English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 30 September 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 18 Januari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2-3 menunjuk pada 7 kali...

Ibadah Raya Surabaya, 02 September 2012 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 30 Agustus 2019 (Jumat Malam)
Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian.
Ada dua kali...

Ibadah Persekutuan Papua IV, 04 Maret 2010 (Kamis Pagi)
Ibrani 4: 12
Kita harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan rohani dan jasmani supaya tidak mengakibatkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:51-56 tentang Yesus dan orang Samaria....

Ibadah Doa Surabaya, 01 Agustus 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman Ibadah Doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Saya berada di...

Ibadah Paskah Malang, 21 April 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Doa Malang, 10 Mei 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:1
4:1 Kemudian dari pada itu aku...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Juni 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 17 Februari 2015 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Penataran Imam dan Calon Imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 18 September 2013 (Rabu Malam)
Kita banyak pergumulan-pergumulan untuk itu kita berdoa kepada Tuhan. Baik pergumulan dalam pelayanan, dalam kunjungan-kunjungan, dalam nikah rumah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 April 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 06 April 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:1
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Doa Surabaya, 23 Februari 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 4-8
7:4. Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.
7:5. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,
7:6. dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari
suku Manasye dua belas ribu,
7:7. dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,
7:8. dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

Kita masih belajar tentang METERAI ALLAH (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 28 Januari 2018).

Siapa yang dimeteraikan dengan meterai Allah dan menjadi mempelai wanita sorga? Seratus empat puluh empat ribu orang dari dua belas suku Israel; masing-masing suku dua belas ribu orang.
Ini yang disebut dengan INTI dari mempelai wanita sorga.

Tetapi kalau kita baca secara keseluruhan, dari dua belas suku Israel yang dimeteraikan, tidak ada suku Dan, tetapi digantikan oleh suku Manasye (anaknya Yusuf).
Mengapa suku Dan tidak masuk? Karena suku Dan berubah dari keturunan Abraham--secara jasmani--menjadi keturunan ular beludak.

Kejadian 49: 17
49:17. Semoga Dan menjadi seperti ular di jalan, seperti ular beludak di denai yang memagut tumit kuda, sehingga penunggangnya jatuh ke belakang.

Kisah Rasul 28: 1-3
28:1. Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta.
28:2. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.
28:3. Ketika Paulus memungut seberkas ranting-ranting dan meletakkannya di atas api,
keluarlah seekor ular beludak karena panasnya api itu, lalu menggigit tangannya.

Ini adalah perjalanan rasul Paulus ke Roma, kapalnya terdampar, mereka selamat ke daratan yang bernama pulau Malta.
Di sini kita menemukan ular beludak.

Ada dua hal tentang ular beludak:

  1. Ular beludak aktif pada saat musim dingin.
    Musim dingin menunjuk pada keadaan akhir zaman di mana kasih menjadi dingin.


  2. Ular beludak bersembunyi di balik ranting-ranting.
    Ranting-ranting--kayu--menunjuk pada kegiatan daging yang berdosa.

    1 Petrus 2: 1
    2:1. Karena itu buanglah (1)segala kejahatan, (2)segala tipu muslihat dan (3)segala macam kemunafikan, (4)kedengkian dan (5)fitnah.

    'segala tipu muslihat' = termasuk dusta.

    Ini adalah aktifitas daging yang berdosa. Kalau daging berbuat dosa--terutama lima dosa ini--, di situ akan menjadi tempatnya ular, yang akan menggigit hamba/pelayan Tuhan, termasuk anak-anak Tuhan.

Kisah Rasul 28: 5-6

28:5. Tetapi Paulus mengibaskan ular itu ke dalam api, dan ia sama sekali tidak menderita sesuatu.
28:6. Namun mereka menyangka, bahwa ia akan
bengkak atau akan mati rebah seketika itu juga. Tetapi sesudah lama menanti-nanti, mereka melihat, bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi padanya, maka sebaliknya mereka berpendapat, bahwa ia seorang dewa.

Akibat gigitan ular:

  1. Bengkak= lebih dari kewajaran--seperti tangan kita kalau ada yang bengkak, akan lebih besar dari yang seharusnya--= kesombongan.
    Tempat yang banyak 'bengkak' adalah hati dan pikiran:


    1. Pernah terjadi juga di padang gurun di mana bangsa Israel muak akan manna.
      Bilangan 21: 4-6
      21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
      21:5. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan
      akan makanan hambar ini kami telah muak."
      21:6. Lalu TUHAN menyuruh
      ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

      Hati bengkak/sombong artinya mulai muak/bosan akan manna (roti malaikat; firman penggembalaan; firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang); marah jika ditegor dan dinasihati berulang-ulang oleh firman pengajaran yang benar, padahal firman yang diulang-ulang berguna untuk menyucikan kita dari dosa yang berulang-ulang.

      Kalau dosa berulang-ulang, sedangkan firman tidak diulang-ulang, kita tidak akan bisa terlepas dari dosa.
      Kalau firman tidak diulang-ulang, dosa akan berulang-ulang sampai jadi puncaknya dosa--dosa makan minum dan kawin mengawinkan.


    2. Kepala bengkak/pikiran bengkak, artinya tidak tahan pujian; gampang bangga tetapi sebentar lagi gampang kecewa dan putus asa.


  2. Kisah Rasul 28: 8
    28:8. Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia.

    Akibat yang kedua: disentri--penyakit perut.
    Filipi 3: 18-19
    3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan,
    Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    'Tuhan mereka ialah perut mereka' = sakit perut; disentri. Ini sama dengan (mohon maaf) istilah 'seenak perutnya sendiri'; ibadah pelayanan, rumah tangga, hidup sehari-hari seenak perutnya sendiri. Artinya: selalu mau yang enak bagi daging; selalu menolak salib; tidak mengikuti aturan yang berlaku, di dalam ibadah tidak mengikuti firman.

    Praktiknya:


    1. Pikirannya hanya tertuju pada perkara daging, terutama dalam ibadah pelayanan. Beribadah melayani tetapi tujuannya daging: mendapat berkat jasmani; tidak peduli sekalipun tidak sesuai dengan firman.


    2. 'Kemuliaan mereka ialah aib mereka'= mempertahankan bahkan bangga akan dosa-dosa.
      Seringkali kita tidak sadar, bersaksi--'kemuliaan mereka ialah aib mereka'--: biarpun saya tidak setia, Tuhan selalu menolong (tidak setia malah enak hidupnya). Nanti semua jadi tidak setia. Tidak setia tetapi menjadi kebanggaan--bangga dengan dosa/aib.


    3. Tetap manusia darah daging, tidak berubah hidupnya; mengarah pada kebinasaan--buli-buli tanah liat yang hancur dan binasa. Kalau Yesus tidak disalib, Ia tetap tubuh daging tetapi karena Ia mau disalibkan, maka ada tubuh kemuliaan.


    Contoh: Yudas Iskariot sakit perut; ia hanya mencari perkara jasmani, mempertahankan aib--keinginan akan uang. Ada wanita mengurapi Yesus dengan minyak seharga tiga ratus dinar, ia marah: 'seharusnya untuk orang miskin', padahal bukan uangnya. Dia buka topengnya sendiri bahwa ia pencuri. Ia tetap mempertahankan dosa mencuri di dalam perut hatinya karena ia mengkuti Tuhan untuk mencari perkara jasmani. Perutnya terus membesar sampai puncaknya perutnya pecah dan isi perutnya terburai keluar. Dia dipermalukan dan tidak ada pengampunan lagi; binasa selamanya.

    Karena itu kita bersyukur kalau ada pedang firman yang menusuk perut hati kita, supaya kebusukan yang tersembunyi dikeluarkan, kita akui pada Tuhan dan sesama, diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kalau tidak ada pedang firman di dalam rumah Tuhan--tidak mau pedang firman--, kita akan menjadi seperti Yudas; kebusukan dalam perut hatinya terus dipertahankan sampai satu waktu menggelembung dan pecah--isi perut terburai--, dipermalukan dan tidak ada pengampunan lagi.


  3. Akibat yang ketiga: demam.
    Demam= tidak panas dan tidak dingin= suam-suam rohani.

    Inilah akibat dari gigitan ular: bengkak (sombong; muak akan firman pengajaran yang diulang-ulang, sehingga dosanya diulang-ulang, kepalanya juga bengkak; gampang bangga atau kecewa dengan sesuatu; tidak tahan pujian), disentri, dan demam.

    Matius 8: 14-15
    8:14. Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
    8:15. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.

    Demam melanda ibu mertua Petrus--ibu dari isterinya Petrus--, artinya kehidupan yang mempersiapkan mempelai wanita secara jasmani.
    Secara rohani, ibu mertua menunjuk pada hamba/pelayan Tuhan yang sudah lama di dalam kabar mempelai, untuk mempersiapkan gereja Tuhan menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna. Tetapi di akhir zaman--musim dingin, kasih menjadi dingin--, banyak yang demam.

    Demam artinya:


    1. Demam terhadap firman pengajaran yang benar/kabar mempelai--firman ditambah dengan pengetahuan, lawakan dan lain-lain, dan dikurangi kebebasannya, waktunya, isinya tidak boleh terlalu keras dan lain-lain, bahkan dirubah--sehingga kehilangan kuasa penyucian dan pembaharuan--seperti pedang berkarat.


    2. Demam dalam tahbisan= pensiun dari pelayanan. Terutama seorang gembala, tidak lagi memberikan makanan firman sepenuhnya--bergantian. Sekarang banyak hamba Tuhan yang pensiun. Justru di dalam kabar mempelai harus hati-hati!
      Padahal dulu diajaran: Sekali ditahbiskan, untuk selamanya--sampai garis akhir bahkan sampai selamanya. Tetapi karena musim dingin, dia sendiri yang pensiun. Kita harus waspada!

      Tidak sungguh-sungguh lagi melayani, sampai tidak bisa melayani--tidak mau melayani--, dan tidak bisa menyembah Tuhan, tidak bisa memberi (egois, kikir dan serakah)= tangannya digigit ular.
      Kalau kikir, pasti serakah; kalau tidak bisa memberi, pasti mencuri.


    3. Ada sesuatu yang tidak beres. Semua baik, tetapi ada yang tidak beres--ada infeksi.
      Biarlah malam ini, apa yang tidak beres--terutama hati nurani sebagai sumber ketidakberesan--bisa dibereskan.
      Kalau hati nurani tidak beres, semua tidak beres: nikah, pelayanan, pekerjaan, studi, hidup. Biarlah hati nurani bekerja yang baik, tahu ada yang tidak beres. Mari diperiksa!

      Kalau hati nurani beres, semua akan beres.

      "Saya bicara dengan seorang yang tidak boleh bawa telepon. Saya tanya: 'Kamu telepon?': 'Tidak.' Ternyata diusut, memang tidak telepon tetapi melihat-lihat instagram. Seharusnya dia bilang: Tidak telepon tetapi lihat instagram. Kalau hatinya tidak beres jadi berbelit: begini begitu. Kalau hatinya beres, cepat tahu sumbernya: minta ampun, Om, saya masih ada keinginan. Beres. Kalau tahu ada yang tidak beres, cabut, selesai."

      Malam ini, Tuhan tolong. Kita sudah ada di kabar mempelai, biarlah tusukan pedang sampai ke hati nurani kita. Hati nurani yang tidak beres hanya jadi tempatnya ular.

      Malam ini mohon pada Tuhan, sumbernya demam adalah hati nurani yang tidak beres, sehingga semua suam-suam kuku (ibadah pelayanan, nikah rumah tangga jadi suam-suam). Bahaya, karena akan dimuntahkan oleh Tuhan; kejijikan di hadapan Tuhan karena mempertahankan yang tidak beres. Malam ini, Tuhan membereskan semua.


    Matius 8: 16-17
    8:16. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
    8:17. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "
    Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

    Tuhan membereskan semuanya di kayu salib.
    Setelah ibu mertua Petrus sembuh, dia bisa melayani Tuhan, terjadi kegerakan. Kalau hati beres, akan terjadi kegerakan.

    Sesuatu yang tidak beres bisa dalam bentuk keinginan daging, keinginan mata, keinginan telinga---ingin mendengar ajaran lain--atau kelemahan--gampang emosi dan lain-lain. Dengan sepatah kata: sudah selesai, di kayu salib; kurban Kristus sudah membereskan semuanya.

    Hati nurani yang beres berarti semua keinginan jahat, najis, keinginan mata kita serahkan pada Tuhan. Semua kelemahan kita akui pada Tuhan dan kita serahkan pada Dia. Dia menanggung semua di kayu salib dan Dia berseru: Sudah selesai! Terutama hati nurani sudah beres malam ini. Kalau hati nurani beres, akan ada damai sejahtera.

    Hati damai bukan lagi tempatnya ular, tetapi tempatnya Roh Kudus.
    Malam ini kita mohon, jangan jadi ular, tetapi ada api Roh Kudus.

Kegunaan Roh Kudus:

  • Menyucikan bangsa kafir.
    Roma 15: 16
    15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    'bangsa-bangsa bukan Yahudi' = bangsa kafir.
    Api Roh Kudus membakar ular yang bersembunyi di dalam hati kita; dosa-dosa dibakar, kekafiran dibakar; anjing dan babi dibakar--perkataan dan perbuatan busuk dibakar--, kebusukan dibakar, semua dibakar sampai kita berbau harum di hadapan Tuhan--hidup suci--, untuk membawa keharuman Kristus lewat kabar baik--untuk membawa orang berdosa percaya Yesus--, dan kabar mempelai--untuk membawa orang-orang yang sudah percaya Yesus supaya masuk pembangunan tubuh Kristus, menjadi mempelai Tuhan. Ini tugas kita hari-hari ini.


  • Api Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Jangan dingin, jangan demam!
    Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Kalau digabung dengan di atas: suci dan setia berkobar-kobar.
    Pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar sama dengan nyala api; mata Tuhan bagaikan nyala api. Jadi pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar adalah biji mata Tuhan sendiri.

    Biar kita ditolong oleh Tuhan. Pemeliharaan beres, perlindungan beres, sampai zaman antikris bahkan hidup kekal. Kita dibela oleh Tuhan.
    Biji mata Tuhan jangan dijamah. Kalau ada pelayan Tuhan, hamba Tuhan yang suci dan setia-berkobar--biji mata Tuhan--apapun pelayanannya, jangan dijamah, sebab akan berhadapan dengan Tuhan.

    Ada pembelaan Tuhan, tidak usah membela diri.
    Yang penting jaga kesucian dan kesetiaan! Kalau jahat dan malas--tidak setia--, ia hanya akan menuduh Tuhan.
    Sungguh-sungguh!
    Kita benar-benar dipelihara, dilindungi oleh Tuhan dari celaka marabahaya, hukuman Tuhan, zaman antikris bahkan sampai hidup kekal.


  • Roh Kudus sanggup membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Titus 3: 5
    3:5. pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Manusia baru, yaitu hanya berseru: Ya Abba, ya Bapa; jujur. Ini adalah mujizat terbesar. Jujur dan taat hari-hari ini!
    Kalau hati beres, gampang untuk jujur, apapun resikonya.

    Hati beres, cabut semua, mulut beres. Yesus bertanya: Siapa yang kamu cari?: Yesus.: Akulah dia. Inilah manusia baru.

    Jujur dan taat bagaikan hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan--terserah Tuhan--, dan Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita. Mujizat jasmani juga terjadi. Yang jasmani beres semua; yang mustahil jadi tidak mustahil, yang tidak ada jadi ada.

    Sampai kalau Tuhan datang, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; termasuk pada seratus empat puluh empat ribu yang dimeteraikan Tuhan. Kita menjadi mempelai wanita Tuhan untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, dengan satu kata: Haleluya, sampai di Yerusalem baru juga terdengar suara: Sudah selesai!

    Wahyu 21: 5-6
    21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
    21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

    'Semuanya telah terjadi' = semuanya sudah selesai.

Kita butuh Roh Kudus. Pilih ular atau api Roh Kudus! Kalau ada api, ularnya lari. Kalau tidak ada api, dingin, ular berjaya. Biar malam ini kita memilih api. Banyak yang tidak beres dalam hal apapun, hati tidak beres, keuangan tidak beres, kesehatan tidak beres, studi tidak beres, pekerjaan tidak beres, bawa semua kepada Tuhan. Roh Kudus mampu membereskan semuanya.
Usir ular! Ular sumber ketidakberesan dan kehancuran. Usir dengan api Roh Kudus! Ular adalah kehidupan yang tidak jujur dan taat.

Minta api dari sorga untuk membakar ular. Ketidakjujuran--sesuatu yang tersembunyi dan tidak beres--, ketidaktaatan, itu adalah sumber ketidakberesan, ketidaksucian, dan ketidaksetiaan hari-hari ini.
Suci dan setia, kita akan menjadi biji mata Tuhan; nikah akan menjadi suci dan setia, semua juga suci dan setia; ada pagar dari Tuhan.

Tunjukkan kelemahan kita, ketidakberesan kita secara jasmani dan rohani, kemustahilan dan lain-lain!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top