dan perjamuan suci. Jangan lupakan ibadah pendalaman alkitab!

Firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus adalah uluran tangan anugerah TUHAN yang besar, untuk memegang sehelai rambut di tengah badai--sehelai rambut tidak akan jatuh--, sehingga tidak jatuh, tidak gugur, tidak tenggelam. Artinya

  1. TUHAN sangat memperhatikan sehelai rambut,
  2. TUHAN mempedulikan sehelai rambut--itulah kehidupan yang tidak berarti, tidak berharga.
    Mari, sehelai rambut, biarlah mau sungguh-sungguh menerima firman pengajaran dan perjamuan suci. Kapal besar, rumah

    besar ditengah badai akan hanyut, apalagi kalau sehelai rambut. Sehelai rambut di tengah badai, pasti hilang. Tetapi di dalam tangan anugerah TUHAN yang besar, sehelai rambut tidak hilang.


  3. TUHAN bergumul untuk kita yang tidak berarti, tidak berdaya, dan tidak ada yang memperhatikan.

Jangan marah kalau tidak ada yang memperhatikan kita. Dulu sudah menolong dia, biar saja kalau orang itu tidak memperhatikan kita, sebab itu ada pahalanya--ada upahnya. Kalau mengungkit-ungkit, bisa hilang dua-duanya--kita tidak ditolong dan pahalanya juga hilang. Ada yang memperhatikan kita, itulah TUHAN kita. Seorang Diri di kayu salib, Dia sedang berjuang untuk kita.

Kalau keadaan tanpa matahari, bulan, dan bintang dibiarkan, kita akan binasa di tengah badai gelombang. Tetapi masih ada kesempatan.
Dari pihak TUHAN: lewat ibadah pendalaman alkitab, ada firman pengajaran--nasehat--, dan perjamuan suci, berarti masih ada uluran dua tangan TUHAN. TUHAN memegang, supaya sehelai rambut jangan hanyut; jangan hancur.

Dari pihak kita: kalau kita mau menerima pengajaran yang benar dan perjamuan suci, kita akan mengalami penyucian dan penebusan dari dosa-dosa, ajaran palsu, dan kekuatan antikris. Mari mengaku! Mungkin sudah diterkam oleh naga--dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Berhenti, akui, kalau diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

Mungkin diterkam antikris, sudah kikir, serakah--mencuri milik TUHAN--, tidak beribadah karena mengejar perkara dunia. Mari kembali, akui, diampuni dan tidak berbuat dosa lagi.

Mungkin diterkam nabi palsu, terlanjur percaya oleh gosip sampai bimbang dan berdusta. Mari kembali lagi pada ajaran yang benar, minta ampun dan mengaku pada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat lagi.

Ini sama dengan mengulurkan dua tangan pada TUHAN, kita benar-benar dipegang oleh TUHAN dan sehelai rambut ada di dalam tangan anugerah TUHAN yang besar.

Dari pihak TUHAN ssudah siap--sudah menyampaikan firman dan mati sampai mati di kayu salib. Dari pihak kita, terima koreksi firman; penyucian dan penebusan oleh firman pengajaran dan perjamuan suci.

Kalau dikuasai naga, berhenti dan jangan berbuat dosa lagi, supaya matahari bersinar.
Kalau dikuasai antikris--mammon--, stop, kembali kepada TUHAN dan jangan mencuri lagi.
Kalau dikuasai nabi palsu, stop, jangan dengar dua. Kalau dengar dua pasti bimbang. Petrus dengar suara TUHAN, Petrus bisa berjalan di atas lautan yang bergelombang, tetapi begitu dengar suara angin--dirasa;didengar--, ia mulai tenggelam. Tidak bisa kalau dengar dua. Harus satu! Mari, kembali sungguh-sungguh dalam tangan anugerah TUHAN yang besar.

Hasilnya:

  • Selamat, tidak tenggelam. Semoga sekeluarga kita selamat.
  • Menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil. Akhrinya Paulus bisa ke daratan.
    Malam ini serahkan pada TUHAN!

    Kalau sudah tidak bisa dipikir lagi, serahkan pada TUHAN.


  • Tangan anugerah TUHAN sanggup membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.
  • Sehelai rambut tidak jatuh, berarti utuh 100%--sempurna--, artinya tangan anugerah TUHAN sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia lewat sistem penggembalaan.

    Tidak ada jalan lain.
    Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku, berarti sampai sempurna, yaitu menjadi mempelai wanita yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai.

    Mempelai wanita dipuji oleh Mempelai Pria: rambutmu seperti kumpulan kambing domba di atas gunung= rambut mempelai wanita yang utuh--kehidupan yang sempurna. Ini hasil penggembalaan.

    Kudng Agung 4: 1
    4:1. Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.

    Rambut yang indah= rambut mempelai utuh, satupun tidak ada yang jatuh.

    "Saya lihat betul. Dulu baca ayat ini, tidak bisa membayangkan. Waktu ke New Zealand zaman Om Pong. Sudah selesai KKR, saya dapat berkat lagi diajak jalan satu hari. Bagian 10 orang gratis 1, sayalah itu. Jalan, saya tidak sengaja menoleh, ada seperti gunung, lalu ada domba berjajar rapi dan menunduk makan semua. Baru saya teringat, ini seperti Kidung Agung: rambutmu utuh. Luar biasa indah."

    Rambut mempelai utuh; tidak satupun dibiarkan jatuh. Yang masih bertahan, jangan sombong! Tema kita tetap "tangan anugerah TUHAN yang besar."
    Yang di tengah badai, jangan putus asa! Kalau mau kembali pada TUHAN--firman dan perjamuan suci--, dan mengulurkan tangan, Dia masih sanggup menolong bahkan menyempurnakan kita.

    Mari, bertahan, sampai kita sempurna--rambut yang utuh.
    Dan kalau TUHAN datang kembali, kita akan diangkat di awan-awan bersama-sama dengan Dia sampai di takhta Yerusalem baru.

TUHAN sedang memperhatikan dan mempedulikan kita. Dia tidak akan membiarkan sehelai rambut gugur ataupun tenggelam. Yang tidak mampu, tidak berdaya, tidak ada yang memperhatikan, tidak bisa apa-apa, mari andalkan tangan anugerah yang besar. Kaum muda, sungguh-sungguh! Jangan berharap siapa-siapa! Dia Seorang Diri sudah cukup. Kalau tidak ada yang memperhatikan dan tidak ada yang bisa menolong kita, kesempatan kita bertemu dengan Yesus Seorang Diri di kayu salib.

Memang harus menghadapi badai di tengah lautan, harus menghadapi binatang buas yang tidak menyayangkan kawanan domba. Tetapi, masih ada yang sayang kepada kita; memperhatikan dan mempedulikan sehelai rambut. Yesus harus mati Seorang Diri di kayu salib, Dia menanggung semua. Jangan ragu-ragu! Serahkan hidup ke dalam tangan anugerah TUHAN ! Sehelai rambut, kecil, tetapi ada di dalam tangan anugerah yang besar.

Jangan putus asa, kecewa atau bangga! Serahkan pada TUHAN: 'Pegang saya, TUHAN. Saya tidak mampu di bidang ini. Saya tidak mampu menghadapi badai ini, tidak mampu menghadapi terkaman ini. Mungkin badai naga, atau antikris, atau nabi palsu, saya tidak mampu. TUHAN tolong, pegang saya!'

Semakin hebat badainya, anugerah TUHAN semakin bertambah-tambah. Untuk keluarga kita juga kita doakan. Kita tidak mampu diterpa badai dan binatang buas. Biarlah Dia memegang kita di hari-hari terakhir ini, menjelang kedatangan TUHAN. Tidak ada yang tenggelam, tetapi semua tertoong, semua utuh--sempurna--sampai TUHAN datang kembali. Dia Seorang Diri mampu menolong sehelai rambut--memelihara, melindungi, dan mengadakan mujizat bagi kita--, sampai kita sempurna. Tidak ada yang terhilang dan TUHAN tolong kita semua untuk bertahan sampai Dia datang kembali.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top