English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 16 Juni 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 15 November 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Medan I, 29 Oktober 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 September 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat sore, selamat bersekutu di dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 01 September 2017 (Jumat Malam)
Imamat 12: 1-8
12:1. TUHAN berfirman kepada Musa, demikian:
12:2. "Katakanlah kepada orang Israel: Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak laki-laki,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2015 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Maret 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Januari 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 12
Dalam susunan Tabernakel, Lukas 12 terkena pada...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Maret 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 03 Mei 2018 (Kamis Sore)
Rekaman dari Ibadah di Melaka

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya...

Ibadah Doa Malang, 28 Agustus 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk 7 percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Maret 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 12-14
7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah...

Ibadah Doa Malang, 14 Agustus 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 secara keseluruhan menunjuk

Ibadah Raya Malang, 15 Januari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8-11
4:8 Dan keempat makhluk itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan di Poso II, 25 Mei 2011 (Rabu Pagi)

Tema: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan kepada ORANG YANG SUDAH SELAMAT.
Sebab, ditengah perjalanan menuju kesempurnaan, ada pertanyaan, apakah kita berhasil atau tidak.

3 HAL YANG HARUS KITA PERHATIKAN MENJELANG KEDATANGAN YESUS KEDUA KALI, SUPAYA KITA TIDAK MENJADI SEPERTI ISTRI LOT:
Kita sudah mempelajari yang pertama: MEMPERHATIKAN KILAT (dibahas pada Ibadah Poso, 24 Mei 2011 Sore).

Pagi ini, kita bahas perhatian yang kedua: MEMPERHATIKAN KEADAAN DUNIA AKHIR JAMAN yang kembali seperti jaman Nuh dan jaman Lot.
Lukas 17: 26-30
17:26. Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
17:27. mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
17:28. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
17:29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
17:30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.


Praktik kembali ke jaman Nuh dan jaman Lot:
  1. makan minum dan kawin mengawinkan; artinya: manusia dan anak Tuhan hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa.
    Ini merupakan kehidupan yang dikuasai oleh setan dengan roh jahat dan roh najis, sehingga tidak bisa hidup benar dan suci (rohnya setan).

    Kehidupan ini TANPA KASIH= tanpa matahari.

  2. membeli dan menjual (rohnya antikris).
    Wahyu 13: 16-18
    13:16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:17. dan
    tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13:18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.


    Kehidupan ini dikuasai oleh roh jual beli dengan cap 666.

    Wujudnya kalau dikuasai roh jual beli:
    • aktif dalam ibadah pelayanan, tetapi hanya untuk mendapat keuntungan secara jasmani. Akibatnya, ia kehilangan perkara rohani (karunia-karunia).

      Fellowship yang benar adalah tempat persemaian karunia-karunia.

    • melayani, tetapi tidak sesuai karunia jabatan.
    • tidak setia dalam ibadah pelayanan sampai tinggalkan ibadah pelayanan untuk mencari keuntungan jasmani.

    Jadi, membeli dan menjual adalah kehidupan tanpa urapan Roh Kudus= TANPA PENGHARAPAN= tanpa bintang.

  3. menanam dan membangun (rohnya nabi palsu).
    Kalau dikuasai nabi palsu, yang ada adalah ladang dan bangunan palsu.

    Roh nabi palsu:
    • ajaran palsu= TANPA PENGAJARAN BENAR,
    • roh dusta.

    Akibatnya, kehidupan itu mengarah pada pembangunan palsu (babel).

    Kehidupan seperti ini TANPA IMAN= tanpa bulan.
Jadi, di akhir jaman, banyak manusia dikuasai oleh setan, antikris dan nabi palsu (tanpa matahari, bintang dan bulan)= tanpa kasih, harap dan iman.

Akibatnya:
  1. Kisah Rasul 27: 20
    27:20. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

    Akibat pertama: menghadapi badai ditengah lautan.
    Artinya: tidak ada ketenangan/kedamaian. Banyak masalah yang tidak terselesaikan dan bertambah-tambah, sehingga putus asa dan kecewa (meninggalkan Tuhan).

  2. Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Akibat kedua: tidak bisa tampil sebagai terang dunia, sehingga hidup dalam kegelapan yang paling gelap (antikris)= kegelapan yang dapat diraba.

    Wahyu 12: 17
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    = orang ini akan tertinggal saat Yesus datang kembali dan masuk dalam aniaya antikris.
    Sebab itu, mulai sekarang jangan suka menganiaya orang lain. Bentuknya bisa dalam bentuk perkataan atau gosip.

    Yang masuk aniaya antikris adalah kehidupan yang tidak punya mezbah dupa (tidak menyembah Tuhan atau penyembahannya belum mencapai ukuran).

    Kalau masuk aniaya antikris, inipun masih kemurahan Tuhan, supaya mendapat kesempatan memenuhi ukuran penyembahan (daging tidak bersuara) lewat dipancung.

    Tetapi proses ini sangat sulit.
    Sebab itu, lebih baik, MULAI SEKARANG, KITA MEMATIKAN DAGING, supaya tidak lewat aniaya antikris.
    Karena jaman antikris sangat sulit, Tuhan perlu kirimkan 2 saksi.

    Wahyu 11: 2-3
    11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."
    11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung,
    seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

    2 saksi ini untuk menguatkan kehidupan yang tertinggal pada jaman antikris.

    Jaman antikris 3,5 tahun= 42 bulan= 1260 hari. Kalau disebut 1260 hari, artinya: tiada hari tanpa penyiksaan.
    Bagi kita sekarang, yang baik adalah TIADA HARI TANPA PENYEMBAHAN= tiada hari tanpa perobekan daging.

    2 saksi ini adalah Musa dan Elia yang akan dibunuh (ay. 7-9). Mayat ini bisa dilihat seluruh dunia lewat televisi atau internet.
    Jadi, antikris memang menggunakan internet. Oleh sebab itu, jangan sampai kita dipakai oleh antikris, tetapi kita dipakai Tuhan untuk memancarkan kilat (cahaya injil tentang kemuliaan Kristus).

  3. 1 Korintus 13: 12-13=
    13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13.
    Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

    Akibat ketiga: ketinggalan saat Yesus datang kedua kali, tidak bisa terangkat ke awan-awan yang permai.
    Dan kehidupan itu masuk dalam api hukuman Allah bersama dunia (kiamat), sampai masuk dalam api neraka.
Oleh sebab itu, hari-hari ini, kita HARUS HIDUP DALAM TERANG (hidup dalam terang bulan, bintang dan matahari= hidup dalam iman, pengharapan dan kasih yang sempurna kepada Tuhan).

Bagaimana kita hidup dalam terang secara rohani? Yaitu lewat sistem penggembalaan.
Kita harus tergembala pada 1 Pokok Anggur yang benar (1 Firman pengajaran yang benar).
Kita menjadi seperti carang yang melekat pada Pokok Anggur yang benar.

Untuk itu, kita harus selalu berada di kandang penggembalaan.

Kisah Rasul 2: 41-42
2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42. Mereka
bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Kandang penggembalaan= ruangan suci dengan 3 macam alat:
  • pelita emas= ketekunan dalam persekutuan= ketekunan dalam ibadah raya.
    Ibadah raya= persekutuan kita dengan Roh Kudus dalam urapan Roh Kudus dan karunia Roh Kudus.
    Kalau kita tekuni, akan menjadi tongkat Harun yang berbunga dan berbuah= PENGHARAPAN YANG PERMANEN= mahkota 12 bintang.

  • meja roti sajian= ketekunan dalam pengajaran rasul-rasul dan pemecahan roti= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.

    Ini merupakan persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman pengajaran benar dan perjamuan suci.
    Kalau ditekuni, ini akan menjadi buli-buli emas berisi manna= IMAN YANG PERMANEN= bulan di bawah kaki.

  • mezbah dupa emas= ketekunan dalam doa= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

    Ini merupakan persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
    Kalau ditekuni, akan menjadi 2 loh batu= KASIH YANG PERMANEN= sinar matahari.
Jadi, kita HARUS BERTEKUN DALAM 3 MACAM IBADAH POKOK (seperti Israel yang punya 3 macam pesta utama).

Ibadah Pendalaman Alkitab= pesta paskah
Ibadah Raya= pesta pentakosta.
Ibadah Doa= pesta pondok daun-daunan.

Ada 3 macam pesta supaya suasananya tidak monoton dan karena kemuliaan matahari, bulan dan bintang juga berbeda-beda.

1 Korintus 15: 41
15:41. Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

Kalau kita sudah tekun dalam penggembalaan, kita akan tampil dalam Wahyu 12: 1. Kita tampil sebagai terang dunia (mempelai wanita).

Wahyu 12: 2-4
12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah,
seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
12:4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.


Keadaan mempelai wanita disini adalah hendak melahirkan
(tidak berdaya dan menderita). Inilah keadaan kita ketika hidup dalam terang. Jangan sombong!
Bahkan, kita juga berhadapan dengan ular naga merah padam.

Wahyu 12: 14
12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Yang kita butuhkan adalah 2 sayap burung nazar yang besar (naungan sayap Tuhan).
KALAU ADA TERANG, PASTI ADA SAYAP. Semakin kita hidup terang, perlindungan sayap Tuhan akan semakin besar.

Sebenarnya, ada 3 macam naungan sayap:
  1. naungan sayap induk ayam.
    Lukas 13: 34
    13:34. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    Naungan sayap induk ayam= naungan sayap dari Yesus Sang Gembala.
    Tangan kasih setia Gembala sanggup memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya ditengah dunia yang sudah gelap.

    Bahkan Tuhan juga menghangatkan dan membahagiakan kita.

    Banyak kali, anak ayam sombong (tidak memilih penggembalaan). Akibatnya, ia mati.
    Yang dibutuhkan anak ayam adalah induknya.

  2. naungan sayap merpati.
    Mazmur 55: 7-9)
    55:7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
    55:8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
    55:9. Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."


    Naungan sayap merpati= naungan sayap Yesus sebagai Imam Besar.
    Tangan kasih setia Imam Besar memberi perlindungan dan ketenangan di tengah badai dunia, sampai meneduhkan badai.

  3. naungan sayap burung nazar.
    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Naungan syap burung nazar= naungan sayap dari Yesus sebagai Mempelai Pria Surga.
    Tangan kasih setia Yesus Mempelai Pria Surga mampu menyingkirkan kita ke padang gurun 3,5 tahun (jauh dari mata antikris).
    Dan 2 sayap burung nazar akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Kita bertemu Dia muka dengan muka, sampai kita masuk ke Yerusalem Baru selama-lamanya.
Jadi, kita harus punya 6 sayap.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

= 4 kehidupan yang sudah terangkat ke Surga dan sudah mengalami 6 sayap (Henokh, Musa, Elia dan Yesus).
Henokh dan Elia mewakili orang yang hidup sampai Tuhan datang.

Musa dan Yesus mewakili orang yang meninggal dunia, tetapi dibangkitkan.

Dan kedua kelompok ini menjadi 1 tubuh yang sempurna, asalkan selama hidup memiliki 6 sayap.

Musa dan Elia bisa masuk Yerusalem baru sekalipun ada kelemahan. Mereka ini sempat putus asa (sayapnya sempat terkulai). Tetapi Tuhan tolong mereka.

Yesaya 40: 28-31
40:28. Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


Bagaimana keadaan sayap kita?
Mungkin siang ini, kita adalah kehidupan yang berputus asa.

Keluaran 6: 8-11
6:8. Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
6:9. Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:
6:10. "Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya."
6:11. Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku,
bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!"

= keputus asaan Musa.

1 Raja-raja 19: 2-7
19:2. maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
19:3. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
19:4. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu!
Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."
19:5. Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang
malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!"
19:6. Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
19:7. Tetapi malaikat TUHAN
datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."

= keputus asaan Elia.
ay. 5, 7= Elia diberi makan 2 kali dan ia menjadi segar.

Kalau kita sudah letih lesu dan putus asa, kekuatan kita terletak pada bangkai ('dimana ada bangkai, disitu burung nazar berkumpul').

Jadi, kekuatan kita adalah Firman dan perjamuan suci (makanan dobel). Dan Tuhan mampu melakukan semuanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top