English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2008)
Tayang: 17 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 Oktober 2007)
Tayang: 10 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 30 Juli 2007)
Tayang: 10 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 04 November 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 03 September 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 21 Desember 2008

Kita tetap membahas ktb Yudas yang di dalam susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba. Pengertian dari tudung itu adalah perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar dan sekaligus pemisahan dengan gereja yang palsu. Seringkali kita mendengar, gereja yang benar dan gereja yang palsu itu bagaikan gandum dan ilalang yang tumbuh bersama, bahkan yang palsu terlihat lebih menonjol daripada yang benar, tetapi satu waktu akan dipisahkan. Gereja yang palsu/ilalang akan dibakar habis, sedangkan gereja yang benar akan masuk ke dalam lumbung /kerajaan surga yang kekal. Salah satu bentuk dari gereja yang palsu (Yudas 1 : 8 - 19) dan ini sudah kita pelajari.

Sekarang, kita akan beralih dengan membahas gereja yang benar dengan membaca di dalam Yudas 1 : 20, 21 -> tanda dari gereja yang benar
20. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Tanda dari gereja yang benar:

  • Ay 20 -> bangunlah/membangun diri di atas dasar iman yang paling suci, paling suci = sempurna. Jadi tanda dari gereja yang benar adalah membangun diri di atas dasar iman yang paling suci/sempurna.
  • Ay 20 -> berdoa dalam Roh Kudus
  • Ay 21 -> memelihara diri di dalam kasih ALLAH/hidup di dalam kasih ALLAH.

Kita akan membahas bagian yang pertama yaitu membangun diri di atas dasar iman yang paling suci/sempurna. Kita mempelajari hal ini berdasarkan pengajaran tabernakel, kita sesuaikan dengan tabernakel sebab tabernakel ini adalah kerajaan surga yang dilihat oleh Musa di atas gunung dan dibangun oleh Musa di dunia ini. Jadi, tabernakel ini adalah miniatur kerajaan surga, itu sebabnya kita mempelajari iman berdasarkan tabernakel.

Langkah-langkah dari iman yaitu:

  1. iman yang benar, jadi sebelum mencapai iman yang paling suci/iman yang sempurna, maka langkah yang pertama adalah iman yang benar. Di dalam tabernakel, iman yang benar ini ditunjukkan oleh dua alat yaitu: a). pintu gerbang (http://www.gptkk.org/gerbang.php) , arti dari pintu gerbang adalah percaya dan menerima YESUS ->
    Roma 10 : 17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.
    Jadi iman yang benar = percaya kepada YESUS itu berasal dari mendengarkan Firman Kristus/Firman yang diurapi oleh Roh Kudus. Jadi, kita mohon kepada TUHAN, agar supaya saya menyampaikan Firman itu bukan berdasarkan pengetahuan dllnya, tetapi berdasarkan urapan Roh Kudus, demikian juga dengan saudara yang mendengarkan Firman, harus di dalam urapan Roh Kudus sehingga menghasilkan iman yang benar yaitu percaya kepada YESUS.
    Bagaimana proses dari kita mendengarkan Firman kemudian dapat percaya kepada YESUS?
    Prosesnya:
    1. kita mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh di dalam urapan Roh Kudus sampai kita dapat mengerti. Sebab di saat kita mengerti Firman, maka itu berarti Firman TUHAN ditulis di akal budi/di dahi. Semoga kita dapat mengerti
    2. setelah kita mengerti, sebab ada orang yang mengerti, tetapi menjadi marah dan berkata bahwa itu merupakan hal yang mustahil -> kita jangan melakukan hal itu. Tetapi kita harus yakin/percaya pada Firman sehingga Firman ditulis di dalam hati dan menjadi iman/percaya kepada YESUS.
      Inilah pintu gerbang yaitu percaya dan menerima YESUS = iman yang benar. Iman yang benar ini bukan dari melihat, sebab sekarang diajar untuk melihat terlebih dahulu, baru mau percaya seperti Tomas, ini tidaklah benar sebab merupakan iman yang tidak sehat.
    Ibrani 8 : 10 – 12,
    10. "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
    11. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
    12. Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

    Kalau kita mendengar Firman sampai kita dapat mengerti, sebab ini yang menentukan nasib kita, kemudian kita yakin dan menjadi iman di dalam hati sebab ditulis di hati dan di dahi, maka di ay 12 -> ‘Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.’
    Setelah kita dapat mengerti Firman dan hati percaya, maka mulut mengaku dosa dan kita mendapatkan pengampunan dosa/dosa dihapuskan = kita dibenarkan/diselamatkan oleh TUHAN.
    Roma 10 : 10, Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
    Inilah pintu gerbang/iman yang benar. Jadi Ibrani 8 : 12 = Roma 10 : 10 -> dosa-dosa dihapuskan.
    b). mezbah korban bakaran (http://www.gptkk.org/mkb.php) , dahulu bangsa Israel membawa domba dan lembu untuk disembelih dan dibakar guna korban pengampunan dosa/untuk penyelesaian dosa. Sekarang Anak Domba ALLAH = YESUS. Jadi mezbah korban bakaran adalah salib, apa artinya? Percaya/iman dan bertobat. Di bagian atas, pintu gerbang adalah percaya dan mengaku YESUS/menerima YESUS. Bertobat = berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN.
    Banyak kali setelah kita mengaku dosa dan mengakui/percaya kepada YESUS/pintu gerbang tetapi setelah kita mengaku dosa, maka kita berbuat dosa lagi, ini berarti kita keluar dari pintu gerbang = tidak akan selamat. Tetapi, mari kita melanjutkan -> sesudah kita percaya dan mengaku/menerima YESUS, maka harus dilanjutkan dengan percaya dan bertobat/tidak mengulang dosa/berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Inilah hidup di dalam kebenaran.
    Jadi kalau disimpulkan praktek dari iman yang benar -> percaya dan mengaku/menerima YESUS -> kita dibenarkan, kemudian percaya/iman dan bertobat -> kita hidup di dalam kebenaran. Inilah iman yang benar. Sebab sekalipun kita mengatakan bahwa kita percaya kepada YESUS, tetapi kita tidak hidup di dalam kebenaran, maka itu adalah iman yang tidak benar dan tidak ada artinya.
    Mari kita harus bersungguh-sungguh jika kita mau membangun diri di atas iman yang sempurna maka kita harus mulai terlebih dahulu dengan iman yang benar/pintu gerbang -> kita memantapkan dengan percaya dan mengaku dosa sehingga kita dibenarkan dan diselamatkan. Kemudian mezbah korban bakaran -> kita memantapkan pertobatan kita dan kita hidup benar. Jadi, iman yang benar itu, kita dibenarkan dan selanjutnya kita hidup di dalam kebenaran. Semoga kita tidak menggampangkan ke Kristenan itu dan berkata bahwa kita mengaku YESUS, tetapi perbuatan kita tidak benar.
  2. iman yang suci/teguh, di dalam tabernakel, iman yang suci/teguh ini ditunjukkan oleh alat yang namanya meja roti sajian (http://www.gptkk.org/mrs.php). Di atas meja ini terdapat duabelas buah roti yang disusun menjadi dua susun -> satu susun terdiri atas enam buah roti, satu susun lainnya terdiri dari enam buah roti -> 66 dan ini menunjuk pada isi dari alkitab -> perjanjian lama berisi 39 buku dan perjanjian baru berisi 27 buku.
    Jadi di sini , roti ini memiliki dua arti yaitu:
    • Firman pengajaran yang benar -> 66 kitab dalam alkitab. Firman pengajaran yang benar ini, tidak mengambil dari buku-buku yang lain tetapi murni dari alkitab.
    • Tubuh Kristus/perjamuan suci -> Roti = Tubuh Kristus yang dipecah-pecahkan/Firman pengajaran yang benar.
      Jika kita dapat menerima Firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci lewat ibadah pendalaman alkitab, artinya Firman pengajaran yang benar mendarah daging di dalam kehidupan kita sehingga iman kita menjadi teguh.
    Perjamuan suci ini bukan merupakan kebiasaan -> kita tidak mengerti Firman TUHAN, tetapi kita menggunakan perjamuan suci, ini yang membuat perjamuan suci menjadi suatu kebiasaan bahkan dapat menjadi kecelakaan.
    Di bagian atas diterangkan, iman yang benar itu kita masuk pintu gerbang dan sekarang meja roti sajian, iman kita menjadi teguh/iman yang teguh. Untuk apa iman yang teguh ini? Untuk menghadapi pekerjaan singa/iblis.
    1 Petrus 5 : 8,9,
    8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.
    9. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

    Itu sebabnya sangat penting jika kita bertekun di dalam ibadah pendalaman alkitab sebab selain kita bertekun, kita dapat mengerti, yakin dan juga mempraktekkan Firman = Firman mendarah daging sehingga iman kita menjadi iman yang teguh.
    Iblis/singa berusaha menggugurkan iman dari anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN dengan memakai dua cara yaitu:
    1. singa mengaum/auman singa, sebelum singa itu menghantam lawannya, maka terlebih dahulu singa itu mengaum.
      Auman singa = pencobaan-pencobaan di segala bidang yang menyangkut tubuh, jiwa dan roh kita seperti TUHAN YESUS Yang dicobai sebanyak tiga kali. Supaya apa pencobaan-pencobaan itu? Supaya anak-anak TUHAN menjadi bimbang sehingga imannya akan gugur. Kapan kita menjadi bimbang? Saat kita membesarkan pencobaan melebihi Firman TUHAN dan di saat inilah kita akan gugur dari iman dan akan binasa.

      Mari saudaraku! Apapun pencobaan itu, kita jangan coba-coba untuk membesarkan pencobaan melebihi Firman dan janji TUHAN, sebab kita akan menjadi bimbang, gugur dari iman dan akan binasa. Itu sebabnya kita harus tetap yakin bahwa kuasa Firman TUHAN lebih besar dari pencobaan apapun juga dan juga pentingnya ibadah pendalaman alkitab sebab kita diisi dengan Firman. Inilah auman singa yang harus dihadapi dengan Firman pengajaran yang benar.
      Amos 3 : 7,8,
      7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
      8. Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

      Firman yang disampaikan oleh para nabi = Firman nubuatan/Firman pengajaran yang benar yang memberitakan apa yang akan terjadi di kemudian hari. Jadi untuk menghadapi/menandingi auman singa/iblis, mari kita banyak mendengarkan auman Singa Yehuda/TUHAN YESUS/Firman pengajaran yang benar/Firman nubuat yang membuat iman kita menjadi teguh/kita tidak kalah dengan auman singa. Semoga kita dapat mengerti.
      Banyak kali mangsa dari singa mendengar aumannya saja sudah gemetar dan ini juga dialami oleh kita. Sebagai seorang pelajar -> kita hendak pergi beribadah tetapi auman ujian/ulangan dan juga bagi pedagang -> kita hendak beribadah, tetapi auman singa, jika toko ditutup karena pergi beribadah, toko akan menjadi sepi karena pelanggan sudah diambil oleh orang lain. Itu sebabnya hal ini harus kita lawan dengan auman singan Yehuda/Firman pengajaran yang benar yang kita terima lewat ibadah pendalaman alkitab sehingga kita dapat menandingi auman singa/iblis.
    2. menggigit dan menelan, apa yang digigit dan ditelan oleh singa itu?
      Amos 3 : 12, Beginilah firman TUHAN: "Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai."
      Jadi, singa itu menggigit tulang betis dan telinga. Itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan melindungi tulang betis dan telinga kita. Sebab dengan auman, singa itu tidak dapat/tidak mampu menghalangi anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN untuk beribadah, maka ia akan menggigit tulang betis dan telinga.
      Betis ini berbicara tentang pendirian, sebab kalau tidak memiliki betis, maka tidak dapat berdiri. Itu sebabnya kalau tulang betis digigit = anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN tidak memiliki pendirian yang kuat dan teguh terhadap Firman pengajaran yang benar sehingga menjadi pincang/bimbang/diombang-ambingkan oleh firman pengajaran yang lain/yang sesat. Itu sebabnya kalau ada orang yang menganggap semua pengajaran itu sama saja, maka secara tidak sadar, betisnya sudah digigit oleh singa sebab ia tidak memiliki pendirian yang tegas.
      Sebagai contoh:
      Jika saudara akan kuliah, tetapi saudara tidak memiliki pilihan yang tegas -> masuk kedokteran, ok! Masuk hukum, ok! Maka saudara tidak akan pernah menjadi sarjana -> ini di dunia, apalagi terhadap Firman pengajaran yang benar. Akibatnya kalau saudara terus menerus tidak memiliki pendirian/menjadi bimbang, lama kelamaan telinga yang akan digigit, maka itu berarti saudara itu sudah tidak mau lagi mendengarkan pengajaran yang benar yang justru sehat. Dan dipastikan saudara akan memilih pengajaran yang lain dan akan tersesat. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

    Telinga digigit -> 2 Timotius 4 : 3, 4,
    3. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
    4. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

    Untuk memuaskan telinga -> senang dengan lawakan-lawakan/dongeng-dongeng yang merupakan sesuatu cerita yang tidak berdasarkan ayat-ayat di dalam alkitab yang akan mengarah kepada ajaran-ajaran sesat.
    Kalau telinga sudah digigit oleh singa, maka tidak mau lagi mendengarkan ajaran yang sehat/benar tetapi justru mulai senang mendengarkan dongeng-dongeng/ajaran setan-setan maka hati nuraninya akan dicap dan saat hati dicap itulah, ia akan gugur dari iman/gugur dari pengajaran yang benar ->
    1 Timotius 4 : 1, 2,
    1. Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
    2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Kalau kita sudah mendengarkan Firman pengajaran, kemudian tidak dapat lagi mendengarkan Firman pengajaran yang benar/yang sehat tetapi mendengarkan ajaran setan/dongeng-dongeng, maka hatinya akan dicap dengan angka 6.6.6 dan ia akan gugur dari iman dan akan binasa -> ini yang menjadi maksud dari setan. Itu sebabnya dihari-hari ini, kita memerlukan pendalaman alkitab sehingga kita dapat mengerti pada Firman, percaya, mempraktekkan Firman + perjamuan suci -> inilah Firman yang mendarah daging dan menjadi iman yang teguh untuk menghadapi singa yang memiliki dua cara untuk menggugurkan iman kita. Semoga kita dapat mengerti.
    Apa buktinya jika kita memiliki iman yang teguh? Yaitu kita memiliki sikap yang tegas -> Roh dengan tegas.
    Orang yang berada di dalam urapan Roh Kudus/memiliki iman yang teguh, ia akan memiliki ketegasan, ia tidak pergi ke sana dan ke sini, tidak bimbang tetapi memiliki pendirian yang kuat pada satu pengajaran Firman yang benar. Ketegasan untuk apa? Untuk mendengar dan dengar-dengaran pada satu pengajaran Firman yang benar. Selain pada satu pengajaran Firman yang benar, maka kita jangan berpegang dan juga jangan mendengarkan. Jika kita mendengar dan dengar-dengaran pada satu pengajaran yang benar, maka kita akan mengalami penyucian hati dan pikiran sebab Firman pengajaran ini lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Jadi penentuan ada di dalam ibadah pendalaman alkitab/meja roti sajian. Apa yang akan kita isi di dalam meja hati kita -> mau dicap dengan ajaran-ajaran sesat/6.6.6 atau mau disucikan/dibersihkan dengan Firman pengajaran yang benar/yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang akan menyucikan hati dan pikiran kita dari dosa-dosa yang tersembunyi yaitu keinginan jahat dan keinginan najis. Itu sebabnya kita harus sunguh-sungguh serius di dalam ibadah pendalaman alkitab.
    Mari! Kita berdoa, supaya saya sebagai seorang gembala di tempat ini dapat menyampaikan Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua sebab lewat ibadah pendalaman alkitab ini kita sedang disucikan/mengalami penyucian meja kehidupan kita/meja hati kita dari keinginan jahat dan keinginan najis yang tersembunyi. Orang lain tidak tahu/ orang tua tidak tahu/isteri tidak tahu/suami tidak tahu, adik kakak tidak tahu apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita yang umumnya adalah hal yang jahat dan yang najis. Itu sebabnya perlu ibadah pendalaman alkitab sebab orang tua kita tidak mampu menjamah hati kita, demikian juga anak tidak mampu menjamah hati orang tua. Demikian juga dengan kekayaan tidak akan mampu menjamah hati kita. Hanya Firman yang lebih tajam dari pedang bemata dua yang mampu menyucikan hati dan pikiran kita.
    Markus 7 -> ini yang ada di dalam hati dan pikiran. Sekalipun kita sudah sering membacanya tetapi tidaklah mengapa -> Markus 7 : 20 – 23,
    20. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
    21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, (1)percabulan, (2)pencurian, (3)pembunuhan,
    22. (4)perzinahan, (5)keserakahan, (6)kejahatan, (7)kelicikan, (8)hawa nafsu, (9)iri hati, (10)hujat, (11)kesombongan, (12)kebebalan.
    23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

    Hati dan pikiran saya satukan menjadi pikiran yang jahat dan najis. Inilah saudaraku! Mari! Lewat ibadah pendalaman alkitab, kalau kita mau mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar + perjamuan suci, maka kita akan mengalami penyucian oleh Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua dari keinginan jahat dan najis yang tersembunyi. Orang lain tidak ada yang tahu, suami/istaeri juga tidak tahu, orang tua tidak tahu, mereka berpikir bahwa anak mereka adalah anak yang baik sebab selalu berada di rumah tetapi sebenarnya pikiran anak sudah penuh dengan percabulan sebab ia belum berbuat, belum berbicara tetapi di dalam hati dan pikiran sudah penuh dengan kenajisan. Saudara juga tidak mengetahui apa yang ada di dalam hati dan pikiran saya, demikian juga saya tidak mengetahui apa yang ada di dalam hati dan pikiran saudara.
    Tetapi, mari! Lewat ibadah pendalaman alkitab, apapun keadaan kita yang mungkin sudah berisi duabelas dosa kejahatan dan kenajisan yang tersembunyi, tetapi kalau sekarang ini kita mau menerima Firman pengajaran yang benar, maka kuasa Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua mampu menyucikan kita dari duabelas dosa kejahatan dan kenajisan yang tersembunyi sehingga meja hati dan pikiran kita akan diisi dengan duabelas ketul roti.
    Inilah pendalaman alkitab, bukan hanya datang di dalam ibadah pendalaman alkitab dan minum serta makan perjamuan suci, padahal kita tidak mengerti Firman -> ini sangat berbahaya. Waktu pemberitaan Firman, saudara bergurau kemudian saudara menggunakan perjamuan suci, ini sangatlah berbahaya. Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius karena ini yang menentukan, apakah kita diisi dengan cap duabelas keinginan jahat dan najis yang memiliki nilai yang sama dengan antikrist yaitu 6.6.6 atau kita diisi dengan duabelas ketul roti/Firman pengajaran yang benar.
    Jika kita mau diisi dengan duabelas ketul roti/Firman pengajaran yang benar yang merupakan rem/penahan sehinggga kita tidak berbuat dosa lagi tetapi kita dapat hidup di dalam kesucian dan ini namanya iman yang suci/hidup di dalam kesucian = memiliki iman yang suci.
    Kita memiliki:
    • iman yang teguh untuk menghadapi singa sedangkan
    • iman yang suci untuk menghadapi perempuan Babel yang amat sangat menginginkan orang-orang yang dipakai oleh TUHAN.
    Kita harus sangat berhati-hati, terutama di masa berpacaran, di masa bertunangan bahkan bagi yang sudah bertahun-tahun menikah, harus tetap berhati-hati sebab perempuan Babel/kejahatan dan kenajisan mengancam kita di manapun kita berada.
    Mari! Saudaraku, hati dan pikiran kita jangan hanya kita isi dengan ilmu, dengan kedudukkan, dengan ijazah sebab semuanya ini tidak akan kuat melawan Babel. Itu sebabnya hati dan pikiran harus diisi dengan duabelas ketul roti/pendalaman alkitab, barulah kita akan menjadi kuat dalam menghadapi Babel.
    Wahyu 17 : 5, 6,
    5. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
    6. Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.

    Ibu dari wanita pelacur -> ini merupakan istilah dari dalam alkitab.
    Darah orang-orang kudus dan darah dari saksi-saksi YESUS/kehidupan Kristen/kehidupan dari orang yang melayani TUHAN/anak TUHAN/hamba TUHAN yang dikejar oleh Babel dengan roh jahat dan roh najis.
    Wahyu 18 : 2, Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
    Itu sebabnya gereja yang benar harus membangun diri di atas iman yang paling suci.
    Diawali terlebih dahulu dengan:
    • iman yang benar -> mendengar Firman yang benar sampai kita dapat percaya, mengaku dosa dan bertobat. Kemudian
    • iman yang teguh/pendalaman alkitab -> teguh untuk menghadapi ancaman singa
    • kemudian lewat pendalaman alkitab ada iman yang suci -> kita disucikan sehingga hati diisi dengan duabelas ketul roti sehingga siap menghadapi perempuan Babel yang mengejar anak-anak TUHAN/hamba-hamba TUHAN dengan roh jahat dan roh najis yang bergentayangan dimana-mana dihari-hari ini.
    Justru tempat-tempat yang sebenarnya di dunia ini mendapatkan kehormatan, seperti tempat pendidikan dan kalau saya mendengarkan dari guru-guru dahulu, bahwa pekerjaan yang paling mulia di dunia ini yaitu guru di sekolah yang menjadi tempat pengabdian serta seorang hamba TUHAN. Tetapi bagaimana sekarang? Di dunia pendidikan yang merupakan tempat dari orang-orang pandai tetapi sudah hancur karena sudah menjadi tempat perburuan sex, bagaimana dengan tempat yang lain? Ini merupakan sesuatu yang sangat mengerikan. Hanya duabelas ketul roti yang mampu menahan lajunya Babel.
    Mari! Bagi bapak ibu yang memiliki anak-anak muda, di samping saudara menganjurkan mereka untuk sekolah/kuliah/bekerja tetapi nomor satu saudara harus menganjurkan mereka untuk masuk di dalam ibadah sebab ini merupakan hal yang sangat penting. Jangan merasa cukup dengan beribadah pada hari Minggu anak-anak itu datang ke gereja, tetapi harus juga beribadah mengikuti pendalaman alkitab/duabelas ketul roti. Sebab tangan orang tua tidaklah cukup untuk melindungi anak -> di rumah anak itu merupakan anak yang baik tetapi di sekolah ia melakukan hal0hal yang tidak baik seperti merokok. Jangan salahkan anak, kalau anak itu tidak diisi dengan duabelas ketul roti. Inilah iman yang teguh dan yang suci.
  3. Iman yang paling suci/sempurna, mari! Kita mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh sampai kita:
    • dapat mengaku dosa kepada TUHAN bahwa saya bersalah, untuk kemudian bertobat dan ini merupakan hal yang benar.
    • kemudian di dalam ibadah pendalaman alkitab, kita diteguhkan dan disucikan dari perkara-perkara yang tersembunyi, baru kemudian meningkat pada
    • iman yang paling suci/sempurna.
    Di dalam tabernakel, iman yang paling suci itu ditunjuk oleh alat yang namanya buli-buli emas berisi manna/iman yang permanen/iman yang paling suci/iman yang sempurna. Jadi bukanlah hal yang mudah untuk kita berbicara tentang iman/menggampangkan iman dengan berkata -> yang penting kita percaya kepada YESUS -> bukan ini, sebab sekalipun kita berkata bahwa kita percaya kepada YESUS, tetapi kalau hidup kita tidak benar/tidak hidup di dalam kebenaran, maka itu berarti kita berada di luar pintu gerbang/di kuar surga. Kita harus hidup benar dan suci sampai nanti kita menjadi sempurna.
    Ibrani 9 : 4, Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
    Di dalam tabernakel terdapat alat yang letaknya paling dalam yaitu tabut perjanjian (http://www.gptkk.org/tabut.php) yang memiliki tutupan yang terbuat dari emas murni, sedangkan petinya terbuat dari kayu yang disalut dengan emas.
    Di dalam peti perjanjian itu terdapat tiga alat yaitu:
    • Tongkat Harun
    • Dua loh batu yang diterima oleh Musa
    • Buli-buli emas berisi manna
    Kita mengingat tentang manna yaitu waktu bangsa Israel berada di padang gurun, mereka dipelihara oleh TUHAN dengan manna.
    Buli-buli emas berisi manna = iman yang permanen/yang sempurna.
    Sebenarnya manusia ini adalah buli-buli yang terbuat dari tanah liat/bejana dari tanah liat, sebab kita diciptakan dari tanah liat. Itu sebabnya siapapun dia, baik ia adalah seorang hamba TUHAN/anak TUHAN/orang yang pandai/bodoh/kecil/tua, semuanya adalah buli-buli tanah liat. Itu sebabnya, jika ingin menjadi buli-buli emas, maka bejana tanah lita itu harus diisi dengan manna dan sekarang ini kita dituntut harus menjadi buli-buli emas yaitu iman yang sempurna.

Apa arti dari manna itu? Mazmur 78 : 23 – 25,
23. Maka Ia memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit,
24. menurunkan kepada mereka hujan manna untuk dimakan, dan memberikan kepada mereka gandum dari langit;
25. setiap orang telah makan roti malaikat, Ia mengirimkan perbekalan kepada mereka berlimpah-limpah.

Manna = gandum dari langit = roti malaikat.
Di bagian atas sudah diterangkan bahwa roti adalah Firman, sedangkan malaikat itu adalah gembala seperti yang ditulis di dalam ktb Wahyu -> ‘tuliskanlah surat ini kepada malaikat sidang jemaat di Efesus, kepada sidang jemaat di Tiatira dllnya sebab ada tujuh sidang jemaat. Ini bukan berarti malaikat-malaikat yang ada di surga tetapi malaikat gembala.

  1. Jadi manna = roti malaikat -> roti = Firman, malaikat = gembala. Jadi manna itu adalah Firman penggembalaan = Firman pengajaran yang benar yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan di dalam sidang jemaat dan menjadi makanan bagi sidang jemaat. Inilah kehidupan kita/buli-buli dari tanah liat yang harus diisi dengan manna/Firman penggembalaan, kita harus diisi dengan manna = kita harus tergembala agar dapat mencapai iman yang sempurna. Semoga kita dapat mengerti.
    Tergembala = dapat makan Firman penggembalaan. Seperti bangsa Israel yang dapat makan manna, sebab kalau mereka tidak dapat makan manna, maka mereka akan mati. Salah satu syarat dari kita tergembala adalah kita dapat makan Firman. Kalau saudara terus menerus tidak dapat mengerti Firman, tetapi saudara memaksakan diri, maka saudara akan menjadi kurus dan kering kemudian saudara akan mati
  2. Kemudian ‘maka IA memerintahkan awan-awan dari atas, membuka pintu-pintu langit’. Jadi, manna itu tidak berasal dari bumi tetapi dari TUHAN Yang membuka pintu-pintu langit = Firman penggembalaan itu di dapat dari TUHAN Yang membuka pintu langit/langsung dari surga sehingga tidak dapat dipelajari dari sekolah manapun juga selain dipelajari di bawah Kaki TUHAN.

Bagaimana cara untuk membuka pintu-pintu langit?

  • bertekun dan banyak berdoa/menyembah di bawah Kaki TUHAN.
  • persepuluhan/perpuluhan. Dulu bangsa Israel setiap hari mendapatkan satu gomer manna yang adalah sepersepuluh efa. Jadi ini memiliki kaitan dengan persepuluhan/perpuluhan. Ini merupakan kunci untuk menerima Firman pengajaran/Firman penggembalaan.
    TUHAN mengatakan untuk membawa sepersepuluh/perpuluhan dan ujilah Aku, apakah Aku tidak membuka tingkap-tingkap langit bagimu dan supaya ada makanan di RumahKU. Inilah gembala, sebab kalau gembala tidak memberikan sepersepuluh, maka tingkap langit tidak dapat terbuka. Itu sebabnya bagi rekan-rekan gembala harus memperhatikan dan berhati-hati.

Di dalam organisasi dari Gereja Pantekosta Tabernakel (G.P.T) sudah diatur tentang sepersepuluh/perpuluhan yang harus diberikan ke kas/perbendaharaan pusat. Ini semua demi pembukaan tingkap-tingkap langit. Seorang gembala itu juga harus dipercayakan untuk menerima sepersepuluh yang adalah milik TUHAN, sebab jika gembala sudah tidak dipercaya lagi untuk menerima sepersepuluh, maka pintu-pintu langit akan tertutup. Sekalipun gembala itu adalah seorang yang hebat dan juga memiliki manejemen yang terbuka/yang transparan, tetapi pintu langit tetap tertutup. Kepercayaan TUHAN kepada seorang gembala untuk menerima sepersepuluh menyangkut dengan Firman pengajaran/Firman penggembalaan.

Demikian juga dengan sidang jemaat, kalau saudara tidak memberikan sepersepuluh/perpuluhan, maka saudara tidak akan pernah dapat mengerti Firman/tidak dapat makan Firman sehingga pintu-pintu/tingkap-tingkap langit tidak akan terbuka. Semoga kita dapat mengerti.

Dulu, waktu Musa bersama-sama dengan bangsa Israel berada di padang gurun yang pada awalnya saya mengira padang gurun itu merupakan tempat yang datar, tetapi pada kenyataannya tidaklah begitu, sebab padang gurun itu merupakan tempat yang sulit tetapi TUHAN memelihara mereka dengan manna.

Keluaran 16 : 32 – 36,
32. Musa berkata: "Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir."
33. Sebab itu Musa berkata kepada Harun: "Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun."
34. Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.
35. Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan
36. Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

Inilah kisah dari manna yang berada di dalam buli-buli. Jadi manna yang diletakkan di dalam buli-buli tanh memiliki kaitan dengan sepersepuluh. Dulu, Musa diperintahkan untuk meletakkan manna yang jamani di dalam buli-buli emas, sekarang untuk kita, manna = Firman penggembalaan. Jadi buli-buli tanah liat harus diisi dengan Firman penggembalaan/Firman pengajaran yang benar yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat. Semoga kita dapat mengerti.

Di dalam srt 2 Korintus 4, ada istilah ‘dalam bejana tanah liat yang harus diisi’. Sekali lagi saya ingatkan kepada kita sekalian -> silahkan bejana ini diisi dengan ilmu pengertahuan dlsbnya dari dunia ini, tetapi jangan lupa untuk diisi dengan hal yang paling penting dan yang paling menentukan yaitu harus diisi dengan manna/harus ada kesempatan untuk masuk dalam ibadah pendalaman alkitab.

2 Korintus 4 : 7 – 9,
7. Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
8. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
9. kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

Harta = Firman penggembalaan/Firman pengajaran/injil tentang kemuliaan = manna.
Buli-buli dari tanah liat harus diisi dengan harta yang adalah Firman penggembalaan yang memiliki nilai melebihi harta apapun yang ada di dunia ini.

Mengapa buli-buli tanah liat ini harus diisi dengan manna? Supaya kita memiliki kekuatan yang melimpah-limpah dari TUHAN agar kita mampu menghadapi percikkan darah/sengsara tanpa dosa/salib/ujian yang harus kita alami. Tidak bisa tidak, sebab TUHAN YESUS juga mengalami salib sehingga kita juga harus mengalami percikkan darah.

Kalau buli-buli dari tanah liat ini diisi dengan harta/kekayaan/kepandaian, maka sebagai contoh adalah bangsa Jepang yang pandai. Tetapi begitu menteri yang merupakan orang pandai atau siapa saja, jika mereka sudah tidak dapat menghadapi sesuatu yang menjepit/percikkan darah sehingga mereka menjadi kehabisan akal, maka seringkali mereka akan melakukan harakiri/membunuh diri.

Tetapi kalau kita diisi dengan harta Firman pengajaran/Firman penggembalaan/manna dari surga yang merupakan kekuatan yang TUHAN berikan untuk kita yang melebihi kekuatan dari manusia untuk menghadapi ujian/ semua orang harus mengalami ujian tan[a salah/sengsara tanpa dosa/percikkan darah = salib, sebab kalau kita sudah mengalami percikkan darah, maka itu berarti kita sudah dekat dengan ruangan maha suci.

Di dalam pelajaran tabernakel, percikkan darah itu berada di dalam ruangan maha suci dan itu berarti kita sudah dekat dengan kesempurnaan. Itu sebabnya kita janganlah heran kalau kita sudah setia dan hidup suci tetapi mengapa kita masih difitnah/tidak berbuat salah di dalam perusahaan tetapi di p.h.k -> ini berarti saudara sudah menghadapi percikkan darah dan percikkan darah ini merupakan hal yang terakhir yang harus kita alami.

Jadi mengapa bejana tanah liat ini harus diisi dengan manna? Sekali lagi saya mau berteriak, supaya:

  • kita mendapatkan kekuatan extra yang melimpah dai TUHAN.
  • kita sanggup menghadapi percikkan darah/sengsara tanpa dosa/ujian yang harus kita hadapi.

Kemudian pertanyaannya, mengapa TUHAN mengijinkan kita mengalami salib/percikkan darah? TUHAN, lebih baik tidak perlu percikkan darah/tidak perlu diisi dengan manna/tidak perlu beribadah di dalam ibadah pendalaman alkitab/tidak perlu ujian, lebih baik tidur saja di rumah -> pertanyaan ini seperti saudara yang duduk di kelas satu S.M.A maupun yang masih kuliah yang berkata kepada guru/dosennya untuk tidak perlu memberikan ujian sebab lebih baik tidur saja di rumah. Guru/dosen akan berkata -> baik! Tetapi kamu akan menjadi murid/mahasiswa yang abadi.

Yang masih duduk di kelas satu S.M.A, akan terus duduk di kelas satu sebab apa? Sebab tidak diuji/tidak ada ujian dan ini berarti tidak ada peningkatan sehingga tidak dapat menjadi sempurna. Tanpa ujian/tanpa salib/tanpa percikkan darah, tidak ada seorang manusia yang dapat menjadi sempurna. YESUS tanpa salib, juga tidak dapat menjadi sempurna/tidak dapat mencapai kemuliaan. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang mengapa kita diijinkan menghadapi ujian/salib?

  1. 1 Petrus 1 : 6, 7,
    6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
    7. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Supaya iman kita meningkat menjadi iman bagaikan emas murni/iman yang sempurna/iman yang paling suci/menjadi buli-buli emas.
    Awalnya adalah:
    • iman yang benar,
    • kemudian menjadi iman yang teguh dan suci,
    • maka peningkatan yang terakhir lewat percikkan darah menjadi iman yang bagaikan emas yang murni/iman yang sempurna/buli-buli emas.
      Tandanya adalah kita tidak pernah merasa kecewa, tidak pernah merasa putus asa dan selalu berharap kepada TUHAN.
    Itu sebabnya sebagai seorang mahasiswa, kita jangan mengomel jika kita mendapatkan nilai yang buruk karena kita pergi beribadah dan berkata, tidak akan mau lagi pergi ke gereja -> kita jangan melakukan hal itu, sebab itu merupakan hal yang salah. Tetapi kita harus terus dan terus, sebab jika ujian sudah selesai, maka kita akan mendapatkan emas yang murni dan ini yang ditunggu oleh TUHAN.
    Tetapi kita juga jangan masa bodoh dengan berkata -> kita tidak perlu belajar, pasti TUHAN akan menolong -> ini namanya konyol dan kita tidak boleh melakukan hal seperti itu sebab kita harus bersungguh-sungguh belajar dengan apa yang sudah menjadi tugas kita. Tetapi kalau kita harus menghadapi ujian -> kita tidak berbuat salah tetapi harus menderita, maka itu berarti iman kita sudah meningkat untuk mendapatkan emas/iman yang sempurna.
  2. i dalam srt 2 Korintus 4 -> kita disalib/diuji supaya hidup YESUS menjadi nyata di dalam hidup kita/buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas.
    Arti dari buli-buli emas adalah:
    • iman
    • kehidupan yang sempurna seperti YESUS.

    2 Korintus 4 : 10, 11,
    10. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
    11. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

    Kita diuji/disalib/mengalami percikkan darah supaya kehidupan YESUS nyata di dalam kehidupan kita yang fana = kita mengalami keubahan hidup dari manusia daging/bejana tanah liat menjadi buli-buli emas/kehidupan yang rohani seperti YESUS. Sebab darah dan daging tidak mewarisi kerajaan surga(1Kor 15), itu sebabnya harus diuji supaya iman kita menjadi sempurna dan juga kehidupan kita diubahkan dari manusia daging menjadi manusia yang rohani seperti YESUS.

Dimulai darimana seorang manusia daging itu diubahkan? Sebab darah dan daging tidak dapat mewarisi kerajaan surga dan itu berarti ia berada di dalam neraka. Jadi apa yang terlebih dahulu harus diubah? Wahyu 21 : 8, Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."
Orang-orang seperti ini yang harus terlebih dahulu diubah sebab mereka ini yang akan masuk ke dalam neraka -> manusia daging/buli-buli tanah liat yang harus dipecahkan.

  • Penakut -> terutama takut berkorban (korban waktu dlsbnya untuk TUHAN)
  • Tidak percaya -> bimbang
  • Pembunuh -> kebencian
  • Sihir -> ramalan-ramalan
  • Pendusta/berdusta -> ini yang nomor satu harus diubahkan, sebab menjadi penutup dosa. Selama kita masih berdusta, kita adalah buli-buli tanah liat sekalipun kita sudah bertahun-tahun melayani TUHAN, kita tidak dapat masuk ke dalam surga tetapi langsung masuk ke dalam neraka. Itu sebabnya, mari! Sekarang ini jangan ada dusta lagi, sebab kalau tidak ada dusta lagi, maka dosa-dosa yang disebut di bagian atas tadi dapat diubahkan. Dusta itu yang harus terlebih dahulu dikikis, maka dosa yang lain dapat ditinggalkan sampai satu waktu sedikit demi sedikit kita diubahkan dari buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas/menjadi sama dengan Dia.

Jadi mari!

  • iman yang benar -> kita hidup benar/kita bertobat.
  • iman yang suci -> kita teguh dan suci.
  • iman yang sempurna -> kita jangan berputus asa sebab emas yang murni/iman yang murni tidak pernah merasa kecewa, tidak pernah berputus asa.

Kalimat terakhir untuk menutup khotbah ini -> ‘kalau TUHAN mengijinkan kita mengalami pencobaan-pencobaan, ujian-ujian tanpa dosa, ini berarti iman kita sedang dilatih untuk meningkat sampai kita menjadi emas yang murni.’

Apa yang menjadi latihan dari iman itu?

  • sampai kita menjadi emas yang murni.
  • latihan berjalan di atas emas yang murni sebab jalan dari kota Yerusalem Baru terbuat dari emas yang murni.

Kalau berjalan di atas lantai keramik sudah selalu kita lakukan, tetapi kalau berjalan di atas emas murni, belum pernah kita lakukan. Itu sebabnya mulai sekarang kita harus berlatih untuk berjalan di atas emas yang murni dan YESUS Sendiri Yang mengajarkan kita untuk berjalan di atas emas yang murni lewat ujian.

Wahyu 21 : 21, Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.
Akan sulit untuk berjalan di atas emas yang murni, itu sebabnya harus dilatih mulai dari sekarang. Saat kita mengalami ujian, kita tetap tabah, tidak mengomel tetapi kita berubah, ini berarti kita sedang dilatih untuk berjalan di atas emas yang murni/di Yerusalem Baru.

Itu sebabnya kita jangan takut, sebab yang melatih kita adalah Gembala Agung, asal kita tergemba;a, kita tidak akan pernah jatuh sekalipun kita berlatih berjalan seperti seorang anak yang masih kecil. Karena kita masih lemah/seperti anak kecil, tetapi kalau kita tergembala, maka Tangan Gembala Agung sedang menuntun kita, itu sebabnya kita jangan merasa takut.

Wahyu 7 : 17, Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Di dalam menghadapi ujian, kita jangan takut sebab:

  • Tangan Gembala Agung sedang menuntun kita sehingga kita tidak akan terjatuh dan tersesat sampai kita masuk kedalam kota Yerusalem Baru
  • TanganNYA sedang menghapus segala air mata kita.Air mata ini adalah tanda dari adanya masalah-masalah, kesusahan-kesusahan.

Sambil menuntun kita, kita terus berjalan melewati ujian-ujian dan jika kita akan jatuh, maka TUHAN akan menopang. Kita harus terus berjalan sekalipunterasa sakit karena masalah nikah, masalah ekonomi dlsbnya, TUHAN akan menghapus semuanya dan akan menyelesaikan segala masalah kita, asal kita mau dilatih/asal kita rela untuk menghadapi ujian-ujian sampai satu waktu, tidak ada setetespun air mata sebab kita sudah tiba di kota Yerusalem Baru. Kita tidak perlu dituntun lagi, kita tinggal berjalan kemana saja bersama dengan TUHAN selama-lamanya.

Itu sebabnya kita jangan berputus asa, say juga dilatih, saudara juga dilatih seperti raja daud dan juga seperti Ayub. Asal kita berserah, maka Tangan Gembala Agung akan menuntun dan menghapus air mata kita. Kita jangan berharap kepada orang lain, sebab mereka juga tidak mampu untuk menolong. Hanya Tangan Gembala Agung Yang dapat menuntun kita.

TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top