English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 29 Desember 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 107:1
107:1 Bersyukurlah kepada TUHAN,...

Ibadah Doa Malang, 08 September 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan ibadah doa puasa session III
Matius 24: 32-35.
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 November 2011 (Senin Sore)
Matius 26:
ay. 57-68= SAKSI DAN KESAKSIAN.
Kalau kita sebagai gereja Tuhan tidak mau bersaksi, kita akan menyangkal Tuhan.

Kita sudah mempelajari 2...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 25 Januari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Februari 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 06 Oktober 2009 (Selasa Pagi)
Keluaran berasal dari kata:
Elechshomoth (Yunani) artinya: inilah namanya,
Exodus (Inggris): exo = keluar, odos...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 September 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya, 25 Desember 2017 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat natal 2017 dan menyongsong tahun...

Ibadah Doa Malang, 14 Maret 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu...

Ibadah Natal Malang, 25 Desember 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:9-10
2:9 Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu--namun...

Ibadah Doa Malang, 30 November 2010 (Selasa Sore)
Disertai penataran imam-imam dan calon imam-imam II

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Februari 2016 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 07 Juli 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 10 Mei 2018 (Kamis Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 13-15a
7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah
orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
7:15a. Karena itu
mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.

Siapa yang berdiri di hadapan takhta Allah untuk melayani Dia siang malam, dan memakai jubah putih? Hamba/pelayan Tuhan yang mengalami kesusahan yang besar; jubah dicelup dalam darah Anak Domba; mengalami percikan darah (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2018). Ini harus kita alami.
Percikan darah= sengsara daging karena Yesus; sengsara daging tanpa dosa.

Imamat 16: 12-14, 16
16:12. Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
16:13. Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
16:14. Lalu
ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
16:16. Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

'Ia'= Harun.
'ke belakang tabir'= ke belakang pintu tirai= ruangan maha suci.

Dalam perjanjian lama, Imam Besar Harun setahun sekali masuk ruangan maha suci--melintasi tirai--dengan membawa darah dan dupa untuk mengadakan pelayanan pendamaian.
Harun harus memercikkan dua kali tujuh kali percikan darah: tujuh kali di atas tabut perjanjian (untuk Yesus), dan tujuh kali di depan tabut (untuk gereja Tuhan)--Kepala dan tubuh sama-sama mengalami percikan darah--, sehingga terjadi shekinah glory dan semua dosa umat Israel diampuni oleh Tuhan.

Dalam perjanjian baru, Yesus sebagai Imam Besar membawa darah-Nya sendiri dari atas kayu salib dan dupa--Dia berdoa di sebelah kanan takhta Allah Bapa dan menaikkan doa syafaat--, untuk mengadakan pelayanan pendamaian bagi kita semua, sehingga kita mengalami shekinah glory/Roh kemuliaan.

Jadi darah dengan dupa tidak bisa dipisahkan.
Artinya jika mengalami percikan darah hari-hari dalam bentuk apapun: tidak salah tetapi diPHK, tidak salah disalahkan, mengalami krisis dan sebagainya, kita harus banyak berdoa. Di mana ada darah harus ada dupa. Jangan lengah! Kalau hanya percikan darah, nanti bisa mengomel dan meninggalkan Tuhan.

Karena itu harus menaikkan dupa--menyembah--, supaya ada kekuatan dari Tuhan, sehingga kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, tetapi justru kita mengalami pelayanan pendamaian dari Imam Besar. Kita menerima Roh kemuliaan, artinya kita mengalami perobekan daging sepenuh--tirai terobek--dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani.

Inilah maksud Tuhan mengapa kita harus mengalami kesusahan yang besar, yaitu supaya kita banyak menaikkan doa/dupa. Mungkin masalah sekolah, kita sudah sungguh-sungguh tetapi hasilnya kurang baik, pekerjaan susah, tujuannya adalah supaya kita banyak menaikkan doa. Kalau darah dan dupa sudah sampai, berarti kita sudah mengalami pelayanan Imam Besar--kita tidak mundur, kecewa, putus asa--sehingga kita mengalami perobekan daging dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Tanpa percikan darah kita tidak akan bisa merobek daging, tetapi mengikuti daging. Harus ada sengsara, tetapi juga harus ada dupa--doa penyembahan ditambah doa puasa, doa semalam suntuk.

"Hari kamis kemarin memang luar biasa. Dari jam sembilan pagi doa puasa, disusul jam sembilan malam sampai jam empat pagi doa semalam suntuk. Ringan rasanya badan, enak sekali. Biasanya kalau doa malam, ada capek. Saya berpikir, bahaya doa semalam ini. Ternyata lebih segar lagi. Itu bukti ada pelayanan pendamaian dari Imam Besar; ada Roh kemuliaan. Kalau daging, tidak mungkin. Hari minggu saya maraton berkhotbah tiga kali, senin dua kali, selasa, rabu juga. Secara badan tidak mungkin. Tetapi inilah buktinya, segar terus sampai pagi. Ada Roh kemuliaan. Hari jumat ke sini lagi dan ditambah dengan doa malam, sabtu ke Jakarta. Bukan saya sombong, tetapi ada Roh kemuliaan sebagai kekuatan kita. Kita tidak akan mundur, kecewa, dan putus asa. Kita mengalami perobekan daging dan pembaharuan."

Ada empat hal dalam daging yang harus dirobek:

  1. Filipi 3: 18-19
    3:18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    3:19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    'banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus'= justru banyak anak Tuhan yang tidak mau salib dengan anggapan cukup Yesus yang disalib, kita tidak usah. Kalau hanya Yesus yang disalib, cukup Yesus yang mulia. Jangan ditipu! Banyak pendeta menerangkan begitu: Yesus yang disalib, kita tinggal enak, semua sudah ditanggung Yesus. Kalau begitu, kemuliaan untuk Yesus saja. Dia disalib, kita juga harus ikut ambil bagian--karena Dia kepala dan kita tubuh-Nya.
    Kemuliaan tanpa sengsara, di luar Yesus lebih banyak, itulah kemuliaan semu di dunia yang menuju kebinasaan. Tetapi kemuliaan kekal harus lewat salib.

    Daging pertama yang harus dirobek: pikiran daging yang semata-mata tertuju pada perkara jasmani, sampai ibadahpun hanya tertuju pada perkara dunia sehingga hanya mencari perkara daging dan mengabaikan perkara rohani. Keterlaluan! Benar-benar menolak salib!

    Pikiran daging ini yang harus dirobek!
    'kemuliaan mereka ialah aib mereka'= kalau pikirannya daging, ia tetap menjadi manusia darah daging yang hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan), dan menuju kebinasaan. Merokok, mabuk, dan narkoba bebas saja melayani, yang penting berkat. Punya isteri duapun bisa melayani. Itu yang terjadi sekarang yaitu bebas.

    "Seorang isteri datang pada kami di satu daerah: 'Bagaimana om, suami saya dengan wanita lain, dinikahi, lalu jadi gembala. Bagaimana itu, om? Saya diancam kalau buka mulut, bulanan hilang.' Yang menahbiskan tahu masalah ini. Ini yang sekarang terjadi, yaitu pikiran hanya untuk berkat daging, sehingga produknya adalah manusia darah daging yang berbuat dosa sampai puncaknya dosa, dan menuju kebinasaan."

    Harus dirobek! Pikiran salib adalah mengorbankan yang jasmani untuk mendapatkan yang rohani.


  2. Roma 8: 6-7
    8:6. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
    8:7. Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia
    tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

    Daging kedua yang harus dirobek: keinginan daging.

    Keinginan/kehendak daging selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan/firman pengajaran yang benar, sehingga membuat kita tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--'karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya'.

    Seperti peristiwa di Taman Eden, begitu ada keinginan daging, Adam dan Hawa langsung tidak taat.
    Keinginan daging ini mempunyai daya pikat dan daya seret. Dipikat seperti ikan dipukat, Hawa sudah langsung tergiur melihat buah yang dilarang Tuhan untuk dimakan, dan malas melihat buah-buah lain yang boleh dimakan. Kaum muda, hati-hati dengan perjodohan! Kalau dari Tuhan, malas, tetapi dari yang dilarang Tuhan, senang sekali.
    Kalau sudah terpikat, akan diseret supaya keluar dari kehendak Tuhan--tidak taat. Di situlah keadaannya seperti kereta api keluar dari rel; gagal dan binasa.

    Sehebat apapun kereta api kalau keluar dari rel, habis. Tetapi sekalipun sederhana, kalau tetap ada di rel, akan sampai di stasiun.
    Hati-hati dengan keinginan daging, termasuk keinginan daging dalam pelayanan! Kita ikuti rel kehendak Tuhan.

    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    'Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!'= peristiwa Taman Eden terjadi lagi yaitu manusia diusir oleh Tuhan.
    Ukuran masuk kerajaan sorga dan berdiri di hadapan takhta sorga bukan gereja besar atau kecil/gaji besar atau kecil--kemuliaan dunia--, tetapi taat dengar-dengaran.
    Taat dengar-dengaran adalah sumber keberhasilan hidup di dunia sampai puncaknya masuk kerajaan sorga yang kekal dan berdiri di hadapan takhta sorga.

    Ini ukuran dari Tuhan, jangan pakai ukuran sendiri.
    Karena itu kembali ke alkitab, itu ukurannya Tuhan! Biar orang bicara A, kalau alkitab B, jangan lakukan. Percayalah! Alkitab berasal dari sorga, tidak bisa diganggu gugat. Tuhan tolong kita semua.

    Tidak taat sama dengan gagal dan telanjang sehingga diusir oleh Tuhan. Begitu manusia tidak taat--gagal dan telanjang--, langsung diusir dari Taman Eden ke dunia. Di dalam dunia mau mengulangi lagi--tidak taat; gagal dan telanjang--, diusir dari dunia mau ke mana? Ke neraka, binasa selamanya.

    Hati-hati dengan pikiran dan keinginan daging! Ini yang menguasai daging. Hanya bisa dilawan dengan percikan darah dan dupa, supaya terjadi pelayanan Imam Besar/shekinah glory untuk menyalibkan daging, dan kita mengalami pembaharuan.


  3. Lukas 12:
    Daging ketiga yang harus dirobek: tabiat daging.

    Ada lima tabiat daging:


    1. Kemunafikan.
      Lukas 12: 1

      12:1. Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

      Kemunafikan= pura-pura, ini termasuk ajaran--'ragi'--; di dalam hati dan di luar (perkataan dan perbuatan) tidak sama; di dalam gereja dan di luar gereja tidak sama; menutupi kesalahan dan kekurangan dengan pura-pura berbuat baik dan lain-lain.

      Harus dirobek jadi tulus dan jujur; apa adanya; luar dan dalam sama. Dari pada dibuat-buat, nanti satu waktu khilaf, orang bingung. Tulus saja, jujur.


    2. Ketakutan.
      Lukas 12: 4-5
      12:4. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
      12:5. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti.
      Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!

      Daging takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan. Takut nilai jelek, lalu menyontek; takut kurang uang, korupsi dan sebagainya.

      Harus dirobek jadi takut akan Tuhan apapun resikonya, artinya: kita tetap mengutamakan Tuhan, dan tidak mau berbuat dosa apapun resikonya. Kita tetap memilih Tuhan.


    3. Ketamakan.
      Lukas 12: 15
      12:15. Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

      Tamak= kikir dan serakah.
      Kikir= tidak bisa memberi.
      Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Orang kikir dan serakah tidak punya pakaian; telanjang.

      Harus dirobek jadi bisa memberi.


    4. Kekuatiran.
      Lukas 12: 22-24
      12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.
      12:23. Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.
      12:24. Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

      Rumus kuatir adalah berkata: Nanti...kalau...--'nanti kalau kamu ibadah, nanti begini begitu'
      Itu suara singa!
      kalau kuatir, akan bimbang terus, tidak ada kepastian.

      Tuhan berpesan pada Musa, lain. Setiap hari Firaun ke sungai Nil. Peraturannya adalah sebelum ia masuk sungai Nil, masyarakat tidak boleh masuk. Seperti itulah setan--Firaun gambaran dari setan yang mau mempengaruhi. Karena itu doa pagi penting. Setelah Firaun masuk, baru yang lain boleh masuk--dipengaruhi semua. Itu maksudnya setan. Pesan Tuhan kepada Musa bukan: Nanti kalau, tetapi: Nantikanlah Firaun!--ada kepastian. Berarti Musa lebih cepat dari setan; tidak ada kekuatiran lagi.
      Jangan berkata: Nanti...kalau...; nanti saja.

      Kekuatiran dirobek jadi percaya sepenuh kepada Tuhan.


    5. Kelengahan; tidak setia sampai meninggalkan dalam ibadah pelayanan. Sekarang kita jadi hamba Tuhan yang setia berkobar-kobar.


    Inilah lima tabiat daging yang harus dirobek.
    Pikiran, keinginan, dan tabiat, semuanya ada di dalam; tidak ada yang tahu. Kalau tiga ini sudah ada, bisa diketahui dari yang keempat (perbuatan dan perkataan daging).


  4. Galatia 5: 19-21
    5:19. Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20. penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21. kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    Daging keempat yang harus dirobek: perbuatan dan perkataan daging--tampak di luar.

    Hasil dari pikiran, keinginan, dan tabiat daging adalah perbuatan termasuk perkataan daging.
    Akibatnya: tidak mewarisi kerajaan sorga--''tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah--; tidak bisa memakai jubah putih--telanjang--, dan tidak bisa berdiri di hadapan takhta sorga--tidak bisa melayani siang dan malam di takhta sorga.

Empat hal ini harus dirobek lewat percikan darah. Tuhan izinkan kita mengalami sengsara daging bukan untuk membuat kita putus asa tetapi mari banyak menyembah ditambah doa puasa dan doa semalam sampai kita mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar. Kita mengalami shekinah glory/Roh kemuliaan. Itu yang bisa merobek daging dan membaharui kehidupan kita.

Jika empat hal dalam daging dirobek lewat percikan darah dan doa, kita akan mengalami kemuliaan/shekinah glory yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

Wujud manusia sempurna sudah ditunjukkan oleh Yesus di atas gunung yang tinggi. Istilah naik gunung sama dengan Bukti Golgota--darah. Dan di atas gunung Ia berdoa--dupa. Kalau ada darah dan dupa, wajah-Nya bersinar bagaikan matahari dan pakaiannya berkilau-kilauan--Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga dalam kesempurnaan. Kita juga ke arah sana.

Lukas 9: 28-29
9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
9:29. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

'naik ke atas gunung'= seperti naik Bukti Golgota= sengsara= darah.
'berdoa'= dupa.
Ada darah dan dupa, maka terjadi pelayanan Imam Besar/pembaharuan/shekinah glory.
Di injil yang lain, wajah-Nya bersinar bagaikan matahari yang terik.

Markus 9: 2-3
9:2. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
9:3. dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

Wajah= hati--wajah pucat hatinya takut.
Pakaian= perbuatan termasuk perkataan.
Matahari= sinar kemuliaan/sinar kasih kepada kita.

Jadi kehidupan yang sudah mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar--mengalami pembaharuan hidup--, hati, perbuatan, dan perkataannya akan menyinarkan sinar kasih Allah.
Lewat percikan darah ditambah doa, akan ada shekinah glory. Wujudnya sekarang adalah hati bersinar dengan sinar kasih, bukan kebencian, iri, kemudian perbuatan dan perkataan juga bersinar.

"Jadi bukan tiba-tiba berubah atau berdasarkan mimpi. Yang penting adalah praktik sehari-harinya. Karena itu alkitab jangan diartikan secara hurufiah, tetapi harus dibukakan rahasianya. Jangan cari-cari bagaimana caranya bersinar! Nanti pakai taktik. Bukan begitu. Bersinar ini dalam arti rohani."

[82:04]
Hati, perbuatan, dan perkataannya akan menyinarkan sinar kasih Allah, wujudnya:

  1. Hati yang mengasihi Tuhan lebih dari semua; mengutamakan Tuhan lebih dari semua--bersinar kepada Tuhan.
    Perbuatannya adalah:


    1. Mengutamakan perkara rohani/Tuhan lebih dari pada yang jasmani; setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan yang tidak bisa dihalangi oleh apapun--sinar tidak bisa dihalangi oleh apapun.

      Yesus bersinar, mari kita juga bersinar dalam arti rohani. Jangan pakai sinar-sinar yang tidak jelas.

      "Ada seorang pernah cerita kepada saya: 'Saya fellowship ke daerah itu, lama-lama kok bingung saya.': 'Kenapa?': 'Di sana punya bukit doa, kami jalan, dan pendetanya berjalan di depan. Tahu-tahu pendetanya bersinar.' Tidak tahu pakai tombol di mana. Mau meniru Yesus yang bersinar lalu kita juga mau bersinar, jangan-jangan pakai sesuatu di belakang. Jangan! Bukan sinar seperti itu. Tetapi perbuatan/praktiknya ini yang diperhatikan; itulah pengajaran, langsung ada praktiknya."


    2. Taat dengar-dengaran.
      Yohanes 14: 15
      14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

      Kaum muda, mau menyinari orang tua di rumah, tetapi melawan orang tua terus, itu bukan menyinari tetapi membuat gelap; menghalangi orang tua untuk datang kepada Tuhan. Jangan!
      Menyinari artinya taat pada orang tua yang benar. Kalau orang tua mengajar yang tidak benar, jangan marah, tetapi arahkan pada yang benar--firman--, itulah kehidupan yang menyinarkan kasih.

      Mulai dari rumah tangga kita bersinar; mengasihi Tuhan dan taat dengar-dengaran pada firman Tuhan apapun resikonya. Inilah kehidupan yang mengalami pelayanan pendamaian; skekinah glory dia alami; dia bersinar seperti Yesus bersinar di atas gunung.


  2. Hati yang mengasihi sesama seperti diri sendiri--bersinar kepada sesama.
    Praktiknya/perbuatannya adalah:


    1. Bisa memberi kepada sesama yang membutuhkan.
      1 Yohanes 3: 16-17
      3:16. Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
      3:17. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?

      Menutup pintu hati= menutup pintu sorga, tidak bisa berdiri di hadapan takhta Allah.
      Membuka pintu hati= membuka pintu sorga.

      "Memberi kepada sesama yang membutuhkan, bukan yang pura-pura butuh.
      Saya selalu bilang pada jemaat Malang dan Surabaya. Bukan menghina, saya katakan: Ayo ditampung. Yang punya uang seberapapun, silakan, yang tidak punya, silakan. Kalau benar-benar tidak punya, silakan, jangan pura-pura tidak punya. Kita bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan.
      "


    2. Berbuat dan berkata kepada sesama seperti yang kita kehendaki sesama berbuat dan berkata kepada kita.
      Matius 7: 12
      7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

      'hukum Taurat'= hukum kasih yaitu mengasihi Tuhan dan sesama.
      Kita rindu isteri kita melayani yang baik, kita berbuat yang enak juga pada isteri. Suami rindu isterinya berkata yang baik, suami dulu yang berkata dengan baik kepada isteri.


    3. Melunaskan hutang dosa; membereskan hutang dosa.
      Roma 13: 8
      13:8. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

      Kita membereskan hutang dosa lewat berdamai; saling mengaku dan mengampuni. Yang salah mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

      "Mohon maaf saya kadang hutang janji, orang lain lebih butuh, saya lupa. Mohon supaya diingatkan, jangan sampai hutang janji terus."

      Yang benar, mengampuni dan melupakan.
      Hasilnya: darah Yesus membereskan dosa-dosa kita sehingga hati nurani kita juga beres; tenang, damai sejahtera, tidak menuduh lagi; tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan: ketakutan, kenajisan dan lain-lain, tetapi hanya merasakan kasih Allah.

      Inilah ukuran tirai terobek yaitu sampai hati nurani beres.
      Bersyukur kalau masih punya hati nurani yang peka. Kita salah sedikit, ada tujuan sedikit, langsung sadar. Kalau sedikit-sedikit bilang: tidak apa-apa, berarti hati nuraninya sudah mati.

      1 Yohanes 3: 21
      3:21. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

      Kalau hati nurani beres--damai, tidak menuduh dan tertuduh--, hati kita akan menjadi tempatnya Roh Kudus; hanya merasakan urapan Roh Kudus.
      Kalau mau Roh Kudus, sediakan hati. Hanya itu!

      Hati tenang/damai dulu, baru Roh Kudus dicurahkan dan kita menjadi rumah doa. Ada keberanian percaya untuk mendekati Tuhan; berseru nama Yesus. Kita akan merasakan pelayanan Yesus sebagai Imam Besar, bukan hanya pelayanan pendamaian untuk mengubahkan kita, tetapi juga mengadakan mujizat di dalam hidup kita.

Kuasa nama Yesus sama dengan uluran tangan Roh Kudus, yang akan mengadakan mujizat-mujizat di tengah kita.
Hasilnya:

  1. Filipi 2: 8-10
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    'nama di atas segala nama'= kuasa nama Yesus= uluran tangan Roh Kudus.

    Hasil pertama: kuasa kemenangan atas setan tritunggal:


    1. Setan tritunggal adalah sumber dosa. Kita menang, sehingga kita hidup benar dan suci. Karena itu kalau ada arah ke dosa, sebut nama Yesus.
    2. Setan tritunggal adalah sumber masalah. Kita menang, berarti masalah sampai yang mustahil selesai.
    3. Setan tritunggal adalah sumber kegagalan. Kita menang, berarti jadi berhasil dan indah.
    4. Setan tritunggal adalah sumber air mata. Kita menang, berarti kita bahagia.


    Apapun keadaan kita, sebut nama Yesus Biar tangan Roh Kudus menolong kita.


  2. Filipi 2: 11
    2:11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

    Hasil kedua: kuasa pembaharuan sampai lidah dibaharui menjadi lidah yang jujur, berkata benar dan baik--menjadi berkat bagi orang lain--; mengaku apa adanya (mengaku dosa dan keadaan kita). Dosa beres, dan semua masalah beres.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali lidah tidak salah dalam perkataan, hanya berseru Haleluya untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Biar kita menjadi rumah doa, bisa menyeru nama Yesus. Ada uluran tangan Tuhan; kuasa nama Yesus sama dengan uluran tangan Roh Kudus.
Kita tidak mampu berjuang tanpa Roh Kudus. Serahkan semua pada Tuhan. Berseru nama Yesus!

Jangan salah paham kalau ada salib/sengsara. Bukan untuk menyiksa kita, tetapi supaya kita menjadi rumah doa, tempatnya Roh Kudus.
Jangan berharap yang lain! Kalau tidak ada perhatian dari suami, isteri, anak, orang tua, kesempatan, ingat Yesus, Dia yang memperhatikan. Sebaliknya, kalau ada perhatian lebih dari suami, isteri, orang tua, jangan lengah, tetapi Yesus yang terutama, jangan ditukar dengan siapapun.

Kalau ada perhatian dari jemaat, kami gembala berterima kasih, tetapi jangan lengah. Sebaliknya jemaat juga jangan lengah. Apa saja keadaan kita terutama kaum muda, ada sesuatu yang membuat takut hari-hari ini--mungkin kenajisan, kegagalan--, berseru kepada Tuhan. Mata kita memandang Dia, tangan diangkat kepada-Nya, dan mulut berseru nama-Nya--kita menjadi rumah doa. Percaya, jangan bimbang! Abraham berumur seratus tahun, isterinya mandul dan mati haid, tetapi tetap percaya pada Tuhan. Jangan ragu! Segala sesuatu jangan membuat kita ragu!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 27-28 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palopo)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • 05 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Sore))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • 26 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top