English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 06 Oktober 2009 (Selasa Siang)
Isi kitab Keluaran:
Pasal 1-24, 31-34 --> pengajaran kitab KeluaranPasal 25-30, 35-40 --> pengajaran Tabernakel.Hubungan...

Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Penyerahan anak bukan sekedar peraturan, tetapi lebih dari itu...

Ibadah Paskah Surabaya, 16 April 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat Paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Agustus 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Agustus 2012 (Sabtu Sore)
bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Lukas 2:1-20 adalah tentang kelahiran Yesus.
Lukas 2:8-20 berjudul "Gembala-gembala". Jadi,...

Ibadah Raya Surabaya, 26 Juni 2011 (Minggu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Jerman
Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 mempunyai arti yang penting, yaitu penamatan...

Ibadah Doa Surabaya, 06 April 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Agustus 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5:10-11
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes,...

Ibadah Raya Malang, 22 Juli 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Efesus 1:7-10
1:7 Sebab...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Januari 2010 (Senin Sore)
segera diMatius 24: 45-51
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:
ay....

Ibadah Raya Malang, 22 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 percikan...

Ibadah Doa Malang, 16 Desember 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Wahyu 2:9
2:9 Aku tahu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Juni 2011 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103:8-10
103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Agustus 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Januari 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2012 (Minggu Sore)

Bersamaan dengan hari Pentakosta
Matius 27:

= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib, bukan untuk kepentinganNya, melainkan untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan sidang jemaat.

7x percikan di atas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus dalam Matius 27:
  1. ay. 1-10= Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012).

  2. ay. 11-26= Yesus di hadapan Pilatus untuk menghadapi tuduhan-tuduhan sampai ketidak adilan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012).

  3. ay. 27-31= Yesus diolok-olok (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Mei 2012).

  4. ay. 32-50= Yesus disalibkan sampai mati.
  5. ay. 51-56= mujizat-mujizat pada kematian Yesus.
  6. ay. 57-61= Yesus dikuburkan.
  7. ay. 62-66=kubur Yesus dijaga.
Malam ini kita mempelajari sengsara Yesus yang keempat: YESUS DISALIBKAN SAMPAI MATI.

Matius 27: 32
27:32. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus.

Waktu Yesus harus memikul salib, Simon orang Kirene DIPAKSA untuk memikul salib Yesus.
Artinya: kehidupan yang mengalami pengalaman salib/pengalaman kematian bersama Yesus.

Banyak orang yang menolak pengalaman salib, sebab daging ini tidak mau memikul salib. Sebab itu, daging ini HARUS DIPAKSA untuk masuk pengalaman salib, seperti Simon orang Kirene yang dipaksa memikul salib.

Mengapa kita harus mengalami pengalaman kematian bersama Yesus?
Jawabannya: supaya kita masuk pengalaman kebangkitan dan kemuliaan, sebab di balik kematian ada kemuliaan.
Kalau Yesus tidak disalibkan, Yesus tidak akan pernah mencapai kemuliaan.
Artinya: TANPA SALIB, TIDAK AKAN ADA KEMULIAAN.

Kalau kita tidak mau pengalaman salib, kita tidak akan bisa mencapai kemuliaan.

Kisah Rasul 14: 22
14:22. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

Praktik pengalaman salib dalam kehidupan sehari-hari:
  1. 1 Petrus 4: 1-2
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi
    menurut kehendak Allah.

    Praktik pengalaman salib yang pertama: sengsara daging untuk 2 hal (pelataran tabernakel):

    • ay. 1= bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Allah, mulai dari 8 dosa yang membawa ke dalam neraka.

      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal (5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7) dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      Penutup dosa adalah dusta. Artinya: selama masih berdusta, berarti masih banyak dosa yang lain.
      Kalau sudah tidak ada dusta, itulah permulaan bertobat.

    • ay. 2= 'menurut kehendak Allah'= taat dengar-dengaran pada Firman Allah.
      Untuk taat dengar-dengaran, memang sakit bagi daging, seperti Abraham yang harus mempersembahkan Ishak.

    Praktik pengalaman salib yang paling ringan, dimulai dari baptisan air.

    Roma 6: 2, 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Baptisan air yang benar adalah kita dikuburkan bersama dengan Yesus= menguburkan hidup lama dan dosa-dosa, sehingga kita bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru.

    1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Hidup baru= memiliki hati nurani yang baik (hati nurani yang taat dengar-dengaran).

    Lewat baptisan air, kita bisa memperoleh keselamatan.
    Kalau salah masuk baptisan air, tidak akan selamat (seperti dulu, hanya kapal Nuh yang selamat).

    Dulu, yang selamat di dalam kapal Nuh adalah suami istri.
    Artinya: sungguh-sungguh kasih karunia Tuhan kalau kita bisa dibaptiskan dengan benar sampai taat dengar-dengaran dan sungguh-sungguh kasih karunia Tuhan yang berlimpah-limpah kalau suami istri dan anak-anak bisa masuk dalam 1 baptisan yang benar.

    Petrus punya pengalaman tidak taat. Karena itu, ia menuliskan baptisan air yang merupakan dasar pertobatan dan ketaatan.

    Yohanes 21: 3, 7
    21:3. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    21:7. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab
    ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

    'Aku pergi menangkap ikan'= Petrus tidak taat, sebab Tuhan perintahkan Petrus menjadi penjala manusia.

    'mereka tidak menangkap apa-apa'= gagal total.
    'ia tidak berpakaian'= telanjang.

    Kalau tidak taat, akibatnya: gagal total dan telanjang (hidup dalam dosa dan dipermalukan).

    Tetapi bersyukur, dalam keadaan gagal dan telanjang, Tuhan datang dengan Firman pengajaran yang keras.

    Yohanes 21: 5-6
    21:5. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."
    21:6. Maka kata Yesus kepada mereka: "
    Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.

    ay. 5= Firman Tuhan menunjukkan kegagalan murid-murid yang tidak menangkap apa-apa.
    ay. 6= untunglah murid-murid mau taat dengar-dengaran, sekalipun perintah Tuhan di luar logika manusia.

    Sebab itu, menghadapi kegagalan dan dosa-dosa, kita butuh Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kalau saat itu tidak taat pada Firman, kita akan tenggelam (binasa dalam lautan api belerang).

    Taat dengar-dengaran= mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Tuhan mengulurkan TanganNya kepada kita, sehingga terjadi pemulihan. Dari kegagalan, kita bisa berhasil. Dari telanjang menjadi berpakaian (hidup benar dan diselamatkan oleh Tuhan).

  2. Galatia 2: 19-20
    2:19. Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
    2:20. namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan
    Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

    Praktik pengalaman salib yang kedua: sengsara daging untuk hidup oleh iman (ruangan suci).
    Artinya: sekalipun kita punya segala sesuatu atau tidak punya apa-apa, kita tetap hidup oleh iman, bukan karena melihat.

    Iman karena melihat adalah iman seperti Tomas. Dan iman ini adalah iman yang rapuh.

    Iman yang benar adalah iman dari mendengar Firman, sehingga apapun yang kita alami, kita tetap percaya Tuhan.

    2 Korintus 5: 7-9
    5:7. --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--
    5:8. tetapi
    hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
    5:9. Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya,
    supaya kami berkenan kepada-Nya.

    Bukti bahwa kita hidup oleh iman:

    • ay. 8= tabah= tidak putus asa/kecewa menghadapi sesuatu, tidak bangga, tidak terhalang oleh sesuatu, sehingga kita tetap setia berkobar-kobar dalam melayani Tuhan.

    • ay. 9= 'supaya kami berkenan kepada-Nya'= hidup dalam kesucian.
    Jadi, pelayan Tuhan yang hidup oleh iman adalah pelayan Tuhan yang setia berkobar-kobar dan suci (tidak kering).

    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Pelayan Tuhan bisa setia berkobar-kobar dan hidup suci kalau berada dalam tempat kudus (ruangan suci).

    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka
    bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Setelah masuk baptisan air (point 1 di atas), kita harus masuk dalam ruangan suci (tempat kudus).
    Artinya: ay. 42= ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok (ketekunan dalam kandang penggembalaan).
    Di dalam kandang penggembalaan inilah kita bisa menerima minyak urapan Roh Kudus, sehingga kita bisa hidup dalam kesucian.
    Inilah yang disebut dengan batu hidup (imam-imam yang setia berkobar-kobar dan suci).

    1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Batu hidup= hidup oleh iman dan oleh kemurahan Tuhan, sehingga dalam keadaaan apapun, tetap terpelihara sampai hidup kekal selama-lamanya dan kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Salah satu contohnya adalah Daniel.Daniel sempat ditaruh di gua singa, tetapi ia tetap hidup.

    Daniel 6: 20-23
    6:20. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa;
    6:21. dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel,
    hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
    6:22. Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu!
    6:23.
    Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."

    'hamba Allah yang hidup'= batu hidup.

    Kalau hari-hari ini hidup kita serasa sulit, berarti kita belum menjadi batu hidup. Sebab itu, kita harus mmenjadi batu hidup lewat ketekunan dalam penggembalaan. Dan Allah yang hidup tidak akan pernah meninggalkan kita.

  1. 4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
    Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Praktik pengalaman salib yang ketiga: sengsara daging tanpa dosa/percikan darah (ruangan maha suci).
    Bentuknya:

    • berpuasa,
    • sengsara karena kebenaran Firman,
    • tidak salah tetapi disalahkan,
    • difitnah, dsb

    Dulu, saat Harus memercikkan 2x7 percikan di atas tabut dan di depan tabut, maka shekina glory muncul.

    Begitu juga dengan kita. Kita mengalami sengsara daging tanpa dosa, supaya kita menerima Roh Kemuliaan (Roh Kudus dicurahkan kepada kita).
Kegunaan dari Roh Kemuliaan/Roh Kudus:
  1. Keluaran 14: 16-18, 21-22
    14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14:17. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda,
    Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
    14:18. Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."
    14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
    14:22. Demikianlah orang Israel
    berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

    Kegunaan pertama: untuk membelah laut, sehingga Israel bisa berjalan di tempat kering.
    Artinya:

    • Roh Kemuliaan mampu memberikan kehidupan di tengah kemustahilan.
    • Roh Kemuliaan memberikan jalan keluar dari segala masalah sampai masalah yang mustahil,
    • Roh Kemuliaan memberikan masa depan yang indah kepada kita

  2. 1 Petrus 4: 14
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kegunaan kedua: memberikan kebahagiaan Surga sekalipun dalam penderitaan.

  3. Kegunaan ketiga: mengubahkan dan memuliakan kita dari manusia daging menjadi manusia mulia seperti Yesus.
    Ini mujizat terbesar yang tidak bisa ditiru oleh setan.

    Kalau ada Roh Kemuliaan, mulut kita hanya untuk bersaksi dan menyembah Tuhan, bahkan mengasihi Tuhan lebih dari semua.

    Apapun kelemahan kita, tetapi biarlah Roh Kemuliaan turun dan mujizat terbesar terjadi dalam hidup kita. Dan saat Yesus datang kembali, kita diubahkan jadi sama mulia dengan Dia.

    Sekarang kita memikul salib, tetapi di balik salib ada Roh Kemuliaan.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top